Our High School Love Story
Warning: Yaoi, crack pair, gaje, typo, aneh, EYD berantakan, awkward, garing, bahasa tidak baku, gila, FLUFF, etc
Main Pairing: KRISHO ^^
Others : cameo EXO
Rated: Rate T
Disclaimer: cerita dan ide ARE MINE, no plagiarism is allowed, kalau ada kesamaan dengan ff orang laen adalah unsur ketidaksengajaan. EXO milik SM corp.
Summary: Kris namja pindahan yang tampan merebut predikat bintang sekolah yang dimiliki Suho. Suho berusaha memperbaiki reputasinya meskipun harus pura-pura menjadi pacar Kris. Bagaimana pula strategy tersebut juga dilakukan Kris tanpa sepengetahuan Suho? Namun tanpa sadar cinta berkembang di hati kedua insan?
# don't be a silent reader please ^^ #
^^~Happy reading~^^
CHAPTER 1
Sekolah menengah SM merupakan sekolah yang paling disegani dan mempunyai reputasi terbaik di seluruh Korea. Para murid yang mampu bersekolah disana dipastikan kuat secara financial, berasal dari keluarga berada, kepintaran mereka umumnya diatas rata-rata dan multitalenta. Sekolah ini mempunyai delapan kelas tiap angkatan S1, S2, A hingga F. Hanya beberapa siswa unggulan saja yang berhak menduduki kelas S1 dan S2, biasanya dilihat dari segi sifat, perilaku, talenta, kemampuan otak, cara menganalisa suatu masalah, latar belakang keluarga dan cara bersosialisasi.
" Ya! Kris Wu! Lagi-lagi kau bermain dengan yeoja baru, kau kemanakan yeoja yang kau kencani semalam, eoh?" mehrong Suho, seorang bintang sekolah yang telah turun predikatnya menjadi hanya bintang kelas S1, sengaja mencari kesalahan lawan mainnya yang sekarang sedang menatapnya dengan tatapan tak berminat. Tangan kanannya masih setia merangkul pinggang yeoja itu mesra sedangkan tangan yeoja itu bergerilya di dada bidang Kris yang hangat.
Kris Wu, sosok pemuda ganteng, tinggi, blonde, bermulut manis dan playboy ini sekarang menyandang predikat bintang sekolah yang dulunya disandang oleh namja manis yang sekarang sedang menatapnya dengan tatapan kesal. Perpindahan Kris dari China ke sekolah SM setahun ini langsung menenggelamkan ke-eksisan Suho. Padahal dulu, Suholah yang sering dielu-elukan dan dikejar banyak yeoja. Untuk sekedar informasi, kedua pemuda ini telah menduduki tahun terakhir masa sekolah menengah mereka.
" Suka-suka aku donk aku mau main dengan siapa, oh iya! Yeoja ini dulunya juga fans beratmu kan, maaf ya Ho, kelihatannya sekarang yeoja ini sudah menjadi milikku." Siapa lagi kalau bukan Kris yang bersuara, ia malah sengaja melakukan aksi mesra-mesranya dengan yeoja tersebut di hadapan Suho.
Tanpa sadar Suho memajukan bibirnya, ekspresi reflek karena tak menyukai hal yang dilihatnya. " Jangan sewot donx, :P kau makin jelek kalau bibirmu monyong kek gitu, pendek!" goda Kris.
~Krik~
" UaapA! Jangan seenaknya memanggilku pendek, elu aja yang ketinggian! dasar jerapah!" amuk Suho sambil memukul-mukul lengan Kris. Gelak tawa Kris terdengar di kelas S2 tersebut, tampak begitu senang karena dapat mengusili Suho sambil berusaha menghindari serangan yang diberikan Suho. Aksi pukul memukul tersebut menjadi aksi kejar-mengejar di koridor sekolah SM, yang biasanya bakal dihadiahi pukulan rotan guru BP yang lewat.
Hampir setiap waktu, sekolah SM diawarnai adu mulut kedua pemuda ini, bahkan pertengkaran mereka sering diawali dengan hal yang tak bermutu. Akan tetapi, sadar ataupun tidak sadar, aktivitas yang mereka lakukan sehari hari membuat mereka merasakan ketergantungan satu sama lain. Mengikat hati keduanya secara perlahan lahan tanpa mereka ketahui.
