Our High School Love Story

Warning: YAOI, FLUFF, crack pair, gaje, ngakak, typo, EYD berantakan, bahasa tidak baku, etc

Main Pair: KRISHO ^^ cameo: EXO

Disclaimer: Idea and story ARE MINE, no plagiarism is allowed.

# don't be a silent reader please ^^ #

^^~Happy reading~^^

CHAPTER 7

"nado saranghae"

.

.

"Aku menginginkanmu, aku sangat mencintaimu.. teruslah bersamaku"

.

.

.

.

.

Kris perlahan mengangkat wajah namjachingunya dengan hati-hati dari atas dadanya lalu menatap dalam kedua mata sayu Suho meyakinkan tiap kalimat yang dilontarkannya tadi merupakan kejujuran dari dalam hatinya, pemuda blonde itu pun menarik wajah cantik tersebut mendekat ke arahnya, membiarkan bibir tebalnya bersentuhan dengan bibir tipis tersebut dengan lembut. Ini pertama kalinya Suho merasakan perbedaan dalam ciuman mereka, sesuatu yang ia rasa begitu hangat dan lembut, tautan bibir yang didasari dengan kasih dan ketulusan.

~krekk~

tiba-tiba pintu ruangan UKS tersebut terbuka dengan lebarnya, menampilkan sesosok tubuh tegap dengan raut wajah murkanya ketika dia menyaksikan adegan dewasa yang dilakukan kedua muridnya.

" enggak sakit, enggak sehat, naga ini mesumnya nggak hilang-hilang juga" batinnya dengan mengeluarkan aura hitam di sekelilingnya. Kalau saja Kris tidak lagi demam, mungkin Kyuhyun saem sudah menguliti siswa mesum tersebut.

Sepertinya kedua murid yang sedang melakukan hal terlarangnya masih belum menyadari mata elang yang menatap mereka dengan pandangan tak menyenangkan, masih setia melengketkan bibir mereka yang basah sambil memejamkan kedua mata menikmati sentuhan satu sama lain.

"ehem!"

Kegiatan keduanya langsung otomatis terhenti ketika mereka mendengar deheman guru evil yang sekarang menatap mereka tajam, kedua tangannya berpusat pada pinggangnya like a boss.

Kris dengan sangat sangat terpaksa mengeluarkan tangan kanannya dari dalam seragam kemeja Suho yang sempat bermain sebentar dengan tonjolan kecil pada dada putih namjachingunya.

" Cih! Lagi-lagi ada yang mengganggu!" umpat namja blonde tersebut dalam hatinya.

Kris tentu tak ingin berbuat masalah lebih lanjut lagi kalau tidak ingin hukumannya diperbanyak oleh guru tetangga menyebalkan tersebut. Sedangkan Suho malah dengan malu merapikan dan memasukkan kemejanya yang keluar masuk kembali ke dalam celana panjangnya.

" Kris Wu, kau tahu kan peraturan sekolah SM ini tidak memperbolehkanmu melakukan this and that di dalam sekolah?" Kyuhyun saem langsung menarik belakang kerah murid kesayangannya, menjauhkan tubuh mungilnya dari atas tubuh jangkung Kris, melindunginya dengan possessive seakan-akan takut murid tercintanya yang polos ternodai untuk kedua kalinya.

"jadi maksud saem, aku boleh melakukan piip sama Suho kalau di luar area sekolah kan saem?" duizhang kelas s2 itu meng-checkmate guru magnae tersebut, batinnya menolak keras bila dipaksa menahan diri untuk tidak menyentuh kekasihnya, salahkan tubuh putih Suho yang terlalu sexy sehingga membangkitkan hasrat.

" andwae yo! Anak dibawah umur masih belum boleh melakukan hal seperti itu!" Kyuhyun saem langsung sweatdrop, ngotot tak memberikan anak didik Siwon tersebut kesempatan sama sekali, padahal ia tahu benar Kris sudah melewati batas umur yang ditentukan untuk melakukan hal terlarang itu, tetapi lain halnya dengan Suho, dia lebih kecil satu tahun dari pacarnya.

" oh ayolah saem, saem tahu kan tidak menyentuh kekasih itu susah sekali, apalagi Suho juga ngga menolak, ya kan chagi~?"

Ya! Tak tahukan kau Kris Wu kalau songsaengnim itu sudah menjomblo selama 30-an tahun lamanya, kasihan jodohnya belum ketemu ketemu juga.

Suho yang ditanya kekasihnya secara blak-blakan hanya dapat mengangguk kepalanya pelan menahan malu dalam dekapan wali kelasnya.

"uuhh… rasanya geli saem, umm.. ta..tapi aku pengen lagi diraba Kris" namja mungil itu mengaku dengan jujurnya plus menampilkan muka watadosnya, tak merasa kalimat tersebut dapat secara langsung memberikan efek hebat pada namjachingunya, membangkitkan "wu junior" yang berada di tengah kakinya.

