Our High School Love Story
Warning: YAOI, FLUFF, crack pair, ngakak, typo, EYD berantakan, bahasa tidak baku, etc
Main Pair: KRISHO ^^ cameo: EXO other pair: find it by yourself
Rated: M . krisho full NC slight wonkyu.. kenapa ini ff makin hot saja T.T
Disclaimer: Idea and story ARE MINE, no plagiarism is allowed.
.
#info: author uda update "submit to me slave chap 4".. perbanyak reviewnya please ^^ .. need 10 more.. gomawoo #bow
& "sorry joonmyeon but I love you chap 11" :) yang mau bagi ide silahkan
.
# don't be a silent reader please ^^ #
^^~Happy reading~^^
CHAPTER 9
" Kris.. kenapa kau memilihkan jaket seberat ini untukku.. susah gerak nih"
Namja jangkung itu tertawa geli melihat kekasihnya yang sekarang sedang berdiri kaku di hadapannya dengan memakai jaket hitam kebesaran yang dipilihkannya, namja manis itu berusaha merentangkan kedua tangannya dan menarik lengan jaket tersebut yang menyembunyikan seluruh tangannya, bahkan jari-jari mungilnya hampir tak terlihat karena lengan jaketnya yang kepanjangan. Setelah menyelesaikan ujian English tadi, kedua insan tersebut sedang menikmati kencan kedua mereka di sebuah shopping mall, tempat umum yang biasanya didatangi para anak muda dihari libur mereka.
" puhahaha! kau lucu seperti penguin! Itu bukan jaketnya yang salah tapi tubuhmu yang terlalu pen… upss" Kris langsung menutup mulutnya yang ceplas ceplos dengan kedua mulutnya ketika ia melihat wajah merengut Suho yang tengah menatapnya sebal sambil mempoutkan bibirnya.
" kau mau bilang aku pendek lagi kan Kris.. awas! Aiiih kau menyebalkann.." tangan mungilnya kembali memukul-mukul ringan lengan Kris, meskipun terlihat marah namun sebenarnya Suho pun sedikit merindukan keusilan namjachingunya yang sudah lama tak menyebutkan kata haram tersebut.
" mian chagi.. aku tak sengaja… nah kau ganti saja jaket itu dengan sweater ini… jadinya tidak berat kan?" Kris membantu kekasihnya melepaskan satu per satu kancing jaket tersebut dengan gemas, namjachingunya memang sangat imut memakai jaket kebesaran tersebut, namja jangkung itu menahan dirinya mati-matian ketika melihat kedua mata besar kekasihnya menatapnya dalam dengan muka merengut, terlebih wajah chubbynya yang terlihat sangat kecil bila dibandingkan dengan ukuran jaket tersebut membuat Kris ingin kembali melakukan kegiatan mereka semalam.
" warna maroon? Apa ini tidak terlalu flashy?" akhirnya setelah mencoba beberapa setelan jaket, sweater yang dipilih kekasihnya dapat sesuai dengan ukuran tubuh mininya.
" aniyo… aku paling suka kau memakai warna merah.. seperti menunjukkan betapa putih tubuhmu chagi" jawab Kris jujur, menurutnya Suho paling menggairahkan ketika memakai pakaian berwarna berani, terutama leher putih jenjangnya yang sangat bertolak belakang dengan warna tersebut menambah point positivenya.
" umm! Baiklah! Kalau begitu aku beli yang ini saja… terus sarung tangan juga perlu kan?" Kris menggangguk sekaligus membantu kekasihnya membawa barang-barang belanjaannya ke kasir, tak lupa juga untuk membeli beanie dan sarung tangan untuk dirinya sendiri.
Mereka memang berencana untuk bermain ice skating yang terdapat di dalam shopping mall tersebut. Namun karena keduanya hanya memakai seragam sekolah, jadi mau tidak mau mereka dikehendaki untuk membeli attribute tersebut.
Setelah Kris membayar dua buah tiket masuk ice ring, ia pun menyewa sepatu ice scatting yang counternya berada di tengah tempat pengistirahatan para pemain dan menuntun namjachingunya untuk duduk di sebuah kursi panjang.
" uhh! Kris ini bagaimana pakainya? Kenapa talinya susah diikat sih?" tanya Suho jengah, sudah berapa kali ia mencoba memasang talinya pada kelima pengait kiri kanan sepatu tersebut tapi ikatannya masih tetap sangat longgar. Sekedar informasi, ini merupakan pengalaman pertama Suho bermain es skatting jadi wajar saja namja manis ini tak tahu menahu cara memakai sepatu tersebut.
" biar aku saja chagi…" namja jangkung itu pun berjongkok di hadapan namjachingunya kemudian mengetatkan kedua tali sepatu tersebut barulah ia mengikatnya dengan kuat. Setelahnya, ia pun menggenggam kedua tangan Suho yang sudah terbalut sarung tangan membantunya untuk berdiri.
" tunggu dulu Kris.. rasanya aneh.. susah sekali jalannya" dengan susah payah Suho mencoba mengekori Kris, ia mencoba sedikit mengangkangkan kedua kakinya untuk menahan beban kedua sepatunya yang berat, membuatnya berjalan dengan sangat tak nyaman agar seimbang.
Kris terlebih dahulu melangkahkan kedua kakinya memasuki arena es tersebut, terlihat dengan jelas kekasihnya masih belum berani untuk mengikuti jejak Kris, kedua tangan kurusnya masih setia bertumpu pada pegangan tepian pintu masuk arena tersebut.
" ayolah chagi.. jangan takut.. aku akan mengajarimu" Kris perlahan melepaskan tautan tangan Suho pada pegangan tersebut lalu menggenggam erat kedua tangan namjachingunya yang masih ragu-ragu untuk melangkah ke depan.
" a..aku takut.. jatuh.. jangan melepaskan.. peganganmu Kris" perlahan sebelah kaki Suho menapak hamparan es datar yang licin tersebut.
