Change's the World
Disclaimer : Massashi kishimoto
Genre : adventure & romance
Rate : M
Pair : Naruto x ...
Warning : Miss Typo , Alur Gaje , OOC , Gaje , ide pasaran (maybe) , Strong!Naru, Smart!Naru , Mainstrem..Etc
Summary : Dia yang ingatannya perlahan mulai kembali akan merubah sebuah takdir yang digariskan untuknya./"Oh Apa aku tidak salah dengar. Biju terkuat ingin membantuku../"Khukhukhu Kau sungguh menarik bocah"
A/N : Maaf kalau ada yang tidak suka saya sarankan langsung tekan tombol back. Daripada anda kecewa dengan karya saya yang tidak sesuai dengan kemauan anda. Saya akan terima apapun kritik dan saran yang bersifat membangun. Sekali lagi maaf jika tidak sesuai dengan selera anda.
Chapter 5
.
.
.
.
Jembatan besar yang membentang dari Nami no Kuni sampai ke Hi no Kuni. Terlihat megah meski masih dalam tahap pembangunan. Diatas jembatan tersebut nampak tim 7 sedang mengamati para pekerja yang berlalu lalang mengerjakan tugas mereka masing-masing.
Tim 7 nampak bersiaga pasalnya hari ini adalah hari yang sudah mereka perkirakan akan terjadinya penyerangan oleh ninja bayaran suruhan Gotou. Gotou adalah nama seorang pengusaha kapal penyeberangan yang memonopoli perdagangan di Nami no Kuni.
Ia sangat bersi keras menentang pembangunan jembatan ini karena dapat mengancam bisnisnya. Oleh sebab itu, gotou menyewa beberapa ninja bayaran untuk menghabisi orang-orang yang menentang dirinya. Sesuai perkiraan dari arah seberang jembatan tak jauh dari tim 7 muncul Zabuza dan hunter-nin yang kemarin membawa Zabuza. Tidak hanya mereka yang tiba akan tetapi dibelakang mereka nampak sekitar seratus ninja bayaran Gatou yang membawa berbagai senjata. Sedangkan Gotou berdiri paling belakang dengan angkuhnya.
Tim 7 langsung mengambil inisiatif mengawal Tazuna. Sedangkan Kakashi melangkah kedepan dan menangkat hitai- atainya dan menunjukkan mata sharingannya. Zabuza menoleh kearah Haku lalu mereka berdua melesat kedepan dengan cepat. Naruto yang melihat itu langsung maju kedepan dan menghadang Zabuza dan Haku. Zabuza dan Haku berhenti tepat satu meter didepan Naruto.
"Hey apa yang kau lakukan Zabuza cepat bunuh mereka" teriak Gotou namun tak digubris oleh Zabuza
"Tch sialan kau menghianatiku Zabuza" geram gotou.
"Kita lakukan sesuai rencana" ujar Naruto yang dibalas anggukkan oleh keduanya, mereka langsung berbalik menghadap ninja bayaran Gotou. Sedangkan Kakashi memandang bingung apa yang dilakukan oleh murid kuningnya itu. Ia bersiap menerjang Zabuza namun dihadang oleh tangan Naruto.
Naruto menoleh sedikit lalu berkata
"Sensei amati saja ini sudah aku rencanakan" ujar Naruto. Kakashi, Sakura, Sasuke, dan Tazuna bingung dengan apa yang diucapkan Naruto. Naruto tak memperdulikan pandangan yang menuntut penjelasan dari mereka. Ia langsung berdiri sejajar dengan Haku dan Zabuza.
"Sesuai yang aku katakan kemarin habisi anak buahnya dan...
Flashback
Zabuza memperhatikan bocah kuning didepannya. Sebuah penawaran yang benar saja apa yang bisa dilakukan oleh bocah yang belum genap berusia 14 tahun dihadapannya itu. Ia menimang-nimang dan memutuskan untuk mendengar penarawan bocah tersebut. Toh, tak ada salahnya mendengar penawaran yang ia ajukan dulu.
"Baiklah aku akan mendengarkan penawaranmu. Cepat katakan sebelum aku berubah pikiran" ujar Zabuza.
"Ho kau mengancamku !" ujar Naruto dengan nada meremehkan. Yang dibalas tatapan tajam oleh Zabuza. "Baiklah.. Baiklah.. Aku tau kau sedang dalam sebuah misi rahasia yang berkaitan dengan perang saudara di kiri. Dan menurut asumsiku dengan apa yang kau lakukan sekarang kau dan Haku-chan bertugas mengumpulkan dana untuk pasukan relibion, apa aku salah ?"
Zabuza terdiam begitupun Haku mereka berpikir dari mana bocah tersebut mengetahui misi rahasia mereka.
"Aku anggap itu iya" lanjut Naruto.
"Lalu apa maumu bocah ?" tanya Zabuza
"Aku akan membantu kalian untuk mendapatkan dana yang kalian butuhkan dengan mudah dan cepat" ujar Naruto.
"Bagaimana caranya ?" tanya Haku
"Begini kalian tau bahwa Gotou pengusaha yang cukup sukses kan ?" dibalas anggukkan oleh keduanya "kita akan memanfaatkan itu dengan cara kalian bawa Gotou dan seluruh anak buahnya pada hari yang telah aku tentukan kejembatan yang sedang dibangun. Kita akan menghabisi semuanya kecuali Gotou" jelas naruto.
"Jadi kau bermaksud mengambil semua harta Gotou untuk kau berikan kepada kami begitu" ujar haku
"Tepat"
"Lalu bagaimana dengan Gotou setelah itu ?" kini giliran Zabuza ang angkat suara.