"oh shit! Baby-ku tegang lagi" Kris mati-matian menutup tubuh bagian bawahnya supaya tak disadari kedua manusia yang bersamanya di ruangan kecil tersebut, yang tentu saja gagal karena tonjolan besar tersebut menyembul dengan indahnya dari bawah selimut putihnya.

"what the….. Kris Wu jangan merusak malaikat unyu ku ini, cepat cari toilet sana, palli!" Kyuhyun saem segera menutup kedua mata anak didiknya dengan sebelah tangannya lalu sebelahnya lagi dengan sigap mendorong tubuh tegap itu keluar dari ruang UKS, oh seandainya ia bisa mencuci otak mesumnya dengan rinso anti noda #korbaniklan.

" ehh? Apa perlu aku temani Kris? Nanti dia pingsan pula di kamar mandi" Suho yang tak mengerti hal nista apa yang akan dilakukan kekasihnya di kamar mandi memperlihatkan gurat kekhawatirannya, ia takut namjachingunya kenapa-kenapa, bagaimana pun juga dia masih dalam kondisi yang belum dapat dikatakan sehat.

"Noo! Jangan! Nanti saem ngga bisa menyelamatkanmu nak" guru evil itu belum siap mental bila anak didiknya di grepe grepe lagi.

" ngomong-ngomong saem mencariku kan? kenapa?" Suho mengalihkan pembicaraanya, ia tahu wali kelasnya mencarinya sampai ke UKS pasti untuk memberikan informasi baru.

" oh iya! Kenapa aku sampai lupa… saem hanya menyuruhmu untuk mengantarkan Kris pulang, aku sudah bilang sama Siwon saem untuk memberi kalian izin, lalu nanti malam jangan pulang telat karena ada siswa baru yang akan tinggal di asrama hari ini" Kyuhyun saem menepuk jidatnya sendiri, ia menyadari dirinya semakin pikun saja seiring bertambahnya usia.

" siswa baru? Di tahun ke tiga saem?" Suho selaku ketua kelas s1 memiringkan kepalanya imut, setahunya siswa baru tak diterima lagi di tahun ke tiga apalagi di pertengahan semester juga.

" nilai sebelumnya lumayan tinggi, latar belakangnya juga sangat bagus, ia anak yang baik dan sopan karena itu kepala sekolah mengizinkannya menamatkan sekolah menengahnya di sekolah SM ini"

Suho ber-oh ria mendengar informasi baru yang diterimanya, sedikit merasa sedih mengingatnya tidak dapat berlama-lama dengan Kris hari ini dikarenakan ia harus segera pulang sebelum jam 8 malam demi menjalankan acara penerimaan siswa baru di asramanya yang sudah menjadi tradisi tiap tahunnya.

########KRISHO########

Sudah setengah jam berlalu Suho menunggu kekasihnya di depan kamar mandi, ia mulai beneran berpikir kalau Kris pingsan di dalamnya sebelum akhirnya deritan pintu kamar mandi.

" Kris, kau beneran lama banget, apa sih yang kau lakukan di dalam?" ia langsung memberikan ransel pemuda blonde itu ke dada bidangnya. Suho sudah merapikan semua barang namjachingunya yang berceceran di meja kelasnya tadi ke dalam tas tersebut.

" …. Kau mau tahu nih?" Kris menampilkan smirk andalannya, mulai kumat lagi yadongnya saat ia melihat muka innocent Suho menatapnya tanpa berkedip.

" aku membayangkanmu chagi yahhhh~" ia membisikkan kalimat terlarangnya tepat di telinga kanan kekasihnya sengaja sedikit mendesah, ia ingin melihat muka Suho yang memerah akibat perbuat nakalnya tapi sepertinya namjachingunya sama sekali tidak mengerti arti tersembunyi dalam kalimat tersebut.

" mwo? Kenapa harus membayangkanku? Aku kan ada disini Kris?" namja chinese itu mati-matian menahan dirinya mendengar pertanyaan kekasihnya yang polos namun menggoda tersebut, asal kau tahu Kim Suho, kata-katamu terdengar seperti ajakan this and that baginya.

"lu..lupakan saja kata-kataku tadi" Kris menutup setengah wajahnya yang mulai memerah dengan tangan kanannya sedikit malu, padahal ia yang tadi bertindak hendak menggodanya lebih lanjut tetapi namjachingunya yang polos kelihatannya lebih lihai darinya.

" Kris kau sakit lagi yah?" tanpa aba-aba Suho langsung berdiri menghadap tubuh jangkungnya, berjinjit untuk menyamakan tinggi mereka lalu menarik wajah tampannya untuk menempelkan dahinya ke dahi kekasihnya yang ia rasa masih membara. Kris merasa nyaman saat merasakan tangan Suho yang dingin namun lembut itu menangkup kedua pipinya yang terasa hangat, menaruh telapak tangannya ke dahinya lama, sepertinya pikirannya perlahan mulai mengambang tak jelas.

