SALAH
.
Two Shoot or Three Shoot?
.
Songfict(?)
Entahlah kalian bisa menetukan sendiri ini songfict atau hanya cerita biasa hhe
.
Boy X Boy
.
Kwon Soonyoung X Lee Jihoon
Kim Mingyu
.
.
.
"Baik, kita hadapi malam ini. Apa yang ingin kau bicarakan Soonyoung-ah?"
Jihoon berusaha menguatkan dirinya dan hatinya sendiri untuk menghadapi ini, ia juga sadar apa yang sudah ia lakukan selama dua bulan ini keterlaluan tapi saat ia ingat kembali apa penyebab ia berubah dalam dua bulan ini ia merasa kesal lagi.
.
.
.
Flashback On
"Jihoon-ah, bisakah kita bicara?" Tanya Soonyoung saat ia rasa mungkin waktu yang tepat untuk menyampaikan ini –lagi.
"Ya Soonyoung-ah, ada apa?"
"Kau tau kan sudah berapa lama kita menjalani hubungan ini? Tidakkah kau berfikir kita harus melangkah ke arah yang lebih serius?"
Jihoon tidak bodoh untuk mengetahui maksud pembicaraan Soonyoung, berkali-kali Soonyoung bicara secara tidak langsung masalah ini, namun tidak terlalu Jihoon tanggapi karena menurut Jihoon, Soonyoung hanya bergurau. Tapi setelah melihat Soonyoung bicara dengan serius tadi, JIhoon jadi merasa bahwa kali ini Sonnyoung serius.
"Kau membicarakan ini lagi?" Jawab Jihoon dengan malas, ia fikir Soonyoung sudah lupa dengan masalah ini,
"Kalau kau tidak ingin aku membicarakan ini lagi, jawablah pertanyaan ku JIhoon-ah. aku ingin kita meni—"
"Menikah? Kau ingin kita menikah? Kau fikir hanya dirimu saja yang ingin menikah? Aku juga mau. Tapi bisakah untuk saat ini jangan hanya itu yang kau fikirkan? Kita masih muda Soonyoung-ah, masih banyak hal yang dapat kita lakukan sebelum menikah. Aku menghargaimu yang bertanggungjawab atas diriku dan hubungan ini, tapi Soonyoung-ah aku mohon mengertilah kalau aku tidak ingin semua nya terburu-buru." Jawab Jihoon mencoba memberi pengertian pada Soonyoung walaupun Jihoon tau ini sudah yang berulang kali, dan pada akhirnya Soonyoung hanya akan menanyakan hal yang sama padanya.
"Apa yang membuatmu merasa belum siap Jihoon-ah? Kau takut? Kau ragu padaku?" inilah yang seharusnya Soonyoung tanyakan pada JIhoon selama ini, selama Jihoon-nya masih tetap menolak untuk menikah.
"Apa kau sudah tidak mencintaiku lagi Jihoon-ah? Kau sudah lelah dengan hubungan ini? Kau sudah mendapatkan yang lain? aku rasa selama tiga tahun ini sudah cukup untuk kita saling mengenal, tapi mungkin aku salah, aku masih belum tau bagaimana dirimu Jihoon-ah, apa yang ada dipikiranmu aku masih belum bisa mengerti" ucap Soonyoung final, lelah sudah ia dengan Jihoon yang terus seperti ini.
PLAK
"Kau berkata seperti itu padaku Soonyoung-ah?" kesal Jihoon, sampai tanpa sadar ia menampar Soonyoung.
"Kau berani meragukan cintaku hanya karena aku belum ingin untuk menikah?"
"Untuk apa aku bertahan selama ini kalau aku tidak mencintaimu Soonyoung-ah? UNTUK APA? Untuk apa aku bertahan selama ini dengan dirimu yang selalu mempertahankan ego mu, mengambil keputusan sendiri tanpa bertanya dulu padaku, untuk apa aku bertahan dengamu yang hanya mementingkan diri sendiri. Kau jahat padaku Soonyoung-ah. Untuk apa kalau bukan karena aku mencintaimu." bentak Jihoon. Pecah sudah tangis dan kekesalan yang selama ini ia tahan, tidak percaya akan apa yang keluar dari mulut Soonyoung, dan untuk pertama kalinya Soonyoung bertanya seperti itu, menanyakan apakah Jihoon sudah tidak mencintainya lagi? Meragukan cintanya? Dan secara tidak langsung apakah Soonyoung menuduh Jihoon selingkuh darinya? Tentu saja TIDAK. Tidak ada lagi lelaki lain selain Soonyoung yang ada dihatinya.