Suho meneguk salivanya kasar untuk menutupi kegugupannya lalu memberanikan diri untuk melangkahkan sebelah kakinya lagi, ia hampir saja terpeleset ke belakang saat kedua kakinya menapak arena tersebut kalau saja Kris tidak sigap menahan pinggang rampingnya.
" huweee.. ini mengerikann! kenapa kau bisa mengajakku bermain permainan menakutkan seperti ini?! T.T" namja manis itu hanya bisa berdiri dengan kaku seraya menggigil kedinginan dan ketakutan di dalam dekapan Kris yang masih menahan tubuh mungilnya, tanpa sadar kedua tangan Suho berada di atas dada bidang Kris. Ia tak mengerti kenapa namjachingunya dapat dengan mudahnya berdiri dan berjalan di atas es tersebut, yang sekarang sedang tersenyum tipis ke arahnya berusaha menenangkannya.
" ini akan mengasikkan chagi… selama kau berani kau pasti bisa… cobalah melangkah chagi, kau tidak akan jatuh karena aku akan menangkapmu seperti tadi" dengan susah payah Suho menyeimbangkan badannya, kedua tangannya yang gemetaran bertumpu pada kedua tangan lebar Kris, namja jangkung itu berjalan terbalik agar Suho dapat mengikutinya, perlahan ia mengajaknya setapak demi setapak ke tengah arena tersebut.
" nahh.. mudah kan? Kiri.. kanan.. kirii.. kanann… berjalan seperti biasa saja chagi" Suho mencoba focus pada arahan Kris, kedua kakinya meskipun sudah mulai dapat berjalan ke depan dengan mulus tapi ia masih belum bisa berjalan tegak, dalam artian kedua kakinya masih berbentuk huruf V dengan lutut yang sedikit ditekukkan.
" sudah bisa kan? Sekarang aku lepas ya chagi" baru saja Kris akan melepaskan genggamannya pada kedua tangan Suho, namjachingunya langsung kembali menahan kedua lengannya dengan tangan bergetar, ia mencekram lengan jaket Kris dengan erat.
" ma..masa kau tega meninggalkanku.. sendirian di tengah Kris.. a..aku tidak mau jatuh" namja jangkung itu ingin sekali tersenyum geli namun ditahannya saat melihat wajah Suho yang tampak seperti anak anjing yang terbuang, kedua matanya yang memerah sangat ketara menandakan dirinya akan menangis sebentar lagi.
" aigoo.. jangan menangis chagi.. aku mengajakmu kesini bukan untuk membuatmu menangis" dengan gemas Kris mendekati pemuda mungil itu dan mengacak pelan rambut hazelnya, diciumnya sebentar dahi namjachingunya lembut untuk mengurangi rasa takutnya.
" uuh.. ma..makanya jangan usil begitu… kau kan tahu Kris aku tak semahir dirimu" Kris hanya tertawa renyah ketika Suho kembali memukul dadanya sambil menggerutu kemudian ia kembali menarik kedua tangan mungil namja manis itu menuntunnya ke tepian.
" arraseo… aku takkan melepaskanmu lagi.. jadi dengarkan instruksiku ya.. coba dorong kaki kananmu untuk meluncur chagi.." Suho menghembuskan nafas lega, perlahan kakinya mulai melangkah lagi ke depan.
" dorong? Dorong bagaimana?" dengan alis tertaut namja manis itu menghentakkan sebelah kakinya lalu dengan tenaga yang tak terkira mendorong sepatu itu dari depan ke belakang sehingga pisau bergerigi yang berada di depan sepatu tersebut itu tertancap pada es di bawahnya, jelas namja manis itu langsung terjungkal ke depan, kali ini dahinya dengan mulus menabrak dada bidang kekasihnya.
" hufft.. bukan begitu chagi.. yang benar itu kau mendorongnya dari belakang ke depan.. sedangkan tubuhmu harus dicondongkan sedikit" Suho sedikit memekik ketika Kris kembali melepaskan tangannya tetapi setelahnya ia beralih menyentuh paha kanan Suho, menggerakan kakinya seraya mengajarinya sedangkan tangan kiri Kris berada pada bahu mungilnya untuk menekukkan punggungnya yang kaku. " cobalah meluncur chagi"
Suho dengan ragu mencoba mengikuti instruksi kekasihnya, didorongnya perlahan kaki kanannya dan tubuhnya pun meluncur meski hanya sedikit.
" ya begitu chagi… lalu kaki kirimu juga" baru beberapa luncuran pendek saja tubuh mungil itu hampir saja melakukan split, Suho kembali terjatuh ke belakang dan untuk yang kesekian kalinya Kris menahan tubuhnya yang ringan itu sebelum jatuh terduduk, namja jangkung itu sempat menahan tubuh kekasihnya yang jatuh menindihnya.
" waaa.. Kris.. mianhaee.. kau jadi ikut jatuh.." Suho dengan tergesa-gesa menjauhkan tubuhnya dari Kris sedangkan namja yang ditindih pun mencoba duduk sambil mengusap-usap belakang kepalanya yang sedikit terantuk es.
" ah… kepalamu benjol… Apa rasanya masih sakit?" Namja manis itu pun mengulurkan tangannya mengusap pada tempat yang sama dengan penuh kekhawatiran, berharap dapat mengurangi rasa sakit kekasihnya tanpa memperdulikan celananya yang mulai basah karena duduk di atas hamparan es tersebut.
" aku baik-baik saja chagi.. maaf ya.. aku tidak sempat menangkapmu.. padahal tadi aku sudah berjanji takkan membiarkanmu jatuh… apa kau terluka?" namja manis itu terenyuh mendengar kata-kata namjachingunya yang sangat perhatian sekali padanya, padahal jelas kekasihnya terluka disebabkan oleh kecerobohannya namun Kris malah lebih mengkhawatirkan keadaannya yang baik-baik saja ketimbang dirinya sendiri.