" kau masih demam tinggi Kris, mian.. karena aku kau sakit hari ini" pemuda manis itu merapikan poni kekuningan Kris yang agak acak, ia merasa menyesal sekali semalaman bermain air dalam cuaca sejuk seperti itu.

" hey! Ini cuma demam biasa, jangan dipikirkan, aku baik-baik saja chagi" Kris langsung gelagapan lantas mengacak suram kehitaman Suho pelan saat ia melihat bibir kekasihnya yang melengkung ke bawah seperti menahan air mata yang hendak tumpah.

Suho perlahan mendekatkan dirinya lalu memeluk tubuh kekasihnya dengan erat, ia dapat merasakan temperature Kris yang perlahan mulai meninggi, kulit hangat tersebut meninggalkan panas di atas tubuh mungilnya. Pemuda manis itu merasakan perih di dalam hatinya saat ia melihat kondisi lemah namjachingunya yang begitu ia sayangi.

Sebagai pacar yang baik sudah sepantasnya ia lebih memperhatikan Kris, bukan malah mengajaknya bermain air di malam hari, bukan membiarkannya dihukum berdiri di depan teras asrama di tengah malam yang sejuk dengan pakaian yang basah, bukan juga membiarkan kekasihnya yang sedang demam menemaninya berlari mengitari lapangan sekolah.

"miann.. aku memberikan kesan buruk pada kencan pertama kita." Ini pertama kalinya Suho begitu kecewa dengan dirinya sendiri, ia merasa sungguh tidak berguna dan selalu menyusahkan Kris.

Tanpa disangka Suho, Kris membalas pelukan eratnya, ia membelai rambut halus Suho dengan kasih sayang sedangkan pemuda manis itu masih setia menenggelamkan wajahnya ke dada bidang kekasihnya, berharap dengan cara inilah ia dapat menyalurkan permohonan maafnya atas seluruh kesalahannya kepada Kris.

" chagi ya~ aku sangat menikmati kencan pertama kita dan kau sama sekali tidak merusaknya, segalanya sudah terasa sempurna untukku selama aku terus bersamamu, berlama-lama denganmu, dan aku benar benar bahagia kau memberikan seluruh waktumu hanya untukku kemarin malam" aku Kris dengan jujur, ia tak ingin namjachingunya merasa lebih bersalah lagi, asal Suho tahu saja, ia rela menukar kesehatannya agar dapat mempertahankan pemuda yang berada di dalam dekapannya sekarang ini.

Perlahan Suho mendongkakkan kepalanya menatap iris hitam Kris yang sekarang menatapnya hangat sambil tersenyum lembut, keduanya masih saling berpelukan satu sama lain dalam keheningan yang menyelimuti mereka di tengah koridor sekolah yang sepi. Perlahan wajah Kris mendekati wajah cantiknya, Suho segera memejamkan matanya reflek berfikir bahwa kekasihnya akan menciumnya di bibir lagi, tapi sepertinya kali ini tebakannya salah, Kris mengecup dahinya lembut dan lama sebelum akhirnya ia meletakkan kepalanya di atas bahu kanan namjachingunya.

"uuhh.. chagi~ temani aku pulang ke asrama ne?" Suho baru menyadari tubuh Kris yang semakin panas, merasakan deru nafasnya yang hangat dan terengah-engah, keringat mulai membanjiri wajah tampan kekasihnya. Pemuda berdarah korea itu berusaha menopang tubuh jangkung kekasihnya yang bertumpu pada tubuh mungilnya.

" Bertahanlah Kris, aku akan membawamu pulang, sabar ne?" Suho dengan sigap langsung memapah tubuh Kris yang melemas, ia melingkarkan lengan kanan pemuda blonde itu ke lehernya dan tangannya ia telusupkan ke pinggang kiri Kris membantunya berjalan.

Dalam setiap perjalannya menuju asrama tower B, Suho terus menerus memandang sendu wajah pucat kekasihnya di sebelah, bibirnya pecah-pecah dan alis matanya yang tebal tertaut menahan sakit, keringat dingin sudah membasahi seragam belakang Kris dan leher jenjangnya. Ah… seandainya saja penderitaan namjachingunya dapat diberikan kepadanya sedikit saja, Suho akan lebih senang menerimanya daripada melihat pemandangan yang saat ini mampu meretakkan hatinya.

Setelah mereka telah sampai ke tempat tujuan, Suho langsung membaringkan tubuh kekasihnya di tempat tidurnya yang berseprei biru. Kamar Kris terletak di lantai 10, ia menempati master room yang cukup luas, tetapi masih satu unit dengan Sehun dan Kai, sedangkan Baekhyun dan Lay tidak menempati asrama, mereka memilih tinggal di rumah masing-masing.

Suho bingung apa yang harus dilakukannya sekarang pada kekasihnya yang sedang demam, ini pertama kalinya ia merawat orang sakit sedangkan housemate belum ada satu pun yang pulang ke asrama karena diharuskan untuk melakukan kegiatan extra kurikuler tiap siang, sepertinya hanya tinggal mereka berdua saja di unit sebesar itu sampai sore atau malam harinya.

