Change's the World
Disclaimer : Massashi kishimoto
Genre : adventure & romance
Rate : M
Pair : Naruto x ...
Warning : Miss Typo , Alur Gaje , OOC , Gaje , ide pasaran (maybe) , Strong!Naru, Smart!Naru , Mainstrem..Etc
Summary : Dia yang ingatannya perlahan mulai kembali akan merubah sebuah takdir yang digariskan untuknya./"Oh Apa aku tidak salah dengar. Biju terkuat ingin membantuku../"Khukhukhu Kau sungguh menarik bocah"
.
.
.
Selamat Membaca
.
.
.
A/N : jika ada kesamaan jutsu atau jalannya cerita mohon maaf karena memang ini terinspirasi dari beberapa fic yang pernah saya baca
Chapter 7
.
.
.
.
Gunung Myoboku..
Sudah lebih dari tiga minggu Naruto melakukan pelatihan untuk menguasai Sage mode. Sekarang Naruto sudah menguasainya meski hanya mampu menggunakannya dalam setengah menit. Namun itu sudah cukup baik untuk ukuran anak seumurannya. Ia bahkan lebih baik dari Jiraya yang membutuhkan berbulan-bulan untuk sekedar menguasainya.
Kini disebuah padang rumput yang luas tempat biasa Naruto melakukan latihannya. Terlihat Naruto yang terbaring di tanah dengan posisi terlentang. Nafasnya tidak berarturan karena kelelahan. Matanya memandang langit gunung Myoboku yang menurutnya agak aneh.
"Kau terlalu memaksakan dirimu Naru-chan" ujar seekor katak berwarna hijau yang mempunyai rambut dan janggut putih.
"Tidak apa-apa Fukasaku-jiji, aku masih bisa melnjutkan latihan." ujar Naruto seraya bangkit dari acara berbaringnya.
"Hah sudahlah sebaiknya kau istirahat. Apa kau lupa besok kau Melakukan ujian chunin. Apa kau mau kalah hanya karena kelelahan." ujar Fukasaku.
Naruto menghela nafas pasrah. "Hah iya.. Iya aku mengerti. Ngomong-ngmong dimana Ero-sennin, Fukasaku-jiji ?" tanya Naruto.
"Jiraya-chan sedang pergi untuk melakukan.. Yah kau tau sendirilah apa yang dilakukannya." jawab Fukasaku. Sementara Naruto hanya manggut-manggut mengerti.
"Baiklah sekarang kita kembali karena Mama sudah memasakkan 'Makanan' untuk kita." lanjut Fukasaku. Naruto yang mendengar kata makanan langsung saja pucat karena makanan yang di maksud adalah makanan para katak. Sebenarnya Naruto tidak mau memakan makanan yang menurut Fukasaku dan Shima enak itu. Tapi apa mau dikata tak ada pilihan lain ubtuk membungkam perutnya yang terus meronta-ronta. Alhasil dengan sangat terpaksa ia memakannya walau akhirnya harus muntah.
.
.
.
Konohagakure salah satu dari lima desa besar shinobi yang berpredikat terkuat. Hal ini didasari karena adanya klan-klan dengan kemampuan khusus mendiami desa tersebut. Termasuk diantaranya penguna kekkei genkai doujutsu yang sangat terkenal kehebatannya.
Suasana di Konoha saat ini sedang sangat ramai, bukan karena festival atau perayaan. Melainkan adanya ujian chunin tahap ketiga yang digelar hari ini. Banyak para pedagang makanan dan aksesoris berjejer rapi ditepi jalan menuju arena ujian tahap ketiga.
Ujian ini akan disaksikan langsung oleh Hokage dan Kazekage yang berasal dari Sunagakure. Arena telah dipadati oleh penonton yang terdiri dari warga sipil maupun shinobi. Ditengah arena Nampak para peserta sedang mendengarkan intruksi dari sang pengadil.
Namun ada yang aneh peserta yang berada dilapangan hanya 6 genin dari 9 genin yang lolos. Hal tersebut membuat keheranan penonton dan sang kage sendiri. Pasalnya salah satu peserta yang terlambat adalah peserta yang mendapat giliran pertama. Sang kage memutuskan untuk memberikan kelongaran waktu lima menit.
Tribun penonton mulai riuh karena keterlambatan peserta. Para genin konoha yang juga menonton berdecak kesal karena teman kuningnya belum juga datang.
"Ck dimana si kepala durian itu.. Awas saj jika ia melarikan diri aku akan menghajarnya." ujar genin laki-laki yang memiliki tato segitiga terbalik di kedua pipinya.
"Kau berbicara seolah bisa saja kiba. Kau bahkan dikalahkan dengan mudah oleh Naruto. Aku yakin dia pasti sedang dalam perjalanan." ujar gadis berambut pink.
"I-iya dikatakan Sakura-san benar. Naruto-kun tak mungkin melarikan diri dari pertandingan" timpal gadis berambut indigo.
"Ck iya.. Iya.. Aku tau itu" balas Kiba.
'Sebanarnya dimana kau Naruto-kun' batin gadis berambut indigo.
At Arena pertandingan.
Hyuuga Neji, genin yang akan menjadi lawan dari Naruto. Tersenyum penuh kemenanga saat Naruto belum datang sedangkan waktu sudah akan habis. Ia lalu menoleh kearah Genma yang bertugas sebagai wasit babak final ujian kali ini.
"Wasit cepat putuskan hasilnya ini dia tidak akan datang." ujar Neji dengan nada arogan sambil kedua tangan berlipat didepan dada.
Genma mendesah dengan kearoganan genin yang disebut prodigy Hyuuga tersebut. "Hyuuga yang seperti Uchiha.' batin Genma. Ia lalu menoleh kearah tempat sandaime ia melihat sandaime mengangguk. Ia lalu menarik nafas.
"Baiklah karena Uzumaki Naruto tidak Ha..-" ucapan Genma terpotong saat sebuah pesaran air muncul ditengah arena. Semua orang memandang takjub kejadian tersebut. Setelah pusaran air tersebut menghilang, nampaklah Naruto sedang berdiri dengan tangan dilipat didepan dada.
Naruto memakai jaket orange tua tanpa lengan sehingga menyerupai rompi yang terdapat lambang uzumaki dibelakang jaketnya. Resleting jaket tersebut dibiarkan terbuka memperlihatkan kaos putih lengan pendek dengan lambang pusaran air ditengahnya. Ia memakai celana standar chunin berwarna hitam. Serta sepasang sepatu shinobi membungkis kakinya. Dilengan kirinya terpasang pelindung kepala berlambang konoha.
Rambut pirang yang agak panjang miliknya sedikit basah terkena percikan air yang dibuatnya tadi. Namun itu tak mengurangi pesona sang Uzumaki. Para remaja perempuan seumuranya tampak merona melihat Naruto.
.
At Tribun Penonton.
.
"Akhirnya Naruto-kun datang juga" ujar gadis berambut indigo a.k.a Hinata
"Cih sudah datang terlambat sok keren lagi." ujar Kiba.
"Dia memang lebih keren darimu Kiba. Tapi tetap lebih keren Sasuke-kunku" ujar gadis berambut pirang pucat.
"Hey pig apa maksudmu ? Sasuke-kun itu milikku." sengut gadis berambut pink.
"Heh dasar jidat lebar tak tau malu Sasuke-kun itu milikku" keduanya lalu cekcok masalah Sasuke.