"Salahkah aku yang hanya ingin merasakan kebebasan lebih lama Soonyoung-ah? Salahkah aku yang hanya ingin mendapatkan lebih banyak teman? Salahkah aku—" Tanya Jihoon, bukannya ia merasa terkurung selama ini berpacaran dengan Soonyoung hanya saja Soonyoung yang terlalu protect terhadap dirinya.
"Salah Jihoon-ah, Salah." Potong Soonyoung, sejujurnya ia tidak tega melihat Jihoon-nya seperti ini, tapi ia rasa ini adalah cara yang paling benar untuk membuat Jihoon mengerti –ohh tidakkah kau sadar Soonyoung dengan cara seperti ini lah yang dapat berakibat fatal untuk hubungan kalian?
"Salah? Aku salah Soonyoung-ah?" jawab Jihoon kaget
"Ya. Kau salah karena kau ingin kebebasan yang lebih lama, dan kau salah karena kau ingin mempunyai teman yang lebih banyak. Tidakkah Seungcheol Hyung, Jeonghan Hyung dan Wonwoo cukup untukmu? Aku tau kau tidak bisa bertemu dengan banyak orang, dan kurasa mereka sudah lebih dari cukup untuk menjadi temanmu JIhoon." Jawab Soonyoung yang terus mempertahankan ego nya.
"kau jahat Soonyoung-ah, KAU JAHAT." Jawab Jihoon dengan tangisan yang semakin menjadi, inilah akhirnya yang mereka dapatkan kalau membicarakan tentang pernikahan, tidak menemukan hasil yang ada hanya menyakiti Jihoon –karena merasa Soonyoung tidak dapat mengerti dirinya dan membuat Jihoon terpojok. Jihoon rasa untuk yang kali ini cukup sudah Soonyoung menyakitinya, pembicaraan ini hanya akan mempersulit hubungan mereka dan Jihoon tidak ingin kata-kata yang membuatnya pisah dengan Soonyoung nanti terucap dari mulutnya, jadi ia memutuskan untuk menyudahi pembicaraan ini dan memilih pergi untuk tidur.
"Dan untuk pertanyaanmu yang terakhir, apakah aku sudah mendapatkan yang lain? jawabanku adalah YA, aku sudah mendapatkan yang lain yang dapat lebih mengertiku, memberiku kebebasan dan memberikanku banyak teman. Tidak sepertimu Soonyoung." Jawab JIhoon dingin, sebelum akhirnya ia memutuskan untuk tidur dikamar lain –tidak dikamar mereka. Mungkin dengan pisah sementara bisa mendinginkan otak mereka masing-masing.
Soonyoung tau kalau Jihoon berbohong, Jihoon-nya bukan orang yang dapat bergaul dengan orang yang baru dikenal apalagi untuk bisa perpaling pada lelaki lain.
'Mianhae… kebohongan yang ini adalah kebohongan terbesar. Kau tau aku tidak akan melakukan hal gila itu Soonyoung-ah, kau tau bahwa hanya kau yang kucintai. Tapi apabila dengan berbohong seperti ini bisa menyadarkanmu dan meruntuhkan ego mu, akan aku lakukan dan jangan pernah lagi kau bilang bahwa aku SALAH'. –jihoon
'Mianhae… aku hanya ingin kau menjadi milik ku seutuhnya Jihoon-ah, aku fikir sudah cukup pekerjaan yang ku dapatkan sekarang untuk menjadi seorang suami, untuk menafkahimu dan untuk anak kita nanti, aku hanya tidak ingin seperti ini terus Jihoon-ah, bukannya aku tidak bahagia menjalani hubungan ini. Aku bahagia, tapi aku akan sangat bahagia kalau kita menikah. Maafkan aku yang terus mempertahankan ego ku dan mengertilah bahwa aku sangat mencintaimu'. –soonyoung
Flashback Off
.
.
.
