Our High School Love Story
Warning: YAOI, FLUFF, crack pair, gaje, typo, EYD berantakan, bahasa tidak baku, etc
Main Pair: KRISHO ^^ cameo: EXO
Disclaimer: Idea and story ARE MINE, no plagiarism is allowed, EXO is SM corp's asset.
# don't be a silent reader please ^^ #
^^~Happy reading~^^
CHAPTER 3
Suho's class (s1)
Jam pelajaran ke 8 sedang berlangsung sore itu, Kyuhyun songseongnim terlihat sedang mengajar econometrics di depan kelas yang diperhatikan dengan seriusnya oleh para muridnya, tetapi tidak dengan seorang pemuda berwajah malaikat yang satu ini. Ia sedang termenung begitu lamanya, sama sekali tak memperhatikan pelajaran membosankan yang diajarkan oleh guru evil tersebut, tangan kanannya setia memainkan pensil mekaniknya yang bermotifkan panda sedangkan tangan kirinya ia gunakan untuk menopang dagunya. Untuk sekarang ini, hanya ada sesosok manusia yang sedang bermain-main di benaknya. Ingatannya masih senantiasa melayang pada seorang pemuda berdarah chinese yang merebut ciuman pertamanya siang tadi.
Hingga sebuah kapur pendek membuyarkan lamunan indahnya, melayang tepat di dahinya yang disambung dengan suara aduhan yang reflek dikeluarkannya, terkaget melihat Kyuhyun songseongnim yang sekarang telah berada tepat di hadapannya dengan menahan amarah, sedangkan teman-teman sekelasnya hanya berusaha menahan tawa karena mendengar suara refleknya yang terdengar seperti pekikan yeoja.
" Suho! Melamun sekali lagi kau akan kukeluarkan dari kelas"
Pemuda yang bernama Suho itu hanya dapat memamerkan cengirannya khasnya lalu menunduk meminta maaf kepada gurunya. Ia berharap tidak ada orang yang dapat membaca pikirannya ketika ia melamun tadi.
" Hey, apa yang kau pikirkan dari tadi? kau sudah melamun hampir 2 pelajaran" Chanyeol kembali membuyarkan lamunan Suho dengan menggoyangkan tangan kanannya tepat di depan mata sahabatnya, penasaran dengan keterdiaman Suho yang terlihat seperti patung selama beberapa jam lamanya.
" eerrr, ituu lohh.. gimana bilangnya yahh" terlihat semburat merah menghiasi wajah manis pemuda itu, tangan kirinya mengaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Hey, ada apa? aku juga penasaran, cerita dong!" bisik Luhan yang letak tempat duduknya berada di depan Suho dan Chanyeol, curi-curi berbicara dengan memberdirikan buku cetak econometricsnya tepat di depan wajahnya supaya tak ketahuan. Jongdae yang sudah tidak tahan juga mulai menajamkan telingannya dengan menyandarkan bahunya ke belakang.
" Ituuu… heheee.. aku tadi sama Kris.. tadi siangg.. ummm….. kisseu" ujarnya malu-malu, suaranya mencicit saat ia mengatakan kata terakhirnya tetapi masih dapat terdengar jelas oleh ketiga sahabatnya yang langsung memasang muka menganga.
" Mwo?! Kissseuu!" jerit mereka serempak dan langsung bangkit dari tempat duduk mereka pada waktu yang bersamaan pula, shock dengan informasi yang diterimanya. Empat pukulan rotan langsung mendarat tepat di atas kepala mereka, siapa lagi kalau bukan guru magnae itu pelakunya.
" Kalian berempattt! Keluarrrr kaliannn darii kelasku sekarang jugaaaa!" murkanya.
Keempat sekawan itu langsung tak berani membantah, tidak ingin membangunkan singa yang sudah mengamuk. Mereka perlahan menjalankan hukumannya dengan berdiri di luar kelas mereka, akan tetapi gosip mereka jelas tak berhenti saat itu juga dan malah makin menjadi-jadi.
" Ceritakan padaku! Lengkap! detail! Gak ada yang tersisa" Jongdae yang dari tadi diam saja mulai melancarkan berbagai pertanyaan perihal kejadian yang dialami sahabatnya.
" bukannya kemarin kamu baru pacaran dengan dia? Kenapa cepat banget lakuin adegan 17+ nya" Luhan mengangkat kedua jempolnya tinggi-tinggi
" Bukannya kamu bilangnya tidak suka sama Kris tapi mau aja nih dicium" goda Chanyeol dengan usilnya. Sepertinya ia sudah mulai terkena virus trollnya Jongdae.