"Hah mereka itu" ujar Kiba melihat adu mulut kedua gadis tersebut. Sedangkan Hinata hanya terkikik geli melihat kedua temannya tersebut ia lalu mengalihkan perhatiannya ke arena.
.
.
At Arena Pertarungan.
"Apa aku sudah didiskualifikasi ?" tanya Naruto dengan nada tenang.
Genma yang mendengar pertanyaan Naruto. Langsung menoleh kearah Sandaime ia dapat melihat Sandaime memberikan isyarat memulai pertandingan.
"Hm sepertinya kau tepat waktu" balas Genma. Ia lalu mengambil posisi ditengah kedua peserta. "Aku ulangi lagi peraturannya sama seperti ujian penyisihan jadi kita langsung saja kepertandingannya. Apa Kalian siap ?" pertanyaan Genma dibalas anggukkan oleh kedua peserta. "Baiklah HAJIME" seru Genma.
"Kukira kau kabur karena kau takut melawanku." ujar Neji dengan nada meremehkan.
"Takut, setelah apa yang kau lakukan pada Hinata. Tak ada alasan aku untuk takut kepada seseorang banci sepertimu." ujar Naruto enteng.
Neji mengeram kerena marah merasa diremehkan oleh Naruto. Tapi dia masih mampu mengendalikan emosinya agar tak terpancing oleh omongan Naruto.
"Usaha yang bagus. Mencoba meprovokasi lawan dan menyerangnya saat ia sedang emosi. Tapi sayang itu tidak akan berpengaruh terhadapku." Neji langsung memasang kuda-kuda taijutsu khas klan Hyuga. Tak lupa ia mengaktifkan byakugan miliknya.
"Ah ketahuan ya. Sayang sekali, baiklah ayo kita mulai." Naruto langsung melesat kearah Neji menyerangnya dengan taijutsu. Mereka lalu beradu taijutsu dengan mengunakan style masing-masing. Neji dengan taijutsu khas klen Hyuga diperkuat dengan jyukennya. Sedangkan Naruto mengunakan taijutsu khas ciptaannya sendiri. Adu pukul terus terjadi antara kedua genin tersebut.
'Bukkk'
Naruto yang lengah terkena jyuken milik Neji. Hingga membuatnya teseret kebelakang.
"Uhh pukulanmu lumayan juga." ujar Naruto seraya mengelus perutnya.
"Menyerahlah kau sudah ditakdirkan untuk kalah dariku. Jadi, sebaiknya kau menyerah jika tak ingin bernasib sama dengan Hinata-sama." ujar Neji dengan nada Arogan.
"Huh aku tak akan menyerah karena aku sudah berjanji untuk membalas apa yang kau lakukan padanya." ujar Naruto lalu melesat kearah Neji.
"Sia-sia saja karena kau telah masuk dalam areaku" ujar Neji nampak
"Hakke Rokujuyon Shou"
Neji dengan cepat memukul titik-titik tonketsu milik Naruto. Naruto yang tak sempat menghindar hanya pasrah menerima pukulan Neji. Serangan Neji diakhiri dengan pukulan keras yang membuat terpental menjauh.
"Heh ternyata kau cuma..-" ucapan Neji terpotong saat merasa ada serangan yang mengarah kearahnya. Ia melakukan kuda-kuda lalu melakukan jurusnya.
"Kaiten"
Neji lalu lalu berputar 360° membentuk kubah cakra pelindung melindungi dirinya dari kunai-kunai yang mengarah kearahnya. Setelah serangan berakhir Neji menghentikan jutsu pertahanannya. Terlihat tempat Neji berdiri nampak cekungan melingkar akibat jutsu pertahanan milik Neji.
Semua orang nampak takjub dengan serangan dan pertahanan yang Neji buat. Bahkan, para anggota klan Hyuga nampak tak percaya anggota dari keluarga cabang menguasai teknik pertahanan absolut klan Hyuga.
.
.
At Tibun Penonton
"Kau lihat Hanabi dia adalah salah satu jenius dari Hyuga kau harus bisa menyamainya." ujar Hiashi sang kepala klan Hyuga.
"Hai' Tou-sama" ujar gadis berusia sekitar 8 tahun disebelahnya.
Sementara ditempat para rookie nampak kagum dengan apa yang dilakukan Neji.
"Jutsu apa itu ?" tanya genin yang memiliki tato merah berbentuk segitiga terbalik di kedua pipinya a.k.a Kiba
"Itu adalah pertahanan absolut milik klan Hyuga. Neji menyempurnakan teknik itu selama sebulan ini." Ujar kunoichi berpakaian khas china dengan rambut bercepol dua a.k.a Tenten.
"Benarkah aku tak tau jika dia sehebat itu." ujar Kiba.
"Yah begitulah dia sangat jenius hingga mendapat predikat prodigy Hyuga. Bocah kuning bernama Naruto itu pasti akan kalah melawan Neji." ujar Tenten menyombongkan teman satu timnya.
"Aku rasa kau terlalu cepat menyimpulkan Tenten-san." ujar gadis musim semi a.k.a Sakura yang tak ingin temansetimnya diremehkan.
"Aku tau kau teman setimnya. Tapi Neji adalah seniornya jadi kurasa itu bukan mustahil." ujar Tenten tak mau kalah.
"Naruto adalah ninja yang penuh kejutan kau akan tau bagaimana ia membungkam semua keraguan yang diarahkan padanya." ujar Sakura.
"Ya kita lihat saja hasilnya." ujar Tenten.
At Arena
"Cih keluarlah jangan jadi pengecut yang bisanya cuma sembunyi." tak lama Naruto keluar dari balik pohon sambil tersenyum
"Huh aku tak menyangka kau sangat cepat mengalahkan bunsinku." ujar Naruto.
Neji langsung mengalihkan pandangannya ketempat Naruto tergeletak tadi. Dan benar saja disana hanya ada ceceran air sisa Mizu bunshin milik Naruto.
"Tenanglah tak usah tegang seperti itu. Aku akan bermain-main sebentar denganmu." ujar Naruto. Ia lalu membuat 10 kage bunshin.
'Kage bunshin aku tidak bisa melihat mana yang asli mereka memiliki aliran cakra yang sama' batin Neji saat menganalisa Naruto beserta bunshinnya.
"Dari ekspresimu sepertinya byakuganmu tak bisa mendeteksi aku yang asli. Ternyata byakuganmu tak bekerja sesuai yang kau harapkan." ujar Naruto. Ia lalu menyuruh para bunshinnya menyerang Neji.
At Tribun Penonton.
"Dia terlalu meremehkan Neji." ujar kunoichi berpakaian ala china bercepol dua.
"Aku tidak sependapat denganmu Tenten-san. Karena setahuku Naruto orang yang penuh perhitungan dengan apa yang ia lakukan. Semua hal yang dilakukannya tidak pernah sia-sia." ujar gadis berambut pink.
"Apa maksudmu, Sakura ?" tanya Tenten.
"Aku pun tidak mengerti apa yang dipikirkannya. Tapi aku yakin dia pasti punya sebuah rencana." balas Sakura
At Arena Pertandingan.
Bunshin pertama langsung melakukan serangan kearah Neji dengan taijutsu miliknya. Namun dengan mudah ditangkis oleh Neji.
"Cih jangan jadi pengecut dengan bersembunyi dibelakang bunshinmu." geram Neji.
"Boss bukan pengecut. Dia hanya malas melawan banci sepertimu." ujar bunshin Naruto yanvembuat Neji menggeram marah.