"Untuk masalah itu aku sudah aku sudah punya rencana lain yaitu.."
End Flashback
"...biarkan Gotou merasakan neraka yang diberikan oleh penduduk Nami" ujar naruto dengan seringai diwajahnya.
"Ikuzo" mereka langsung melesat kearah anak buah Gotou. Para ninja bayara Gotou langsung melesat kedepan saat diperintah oleh Gotou. Zabuza yang masih berlari merapal segel.
"Suiton : Suiryuudan no jutsu"
'Blarrrr'
Dari samping jembatan muncul naga air besar dengan mata merah langsung menerjang kumpulan anak buah Gotou. Beberapa ninja yang tak sempat menghindar hanyut seketika saat terkena naga air Zabuza. Naruto tidak mau kalah ia langsung mengambil enam kunai dari kantong senjatanya. Ia langsung melempar kunai tersebut lalu merapal segel.
"Taju Kunai Kagebunshin"
Kunai-kunai tersebut langsung berlipat ganda menjadi ribuan kunai yang langsung menyerang pasukan Gotou.
'Jleb' 'Jleb' 'Jleb'
"ARKHHH" "ARKHHH" "ARKHHH"
Terdengar suara jeritan pilu dari para ninja bayaran yang tubuhnya dihujani kunai milik Naruto. Tim 7, Tazuna, Gotou, dan ninja bayaran yang tersisa menatap horor mayat-mayat ninja bayaran yang bergeletakan hanya dengan satu jutsu sederhana. Ninja bayaran yang tersisa mencoba untuk berlari karena takut mati konyol. Namun terlambat karena kaki mereka telah terbungkus es.
Sang pelaku yang tak lain adalah haku yang masih memakai topeng menyeringai dibalik topengnya. Dengan cepat ia membuat handseal.
"Sensatsu Suisho"
Dari udara kosong muncul titik-titik air yang perlahan membentuk jarum es disekitar haku. Dengan cepat jarim-jarum es tersebut melesat kearah ninja bayaran yang tersisa. Dengan sadis jarum-jarum es tersebut menghujani tubuh-tubuh ninja bayaran Gotou.
'Jleb' 'Jleb' 'Jleb'
"ARKHHH" "ARKHHH" "ARKHHH"
jeritan kesakitan yang memilukan dari para ninja bayaran yang tersisa saat meregang nyawa terkena jarum-jarum es yang dibuat oleh Haku.
Kini tersisa Gotou seorang yang memandang ketakutan tubuh-tubuh ninja bayaran yang tak bernyawa didepanya. Naruto berjalan perlahan melewati mayat-mayat yang tergeletak di tanah menuju ke arah gotou dengan pandangan yang terkesan datar. Sedangkan Gotou langsung bersujud memohon ampun.
"Am-ampuni aku. Akan aku berikan apapun asal kau menagmpuni nyawaku" ujar Gotou dengan ketakutan.
"Baiklah aku akan mengampunimu asal kau menanda tangani ini" ujar Naruto seraya mengeluarkan sebuah dokumen. Gotou tanpa pikir panjang langsung menanda tangani doken tersebut. Tak lama berselang datang rombongan warga yang dipimpin oleh Inari cucu Tazuna dengan membawa berbagai senjata. Mereka yang melihat hal Gotou langsung memberi tatapan bengis.
"Itu dia Gotou ayo kita habisi dia" seru salah satu warga. Seketika tubuh Gotou menengan lalu ia menoleh kepada Naruto.
"Aku hanya bilang aku mengampunimu soal warga aku tidak ikut campur. Jadi selamat bersenang-senang" ujar Naruto lalu pergi meninggalkan Gotou yang disiksa warga nami menuju Zabuza dan Haku.
"Sesuai kesepakatan, semoga banyak membantu" ujar Naruto lalu ia menyerahkan dokumen yang telah ditanda tangani oleh Gotou.
"Jadi begitu kau membuat Gotou mengalihkan semua aset dan hartanya sebelum dibunuh oleh warga nami. Ternyata kau cukup pintar juga" ujar Zabuza.
"Yah begitulah" jawab Naruto enteng.
"Ini sangat membantu kami terima kasih atas bantuannya semoga kita bisa bertemu lagi" ujar Zabuza lalu beranjak pergi sedangkan Haku masih diam ia lalu melepas topengnya. Dengan cepat ia langsung mencium pipi naruto.
Cup~
"Itu sebagai ucapan terima kasihku, semoga kita bisa bertemu lagi Naruto-kun" ujar Haku. Setelah itu memakai kembali topengnya untuk menutupi rona merah diwajahnya. Dan berbalik menyusul Zabuza, sedangkan Naruto masih mematung otaknya masih memproses apa yang baru terjadi. Ia bahkan tidak menyadari bahwa Kakashi, Tazuna, Sasuke, dan Sakura sudah ada dihadapannya.
"...to"
"...ruto"
"Naruto"
Lamunan Naruto buyar saat Nakashi memenggilnya dan menggoyang-goyangkan tubuhnya. Ia langsung menatap sang sensei.
"Ah! Iya ada apa sensei ?" tanya Naruto yang baru tersadar dari proses re-boot otaknya.
"Akhirnya sadar juga" gumam Kakashi "bisa kau jelaskan apa yang sebenarnya terjadi ?" lanjut Kakashi
"Ah! Itu hanya kesepakatan kecil sensei tidak usah terlalu difikirkan, yang terpenting misi kita sudah selesaikan" jawab Naruto.