" aku tidak terluka Kris.. gomawo sudah menolongku.." Kris sedikit kaget ketika namjachingunya dengan sedikit agresif mencium rahangnya sebentar lalu menyembunyikan wajah manisnya di ceruk lehernya seraya memeluknya erat sambil tersenyum " aku menyayangimu Kris"
Kris kembali tersenyum lembut, ia tak menyangka kekasihnya yang biasa pemalu sekarang berani mengumbar kemesraannya di depan umum, apa mungkin ini efek dari belajar ala Kris yang diajarkannya semalam? Entahlah.. yang pasti betapa inginnya Kris menaikkan dagu dan melumat bibir kekasihnya kalau Suho menjadi semanja ini tetapi hal itu jelas akan menjadi pemandangan yang sangat aneh untuk dilihat. Tidak lucu kan sepasang kekasih tengah berciuman dengan passionatenya sambil duduk di tengah arena ice scatting dengan ditonton banyak orang (-_-").
" nado.. aku lebih menyayangimu chagii.." akhirnya Kris cuma dapat berbisik lembut seraya membalas rengkuhannya tak kalah eratnya. " nah… kalau kau tidak cepat berdiri nanti kau masuk angin.. lihat celanamu saja sudah sebasah ini" ia melepakan rengkuhannya dan menggenggam kembali kedua tangan Suho membantunya berdiri kemudian ia pun mengusap-ngusap celana Suho yang sudah basah total dengan tangannya.
" ehh.. kita main lagi Kris?" ekspresi Suho kembali mendadak horror ketika namjachingunya menarik kedua tangannya mengisyaratkannya untuk bergerak.
" tentu saja chagi.. aku akan mengajarkanmu hingga kau bisa meluncur dengan mulus" namja manis itu mengeluarkan poutnya kesal namun tetap mendengar titahan kekasihnya, entah sudah berapa kali ia terjungkal hari itu, rupanya meluncur jauh lebih menyusahkan daripada hanya sekedar berjalan di atas es.
Tetapi perlahan-lahan namja manis itu tak lagi ketakutan saat bermain karena ia percaya namjachingunya akan selalu melindunginya. Sepertinya kencan di arena ice scatting sekali-kali dengan pacar tidak terlalu buruk pikirnya, sebab Suho dapat merasakan sensasi tersendiri yang mendebarkan hatinya ketika mata elang Kris terus menatapnya lekat, tubuh jangkungnya yang setia menopang tubuhnya ketika terjatuh serta kedua genggaman tangan Kris yang dapat menghangatkan tubuhnya meski di dalam arena es yang dingin sekalipun.
#########KRISHO##########
" kenapa aku harus ikut kelas revision, wae?!" Kai mengacak rambutnya frustasi, ia dan beberapa anak lain disuruh untuk mengerjakan soal inggris yang menurutnya susah bukan main dan wajib mengumpulkannya sebelum jam 5 siang. Salahkan dirinya sendiri yang tidak belajar semalam tetapi malah melakukan this and that dengan namjachingunya hingga ia harus kembali failed dalam ulangan nista tersebut.
Tiba-tiba ponselnya bergetar menandakan ada email yang masuk, dengan wajah keruh ia mengutak atik smartphonenya dengan malas, memang saat itu tidak ada guru yang mengawasi kelas sehingga Kai bisa dengan bebasnya mengeluarkan alat elektroniknya.
From: my beloved hunnie (sent at 2 pm)
Siang Jongin ah.. bagaimana ujianmu? Daritadi aku menunggumu di luar tapi kau tak muncul-muncul juga… apa ulanganmu fail lagi? Oh iya.. apa kau sudah makan siang? Kalau masih belum makan.. ayo kita makan siang bersama! kubawakan bento kesukaanmu ^^
Kedua mata Kai langsung berbinar-binar membacanya, ah.. kekasihnya perhatian sekali padanya hingga mengetahuinya belum makan sejak tadi, ia terlalu focus pada soal berjibun tersebut hingga melupakan keadaan perutnya yang sudah mengeluarkan bunyi-bunyian aneh. Tanpa babibu ia pun langsung melesat keluar kelas, berlari tergesa-gesa ke arah gerbang sekolah dimana namjachingunya berdiri menunggunya.
" Sehunniee yaa" yang dipanggil pun langsung menatap ke arahnya sambil tersenyum manis, membuat hati Kai yang dari tadi dihiasi awan gelap dengan petir menyambar-nyambar langsung berubah menjadi hamparan bunga yang bermekaran.
" aku sudah lama sekali menunggumu Jong.. dan aku tahu kau pasti lapar sekali… ehehe.." ujarnya sambil menyerahkan sekotak bekal berukuran besar kepadanya, Sehun tahu kekasihnya bila sedang stress pasti mood makannya bertambah dua kali lipat daripada biasanya.
" kau memasaknya sendiri? Gomawo hunnie chagi…" Kai menerimanya dengan riang ketika Sehun menganggukkan kepalanya, namjachingunya yang satu ini memang ahli dalam memasak, Kai tidak akan pernah bosan menyicipi makanan buatannya.
" aku pikir kau tidak akan datang mengingat kemarin aku bermain terlalu kasar padamu sehingga membuatmu sangat kelelahan… mian Hunnie.. apa tubuhmu masih sangat sakit?" tanya Kai pengertian, ia menangkap cara jalan kekasihnya yang agak aneh, rada terseok-seok mengikutinya menuju ke halaman belakang sekolah. Setelah dipikir-pikir tentu saja ini semua kesalahannya, ia bahkan meminta jatah selama beberapa ronde tanpa jeda semalam.
" sudah lumayan kok Jonginnie… jangan bilang keras-keras donk.. aku malu" yang ditanya langsung merona menahan malu sambil menutup setengah mukanya dengan sebelah tangan.
Namun ia tak merasa kekasihnya bersalah karena ia pun sebenarnya sangat menikmati malam pertama mereka, kekasihnya benar-benar ahli di atas ranjang, segala sentuhan Kai pada tubuhnya membuatnya menginginkan lebih, ia bahkan sudah tak dapat menghitung berapa belas kali ia berorgasme malam itu.
Kai sudah mendudukan dirinya di atas bangku panjang yang terbuat dari kayu tersebut, baru saja Sehun hendak duduk di sampingnya, namjachingunya tanpa aba-aba langsung menariknya untuk duduk di atas paha kokohnya.
