Our High School Love Story
Warning: YAOI, FLUFF, crack pair, gaje, ngakak, typo, EYD berantakan, bahasa tidak baku, etc
Main Pair: KRISHO ^^ cameo: EXO pairing lain: find it by yourself
Disclaimer: Idea and story ARE MINE, no plagiarism is allowed.
# don't be a silent reader please ^^ #
^^~Happy reading~^^
CHAPTER 8
Sabtu siang itu, seorang namja berparas manis itu terlihat mengitari seluruh gedung sekolah SM, sesekali memutar kedua bola matanya mencari sesosok bayangan manusia, mulai dari tingkat 3 hingga ke lantai dasar. Ia tersenyum manis ketika menemukan sesorang yang dicarinya sedang duduk di samping lapangan sekolah, tepatnya di bawah sebuah pohon berindang.
" Ya! Do yahh…!" jeritnya memanggil namja bermata bulat tersebut sambil berlari-lari kecil, tangannya membopong beberapa buah buku tebal yang diketahui sebagai buku panduan berbahasa Inggris dan buku kamus Korea-Inggris.
Namja yang lebih kecil darinya itu pun menoleh ke arahnya lalu menepuk tanah berumput di sebelahnya mengisyaratkan Suho untuk duduk di sebelahnya.
" kau mencariku Ho?" DO pun mencabut headphone dari kedua telinganya dan menekan tombol stop pada Ipod bercasing aqua miliknya sebelum memasukkannya ke dalam kantong celana sekolahnya.
" tentu saja, kau ini suka sekali membolos! Kau tahu kan nanti kita ada kelas sore hari ini?" Suho pun mendengar titahan temannya untuk duduk di sampingnya, membiarkan angin sepoi-sepoi membelai rambut hazel dan kulit putihnya.
" kau mencariku untuk mengatakan itu? Aduhh.. perhatian sekali kamu padaku" goda DO sambil sengaja menunjukkan cengirannya yang lumayan terlihat menyeramkan tersebut.
" aku ini ketua kelas! Kalau kau terus membolos aku yang dimarahi Kyuhyun saem nantinya" Suho menjitak kepala pemuda berbibir hati tersebut dengan agak sebal.
Hanya beberapa hari sejak pertemuan Suho dengan anak baru tersebut namun kedua pemuda mungil tersebut tampaknya sudah menjadi sahabat dekat. Keduanya sering bersama-sama hampir tiap waktu karena Suho selaku ketua kelas s1 dimandatkan wali kelasnya untuk memberi arahan dan pengawasan pada murid baru tersebut.
Suho memijit pelipisnya pelan melihat kelakuan teman barunya ini, pemuda manis tersebut tak habis pikir, baru saja namja yang satu ini pindah ke sekolahnya tetapi sudah berani berbuat ulah. Suho teringat kesan pertamanya dengan DO, sangat bodoh bila ia berfikir namja squishy yang disampingnya ini merupakan pemuda polos, sopan, imut, baik, blah blah blah~ dan yang pastinya bukan tukang pembuat onar dan tukang bolos.
DO menyunggingkan senyum tipis melihat namja frustasi di sampingnya sambil terkekeh dalam hati, ia merasa senang melihat namja berkulit putih di sampingnya begitu menghawatirkannya. Sebenarnya DO tahu dengan jelas pemuda tersebut sudah memiliki kekasih tapi apa daya hatinya tak mampu berbohong, ia telah jatuh hati pada pandangan pertamanya sejak ia bertemu dengan Suho di dorm malam itu, siapa yang tidak terpedaya dengan ketampanan Suho? Senyumnya yang begitu menawan dan angelic facenya ketika pemuda itu memperkenalkan dirinya langsung memesonanya dalam detik itu, oh! Jangan lupakan suaranya yang lembut dan merdu dengan penuh kesopan santunan menyapanya waktu itu.
Pemuda squishy itu masih mengingat dengan jelas tatapan tidak suka Kris padanya malam itu, saat itu ia masih belum tahu bahwa pemuda blonde itu merupakan kekasih Suho hanya berani menantangnya dengan membalas tatapannya dalam dengan menyunggingkan senyum miringnya. Tetapi melihat kedekatan kedua insan selama beberapa hari ini, DO tahu ia harus mengalah saat melihat tatapan cinta dan perhatian yang diberikan Suho pada Kris dan begitu juga sebaliknya, Kris tampak begitu menyayangi dan melindungi Suho.
Dengan perasaan tak rela akhirnya DO harus berbuat onar demi mendapat sedikit perhatian dari namja yang dinaksirnya tersebut meski ia tahu dengan jelas Suho tak akan menyukai kelakuannya, tetapi hanya inilah jalan satu-satunya yang mampu membuat mata Suho berpaling dari kekasihnya. Di satu sisi DO agak merasa bersalah dengan Kris, tetapi di sisi lain hatinya merasa puas saat melihat Suho yang selalu kewalah mencarinya tiap hari dengan memancarkan tatapan khawatirnya.
" ya! Kau berani menjitakku, awas kauuu!" DO dengan modusnya langsung mendorong tubuh pemuda manis itu, menjatuhkannya di atas rerumputan hijau sebelum mengelitik seluruh tubuhnya.
" hyahaahaha! Pabbooo hahaaa! Yahhh! Hentikannn! puhahaaa" Suho mengeliat tak karuan saat titik sensitivenya dimainkan DO. Tangan nakal temannya terus menggelitik leher dan pinggangnya hingga perutnya kesakitan karena kebanyakan ketawa.
" Ehem!"
Keduanya langsung terdiam ketika mendengar suara bass yang dalam menyapa pendengaran mereka, Suho perlahan membuka kedua matanya yang sedikit berair menatap terbalik pemuda blonde tampan yang dirindukannya seharian ini, yang sedang menatap kedua pemuda mungil itu dengan tatapan datarnya.
" Krissss" sapa Suho sambil tersenyum senang lalu membalikkan tubuhnya dari terlentang ke tengkurap di atas rumput karena tubuh DO masih setia menindihnya.
" aku mencarimu tadi di kelasmu chagi, tapi kata Jongdae kau menghilang karena mencari anak baru ini" tatapan tak senang Kris langsung focus ke target yang sedang menindih tubuh namjachingunya, namja yang ditatapnya pun langsung menjauhkan tubuhnya dari Suho.
" ahh.. mian! Habis kyuhyun saem menyuruhku mencari DO karena dia kebanyakan membolos minggu ini" Suho pun berusaha menegakkan tubuhnya yang masih tak bertenaga karena kebanyakan ketawa.