"Hm iya baiklah kalau begitu kalian bersiap-siaplah kita akan kembali kekonoha" ujar Kakashi.
"Hai' sensei" ujar mereka serempak. Mereka lalu pergi kerumah Tazuna untuk mengemas barang-barang mereka. Sementara Kakashi masih asik dengan fikirannya. 'Ini akan jadi berita yang mengejutkan untuk hokage-sama' pikir Kakashi
.
.
Setelah menyiapkan barang-barang mereka. Kini nampak tim 7 sedang berpamitan dengan Tazuna dan para penduduk Nami no kuni.
"Terima kasih banyak atas bantuan kalian. Kami berhutang banyak pada kalian semua" ujar Tazuna seraya membungkukkan badan diikuti oleh para warga Nami.
"Ah itu bukan masalah lagipula ini adalah misi kami. Jadi sudah tugas kami membantu, kalau begitu kami pamit dulu" ujar Kakashi
"Tetap saja kami berhutang pada konoha. Untuk menghargai kalian aku sudahenemukan nama yang cocok untuk jembatan buatanku" ujar Tazuna
"Benarkah apa itu ?"
"Aku akan menamainya Jembatan Besar Naruto. Bukankah itu nama yang bagus" ujar tazuna seraya tersenyum. Sementara Naruto hanya tersenyum canggung seraya menggaruk-garuk kepala bagian belakangnya yang tidak gatal.
"Ah! Apa itu tidak berlebihan ?" tanya Naruto
"Tentu saja tidak. Kau adalah pahlawan bagi Nami jadi itu tidaklah berlebihan. Apa kau keberatan Naruto" ujar Tazuna.
"Tidak.. Tidak.. Aku malah sangat tersanjung menerima kehormatan ini dari kalian semua" ujar Naruto.
"Baiklah kalau begitu kami pamit dulu" ujar Kakashi lagi. Setelah mengatakan itu mereka langsung berlari menuju Konoha.
.
.
.
Tim 7 telah sampai Konoha setengah jam yang lalu. Mereka sudah pulang kerumah masing-masing, sedangkan Kakashi sekarang sedang menghadap sang hokage untuk melaporkan hasil misi mereka.
"Jadi begitu aku tidak menyangka dia sejenius yang kau bilang. Tapi apa kesepakatan yang dibuatnya dengan Zabuza sehingga ia berbalik membantu kita ?" tanya sang hokage setelah mendengar penjelasan dari Kakashi.
"Aku juga kurang tau hokage-sama seperti yang pernah aku bilang ia adalah jenius yang penuh kejutan. Benar-benar kombinasi yang sempurna antara Minato-sensei dan Kushina-sama." ujar Kakashi.
"Kau benar Kakashi kita harus lebih meperhatikannya agar ia tak jatuh ketangan yang salah. Ia adalah ninja yang berharga bagi konoha" ujar sandaime.
"Anda benar hokage-sama dengan ninjutsu yang ia kuasai, otak jenius yang hampir menyamai seorang nara. Dan didukung dengan sensoriknya ia sudah lebih dari pantas menjadi seorang chunin meskipun ia hanya bisa mengeluarkan ninjutsu secara sepontan saat keadaan terdesak saja" terang Kakashi.
"Baiklah kalau begitu kau boleh pulang dan beristirahat" ujar sandaime yang dibalas anggukkan oleh Kakashi. Sepeninggal kakashi sandaime mulai memikirkan semua kejadian yang berkaitan dengan Naruto. 'Apa segel yang dibuat Jiraya mulai melemah' batin sandaime.
Setelah kejadian di Nami no kuni sudah banyak menjalankan misi mulai rank D sampai rank A. Meski misi rank A tersebut adalah misi gabungan dengan tim lain. Namun mereka tetap menunjukkan hasil yang memuaskan untuk ukuran rookie.
"Tak terasa sudah setengah tahun kita menjadi genin waktu terasa cepat sekali" ujar Naruto. Mereka -Tim 7- sedang berada di tempat mereka biasa latihan menunggu sang sensei.
"Kau benar Naruto aku bahkan meras baru kemarin kita menjadi genin" ujar kunoichi berambut seperti permen kapas a.k.a Sakura sedangkan sang uchiha hanya diam dengan wajah datarnya.
"Ngomong-ngmong ada apa Kakashi sensei mengumpulkan kita ? Inikan bukan jadwal latihan kita, dan juga tidak seperti biasanya kalau mendaptkan misi kita seharusnya berkumpul di gedung hokage" lanjut Sakura.
"Entahlah. Mungkin akan ada sesuatu yang penting yang ingi diberitahukan kepada kita" ujar Naruto. Setelah itu terjadi keheningan sesaat kemudian muncul kepulan asap didepan mereka. Setelah asap menipis terlihatlah seseorang yang hampir dua jam ditunggu mereka.
"Yo minna, maaf aku tadi terse-..." "Sudahlah sensei kami sudah tau alasanya jadi tidak perlu kau ucapkan" belum sempat Kakashi menyelesaikan ucapannya sudah dipotong oleh Naruto. Membuat Kakashi pundung dan mengorek-ngorek tanah seperti anak kecil. Semua yang melihat hal tersebut sweatdrop dengan kelakuan sensei mesum mereka yang super absurd.
"Ehm.. Baiklah apa kalian tau kenapa kalian aku kumpulkan disini" ujar Kakashi yang sudah kembali dari acara pundungnya.
"Entahlah apa kita akan melakukan misi hari ini ?" tanya Naruto.