" Kriss..krisssss" Suho menguncang bahu Kris pelan yang sepertinya langsung terlelap begitu tubuhnya terkulai lemas di atas tempat tidur, kedua matanya perlahan terbuka sedikit merintih akibat sakit kepala yang menderanya. Mata sayunya memandang lemah ke arah kekasihnya yang masih dengan sabar membangunkannya.

" Ireona, kau harus mengganti seragammu yang basah, nanti kau tambah masuk angin lagi Kris" perlahan Kris mengangguk berusaha bangkit dari tempat tidurnya namun hasilnya nihil, otot ototnya yang pegal tak mau diajak bekerja sama, tubuhnya masih terlalu lemas untuk bangun kembali, ditambah dengan kepalanya yang terasa begitu berat.

Suho yang mengerti langsung melesat keluar kamar, beberapa detik kemudian ia kembali dengan membawa baskom kecil berisi air hangat dan dua handuk kecil.

"Kris, aku lepaskan seragammu yah, kau harus ganti baju" tangan mungilnya dengan telaten melepaskan blazer sekolah, melonggarkan dasi yang melilit di leher dan membuka satu per satu kancing kemeja kekasihnya. Suho berusaha tidak memikirkan hal yang aneh ketika ia tak sengaja melirik tubuh sexy Kris yang bermandikan keringat.

Diusapnya tubuh namjachingunya dengan salah satu handuk kering yang ia celupkan ke dalam air hangat tersebut, mulai dari wajahnya, beralih ke lehernya, kedua tangannya, ketiaknya, dada bidangnya, perut ber-abs nya, serta terakhir membersihkan punggung kekasihnya. Setelahnya ia mengeringkan tubuhnya dengan handuk kering lainnya. Suho dengan sabar juga membantu Kris memakaikan kembali piyamanya yang ia temukan di dalam lemari pakaian Kris.

" chagi?~" Suho membalas tatapan tak senang dari Kris dengan bingung, apa dia melakukan kesalahan hingga membuat kekasihnya sebal padanya.

" Apa Kris? Ada yang salah ya?" kegiatan tangan Suho yang sedang memasangkan kancing piyama pacarnya pun dihentikan oleh Kris yang menggenggam erat pergelangan tangannya.

" kenapa kau tidak membantuku menanggalkan celana sekolahku?" pertanyaan blak blakkan kekasihnya langsung memojokkan Suho, well, tentu saja! Dia sudah malu melepaskan kemeja Kris bagaimana lagi kalau membantunya melepaskan celananya.

"umm… kalau celana kau harus melepaskannya sendiri" Suho mengalihkan pandangannya dari mata Kris yang menatapnya intens, ia merasakan cengkraman tangan Kris menuntun kedua tangannya ke arah bagian selatan tubuhnya, meletakkan telapak tangan mungilnya pada kedua paha kokohnya.

" kau tahu aku masih sakit kan chagi, jadi kau harus menolongku mengganti baju yah" muncul lagi sifat manja Kris yang terlalu berlebih-lebihan itu, iseng ingin diperhatikan oleh namjachingunya, ia begitu senang mendapatkan perhatian dari Suho yang sangat peduli padanya hari ini.

"ta..tapiii…" Suho menjawab dengan ragu-ragu, ia ingin membantu namjachingunya tetapi ada hal lain yang menahan keinginannya.

" tidak ada tapi chagi~ aku tidak bisa tidur dengan nyaman kalau masih memakai celana sempit seperti ini" dengan sedikit terpaksa Suho menjalankan perintah kekasihnya, tangannya sedikit bergetar ketika melepaskan tali pinggang hitam kekasihnya.

" waeyo? kenapa berhenti chagi?" Kris sengaja menggoda kekasihnya saat tangannya menghentikan kegiatannya sampai batas melepas kancing celananya, tangan kanannya memegang zippernya namun tak sanggup untuk menariknya turun ke bawah.

"aa..aku tidak bisa… Kris, aku ma…malu se…kali~" namja blonde itu sebenarnya tahu Suho takkan mungkin berani menanggalkan pakaiannya, ia hanya berniat mengusilinya saja karena menurutnya kekasihnya yang satu ini begitu imut dengan mukanya yang merona sambil menutup matanya erat dan menggigit bibir bawahnya bergetar menahan malu.

~cup~

sebuah ciuman kilat mendarat di hidung mancung Suho membuatnya membuka kedua matanya reflek, Kris menarik tangan kanannya melepaskan resleting celananya, ia merasa kasihan membully kekasihnya lebih jauh lagi.

"hehe.. aku hanya bercanda chagi~ aku bisa melepaskan celanaku sendiri, sebagai gantinya masakan makanan untukku otte?" Suho menghembuskan nafas lega, ia pikir kekasihnya tadi serius dengan permintaannya.