" lihatlah.. kau benar-benar berantakan sekarang chagi~" Kris lalu berjongkok menyamakan tubuhnya dengan tubuh namjachingunya yang terduduk di atas rumput itu sambil membersihkan wajah mulusnya dari tanah yang menempel pada pipi kanannya, mengelusnya dengan kelemah lembutan, tak lupa juga merapikan rambut kecoklatan namjachingunya yang sudah ditempeli rumput kehijauan. Sebuah pemandangan yang begitu awkward untuk dilihat dari sudut pandang DO.
Kris yang sadar ditatap DO pun semakin mengumbar kemesraannya dengan mencium pipi kanan Suho lama setelah membersihkan pipi lembutnya lalu merengkuh tubuh mungilnya erat.
" aihh.. Kris pabbo… dilihat DO nihhh~" Sudah seminggu berpacaran dengan Kris tidak mengurangi kadar kepolosan seorang Suho. Terlihat dengan jelas pemuda manis tersebut masih shock dengan kelakuan namjachingunya yang tak bisa diprediksi itu hingga menahan malunya dengan membenamkan wajah memerahnya di dada Kris sambil memukul dada bidangnya pelan.
" biarkan dia melihat chagi, aku merindukanmu karena akhir-akhir ini kau sering melupakanku karena teman barumu itu" Suho langsung menengadah menatap khawatir wajah namjachingunya, ia merasa sangat bersalah pada Kris saat menatap wajah sendu pemuda blonde yang sedang memeluknya dalam dekapannya tersebut.
" mian Kris.. cuma kau seorang yang mengisi pikiranku kok… jadi mana mungkin aku melupakanmu" Suho mengelus wajah tampan dihadapannya, memang akhir-akhir ini mereka tidak terlalu banyak bersama karena Suho harus pintar-pintar membagi waktunya diantara memfokuskan perhatiannya pada DO dan menyediakan quality time untuk kekasihnya.
" jinjja? Kalau begitu buktikan padaku" mata DO sedikit membulat ketika ia menangkap namja yang ditaksirnya mencium kilat bibir tebal kekasihnya sambil menahan malu, sedikit salah tingkah menatap adegan dewasa yang terpampang di hadapannya.
" ckckck.. chagii~ tiap hari kuajarkan tapi kau tidak pernah pintar eoh? ciuman itu seperti ini chagi…." wajah DO langsung memanas, kontan memerah seperti tomat ketika Kris menglaim bibir tipis Suho dengan melumatnya pelan dan memasukkan lidahnya ke dalam mulut kekasihnya, lengkap dengan desahan-desahan halus yang keluar dari mulut Suho ketika pemuda tampan itu mengabsen isi mulutnya dan mengigit lembut lidahnya. Pemuda squishy itu meneguk salivanya susah payah saat menatap tanpa berkedip kedua tangan nakal Kris yang memainkan nipple kecoklatan Suho dari luar seragamnya hingga menegang, tercetak dengan jelas warna kecoklatan dari kemeja putih tersebut.
" nghh..cphkk… Kriishhh.. ngahh" akhirnya pemuda blonde itu melepaskan tautan bibirnya dari kekasihnya ketika Suho kehabisan pasokan nafas, saliva yang panjang terbentuk saat Kris mengeluarkan lidahnya dari gua hangat namjachingunya. Ia menopang tubuh mungil namjachingunya yang sekarang melemas total akibat perbuatannya, membenamkan wajah memerahnya yang terengah-engah di dada lebarnya.
DO berani bersumpah Kris sedang mengolok-ngoloknya, smirk andalannya tercetak pada wajahnya membuat pemuda bermata bulat itu ingin sekali meninju rahangnya meski ia akui Kris memang paling tampan saat bersmirk ria. Ditatapnya pemuda blonde itu yang sedang membuka tutup mulutnya membentuk sebuah kalimat, mengirimkan pesan tersebut tanpa bersuara agar kekasih di pelukannya tidak menyadarinya.
" Suho itu hanya milikku seorang" begitu kira-kira pesan yang ditangkap DO. Kris benar-benar lelaki yang posesif pikirnya.
TENG TENG TENG TENG
Tanda bel masuk kelas sore sudah berbunyi, tandanya waktu istirahat semua murid SM sudah berakhir.
" chagi ya, cepat masuk kelas nanti kita terlambat" Kris mengelus lembut rambut hazel kekasihnya yang masih setia membenamkan kepalanya di dalam pelukannya. Perlahan Suho menjauhkan wajahnya dari tubuh kekasihnya meski kedua tangannya masih menarik seragam depan Kris untuk menopang kedua lututnya yang masih lemas.
" K.. Kris.. aku bisa pingsan kalau kau menciumku seperti tadi" tubuh Suho masih belum dapat berhenti bergetar karena efek ciuman yang didapatnya. Ia belum pernah mendapat ciuman seintens itu dari kekasihnya sebelumnya, tak pernah diketahuinya kekasihnya begitu ahli dalam berciuman.
" aduh.. kekasihku yang satu ini memang polos sekali" pemuda blonde itu mencubit pipi merah Suho dengan gemas, ia lalu menggandeng tubuh mungil itu menjauh dari lapangan tersebut setelah memungut buku-buku kekasihnya yang berserakan.
Suho yang baru sadar langsung menoleh ke belakang, sepertinya ia melupakan temannya yang sekarang masih duduk di atas rumput dengan wajah memerahnya yang masih tak hilang-hilang juga. " ah.. DO ya …kajja! ayo masuk kelas.. nanti kau dihukum kyuhyun saem"
" nan..nanti saja aku menyusul… kalian duluan saja" Suho menatap aneh teman barunya yang masih setia duduk dengan beberapa butir keringat yang mengucur di pelipisnya, sedangkan Kris langsung menatap mengerti kondisi DO kembali menunjukkan smirknya.
" jangan terlalu lama di kamar mandi DO ya, kau harus segera menenangkan adikmu sebelum guru evil itu datang" wajah pemuda squishy itu pun langsung mematang sempurna mendengar penuturan Kris yang blak-blakan, ia merapatkan pahanya menyembunyikan boner yang memaksa menyembul dari antara kakinya. Tak dapat dipungkiri ia pun masih sangat polos, ini pertama kalinya ia melihat adegan panas yang membuatnya terangsang berat.
Kris pun kembali menarik namjachingunya menjauh dari pemuda squishy itu yang membalasnya dengan tatapan tak mengerti. " tadi itu dia kenapa sih? Dia kebelet pipis? Lalu apa hubungannya dengan adik? Seingatku DO itu anak tunggal" Suho melancarkan poutnya kepada pemuda tinggi itu meminta penjelasan.