"Cih kau terlalu meremehkanku" geram Neji. Ia langsung memukul para bunshin tersebut dengan Jyuken miliknya. Sehingga membuat bunshin-bunshin Naruto menghilang menjadi kepulan asap.
"Khe sekarang kau tidak bisa bersembunyi lagi." ujar Neji sambil menatap datar Naruto.
"Benarkah."
'Jleb'
Sebuah senbon menancap pada tengkuk Neji. Hal tersebut membuat Neji melebarkan mata. Ia langsung mengambil jarum yang ada di tengkuknya. Ia lalu membalikkan badan dan nampak satu bunshin Naruto yang berdiri dibelakangnya.
"Sialan kau." geram Neji
"Ternyata dugaanku benar. Byakuganmu tersebut memiliki titik buta yakni dibelakang kepalamu tepatnya di tengkukmu." ujar Naruto.
"Manemukan kelemahanku bukan berarti kau bisa mengalahkanku. Karena kau sudah ditakdirkan untuk kalah dariku." ujar Neji yang kembali memasang Kuda-kudanya.
"Lagi-lagi kau berbicara omong kosong tentang itu lagi. Kau tau aku bosan mendengarnya. Jika memang takdir adalah hal seperti apa yang kau fikirkan berarti. Secara tidak langsung kau takdirkan untuk menjadi sampah menyedihkan yang hanya pasrah mengikuti keadaan" ujar Naruto.
Neji semakin geram dengan penuturan Naruto langsung melesat mengarahkan Jyuken kepada Naruto. Namun dengan mudah Naruto bisa menggagalkan pukulan tersebut. Neji terus menyerang Naruto dengan menggunakan taijutsu kjas klannya. Akan tetapi semua itu dengan mudah dihindari oleh Naruto dengan gerakan simpel.
"Cih apa kau hanya bisa menghindar. Kenapa kau tak membalasku." ujar Neji. Naruto langsung meloncat mengambil jarak dari Nejil.
"Yare.. Yare.. Baiklah mari kita akhiri pertarungan ini." ujar Naruto. Ia menghilangkan bunshinnya yang sedari tadi mengumpulkan cakra senjutsu. Seketika mata Naruto berubah menjadi kuning dengan iris horizontal. Disisi matanya muncul warna keorengan seperti eyeshadow.
Semua memandang bingung perubahan mata Naruto. Karena memang mereka tak mengetahui mata apa itu. Sedangkan Sandaime melearkan matanya.
"Kelihatannya kau mempunyai genin yang berbakat Hokage-dono." ujar Kazekage.
"Sennin mode ? Aku tak percaya Naru-chan bisa menguasainya." ujar Sandaime.
"Yah Begitulah, aku juga terkejut dia mampu menguasainya lebih cepat dari pada aku." ujar Jiraya yang entah sejak kapan berada diantara dua kage tersebut.
"Ah Jiraya kau sudah kembali rupanya, ada apa ? Apa kau ingin menonton pertandingan Naruto ?" tanya Sandaime.
"Yo Sensei, Kazekage-sama. Untuk pertanyaanmu itu sudah pasti mana mungkin aku melewatkan pertandingan murid sekaligus anak angkatku." ujar Jiraya.
'Sial kenapa si rambut unbanan ini ada di sini.' batin Kazekage.
Jiraya yang merasa diperhatikan menoleh kearah Kazekage. " apa ada yang salah Kazekage-sama ?" tanya Jiraya.
"Anda tadi bilang dia muridmu kan ?" pertanyaan Kazekage dibalas anggukkan oleh Jiraya. "Pantas saja dia sangat hebat ternyata dia dilatih salah satu legenda sannin konoha." lanjut Kazekage.
"Ah anda terlalu memujiku Kazekage-sama." ujar Jiraya seraya menggaruk tengkuknya.
"Tidak usah merendah seperti itu"
"Ah sudahlah lebih baik kita lihat pertandingannya." seru Sandaime.
.
.
At Arena.
Neji mengerutkan dahinya bingung melihat perubahan mata Naruto. Namun, satu hal yang ia tahu aliran cakra pada Naruto terus meningkat seakan-akan alam mengisi cakra Naruto.
"Aku tidak tau apa yang sedang coba kau lakukan. Tapi itu semua percuma karena takdir sudah mengatakan. Bahwa akulah yang akan memenangkan pertandingan ini." ujar Neji
"Ho menarik.. Mari kita lihat siapa yang menang. Aku yang melawan melawan takdir atau kau yang mengikuti takdir menyedihkan yang kau bicarakan tadi." balas Naruto. Ia lalu melesat ke arah Neji dengan kecepatan yang tak bisa dilihat dengan mata normal.
'Ce-cepat sekali' batin Neji dan para penonton
Neji bersiaga menerima serangan yang akan dilakukan oleh Naruto. Byakugannya bergerak liar mengikuti pergerakan Naruto yang sangat cepat. Neji merasakan bahaya dari arah kirinya mencoba untuk menghingar dengan meloncat kebelakang.
'Kretek' 'Dhuarr'
Sebuah tinju menghantam tempat Neji berpijak tadi menyebabkan retakan tanah yang cukup lebar. Semua penonton menatap ngeri tinju kejadian tersebut. Naruto sang pelaku penghantaman tadi berdiri diantara debu yang berterbangan akibat hantaman tinjunya.
"Aku salut padamu karena bisa menghindar dari seranganku." ujar Naruto.
"Kecepatanmu tidak akan berpengaruh terhadapku. Karena teman setim dan Jounin pembimbingku adalah shinobi yang mengandalkan kecepatan." ujar Neji
"Benarkah ? Seharusnya kau lihat sedang berdiri dimana" ujar Naruto
Neji langsung melihat kebawah kakinya. Ia melebarkan mata saat melihat kanji-kanji yang membentuk lingkaran yang berada dibawah kakinya. Ia ingin melompat menjauh tapi entah kenapa dia sulit bergerak.
"Percuma mencoba melepaskan diri itu hanya akan membuang tenagamu. karena yang aku pasang adalah fuinjutsu yang menahan semua gerakan lawan. Jadi apa kau mau menyerah ?" tawar Naruto.
"Cih sialan kau Uzumaki" geram Neji.
"Akui saja kau kalah dan ini akan selesai tanpa aku harus membunuhmu." ujar Naruto dengan penuh penekanan di akhir.
"Aku tidak akan kalah darimu" sengut Neji.
"Kau tau aku sebenarnya sangat ingin membunuhmu. Karena kau telah melukai seseorang yang aku anggap berharga. Tapi bersyukurlah karena orang yang kau lukai terlalu baik sehingga memintaku untuk tidak membunuhmu.." ujar Naruto seraya menatap Hinata yang berada ditribun penonton.
"Hyuga Neji prodigy dari klan Hyuga. Takdir bukanlah sesuatu yang bersifat tetap karena setiap takdir bisa diubah jika kau menginginkannya. Kau berbicara seperti itu karena aku tau kau sudah pernah merasakan apa itu kejamnya takdir. Sehingga membuatmu pasrah dan tak mau mencoba merubahnya.." lanjut Naruto.
"Kau tidak tau apa-apa tentangku. Jadi jangan berbicara seolah-olah kau mengerti semua yang ku alami" ujar Neji.