S1, Suho's class
" Arghhh! Sebel! Sebel! Sebell! Kris Wu Yi Fan! kau menyebalkannn!" Suho membanting tas selempang Braun Buffelnya di atas meja dengan muka cemberutnya. Pagi itu, Suho tidak mampu mengejar Kris yang dianugrahi kaki jenjangnya dan jelas dihadiahi ledekan Kris lagi. Suho tidak mengerti mengapa Kris suka sekali menggodanya.
Kedua sahabat Suho, Luhan dan Jongdae yang tempat duduknya terletak di depan meja Suho hanya menggeleng-gelengkan kepalanya lalu terkikik geli mendengar gerutuan Suho. Sedangkan Chanyeol yang duduk di sampingnya hanya dapat menunjukan ekspresi cengonya untuk yang keratus kalinya dalam semester itu.
" Kalian tiap hari selalu saja seperti itu, seperti pasangan suami istri saja, kapan kalian akan pacaran? aku menunggu traktiran!" Seru Luhan yang dibalas Suho dengan melebarkan mata doenya.
" Aku sebenarnya ragu kalau kau sebenarnya cinta sama Kris, ayo ngaku saja!" tambah Jongdae yang diakhiri dengan anggukan Luhan dan berhigh five ria dengan Chanyeol.
" Ogah! Siapa yang suka dengan naga jelek kayak gitu?" muka Suho makin lempeng. Suho makin galau dibuat ketiga sahabatnya yang bukannya membantunya tetapi malah mendukung kisah percintaannya dengan playboy blonde itu. Suho tidak membenci Kris, dia hanya tidak begitu suka cara Kris merendahkan harga dirinya.
" Begini saja! Bukankah kau ingin memperbaiki nama baikmu dan merebut reputasimu kembali, aku ada ide nih" Jongdae tiba-tiba berceletuk, kemudian para keempat sekawan itu otomatis membentuk formasi bulat, penasaran dengan informasi yang akan dilontarkannya.
S2, Kris Wu's class
Kris Wu terlihat sedang duduk sambil bersiul-siul riang, bersenandung dan mengoyangkan kaki kanannya santai. Terlihat dari wajahnya ia tampak begitu bahagia. memamerkan sederetan gigi putihnya yang jelas membuat para yeoja di kelasnya terpesona. Siapa lagi kalau bukan Suho yang menghasilkan taman bunga di dalam hati Kris dan tentunya tidak akan diakui Kris yang harga tingginya selangit itu.
"cihuy! yang hatinya sedang berbunga-bunga membayangkan wajah seseorang" goda teman sebangkunya, Byun Baekhyun yang sekarang sedang iseng menyodok pinggang Kris pelan. Kris yang tersadar langsung kembali menunjukan bitchfacenya.
" Suho lagi, Suho lagi! kapan kau akan menembaknya Kris nanti direbut orang lain nah!" Yixing dengan blak-blakannya menampar Kris dengan kalimatnya. Kris semakin menampakan muka bitchface nya (-_-!)
" Kapan juga aku suka sama si kerdil itu, dia itu musuh terberatku. Dimana-mana juga suka banget cari masalah sama aku gitu" tolak Kris, tidak ingin mengakui kata hatinya. Kris memegang teguh prinsipnya bahwasanya dia namja normal, penyuka lawan jenis, karena itulah dia suka sekali mengonta-ganti yeoja hampir tiap minggu.
"Aku penasaran, selama ini Suho kan berusaha ngejatuhin nama baikmu. Kalo kamu pacaran sama dia, dia mungkin tidak akan menganggumu lagi, tidak akan berusaha membuat reputasimu jatuh. Gelar bintang sekolah bakal jadi punyamu selamanya sampai kita tamat, apalagi kalau kamu dapat membuatnya jatuh hati padamu, Suho pasti rela melakukan apa aja demi kamu bahkan mungkin rela aja memberikan gelarnya padamu" anjur Kai yang sedang seru memainkan game Temple Runnya di Ipod, merebut highscore yang diperoleh Sehun sebelumnya.