" pfft! Aigo.. nanti kalau sudah dewasa kau juga mengerti" okay, Kris sekarang tampak seperti bapak-bapak yang berbicara kepada putrinya.
" Kris, kauu curang.. kenapa kau suka sekali menyembunyikan sesuatu dariku eoh?" Suho masih menatap namjachingunya sebal ketika kekasihnya sudah mengantarkannya di depan kelas s1.
" hehe.. aku tak ingin merusak kepolosanmu chagi ( padahal dia yang paling merusak -_-")… Anyway besok hari minggu kan? Kencan yuk chagi.. sudah lama kita tak pergi berdua saja" Kris ingin menyekap namja mungilnya sehari saja dari orang lain, terutama DO karena namja itu suka sekali menyembunyikan namjachingunya darinya. Mungkin dengan kencan kali ini, rindunya pada kekasihnya akan sedikit terobati.
" umm! aku mau Krisss…janji! " Suho mengangguk kesenangan, menampakkan eye smilenya sambil melonjak-lonjak kegirangan. Ia benar-benar sudah tidak sabar menunggu hari esok, dimana ia dapat memiliki waktu seharian penuh hanya dengan Kris. Pemuda manis itu berjinjit lalu mencium pipi pemuda blonde itu dengan malu-malu sebelum masuk ke kelasnya.
.
Ketika dilihatinya kedua insan tersebut menjauh dari pandangannya, DO pun segera berjalan menuju kamar mandi terdekat dengan sedikit tertatih-tatih, sedikit menggeram menahan desahan atas ketidaknyamanan tubuh bagian bawahnya saat adiknya tergesek-gesek resleting celana sekolahnya yang sempit tiap ia melangkahkan kakinya. Dengan sedikit terburu-buru ia membuka kancing dan menurunkan resletingnya saat ia masuk ke dalam kamar mandi tersebut ketika ia melihat semua ruangan toilet tersebut kosong.
Ia pun mengeluarkan miliknya yang sudah menegang dan memulai aktifitas yang dilakukan tiap namja sehat sambil mengeluarkan desahan nikmat dari bibir hatinya. DO mempercepat pergerakan tangan kanannya berusaha bersaing dengan waktu. 5 menit berlalu saat sebentar lagi ia akan klimaks tiba-tiba saja pintu toilet miliknya terbuka lebar menampilkan sesosok namja tinggi berkulit tan yang menatapnya dengan kaget, sepertinya pemuda squishy itu lupa mengunci bilik kamar mandinya. DO yang tersentak kaget langsung berusaha menyembunyikan miliknya dengan menutup selangkangannya dengan kedua tangannya, sedikit menahan kesakitan pada adiknya karena klimaksnya tertunda.
" mi.. miann.. aku tidak tahu ada orang" DO memang memilih bilik pertama, jadi wajar saja tiap orang yang masuk ke dalam toilet tersebut pasti langsung membuka pintu tersebut, apalagi keteledoran pemuda squishy itu yang lupa mengunci pintunya membuat orang lain berpikir bilik tersebut kosong.
" ti.. tidak apa-apa.. tolong keluar" DO membalikkan tubuhnya menyembunyikan wajahnya yang memerah dari hadapan namja tersebut, tubuhnya tersentak kaget ketika tubuh namja tan yang tak dikenalnya bukannya menjauh tetapi malah semakin mendekatinya dan mengunci bilik kamar tersebut. Namja tersebut tanpa aba-aba langsung meremas milik namja mungil itu dari belakang membuatnya kembali mendesah.
" kau.. apa yang kau.. lakukann.. ngghh" kedua tangan DO berusaha mengapai tangan kanan namja tersebut yang masih setia memanjakan miliknya yang tidak terlalu besar.
" sebagai permintaan maaf telah mengganggu aktifitasmu, aku akan membantumu klimaks sebanyak yang kau mau" namja tan tersebut mengulum cuping telinga kanan DO sebelum memulai segala aktifitas panas mereka yang berakhir dengan desah-desahan keras yang terdengar jelas mengisi kamar mandi tersebut.
#########KRISHO#######
Suho's class, s1
Namja manis itu sesekali menoleh ke bangku kosong yang berada di samping kanannya sambil mendengus kesal, namja yang ditunggu-tunggunya membolos lagi untuk yang kesekian kalinya. Tempat duduk DO memang terletak di seberang kanannya, Kyuhyun saem mengatur tempat duduknya seperti itu agar memudahkan proses belajar mengajar di kelas.
" baiklah anak-anak, hari ini saem akan mengadakan ujian dadakan bahasa Inggris"
DEG!
Mata Suho langsung membulat sempurna mendengar penuturan Kyuhyun saem yang terdengar seperti hakim yang menentukan hukuman mati pada criminal.
" aahh.. aku belummm belajarrrrr!" Luhan menjerit frustasi lalu mengacak rambutnya. Luhan memang sangat lemah dalam bahasa Inggris, jelas saja karena ia berdarah Chinese.
" Yeolllliee aaa~ saranghae nae chingu… bantu aku ya.. jeballl" Jongdae melancarkan aksi aegyonya dengan tatapan memelasnya, dari keempat sekawan ini, yang pintar berbahasa inggris cuma Chanyeol seorang, ketiga orang lainnya nilai bahasa inggrisnya selalu dibawah 6.
" kau menjijikan bebek… biasanya kau selalu mengolok-ngolokku" pemuda jangkung itu menyentil dahi king troll itu tanda tak setuju, ia akan membantu kedua temannya yang lain tapi tidak dengan Jongdae, karena ia teman yang paling menyebalkan menurutnya.
" oh ayolahh.. kalii ini sajaa.. please.. nanti aku traktir makan malam deh" mendengar kata traktir Chanyeol langsung tertawa kesenangan memamerkan rich teethnya, akhirnya saat ini tiba juga dimana ia dapat dengan leluasa memeras dompet sahabat bebeknya.
" oke deal! Aku mau Tony Romas buat makan malamku" Suho menatap kasihan sahabat trollnya yang uang sakunya dipastikan akan menipis, apalagi porsi makan Chanyeol yang banyaknya luar biasa itu.
" jadi anak-anak kalau kalian tidak lulus di ujian ini, besok wajib datang ke sekolah untuk remedial" perkataan kyuhyun saem langsung membawa keributan dalam kelas. Hari minggu lalu mereka sudah disuruh datang ke sekolah sebagai replacement class (chap1), untuk minggu ini mereka jelas tidak mau lagi disuruh datang ke sekolah mengingat hampir 50% siswa dalam kelas selalu mendapat nilai fail dalam ulangan bahasa inggris.
