Change's the World

Disclaimer : Massashi kishimoto

Genre : adventure & romance

Rate : M

Pair : Naruto x ...

Warning : Miss Typo , Alur Gaje , OOC , Gaje , ide pasaran (maybe) , Strong!Naru, Smart!Naru , Mainstrem..Etc

Summary : Dia yang ingatannya perlahan mulai kembali akan merubah sebuah takdir yang digariskan untuknya./"Oh Apa aku tidak salah dengar. Biju terkuat ingin membantuku../"Khukhukhu Kau sungguh menarik bocah"

.

.

.

Selamat Membaca

.

.

.

Chapter 6

.

.

.

Tim 7 bersama Karin menyusuri hutan kematian menuju kearah menara yang terdapat ditengah hutan. Setelah menempuh hampir sepertiga perjalanan ke menara. Naruto merasakan ada yang mengikuti mereka lalu ia menoleh kearah Sasuke. Mereka berdua kompak mengangguk lalu menghindar. Sasuke membawa Sakura melompat kekiri sedangkan Naruto dan Karin melompat kekanan. Tak lama berselang seekor ular besar menerjang tempat mereka tadi berdiri. Debu berterbangan akibat Ular tersebut menghantam tanah.

"Khukhukhu sepertinya aku menemukan mangsa yang menarik" sebuah suara serak terdengar dari dalam kepulan debu tersebut.

Setelah debu tersebut menghilang. Nampaklah seorang wanita atau mungkin pria berambut hitam panjang menggunakan caping sedang berdiri diatas ular besar yang menyerang mereka. Karin yang melihat orang tersebut seketika menegang. Keringat dingin membasahi wajahnya, perubahan mimik Karin tersebut tak lepas dari pandangan Naruto. Ia sendiri mengetahui bahwa lawan mereka kali ini bukanlah orang sembarangan. Dari tekanan cakra yang Naruto rasakan orang tersebut bisa dikatakan selevel kage.

Orang tersebut memperhatikan tim 7 dan Karin. Seketika pandangannya terhenti saat melihat Karin, ia menjilat bibir bawahnya lalu menyeringai.

"Ho kenapa kau bersama mereka Karin ? Apa kau berniat menghianatiku ?" tanya orang tersebut dengan suara seraknya.

"Ti-tidak ma-mana mungkin aku menghianati anda" ujar Karin dengan nada ketakutan.

"Ho jadi kau adalah atasan dari Karin dan juga dua Orang jounin itu ya" orang tersebut lalu menoleh kearah sumber suara. Nampak Naruto berujar dengan tangan dilipat didepan dada.

Orang tersebut menyeringai lalu mengeluarkan tawa khasnya. "Khukhukhu kau cukup menarik bocah. Tapi maaf bocah aku lebih tertarik pada bocah Uchiha yang ada disana" ujar orang tersebut sambil menoleh kearah Sasuke dengan menjilat bibirnya. Sasuke hanya menunjukkan ekspresi datar dan tetep menahan posisi siaganya.

"Ho apa kau takut kepadaku ?" ujar Naruto dengan nada meremehkan.

"Na-naruto-kun dia bukan seseorang yang sanggup kau lawan" ujar Karin dengan nada cemas. Karna bagaimanapun ia mengetahui seberapa kuat tuannya tersebut.

"Khukhukhu apa yang aku dapat disini sebuah drama picisan." ujar orang tersebut. Namun tak digubris oleh Naruto ia langsung melemparkan dua kunai yang ia ambil dari kantong ninjanya ke arah orang tersebut. Orang tersebut dengan mudah menangkis kunai yang menuju kearahnya.

Namun tanpa disadari kunai tersebut hanya sebagai pengalih perhatian untuk serangan yang sebenarnya. Naruto yang entah sejak kapan sudah berada disamping ninja tersebut lalu mengayunkan sebuah tendangan kearah wajah lawannya. Namun dengan pengalaman yang lebih banyak orang tersebut mampu mementahkan tendangan Naruto. Sehingga hanya menerbangkan caping yang dipakainya dan memperlihatkan ikat kepala berlambang Kusagakure yang terpasang dikepalanya. Menyadari serangannya gagal Naruto langsung melompat menjauh dari orang tersebut.

"Kau terlalu terburu-buru bocah" ujar ninja Kusa tersebut.

Naruto terdiam lalu menganalisa hasil yang ia dapat 'Seperti dugaanku ia tak bisa dianggap remeh..' Naruto lalu mengalihkan perhatiannya pada timnya dan Karin. 'Aku harus bisa membawa mereka pergi menjauhi orang ini untuk level kami yang sekarang akan sulit mengalahkan orang ini.' Naruto lalu merapalkan berapa segel.

"Fuuton : Kazekiri no Jutsu"

Naruto lalu meniupkan angin besar membentuk pisau pemotong mengarah kepada ninja Kusa tersebut. Sang lawan tak tinggal diam ia lalu membuat handseal.

"Doton : Doryuheki"

Didepan ninja Kusa tersebut muncul sebuah dinding tanah. Jutsu Naruto menabrak dinding tersebut

'BUMMM'

Ledakan kecil tercipta akibat tabrakan kedua jutsu tersebut. Asap dan debu hasil ledakan menutupi pandangan keduanya. Naruto yang melihat itu tak menyia-nyiakan waktu ia lalu melempar lima kunai lalu membuat handseal.

"Taju Kunai Kage Bunshin"

Kunai yang awalnya lima berubah menjadi ribuan kunai. Ninja Kusa tersebut dengan membelalakkan matanya saat ribuan kunai mengarah padanya. Dengan cepat ia merapal segel lalu masuk kedalam tanah. Namun tanpa disadari oleh ninja Kusa tersebut yang diincar naruto sebenarnya adalah ular besar milik ninja tersebut. Tanpa pelindungan ular tersebut terkena ribuan kunai Naruto lalu menghilang menjadi kepulan asap. Semua tercengang dengan apa yang dilakukan Naruto benar-benar penuh perhitungan dan tak ada yang sia-sia.

"Khukhukhu kau hebat juga bocah" sebuah suara terdengar tak jauh dari mereka. Dari dalam tanah muncul ninja Kusa tadi tanpa luka sedikitpun.

"Sudah kuduga kau tak akan mati dengan serangan seperti itu" ujar Naruto santai.

Seringai bak ular milik ninja Kusa semakin melebar. Ia semakin menik mati permainan ini.

"Khukhukhu apa kita harus lanjutkan bocah, atau kau memilih untuk menyerah" ujar Ninja Kusa tersebut.