"Sebenarnya elu itu jenius ato bloon sih, harga diri gue jatuh man! Masa gue nembak duluan gitu?" Kris yang sewot melontarkan bahasa tidak bakunya, tangannya mencekik leher Kai dengan gemes.
"Alaaa, Tunjukkan kenjantananmu Kris, masa malu-malu kayak yeoja gitu, mungkin juga cintamu bakal dia terima, aku yakin 100 persen Suho ada perasaan sama kamu deh" giliran Sehun yang berbicara, direbutnya ipod dari tangan Kai dan kembali fokus untuk mengejar ketinggalan scorenya.
" Kamu yakin? Awas kalo aku ditolak, lu tau akibatnya" Kris menatap tajam Sehun
" Yeee.. belum dicoba juga -_-" jadi kapan acara nembaknya, lebih cepat lebih baik :p"
" eerrrrr, gimana kalo sepulang sekolah aja?" Yixing memberi usul yang diberi anggukan cepat ketiga teman Kris minus Kris yang sedang meratapi nasibnya, menguatkan mentalnya untuk menembak Suho nantinya.
" Deal! Tidak boleh ada protes lagi, kita buat surat cintanya sekarang, lelu nanti kita taruh di laci Suho saja, beres! Sisanya kamu yang beresin, Kris" atur Kai. Para bawahannya Yixing, Sehun dan Baekhyun mulai melakukan aksinya sesuai dengan instruksi pemuda berkulit coklat ini.
Back to Suho's class (s1)
"Uapaaaa? Kau gilaaaa Jongdae! Ogahh!" Suho menolak mentah-mentah anjuran jongdae sambil mengelengkan kepalanya keras.
" Ayolah, jangan menolak. Ini buat kebaikanmu juga, cara ini paling efektif!" rayu Jongdae sedangkan kedua sahabatnya yang lain menatap sang troll king tersebut dengan tatapan tidak percaya, menurut mereka ide yang dilontarkannya merupakan ide terburuk sepanjang sejarah.
" Lalu kenapa aku harus menembak Kris, menjadi pacarnya apalagi. Bagaimana kalau aku ditolak hah? Dimana mukaku nanti! Keeksisan gue dah terancam jangan dinambah nambahin donx T.T!" mewek Suho frustasi sambil menguncang guncangkan bahu Jongdae. Luhan dan Chanyeol bersweatdrop ria menatap sahabatnya yang satu ini berevolusi menjadi seperti anak berusia 5 tahun.
" Pabbo! Sekarang kan dia lagi terkenal-terkenalnya nih. Kalau kau menjadi pacarnya, kamu pasti akan ikut terkenal, predikatmu akan jelas meningkat balik. Kau dapat dengan mudah merebutnya kembali!" Suho berhenti menguncang Jongdae, wajahnya terlihat seperti berpikir keras, "benar juga kata Jongdae" batin Suho membenarkan kata sahabatnya.
" Jadi makin tidak percaya diri nih, gue beneran tidak mau ditolak ini! biasanya juga aku yang menolak bukannya ditolak" Suho menjambak rambutnya coklatnya, seumur hidupnya ini pertama kalinya dia menembak seseorang, terlebih lagi seorang Namja!
"Kau sudah gila Suho!" jeritnya dalam hati.
" Duh ini anak pesimis sekali, pokoknya no comment, kau harus segera tulis surat buat Kris nanti kita bantu kamu taruh suratnya ke lokernya, hari ini kamu sudah harus menembak Kris gimana pun caranya"
Skip time
Suara bel terakhir telah berbunyi, para siswa siswi SM tampak berlarian menuju pintu gerbang sambil menenteng tas sekolah mereka. Hanya tampak beberapa murid saja yang masih berada di dalam sekolah, termasuk kedua namja itu, Kris dan Suho yang bersiap-siap melangkahkan kakinya ke tempat yang akan dituju. Atap sekolah. Hati mereka berdua berdetak tak karuan, takut dengan segala perihal yang mungkin dialaminya setelah menjerumuskan diri ke dalam aksi gila tersebut.