" ahh.. Jongin.. jangan begitu.. kalau dilihat orang bagaimana?" Sehun sedikit meronta namun sebelah tangan Kai masih berusaha menahan pinggang kekasihnya agar tidak meninggalkan paha yang didudukinya.
" tidak ada yang melihat kok Hunnie.. hari ini kan sepi.. apalagi tubuhmu akan sakit kalau duduk di atas kayu keras itu.. bukankah lebih nyaman duduk di pangkuanku?" Sehun langsung terdiam membetulkan kata kekasihnya, apalagi ia tidak akan yakin dapat duduk di bangku sedangkan sekarang saja ia sedikit menahan sakit pada tubuh bagian bawahnya saat Kai memangkunya.
"Hei.. aku melihatmu!" sontak kedua namja yang sedang bermesraan itu langsung meloncat kaget, Sehun langsung berdiri agak menjauh dari Kai sedangkan namja tan itu sontak menatap ke belakang, dimana terdapat sesosok namja tengah bersembunyi tepat di belakangnya sambil menahan senyum melihat kelakar kedua insan tersebut.
" omo! DO yah.. jangan mengkagetkanku seperti itu! Kau membuat umurku semakin pendek!" jerit Kai sambil mengelus-ngelus dadanya sendiri sedangkan namja bermata bulat itu malah ketawa lebih kencang sambil menepuk-nepuk punggung Kai.
" siapa dia Jonginnie?" Sehun menatap bingung keduanya, ia tak mengenal namja mungil bersquishy tersebut, tapi kelihatannya namjachingunya tampak dekat sekali dengannya.
" oh! diaa itu… ummm.. diaa…" kedua mata Kai langsung membulat dengan mulut ternganga, sepertinya ia baru sadar akan sesuatu yang sangat penting. Namja tan itu langsung sweatdrop dengan hati yang hampir meloncat keluar dari sarangnya.
Bagaimana tidak? Hello! Pertemuan antara kekasih sahnya dengan namja yang hampir menjadi selingkuhannya itu merupakan suatu kejadian langka yang perlu ditakutkan.
" akuu…? Aku siapa Kai? Masa kau tidak bisa memperkenalkanku dengan baik pada namjachingumu?" DO menaikkan sebelah alisnya sambil menggembungkan pipinya, ia melipat kedua tangannya di atas dadanya menunggu kelanjutan kalimat Kai, betapa ia ingin ngakak melihat wajah bodoh Kai yang tengah menatapnya memohon pertolongan. Isyarat mata Kai yang memelas seperti memintanya untuk tidak mengumbar rahasia mereka berdua, tapi tentu saja DO yang belum puas dengan reaksinya masih ingin mengusili namja tan tersebut.
" dia.. umm…. Dia itu bernama Do kyungsoo.. murid pindahan yang sekelas dengan Suho dan sangat dekat dengannya akhir-akhir ini" dengan ragu-ragu Kai menjawab pertanyaan namjachingunya dengan hati berdebar-debar, sedangkan Sehun hanya mengangguk-ngangguk mendengarnya.
" dan aku juga sangat dekat dengan Kai" lanjut DO dengan menampilkan wajah watadosnya. Sumpah demi apapun Kai sangat ingin melempar DO ke planet mars saat menatap wajah namjachingunya yang membatu mendengarnya, seperti ada sedikit kegelisahan yang tersirat pada kedua mata Sehun, daritadi hati Kai terus menerus memanjatkan doa memohon keselamatan atas hubungannya dengan Sehunnie nya.
" di..dia hanya bercanda kok Sehunnie.. aku dan DO tidak sedekat itu kok.. akhir-akhir ini aku cuma suka meminjam komik darinya.. ya kan DO?" alasan macam apa itu, bahkan DO tak pernah sekali pun menyentuh komik seumur hidupnya, namun melihat wajah Kai yang daritadi menatapnya horror dan melihat mulut Sehun yang sepertinya mulai melengkung ke bawah dengan mata sendu membuat DO jadi tidak tega mengusili couple itu lebih lanjut.
" haha… jangan serius begitu... Kai hanya meminjam beberapa volume komikku yang dia tidak punya... oh iya.. salam kenal Sehun" dengan santainya DO mengulurkan tangannya yang dengan ragu dijabat oleh namja albino itu.
" salam kenal juga DO" namja squishy itu tersenyum sesaat sebelum membalikkan tubuhnya menjauhi keduanya. Kai sempat memandang DO sebal ketika namja mungil itu memeletkan lidahnya dari kejauhan, puas mengusili namja tan tersebut. Setelahnya, Kai pun menghembuskan nafas lega saat ia tak melihat batang hidung DO lagi, hampir saja ia pingsan di tempat kalau namja itu sempat mengatakan rahasianya pada Sehun.
" Hunnieee..?" tanya Kai tidak tenang saat ia melihat namjachingunya masih berdiri menatap kosong ke arahnya, ia perlahan berdiri dan berjalan ke arah kekasihnya, dibelainya rambut pinknya pelan seolah menyadarkannya.
" eh… jonginnie.. mian aku melamun.. kita lanjutkan makan kita yuk" Kai dapat melihat senyum terpaksa dari namjachingunya pun langsung menciumnya di bibir, melumatnya lama sekali dengan penuh kelembutan untuk menghilangkan kegusaran hati kekasihnya.
Ia meraih pinggang kekasihnya mesra untuk mendekati tubuhnya berbagi kehangatan sedangkan kedua tangan Sehun menarik tengkuk Kai untuk menciumnya lagi dan lagi, suara kecipak lamban laun mulai terdengar jelas ketika sesi ciuman mereka perlahan mulai berubah menjadi lebih intim.
" jangan khawatir Sehunnie… dia hanya temanku.. cuma kau yang aku cintai.. kau tahu itu kan?" Kai membelai wajah Sehun yang agak merona setelah ciuman tersebut.