"Dalam mimpimu, Sasuke" ujar Naruto. Sasuke yang dari tadi diam melihat rekannya bertarung mengepalkan tanganya karena merasa kalah dari Naruto. Ia langsung melesat mengikuti Naruto menyerang lawan dengan menggunakan taijutsu. Kombinasi Naruto dan Sasuke yang sudah mengaktifkan sharingannya berhasil mendesak lawannya tersebut.

'DHUAK' 'BRAK'

Tendangan dari Sasuke sukses mengenai perut ninja Kusa terasebut hingga membuat ninja Kusa tersebut terpental menabrak dan berhenti setelah menabrak pohon.

"Kurasa sudah cukup main-mainya bocah" ujar ninja Kusa tersebut seraya bangkit lalu mengelap sedikit darah yang keluar dari sudut bibirnya. Lalu ia oleskan darah tersebut pada telapak tangan kirinya. Dengan cepat ia merapal segel, lalu menghentakkan tangannya ke tanah. Naruto yang melihat apa yang dilakukan orang itu langsung menyuruh Sasuke menghindar.

"Menghindar, Sasuke" seru Naruto.

"Kuchiyose no Jutsu" 'Boft'

Muncul kepulan asap besar menyelimuti ninja Kusa tadi. Setelah asap menipis nampak ular besar berkepala tiga memandang penuh nafsu kearah Sasuke dan Naruto. Dengan sekali perintah Ular tersebut menyerang Naruto. Naruto dengan sigap menghindar dari terjangan ular raksasa tersebut. Sementara Naruto sibuk menghadapi ular besar tersebut. Ninja kusa tersebut mengarahkan tanganya ke arah Sasuke lalu mengumamkan sesutu.

"Sen'eijashu"

Seketika keluar tiga ular beracun berwarna hijau keluat dari lengan baju ninja tersebut. Ular-ular tersebut langdung melesat kearah Sasuke. Yang diserang tak tinggal diam dengan cepat Sasuke merapal segel. Sasuke membusungkan dada seperti akan memutahkan sesuatu.

"Katon : Gokakyu no Jutsu"

Setelah menyebutkan jutsunya. Sasuke langsung menyemburkan bola api berdiameter 5 meter. Dengan cepat bola api tersebut menghanguskan ular yang dikeluarkan oleh ninja Kusa tersebut. Seringai ninja Kusa semakin lebar melihat jutsu yang dikeluarkan oleh Sasuke. Setelah ular itu hilang tak bersisa Sasuke lalu mengeluarkan beberapa shuriken. Iia lalu melemparkanya kearah musuh lalu merapal segel lagi.

"Katon : Hosenka no Jutsu"

Shuriken-shuriken yang dilempar sasuke seketika diselimuti oleh api lalu melesat menuju target bak misil kendali. Namun sang lawan bukanlah ninja kemarin sore yang mudah dikalahkan dengan jurus kecil tersebut. Ia lalu merapal segel setelah selesai ia menghentakkan tangannya ketanah.

"Doton : Doryujoheki"

Muncul sebuah tembok tanah raksasa yang menghalangi semua jutsu Sasuke. Setelah serangan reda tembok tanah tersebut langsung kembali kedalam tanah. Ninja kusa tersebut langsung menyerang sasuke dengan taijutsu miliknya. Sasuke yang baru mengeluarkan dua jutsu beruntun agak kuwalahan meladeni taijutsu dari sang ninja Kusa.

'DHUAK' 'BRAKK' 'BRAKK' 'BRAKK'

Sasuke terkena tendangan dari ninja Kusa membuatnya terpental hingga membuat tiga pohon roboh. Dengan agak kepayahan ia menxoba bangkit lalu mengambil dua shuriken yang telah ia siapkan. Dengan cepat ia melempar shuriken tersebut kearah ninja Kusa. Namun shuriken tersebut tidak mengenai melainkan hanya melewatinya. Ninja kusa tersebut tersenyum meremehkan kearah Sasuke. Namun tanpa disadari itu yang diincar Sasuke seketika tubuh Ninja kusa tersebut terlilit string baja. Ia menempel pada pohon dibelakangnya dengan string baja yang ujungnya digigit oleh Sasuke.

"Kali ini tamatlah riwayatmu" ujar Sasuke lalu ia merapal segel memaksimalkan sisa cakranya untuk jurus penghabisan yang ia siapkan.

"Katon : Ryuuka no Jutsu"

Dengan cepat api menjalar melalui string baja lalu membakar tubuh ninja Kusa tersebut. Sasuke langsung jatuh berlutut dengan nafas yang terengah-engah. Ia melihat tubuh ninja Kusa yang hangus terbakar oleh jutsunya. Sebuah senyum kemenangan terpampang diwajahnya.

Tapi itu tak bertahan lama, perlahan tapi pasti tubuh ninja Kusa tersebut bangkit. Lalu menampakkan wajahnya yang kulitnya terkelupas namun bukan daging atau tengkorak yang Sasuke lihat. Melainkan sebuah mata berwarna emas dengan iris hitam menyerupai ular. Mata tersebut memancarkan aura yang sangat tidak mengenakkan. Ninja Kusa tersebut mengeluarkan KI yang sangat besar hingga membuat Sasuke tak bisa bergerak.

'BRUK' 'BRUK'

Sakura dan Karin hingga tak sadarkan diri karena KI yang dikeluarkan oleh ninja kusa tersebut.

"Khukhukhu kau sungguh menghiburku Sasuke, aku tak menyangka kau sampai membuat penyamaranku terbuka" ujar ninja kusa tersebut dengan suara khasnya. Melihat Sasuke yang belum pulih dari keterkejutannya Ninja kusa tersebut membentuk handseal lalu dengan ajaib lehernya memanjang mengarahkan kepalanya menuju Sasuke. Saat hampir mencapai leher Sasuke terlebih dulu kepala Ninja tersebut terpental karena tendangan yang sangat kuat.

'DHUAK' 'BRAK'

"Wah.. Wah sepertinya aku datang disaat yang tepat, kau tidak apa-apa Sasuke" ujar Naruto, yah pelaku penendangan tersebut adalah Naruto.

Kepala ninja Kusa tersebut telah kembali kebadnnya "Sialan kau bocah kau selalu menggangu kesenanganku" geram ninja tersebut.

"Hei.. Hei.. Seharusnya aku yang bertanya. Apa yang kau lakukan diKonoha Orochimaru" desis Naruto.

"Khukhukhu ternyata kau mengenalku ya bocah"

"Untuk seorang sannin yang paling jenius ternyata kau terlalu bodoh, didunia ini selain Mitarashi Anko hanya kau satu-satunya yang memiliki kuchiyose ular. Seharusnya kau lebih pintar lagi saat menyamar dasar maniak ular." perkataan Naruto membuat Orochimaru naik darah. Dengan cepat ia merapal segel.