" kau mau makan apa Kris? Bubur? Tapi aku tidak yakin makananku akan enak" hanya bubur yang sekarang berada di otak Suho mengingat kondisi kekasihnya yang sedang demam ini.

" masakanmu akan selalu enak chagi~ kau lupa bekal buatanmu yang membuatku ketagihan, hum?"

" oh iya… ya sudahlah aku akan membuatkanmu bubur ayam dan ondel jahe, tidurlah dulu Kris nanti aku akan membangunkanmu" Kris membiarkan Suho menyelimuti seluruh tubuhnya setelahnya tubuh mungil itu menghilang dibalik pintu bersiap-siap untuk membuat makanan bagi kekasihnya.

########KRISHO########

" buka mulutmu" Suho meniup niup buburnya yang masih panas sebelum memasukkan sesendok penuh ke dalam mulut namjachingunya, ia baru saja membantu Kris mendudukan tubuhnya di atas tempat tidurnya, sembari menyangga punggungnya dengan menggunakan bantal.

" kau selalu pintar memasak seperti biasanya chagi~" Kris kembali mengagumi makanan buatan namjachingunya, Suho benar benar sosok calon istri yang baik menurutnya, perhatian dan pinter memasak.

" kau berlebihan Kris, ini hanya semangkok bubur saja kok" bohongnya.

Suho mengakui dirinya tak begitu pintar memasak namun ia tak berani menolak keinginan namjachingunya, ia ingin memperbaiki kesalahannya kemarin agar Kris dapat melihat dirinya ke arah lebih positif, dibalik perjuangannya ia berharap dapat membuat kekasihnya bahagia saat memakan makanan buatannya seperti saat pertama kali Kris menyicipi bento buatannya.

Tanpa Kris ketahui, ia mati-matian membuat bubur itu dengan bantuan Chanyeol, ia memaksa sahabatnya untuk memberikan resep bubur ayam yang paling enak secara namja jangkung yang satu itu memang sangat handal dalam memasak. Suho membutuhkan waktu hampir setengah jam untuk mengikuti langkah langkah resep tersebut melalui sms yang dikirim Chanyeol.

" apa ini, putih bulat besar seperti ini?" Kris menatap ondel-ondel putih berbentuk bulat yang terdapat black sesame di dalamnya, Nampak seperti mochi berukuran agak kecil. Beberapa ondel tersebut ditenggelamkan ke dalam air jahe manis.

" itu terbuat dari tepung mochi, kalau makan ini flu mu akan cepat sembuh" Suho mengetahui makanan ini karena ia sering memakannya di restoran chinese atau cantonese.

" rasanya agak aneh, tapi lumayan enak juga" Kris memakan sebuah ondel ondel tersebut, merasakan hangatnya jahe yang melewati tenggorokannya, memudahkan pernafasannya yang daritadi terhambat karena pilek.

" iya kan? Mama ku dulu sering membuatkannya untukku ketika aku sakit" pemuda chinese itu menatap air muka kekasihnya yang sedikit berubah menjadi sendu.

" chagi ya~ kau merindukan orang tuamu?" Kris sudah menyelesaikan makanannya pun meletakkan piring dan mangkoknya di atas meja di samping kasurnya, ia mendekatkan wajahnya memperhatikan ekspresi Suho lebih detail lagi.

" begitulah… sudah setahun aku tak sempat pulang ke rumah, kau tak merindukan orang tuamu Kris?" tempat tinggal Suho memang bukan terletak di Seoul, ia harus menempuh perjalanan jauh untuk bertemu kedua orang tuanya, itu membuatnya sedikit merasa kesepian.

" hmmm.. terkadang.. tapi aku tak begitu sedih karena kau selalu menemaniku chagi… sini" Kris menarik tubuh mungil Suho untuk berbaring di sampingnya, tempat tidurnya memang berukuran lumayan lebar sehingga memungkinkan untuk ditiduri oleh dua orang.

Ia memeluk tubuh mungil Suho setelahnya dengan pelan, merengkuhnya tak terlalu erat di atas tempat tidur, menyelipkan sebelah kakinya diantara kaki Suho sebelahnya lagi berada di atasnya, tanpa perlu kata kata Kris meyakinkan namjachingunya bahwasanya ia akan selalu berada di sisinya dan menghilangkan kesepiannya.

"chagi~" Kris kembali berbicara setelah keheningan berlangsung beberapa menit yang lalu.

"hmmm?"

" liburan ke depannya kau akan pulang ke rumah orang tuamu?" liburan mendatang sekitar dua atau tiga bulan lagi, mereka diberi cuti selama hampir tiga minggu, biasanya banyak murid murid SM yang akan pulang ke kampung halamannya demi berkumpul bersama keluarganya.

" sepertinya begitu, aku sudah rindu sekali sama appa dan eomma, wae?" Suho menuliskan kata tak jelas di atas dada kekasihnya, atau mungkin menggambar, entahlah.