" umm.. mian Jong.. aku meragukanmu.. DO.. dia sangat manis dan imut.. tubuhnya juga sangat kecil..tipe idaman tiap seme.. berbeda sekali denganku" ia takut Kai akan berpaling darinya cepat atau lambat dan Sehun paling tidak menginginkan hal itu terjadi.
" pabbo ya… di mataku kau yang terbaik.. aku mencintai Hunnieku yang selalu perhatian padaku, yang selalu mengorbankan waktu tidurnya tiap hari demi menunggu kepulanganku, yang selalu memasakanku makanan yang lezat meskipun kondisi tubuhmu sedang tidak baik, yang bibirnya selalu manis seperti madu setiap kali kucium, yang tubuhnya sangat lembut tiap kali kupeluk, aku menyukaimu apa adanya Hun" perlahan Kai memeluk tubuh namjachingunya dan mencium pucuk kepala Sehun dengan penuh kasih, namja tan itu dapat merasakan sebuah anggukan pelan kekasihnya dalam dekapannya setelahnya.
" aku juga sangat mencintaimu apa adanya Jongin" perlahan senyum manis Sehun pun kembali mengembang di wajah cantiknya.
#########KRISHO##########
Setelah pulang dari permainan ice skatting mereka, Kris mengajak kekasihnya untuk menonton " captain america" yang sedang tayang di bioskop mengingat betapa sukanya Suho dengan superhero tersebut, kemudian sekarang sepasang kekasih tersebut tengah mengitari beberapa estalse toko. Namja manis yang sedang menikmati eskrim vanilla pemberian kekasihnya pun langsung menarik tangannya memasuki sebuah toko ketika mata angelnya menangkap sesuatu yang menarik perhatiannya.
Toko tersebut memang dikhususkan untuk pasangan, namja mungil itu terus menatap tanpa berkedip pada sebuah rak kaca yang di dalamnya berisikan berbagai bentuk cincin couple, ia tertarik pada dua buah cincin berkilau dengan permata micro mengelilingi cincin perak tersebut, designnya sama persis hanya satu lebih besar dari yang lain. Ingin sekali Suho meminta Kris membelikan cincin couple yang terdapat di dalam rak tersebut namun ia tak ingin kekasihnya merasa tidak nyaman dengan permintaannya.
" chagi ya.. kau mau beli apa disini?" Suho langsung mengedipkan matanya untuk membuyarkan lamunannya, perlahan ia menatap ke depan berusaha mencari benda lain yang ingin dibelinya, lalu matanya pun menangkap sebuah gantungan kunci berbentuk bola basket, olahraga kesukaan kekasihnya.
" eh ah.. a..aku mau ini Kris.. boleh ya?" perlahan namja manis itu mengambil gantungan kunci tersebut dan memperlihatkannya pada kekasihnya, ia tak mau menyusahkan kekasihnya dengan memintanya membeli cincin tersebut.
" benar kau hanya mau ini.. bola basket?" tanya Kris sambil menaikkan sebelah alisnya sedangkan yang ditanya hanya menganggukkan kepalanya kaku.
" umm.. ketika aku sedang merindukanmu, gantungan kunci ini akan mengingatkanku padamu Kris" Kris mengulum senyum, sebenarnya ia sangat tahu apa yang diinginkan kekasihnya sebab daritadi ia memperhatikan Suho terus menatap dalam cincin itu.
" baiklah.. aku akan membelikan ini.. noona.. bisakah anda mengeluarkan cincin ini dari raknya?" Suho terperanjat ketika kekasihnya memanggil salah satu staff dalam toko itu untuk mengambil cincin yang paling diinginkannya.
" ah.. ini bagus.. aku akan membelinya noona, sekalian dengan gantungan kunci ini" Kris bergegas ke counter tersebut untuk membayar benda tersebut lalu kembali menautkan tangannya pada kekasihnya menariknya keluar toko.
" K.. kris.. kenapa kau bisa tahu?" namja jangkung itu duduk di atas sebuah bangku bermarmer yang tersedia di dalam mall tersebut kemudian menepuk sebelahnya menyuruh kekasihnya untuk duduk disebelahnya.
Suho masih menatap Kris dengan wajah innocentnya saat namjachingunya menggantungkan gantungan kunci bola basket tersebut pada tas selempang Suho kemudian setelahnya, ia pun mengeluarkan kedua cincin tersebut dari bungkusannya, cincin yang lebih besar yang dibelinya itu ia sematkan langsung pada jari manisnya.
" kemarikan tanganmu" namja manis itu menurut ketika kekasihnya mengenggam sebelah tangannya lembut dan menyematkan cincin couple yang lebih kecil itu ke jari manisnya. " lihatlah.. cincin ini sangat cocok untukmu chagi" namja jangkung itu masih menatap ke bawah mengagumi permata cincin tersebut yang bersinar indah dibawah cahaya lampu, sangat sesuai dengan jari lentik kekasihnya yang putih.
" gomawoo Kris.. heheee… Aku sangat senang.. akan kujaga baik-baik…" Suho tersenyum begitu manisnya sambil menggenggam sebelah tangannya yang tersemat cincin tersebut di depan bibir tipisnya, wajahnya merona cantik sambil memeremkan kedua matanya imut menahan kegembiraannya yang tiba-tiba memuncak. Ia bahagia karena ini pertama kalinya kekasihnya membelikannya hadiah, apalagi sebuah cincin couple yang sangat dinanti-nantikannya, selama ini namja manis itu sedikit cemburu melihat para couple di sekolahnya memakai cincin yang sepasang, bahkan pasangan Kai dan Sehun pun memakainya.
" sama-sama.. maaf aku tidak peka.. aku tidak tahu selama ini kau begitu menginginkan sebuah cincin pasangan" Suho menggeleng pelan masih tersenyum manis pada kekasihnya, eyesmilenya yang indah itu membuat Kris kembali tergoda untuk menciumnya.
Namja jangkung itu melihat sekitarnya untuk mengecek keadaan, sepertinya suasana pun sangat mendukung melihat tempat tersebut sangat jarang dilalui orang.