"Mandara no Jin"

Dari mulut Orochimaru keluar ribuan ular dengan mulut menghunuskan pedang menyerang kearah Naruto. Ia tak bisa menghindar karena dibelakangnya ada rekan timnya yang sedang dalam keadaan lemah. Terpaksa Naruro mengeluarkan jutsu yang akan menguras cakranya yang tinggal sedikit.

"Fuuton : Kazeryuu no Yaiba"

Dati sekitar Naruto belati-belati angin mengitari tubuhnya lalu perlahan membentuk naga berwarna biru kehijauan dengan mata merah menyala. Naga tersebut lalu melesat kearah ular-ular milik Orochimaru. Dengan mudah jutsu Naruto menghilangkan Jutsu Orochimaru.

"Sekarang katakan apa yang kau inginkan di konoha" Tanya Naruto yang masih mempertahankan naga anginnya yang kini melilit Orochimaru dan siap mencabik-cabiknya.

"Khukhukhu kau mengancamku bocah, baiklah sebagai hadiah kau telah mendesakku aku akan memberitahu salah satu tujuanku yaitu Sasuke." ujar Orochimaru.

"Aku baru tau kalau kau seorang pedofil" ujar Naruto dengan wajah tanpa dosa.

"Khukhu kau sungguh menarik bocah"

"Lantas apa tujuanmu sebenarnya tidak mungkin hanya itu" ujar Naruto yang sudah kembali memakai mode seriusnya.

"Aku tidak akan memberitahumu" ujar sebuah suara yang berasal dari sebelah kiri Naruto. Belum sempat menengok sebuah tendangan mengenainya dengan telak.

'DHUAKK' 'BRAKK' 'BRAKK' 'BRAKKK'

Naruto terseret beberapa puluh meter tubuhnya menghancurkan beberapa pohon akibat kuatnya tendangan Orochimaru.

"Chough.. Chough..." Naruto memuntahkan darah segar dari mulutnya "Sial aku lengah. Aku tak menyangka dia akan menggunakan Iwa Bunshin untuk mengelabuiku. Seorang sannin benar-benar tidak bisa diremehkan" ujar Naruto. Saat sedang berfikir Naruto mendengar sebuah suara

"Heh apa kau sudah menyerah gaki" sebuah suara memasuki kepala Naruto

Naruto POV

Aku harus berfikir cara agar bisa lari dari maniak ular ini. "Heh apa kau sudah menyerah gaki" sebuah suara aneh muncul dikepalaku. Suaranya serak seperti mosnter. Suara siapa itu ? Kenapa tiba-tiba muncul didalam kepalaku. Aku mencari kekanan-kekiri namun aku tak menemukan sumber suara.

"Siapa itu ?" tanya pada suara tak berwujud tersebut.

"Apa kau tidak ingat siapa aku. Kalau kau ingin tau masuklah kedalam pikiranmu"

"Bagaimana caranya ?" tanyaku bingung

"Mudah saja kau cukup berkosentrasi"

"Baiklah" aku langsung berkosentrasi mengikuti perintah dari suara tersebut. Perlahan aku membuka mata aku melihat sekelilingku. Seperti bangunan bawah tanah dan banyak air disini apa ini alam bawah sadarku. Cahaya api lilin menerangi tempat tersebut menambah kesan menyeramkan dari tempat tersebut. Aku menyusuri tempat tersebut hingga sampai ditempat yang cukup aneh menurutku. Didepanku terdapat sebuah penjara dengan sebuh kertas bertuliskan segel di tengahnya

Naruto POV END

"Apa kau ingin kekuatan ? Kemarilah" ujar suara dari dalam penjara tersebut.

"Siapa kau tunjukkan wujudmu ?" tanya Naruto dengan tenang

"Aku adalah biju terkuat kyuubi no yokou" muncl seekor monster berwarna orange berbentuk rubah dengan sembilan ekor yang melambai-lambai.

"Hm jadi kau adalah kyuubi yang ada dalam tubuhku" ucap Naruto.

"Keh apa kau tidak takut denganku bocah aku bisa membunuhmu sekarang" ujar kyuubi dengan seringai diwajahnya

Naruto terkekeh medengar ucapan kyuubi "membunuhku yang benar saja. Aku tidak sebodoh yang kau pikirkan kyuubi jika kau ingin membunuhku seharusnya kau lakukan dari tadi dan hentikan omong kosongmu aku tidak ada waktu untuk mengobrol denganmu" kyuubi melebarkan seringainnya.

'Bagus seperti yang kuharapkan dia mulai mendapat ingatannya' batin kyuubi

"Ho sombong sekali kau bocah apa kau mampu mengalahkannya kalau kau mau aku akan membantumu menghabisi musuhmu"

"Oh apa aku tidak salah dengar biju terkuat ingin membantuku. Katakan apa maumu sebenarnya" ujar Naruto dengan nada serius

"Tidak ada anggap saja kalau kau mati aku juga mati. Mudah bukan" ujar kyuubi enteng.

"Heh apa seserderhana.." Naruto memincungkan matanya curiga "..katakan saja apa yang kau inginkan sebenarnya" lanjut Naruto

"Grr kau masih saja sombong bocah. Jika kau ingin tau lepaskan saja segel itu" ujar kyuubi sambil menunjuk sebuah segel yang terdapat diatas Naruto.

"Segel apa itu ?" tanya Naruto penasran.

"Kau akan tau dirimu yang sebenarnya saat melepas segel itu" ujar kyuubi dengan nada serius.

"Baiklah kalo ini aku mengalah padamu toh kurasa tidak akan merugikan karena ini bukan segel yang mengurungmu" setelah itu Naruto mengapai segel tersebut. Dengan sekali hentakkan segel tersebut rusak dan muncul cahaya sangat terang hingga mengembalikan Naruto kembali kedunia nyata.

"Heh selamat datang kembali gaki" ujar kyuubi dengan sebuah seringai diwajahnya.

.

.

"ARKHHH" raungan kesakitan keluar dari mulut Naruto saat memori-memori diotaknya kembali. Orochimaru menaikkan sebelah alisnya bingung melihat bocah kuning tersebut meraung kesakitan seraya memegang kepalanya. Seingatnya ia hanya menendang perutnya apa kepala bocah itu terbentur.

"Jadi begitu.. Keparat kau Ero-sennin" gerutu Naruto yang sudah pulih dari raungan kesakitannya. Orochimaru semaki bingung dibuat oleh perkataan Naruto.

"Heh bocah apa kepalamu terbentur begitu keras hingga kau menjadi gila" ujar Orochimaru keheranan

"Oh ya aku harus berterima kasih padamu Orochimaru, berkat kau aku sudah kembali. Jadi ayo kita mulai pertarungan yang sesungguhnya." ujar Naruto seraya menghapus darah dari bibirnya lalu mengoleskannya pada simbol fuin yang ada dilengannya.