"Kita tidak akan melakukan misi hari ini" jawab Kakashi.
"Lalu kenapa sensei mengumpulkan kami disini ?" tanya Sakura
"Aku telah merekomendasikan kalian untuk mengikuti ujian chunin yang akan dilakukan seminggu lagi" ujar Kakashi seraya mengeluarkan tiga formulir dan menyerahkan kepada timnya. "Setelah mengisi formulir tersebut kalian bisa menyetorkan ke gedung hokage paling lambat tiga hari lagi" lanjut kakashi.
"Sepertinya akan menarik" ujar Naruto yang memperhatikan formulir yang ada ditanganya. Kakashi hanya tersenyum mendengar ucapan muridnya, sedangan sasuke mendengus kesal. 'Aku tidak akan kalah darimu dobe' batin Sasuke.
"Apa kalian juga tertarik Sasuke, Sakura ?" tanya Kakashi.
"Hn aku ikut" ujar Sasuke datar.
"Kalau mereka berdua ikut aku juga akan ikut" seru Sakura.
"Baguslah kalau begitu" ujar Kakashi
.
.
.
Seminggu kemudian..
Konoha nampak lebih ramai dari hari biasanya. Nampak banyak genin-genin dari berbagai desa yang berlalu lalang di jalanan desa konoha. Mereka datang untuk mengikuti ujian chunin yang diselenggarakan oleh pihak konoha. Banyak desa yang berpartisipasi dengan dalam ujian tahun ini mulai dari desa besar hingga desa-desa kecil.
Ujian chunin babak pertama diselenggarakan disebuah gedung yang cukup besar. Jumlah peserta yang mengikuti ujian tahun ini berjumlah 153 yang terbagi menjadi 51 tim genin. Nampak para genin sudah banyak yang berkumpul di gedung tersebut. Tim 7 yang baru sampai langsung memasuki ruangan yang telah disediakan untuk ujian babak pertama karena waktu ujian akan dimulai beberapa menit lagi.
Tak lama berselang masuk para pengawas ujian yang dipimpin oleh seorang jonnin yang memiliki bekas luka diwajahnya.
"Selamat datang para peserta namaku Morino Ibiki aku adalah pengawas ujian chunin babak pertama. Ujian kali ini adalah tes tulis yang terdiri dari sepuluh soal. Peraturannya sederhana kalian diharuskan menjawab semua soal yang ada dalam waktu satu jam. Khusus soal nomer 10 akan aku berikan lina menit sebelum waktu habis. Jadi nilai maksimal yang didapat oleh satu tim adalah 30. Kalian tidak diperbolehkan untuk menyontek. Kalau sampai ketahuan satu kali nilai kalian akan dikurangi 2 poin dan jika ketahuan sampai lima kali kalian otomatis gagal. Dan tak hanya orang tersebut yang gagal melainkan seluruh anggota timnya juga gagal" jelas Ibiki.
Beberapa peserta menelan ludah mendengar penuturan dari ibiki. Sedangkan ibiki yang melihat hal tersebut menyeringai puas. Ia lalu menyuruh bawahanya membagikan soal ujian yang mereka bawa.
"BAIKLAH UJIAN CHUNIN BABAK PERTAMA DIMULAI" seru Ibiki lantang.
Semua peserta langsung mengerjakan soal yang ada didepan mereka. Sedangkan Naruto mengernyitkan alisnya melihat soal yang ada dihadapanya. 'Apa-apan soal ini. Ini bukan soal yang ditujukan untuk seorang genin bahkan seorang chuninpun sulit untuk mengerjakan soal ini' batin Naruto. Ia langsung melirik kearah Sasuke, hal yang sama dilakukan oleh Sasuke. Mereka sama-sama beradu pandang seolah mengatakan -ada yang dengan soal ini- setelah itu merka sama-sama mengangguk.
Naruto mulai berfikir dengan peraturan yang diucapkan oleh Ibiki saat akan memulai ujian. Lalu ia melihat sekitar, nampak para peserta ada yang frustasi dengan soal tersebut. Dan ada juga yang terlihat lancar mengerjakan soal ujian tersebut. 'Tunggu dulu.. Mereka mengerjakannya dengan sangat lancar seakan sudah biasa. Dan tadi pengawas itu bilang kalau sampai ketahuan erarti menyontek adalah opsi yang diberikan oleh pengawas.
Dan peserta yang lancar mengerjakan soal ini kemungkinan adalah seorang jonnin yang menggunakan henge. Jadi begitu tujuan tes ini adalah mengumpulkan informasi tanpa diketahui oleh pengawas. Aku sudah tau jawaban ujian ini.' Naruto langsung tersenyum simpul setelah mengetahui maksud ujian tersebut.
Ibiki yang melihat Naruto tersenyum menggangkat sebelah alisnya bingung. 'Apa dia sudah tau ?' batin Ibiki. Sementara Hinata yang duduk disamping Naruto merona melihat senyuman Naruto.
Setelah empat puluh lima menit berjalanya ujian lebih dari setengah peserta gugur dalam ujian tahap pertama. Naruto yang mulai bosan dengan ujian ini langsung mengangkat tangannya. Ibiki yang melihat itu mengangkat sebelah alisnya. Sedangkan teman satu tim Naruto dan peserta lain melihat dengan tatapan bingung kearah Naruto.
"Ada apa ? Apa kau sudah selesai atau menyerah ?" tanya Ibiki.
"Bisa kau berikan soal nomer 10 dan mari kita akhiri lelucon ini Ibiki-san" ujar Naruto, ibiki tersenyum dengan penuturan Naruto.