Perlahan ia mengusap kedua pipi merona Suho yang masih menengadah menatapnya sambil tersenyum, didekatkannya dan digesekkannya lembut hidung mancungnya pada hidung kekasihnya lalu namja tampan itu pun memiringkan kepalanya meraup bibir tipis tersebut, namja manis yang sudah agak pengalaman itu memberi akses bagi kekasihnya untuk memanjakan isi mulutnya, dibiarkannya kekasihnya membelai dan membelit lidahnya berbagi saliva. Namja manis itu mulai mengganti posisinya hingga duduk di atas kedua paha Kris tanpa melepaskan ciuman tersebut sedangkan tangan Kris sendiri mulai bergerak menyusuri tulang belakang kekasihnya.
" uunghh.. ummmhh.. Kriss.. ahhhnn…su..dahh.. nghh" namja manis itu mulai menggeliat tidak nyaman, ditutupnya erat kedua pahanya menahan hasrat yang mulai muncul ketika kekasihnya masih belum melepaskan tautan bibir mereka, yang malah semakin gencar menghisap dan menggigit kecil lidah kekasihnya. Dengan susah payah Suho akhirnya dapat melepaskan diri dari ciuman yang menggoda tersebut, dihirupnya oksigen dengan mulutnya yang masih terengah-engah, wajahnya memerah sempurna hingga ke telinganya serta dadanya yang naik turun berusaha mengstabilkan deru nafasnya, sepertinya tubuh Suho menjadi lebih sensitive dari biasanya ketika Kris menyentuhnya.
" kenapa chagi? Kau ingin pipis?" Kris menatap aneh kaki namjachingunya yang terus menerus menggeliat dengan kedua paha yang masih mengapit erat. Entah kenapa kali ini Kris yang pervert tampak polos tidak mengerti keadaan kekasihnya yang sedang horny, tentu ia tak menyangka sebuah ciuman akan membuat kekasihnya turn on mengingat selama ini Suho sangat polos, tak tahukah kau Kris kau menghilangkan kepolosan kekasihmu sejak kemarin malam -_-.
Suho hanya menggelengkan kepalanya erat berusaha mengalihkan pandangannya dari mata elang kekasihnya. Di dalam hatinya ia bersyukur "little ho" nya masih setengah bangun sehingga Kris belum sadar dengan keadaannya.
" uhh Kriss.. jangan ketawa ya.. akuu…"
.
.
" Kris… Suho.. kalian juga kemari?" sebuah suara langsung menghentikan kalimatnya, keduanya reflek menoleh ke sumber suara, dapat terlihat olehnya seorang namja berbadan lumayan tegap berdiri tak jauh dari keduanya, langsung saja Suho menjauhkan pantatnya dari kedua paha kekasihnya dan langsung duduk di sebelahnya salting, sepertinya ia beruntung karena hasratnya pun ikut mereda.
" a.. ah.. siwon saem.. selamat sore" ujar Kris yang ikut salah tingkah, keduanya berdiri lalu menundukkan kepala mereka penuh sopan santun.
" saem.. kenapa sebelah pipimu merah begitu? sepertinya agak memar" tanya Suho polos, ia langsung bersembunyi di punggung Kris saat guru tersebut langsung menatapnya sambil menyipitkan matanya tidak senang.
" ini karena ulahmuu Suhoo… kyuhyun saem jadi menamparku" kedua mata Suho membulat mendengarnya, memangnya apa hubungannya dia dengan guru tetangganya yang ditampar oleh wali kelasnya sendiri.
" aku? Tidak salah saem.. aku tidak melakukan apa-apa kok" ujarnya masih sedikit ketakutan, sekarang ia dapat ikut merasakan ketakutan kekasihnya yang biasa selalu dihukum oleh guru evilnya.
" karena essaymu yang kau tulis tadi pagi… Kris kau juga.. jangan mengajarkan kekasihmu yang tidak-tidak" namja jangkung itu menampilkan muka datarnya saat wali kelasnya ikut-ikutan memarahinya, yah salahnya juga sih mengajarkan kekasihnya membuat kalimat yang vulgar.
*****flashback ( 5 hours ago)******** please skip ya yang dibawah umur
Di dalam ruangan guru itu, terlihat seorang guru evil yang tengah mengoreksi kertas ujian para muridnya, namun kedua matanya langsung melotot lebar membaca kertas jawaban dari murid kesayangannya yang unyu itu.
" Krisssss….. kubunuhh kau" desisnya dalam hati sambil meng-kretek kretekkan kedua tangannya menahan emosi, bagaimana tidak? Muridnya malah menulis seluruh kegiatan sex yang dilakukannya dengan kekasihnya, berani-beraninya dragon pervert itu menodai kepolosan seorang Suho.
Ketika ia masih serius mengkoreksi sambil sesekali menelan ludahnya kasar karena membaca essay yang berated M tersebut, tiba-tiba pintu ruangan tersebut terbuka menampilkan teman serekannya, Siwon, yang juga satu ruangan dengannya itu. Namja tegap itu dapat melihat wajah evil tapi manis tersebut yang tengah menatapnya kaget dengan wajah yang merona.
" ada apa Kyu? Kau terlihat kaget saat aku masuk… apakah kau sedang sakit? Wajahmu sangat merah sekarang" Kyuhyun bukannya membalas tetapi malah semakin merona mendengarnya, tentu saja saem evil tapi polos itu tak pernah melakukan sex sebelumnya, boro-boro melakukan this and that, jomblo saja selama puluhan tahun.
" uhh.. ti.. tidak.. hanya.. sedang mengecek jawaban siswa saja" jawabnya tergagap lalu perlahan dapat menetralkan suaranya kembali, namun ia kembali kaku saat Siwon malah berjalan ke arahnya dengan santainya dan menaruh telapak tangannya ke dahinya.
" tidak panas.. lalu kenapa mukamu merah seperti ini?" tanya Siwon tidak mengerti lalu matanya tak sengaja menangkap selembar kertas jawaban yang masih tengah dikoreksi olehnya, ia dengan jeli langsung menyambar kertas tersebut.