" Itu.. Aku juga tidak tahu, saat aku makan es krim tadi tiba-tiba saja Kris menciumku! Aku tidak suka sama dia kok, beneran! Ini kan cuma taktik saja" Suho dengan cepat mengelengkan wajahnya, sekarang semburat merah benar- benar terlihat jelas di wajahnya, otaknya kembali membayangkan ciuman yang dilakukannya barusan. Padahal jelas ia masih belum ingin mengakui keberadaan pemuda tersebut yang dengan mudahnya mengisi pikirannya, ia tahu ia tak boleh terlena dengan perlakuan pemuda blonde tersebut padanya, namun apa daya hatinya memang tidak bisa berbohong.
"Memang pada awalnya sempat ada maksud tersembunyi, tapi bolehkan aku belajar menyukai Kris dari sekarang?" pikirnya menerawang.
" Aigooo! Bibir sahabatku sudah tidak polos lagii!" Jongdae sangat suka menggoda namja mungil tersebut.
~You got a mail~`
Ponsel Luhan, Jongdae dan Chanyeol berdering dalam saat yang sama, pertanda ada email yang masuk. Dengan penasaran mereka mengaktifkan ponsel mereka dan membelalakan mata saat mereka melihat layar smart phone mereka, tepatnya memandang foto yang dikirim oleh "anonymous" melalui email dengan judul bold yang menuliskan " Our Idol were just having a very passionate kiss". Terlihat jelas dalam foto itu, ciuman panas yang Suho dan Kris lakukan di kantin sekolah mereka tadi siang. Chanyeol segera menunjukkan layar iphone 5-nya tepat di hadapan Suho yang langsung membalasnya dengan tatapan horrornya.
" fotokuuuuuu! Aaaaaaaaaaaaaaaa~ matii akuuu!" jeritnya histeris, suaranya menggema di lorong koridor tersebut. Belum sempat ketiga sahabatnya menimpuknya, mereka sudah terlebih dulu ditimpuk oleh guru singa mereka.
" Yaaa! Ribut sekali! KIM SUHO! KIM JONGDAE! XI LUHAN! PARK CHANYEOL! Kalian harus membersihkan kolam renangg hari iniiii!"
"huweeeeeee….. ! Andwaeeeeyooo songsaengnim! "
Kris' class (s2)
~You got a mail~`
Baekhyun segera mengeluarkan alat telekomunikasinya dari tas ransel sekolahnya, sepertinya ia lupa men-silent kan dering smart phonenya. Untunglah ia mengeset volumenya ke yang paling rendah sehingga Siwon songseongnim yang mengajar Elektronik di depan kelasnya tidak begitu mendengar suara smart phonenya yang berbunyi. Ia menyeringai kecil setelah ia membuka email yang dikirimkan untuknya, meski seringainya sama sekali tidak terlihat menakutkan.
" Kris, I don't have any idea that you can be this bold" Baekhyun mem-passkan Samsung Galaxy nya kepada Kris yang menatapnya dengan bingung melalui lacinya. Ia menurunkan pandangannya sebentar pada layar ponsel Baekhyun lalu kembali memasang muka sedatar-datarnya.
" Siapa sih yang kurang kerjaan begini sebarin foto beginian?" makinya dalam hati.
Sehun, Kai dan Yixing yang duduk tepat di belakang Kris segera mencuri pandang foto yang terpampang pada layar smart phone tersebut, mengertilah mereka apa maksud dari perkataan Baekhyun.
" Heeh, cepat sekali kau menjalankan aksimu Kris? Ini kan baru hari pertama" Kai ikut nimbrung setelah meilhat foto tersebut, mencolek pundak kekar sahabatnya dengan menggunakan penggaris 30cm nya.
" Dia benar-benar menuruti nasihatmu yang waktu itu rupanya." Tanggap Sehun sambil melirik Kai dengan ujung matanya, lalu menggelengkan kepalanya salut. Ia tidak percaya Kris akan dengan mudahnya melancarkan aksi jahatnya.
" Peacee~… aku kan jenius hahahaaa" namja berkulit tan itu malah tertawa dengan bangganya sambil mengangkat sebelah tangannya ke wajahnya menunjukkan aksi peace-nya.