"Boft"

Muncul sebuah katana biasa dari fuin tersebut. Naruto langsung mengambil posisi menyerang kearah Orochimaru. Dengan kecepatan yang melebihi elit jounin Naruto melesat kearah Orochimaru seraya menghunuskan pedangnya. Orochimarupun tak tinggal diam ia lalu meneluarkan pedang Kusanaginya dari dalam mulutnya.

Adu kenjutsupun tak terelakkan kecepatan mereka berdua tak dapat dilihat dengan mata biasa. Bahkan Sasuke yang menggunakan sharingan kesulitan mengikuti kecepatan dari mereka berdua. Yang terlihat hanya percikan api antara dua pedang yang beradu dan alunan suara benturan besi.

'Trankk' 'Trankk' 'Trankk'

Setelah beradu cukup lama mereka sama melonpat kebelakang dengan nafas yang sama terengah-engahnya.

"Kau hebat juga bocah aku mulai tertarik padamu" ujar Orochimaru.

"Jangan memasang wajah menjijikanmu itu didepanku" sinis Naruto.

"Khukhukhu akan aku jadikan tubuhmu menjadi salah satu koleksiku bersama dengan tubuh Sasuke." ujar Orochimaru.

"Ho itu pasti mengasyikkan, tapi itu hanya akan ada dalam mimpimu" ujar Naruto dengan tatapan tajam. Ia lalu mengeluarkan sebuah gulungan dari fuin penyimpananya. Lalu ia mengoleskan sedikit darah pada gulungan tersebut.

'Byurrr'

Berliter-liter air keluar dari gulungan tersebut. Naruto menancapkan pedangnya ke tanah lalu merapalkam segel.

"Suiton : Dai Bakusui Shouha"

Sekitaka air tersebut membentuk sebuah ombak besar menerjang kearah Orochimaru. Merasa terancam Orochimaru dengan cepat mengigit ibu jarinya lalu mengoleskan ketelapak tanganya setelah membuat handseal ia langsung menghentakkan kedua tanganya ke tanah.

"Kuchiyose no Jutsu : Rashomon"

Dari dalam tanah muncul sebuah gerbang berbuntu wajah iblis menghadang gelombang air yang siciptakan Naruto. Setelah gelombang mereda gerbang tersebut masuk lagi kedalam tanah.

"Kau kalah Orochimaru" ujar Naruto yang sudah berdiri dibelakang Orochimaru sambil menodongkan jari tangannya membentuk sebuah pistol dengan sedikit air diunjungnya. Orochimaru membelalakkan mata saat mengetahui apa yang akan dilakukan oleh Naruto.

"Suiton : Mizudeppo no Jutsu"

Peluru air keluar dari ujung jari Naruto dengan cepat menembus jantung Orochimaru. Seketika tubuh Orochimaru jatuh tergolek tak berdaya ditanah. Namun hal yang tak disangka oleh Natuto terjadi dari mulut Orochimaru keluar dua tangan. Lalu menyusul kepala berambut hitam yang basah karena lendir. Dengan cepat sosok tersebut melesat kearah Sasuke dan mengigit lehernya memberi tanda kutukan.

"ARKHH" jerit kesakitan Sasuke akibat gigitan Orochimaru. Naruto yang baru tersadar langsung menerjang Orochimaru. Namun Orochimaru lebih dulu melompat keatas pohon.

"Tak kusangka kau sampai memaksaku menggunakan jurus kelahiran kembali. Kau sungguh menarik bocah, dan untuk kau Sasuke jika ingin kekuatan datanglah ketempatku" ujar Orochimaru dengan tubuh yang mulai menyatu dengan pohon.

"Brengsek kau Orochimaru" geram naruto. Ia lalu menoleh kearah Sasuke yang masih memegangi lehernya yang digigit Orochimaru. "Perlihatkan lehermu" perintah Naruto dengan datar.

"Cih a-apa yang mau kau lakukan?" tanya Sasuke dengan nada kesakitan.

"Tidak usah banyak bertanya Uchiha turuti saja perintahku" ujar Naruto dengan nada tegas yang seakan tak mau dibantah. Sasuke yang kesakitan mau tidak mau menuruti ucapan Naruto dan merendahkan Harga dirinya.

.

.

Setelah selesai mengekang tanda kutukan yang ada dibahu Sasuke mereka memutuskan untuk istirahat menunggu Sakura dan Karin sadar. Sedari tadi Sasuke terus memperhatikan Naruto dengan pandangan tajam seoalah-olah menguliti Naruto. Sedangkan Naruto yang awalnya tak peduli mulai risih dengan pandangan Sasuke.

"Kenapa kau memandangku seperti ukemu Uchiha ? Aku masih normal tau !" ujar Naruto.

Sasuke hanya mendecih mendengar penuturan Naruto "Cih kau kira aku abnormal"

"Lantas kenapa kau memandangiku seperti itu"

"Aku hanya penasaran kenapa kau bisa jadi sekuat itu dalam waktu singkat."

"Dalam waktu singkat ! Kau pasti bercanda. Tak ada yang seperti itu" ujar Naruto seraya menerawang keatas melihat awan senja.

"Maksudmu ?"

"Oh ayolah kemana sijenius Uchiha itu pergi ? Kenapa kau begitu bodoh sehingga masalah sepele seperti itu saja masih kau tanyakan" ujar Naruto dengan nada meremehkan.

"Cih jangan menghinaku" geram Sasuke.

"Lantas apa sebutan yang pantas untukmu. Jika kau ingin kekuatan kau harus berlatih. Tidak mungkin kekuatan itu jatuh dari langit. Kau mengrti heh" terang Naruto, Sasuke hanya diam menelaah kata-kata Naruto.

"Eggh..." sebuah lenguhan mengintrupsi mereka berdua nampak Sakura yang baru sadar sambil mengucek-ngucek matanya. Tak lama berselang Karin juga ikut sadar.

"Akhirnya kalian sadar juga" ujar Naruto.

"Ughh kepalaku sakit" ujar Karin sambil memegangi kepalanya.

"Sebaiknya kalian istirahat saja dulu. Kita akan bermalam disini karena hari sudah menjelang malam. Kita lanjutkan perjalanan besok pagi saja" ujar Naruto yang dibalas anggukkan oleh keduanya.

"Aku akan cari kayu bakar dan hewan untuk kita makan." lanjut Naruto seraya berjalan menjauhi mereka.

.

.

.

Setelah berjalan cukup jauh Naruto merasakan sebuah cakra yang amat besar dan gelap. Ia berhenti sejenak lalu berganti haluan menuju kearah sumber cakra tersebut.