"Ho apa kau sudah menjawab semua soal itu bocah ?" ujar Ibiki.
"Aku bahkan tidak tertarik menjawab soal ini. Yang jelas-jelas bukan untuk genin maupun chunin" ujar Naruto enteng yang membuat semua peserta terperangah dengan ucapan Naruto.
"Kenapa kau begitu seyakin itu bocah ?" tanya Ibiki.
"Tujuan ujian ini hanya untuk mengukur sejauh mana kau bisa mengumpulkan informasi tanpa diketahui musuh. Yang dalam kasus ini adalah pengawas. Dan lagi kau sebenarnya tau kalau semua menyontek dan tidak mungkin ada yang lolos. Karena diantara para pengawas ada anggota klan yamanaka yang dengan mudah membaca perubahan mimik wajah. Kau tidak bisa membidohiku ibiki-san" terang Naruto
'Sangat jenius seperti yang dikatakan Kakashi' batin Ibiki dan para pengawas
Ibiki menghela nafas lalu tersenyum simpul mendengar penuturan Naruto.
"Baiklah kalau begitu kita mulai soal nomer sepuluh. Soal ini akan menentukan kalian lulus atau tidak. Dengar baik-baik jika kalian menjawab benar kalian akan lulus dan jika kalian salah kalian dan tim kalian juga ikut gugur. Dan juga tidak diijinkan mengikuti ujian seterusnya.." jeda Ibiki. Ia melihat berbagai respon dari para peserta yang kebanyakan adalah ekspresi takut.
'Kita lihat apa yang bisa kau lakukan bocah' batin Ibiki. ".. Tapi jika kalian mengundurkan diri sekarang kalian bisa mengulang lagi pada ujian chunin berikutnya" lanjut Ibiki.
Para peserta nampak menimbang-nimbang pernawaran ibiki. Beberapa peserta nampak ragu saat akan mengambil keputusan. Namun sebuah suara mengintrupsi pemikiran mereka.
"Mamang kenapa kalau menjadi genin selamanya. Toh sekuat apa dirimu tak diukur dengan tingkat yang kau miliki. Bahkan aku tidak keberatan jika harus menjadi genin selamanya." tegas Naruto. Semua peserta yang tadinya down langsung kembali semangat. Ibiki tersenyum.
"Baiklah kalau begitu kalian semua yang masih berada diruangan ini aku nyatakan LULUS" ujar Ibiki yang mendapatkan protes dari para peserta.
"Lalu bagaimana soal nomer 10 tersebut ?" tanya genin dari suna
"Kalian baru saja menjawabnya" jawab Ibiki.
'Pyarr'
Kaca jendela pecah terhantam sesuatu, saat melihat kedepan sudah ada kain hitam membentang dan didepanya terdapat jonnin yang berpakaian cukup terbuka. Sang jonnin melihat seluruh peserta seraya menjilat bibir bawahnya.
"Hm kau mengeluarkan lumayan banyak juga " ujar jonnin wanita tersebut kepada ibiki
"Begitulah" jawab ibiki.
"Selamat kalian yang sudah lolos babak pertama. Namaku Mitarashi Anko pengawas ujian chunin babak kedua. Kalian semua ikut aku" ujar Anko pada para peserta.
.
.
.
Beberapa peserta meneguk ludah saat mencapai tempat yang dijadikan ujian chunin babak kedua. Didepan mereka terbentang hutan yang sangat lebat yang konon dibuat oleh hokage pertama dengan jurus mokutonnya. Sementara sang tokoh utama kita nampak biasa saja memandang hutan yang diberi nama hutan kematian didepannya.
"Baiklah ujian babak kedua ini adalah ujian merebutkan gulungan. Masing-masing tim akan diberikan satu dari dua gulungan yang disediakan panitia. Persyaratan untuk lulus dari babak kedua adalah kalian harus mendapatkan kedua gulungan yaitu gulungan surga dan bumi. Dan membawanya kemenara yang berada ditengah hutan kematian. Namun, bagi mereka yang kekurangan anggota tim mereka harus membawa dua pasang gulungan untuk lolos. Waktu kalian adalah lima hari, tapi sebelum itu kalian harus menandatangani surat perjanjian ini terlebih dahulu." terang Anko seraya menunjukkan surat perjanjian yang ada di tangan kananya.
"Surat perjanjian apa itu ? Dan apakah harus kami menandatanganinya ?" tanya salah satu genin dari amegakure.
"Didalam surat ini ada pernyataan bahwa konoha tidak menanggung segala hal yang terjadi dalam ujian chunin kali ini. Meskipun itu adalah kematian jadi keluarga kalian tidak bisa menutut konoha. Dan kalian harus menandatangani surat ini kalau tidak kalian akan dianggap langsung gugur." ujar Anko.
Setelah itu peserta langsung mengisi formulir dan meminta gulungan mereka. Giliran Tim 7 mereka mendapatkan gulungan bumi. Setelah semua mendapat gulungan, para peserta kembali kebarisan untuk mendapat intruksi terakhir dari aAko.
"Baiklah setelah ini kalian akan menuju kegerbang masuk hutan kematian bersama satu jonnin yang akan menemani kalian. Disini kalian dibagi menjadi beberapa regu karena pintu gerbang hutan kematian ada enam buah. Kalian akan masuk dengan rentan waktu 15 menit setelah tim lain masuk dari gerbang yang sama. Satu pesanku pada kalian semua JANGAN MATI.." ujar Anko penuh penekanan diakhir kalimat yang membuat peserta merinding.