" Hati-hati, jangan mempermainkan hatinya terlalu dalam, Kris." Yixing merasa sedikit kasihan pada Suho, ia tahu temannya yang satu itu sangat polos dan mungkin akan sangat mudah terlarut dalam cinta yang diberikan Kris padanya. Kris tentu menganggap hal ini bukan masalah besar baginya secara ialah raja playboy di sekolah SM ini. Awalnya, Yixing memang mendukung kisah cinta kedua idola sekolah ini tetapi bila itu didasari dengan perasaan tulus dan kasih sayang, ia takut Suho akan dengan mudah tersakiti bila dirinya tahu maksud Kris yang sebenarnya. Ya~ meskipun ia juga tahu strategi tersembunyi Suho yang mempererat hubungan pasangan sejoli tersebut.
Kris hanya menanggapi mereka berempat dengan setengah hati, ia sebenarnya cukup menikmati permainan barunya dengan Suho, meski memang ada niat jahat yang tersembunyi di balik hubungan mereka. Tetapi meskipun begitu, Kris tidak berharap untuk segera menuntaskan tujuannya, ia berniat membuat namja mungil berkulit putih tersebut perlahan-lahan jatuh hati padanya, membuatnya tidak dapat bertahan hidup tanpa seorang Kris Wu di sampingnya. Ya~… Kris memang terlahir dengan sifat possessive, tapi tidak berlaku untuk semua orang, namja bernama Suho tersebut pengecualian untuknya.
" Ani..! ini baru permulaan.. aku tidak akan puas sebelum dia berhasil kutaklukkan"
After School
" yaaa! Bersihinnya yang bener Jongdaeee! Jangan malah main busaaaa!"
" Selang! Mana selang! Selangnya kependekan Luhan "
" Omo! Bagaimana sih, harusnya kau ambil selang yang paling panjang!"
Suho hanya menghembuskan nafas pelan melihat ketiga sahabatnya yang ricuh, sedikit pusing melihat kelakuan kekanakan mereka. Ia sedikit ragu apakah mereka dapat menyelesaikan hukuman mereka hingga malam tiba. Bel terakhir sekolah mereka telah lama usai, hampir seluruh siswa SM meninggalkan lapangan sekolah mereka, akan tetapi mereka masih belum dapat pulang ke rumah dikarenakan hukuman yang mereka jalani sekarang. Membersihkan kolam renang sekolah SM yang berluaskan kolam renang olympiade bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Percuma saja banyak ahjumma yang dipekerjakan untuk membersihkan sekolah kalau tidak diperdayagunakan dengan efektif.
Kris yang saat itu baru selesai melakukan aktifitas klubnya, club basket, segera mendekatkan diri kepada namjachingunya yang sedang membelakanginya. Suho sedang berdiri ogah-ogahan di tepi kolam renang dengan kedua tangannya bertumpu pada kursi kayu yang berada di sebelahnya.
" Bahhh!" Kris mengendap-endap lalu menutup kedua mata Suho dari belakang dengan kedua tangannnya, hendak mengkagetkan namjachingunya yang sedang termenung.
" Huaa! Eehhh.. Kris… kau belum pulang?" Suho langsung membalikkan tubuhnya setelah Kris menurunkan tangannya, tersentak dengan kedatangan Kris yang tiba-tiba dari belakang.
" Aku menunggumu chagi~, bukannya sudah kewajibanku menunggu dan menjemput namjachingunya sendiri tiap pulang sekolah?" Kris mengambil kesempatan dengan menyelusupkan kedua tangannya ke pinggul Suho, menariknya sedikit ke dalam pelukannya lalu mengigit-gigit kecil cuping telinga kanan Suho dengan mesra.
" Krisss.. aissh.. lepaskan ini masih di dalam sekolahh~" dengan tak rela Suho berusaha mendorong pelan dada Kris, berusaha melepaskan dirinya dari pemuda jangkung tersebut. Ia dapat menghirup bau keringat Kris yang mencuar dari tubuh tegapnya, sepertinya namjachingunya hanya berganti pakaian setelah selesai bermain basket. Kris yang tidak menerima penolakan jelas makin mengusili namja yang didekapnya, ia dengan cekatan menusuk-nusuk liar telinga Suho dengan lidahnya. Sepertinya Kris telah melupakan keempat sahabatnya yang sekarang sedang menonton adegan dewasa yang mereka lakukan.
" Ehemmm!" Sehun berdehem, tak sedikitpun merasa bersalah dengan kedua pasangan baru yang salah tingkah di hadapannya, yang dibalas Kris dengan tatapan juteknya, dengan terpaksa ia melepaskan tubuh mungil yang direngkuhnya.