" saat itu, aku boleh ikut menemui orang tuamu?" hati Kris sedikit melonjat mengingat dirinya yang berani sekali menemui calon mertuanya, tapi ia memang ingin sekali bertemu dengan kedua ayah dan ibu yang melahirkan Suho ke dunia, ingin sekali berterima kasih diberi kesempatan untuk mencintai anak satu-satunya.

" eh? Kris kau mau datang ke rumahku?" Kris mengangguk pelan sambil menelan salivanya takut kekasihnya akan menolak permintaanya, tetapi Suho malah tersenyum manis kepadanya, memperlihatkan eyesmile yang selalu ditunjukkannya.

" hehehe… aku senang sekali Kris, aku juga ingin segera mengenalkanmu pada appa dan eomma sebagai kekasihku, mereka pasti sangat senang bertemu denganmu" huff… Kris bernafas lega, untunglah kekasihnya tak menolaknya, ia benar benar harus membuat good impression kepada orang tua Suho pada saatnya tiba nanti.

" Nanti setelah aku datang menemui orang tuamu, lain kali giliranmu untuk datang ke rumahku yah?" pernyataan itu membuat tubuh Suho melonjak kaget di dalam rengkuhan kekasihnya.

" e..ehh.. akuu.. belum siap.. bagaimana kalau.. mereka membenciku?" nafas Suho sedikit tercekat mengatakannya, kalau ia sempat dibenci maka berakhirlah hubungan mereka berdua.

" tidak mungkin chagi~ mereka pasti luluh melihatmu begitu polos dan manis" Kris mencubit hidung Suho dengan pelan sambil terkekeh, lucu melihat wajah namjachingunya yang panic membayangkan yang enggak-enggak.

" yang terpenting..~ "

" yang terpenting?" beo Suho bengong menatap mata Kris dalam.

" mereka pasti menerimamu karena kaulah kekasihku pertama dan terakhir kalinya yang akan kukenalkan pada orang tuaku" Kris memberikan senyum lembutnya menenangkan hati Suho.

" benarkah aku yang pertama Kris?" ia menangkap ada rasa bahagia dalam suara Suho.

" aku tidak berbohong, karena kaulah orang pertama yang bisa menangkap hatiku"

" dasar gombal, kau tidak akan membuangku setelah bosan berpacaran denganku seperti yeoja lainnya kan?" tak ayal ada sedikit rasa takut yang terbersit di dalam otak Suho mengingat sejarah mantan-mantan Kris yang diputuskannya dalam setahun ini.

" tidak akan chagi~ kalau aku sudah berencana untuk memperkenalkanmu pada orang tuaku itu tandanya aku serius, lagipula aku tak ingin membuat princess yang cantik ini menangis" Kris memang sama sekali tidak berbohong, ia ingin menjalani cinta yang serius dengan Suho, persetan dengan pergantian orientasi sexualnya. Apalagi ia yakin takkan sanggup melihat wajah Suho yang menangis karena perbuatannya.

" yaaa! Aku prince bukan princess, aku ini namja" suho memukul dada Kris pelan sambil mempoutkan bibir khasnya.

" bagiku kau adalah princess ku, tak peduli kau namja atau yeoja, kau harus tahu aku takkan pernah melepaskanmu" Kris kembali memeluk tubuh Suho lebih erat, menghirup wangi vanillanya yang selalu memabukkan dari lehernya, diliriknya bekas kissmarknya yang dibubuhinya kemarin yang tertutup plester, perlahan ia mengupas seluruh plester tersebut dari kulit namjachingunya.

" Kris, kenapa kau membuang plesternya?" Suho yang tak bisa banyak gerak dalam pelukan namja blonde itu sedikit meringis saat plester tersebut tercabut dari kulitnya.

" hmm.. saat kau hanya bersamaku, aku ingin melihat tanda kepemilikanku padamu chagi ya~" sifat Kris yang possessive namun Suho sangat menyukainya, itu seperti menandakan bahwa Kris begitu menghargainya.

" hehee.. tidurlah Kris, kau masih sedikit demam" Suho berencana untuk melepaskan diri darinya tapi kekasihnya malah semakin membenamkan wajahnya ke ceruk lehernya.

" aku ingin tidur sambil memelukmu begini saja, rasanya nyaman sekali" Kris menggesek-gesekkan mukanya ke leher Suho, semakin mencari bau vanilla yang disukainya.

" ck.. Kris kau manja sekali kalau sudah sakit begini"

" bukannya biasanya aku juga manja?" Suho dapat merasakan senyuman Kris dibalik kulit lehernya.

" iya kau memang manja, tetapi kali ini kau lebih manja lagi" pemuda manis itu pun perlahan mengalungkan kembali tangan mungilnya ke punggung kekar Kris, membiarkan namjachingunya yang sakit merasakan hawa dingin tubuhnya. Saat ia mendengar deru nafas teratur dari Kris, ia perlahan mendekatkan wajahnya lalu mencium sebentar bibir tebal Kris secara diam-diam, lama sekali ia menatap wajah tampan di hadapannya sekarang.