Suho mendadak takut mendengar penuturan guru evil tersebut, ia harus lulus bagaimana pun juga, pemuda manis itu sungguh tak ingin membatalkan kencan keduanya dengan Kris.
" Yeoll ahh… seluruh hidupku bergantung padamuuuu" rengeknya mendramatisir kepada teman sebangkunya, tidak biasanya Suho menyontek tapi hanya kali ini saja, demi kelulusannya dan demi kelancaran kencannya dengan Kris, ia harus berani mengambil resiko bila ketahuan menyontek oleh kyuhyun saem.
" serahkan padaku Ho.. kau pasti lulus" Chanyeol mengacak sayang surai hazel sahabatnya sambil menahan tawa, tidak biasanya sahabatnya yang satu ini merengek padanya.
" baiklah … ujian dimulai.. batas waktunya 1 jam dari sekarang" kontan seluruh siswa siswi dalam ruangan tersebut langsung hening, hanya terdengar suara pensil dan pulpen yang menari di atas kertas ujian tersebut.
Suho menatap horror satu per satu soal dari kertas ujian tersebut, tidak biasanya ia tak mampu menjawab satu pun jawaban dari 40 soal tersebut. Pemuda manis itu sudah hampir menangis frustasi membaca tulisan alien yang tak dia mengerti.
"Aeronautics? Xenophobe? Zephyr? asdfghjkl" jeritnya dalam hati, ia tak mengerti satu pun dari kata yang dibacanya, lalu bagaimana mungkin ia dapat menjawab soal-soal nista tersebut. Suho menyesal tidak belajar kemarin malam karena asik memikirkan seseorang tiap harinya, siapa lagi kalau bukan Kris. Pemuda blonde itu selalu muncul di otaknya tiap detik dan memimpikan kekasihnya tiap malam.
" Ho…. Ini jawaban 1- 10" Chanyeol melempar kertas kecil ke arahnya yang langsung dengan sigap diterimanya dengan hati deg-degan karena takut ketahuan, ia perlahan membuka kertas tersebut lalu membaca jawaban yang tertera di dalamnya. Namun sayang sekali, karena pemuda manis itu terlalu focus pada tulisan cakar ayamnya hingga tak menyadari kyuhyun saem sudah berdiri di hadapannya dengan muka menahan amarah.
"Uupssss~"
"pintar sekali ya nakk…chukkae.. kau wajib mengikuti revision class besok" Suho hanya mampu menatap wali kelasnya dengan mata berkaca-kaca saat kyuhyun saem dengan tega mengoyak kertas ujiannya yang hanya terjawab 5 soal di hadapannya.
" huweeee… saem jahatt.. hiksss.. aku jadi tidak bisa kencan dengan Kris kannn? Hiksss hiksss" dengan berlinang air mata pemuda manis itu berlari berhamburan keluar kelas, meninggalkan gurunya dan teman sekelasnya yang menatapnya sweatdrop. (kenapa orang seperti ini bisa jadi bintang sekolah ya? -_-" )
########KRISHO########
" Suho mana?" tanya Kris kepada ketiga sekawan yang masih berada di dalam kelas saat semua murid SM berhambur untuk pulang ke rumah masing-masing.
" entahlah.. dari tadi aku hubungi ponselnya ngga diangkat" Jongdae menaikkan kedua bahunya tanda tak tahu.
" setelah ujian dadakan tadi dia ngga balik-balik sampai sekarang" Luhan menambahkan, Chanyeol cuma diam-diam saja, ia merasa bersalah pada sahabatnya karena perbuatannya mengakibatkan Suho harus failed pada ujiannya.
" memangnya dia kenapa? Ujiannya tidak bisa?" Kris langsung tanggap kemana arah pembicaraan mereka, kelasnya juga dilempari ujian dadakan tadi, tapi ia beruntung dapat mengisi seluruh soalnya.
" begitulah.. dia ketahuan menyontek terus besok harus ujian remedial" Kris memangut-mangut tanda mengerti.
" tolong cari dia.. Suho sedang sedih karena kudengar kencan kalian harus batal besok.. jangan memarahinya Kris" Chanyeol takut sahabatnya makin sedih bila kekasihnya malah menyalahkannya, ia tahu baik Kris sama Suho pasti kecewa karena kencan mereka yang terpaksa ditunda.
" sudah jelas, kalau begitu aku pergi dulu..chaoo" Kris dengan sedikit tergesa-gesa menghilang dari hadapan ketiga temannya, berusaha mencari seluruh sekolah mengira-ngira kemana kekasihnya sekarang berada. Ia yakin kekasihnya tidak akan pulang ke asrama dengan mood buruk seperti itu.
" Ho? Suho chagii? Eodi ga?" kaki jenjangnya membawanya ke UKS, atap sekolah, mencari tiap kelas yang ada namun tak menemukan batang hidung kekasihnya, tak ayal ia sedikit mengkhawatirkan namja mungil itu.
Kris mendesah nafas lega saat melihat pemuda yang dicarinya meringkuk sendiri di sudut ruang music yang agak gelap. Kekasihnya menenggelamkan wajahnya pada kedua lengan kurusnya yang bertumpu pada kedua lututnya. Pemuda blonde itu perlahan berjalan ke arah kekasihnya dan duduk di sebelahnya.
" chagii~" sapanya lembut, ia mengelus punggung kekasihnya yang masih agak bergetar, dari situ Kris tahu kekasihnya masih menangis.
" uljimaa chagi ya.. ayo pulang.." masih dengan penuh kesabaran Kris berusaha menenangkan kekasihnya, matanya menatap buku-buku yang berserakan di atas keramik tersebut, buku pelajaran bahasa inggris dengan banyak post it dan stabilo berwarna warni memperindah tiap halaman buku tersebut.
" K..krisss.. hikss… miannhae..mian" dengan tersedu-sedu ia membanjiri Kris dengan permintaan maafnya, Suho takut kekasihnya memarahinya pun tak berani menaikkan wajahnya menatap namjachingunya.
" tidak usah minta maaf chagi.. aku sudah mendengar semuanya dari Yeol, Luhan dan Jongdae… jangan menangis lagi ne" Kris perlahan menangkup wajah mungil kekasihnya dan menghapus air mata yang masih membasahi pipi chubbynya.