"Aku mengerti karena aku memiliki nasib yang sama bahkan lebih buruk darimu.." jeda Naruto lalu ia mengangkat bajunya dan menunjukkan tanda segel diperutnya. "Kau tahu apa ini. Aku menerima semua perlakuan yang tak seharusnya aku terima hanya karena sesuatu yang berada didalam segel ini. Siksaan, hinaan, cacian, dan kekerasan yang tak seharusnya dialami oleh seorang anak berusia lima tahun yang tak tau apa-apa. Semua itu aku mengalaminya dibenci, dijauhi, dan dikucilkan itu adalah hal yang sudah biasa aku dapatkan dari mereka yang seharusnya berterima kasih padaku. Karena telah menjadi wadah dari sesuatu yang bisa membahayakan keselamatan mereka.
Terkadang aku berfikir apa memang takdirku seperti ini. Selalu dilukai tanpa tau apa salahku, selalu disalahkan atas apa yang tak pernah aku lakukan. Aku sempat berfikir untuk membalas semua yang mereka lakukan padaku kelak. Tapi seseorang yang sangat aku hormati pernah berkata balas dendam hanya akan menimbulkan dendam lain. Dan rantai kebencian tak akan pernah berakhir jika dilawan dengan kebencian. Dari situ aku mengerti bahwa jalan satu-satunya adalah memaafkan meskipun itu hal yang mustahil namun aku akan mencobanya.
Kau tahu, Kita memang sama-sama kehilangan seseorang yang kita sebut orang tua, tapi setidaknya nasibmu lebih baik dariku. Kau sempat merasakan kasih sayang mereka sebelum kehilangan mereka. Sedangkan aku mengetahui namanya saja aku tak tahu, apalagi yang dinamakan kasih sayang itu hal yang tabu buatku." lanjut Naruto seraya menundukkan kepalanya.
Suasana hening menyelimuti area ujian chunin. Tak sedikit diantara mereka yang merenungi perbuatan mereka di masa lalu. Bahkan ada yang meneteskan air mata mendengar penuturan bocah yang selama ini mereka siksa.
"Namun.." suara Naruto kembali memecahkan keheningan. Ia mengangkat kepalanya menatap lurus kearah Neji sebuah senyuman terlihat jelas diwajah tampannya. "Aku masih sangat bersyukur masih ada beberapa orang yang mau menyayagiku. Meskipun tak seberapa aku masih mempunyai alasan yang kuat untuk tinggal didesa ini. Yaitu melindungi orang-orang yang berharga bagiku. Oleh karena itu aku tak akan membiarkan kau melukai orang yang berharga bagiku."
"Kau terlalu banyak bicara seperti orang bodoh, hingga aku tak mengerti yang kau maksud." ujar Neji memandang datar Naruto. "Tapi satu hal yang aku dapat kau telah menunjukkan padaku bagaimana caramu merubah takdir padaku melalui kata-katamu. Namun aku tetap tidak akan kalah darimu." ujar Neji yang langsung melesat kearah Naruto setelah segel yang dibuat Naruto terlepas.
Naruto hanya memandang Neji yang melesat kearahnya dengan pandangan kasihan. Ia lalu menangkis jyuken Neji yang diarahkan kepadanya dengan mudah.
"Hah.. Percuma aku bebicara panjang lebar ternyata aku memang harus menunjukkan kepadamu melalui tindakan agar kau bisa percaya." ujar Naruto yang masih menangkis serangan Neji. Ia langsung mencounter serangan Neji dengan sebuah tendangan. Namun, Neji dengan mudah menghindarinya dan melompat kebelakang membuat jarak dengan Naruto
"Baiklah cukup main-mainnya." ujar Naruto seraya merapal segel. Ia langsung menarik nafas dalam-dalam.
"Katon : Karyuu Endan"
Dari mulut Naruto meluncur misil-misil bebentuk kepala Naga api yang terbuat dari api yang langsung mengarah kearah Neji. Neji yang tak mau mati terpanggang dengan cepat memasang kuda-kuda.
"Hakkesho Kaiten"
Sebuah putaran cakra terbentuk saat melakukan gerakan memutar menangkis semua serangan Naruto. Namun tanpa disadari Neji itulah yang Naruto inginkan. Saat jutsu pertahanan Neji berhenti ia dikagetkan dengan Naruto yang sudah berada tepat didepannya sedang membawa sebuah bola spiral berwarna biru. Bola tersebut lalu diarahkan keperut Neji yang tak sempat menghindar terkena telak serangan Naruto.
"Rasengan"
Tubuh Neji meluncur hingga menabrak dinding samping arena akibat terkena serangan Naruto.
'Bummm'
Suara debuman yang cukup keras terdengar saat tubuh Neji menghantam tembok pembatas arena. Debu berterbangan akibat debuman tersebut menghalangi pandangan penonton. Setelah debu hilang nampaklah Neji yang bersandar pada dinding yang memiliki reatakan menyerupai jaring laba-laba dibelakangnya.
"Ohok" Neji memuntahkan darah dari mulutnya. Tubuhnya serasa kaku seperti organ dalamnya hancur akibat serangan Naruto.
"Tenang saja aku sudah mengurangi rotasi rasenganku sehingga serangan tadi tak akan membunuhmu. Namun kau akan merasa mati rasa selama beberapa jam karena jutsu tersebut." ujar Naruto seraya menghampiri Neji.
"Sudah kutunjakkan bagaimana caramu merubah takdir menyedihkan yang aku miliki. Sekarang giliranmu mencari caramu sendiri untuk merubah takdirmu itu." ujar Naruto seraya mengulurkan tangannya kearah Neji yang bersandar didinding pembatas arena.
Neji dengan ragu menerima uluran tangan Naruto. Naruto lalu memapah Neji kearah tim medis. Dengan cepat tim medis langsung membawa Neji dengan menggunakan tandu.
"Arigato Naruto." ujar Neji sambil tersenyum tipis sesat sebelum ia dibawa tim medis. Naruto ikut tersenyum membalas senyuman Neji lalu ia berkata.
"Sama-sama" setelah itu Naruto dia lalu melihat kearah tempat duduk Sandaime. Ia lalu menyeringai. 'Heh ternyata ini rencanamu ular pedo.' batin Naruto.
"Ehem baiklah karena Hyuga Neji tidak bisa melanjutkan pertandingan. Maka pemenangnya adalah Uzumaki Naruto." ujar Genma.
Penonton yang semula hening lalu bersorak atas kemenangan Naruto. Mungkin ! Naruto menghiraukan teriakkan dari para penonton. Ia lebih memeilih berjalan menuju tribun tempat para peserta berkumpul. Sesampainya disana ia disapa oleh Kiba dan teman-teman lainnya.
"Yo pertandingan yang bagus Naruto, meskipun kurang greget sih." ujar Kiba.
"Heh kau ini memangnya yang seharusnya itu seperti apa. ?" tanya Naruto.
"Hm entahlah aku juga tidak tau seperti apa tapi aku merasa ada yang kurang." jawab Kiba. Naruto hanya tersenyum menanggapi jawaban yang dilontarkan oleh Kiba. Ia lalu mengedarkan pandangannya kearah teman-teman satu angkatannya. Pandangannya terpaku pada gadis bersurai indigo yang menuduk malu saat ia melihatnya.
"Apa kau sudah sembuh Hinata ? Apa masih ada yang sakit ? Dan Kenapa kau disini seharusnya kau masih harus beristirahat. ?" tanya Naruto bertubi-tubi terselip nada khawatir didalamnya.