" hhh.. kalau aku sakit besok karena menciummu itu semua salahmu" bisik Suho pelan tanpa membangunkan namjachingunya, ia membelai rahang Kris sambil memandang wajah Kris yang rupawan tersebut.

"…"

" benar-benar…. Mengapa dalam waktu 2 hari saja kau bisa membuatku jatuh cinta padamu eoh?" Suho menyadari mungkin dari jauh jauh hari sebelumnya ia sudah jatuh dalam pesona Kris tanpa ia sadari, apakah Kris berfikir hal yang sama dengannya? Tak ada orang yang tau selain author :p

Perlahan ia pun menutup kedua matanya, mengikuti Kris yang sudah terlebih dahulu menuju ke alam mimpi.

########KRISHO########

" Kris Wu! Kau kemanakann anak didikkkuuuuuu?"

~BLAM~

dibukanya pintu kamar Kris dengan keras, matanya melotot melihat kedua manusia itu bergelung di atas kasur Kris berpelukkan satu sama lain, oh so swit banget gitu!

"uunggg?" Suho yang pertama kali bangun mendengar suara pintu yang keras tersebut langsung mendudukan dirinya di atas tempat tidur sambil mengucek-ngucek matanya dengan gaya imutnya.

" ada apa saem? Hoammmm" Kris mengekori Suho yang juga terbangun sambil merenggangkan tubuhnya yang sedikit kaku.

" kau tidak tahu jam berapa ini..? sudah kuduga Suho berada di tempatmu, dan tidur di satu ranjang lagi" Kyuhyun saem sebentar lagi pasti kena darah tinggi bila terus mengurus sepasang kekasih itu lebih lama lagi.

"omo mataku!" Sehun melihat keduanya dari belakang Kyuhyun saem langsung menutup kedua matanya.

" ya Sehun na! Kita tak melakukan apa-apa juga!" Kris mendadak takut saat merasakan hawa hitam guru tetangga sebelahnya, sudah jera dia dihukum kemarin, jangan hari ini juga.

" kita ngga ngapa-ngapaem kok saem, kasihan Kris masih sakit jangan dihukum" pemuda chinese itu mendadak senang saat namjachingunya membelanya, ahh begini enaknya punya pacar.

" ya sudahlah aku melepaskanmu kali ini Kris Wu, Suho kita pulang ke asrama sekarang" Kyuhyun saem langsung menarik lengan Suho untuk mengikutinya pulang ke tower A. Kedua tower asrama tersebut hanya berseberangan satu sama lain.

" kenapa terburu-buru seperti itu saem?" efek baru bangun melemotkan otak Suho sebentar.

" hahhh… kan sudah saem bilang malam ini ada acara penerimaan murid baru kan? Kita sudah telat setengah jam" Suho melirik jam tangan tag heuer nya, sekarang sudah jam 8.35 rupanya, tidak aneh guru magnae tersebut kelabakan mencarinya.

Tower A

" Suho segera bersiap-siap, kau ganti baju dulu lalu kita semua berkumpul di hall room" Suho langsung memangut-mangut dan melesat ke dalam kamarnya, sepertinya yang lain sudah berada di dalam hall tersebut, dia benar-benar telat rupanya karena mendengar music bervolume keras dari dalam.

" Chagi~ ada murid baru yah?" Tanya Kris tiba-tiba saat Suho keluar dari dalam kamarnya- milik Suho dan Chanyeol-, rupanya ia mengekori namjachingunya ke dalam tower seberang karena penasaran.

" omo! kau mengkagetkanku saja Kris, umm.. begitu sih katanya tadi pagi, mian aku lupa memberitahumu tadi sampai Kyuhyun saem memarahimu" Suho menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, untung sepertinya kekasihnya tidak sebal karena keteledorannya.

Keduanya memasuki ruangan hall tersebut dengan hati-hati agar tidak mengundang perhatian semuanya, Suho melihat sekelilingnya dengan matanya, mencari sosok murid baru yang akan menempati kelasnya mulai besok, sebagai ketua kelas s1 dia wajib memberikan kesan baik sekedar berbasa basi atau ramah dengan murid baru agar mereka tidak merasa diacuhkan.

" Yo! Suho kau lama sekali" Chanyeol mengkagetkannya dengan menepuk pundaknya keras.

" bagaimana resep masakan….umpphhh!?" Suho segera menutup mulut Chanyeol dengan kasar, bodoh sekali sahabatnya yang satu ini hampir mengumbar aib eh rahasianya di hadapan Kris, tapi sepertinya kekasihnya sama sekali tidak mengerti perbincangan keduanya.

" resep masakan apa?" Kris mencoba bergabung dengan gossip kedua manusia itu.