" taa..tapii.. kencan kitaa.. hikss.. miann aku memang bodohh.. hikss.. jangan ma…rahh" Suho kembali menangis saat menatap wajah tampan kekasihnya yang tersenyum lembut padanya, ia tahu kali ini ia mengecewakan kekasihnya lagi untuk kedua kalinya. Padahal kencan pertama mereka sudah dapat dikatakan buruk menurutnya.
" aku tidak marah chagi.. kita bisa kencan lain kali kok.. uljimaa ne?" Kris memeluk kekasihnya seraya membelai rambut Suho dan mengecup pucuk kepalanya berulang kali.
" a..aku merindukanmu Kris.. sangat merindukanmu.. hikss.. aku pikir aku bisa berdua.. saja denganmu seharian besokk.." pemuda manis itu mengeluarkan seluruh isi hatinya seraya mengusap kedua matanya kasar dengan punggung tangannya, sangat pantas Kris memarahinya, karena sekarang Suho saja pun sangat kecewa terhadap dirinya sendiri.
" aku juga merasakan hal yang sama chagi.. tapi apa boleh buat kan? Aku akan mengajarimu malam ini.. jadi besok kau harus lulus ujian supaya kencan kita tidak sia-sia.. mengerti?" Kris tersenyum memahami saat kekasihnya mengangguk pelan mendengar arahannya, ia menatap wajah sendu kekasihnya dengan kedua mata yang membengkak bak panda tersebut lama, entah sudah berapa jam lamanya kekasihnya yang satu ini menangis.
" jadi sekarang kita pulang ke asramamu ne? jangan menangis lagi, kau jelek menangis seperti itu" Suho sedikit tertawa tertahan mendengarnya, ia tahu kekasihnya sekarang berusaha memperbaiki suasana hatinya yang sedang gundah.
Pemuda jangkung itu mengambil buku-buku tersebut lalu menentengnya dengan sebelah tangan, sebelahnya lagi ia tautkan dengan tangan mungil kekasihnya. Saat keduanya berjalan kembali menuju kelas s1 untuk merapikan barang kekasihnya, mereka tak sengaja berpapasan dengan Kai.
" Kai yah… kenapa kau tadi tidak ada di kelas eoh? Ada ujian dadakan tadi" Kai membelalakan matanya tidak percaya mendengar penuturan Kris.
" Mwo? Ujian? Jadi aku gimana donk?!" ujarnya panic, ia tak menyangka akan ada ujian tepat saat ia membolos.
" kata Siwon saem besok bagi yang gagal dan tidak ikut ujian wajib datang ke sekolah untuk ujian ulang" Kai langsung melemas, ia paling malas pergi ke sekolah pada hari Minggu, apalagi rencananya ia mempunyai kencan dengan Hunnie nya besok yang sepertinya bernasib sama dengan pasangan sejoli di hadapannya sekarang ini.
" aihh.. kenapa Sehun ngga menceritakannya padaku… duizzhanggg aaa~" Kai langsung melancarkan buing buingnya yang langsung dihentikan Kris.
" andwae! Jangan suruh aku mengajarimu ujian, aku tidak mau!" tolaknya mentah mentah, berteman dengan Kai setahun membuatnya mengerti betul permintaan sahabatnya yang satu ini.
" mwo? Jangan tega padaku duizzhang Kris.. your bestfriend need your help right now…. Kalau kau tidak mengajariku aku akan fail lagi besokk… kau tau kan aku paling tidak bisa inggris? Ya ya ya….kasihanilah akuuu~" Kai melengketkan kedua telapak tangannya tepat di wajahnya, cuma sahabat Canadiannya ini yang paling ahli berbahasa Inggris.
" tidak mau… aku sudah berjanji akan mengajari Suho hari ini.. ya kan chagi?" Kris mencoba mengirim signal melalui kedipan matanya kepada Suho tetapi sepertinya kekasihnya tidak mengerti pesan rahasia tersebut.
" tidak apa-apa kan Kris, kita bisa belajar bersama, kasihan dia kalau ujiannya tidak bisa" demi dewa neptunus, pemuda blonde itu ingin sekali menjambak rambut Suho sekarang kalau tidak mengingat pemuda manis itu adalah pacarnya, tidakkah kekasihnya mengerti ia ingin berdua saja dengan Suho malam ini tanpa ada seorang pun yang mengganggu, dan bukannya tadi kekasihnya juga mengaku merindukannya dan ingin bersama dengannya? Kris benar-benar tidak mengerti system kerja otak kekasihnya.
" jeongmal? Gomawoooo Suho.. kau yang terbaik" Kai meremas kedua tangan Suho yang diangkatnya ke dadanya sebagai ucapan terima kasih lalu segera melesat ke asramanya untuk bersiap-siap.
########KRISHO########
" Mwo? Kenapa kau bisa di sini?" Kris menuding ke arah DO dengan tatapan tidak senangnya saat ia menemukan pemuda squishy itu berada di dalam unit Suho.
" kenapa kau juga kemari? Anak tower B menjauh sana" DO pun membalasnya dengan tatapan tidak suka, ia menggunakan tangannya menghalau tubuh jangkung tersebut.
" aku kesini untuk mengajari Suho ya.. kau bukan tinggal di unit ini kan.. kau yang harus menjauh" Kris sewot, sepertinya pemuda mungil ini suka sekali mencari masalah dengannya, tidak Jongdae tidak pemuda yang mukanya bin ajaib ini menganggu momentnya saja dengan Suho.
" aku tinggal di unit sebelah, dan aku sering datang ke kamar Suho kok" DO senjaga memanas-manasi pemuda jangkung itu, padahal itu bisa dibilang kamar Suho dan Chanyeol.
Prang!
Begitulah kira-kira suara di dalam hati Kris, ia benar-benar cemburu mendengar penuturan jujur tersebut. Bahkan Kris sendiri selaku namjachingunya pun tak pernah menginjakkan kaki ke dalam kamar Suho. DO diam-diam tertawa dalam hatinya menatap wajah datar Kris yang tampak shock, senang karena berhasil membalas dendamnya atas keusilan namja jangkung itu kepadanya tadi pagi.
" uuuhh.. dasar uke! Jangan berfikir Suho dapat menjadi sememu, dia sudah sah menjadi uke ku" ujar Kris tidak mau mengalah.
" siapa yang bilang aku uke? Aku ini seme!" Kris menatap pemuda mungil itu tak percaya, dari segi mana pun DO terlihat sebagai uke di mata Kris, salahkan tubuhnya yang terlalu tinggi melewati batas normal.
" kau bahkan lebih pendek dari Suho, kau tidak mungkin menjadi semenya, aku lebih pantas" kris dengan kelewat percaya dirinya mengumbar tinggi badannya.