"A-aku sudah tidak apa-apa. Jadi Naruto-kun tidak perlu khawatir." ujar Hinata dengan malu-malu.
"Hm syukurlah kalau begitu." ujar Naruto.
Pandangan mereka kembali kearena yang tengah menampilkan pertarungan antara Nara Shikamaru melawan Sabaku Temari. Hal ini dikarenakan pertandingan kedua yang seharusnya memepertemukan Uchiha Sasuke melawan Sabaku Gaara ditunda karena keterlambatan Sasuke. Dan pertandingan ketiga juga tidak dilangsungkan karena Sabaku Kankuro yang seharusnya melawan Aburame Shino mengundurkan diri.
Pertandingan tersebut berjalan cukup menarik dengan strategi yang digunakan oleh bocah Nara. Dipenghujung pertandingan yang sepertinya akan dimenangkan oleh bocah Nara tersebut. Dirinya malah menyerah dengan alasan sudah kehabisan strategi.
"Sudah kuduga hasilnya akan seperti ini." gumam Naruto.
"Maksudmu.?" tanya Kiba yang ada disamping Naruto.
"Rusa itu terlalu malas bahkan hanya sekedar untuk memenangkan pertandingan." terang Naruto. Sementara Kiba hanya manggut-manggut mengerti.
Pertandingan berlanjut ke pertandingan kedua yang tadi di tunda. Namun karena waktu yang sudah habis panitia terpaksa mendiskualifikasi Sasuke. Dengan itu pertandingan dilanjutkan dengan mempertemukan Uzumaki Naruto melawan Sabaku Gaara.
Namun saat kedua peserta sedang berhadapan ditengah arena muncul pusaran angin disertai dedaunan yang berterbangan. Nampaklah Uchiha Sasuke yang memakai pakaian serba hitam dengan pelindung lengan (sama kayak Canon males deskripsikannya.) Sedang beradu punggung dengan Jounin bermasker yang tengah memegang buku bersampul orange.
"Yo apa kami terlambat ?" tanya Jounin bermasker a.k.a Kakashi.
"Sayang sekali Uchiha Sasuke sudah didiskualifikasi." ujar Genma selaku wasit.
"Lain kali perbaiki kelakuanmu sensei. Karena kebiasaanmu itu menyebabkan muridmu tak bisa menjadi Chunnin. Andaikan ini peperangan mungkin seluruh bawahanmu sudah tewas." ujar Naruto dengan nada datar. Hal itu membuat semua orang sweatdrop karena orang yang menasehati tak ada bedanya dengan yang dinasehati. Meskipun agak lebih baik sih.
Sementara Kakashi yang tidak tau akan keterlambatan Naruto tersenyum canggung saat dinasehati muridnya. Meskipun ia merasa sedikit berselah karena dirinya Sasuke didiskualifikasi. Ia lalu menoleh kearah Sasuke yang nampak sangat kesal karena dia didiskualifikasi. Kakashi menghela nafasa lalu menoleh kembali kearah Naruto.
"Baiklah kalau begitu kami akan ke tribun dulu." ujar Kakashi. Namun belum sempat beranjak ia ditahan Naruto yang membisikkan sesuatu kepadanya. Ia hanya mengangguk sebagai jawaban atas apa yang Naruto bisikkan. Kakashi lalu mengajak Sasuke yang masih kesal ketribun penonton.
"Baiklah mari kita mulai pertandingannya." ujar Genma seraya memperhatikan kedua peserta. "Kalian siap HAJIME."
"Ibu menginginkan darahmu Uzumaki." seru Gaara.
"Huh benarkah ! Kalau begitu katakan padanya aku sangat ingin bertemu dengannya." ujar Naruto santai.
Naruto lalu melesat dengan kecepatan yang menyamai Rock Lee menuju Gaara. Sementara Gaara yang melihat serangan yang familiar langsung mengeluarkan pasirnya.
'Cashh..' 'Chashh' 'Chashh'
Terdengar suara tendangan dan pukulan yang mengenai pasir milik Gaara. Gerakan Naruto yang sangat cepat sulit diikuti oleh mata penonton. Namun pasir milik Gaara tak kalah sigap menghalau setiap serangan yang dilancarkan oleh Naruto.
At Tribun Penonton.
Semua mata penonton bergerak liar mengikuti pergerakan yang dilakukan Naruto. Mereka semua sulit melihat pergerakan Naruto yang bisa dibilang sangat cepat tersebut. Sementara ditempat rookie 12 Sasuke yang sudah disana bahkan sudah mengaktifkan Sharingannya untuk melihat pergerakan Naruto.
"Aku tidak percaya dia bisa memiliki kecepatan yang menyamai Lee." ujar Jounin beralis tebal.
"Aku sendiri tidak tau kalau Naruto memiliki kecepatan seperti itu." balas Jounin bermasker.
"Dia memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi ninja hebat dengan semua yang dimilikinya." timpal Jounin dengan rokok yang senantiasa bertengger dimulutnya.
"Analisa, strategi, kecepatan, daya tahan, serta tiga elemen dasar yang dimilikinya akan membuat ia dengan mudah menjadi Jounin diusianya yang sekarang." ujar satu-satunya Jounin perempuan disana.
"Apa dia sekuat itu. ?" tanya gadis berambut pirang pucat.
"Dia belum mencapai tahap itu, tapi firasatku mengatakan dia bisa melampaui itu dalam waktu satu atau dua tahun kedepan jika ia dilatih orang yang tepat." ujar Kakashi.
Sementara Sasuke hanya mendecih tak suka saat orang-orang memuji Naruto. 'Cih seberapa kuat sebenarnya kau dobe' batin Sasuke.
At Arena.
'Wush' 'Tap'
Setelah beberapa serangan yang dilakukannya tidak berhasil. Naruto melompat menjauh dari Gaara. Setelah ia meberikan sebuah tendangan yang masih dapat dihalau perisai pasir milik Gaara.
"Heh ternyata pasir milikmu sungguh merepotkan." ujar Naruto.
"Kau tidak akan bisa menyentuhku dengan cara yang sama dengan mahluk hijau itu." ujar Gaara dengan nada datar nan arogan.
"Benarkah lalu bagaimana kalau aku melakukan ini." ujar Naruto seraya merapalkan Handseal.
"Suiton : Suiryuudan no Jutsu"
Disekitar Naruto muncul titik-titik air lalu membentuk sebuah Naga air berukuran sedang. Semua orang nampak tercenggang melihat Naruto yang menciptakan air dari ketiadaan. Naga tersebut langsung menerjang Gaara.
Mau tak mau Gaara harus menggunakan pasirnya untuk melindungi diri dari terjangan naga air tersebut. Hal tersebut membuat pasir yang terkena naga air tersebut basah lalu hancur jatuh ke tanah.
"Kau tau pasir akan menjadi lebih berat jika terkena air. Jika dugaanku benar pasir yang kau miliki hanya tersisa kurang dari 1/4 gentong yang kau bawa itu." ujar Naruto.
"Grr.. Sialan kau Uzumaki." geram Gaara. Ia lalu mengarahkan pasir yang kearah Naruto. Namun dengan lincah Naruto menghindari setiap serangan dari Gaara.
"Oh apa hanya ini yang kau punya ? Sungguh mengecewakan Sabaku." ujar Naruto disela menghindarnya berusaha memprovokasi Gaara. Namapaknya hal itu berhasil seiring dengan serangan Gaara yang semakin tak beraturan dan terkesan monoton.