" ani.. aniyo bukan apa-apa Kris,Yeollie mau mencoba membuat masakan baru besok, hehehee" Suho tertawa garing berharap rahasianya tidak terbongkar, dan memang tidak karena Kris dengan bodohnya menelan mentah-mentah alasannya.

" my baby Suhoo, I miss you so much bebeb, hampir seharian kita tak bertemu hari ini" Jongdae langsung menerkam tubuh mungil Suho sehingga ia hampir terjungkal ke belakang, datang Kris langsung menunjukkan muka sewotnya melihat Jongdae memeluk kekasihnya dengan mesranya (bayangkan saja pas MAMA 2013).

" ya bebek! Kasihan Suho dia tak bisa bernafas kau peluk seperti itu" Luhan menarik kerah Jongdae sedikit kasar.

"umphh..hmmphh… puahhh! Chen! kau mau membunuhku hah" Suho langsung menghirup udara sebanyak-banyaknya saat tubuh Jongdae sudah melepaskannya.

" hehehe.. mian :P"

" kenapa aku bisa punya sahabat sepertimu..chen.. chen! Hhh.. sekarang dimana murid baru itu?" Suho kembali memandang sekelilingnya, masih belum dapat menemukan batang hidung murid asing tersebut.

" ooo.. kalau dia itu disana Ho… sangkin kecilnya dia kau sampai tidak bisa melihatnya, haha" Chanyeol menunjuk ke arah namja bermata bulat, berperawakan mungil dan squishy, yang mukanya kelihatan seperti anak hilang gitu. #plak (0.0)v

" itu muridd barunya, beneran? Imuttnyaaaa~" Suho langsung tersenyum lebar saat melihat namja tersebut, dengan segera ia menuju ke arahnya memperkenalkan diri sebagai ketua kelas s1.

" anyeong, Suho imnida! Bangapseupnida :D, aku ketua kelasmu untuk semester ini, jadi jangan ragu untuk mencariku kalau kau mengalami kesulitan ne?" dengan seramah mungkin Suho memperkenalkan dirinya ( begitulah sikap murid teladan yang sifatnya berubah 180 derajat).

"ahh.. ne.. Do Kyungsoo imnida, kau bisa memanggilku D.O. mannaseo bangapseupnida, mohon bantuannya untuk tahun terakhir ini" namja yang lebih kecil daripada Suho itu pun membalas membungkukkan tubuhnya, perkenalan yang ramah luar biasa untuk keduanya.

Terlihat perkenalan diri yang biasa saja, namun dibelakang Suho, terlihat Kris menatap dalam Kyungsoo, ia merasa akan ada hal tak menyenangkan yang akan terjadi ke depannya, dan ia berharap feelingnya kali ini salah total. Namun melihat mata bulat Kyungsoo menatap dalam ke matanya sambil menyunggingkan senyum, pemuda jangkung ini tahu ia harus melindungi kekasihnya mati-matian atau pemuda manis itu akan direbut dari sisinya.

TBC~

Review again ne (0_0)/ welcome new reviewers!

Sorry ya ceritanya agak lama updet dikit ini author baru ada waktu luang pas week 1 agak nyante gitu… author uda masuk semester baru lagi soalnya, jadi ga bisa sering-sering update.. mungkin 1 bulan 2x (?) atau lebih? Author gak yakin, yang pasti kalau author punya ide atau sempat author pasti updet.. maklum author uda year 3.. di universitas author kalo uda year 3 bahan peernya uda numpuk.. author aza ga tau gitu banyak peer semester ini T.T untuk 12 weeks ini aza author ada 20 reports nunggak + presentasi T.T huwee…apalagi ujian waktu itu author fail lagi satu unit TAT duh! Tambah runyam deh.. otak makin mampet pastinya.. author sekarang aja belum apa2 uda stress berat #curcol #galao.. mohon pengertiannya.. jadi bersabarlah ne readers~ gomawoooo~

Special Thanks to: fykaisoo, wu yinmi, hwang yumi, DragonAqua, wereyeolves, titan18, esthiSipil, JoonnieMyeonnie, PhykaaS4MK, junmyunyifan, suyanq, hae15, sayakanoicinoe, riyoung17, kikiikyujunmyun, jimae407203, leeminji elf, anonymous, baby Magnae, SungRaeYoo, Alika Malik, LiezxoticVIP, RubikLuhan, yongchan, chyu.

##############

uups! Maaf author pundung chap lalu.. P3K jadi PKK.. maklum nilai author merah mulu pas SMA -_-" duh jadi malu typonya parah kali! lalu PKK itu kotak apaan sih? 0.0

yang author buat tak polos readers karena telah mengubanhnya menjadi rated M mohon dimaafkan ya xD #plak

kedua tokoh sampingan bukan CS nya Kris sama Suho, jelas donk!

Ini belum end bah! Masih long long way to go :)

Yang mendukung Wonkyu disatuin angkat tangan? Hahaa.. rupanya ada beberapa reviewers pengen disatuin kedua guru jomblo ini xD, bagaimana permirsa? Give me an idea please.