"BAIKLAH KALAU BEGITU UJIAN CHUNIN BABAK KEDUA DIMULAI" seru Anko.
.
.
.
Ditengah hutan kematian terlihat tim 7 sedang membuat sebuah strategi. Untuk mendapatkan pasangan dari gulungan mereka.
"Baiklah kita akan berpencar mencari tim yang membawa pasangan dari gulungan milik kita. Sebisa mungkin hindari pertarungan individu. Kita akan berkumpul disini setengah jam lagi. Mengerti" ujar Naruto yang dibalas anggukkan dari Sasuke dan Sakura.
"Berpencar!" mereka langsung melesat ke tiga arah. Naruto melesat kearah timur hutan kematian. Ia melompat dari dahan ke dahan mencari tim yang membawa gulungan langit. Naruto merasakan dua cakra setingkat jonnin dan satu setingkat genin.
Setelah berada cukup dekat dengan tim tersebut ia menekan cakranya hingga titik terendah. Ia melihat tim dari Kusagakure yang terdiri dari dua laki-laki dan satu kunoichi berambut merah dan memakai kacamata berwarna senada dengan rambutnya. 'Aneh kenapa ada ninja tingkat jonnin diujian ini. Apa mereka merencanakan sesuatu' pikir Naruto.
"Disana ada musuh" ujar perempuan berambut merah sambil menunjuk kearah Naruto. 'Sial aku tak menyangka dia bisa merasakan chakraku padahal aku sudah menekan chakraku dititik paling tendah' batin Naruto. Dengan sekejap dua buah kunai melesat kearah Naruto bersembunyi.
'Jleb' 'Jleb'
Kunai tersebut hanya mengenai batang kayu yang berada dibelakang Naruto. Karena Naruto sudah melompat kearah dahan pohon lain.
"Siapapun itu keluarlah percuma kau bersembunyi" ujar salah satu pria berkepala botak.
Tap
Naruto melompat kedepan tim ninja dari kusagakure. Ia memasang wajah tenang saat berhadapan dengan mereka. Para ninja Kusa yang sebelumnya siaga langsung menurunkan kesiagaan karena yang mereka hadapi hanya seorang bocah.
"Heh ternyata hanya seorang bocah" ujar teman laki-laki si botak.
"Apa yang kau mau bocah ?" timpal si botak.
"Hm aku hanya mau tanya apa gulungan yang kalian miliki ?" tanya Naruto dengan polosnya.
"Heh kami mempunyai gulungan surga, kau sendiri apa gulungan yang kau miliki ?"
"Yosh.. kebetulan sekali aku mempunyai gulungan bumi. Bolehkah gulungan kalian untukku ?" ujar Naruto dengan nada yang masih dibuat sepolos mungkin. Kedua ninja kusa menyeringai mendengar penuturan Naruto. Mereka langsung mengeluarkan kunai
"Sebaiknya kau serahkan gulungan milikmu atau kau akan mati" gertak si botak.
Naruto memasang pose imut dengan menaruh telunjuk didagunya. "Emmm sebenarnya aku tidak ingin bertarung. Tapi apa boleh buat kalian tidak memberiku pilihan." ujar Naruto yang kini sudah berubah menjadi datar. Ia memapangkan seringai menakutkan lalu mengambil kunai dari kantong ninjanya.
Kunoichi berambut merah dari kusa memilih untuk bersembunyi menjauh dari pertarungan yang akan terjadi. Sedangkan dua teman setimnya hanya memandang Naruto dengan pandangan meremehkan.
"Heh bocah kau mau melawan kami berdua ?" pertanyaan ninja kusa sama sekali tak digiraukan oleh Naruto ia masih berdiri dengan tenang. Merasa tak dianggap ninja kusa mendecih tak suka.
"Cih baiklah kalau itu maumu kami tak akan segan membunuhmu"
"Sudah selesai bicaranya ?" tanya Naruto dengan nada datar
"SIALAAN KAU BOCAH" geram ninja Kusa. Mereka langsung melesat kearah Naruto lalu menebaskan kunai mereka. Kunai tersebut denga telak mengenai Naruto hingga ia terpotong menjadi tiga bagian.
"Heh ternyata kau cuma bermulut besar bocah" ujar ninja Nusa.
"ARKHH"
'Brukk'
ninja tersebut menoleh kearah rekannya. Matanya membulat melihat kepala rekannya sudah terpisah dari tubuhnya. Ia merasakan sensasi dingin mengenai leher belakangnya.
"Kau terlalu meremehkan musuhmu. Kau tau didunia shinobi bahkan seorang geninpun bisa mengalahkan seorang kage itu adalah hal yang tidak mustahil. Jika ia meremehkan musuhnya" ujar suara dari belakangnya. Ninja Kusa tersebut melirik kebelakang. Dan alangkah terkejutnya ia melihat seseorang yang seharusnya sudah ia dan rekanya bunuh masih hidup.
"Ba-bagaiman bi-.." " Tentu saja bisa, itu hanya sebuah trik kecil. Kau lihat itu.." Naruto menunjuk tempat dimana ia seharusnya terkapar. Yang terlihat disana hanya sebuah potongan batang kayu.
"Kawarimi" ujar ninja Kusa.
"Yah.. Itu adalah dasar ilmu menjadi shinobi. Kau mermehkan lawanmu hingga dengan mudah kau ditipu seorang genin sepertiku. Sekarang katakan apa yang kalian rencanakan pada konoha ?" ujar Naruto.