"Mati.. Mati.. Mati kau Uzumaki." ujar Gaara dengan ekspresi psyconya.
"Terlalu lambat Sabaku." balas Naruto yang dengan gerakan simpel menghindari serangan Gaara.
Setelah menyerang beberapa kali akhirnya pasir Gaara mampu menjangkau Naruto dengan cepat Gaara menggunakan jutsunya.
"Sabaku Kyū"
Pasir milik Gaara dengan cepat menyelimuti tubuh Naruto. Setelah pasir sudah menutupi seluruh tubuh Naruto. Gaara mengangkat sebelah tangannya mengarahkan kearah Naruto dan melakukan gerakan seolah-olah mencengkram.
"Sabaku Sōsō." 'Bhummm'
Tubuh Naruto yang berada didalam pasir tersebut meledak. Semua penonton menatap tak percaya. Bahkan Hinata samapai pingsan melihat kejadian itu.
"Hahaha... Mati kau Uzu-"
'Bukhh' 'Kratak' 'Dhuuuarr'
Belum sempat Gaara menyelesaikan perkataannya sebuah pukulan telak bersarang diwajahnya. Pukulan tersebut menyebabkan Gaara terpental menabrak dinding pembatas. Naruto, sang pelaku pemukulan berdiri tanpa luka sedikitpun ditempat berdirinya Gaara tadi.
"Huh tadi kau mau bilang apa Sabaku ?" tanya Naruto.
Gaara perlahan bangkit dan terlihat perisai pasir di wajahnya hancur dan disudut bibirnya terlihat mengeluarkan darah akibat dari pukulan yang diberikan Naruto. Pukulan tersebut sudah dilapisi senjutsu oleh Naruto sehingga menimbulkan dampak yang cukup parah.
Gaara lalu membuat sebuah handseal dengan perlahan pasir disekelilingnya menyelimuti dirinya membentuk sebuah bola. Tak berselang lama sebuah bola mata terbentuk dari pasir melang diatas bola pasir Gaara. Naruto mengangkat salah satu alisnya bingung dengan apa yang dilakukan Gaara.
"Heh kau mencoba bersembunyi Sabaku. ? Baiklah akan aku paksa kau keluar." Naruto lalu membut sebuah hand seal. Naruto menarik nafas dalam-dalam hingga dadanya mengembung.
"Katon : Gouryuuka no Jutsu."
Naruto menyemburkan api berbentuk naga api dari dalam mulutnya. Naga api tersebut langsung menghantam bola pasir milik Gaara. Tak cukup sampai disitu Naruto lalu membuat hand seal lagi.
"Suiton : Hohonryuu"
Kembali dari mulut Naruto keluar semburan air pemotong yang langsung meleburkan pasir milik Gaara. Bola pasir yang sebelumnya terkena elemen api milik Naruto langsung runtuh setelah terkena elemen air milik Naruto. Dan menampakkan Gaara yang tak sadarkan diri.
Bersamaan dengan itu ditribun penonton nampak bulu-bulu hitam jatuh membuat semua penonton tak sadarkan diri. Dari beberapa penonton nampak ninja desa Oto membuka penyamaran mereka. Para jounin dan anbu yang tak terpengaruh hal tersebut langsung menghadapi para ninja Oto tersebut.
"Seperti yang di bicarakan Naruto. Ternyata memang benar ini rencana yang dibuat oleh Orochimaru." ujar Kakashi ia lalu melirik kearah arena pertandingan yang nampak dua genin suna sedang memapah lawan Naruto dan pergi dari arena. Naruto tak tinggal diam dan mengejar bocah Jincuriki tersebut. Kakashi lalu menoleh kearah anak didiknya.
"Sasuke !" tapi sang murid sudah keburu pergi menyusul Naruto ia lalu menoleh kemuridnya satu lagi.
"Sakura, dan kau Shikamaru jangan pura-pura pingsan. Kalian kuti Naruto dan Sasuke kejar bocah pasir itu !" seru Kakashi.
"Huh merepotkan" balas Shikamaru.
"Tapi bagaimana caranya sensei ?" tanya Sakura. Kakashi lalu melakukan kuchiyose dan memanggil pakun untuk mengejar Naruto.
"Pakun kau tuntun Sakura dan Shikamaru menuju tempat Naruto." ujar Kakashi yang dibalas anggukkan oleh Pakun.
.
.
Sedangkan ditempat Hokage terlihat Kazekage sedang menodongkan kunai pada leher Sandaime. Sedangkan jiraya sudah pergi karena mengurusi ular-ular kuchiyose yang menghancurkan gerbang desa. Sebenarnya ia berat meninggalkan sang sensei karena ia tahu siapa yang senseinya lawan. Namun apa mau dikata ini adalah perintah dari sang hokage.
Saat ini Sandaime beserta Orochimaru sedang berada dia atap tempat duduk hokage tadi. Atap tersebut tengah dikurung oleh kekkai persegi berwarna ungu.
"Apa-apan ini Kazekage. ?" ujar Sandaime pura-pura tidak tau. Ia lalu melompat menanggalkan jubahnya dan berganti dengan armor perangnya lalu mengambil jarak dari Orochimaru.
"Khukhukhu aku akan menghancurkan desa tercintamu ini sensei" ujar Orochimaru seraya melepas cadar dan topi miliknya.
"Orochimaru sudah kuduga kau akan melakukan semua ini. Tapi aku tidak akan membiarkanmu lolos kali ini. Aku akan menebus kesalahanku dimasa lalu." ujar Sandaime.
"Khukhukhu aku harus berterima kadih padamu Hiruzen-sensei berkat kau aku mencapai apa yang aku inginkan." ujar Orochimaru seraya merubah wajahnya menjadi sosok menyerupai perempuan.
"K-kau.." desis Sandaime. Ia lalu mengampil shuriken dari kantong ninjanya. Lalu melemparkan kearah Orochimaru.
Namun dari dalam tanah muncul dua buah peti mati menghadang shuriken milik Sandaime. Satu lagi peti mati akan muncul namun dengan cepat kembali kedalam. Sandaime yang melihat itu melebarkan matanya.
"Kuchiyose no Jutsu : Edo Tenshei ternyata hanya bisa dua tapi kurasa ini lebih dari cukup untuk melawanmu Sensei." seru Orochimaru.
"Kau kurang ajar aku benar-benar akan membunuhmu kali ini." geram Sandaime.
.
.
At Naruto Side.
Kini Naruto tengah mengejar tiga bersaudara Sabaku yang tengah melarikan diri. Namun ia merasakam cakra cukup familiar sedang munuju kearahnya dengan cepat. Naruto hanya menatap lurus kedepan saat sosok tersebut sudah berada disampingnya. Tanpa menoleh Naruto berujar.
"Ada apa kau menyusulku Uchiha. ?"
"Hn aku tidak menyusulmu urusanku dengan Sabaku itu." ujar Sasuke dengan datar.
"Hm baiklah akan kuberi kesempatan kau melawannya. Apa perlu aku bantu ?" tawar Naruto.
"Cih aku tak perlu bantuanmu. Jangan meremehkan seorang Uchiha." balas Sasuke.
"Baiklah terserah kau saja. Kuharap kau tidak menyesal." ujar Naruto lalu melesat mendahului Sasuke.
"Hn".
.
.