Setelah Naruto selidiki ia melihat kelompok genin dari Suna sedang bertaring dengan kelompok genin dari Amegakure. Dengan mudah genin Suna membunuh ketiga genin Ame tersebut menggunakan pasirnya.

"Apa kau meraskannya Kurama."

"Khe sepertinya anak berambut merah itu adalah wadah dari rakun bodoh itu"

"Ichibi ya menarik. Apa yang direncanakan Suna hingga mengirim jincurikinya keKonoha."

"Khe aku tak peduli dengan hal itu. Lebih baik aku tidur." ujar Kurama lalu mengulung dirinya mengabil posisi tidur.

Naruto sweatdrop mendengar penuturan patnernya "Dasar rubah pemalas." gerutu Naruto. Setelah puas mengamati ia lalu pergi menunju tempat timnya.

.

.

Pagi menjelang dihutan kematian sinar mentari menerobos masuk dari sela-sela rimbunnya pohon dihutan kematia. Ditengah hutan yang konon dibuat oleh shodaime hokage dengan jutsu mokutonya itu. Nampak empat orang bocah berbeda gender berambut warna-warni. Tiga diantara mereka sedang tertidur pulas. Sedangkan satu bocah yang berambut pirang sedang membaca sebuah gulungan yang entah apa isinya.

"Enggh sudah pagi ternyata hoaamm" bocah pirang menghentikan kegiatan membacanya. Lalu menoleh kearah sumber suara. Nampak seorang gadis bermbut merah sedang menguap dan mengucek matannya.

"Ohayo Karin" sapa pemuda berambut pirang tersebut.

Seketika sang gadis menghentikan kegiatannya dengan sigap ia mengambil kaca mata yang sebelum tidur ia lepaskan lalu memakainya. Wajahnya agak merona saat melihat pemuda pirang sedang tersenyum padanya.

"O-ohayo mo Na-naruto-kun" ujar karin agak malu.

"Apa kepalamu sudah baikkan ?" tanya Naruto dengan nada lembut

'Kyaa Naruto-kun mengkhawatirkanku' batin Karin kegirangan. Naruto yang bingung karena Karin tidak kunjung menjawabnya mendekat kearah Karin lalu menempelkan dahinya pada dahi Karin.

Karin syok melihat wajah Naruto yang hanya berjarak beberapa senti darinya merona hebat. Naruto lalu menjauhkan dirinya lalu memasang pose berfikir dengan jari telunjuk berada didagunya.

"Hm kau tidak demam tapi kenapa wajahmu nemerah" ujar Naruto dengan wajah polosnya. Oh Karin bener-benar malu+marah sekarang karena ketidak pekaan Naruto. 'Dasar baka aku begini karna kau' batin Karin. Karin larut dengan pikirannya sendiri hinga tidak mendengar apa yang diucapkan Naruto.

"Apa kau mendengar ku Karin" ujar Naruto

"Ah.. Iya apa yang kau ucapkan barusan ?" tanya Karin.

"Hah baiklah akan aku ulangi lagi. Setelah ujian ini kau akan kemana ? Apa kau akan kembali kepada tuanmu itu yang sudah meninggalkanmu ?"

"Entahlah aku sendiri bingung"

"Hm begini saja bagaimana kau ikut aku saja tinggal di Konoha yah hitung-hitung menolong sesama Uzumaki, bagaimana apa kau mau ?" tanya naruto.

"Be-benarkah" ujar Karin dengan mata yang berkaca-kaca dibalas anggukkan oleh Naruto. Tanpa pikir panjang Karin langsung memeluk Naruto lalu menangis. Naruto yang awalnya kaget dengan perlakuan Karin mulai membalas pelukan Karin lalu mengusap-usap rambutnya.

"Arigato.. Hiks.. Arigato.. Hiks.. Kau mau.. Hiks.. Menerima orang.. Hiks.. Sepertiku" ujar Karin disela tangisnya.

"Ssst sudah jangan menangis. Ini hanya hal kecil" ujar naruto berusaha menenangkan Karin.

"Wah manis sekali aku jadi iri." sebuah suara mengintruksi adegan mengharukan Naruto dan Karin dengan cepat mereka melepaskan pelukan mereka.

"Ahaha ini bukan seperti yang kau fikirkan" ujar Naruto dengan tawa kikuk. Sedangkan karin hanya menunduk malu

"Benarkah ?" mata Sakura menyipit dengan senyum jahil dibibirnya.

"Hah sudahlah berhenti mengodaku Haruno lebih baik kita lanjutkan saja perjalanan kita. Hoy Uchiha ayo kita pergi aku tau kau sudah bangun berhenti pura-pura tidur." ujar Naruto. Sedangkan Sakura hanya mengenyit bibgubg dengan cara Naruto memanggilnya dan Sasuke.

Sasuke mendengus kesal lalu bangkit menuju kearah yang lainya berkumpul.

"Baiklah ayo kita pergi" seru Naruto.

.

.

Setelah sampai dimenara mereka disuruh membuka kedua gulungan yang merka dapat. Setelah dibuka muncul ledakan kecil disertai asap tebal. Saat asap sudah menipis terlihatlah Kakashi Jounin pembimbing mereka.

"Yo kalian selamat telah lolos babak kedua.." sapa Kakashi dengan senyum khasnya.

"Bagaimana bisa sensei ada disini ?" tanya sakura.

"Itu sudah prosedurnya bagi jounin pembimbing untuk menyambut muridnya. Wah sepertinya timku bertambah satu orang. Jadi ada yang bisa menjelaskan ini ?"

"Dia bersamaku jadi sensei tak usah khawatir" jelas Naruto.

"Baiklah kalau begitu kalian bisa istirahat selama tiga hari disini untuk menunggu peserta lain."

"Hai' sensei"

"Haruno bisa kau ajak Karin ke tempat istirahat aku akan berbicara sebentar denga Kakashi-sensei" ujar Naruto.

"Huh baiklah" ujar Sakura. Mereka lalu pergi meninggalkan Naruto dan Kakashi.

"Apa yang ingin kau bicarakan Naruto ?" tanya jounin bermasker tersebut.

"Sebaiknya kita cari tempat lain saja sensei" Kakashi yang mengerti lalu mengangguk merka lalu pergi menggunakan sunshin.

Setelah sampai ditempat yang cukup sepi Kakashi langsung membuka suara. "Jadi bisa kau katakan sekarang" ujar Kakashi

"Hm sensei ini hanya asumsiku tapi sepertinya akan ada invasi di Konoha" ujar Naruto.