" Eheeehee.. kalian juga disini rupanya..^^" Suho seraya membungkukkan tubuhnya di hadapan keempat sahabat Kris, ia kenal dengan baik keempat sekawan yang selalu mengekori namjachingunya.
" Jangan pedulikan Sehun! lanjutkan saja mesra-mesraannya." Sifat yadong Kai memang sudah akut sejak negara api menyerang, langsung dihadiahi tiga tinjuan keras tepat di atas kepalanya -_-".
" Memangnya kalian lagi ngapain Suho, kerja rodi begitu?" Yixing membuka pembicaraan normal, jari telunjuknya diarahkan ke kolam renang yang sedang dibersihkan dengan sembarangan oleh Luhan dan Jongdae, sedangkan Chanyeol malah main selang air sendiri dengan autisnya.
" Taulah, Kyuhyun saem itu kayak gimana? nyebelinnya minta ampun" balas Suho dengan sewot. Keempat sahabat Kris hanya memangut-mangut membenarkan tuturannya.
" Kalau kalian bersihinnya kek gitu sampe besok juga gak bakal selesai nih, kita bantu deh" Sehun menawarkan bantuan.
" Jeongmall?! Gomawoo Sehuna~ ^0^" pekik Suho girang, akhirnya bala bantuan datang juga, semakin banyak orang yang membersihkan kolam renang tentu akan lebih cepat selesai.
Kelima pemuda di hadapannya dengan cepat melepaskan blazer abu-abu yang dipakainya, melonggarkan dasi maroon yang melilit di lehernya, menggulung lengan kemejanya yang panjang hingga ke siku dan menggulung celana panjang bermotif kotak-kotak mereka hingga setengah kaki, tak lupa pula untuk menanggalkan sepatu putihnya serta kaos kakinya. Suho menghampiri mereka dengan membawa lima perlengkapannya dari gudang sekolah SM yang letaknya tak begitu jauh dari kolam renang. Kesembilan pemuda tersebut dengan semangatnya mengerjakan kegiatan mereka. Kris, Luhan dan Chanyeol mulai mengelap dinding kolam renang yang berkeramik biru muda tersebut, Sehun, Kai, Baekhyun dan Jongdae mengepel lantai keramik kolam, Suho dan Yixing membantu menguras dan mengisi air kembali ke ember, serta mengganti selangnya dengan yang panjang. Hampir sekujur tubuh mereka bermandikan busa, basah dan lengket.
" Yaaa! Pabbo! jangan malah lomba lari sambil ngepel gitu, nanti jatuhh Kr~!" Suho memperingatkan Kris yang tampak mengejar Luhan dan Chanyeol yang mendahuluinya. Sebelum Suho sempat menyelesaikan kata-katanya, Kris sudah terlanjur jatuh dengan tak elitnya hingga menghasilkan suara berdebum yang cukup keras, salahkan lantainya yang licin dan berbusa.
" Puhahaaa! Harusnya tadi kufoto tampangmu waktu jatuh, jelek sekaliii!" Kai makin ketawa terbahak-bahak melihat Kris yang memperlihatkan gaya sok coolnya. Kris sewot melihat sahabatnya yang bukan membantunya berdiri tapi malah menertawakannya. Ia makin ngambek melihat Chanyeol, Baekhyun, Sehun dan Luhan yang menahan tawa dengan memegangi perutnya masing-masing.
Suho lah satu satunya namja yang mendekati Kris yang masih terduduk, mengulurkan tangannya membantu namjachingunya itu berdiri. Ia mengusapkan tangannya perlahan ke wajah Kris untuk membersihkan busa putih yang menghiasi wajah tampannya. Hati Kris berdesir saat tangan lembut Suho menyentuh mukanya. Tangan Suho bahkan lebih lembut dan mulus dibandingkan dengan tangan yeoja lainnya.
" ehehee….sudah bersih :D " sebelum Suho sempat menarik tangannya dari wajah kekasihnya, Kris segera menempelkan kembali kedua tangan Suho ke wajahnya lalu tanpa disadarinya, ia kembali mempertemukan bibir tebalnya dengan bibir merah pemuda pucat tersebut. Bibir plum Suho serasa menjadi candu baginya, begitu basah, lembut dan manis. Ia melumatnya begitu lama serasa tak ingin melepaskannya. Suho pun hanya pasrah mendapat ciuman lembut dari Kris.