" dasar tiang! Aku ini tidak pendek! Dan aku ini seme! Apalagi kenapa kalau aku uke, cinta itu tidak mengenal posisi (?)"
" dia itu uke kok!" sebuah suara membuat DO mendadak membeku, ia mengenal dengan jelas manusia yang baru menampakkan batang hidungnya dari belakang pintu.
" ah Kai ah.. kau lama sekali" Kris membalikkan tubuhnya menatap namja tan yang baru masuk ke dalam unit Suho sambil menenteng tas berisikan buku pelajaran bahasa inggrisnya.
" anyongg.. kita ketemu lagi… manis" Kai melayangkan senyum ke arah namja squishy tersebut yang membatu menatapnya tanpa berkedip.
" ke.. kenapa kau bisa…" DO dengan kewalahan menyusun kata-katanya, ia sekarang begitu ingin menampar wajah tampan namja tan tersebut yang tersenyum meremehkannya. Kai lah orang yang dengan seenaknya menyentuh tubuhnya tadi sore, tangan dan mulutnya yang telaten membuatnya berorgasme beberapa kali hingga seluruh tubuhnya melemas.
" Kau mengenal DO, kai ah?" Kris sedikit kaget melihat sahabatnya tersenyum penuh arti pada namja squishy tersebut, tatapan yang mengartikan dirinya mulai terpikat dengan DO.
" tentu saja, tadi sore kita bahkan melakukan olahraga keras, ya kan?" yang ditanya langsung memerah, ia mengerti arti terselubung dari kata namja tan tersebut. Kris yang melihatnya langsung tanggap, itulah sebabnya mengapa kedua manusia itu menghilang pada sore tadi.
" ah.. kau sudah sampai Kai ah?" Suho datang dengan membawa tiga buah gelas berisikan orange juice. Ia menyuruh ketiga manusia itu masuk ke dalam ruangannya, Chanyeol dan lainnya belum pulang, mereka akan pergi karaoke hingga malam hari untuk merayakan keberhasilan ujian mereka.
" jadi past continuous tense itu begini begini blahh blah blahhh… mengerti?" Suho menggeleng polos membuat Kris mengacak rambutnya frustasi, ia berusaha mengajar dengan penuh kesabaran selama tiga jam lamanya, tetapi namja chingunya tetap tak mampu menerima pelajaran tersebut. Diliriknya jam tangan tissot nya yang sudah menujukkan jam 10.30 malam.
" mian.. jangan marah Kris, aku akan berjuang sebaik mungkin" Kris tidak tega melihat bibir Suho yang melengkung ke bawah pun kembali mencoba bersabar.
" aku akan mengulanginya lagi, setelah itu coba kau buat 10 soal yang kusediakan untukmu, berjuanglah chagi" Diremasnya lembut tangan kanan Suho menguatkannya, ia mendekatkan tubuhnya ke tubuh namjachingunya yang membelakanginya lalu membantu menghafalkan rumus-rumusnya dengan membisikkannya ke telinga kanan Suho, berhadap dengan cara seperti itu kekasihnya lebih mudah menangkap penjelasannya.
Beda lagi dengan pasangan Kai dan DO, pemuda squishy itu tampak benar-benar focus pada buku pelajaran di hadapannya ini, ia meneliti seluruh grammarnya dan membuat seluruh soal tiap chapter tersebut dengan penuh konsentrasi. Kai yang berada di hadapannya tersenyum sendiri menatap namja mungil di depannya, sesekali ia menemukan ekspresi wajahnya yang berbeda-beda, dari alis tebalnya yang tertaut menunjukkan betapa susahnya soal tersebut, lalu beralih ke kebiasaannya yang suka mengigit kuku dengan wajah blanknya saat otaknya mencoba berfikir, hingga ke wajahnya yang tersenyum senang ketika ia berhasil memecahkan soalnya membuat Kai ingin sekali mencubit kedua pipi chubbynya.
" jangan menatapku seperti itu" Kai terhenyak, rupanya ia ketahuan mencuri-curi melirik wajahnya.
" salahkan wajahmu.. kau manis sekali sih" pernyataan blak-blakkan Kai membuatnya salah tingkah, ia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" aku tidak akan bertanggung jawab kalau ujianmu gagal besok" Kai memanyunkan wajahnya, pemuda manis itu memang selalu serius dan tak bisa diajak bercanda. Jauh berbeda dengan pacarnya yang mempunyai daya humor yang tinggi. Ah.. tiba-tiba Kai kembali merindukan Sehunnienya, ia lalu menyalakan handphonenya sekedar mengecek email yang masuk, dan nyatanya memang benar terjadi, kekasihnya mengirim banyak pesan singkat padanya.
From: my beloved Hunnie (sent at 7 pm)
Jongin ah.. kau dimana? aku baru selesai dari kegiatan eskul..
From: my beloved Hunnie (sent at 7.45)
Jonginn.. Aku sudah membuatkan makan malam kesukaanmu.. jangan lama pulang ya.. aku menunggumu :*
From: my beloved Hunnie (sent at 8.30)
Jonginn.. kenapa tidak membalas pesanku? :( makananmu akan dingin. Cepatlah pulang~
From: my beloved Hunnie (sent at 9.05)
Aku merindukanmu … balaslah pesanku saat kau membacanya Jongin ah
Kai tersenyum saat membaca pesan tersebut, ahh.. kenapa ia begitu tega melupakan kekasihnya yang dengan sabar menunggunya di asrama.
" dari pacarmu?" DO menangkap kelembutan yang dipancarkan kedua mata Kai saat ia membaca layar smartphone miliknya.
" eh. Ah… begitulah.. aku harus cepat-cepat pulang, dia sudah menungguku" sebelum Kai sempat berdiri dari tempat duduknya, tangan mungil DO menahannya
" umm.. itu.. kalau kau masih mencintainya jangan mendekati namja lain, itu hanya akan melukai hatinya." DO mengatakannya sambil menunduk menatap buku tebalnya, setelah selesai mengatakannya ia pun melepaskan cengkraman tangannya dari seragam Kai.
Kai terkaget mendengar nasihat DO yang keluar dari mulutnya, ia sadar apa arti dari perkataan namja squishy tersebut. Kai tahu dirinya sangat bersalah, tidak seharusnya ia melakukan hal terlarangnya dengan namja dihadapannya tadi sore padahal tak pernah sekali pun ia menyetuh Sehunnie nya, tetapi entah kerasukan setan apa, libidonya tiba-tiba tidak dapat dibendung saat ia tak sengaja menatap milik DO yang menegang sempurna itu. Kai tak dapat membayangkan ekspresi kekasihnya yang hancur bila mengetahuinya berhubungan badan dengan namja lain.