"dua bulan, kau sudah merasa lebih baik?" Tanya Soonyoung dengan tenang, ia hanya ingin memastikan bahwa Jihoon sudah berkepala dingin untuk diajak berbicara masalah pernikahan lagi.
"Ya, mungkin." Jawab Jihoon seadanya, karena ia sedang menyiapkan tenaga kalau kalau ia meledak seperti dua bulan lalu.
"Sebelumnya aku minta maaf karena sudah banyak menyakitimu terlebih pada dua bulan lalu, aku sungguh tidak bermaksud seperti itu padamu, aku hanya ingin kau mengerti, tapi aku sadar bahwa aku menggunakan cara yang salah. Maafkan aku Jihoon-ah." Soonyoung berkata sambil menatap mata Jihoon dan mengenggam tangan Jihoon, tangan yang selama dua bulan ini hanya dapat ia rasakan dalam beberapa detik karena Jihoon yang melepaskannya terlebih dahulu, sekarang ia bisa merasakannya lagi.
"Ya." Hanya itu jawaban Jihoon, karena sejujurnya Jihoon juga masih binggung apa yang harus ia katakan pada Soonyoung, jadi ia memutuskan untuk diam dan membiarkan Soonyoung yang menjelaskan semua nya, dan mungkin Jihoon akan bicara kalau ia rasa perlu.
"Kau ingin bicara sesuatu sebelum aku bicara?" Tanya Soonyoung dan hanya dijawab gelengan kepala oleh Jihoon
"Baiklah, dengarkan aku baik-baik Jihoon-ah." Soonyoung mencoba memulai dengan terus mengenggam tangan dan menatap Jihoon,
"Aku mencintaimu Jihoon-ah. Kau tau itu, karena aku mencintaimu makanya aku ingin secepatnya membuatmu menjadi milik ku seutuhnya, aku tau mungkin itu adalah alasan klasik tapi kalau ada kata lain yang dapat menggambarkan perasaan ku padamu, beritahu aku Jihoon-ah. Maaf karena aku terus mempertahankan ego ku, dan juga karena ayah dan ibu Jihoon-ah. Karena ayah dan ibu yang sudah menanyakan hal ini padaku berulang kali, kapan aku akan menikahimu? Sebenarnya aku juga tidak mau terburu-buru dengan pernikahan, tapi setelah kupikir mungkin ayah dan ibu ada benarnya bahwa aku harus segera menikahimu. Terlebih setelah hyung menikah dan memilih untuk menetap di luar negeri, ayah dan ibu segera menanyakan soal pernikahan padaku, aku juga tentu saja belum siap karena memikirkanmu yang masih kuliah dan aku yang baru saja menggantikan ayah di perusahaan. Tapi sekali lagi bahwa perkataan ayah dan ibu ada benarnya, dan untuk masalah kebebasanmu dan teman, aku memang hanya akan membuatmu berdiam dirumah setelah kita menikah dengan kau yang masih tetap kuliah, aku yang akan kerja mencari uang dan menafkahimu, untuk teman aku rasa perkataanku waktu itu benar kalau Seungcheol Hyung, Jeonghan Hyung dan Wonwoo sudah cukup untuk menjadi temanmu, karena untuk apa kau mencari teman baru kalau kau hanya akan berada dirumah terus Jihoon-ah."
Jihoon kaget, tentu saja. Ia tidak pernah tau kalau pernikahan ini juga sebenarnya keinginan orang tua Soonyoung yang tinggal dekat dengan mereka –karena orang tua Jihoon ada di Busan. Jihoon tidak ingin mengecewakan orang tua Soonyoung yang sudah seperti orang tuanya sendiri selama ia ada disini, tapi ia tetap tidak ingin menikah untuk saat ini. Haruskan ia sendiri yang bicara pada ayah dan ibu Soonyoung? Tidak. Ia tau bagaimana orang tua Soonyoung yang selalu menetapkan pendirian nya jika sudah menginginkan sesuatu, seperti itu pula lah Soonyoung yang sifatnya sama dengan orang tua nya.
"ayah dan ibu? Kau tidak pernah memberitahu ku kalau ini keinginan ayah dan ibumu Soonyoung. Dan apa-apaan kau ini, hanya mereka yang menjadi teman ku sudah cukup? Kau gila? Kau tidak pernah merasakan bagaimana menjadi seorang mahasiswa? Oh ayolah Soonyoung, aku banyak menjalani organisasi, aku akan bertemu dengan banyak orang dan pastinya aku harus banyak mencari teman."