"Jadi apa yang ingin kau bicarakan?" mulai Kris saat ia melihat sesosok namja cantik itu mendahuluinya, berdiri manis di atap sekolah. Kris menutup pintu, lalu berjalan pelan kearah Suho. Suho menatap Kris ragu, lalu menghembuskan nafasnya pelan.
" Kau juga tadi mengirimkan surat untukku, aku juga akan bertanya hal yang sama." Kris menelan salivanya pelan, ia ragu untuk melontarkan kata. Padahal tadi dia sudah berlatih berulang-ulang di hadapan para sahabatnya.
" Tidak, Kau duluan saja, aku kan yang duluan menanyaimu" tolak Kris.
" Andwae! Kau dulu yang mulai" ngotot Suho
" Kamu saja!"
" Tidak mau, kamu yang duluan!"
~Hening~
Keduanya menatap satu sama lain, tidak ada satu pun dari mereka yang berani membuka mulut duluan, enggan mempertaruhkan harga diri mereka.
" Hufft, supaya adil, ayo kita katakan bersama-sama saja.., kajja!" Kris kembali bersuara, menghilangkan keheningan yang tercipta diantara mereka berdua.
Hana,
Dul,
Set!
" Kris, aku menyukaimu jadilah namjachinguku!" Suho menekukan wajahnya dengan menutup matanya erat. Tangannya dikepalkan begitu erat, dia baru menyadari suaranya sedikit bergetar.
" Ho! I think I love you, would you be my boyfriend?" Beda lagi dengan Kris yang menembaknya dengan muka datarnya dengan suara yang hampir datar pula padahal hatinya terasa hampir meletup saat mengatakannya.
"Mwo?"
" I said I wanna be your boyfriend" jelas Kris sekali lagi, wajahnya yang terlihat tegas menunjukkan keseriusan dalam kalimatnya.
" Kau menyukaiku, Kris?" Tanya Suho meragukan pendengarannya.
" Menurutmu?" Kris menaikkan sebelah alisnya lalu berjalan perlahan mendekati Suho. Tubuh Suho mendadak tegang, merasakan tubuh Kris yang begitu dekat dengannya.
Kris mendekatkan wajahnya ke telinga Suho, " Kalau begitu, kita sekarang sah menjadi sepasang kekasih kan?" nafas Kris di telinga Suho membuatnya terkikik geli, bulu kuduknya berdiri. Didorongnya pelan dada bidang Kris yang direspon Kris dengan menggenggam tangan mungil Suho pelan, lalu dikecupnya perlahan tangan kanan Suho yang sukses membuat wajah Suho merona.
" Suho, wo zhen shi hen ai ni." (Suho, aku benar- benar mencintaimu). Dipeluknya tubuh mungil Suho menyalurkan kehangatan, dikecupnya kepala Suho dengan penuh kasih, Suho berusaha memejamkan matanya, tidak mampu menetralkan suara detakan jantungnya yang menggila. Suho tidak pernah berfikir untuk menjadi pacar Kris, ia bahkan mempersiapkan mental untuk ditolak oleh Kris. Dirinya tak menyangka strateginya berjalan dengan mulus, begitu pula dengan prediksi Kris yang meleset jauh. Ia tak pernah berimajinasi akan diberi kesempatan untuk merengkuh tubuh pemuda manis ini ke dalam pelukannya, terlebih lagi memiliki namjachingu yang begitu cantik tentu tidak dapat ditolak seorang Kris. Tampaknya, keduanya sama sekali tidak tahu strategy yang disiasatkan satu sama lain yang merupakan rahasia yang tak boleh diketahui.
Ketujuh pasang mata melihat mereka dari atap gedung sebelah sekolah mereka menggunakan teropong lalu berhigh five ria karena misi mereka yang sukses menyatukan pasangan sejoli tersebut. Kris dan Suho jelas tidak tahu mereka sedang dikerjai sahabatnya, terlibat dalam aksi troll si Jongdae yang perlahan membuka mata hati mereka.
Tbc/ End? Ide ini tiba-tiba nongol
Sesuai review :) Kalau reviewnya memuaskan, bakal dilanjutkan ini. (aim at least 10 reviews to continue). Gomawo yo ~