~Byurrrr!~
Aksi mereka dengan terpaksa dihentikan sebelum Kris sempat menyelusupkan lidahnya ke mulut kekasihnya. Tubuh mereka berdua basah total mengingat troll Jongdae yang menguyurkan air dengan selang.
" Kim jongdaeeee!"
terjadilah aksi guyur menguyur, air membasahi tubuh kesembilan pemuda tersebut. Sepertinya akan jadi hari yang panjang bagi mereka yang sampai sekarang belum menyelesaikan hukumannya, malah aktivitas mereka makin mengotori kolam renang tersebut seperti jejak kaki yang bertebaran dimana-mana dan air yang muncrat hingga ke tepi kolam renang.
Suho yang sudah letih dengan aksi kejar dan bersembunyinya pun memberhentikan permainannya, seraya menatap ketujuh sahabatnya yang masih senantiasa mengerjai satu sama lain. Kris pun menemani Suho yang lagi bersandar di pojok dinding kolam renang.
"lelah?" tanyanya perhatian, ia mengacak surai kemerahan Suho yang dibalasnya dengan anggukan.
"Parah deh kalau kayak gini sih sampai malam pun kita tak akan bisa pulang" Suho merebahkan kepalanya di pundak kanan Kris. Meski tubuhnya basah namun ia masih dapat merasakan kehangatan yang disalurkan namjachingunya. Kris hanya terkekeh mendengar penuturan kekasihnya.
" kkk~ oh iya ada yang mau kuperihatkan padamu chagi ya.." Kris kemudian berdiri lalu mengambil kembali selangnya. Ia mencari posisi yang tepat dengan arah matahari lalu mengangkat selangnya tinggi-tinggi, membiarkan air menguyur deras dari atas, percikan air sedikit membasahi tubuh tegap Kris yang memang sudah terlanjur basah.
" Pelangiii!" pekik Suho riang. Ia tak tahu bagaimana cara Kris membuatkan pelangi hanya mengunakan air dan sinar matahari membuatnya kagum. Apalagi efek senja yang menampilkan nuansa yang romantic, warna jingga kekuningan yang meliputi tubuh tinggi Kris serta senyuman menawannya yang hanya diberikan padanya membuat jantung Suho berdegup beberapa kali lipat, semakin terjatuh dalam pesona seorang Kris Wu. Suho menatapnya lama tak berkedip hingga pelanginya meredup lalu menghilang, terlihat awan mulai menutup sinar matahari sehingga lamunan Suho harus berhenti saat itu juga.
Kyuhyun songsaengnim sengaja lewat untuk melihat perkembangan anak didik yang sedang dihukumnya. Ia telah melakukan kesalahan besar jika berfikir bahwa kolam renang tersebut sudah selesai dibersihkan. It's a big no no!
" Omooo! Aku menyuruh kalian untuk membersihkannya bukan makin mengotorinya anak nakall!" kyuhyun saem ikut frustasi melihat keadaan kolam renangnya yang menggenaskan, sepertinya ia memang harus menyuruh para ahjumma untuk kembali membersihkan kolam renang tersebut " Pulang sana!"
" Horeeeeee!" jawab kesembilan siswa tersebut serempak lalu kembali ke ruang ganti untuk berganti pakaiannya yang basah, beruntunglah mereka karena sekolah SM selalu menyediakan seragam ganti bagi murid-muridnya. Ketujuh teman Suho dan Kris segera meninggalkan mereka berdua setelah membersihkan diri, sengaja memberikan waktu luang kepada pasangan baru tersebut. Setelah mereka semua berpamitan untuk pulang ke rumah masing-masing, tinggallah mereka berdua yang tersisa di dalam ruang ganti tersebut.
" chagi~ Cepat ganti baju sana, kau tidak mau kan kalau aku menyerangmu" Suho segera menutup dadanya, ia baru sadar kemeja putihnya yang transparan memperlihatkan nipple coklatnya yang menggoda.
" yaa! Pervert! Berbalik sana.. awas kalau kau mengintip!"
" tidak kok, aku juga mau ganti baju.. jangan mengintip ya~" Kris membalikkan tubuhnya lalu menanggalkan kemeja putihnya begitu pula dengan Suho yang membelakanginya, ia segera melucuti seluruh pakaiannya dan menggantinya dengan seragam bersih pinjaman sekolahnya.