"Oke masalah teman akan aku pikirkan Jihoon-ah, dan untuk masalah ayah dan ibu aku rasa ini waktu yang tepat untuk mengatakan yang sejujurnya padamu, selama ini aku hanya mengajakmu menikah tanpa mengatakan alasan yang sebenarnya, aku tau kau kesal dengan alasan seadanya yang aku katakan padamu, tapi tetap saja alasan itu benar bahwa aku mencintaimu dan ingin kau menjadi milik ku seutuhnya namun dibalik itu semua ada alasan yang paling benar, yaitu ayah dan ibu ku yang ingin kita secepatnya menikah."
"Lalu bagaimana dengan ku? Bagaimana dengan orang tua ku?" Tanya Jihoon yang sebenarnya sudah mulai emosi. Inilah hal yang tidak pernah Jihoon suka dari Soonyoung yang selalu mengambil keputusan seenaknya tidak peduli Jihoon suka atau tidak. Dan yang paling Jihoon benci adalah Soonyoung yang selalu mementingkan ego nya diatas segala-galanya. Jihoon sebenarnya juga binggung, apa yang membuat ia begitu mencintai laki-laki ini?
"Aku sudah menemui mereka, dan tentu saja mereka menyetujui aku segera menikahimu. Sekarang tinggal kau Jihoon-ah, kau masih mau menolak?"
"Aku akan menghubungi ayah dan ibu ku, beri aku waktu sedikit lagi Soonyoung-ah." Jawab Jihoon dengan lemah, ia sedikit kaget dengan semua yang sudah Soonyoung lakukan termasuk menghubungi kedua orang tuanya dan meminta restu mereka. Dan Soonyoung yang mendengar jawaban Jihoon hanya dapat menghela nafas berat, ia fikir malam ini ia hanya akan mendengar JIhoon menjawab YA karena ia sudah memberikan alasan sebenarnya, tapi ternyata seperti ini lagi yang ia dapatkan.
"Baiklah, dan satu lagi yang ingin kusampaikan padamu,,," Soonyoung dengan sengaja memotong perkataannya sampai ia dapat melihat Jihoon menatap nya dan menanti apa selanjutnya, tapi Soonyoung malah memajukan wajahnya dan mendekati Jihoon, dikecup nya bibir JIhoon yang sudah sangat ia rindukan, hanya sekedar mengecup tidak lebih, karena ia tau Jihoon tidak akan membalas nya.
"Bisakah kau selesaikan hubungan antara dirimu dan mingyu?". Tanya Soonyoung dengan lembut tepat pada saat ia melepaskan bibirnya dan hanya memberi jarak beberapa cm di depan Jihoon.
DEG
Jihoon beku seketika, ia sangat kaget dengan Soonyoung yang sudah mengetahui perbuatan nya selama ini, memang Jihoon sudah antisipasi kalau Soonyoung mengetahui hubungannya dengan MIngyu, tapi JIhoon tidak tau kalau Soonyoung akan mengetahuinya secepat ini.
"Kau—" jujur Jihoon tidak tau apa yang harus ia katakana.
"Aku tau semuanya sayang, aku tau dan bukannya aku tidak ingin menghentikanmu tapi karena aku rasa memang benar yang kau katakan waktu itu, kau butuh orang yang bisa mengertimu, yang bisa memberimu kebebasan dan memberimu banyak teman. Tapi semua nya sudah kelewat batas Jihoon-ah, aku sudah tidak bisa terima meskipun aku tau bahkan aku yang menyuruh Mingyu untuk terus mengikuti kemuanmu, jadi sebelum ada yang lebih tersakiti dari padaku lebih baik selesaikan Jihoon-ah, hentikan semuanya."
"s-siapa?" sebenarnya JIhoon benar-benar tidak siap untuk mendengar siapa yang lebih tersakiti dari pada Soonyoung, entah ia hanya merasa akan menjadi sangat jahat dan sangat bersalah setelah mendengar nama yang akan Soonyoung sebut.