Kini mereka sudah berhadapan dengan Gaara yang sendirian. Hal itu dikarenakan tadi Kankuro berhenti untuk melawan Shino. Sedangkan Temari yang tadi ditendang menjauh oleh Gaara. Sedang bersembunyi karena takut dengan Gaara yang sudah mulai bertransformasi menjadi Shukaku.
"Kau yakin akan tetap melawannya sendiri setelah tahu kondisinya seperti itu. ?" tanya Naruto. Saat melihat Gaara yang sudah berubah dengan salah satu tangan terbungkus pasir dan setengah wajah menyerupai Shukaku dengan mata emas khasnya.
"Huh jangan kau pikir aku takut melawan mahluk menjijikkan seperti dia." ujar Sasuke. Meskipun tubuhnya sedikit bergetar karena kaget melihat perubahan Gaara
"Baiklah terserah kau saja." ujar Naruto lalu duduk dengan posisi meditasi untuk mengumpulkan senjutsu. Sementara Sasuke langsung melompat mendekat ke arah Gaara.
"Kau adalah mangsaku Uchiha. Dengan mebunuhmu eksistensiku akan diakui oleh dunia." ujar Gaara dengan nada suara yang berat. Air liur menetes dari sudut bibir mukanya yang menyerupai Shukaku.
Gaara dengan cepat langsung menerjang Sasuke menggunakan tangan pasirnya. Namun dengan sigap Sasuke menghindarinya.
'Kretek' 'Bummm'
Sebuah ledakan tercipta akibat hantaman tangan pasir milik Gaara. Tak cuma itu hantaman tersebut juga mengakibatkan beberapa pohon didekat tempat Sasuke berpijak tumbang. Sasuke sempat terkejut melihat efek serangan dari Gaara. Namun dengan cepat ia menganti ekspresinya kembali datar.
"Huh kau lumayan juga, Sabaku.." ujar Sasuke yang kemudian membuat sebuah handseal. "Tapi itu belum cukup terima ini." lanjut Sasuke yang sudah menyelesaikan segelnya. Ia lalu menggembungkan dadanya.
"Katon : Goukakyu no Jutsu."
Sebuah bola api berdiameter sekitar 5 meter keluar dari mulut Sasuke dan mengarah kearah Gaara. Namun Gaara tak tinggal diam ia dengan cepat membungkus dirinya menggunakan tangan pasir miliknya.
Setelah api mereda pasir milik Gaara terbuka dan menampakkan Gaara tanpa luka sedikitpun ditubuhnya. Sasuke hanya mendecih tak suka saat serangannya gagal. Gaara lagi-lagi menerjang Sasuke menggunakan tangan pasirnya. Sasuke yang mulai mengaktifkan sharingan miliknya dengan mudah menghindari serangan Gaara.
Mereka burdua mendarat dengan jarak yang tak terlalu jauh. Gaara tak membuang waktu ia langsung kembali melesat kearah Sasuke. Sasuke tak tinggal diam ia lalu membuat handseal lumayan panjang. Kemudian dari tangan kirinya berpendar cakra biru kemudian disusul kilatan-kilatan petir.
"Chidori"
Sasuke kemudian melompat menerjang Gaara dan mengarahkan chidori miliknya. Sedangkan Gaara mengarahkan tangam pasirnya kearah Sasuke.
'Crashhh..'
Chidori milik Sasuke berhasil membelah tangan pasir milik Gaara. Sasuke mendarat dengan sempurna diatas batang pohon tempat Gaara berpijak tadi. Sedangkan Gaara terlentang ditempat Sasuke tadi berdiri.
'Apakah berhasil' batin Sasuke sambil melirik Gaara.
"Hahahaha.." suara tawa bak psikopat keluar dari mulut Gaara yang sudah mulai bangkit berdiri. "Ya seperti itu Uchiha ! Buat darahku mendidih." ujar Gaara dengan tangan pasir yang sudah kembali utuh. Kemudian dari gentong pasir miliknya muncul ekor yang terbuat dari pasir.
Sasuke mendecih tak suka saat serangannya tidak berhasil melumpuhkan Gaara. Ia lalu melompat menuju Gaara dan menyerangnya menggunakan taijutsu. Namun Gaara dengan mudah menangkis semua tendangan dan pukulan yang dilancarkan Sasuke. Memanfaatkan sedikit celah Gaara berhasil memukul Sasuke yang mengakibatkan Sasuke terpental menabrak beberapa pohon.
'Brakk.' 'Brakk' 'Bumm'
Sasuke bersadar pada sebuah pohon yang terlihat sedikit berlubang akibat menahan tubuh Sasuke. Sasuke perlahan bangkit dan memegan lengan kirinya.
'Cih kuat sekali pukulan monster itu.' batin Sasuke.
"Hahaha ada apa Uchiha ? apa kau sudah tidak bisa melawanku hingga kau hanya bisa bersembunyi ? Dimana sorot mata kebencianmu itu ? Kau tau kau itu lemah karena Kebencian yang kau miliki tak seberapa dibanding kebencian yang ku miliki." ujar Gaara.
'Cih aku tidak boleh lemah aku harus kuat dan membunuhnya.' batin Sasuke dia kemudian membuat chidori kembali.
Gaara yang merasakan dimana Sasuke menyeringai. Ia melompat dan mengarahkan lengan pasirnya kearah Sasuke. Namun saat melihat jutsu yang dibuat oleh Sasuke, Gaara mendarat disebuah batang pohon lalu melindungi dirinya menggunakan lengan dan ekor pasirnya.
Hal tersebut tak menghentikan Sasuke. Ia lalu melompat mengarahkan chidori yang ada ditangan kirinya kearah kubah perlindungan milik Gaara. Dengan sekali hentakkan chidori milik Sasuke mampu menembus pertahanan milik Gaara.
Sasuke tersenyum menang saat serangannya mengenao Gaara. Namun senyumnya luntur saat tangan paair milik Gaara mengenggam erat tangannya. Dengan sekuat tenaga Gaara membanting Sasuke langsung ketanah.
'Bumm' 'Blaarr'
Suara debuman dan asap serta debu bertebangan akibat tubuh Sasuke yang menghantam tanah. Sasuke dengan sisa cakranya bangkit perlahan dan melompat kembali keatas dahan pohon diseberang Gaara.
Sementara Gaara masih memandangi tangannya yang terdapat cairan merah akibat serangan Sasuke. Ia menatap heran cairan yang ada ditangannya. Seketika matanya bergetar lalu memandang marah kearah Sasuke yang terenggah-enggah mengatur nafasnya.
"KAU AKAN MATI UCHIHAAA" geram Gaara.
Ia akan melesat kearah Sasuke dengan mengatahkan tangan pasirnya. Namun hal itu masih dapat dihindari oleh Sasuke sehingga hanya membuat pohon tempat berpijaknya hancur.
'Cih sial cakraku semakin menipis.' batin Sasuke sambil melompat menjauhi Gaara. Saat mendarat ia langsung memegang pundaknya yang tiba-tiba terasa sakit. 'Sial segel ini sangat merepotkan.' lanjut Sasuke dalam hati sambil menahan rasa sakit.
Dari kepulan asap Gaara kembali menerjang kearah Sasuke sambil mengayunkan tangan pasir miliknya. Sasuke dengan sigap menghindar ia lalu mengambil beberapa kunai dari kantong ninjanya. Lalu melemparkannya kearah Gaara, hal tersebut tak terlalu berpengaruh terhadap Gaara. Ia menjadikan tangan pasir miliknya sebagai perisai untuk menahan kunai yang dilempar Sasuke.