"Cih aku lebih baik mati daripada memberitahumu"
"Baiklah kalau itu yang kau minta" ujar Naruto
'Crashh' 'Brukk'
Kepala ninja tersebut terpisah dari badannya dan ambruk ketanah. Kunoichi yang melihat hal tersebut bergetar ketakutan ia langsung pergi dari tempat tersebut. Naruto yang mengetahui hal tersebut hanya tersenyum 'heh mau mencoba kabur rupanya' batin Naruto.
.
.
Kunoichi kusa tersebut terus berlari menjauh dari tempat naruto. Ia berlari tak tentu arah dengan raut ketakutan. Tanpa ia sadari didepannya ada sebuah beruang besar sedang mencari makan. Kunoichi kusa yang tak memperhatikan arah menabrak beruang tersebut.
'Bruk'
Kunoichi tadi terpental kebelakang karena menabrak beruang didepannya. Ia lalu bangun membenarkan letak kacamatanya lalu mengusap-usap pantatnya.
"Aduh sakit" ujar kunoichi tersebut ia lalu mendongak. Alangkah terkejutnya ia didepannya sekarang terdapat seekor beruang sedang memandangnya penuh amarah. Dengan raut wajah ketakutan ia melangkahkan kakinya kebelakang.
Ia mengambil sebuah kunai dari kantong senjatanya, lalu mengacungkan kearah beruang didepannya.
"Pe-pergi dari sini" ujar sang kunoichi dengan suara bergetar ketakutan. Kaki dan tanganya juga ikut bergeter keringat dingin membasahi wajahnya. Beruang yang marah tersebut melesat kearah kunoichi berambut merah tersebut dengan cakar yang siap menerkamnya.
Sang kunoichi yang ketakutan menutup matanya pasrah dengan apa yang akan terjadi padanya. Namun setelah beberapa menit ia tidak merasakan apapun. Ia dengan takut-takut membuka matanya melihat keadaan sekitar. Ia dapat melihat beruang yang tadi ingin menyarangnya terkapar ditanah tak jauh darinya.
"Hah sudah tau kau penakut kenapa tadi kau malah lari ?" sebuah suara mengintrupsi pendengaran sang kunoichi. Dengan perlahan ia menengok kesamping. Ia terpaku dengan apa yang ada disampingnya. Seorang laki-laki seumuranya sedang bersandar dipohon dengan bersedekap memandngnya dengan sebuah senyum kecil.
Sang kunoichi sempat merona melihat senyuman pemuda tersebut. 'Tampan' pikir sang kunoichi. Namun ia mengenyahkan pemikirannya tersebut. Karena ia tahu bahwa orang yang ada dihadapannya adalah orang yang membunuh kedua rekannya.
Sang kunoichi lalu melompat membuat jarak dari pemuda tersebut lalu memasang posisi siaga. Naruto memandang bingung apa yang dilakukan gadis didepannya. Hey.. Siapa yang tidak bingung ia baru saja menyelamatkan gadis itu. Setidaknya ia mendapatkan ucap terima kasih meskipun naruto tak mengharapkanya.
"Beginikah caramu berterima kasih pada orang yang menolongmu ?" tanya Naruto.
"Buat apa aku berterima kasih pada orang yang telah membunuh rekanku" ujar sang kunoichi dengan nada sinis.
"Baiklah, kalau itu maumu aku tidak akan main-main lagi, sekarang serahkan gulunganmu !" ujar Naruto.
"Tidak akan pernah"
"Kau keras kepala juga ya nona" ujar Naruto yang entah sejak kapan sudah berada dibelakang kunoichi tersebut dan mengunci gerakanya. Kunoichi tersebut membulatkan mata dengan kecepatan yang dimiliki Naruto yang bukan untuk seorang genin.
"Lepaskan aku" kunoichi tersebut memberontak mencoba melepaskan diri dari kuncian Naruto.
Bukanya melepaskan Naruto malah tersenyum dan berkata "Aku suka rambutmu, bolehkah aku tau siapa namamu nona ?"
Kunoichi tersebut sedikit merona mendengar penuturan Naruto. Tanpa sadar ia membalas pertanyaan Naruto "U-uzumaki Karin"
"Uzumaki, ah beruntung sekali aku menemukan seseorang dari klan yang sama denganku" ujar Naruto lalu melepaskan Karin. Sedangkan kari memandang heran pemuda tersebut. Satu klan yang benar saja setahunya semua Uzumaki berambut merah tidak kuning seoerti miliknya.
"Klan yang sama maksudmu apa. Jelas-jelas warna rambutmu kuning bukan merah layaknya seorang Uzumaki" ujar Karin
"Oh itu mungkin karena salah satu orang tuaku memiliki rambut pirang jadi ia menurunkan gennya padaku" jelas Maruto sedangkan Karin hanya ber'oh'ria.
"Namuku Uzumaki Naruto, senang bertumu denganmu Karin-chan." ujar Naruto sambil menyodorkan tangannya. Karin yang malu karena dipanggil dengan suffik '-chan' oleh Naruto langsung menerima uluran tangan Naruto.
"Sama-sama Naruto-kun" balas Karin
"Kalau boleh tau apa yang sebenarnya direncanakan desamu sehingga mengirim jonnin kedalam ujian chunin ini ?" tanya Naruto
"Maafkan aku Naruto-kun aku tidak tau apa yang mereka rencanakan. Aku hanya mengikuti perintah tuanku" ujar Karin.
"Hm baiklah kalau begitu" Naruto mendesah kecewa karena tidak mendapatkan informasi. "Apa kau mau ikut denganku kembali ketimku Karin-chan ?" tanya Naruto.