"Kau tidak tau?" Hahh.. Inilah yang Soonyoung khawatirkan bahwa Jihoon tidak tau kalau Mingyu sudah mempunyai kekasih. Soonyoung tentu saja sudah mengatakan pada Mingyu untuk memberitahu Jihoon kalau ia sudah punya kekasih pada saat pertama kali Jihoon mulai dekat dengan Mingyu, tapi ternyata Mingyu tidak memberitahu Jihoon dan tetap menjalani ini sampai sekarang. Memang belum lama tapi ayolah mana ada yang mau kekasihmu selingkuh dan kau tidak mengetahuinya? Terlebih hubungan ini dengan orang-orang terdekat kalian.
Dan pertanyaan Soonyoung hanya dijawab dengan Jihoon yang diam, sungguh ia tak sanggup mendengar nama itu dan seketika banyak pertanyaan yang ada dipikiran Jihoon seperti, 'Mingyu sudah mempunyai kekasih? Siapa? Kenapa ia tidak pernah bilang selama ini padaku? Apa aku sudah merebut Mingyu dari kekasihnya? Mengapa Mingyu menyembunyikan ini semua dari ku?' Dan rasanya kepala JIhoon ingin pecah karena banyaknya pertanyaan yang ingin ia tanyakan ke Mingyu.
"Aku fikir kau sudah tau dan sudah bertemu dengannya sebelum semua ini terjadi Jihoon-ah, iyaa Mingyu memang banyak berubah setelah kembali dari sana, kau pasti tidak bisa mengenali Mingyu dengan benar. Mingyu adalah kekasih Wonwoo."
Dengan seketika mata Jihoon membola dan menatap Soonyoung dalam mencari sebuah kebohongan didalamnya, tapi tidak Jihoon temukan. Ini kah ia? Seorang Lee JIhoon? Sahabat Jeon Wonwoo? Sungguh ia tidak pernah mengetahui bahwa Mingyu adalah kekasih sahabatnya sendiri, Wonwoo.
Jihoon menangis sejadi-jadinya, ia sangat amat merasa jahat dan bersalah pada Wonwoo, bagaimana ia bisa sebodoh ini tidak mengetahui bahwa ia sudah berselingkuh dibelakang sahabatnya sendiri. Ia benar-benar merutuki dirinya sendiri saat ini hingga rasanya ingin sekali ia loncat dari lantai 14 apartement nya ini. Dan Soonyoung yang melihat nya, segera membawa Jihoon kedalam pelukannya, membiarkan semua rasa bersalah Jihoon hilang malam ini sehingga esok hari ia dan Jihoon bisa bertemu dengan Mingyu dan Wonwoo untuk menjelaskan semua masalah ini.
'Wonwoo-ya, ini kah aku? Lee Jihoon sahabatmu? Ahh atau aku sudah tidak pantas disebut sebagai sahabatmu? . Aku sungguh tidak tau Wonwoo-ya bahwa Mingyu adalah kekasihmu, aku tidak bisa mengenali Mingyu dengan baik Wonwoo-ya, dia banyak berubah selama tiga tahun berada disana dan aku benar-benar tidak tau kalau Mingyu itu adalah kekasihmu. Aku salah Wonwoo-ya, aku salah. Aku salah sudah melampiaskan semua kemarahanku pada Soonyoung ke Mingyu, aku salah memilih lelaki yang aku fikir bisa mengertiku, bisa memberiku kebebasan dan memberiku banyak teman, aku salah Wonwoo-ya. Tapi percayalah, bahwa aku tidak mencintai Mingyu, aku hanya merasa nyaman selama dua bulan ini dengan sikap lembut nya Mngyu. Maafkan aku Wonwoo-ya, aku sungguh-sungguh minta maaf." Ucap JIhoon dalam hati. Dan karena lelah menangis, akhirnya ia tertidur dalam pelukan Soonyoung.
.
.
.
TBC
Holaaaaa, Boo update hhe
Maaf, sebenarnya udah lama banget pen update, tapi seketika ga tega gitu pas ngeliat mereka kambek.
Boo rasa makin kesini makin ngaco nih cerita hhe, maaf iyaaa tidak sesuai dengan songfictnya.
Menurut kalian, dilanjut atau dihapus aja?
Mohon review nya yaaaa.
GOMAWOOOO