"Aku kembalikan padamu." ujar Gaara dengan nada suara berat.
Kunai-kunai yang tadi menancap ditangan pasir milik Gaara. Perlahan terhisap dan dengan cepat ia melontarkannya kembali kearah Sasuke. Kunai tersebut melesay dengan kecepatan tinggi mengarah ke tempat Sasuke berpijak. Sasuke tak tinggal diam ia lalu melompat menjauh dari tempat semula. Namun sayang kunai tersebut terlalu kaut sehingga membuat tempat berpijak Sasuke tadi hancur.
Sasuje reflek menyilangkan kedua lengannya didepan wajahnya. Kunai-kunai tersebut dengan mulus mengenai tubuh Sasuke yang tak lama berubah menjadi sebongkah batang kayu.
"Cih kawarimi.. Apa kau terus akan bersembunyi sebagai pengecut ? Kau memang tidak pantas jadi mangsaku. Kau bahkan lebih lemah dari si Uzumaki itu. Larilah Uchiha ! Larilah seperti pengecut." ujar Gaara dengan nada meremehkan.
Sasuke yang mendengar hal tersebut menunduk dan mengepalkan tangannya kuat-kuat. Perkataan Gaara membuat Ia teringat kembali dengan kata-kata seseorang yang membuat ia harus merasakan kesepian. Seseorang yang sempat ia puja dan kagumi. Ia lalu mengangkat kepalanya dan menunjukkan Sharingan miliknya.
Ia kembali membuat chidori, dan tak mengindahkan ucapan Kakashi yang mengatakan tentang batas penggunaan chidori. Yang ia pikirkan sekarang adalah membungkam mulut monster itu. Ia lalu keluar dari persembunyainnya dan melompat kearah Gaara.
Gaara yang melihat itu menyeringai senag dan kemudian melompat kearah Sasuke. Mereka saling beradu serangan diudara hingga hanya menyisahkan after image. Mereka saling membelakangi terlihat Sasuke terjatuh lebih dulu. Dan kemudian disusul Gaara dengan tangan pasirnya yang hancur. Terlihat ditmpat Sasuke ia terbaring dengan tanda kutukan memenuhi tubuhnya dan ada sedikit luka dibahunya.
Namun itu belum berakhir Gaara dengan cepat membentuk kembali tangan pasir. Namun kali ini ditangan satunya. Ia memandang Sasuke dengan seringai dibibirnya. Tanpa menunggu waktu lama ia langsung melesat mencoba menerkam Sasuke.
"MATI KAU UCHIHA"
'Dhuakk' 'Wush' 'Blarrr'
Belum sempat Gaara menjangkau Sasuke. Ia harus terlebih dahulu menerima tendangan yang mengakibatkan dirinya menghantam tanah dengan sangat keras.
"Yare.. Yare.. Maaf menggangu kesenanganmu, Sabaku." ujar sang pelaku yang tak lain adalah Naruto.
Gaara bangkit dari jatuhnya lalu memendang Naruto dengan senyum psyconya. "HAHAHAHA.. Akhirnya kau keluar juga Uzumaki. Aku sudah lelah bermain-main dengan Uchiha kecil itu." seru Gaara yang langsung melompat keatas pohon diseberang Naruto.
"Huh jadi kau menungguku ? Maa.. Maa.. Maaf kalau begitu kau tau Uchiha kecil ini sedikit keras kepala. Tapi, yah sepertinya dia lumayan bisa melukaimu." ujar Naruto.
'Wush' 'Tap' 'Tap' 'Tap'
Naruto melirik sekilas pada orang-orang yang datang. Meskipun ia sudah tau siapa yang datang karena dia sudah meraskan cakra mereka.
"Sasuke-kun !" seru Sakura yang baru datang bersama dengan pakun dan Shikamaru.
"Haruno cepat bawa Uchiha itu pergi. Dan kau Shikamaru bawa juga gadis berambut pirang disana menjauh dari sini." titah Naruto tanpa menoleh kebelakang.
"Huh merepotkan. Kau sendiri bagaimana ?" tanya Shikamaru.
"Aku akan bermain sebentar dengan rakun itu." ujar Naruto dengan sebuah serinagi diwajahnya.
"Hm baiklah. Tapi pastikan kau selamat." balas Shikamaru.
"Hahaha seharusnya kau mengkhawatirkan dia bukan aku." ujar Naruto seraya menunjuk Sasuke.
"Baiklah.. Baiklah.. Kalau begitu ayo Sakura." ajak Shikamaru yang langsung menghampiri Temari dan membawanya pergi.
Setelah merasa semua sudah menjauh Naruto kembali menatap Gaara dengan datar. Ia sedikit melakukan peregangan untuk melemaskan ototnya.
"Jadi bisa kita mulai Sabaku. ?" ujar Naruto seraya menyiapkan posisi bertarungnya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TbC.
Yo.. Maaf semua updatenya lama karena yah tau sendirikan habis hari apa. Dan lagi saya harus kerja dan seya ngerjai ini juga disela-sela pekerjaan saya. Jadi mohon maaf jika chap ini kurang memuaskan. Saya harap kritik dan saran dari reader sekalian agar bisa memperbaiki chap depan.
Waktunya membals reveiw. Kalau kepanjangan skip aja.
Name idiot : wah terima kasih udah susah-susah nyari. Untuk masalh pair akan terjawab dengan sendirinya.
Antoni Yamada : pairnya akan muncul sendiri tapi kemungkinan itu di bagian Shippuden.
Guest : iya makasih reviewnya.
AiKeane : iya terima kasih reviewnya.
.980 : wah iya maaf kalau mengecekan fightnya.
Akbar724 : pair akan terjawab dengan sendirinya.
juubi no yami : wah terima kasih pujiannya yah saya akui memang begitu kenyataannya saya juga tidak ingin merubahnya chap awal karena buat pelajaran saya kedepannya. Sekali lagi terima kasih atas dukungannya.
Tomy G7 : iya terima kasih reviewnya.
asd : iya makasih reviewnya.
Muhammad2611 : tergantung penilaian author saja.
alam namikaze : maaf jika terlalu over ini hanya untuk kepentingan cerita saja.
shinobigila : itu diatas.
DAMARWULAN : sifatnya tetep sama tapi mungkin ada sedikit perubahan.
Ibiki Guru BP : iya terima kasih reviewnya.
The KidSNo OppAi : iya terima kasih reviewnya.
si ganteng indo : kalau masalah lemon saya ngak bisa jamin karena saya juga belum berpengalaman membuat hal yang demikian. Meskipun banyak fantasy liar author yang ingin disalurkan :v
Dx23 : penyerangannya sama kyak Canon saya buat sekarang karena saya udah ada rencana kedepannya. Maaf kalau terlalu over karena ini juga untuk kepentingan jalannya cerita. Untuk masalah kekuatan saya ras lebih baik reader sendiri yang menentukkan sejauh mana.
Masalah orochimaru itu murni karena memanfaatkan kelengahan orochimaru. Dan untuk sasuke tetep seperti canon meski ada beberapa perbedaan.
Grand560 : untuk masalah kyuubi dia belum bisa. Kalau sensorik mungkin hanya sekitar 500 meter untuk sekarang.
vira-hime : terimakasih atas review dan dukungannya.
Maaf jika ada miss Typo karena saya juga tidak bisa menghindari hal tersebut. Jadi mohon pengeriannya.
Kalau begitu sampai jumpa di chap selanjutnya..