" ah.. kembalikan! Siwon naa.. jangan dibacaa" dengan buru-buru Kyuhyun berusaha menyambar kembali kertas tersebut tapi salahkan tubuh tegap dan tegap Siwon dapat dengan mudah menahan guru evil tersebut, dengan santai ia membaca satu paragraph essay tersebut hingga tuntas.
" essaynya lulus.. jadi ini penyebab meronanya wajahmu" guru evil itu hanya tetap duduk di kursinya dengan kaku sambil menunduk tak berani menatap wajah Siwon yang tengah menatapnya geli.
" y.. ya. Apa yang kau lakukan?" guru tersebut kaget ketika kedua tangan siwon menyentuh dadanya dari belakang, ia berusaha memberontak tapi langsung lemas saat tangan nakal tersebut mulai melakukan aksinya.
" jadi kau terangsang karena membaca essay ini hum? Kau benar-benar lucu dan menggemaskan Kyu" bisiknya dengan suara bassnya dari belakang kemudian ia menjilat telinga kanan Kyuhyun, yang ia ketahui sebagai area yang sensitive baginya, sesekali Siwon mengigit kecil daun telinga tersebut.
" ungggh.. ti..tidak.. tolongg.. ahh.. berh..hentiihh" masih memainkan daun telinga Kyuhyun, sesekali kedua tangannya mencubit nipple Kyuhyun yang perlahan mulai menegang dari luar kemejanya.
" He punished me by swirling his tongue around my nubs and sucking it lightly" Kyuhyun semakin mendesah ketika Siwon membacakan essay tersebut, ia membayangkan tangan siwon yang mencubit nipplenya itu adalah mulut dan bibir Siwon yang memanjakannya.
" kau menyukainya? Jadi kau ingin aku menghisap nipplemu?" dengan susah payah Kyuhyun menggelengkan kepalanya berusaha menahan godaan tersebut, tapi Siwon langsung tanggap pun membalikkan kursi Kyuhyun agar menghadapnya, dibukanya 5 buah kancing kemeja guru evil tersebut dengan cepat lalu tanpa aba-aba langsung menjilat nipple kanan Kyuhyun.
" ohh.. aanhh.. Si.. Wonnhh.. m..more" namja tegap itu semakin bersemangat memanjakan dua tonjolan tersebut ketika guru evil tersebut mendesahkan namanya, ia sesekali menghisap lembut nipple tersebut, mengulumnya kemudian mengigit kecil dan menghisap keras kedua nipple yang semakin menegang itu.
" shhh… akhhh.. akhhh.. ngahh.." tanpa sadar Kyuhyun memeluk erat kepala Siwon mendekatkan mulutnya kepada dadanya ketika dirasakannya hisapan keras pada nipple kanannya semakin liar, seolah Siwon akan menghisap air yang keluar dari nipple tersebut.
Perlahan tangan kanannya yang sedari tadi diam pun mulai mengelus junior Kyuhyun yang mulai menegang itu dari celana hitamnya, ia menekan dan memencet miliknya dengan jari telunjuknya bermaksud menggodanya.
" you are hard" ujarnya kagum masih usil memainkan little Kyu yang semakin
menegang dibawah sentuhannya.
" his talented mouth teased my crotch playfully, he even moaned and hummed around my hard length as he took me deeply"
" jaangan.. dibacaa… uhh" erang Kyuhyun karena hasratnya yang terus membuncah ketika membayangkan mulut Siwon yang memainkan miliknya, tangannya saja sudah sangat nikmat bagaimana lagi dengan gua hangatnya, ia yakin dirinya tak akan dapat menahan diri barang semenit saja.
" sabar Kyu baby… kau akan mendapat yang kau inginkan" Siwon perlahan membuka resleting celana Kyuhyun dan menarik celana dalamnya yang ketat itu hingga juniornya yang menegang itu menyembul keluar. Tanpa menunggu lagi namja tegap itu langsung mengulumnya seraya merasakan pre cum yang mulai mengalir keluar.
" yahhh.. ahhh.. jaa..jangann.. berhen..ti…. mau.. kelu..ar… ahh.. Siwoonnhh" sesuai dengan dugaannya, tidak sampai semenit guru evil itu langsung mengeluarkan cairannya ke dalam mulut Siwon ketika namja itu terus menerus mengeluar masukkan juniornya ke dalam mulutnya sambil terus mengeluarkan suara yang menimbulkan efek getaran pada seluruh junior yang dikulumnya tersebut.
" cepat sekali.. kau ejakulasi dini yah?" tanya Siwon dengan polosnya seolah kata tersebut tidaklah haram, sedangkan yang ditanya wajahnya kembali memerah hingga ke leher dan telinganya.
~PLAKKKK~ " mati saja kau Choi Siwoonnnnnn!"
******Flashback end******( maaf kalau bahasanya terlalu fulgar, author sudah berusaha.. terus englishnya juga belum tentu bener -_-)
" nah kalau begitu bukan Suho yang salah… saem sih yang tanya aneh-aneh gitu" ujar Kris sewot membela kekasihnya saat ia mendengar seluruh ceritanya dari wali kelasnya.
" benar sih.. tapi tetap saja Suho kau tidak boleh menulis essay mengerikan seperti itu" guru tersebut membela diri, masih senantiasa menatap gemas makhluk putih yang bersembunyi di belakang tubuh kekar kekasihnya.
" saem jangan marah lagi donk.. kan aku tak sengaja menulisnya…T.T" Suho memohon dengan mata berkaca-kaca karena takut dimarahi lebih lanjut oleh guru tetangganya (entah ga sengaja dari mananya).
" ck.. baiklah.. baiklah.. jangan pasang puppy eyes mu itu.. sebagai gantinya kalian harus membantu saem mencari hadiah permintaan maaf untuk kyuhyun saem" kedua insan itu saling bertatap-tatapan dengan pandangan tidak mengerti, mereka tak pernah membeli hadiah sebelumnya, selama ini merekalah yang diberi hadiah bukannya membeli, apalagi hadiah permintaan maaf, mereka saja bahkan tidak tahu barang kesukaan guru evil tersebut.