"Bolehkah ?"
"Tentu, tidak baik menbiarkanmu sendirian dihutan ini aku takut hal tadi terulang lagi. Setidaknya kau lebih aman sampai menara saat bersama timku" jelas Naruto.
Karin tersentuh dengan ucapan Naruto. Ia lalu mengambil gulungannya lalu menyerahkan kepada Naruto.
"Untukku ?" tanya Naruto sambil menerima gulungan surga dari Karin.
"Ini sebagai ucapan terima kasihku. Lagi pula aku tidak berniat melanjutkan ujian ini" ujar Karin
"Terima kasih kalau begitu ayo kita pergi" ajak Naruto yang dibalas anggukkan oleh karin. Mereka lalu melompat kearah pohon lalu menuju tempat berkumpulnya tim 7.
.
.
.
Sasuke dan Sakura nampak sedang menunggu kedatangan teman kuningnya yang terlambat. Sakura mondar-mandir dan merancau tidak jelas sedangkan Sasuke hanya diam bersandar pada sebuah pohon.
"Kemana si baka itu kenapa dia lama sekali. Awas saja nanti aku akan hajar dia" ujar Sakura.
Tak lama berselang muncul Naruto bersama Karin menghampiri Sasuke dan Sakura.
"Yo Minna" sapa Naruto
"Naruto kau darimana saja ? kenapa lama sekali ? Dan lagi siapa dia?" berondong Sakura.
"Ah tadi ada masalah kecil saat aku kesini. Sedangkan dia adalah Karin, aku menyelamatkannya dari seekor beruang tadi" jelas Naruto. Sakura hanya mengangguk mengerti. Sedangkan sasuke hanya melirik sekilas.
"Karin-chan perkenalkan mereka adalah rekan setimku. Yang ini Haruno Sakura dan yang disana itu adalah Uchiha Sasuke." ujar Naruto. Sakura mengangkat alisnya mendengar panggilan Naruto pada gadis berambut merah yang bernama Karin tersebut. Seketika seringai jahil tercipta dibibir Sakura.
"Ne Karin-san apa mahluk kuning mesum ini melakukan hal yang tidak-tidak padamu" goda Sakura.
"Hoi.. Hoi.. Siapa yang kau panggil mahluk kuning mesum itu" protes Naruto. Sedangkan Karin hanya merona saat digoda Sakura.
Naruto mendesah lelah "Sudahlah Sakura lebih baik sekarang kita ke menara yang ada di tengah hutan." ujar Naruto.
"Lalu bagaimana dengan gulungannya ?" tanya Sakura.
"Aku sudah mendapatkan pasangan dari gulungan kita" ujar Naruto seraya menunjukkan gulungan yang diberikan Karin.
"Woah kau hebat Naruto." seru Sakura. Naruto hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan Sakura. Ia lalu mengalihkan pandangannya kearah Uchiha terakhir.
"Oy Sasuke ayo kita pergi akan lebih baik kita sampai sebelum malam" ujar naruto.
"Hn" hanya gumaman ambigu khas Uchiha yang keluar dari mulut Sasuke. Ia dengan santai lalu menghampiri mereka. Meskipun dalam hatinya merasa iri karena Naruto sudah jauh melampauinya. 'Cih seberapa jauh sebenarnya kekuatanmu dobe' batin Sasuke.
"Baiklah ayo kita pergi" seru Naruto.
.
.
.
.
.
.
TBC
Akhirnya bisa update juga. Maaf sebelumnya jika ada kesamaan cerita, alur, tokoh, jutsu, dll. Karena memang fict ini terinspirasi dari beberapa fanfic yang pernah saya baca. Dan jika kurang berkenan untuk cerita yang saya buat karna berantakan sekali lagi maaf saya baru belajar nulis. Dan jadinya gini karna saya sendiri mengenal fanfic baru beberapa bulan jadi masih kurang pengalaman. Okeh terima kasih atas atensi dari reader sekalian. Waktunya membalas review.
-alim fanficker = kalau itu kita lihat aja kedepannya.
-DX23 = saya fikir ini bukan godlike karna Naruto juga latihan dalam jangka waktu yang tidak sebentar untuk mendapat kekuatan. Tapi jika itu menurut agan mendefinisikan godlike saya mohon maaf jika tidak sesuai selera agan.
-Natsu489 = iya makasih reviewnya.
-Fahri = makasih saranya akan saya fikirkan.
-asd = iy terima kasih reviewnya.
-Yudha bagus satan lucifer = terima kasih sarannya. Menurut saya yang jarang mungkin harem kalo ngak tokoh utamanya dibuat jones hahaha.
-La Vechiasignora = untuk pair bukunya sudah saya tekankan bahwa saya belum menentukan. Tapi jika reader kecewa saya tetap ucapkan terima kasih atas atensinya.
-Herlequi = maaf jika absurd, saya berfikir di canonnya perang saudara di kiri itu bukan rahasia umum. Untuk masalah haku seharusnya reader melihat kata "sensorik" dan "asumsi" biar tidak salah faham. Untuk naif itu tergantung sudut pandang setiap orang jadi saya tidak bisa menjawabnya. Karena cara pemikiran saya dengan anda berbeda. Tapi jika memang membuat kecewa saya mohon maaf atas kekurangmampuan saya dalam membuat cerita.
.
.
Baiklah semoga reviewnya tambah banyak mohon saran dan kritiknya agar saya bisa memperbaiki untuk kedepannya.
Jaa