" nde.. gomawo atas nasihatnya, aku tidak akan pernah melakukan kesalahan tersebut untuk kedua kalinya" DO bersyukur ia belum sempat membuka hatinya terlalu dalam pada namja tan itu, biarkanlah kejadian tadi sore itu sebagai pengalaman atas kesalahannya.
" kau sudah mau pulang kai ah?" Kris menegadah menatap sahabatnya sudah bersiap-siap menyusun buku pelajaran ke dalam tasnya.
" iya.. aku tidak mau sehunnie menungguku terlalu lama, anyongg" DO menatap Kai hingga tubuhnya tak terlihat lagi dibalik pintu kamar Suho pun setelahnya langsung berpamitan pulang.
" aku juga sudah mau pulang, hari sudah larut, selamat malam Suho ya… kau juga angry bird!" DO terkekeh sambil memeletkan lidahnya saat Kris gagal melempar bantal ke arahnya.
" aish anak itu benar-benar menyebalkan!" erang Kris setelah DO pulang kembali ke unitnya.
.
" Sehunnieee, aku pulang.." Kai mengendap-ngendap masuk ke unitnya ketika ia mendengar suara televisi dari ruang tamu. Namja tan itu kembali tersenyum saat ia menemukan kekasihnya tertidur di sofa ruang tamu tersebut, wajah polosnya saat tidur membuat namja tersebut tidak tega untuk membangunkannya. Perlahan tangan Kai terjulur mengusap pipi putih kekasihnya dengan penuh kasih sayang seraya menatap wajah indahnya lama.
" ungh… Jongin? Akhirnya kau pulang juga" perlahan kedua matanya pun terbuka, pertama kali yang dilihatnya adalah wajah tampan kekasihnya yang menatapnya lembut.
" mian membuatmu menunggu lama, kau sudah makan malam?" Sehun menggeleng sambil mengusap kedua matanya yang masih setia terpejam.
" aku menunggumu.. ayo kita makan sama-sama, akan kupanaskan lagi masakannya" Sehun berdiri lalu berjalan menuju ke ruang makan dimana microwave tersebut terletak.
Ia memasukkan dua piring plastic berisikan makan malam mereka ke dalam microwave berukuran lumayan besar tersebut, disetelnya selama 4 menit untuk menghangatkan makanan tersebut. Sebelum Sehun sempat berbalik, ia merasakan hangatnya dada kekasihnya, Kai memeluknya erat dari belakang seraya menaruh kepalanya di bahu kanannya.
" Hunnie saranghae…. Memang hanya kau yang terbaik untukku" dieratkannya pelukannya merasakan betapa lembut dan hangatnya tubuh kekasihnya yang mampu membuatnya merasa aman.
" huh? Kau kenapa Jongin.. kau anehh hari ini" Sehun yang tak tahu menahu kejadian yang sebenarnya hanya terkekeh lembut sambil menyentuh lembut lengan kekasihnya yang melingkar di perutnya. Ia membiarkan bibir tebal kekasihnya memanggut bibirnya lembut, menikmati segala sentuhan namjachingunya pada tubuhnya. Tak memperdulikan suara nyaring microwave yang menandakan makanan sudah selesai dipanaskan.
" Jongg…?" Sehun menatap bingung kekasihnya saat Kai mengendongnya ala bridal style ke kamar mereka berdua. Namja tan itu membaringkan tubuh kekasihnya dengan hati-hati di atas tempat tidur lalu kembali melumat bibirnya lama.
" Hunnie.. malam ini boleh ya?" Sehun memeluk tubuh kekasihnya sebelum menciumnya lebih dalam lagi, isyarat tubuhnya memberi lampu hijau pada namjachingunya untuk melakukan hal yang lebih padanya, ia membiarkan tangan Kai memanjakan tiap inci tubuh putihnya dan mengagahinya pada malam yang panjang itu.
#########KRISHO#########
" baiklah aku akan menanyakanmu vocabulary saja, kau sudah menghafalnya bukan?"
" eehh.. aku agak ragu Kris.." jawab suho tidak pasti, ia memang lemah dalam menghafal apalagi bahasa inggris.
"peluk" Suho membatu mendengarnya, ia berusaha membongkar seluruh memory otaknya namun hasilnya nihil. Ia cuma dapat mengingat kata "hug" saja.
" aih.. Kris kenapa kau memilih kata yang susah sekali" sebenarnya kata itu sangat mudah, tetapi karena lemotnya otak Suho dalam mengafal bahasa alien membuatnya harus bersusah payah mengingat tiap hurufnya.
" hhh.. malam ini kau tidak boleh tidur chagi kalau masih belum bisa" Kris menghembuskan nafasnya pelan, ia mendekati namjachingunya lalu berbisik kepadanya.
" aku akan membuatmu mengingat tiap kalimat yang akan kuajarkan padamu"
#########KRISHO#########
Pagi itu, Suho, Kai dan DO beserta para murid-murid yang lain berkumpul pada satu ruangan besar yang dinamakan examination room, para murid dari kelas S1 dan S2 yang failed kemarin mulai memenuhi ruang ujian tersebut. Setelah kyuhyun saem selesai mengatakan terms ujiannya, para murid pun langsung membalikkan kertas ujian dan mulai membaca soal tersebut. Alangkah kagetnya mereka saat membaca kertas ujian tersebut, soal yang diujikan begitu mudah sungguh berbanding terbalik dengan soal ujian sebelumnya, sepertinya soal ini dirancang untuk mempermudah kelulusan siswa siswi kelas unggulan tersebut. Para murid hanya perlu membuat essay singkat berisi beberapa vocab yang perlu dimasukkan ke dalam satu paragraph.
" embrace" Suho hampir tertawa saat membaca kata tersebut, ia kembali mengingat kejadiannya dengan kekasihnya semalam lalu pena nya mulai menari dengan lancarnya di atas kertas tersebut.
Kris membaringkan tubuh mungil Suho di atas kasur singlenya lalu menahan pergerakkan tubuhnya dengan sebelah tangan kekarnya.
" repeat after me Suho ya" Suho menelan ludah mendengar namjachingunya yang memanggil nama aslinya dengan suara beratnya. Kris mengulang seluruh vocabulary tepat di telinga Suho sehingga membuatnya terkikik geli saat nafas hangat namjachingunya menerpa telinga sensitivenya. Dengan susah payah namja mungil itu mengulang tiap kata yang dilontarkan namjachingunya kepadanya.