Kakashi sontak kaget dengan penuturan murid pirangnya itu. "Jangan bercanda Naruto" ujar Kakashi

"Aku tak bercanda sensei aku punya beberapa bukti untuk asumsiku" ujar Naruto dengan nada serius

"Apa yang sudah kau peroleh ?" ikut serius karena melihat muridnya yang tidak dalam situasi bercanda

"Dalam ujian Chunin kali ini aku menemukan sesuatu yang jangal mulai dari jounin dari Kusa yang menyamar menjadi peserta hingga yang lebih parahnya kami tadi menghadapi salah satu sannin dari Konoha." jelas Naruto.

"Sannin Konoha jangan bilang.." "Ya.. Missing-nin Rank-S dari Konoha Orochimaru" belum sempat Kakashi menyelesaikan ucapannya sudah terpotong oleh Naruto.

"Kenapa dia bisa ada diKonoha ?, ini gawat aku harus melaporkannya kepada Hokage-sama."

"Ya itulah sebabnya aku memberitahu sensei mengenai hal ini. Tapi kemungkinan penyerangan tersebut akan dilakukan pada saat ujian chunin tahap ketiga" jelas Naruto

"Baiklah terima kasih informasinya aku akan segera melaporkannya kepada Hokage-sama. Dan untukmu sebaiknya kau beristirahat" ujar Kakashi.

.

.

.

Ujian tahap kedua telah berakhir. Kini nampak para tim genin yang telah lolos tahap kedua berkumpul diarena untuk mendapatkan pengumuman. Sebanyak 7 tim genin yang berhasil lolos dari babak kedua. Setelah menunggu beberapa menit muncul sandaime Hokage beserta jounin pembimbing masing-masing tim yang lolos.

"Selamat atas kesuksesan kalian melalui babak kedua. Namun karena kita kelebihan peserta kita akan melakukan penyisihan sebelum babak ketiga. Untuk selebihnya akan dijelaskan oleh wasit pertandingan" ujar Sandaime.

"Baiklah perkenalkan namaku Gekko Hayate wasit ujian penyisihan kali ini. Seperti yang dikatakan Hokage-sama adalah pertarungangan individu. Jadi tidak menutup kemungkinan kalian akan berhadapan dengan teman satu tim kalian. Sebelum aku melanjutkan apa ada yang mau mengundurkan diri" ujar Hayate

"Aku !" ujar seorang berambut putih memakai kaca mata bulat.

"Ow kau Kabuto Yakushi apa alasnmu ?" tanya hayate.

"Bahuku mengalami cidera waktu ujian babak kedua." jelas Kabuto.

"Baiklah kau bisa meninggalkan arena, siapa lagi yang mau mengundurkan diri..." jeda Hayate lalu memperhatikan semua peserta. " Baiklah karena tak ada yang mengundurkan diri akan aku bacakan peraturannya. Lawan kalian akan ditentukan melalui layar monitor diatas. Kalian diperbolehkan menggunakan semua jutsu dan peralatan ninja yang kalian punya. Pemenang akan ditentukan jika lawan kalian kalah, tak sadarkan diri, menyerah, dan saat aku rasa sudah cukup. Apa ada pertanyaan !"

"Kalau tak ada mari kita mulai babak penyisihannya dimulai." lanjut Hayate

.

.

Skip Sampai giliran Naruto (pertarungannya lainya sama seperti canon )

Layar elektrik kembali mengacak nama peserta. Setelah mengacak cukup lama keluarlah nama dua peserta yang akan bertanding.

Uzumaki Naruto vs Inuzuka Kiba

Kedua peserta yang namanya tercantum menampilkan ekspresi yang berbeda. Kiba tersenyum meremehkan saat mengetehui lawannya adalah Naruto.

"Ayo Akamaru kita hajar si lemah itu" ujar kiba pada anjingnya.

"Guk.. Guk.." Kiba beserta Akamaru langsung melompat kearena. Sedangkan Naruto dengan tenang nan santai melangkah menuju ke arena. Sesampainya diarena ia mendapat tatapan meremehkan dari kiba.

"Sebaiknya kau menyerah saja Naruto jika tidak ingin terluka" ujar Kiba.

"Kau tau, meremehkan lawan adalah salah satu jalan menuju kekalahan" ujar Naruto santai.

"Apa kalian sudah siap" intruksi Hayate yqng dibalas anggukkan dari kedue peserta. "HAJIME"

Kiba langsung melesat kearah Naruto mencoba mencabik-cabik Naruto. Namun Naruto dengan santai menghindari serangn Kiba yang monoton. Kiba mengeram kesal karena serangannya tidak mengenai lawannya.

"Cih pengecut apa kau hanya bisa menghindar saja" geram Kiba.

"Apa kau ingin aku menyerang ?" tanya Naruto.

"Brengsek kau meremehkanku" Kiba semakin geram dengan Naruto langsung mengambil sesuatu dari tas ninjanya.

"Akamaru" seru Kiba.

"Guk.." Kiba lalu memasukkan pil yang diambil dari tas ninjanya kedalam mulutnya dan mulut Akamaru. Seketika tubuh Akamaru berubah warna menjadi merah. Lalu ia melompat kearah punggung Kiba yang sudah merendah sambil. Lalu Kiba merapalkan segel.

"Jujin Bunshin" 'Boft'

Setelah menyebutkan jurusnya muncul ledakan asap yang menyelimuti Kiba dan Akamaru. Setelah asap menipis nampak dua Kiba memandang Naruto dengan tatapan garang. Kedua Kiba tersebut melesat kearah Naruto memberikan pukulan dan tendangan. Seperti sebelumnya Naruto hanya menghindar tanpa melakukan perlawanan.

Di tribun penonton

"Apa yang sedang dilakukan muridmu itu Kurenai" tanya Jounin berambut dan berjambang hitam serta sebatang rokok yang menempel di mulutnya.

"Sepertinya Kiba terkena genjutsu. Tapi sejak kapan aku bahkan tidak menyadrinya" ujar jounin wanita bernama kurenai.

"Yare.. Yare.. Sepertinya muridku benar-benar penuh kejutan" ujar jounin yang memakai masker.

"Kejutan ? Apa maksudmu Kakashi" tanya jounin beralis tebal dengan gaya eksentriknya.

"Entah aku harus bangga atau malu sebagai jounin pembibingnya. Aku bahkan tidak tau kalau Naruto bisa menggunakan genjutsu" ujar Kakashi dengan nada muram.

"Woah kemana semangat masa mudamu Kakashi. Jangan muram seperti itu masa muda kita masih jauh membentang" ujar jounin beralis tebal dengan merangkul Kakashi.

"Semangat masa muda Guy-sensei begitu mengelora. Demi mas muda Guy-sensei aku tidak akan kalah dari Naruto-kun" ujar genin fotocopy-an dari Guy.