" aku sudah selesai" Suho langsung membalikkan tubuhnya menghadap Kris, melupakan Kris yang masih dalam proses mengganti pakaiannya. Kris baru saja selesai memakai celananya tetapi ia masih meninggalkan tubuh bagian atasnya tanpa sehelai benang pun. Ini pertama kalinya Suho melihat tubuh namjachingunya, yang tidak seputih dirinya namun atletis, dada dan punggungnya yang lebar menimbulkan kesan manly. Suho hanya mampu menelan salivanya dengan susah payah menatap tubuh topless Kris.
" hmm…kau nakal chagi ya~ begitu inginnya kau melihat tubuhku hum?" Kris menyeringai, melihat gelagat kekasihnya membuatnya ingin mengodanya lebih lanjut. Ia membalikkan tubuhnya dan perlahan menggerakan kakinya kearah Suho tanpa berniat memakai baju.
" Aaaaa~…Aniyaaaa… jangan mendekat Krisss!" Suho menutup matanya gugup ketika Kris telah berada di hadapannya, kedua tangannya yang kokoh memenjarakan tubuh mungil namjachingunya, ia sengaja mendekatkan wajahnya ke wajah Suho. Awalnya Kris hanya berniat menggodanya saja, tapi melihat tingkah Suho yang menyampingkan wajahnya ke kanan dengan menutup matanya erat, memperlihatkan leher putih susunya yang jenjang membuat Kris mengambil kesempatan dalam kesempitan.
" uurghhh.. Krissss… ahh.. gelii.. nghh!" bibir Kris mulai menjelajah leher putih Suho, menjilatnya dan menghisapnya, membasahi dengan salivanya, membuat beberapa tanda kissmark di lehernya, warna merah yang dibuatnya sungguh contrast dengan kulit suho yang pucat. Kris sengaja membubuhi lehernya dan collarbonenya dengan banyak kissmark untuk menandai kepemiliknya. Ia menautkan kedua tangannya dengan tangan mungil namjachingunya ke dinding supaya Suho tak dapat menolak hal yang dilakukannya.
" uungg.. apa yang kau lakukan kris?" Tanya suho sambil mengkedip-kedipkan mata tanda tak mengerti setelah kris menyelesaikan karyanya me"warnai" tubuh kekasihnya, suho yang polos tentu tidak mengetahui ada begitu banyak tanda kemerahan menghiasi perpotongan lehernya.
" hanya menandai kalau kau itu mi-lik-ku, chagi~" ia sengaja menekankan kata "milikku" dan menarik tubuh kecil itu untuk duduk di atas pangkuannya.
Kris membenamkan wajahnya ke ceruk leher kekasihnya untuk menghirup aroma vanilla kekasihnya yang begitu manis. Tangan Kris mengelus punggung Suho dengan mengikuti alur tulang punggungnya sedangkan kedua tangan Suho bertumpu di bahu kekar pemuda chinese tersebut. Suho dapat merasakan detak jantung yang menggila ketika tubuhnya didekatkan pada tubuh polos Kris (ingatlah kalau dia masih topless). Namun, ia menyadari kalau itu bukanlah hanya suara detak jantungnya sendiri melainkan perpaduan miliknya dengan detak jantung Kris yang tak kalah cepatnya. Mau tidak mau, Kris harus mengakui dia merasakan sesuatu yang berbeda ketika dirinya sedang bersama dengan Suho. Segala hal tentang Suho memabukkan dirinya, bibirnya, lehernya, wajahnya yang rupawan, eyesmilenya, suaranya yang halus, wanginya yang manis, sentuhannya yang lembut, tubuhnya yang begitu cocok untuk dipeluknya dan Kris menyadari satu hal penting bahwa ia takkan dapat melihat Suho dengan tatapan yang sama dari sebelumnya.
TBC~ (AIM at least 50 REVIEWS for FAST UPDATE)
Review again yahh (0.0)/ welcome new reviewers!
Gamshaaa buat reviewnyaaa ^^ hohhoh.. author selesai ujian juga, maaf lama updet! Author lagi ngambek nih ujiannya ga bisa T.T huhuhuhuu… #gaknanya #nyesek, doakan deh kelulusan author T.T
Besok author baru publish chapter 5 nya " sorry joonmyeon but I love you" okay.. ~ mudah2an ada ide nulisnya.. hahaaa
Special Thanks to: pikachuu, hae15, esthi, little myeon, sayangsemuamembersuju, diraLeeXiOh, xoxogirls, sayakanoicinoe, jung eunhee, yongchan, junmyunyifan, kikikyujunmyun, jimae407203, rubikLuhan, Titan18, aniaani47, Alika Malik