" so what is the synonym of hug?" ulang Kris pada malam itu.
" ee.. ehh… embrace" jawab Suho yang akhirnya menjawab dengan benar malam itu.
"make it into a sentence" Kris bersmirk ria ketika namja mungil itu kembali kewalahan menyusun kata-katanya. Ia menanggalkan sebuah kancing paling atas seragamnya membuat tubuh Suho menggeliat.
" Kris.. kau mau apa?" kedua tangannya yang terkunci oleh tangan kanan Kris membuatnya tidak bisa bergerak saat tangan kiri Kris kembali membuka kancing keduanya.
" aku hitung satu sampai lima kalau kau tidak bisa membuat kalimatnya akan kuberi hukuman" Suho langsung sontak kembali memikirkan kalimat yang harus dijawabnya, tetapi dengan berdasarkan vocabulary dan grammar yang pas-pasan membuatnya tidak mampu membuat kalimat yang sempurna.
"Empatt.." Kris menghitung pelan sambil membuka kancing keempat kemeja namjachingunya, mengekspos dada namjachingunya.
" Limaa.. kau harus diberi hukuman Suho yaa" tangan kanan Kris pun selesai membuka seluruh kancing tersebut hingga menampakkan tubuh putih namjachingunya yang topless itu.
" ehh ya.. ahh.. krisshhh" tubuh Suho melengkung saat bibir Kris bersentuhan dengan kedua nipplenya , menjilat dan mengemutnya bergantian hingga agak memerah.
" This is how I embrace you tonight so that your body will always remember my touch" Kris kembali mengigit nipplenya hingga menegang dibawah sentuhan lidahnya. " repeat after me Suho ya"
" nghh.. hahh… thiss iss.. ahh.. how ..you embrace me…. tonight.. ahh.. so that.. my body.. shh.. will always.. remember ah.. your…. touch"
" good boy, you are a fast learner" Suho mendesah kecewa saat bibir Kris tak lagi menyentuh daerah sensitivenya. Kris yang menangkap gurat ketidakpuasan kekasihnya hanya menampakkan smirk andalannya.
" what do you want? Say it out loud or I won't understand" tangan kiri Kris mengusap bibir bawah Suho yang agak basah karena saliva.
" umm… touch me please" Kris tertegun melihat wajah kekasihnya yang menatapnya dalam penuh nafsu dengan wajahnya yang memerah dan terengah-engah.
" state it specifically" pemuda blonde itu masih berniat menggoda kekasihnya lebih lanjut, ia kaget melihat Suho dengan berani mengulum ibu jarinya yang masih bertengger di bibir bawahnya sambil menatapnya dalam.
" kiss me like this morning, make my body feel warm, make me yours" Kris menahan tawa saat mendengar vocabulary ambur adul kekasihnya meski ia menangkap inti dari seluruh kalimat tersebut.
" just don't regret it because I won't stop in the middle of it" Kris langsung mengesahkan ciuman dalamnya pada namjachingunya, memanggut bibir tipisnya berbagi saliva. " suho ya repeat after me"
"I captured your eyes that full of lust." Kris membuka celana yang tersisa pada tubuh namjachingunya, melepaskan seluruh pakaiannya hingga kekasihnya sudah tak berbusana di atas tempat tidur.
" You captured … ahh my eyes.. that full.. of lust" Suho meredam desahannya dengan susah payah saat tangan kiri Kris mengelus lembut perut berabs nya lalu beralih turun ke bawah memanjakan sesuatu yang mulai membesar pada bagian selatan tubuhnya.
" by embracing you.." Kris pun melepaskan pegangan tangannya pada kedua tangan Suho dan mulai menurunkan wajahnya tepat di hadapan selangkangan kekasihnya.
" by em…bra.. ahh.. cing me" tubuh suho menegang sempurna saat menatap kekasihnya dengan lembut memanjakan tubuh paling sensitivenya dengan mulutnya.
"I may satisfy all your needs" Kris kembali melanjutkan mengemut milik kekasihnya yang mulai berkedut dalam mulutnya.
" Youu… may.. ahh.. satisfy…. Nyahh.. Krishh… I'm closeee.. ahhh" sebelum Suho menyelesaikan kalimatnya, cairan putihnya sudah membasahi gua hangat kekasihnya.
" you are really bad, you will get a punishment due to your unfinished sentence" dan malam itu, terdengar desahan kenikmatan dari kamar Suho-Chanyeol dan kamar Sehun-Kai.
"Bagaimana chagi? Ujiannya lancar?" sapa Kris saat melhat namja manis itu berlari menuju gerbang sekolahnya, raut wajahnya yang bahagia sudah cukup menunjukkan betapa cerahnya ujian Inggrisnya kali ini.
" ini pertama kalinya aku dapat menjawab ujian Inggris dengan begitu mulusnya, gomawo Kris" Suho bergelayut manja di tangan kiri namjachingunya.
" kemana kita hari ini chagi?"
" kemana saja asalkan denganmu" Kris pun menggandeng tangan Suho menjauh dari area sekolah. Yah… kencan mereka tidak jadi batal karena Suho berhasil menyelesaikan ujiannya tepat waktu dengan nilai sempurna jadi pemuda manis itu tak usah mengikuti revision class hingga sore. Berbanding terbalik dengan nasib Kai yang jelas fail lagi ulangan Inggrisnya, tetapi namja tan itu sepertinya puas-puas saja karena berhasil mengagahi kekasihnya kemarin malam.
~Review again ne (0_0)/ welcome new reviewers!~
Akhirnyaa setelah hiatus hampir 3 minggu! Maaf semaaf2nyaa author baru bisa update sekarang sangkin sibuknya author T.T trs karena ide mampet dan banyak assignment numpuk, week ini baru free dikit, jadi sebagai ucapan maaf author bikin wordsnya panjang banget… ingat review ya ^^ and why rated M banget chap ini, aduh! Kumad yadongnya!
Oh ya bagi yang belum tau, author uda bikin sequelnya yang author dah janjiin waktu itu ^^ judulnya " You are mine & I'm yours"
Special Thanks to: kyuhyunwulandari29, anieslovewonkyu, emmasuho, esthiSipil, baby magnae, dewi kim (yang ini siapa yah ganti nama), nekotan07, DragonAqua, sayakanoicinoe, wereyeolves, pikachuu, DiraLeeXiOh, LiezxoticVIP, SungRaeYoo, hae15, del10 , suyanq, rubikLuhan, junmyunyifan, riyoung17, jimae407203.