"Wah semangat masa muda yang bagus Lee" ujar Guy dengan mengacungkan jempolnya serta terswnyum dengan memamerkan deretan giginya.

"Guy-sensei.." ujar Rock Lee disertai tangisan ala animenya.

"Lee.."

"Guy-sensei.."

"Lee.."

Mereka lalu berpelukan dan hidup bahagia selamanya #Plakk. Abaikan keabsurdan tadi kita kembali ke arena

Kiba terus menerus menyerang Naruto yang sedari tadi hanya menghindari serangan kiba.

"Sialan kau. Akan ku akhiri dengan ini"

"Gatsuga"

Kiba dan Akamaru (dalam wujud kiba) berputar dengan kencang layaknya bor menerjang Naruto. Serangan tersebut sukses menghatam Naruto membuat Naruto terkapar ditanah tak sadarkan diri.

"Hahaha kau kalah dasar pecundang" Kiba tertawa sombong melihat tubuh Naruto yang tergeletak tak sadrkan diri.

"Apa sudah selesai main-mainnya." sebuah suara mengintruksi pendengaran Kiba yang membuat acara tertawanya terhenti. Kiba lalu menoleh kebelakang mata kiba terbelalak tak kala melihat Naruto berdiri tanpa goresan sedikitpun. Yang lebih membuat kiba terkejut Akamaru yang sedang mengantung tak sadarkan diri ditangan kanan Naruto.

"A-akamaru ba-bagaimana bisa bukankah.." ujar Kiba keheranan

"Apa sebegitu bodohnya dirimu sehingga hal sepele kau tanyakan. Apa kau tak pernah diajarkan master genjutsu wanita terbaik Konoha tentang genjutsu ? Menyedihkan sekali" ujar Naruto dengan datar.

"K-Kau.." geram Kiba.

"Kau terlalu meremehkan musuhmu, Mengerti" ujar Naruto yang berada dibelakang Kiba. Belum sempat menengok Kiba sudah tersungkur karena pukulan Naruto pada tengkuknya.

"Buk" 'Bruk' 'Boft'

Bersamaan dengan tersungkurnya Kiba. Naruto melepas bunshinnya yang memegang Akamaru.

"Hah pertarungan yang membosankan" ujar Naruto.

Hayate yang tidak mengerti dengan apa yang barusan terjadi langsung tersadar. "Baiklah pemenangnya adalah Uzumaki Naruto"

Hening. Semuanya diam tak ada tepuk tangan ataupun sorakan. Mereka terlalu terkejut melihat Naruto dengan mudahnya mengalahkan heir klan Inuzuka. Bahkan tanpa berkeringat dan dalam tempo kurang dari sepuluh menit.

Naruto dengan santainya melangkah menuju kearah tribun penonton. Ia sama sekali tak memperdulikan tatapan tak percaya dari genin dan jounin yang menonton pertandingan. Ia lau menghampiri Kakashi, Sakura, dan Karin yang masih menatapnya dengan tatatapan tak percaya.

"Kenapa kalian menatapku seperti itu ? Apa ada yang aneh ?" tanya Naruto.

Mereka bertiga langsung gelagapan dengan pertanyaan Naruto.

"Ah tidak ada aku hanya baru tahu kalau kau bisa mengunakan genjutsu" ujar Kakashi.

"Dalam dunia shinobi semakin sedikit orang tau tentang kekuatanmu. Maka semakin baik, Bukan begitu jiji" ujar Naruto seraya menoleh kebelakang. Nampak sandaime hokage sedang tersenyum kearah Naruto.

"Kau benar Naruto-kun. Dan selamat atas kemenanganmu" ujar Sandaime.

"Ah itu bukan sesuatu yang harus dibesarkan.." ujar Naruto gugup. "Jadi bagaimana jiji ?" lanjut Naruto yang sudah masuk dalam mode seriusnya.

"Berdasarkan laporan yang ku terima dari..." "Tunggu" belum selesai Sandaime berbicara Naruto sudah memotong terlebih dahulu.

Sandaime menaikkan alisnya bingung begitu pula Kakashi, Sakura, dan Karin. "Ada apa Naruto ?" tanya Sandaime.

Naruto tak menjawab pertanyaan dari Sandaime ia malah mengambil kunai dari kantong senjatanya. Dengan cepat Naruto melempar kunai tersebut kearah tiang yang tak jauh dari mereka.

'Stab'

'Sial aku ketahuan' batin orang yang berada dibalik tiang tersebut. Dengan cepat ia keluar dan kabur dari area tersebut. Sandaime yang melihat itu segera memerintahkan anbu untuk mengejar orang tersebut.

"Yakushi Kabuto. Jadi ternyata dia mata-mata Orochimaru yang ditugaskan di Konoha." ujar Naruto.

"Bagaimana kau bisa tau ada yang menguping Naruto. Bahkan aku tak merasakan cakranya." ujar Kakashi.

"Bukankah aku sudah pernah bilang. Bahwa aku Ninja tipe sensorik serendah atau sekecil apapun itu aku masih bisa meraskannya. Bukankah kau sendiri juga menyadarinya Karin" ujar Naruto sambil menoleh kearah Karin. Sedangkan Karin hanya mengangguk mengiyakan ucapan Naruto.

"Hah sepertinya ini akan merepotkan" ujar Sandaime.

.

.

.

Ujian babak penyisihan berakhir dengan menyisakan 9 peserta. Peserta yang lolos ke Babak ketiga berkumpul untuk mengambil undian. Satu persatu peserta mengambil nomor undian hingga didapat hasilnya

"Pertandingan pertama mempertemukan Hyuga Neji melawan Uzumaki Naruto. Dilanjukkan pertandingan kedua antara Uchiha Sasuke melawan Sabaku Gaara. Pertandingan ketiga Aburame Shino melawan Sabaku Kankuro. Terakhir Sabaku Temari melawan Nara Shikamaru. Sementara Dosu Kinuta menunggu pemenang pertandingan terakhir.

Ujian babak ketiga akan dilakukan sebulan dari sekarang. Jadi kalian bisa mempersiapkan diri dan menyembuhkan luka kalian. Srkian kalian boleh bubar" terang Hayate. Semua orang membubarkan diri untuk pulang kerumah masing-masing.

.

.

"Apa kau bisa melatihku untuk mempersiapkan babak ketiga sensei" tanya Naruto pada jounin bermasker didepannya yang sedang khidmat membaca buku laknatnya.

"Aku sebenarnya ingin sekali melatihmu dan Sasuke. Tapi Hokage-sama sudah menentukan guru untuk melatihmu selama sebulan." Ujar Kakashi dengan nada menyesal.

Naruto hanya mendesah pasrah. "Baiklah kalau begitu sebaiknya aku menemui Hokage-jiji saja." Naruto lalu melangkah gontai menuju gedung Hokage. Sedangkan Kakashi hanya mendesah melihat murid pirangnya tersebut.

Sesampainya digedung hokage Naruto langsung masuk menuju ruangan Sandime berada. Setelah mengetok pintu dan dipersilahkan masuk. Kini Naruto menghadap Hokage yang sudah uzur dengan pipa rokok dibibirnya.

"Jadi ada apa Naruto-kun ?"

"Dimana orang yang akan melatihku jiji" ujar naruto to the point.

Sandaime hanya mendesah dengan kelakuan Naruto. "Sebentar lagi dia akan tiba tunggulah" ujar Sandaime

Tak lama berselang dari jendela ruangan muncul seorang berambut putih panjang. Dilengkapi dengan ikat kepala dengan plat besi perkanji oil. Tak lupa hiasan seperti cat merah vertikal dibawah matanya yang mnjadi ciri khasnya. Serta sebuah gulungan besar dipunggungnya.

"Yo apa kabar Sensei. oh ada Naruto juga apa kabar gaki" ujar orang tersebut.

"Sudah berapa kali kubilang untuk masuk lewat pintu yang normal jiraya" ujar Sandaime yang pusing dengan kebiasaan muridnya itu

"Ini pintu yang normal menurutku sensei" ujar Jiraya dengan santainya lalu ia melompat masuk keruangan tersebut. Seketika ia merasakan aura yang tidak mengenakkan dari arah belakangnya. Ia lalu menoleh kebelakang mendapati tatapan angker disertai senyuman iblis dari bocah yang sudah dianggap anaknya itu.

"H-hei apa kabar gaki ?" ujar Jiraya sambil mengeluarkan keringat dingin. Namun tak ada balasan dari Naruto hanya ada suara sendi-sendi jari yang beradu yang terdengar dari bocah tersebut. Jiraya makin berkeringat dingin saat melihat Naruto mendekat.

"Apa yang akan kau lakukan gaki" ujar Jiraya.

"Hehehehe.." terdengar suara tawa menyeramkan keluar dari mulut Naruto. "Kebetulan sekali kau ada disini Ero-sennin. Bisa kau jelaskan apa maksudmu menyegel ingatanku ?" ujar Naruto dengan Nada menakutkan.

"Ahaha jadi sudah lepas ya" ujar Jiraya dengan tertawa kikuk. Aura Naruto semakin menakutkan hingga membuat Jiraya mau tak mau harus menelan ludah.

"Hohoho jadi kau mengakuinya. Sekarang... MATILAH KAU ERO-SENNIN" seru Naruto dan langsung menerjang Jiraya.

"Huwaaaa"

Sementara Sandaime hanya geleng-geleng melihat interaksi guru dan murid tersebut.

.

.

Setelah bergulat hampir satu jam mereka berhenti dengan keadaan Jiraya yang bonyok karena pukulan Naruto. Jiraya mendelik ke arah Naruto. Sedangkan Naruto hanya cuek seperti tak terjadi apa-apa.

Sandaime menghela nafas melihat murid dan guru tersebut "Kalian sudah selesai" ujar Sandaime yang dibalas oleh keduanya.

"Jadi ada apa sensei memintaku untuk kembali ke Konoha ?" tanya Jiraya.

"Huh jangan bilang kalau.."

"Iya kau benar Naruto-kun. Jiraya yang akan melatihmu untuk persiapan babak ketiga ujian chunin. Apa kau keberatan ?" ujar Sandaime.

"Hm tidak masalah" ujar Naruto.

"Hm jadi sensei menyuruhku kembali hanya untuk melatih bocah ini" tanya Jiraya yang dibalas anggukkan oleh Sandaime. "Baiklah kalau begitu aku meminta ijin untuk membawa Naruto ke suatu tempat untuk latihannya"

"Tidak masalah asalkan itu denganmu aku tidak akan khawatir" ujar Sandaime.

"Baiklah kalau begitu kami pamit dulu. Ayo pergi Naruto !" seru Jiraya lalu menghilang bersama Naruto meninggalkan kepulan asap.

"Hah dia itu" dengus Sandaime.

.

.

Disebuah tempat dengan pemandangan yang sangat asing bagi manusia muncul sebuah kepulan asap. Setelah kepulan asap tersebut menghilang nampak dua orang laki-laki bebeda umur serta warna rambut. Laki-laki yang lebih muda nampak kebingungan dengan tempat yang pertama ia lihat tersebut. Sedangkan laki-laki yang lebih tua nampak biasa saja.

"Ini dimana Ero-sennin ?" tanya sang pemuda.

"Kita berada di gunung Myoboku tempat para katak" ujar orang yang dipanggil Ero-sennin a.k.a Jiraya.

"Apa yang akan kita lakukan disini ?" tanya sang pemuda a.k.a Naruto.

"Aku akan mengajarimu...

.

.

.

.

..Senjutsu"

.

.

.

TBC

Akhirnya kelar juga chap ini maaf jika kurang memuaskan. Saatnya membalas review.

- Yudha bagus Satan Lucifer : pertanyaannya sudah terjawab di chap ini.

- Fakesmiler397 : iya terimakasih reviewnya.

- Si ganteng indo : saya usahakan secepatnya.

- Kds601 : untuk masalah itu akan terjawab seiring berjalannya waktu.

- shuriken : maaf soal itu, waktu buat ini saya tidak terfikirkan hal yang demikian jadi maaf jika mengecewakan.

- Mrheza26 : Entahlah itu akan terjawab jika sudah waktunya.

- DAMARWULAN : seperti yang ada diatas anda bisa menilainya sendiri. Tapi saya tekankan bahwa disini yang disegel hanya ingatan tentang jutsu dan kekuatan Naruto jadi pola pikir masih akan tetep sama namun sifatnya sedikit berbeda.

- Muhammad 2611 : iya terima kasih dukungannya.

- Yustinus224 : maaf soal itu memang belum saya tentuim mungkin akan muncul waktu arc shippuden. Untuk masalah typo saya juga tidak ingin terus bersembunyi dibalik alasan buat dg hp. Saya akan usahakan menguranginya jadi mohon maaf jika masih banyak typonya. Untuk pair memang bukan harem itu hanya candaan.

- .980 : iya terima kasih reviewnya.

- Grand 560 : pairnya masih belum saya tentukan jadi memang sengaja saya buat seperti ia deket sama beberapa perempuan. Untuk masalah kekuatan mungkin masih sekelas high chunin.

Terima kasih untuk atensinya saya sangat menghargai saran reader semua. Semiga reviewnya tambah lagi.

Jaa Minna RnR please..