" tidak salah saem.. kita sama sekali tidak mempunyai ide" Suho mengiyakan perkataan kekasihnya.
" umm.. menurutku hadiah apapun boleh yang penting hatinya harus ikhlas saat meminta maaf" nasihat Suho dengan bijaksana " tenang saja saem.. kami akan mendukung saem agar dapat segera berbaikan dengan Kyuhyun saem^^"
Kris menghela nafasnya pelan, pasalnya kekasihnya yang terlalu baik hati ini benar-benar suka sekali mengkhawatirkan orang lain, kemarin DO dan Kai sekarang guru tetangganya, sepertinya kencan mereka kali ini pun harus diinterupsi oleh wali kelasnya sendiri. #poorKris
########KRISHO#########
Waktu sudah menunjukkan pukul delapan, tetapi wali kelas evil tersebut sepertinya masih lembur mengurusi arsip-arsipnya yang masih terbengkalai. Para murid sudah pulang 3 jam yang lalu menyisakan dirinya sendiri di sekolah gelap yang sepi.
" kau yakin ini akan berhasil?" tanya Siwon saem ragu, ia disuruh pasangan Krisho untuk berdiri di tengah halaman belakang sekolah yang ditumbuhi berbagai bunga bermekaran.
" saem tenang saja.. nanti kita akan menjemput kyuhyun saem kemari" ujar Suho percaya diri sambil mengacungkan jempolnya, ditariknya namjachingunya untuk menemaninya ke kantor guru, tentu saja namja manis itu tak berani sendirian masuk ke dalam gedung sekolah yang sudah sangat gelap itu tanpa seseorang yang menemaninya.
Guru tampan tersebut sudah menunggu dengan sabar selama 15 menit hingga akhirnya perlahan ia dapat melihat seseorang yang ingin ditemuinya tersebut datang padanya, lebih tepatnya kedua tangannya ditarik paksa oleh pasangan Krisho itu. Kedua anak didik tersebut lantas kabur meninggalkan kedua guru yang sudah bertemu muka tersebut, mereka bersembunyi dibalik semak-semak melihat keadaannya, tentu saja mereka juga penasaran bagaimana kedua guru tersebut berinteraksi.
" jadi.. apa yang kau mau bicarakan hingga menyuruh mereka menarikku kesini?" tanya guru evil itu jengah ketika guru tampan dihadapannya masih belum angkat bicara, Kyuhyun masih agak sebal dengan teman serekannya ini yang sempat menghancurkan harga dirinya sebagai pria.
"i..itu.. aku ingin meminta maaf karena sudah berbuat tiga kesalahan hari ini yang membuatmu marah.. pertama aku minta maaf karena seenaknya menyentuhmu.. sebenarnya hal itu benar-benar diluar kendaliku.. kedua karena aku mengatakan sesuatu yang tak sepantasnya kukatakan hingga melukai hatimu dan ketiga karena aku tidak sempat membelikanmu hadiah apapun untuk mewakili permintaan maafku.. aku tidak tahu apa yang kau inginkan.. jadii..uhhhh.." Siwon berdiri gelisah menatap Kyuhyun yang masih tidak memberikan respon atas permintaan maafnya, apa semarah itukah guru evil tersebut hingga tak dapat memaafkan kesalahannya.
" hanya itu yang ingin kau katakan?" Siwon dapat menangkap gurat kekecewaan dari kedua mata coklat yang menatapnya tersebut, apa ia melakukan kesalahan lagi.. sebenarnya kalimat apa yang dinanti-nantikan oleh pria dihadapannya ini?
" ma..masih ada satu hal penting lagi yang ingin kusampaikan" Kyuhyun menatap bingung Siwon yang melangkah mundur agak menjauhinya, lalu seperti yang dipraktekan di drama drama, guru tampan itu pun berjongkok di hadapan namja tersebut sambil memegang setangkai mawar putih yang tadi sempat dibelikannya di toko bunga.
" aku tahu cara ini sangat pasaran tapi ini pertama kalinya aku mengutarakan hatiku kepada seseorang.. selama beberapa tahun ini menjadi rekan kerjamu.. aku selalu memendam perasaanku padamu.. maaf aku tak pandai merangkai kata-kata romantis.. tapi yang jelas aku mencintaimu… maukah kau membalas perasaanku?" dengan keringat dingin Siwon menunggu kata-kata yang keluar dari mulut magnae ini dengan deg-degan, apalagi melihat wajahnya yang masih datar membuat waktu berjalan detik demi sedetik itu terasa sangat lama.
"hmphh! Kampungan.." guru evil itu memandang enteng Siwon sambil menumpukkan kedua tangannya di pinggangnya, sedikit menahan senyum ketika Siwon yang biasa digemari siswi tersebut menatapnya memelas seolah ingin menangis.
" ja..di aku ditolak?" sepertinya ini pertama kalinya Siwon mengalami patah hatinya karena ditolak oleh seorang namja yang dicintainya, tubuhnya membatu hingga ia bahkan lupa untuk berdiri, masih setia dengan posisi satu kaki berlutut dengan memegang sekuntum bunga.
Perlahan Kyuhyun berjalan mendekatinya kemudian berjongkok di hadapannya, ia mengambil bunga tersebut dari tangan Siwon yang masih membatu kemudian menarik kemeja depan Siwon untuk mencium bibirnya kilat. " siapa bilang aku menolakmu?"
" jadi kau menerimaku?" ujarnya tidak percaya, perlahan sebuah senyum manly tersungging begitu manisnya pada wajah tampannya.
" tentu saja.. kau tak tahu berapa lama aku menunggumu menembakku.. dasar!" perlahan Siwon meremas kedua lengan Kyuhyun lembut lalu memejamkan kedua matanya mengikuti nalurinya mencium bibir kekasihnya dengan sangat lembut, meresapi kenikmatan yang selama ini ditunggunya selama beberapa tahun.
Sedangkan pasangan Kris dan Suho yang tengah memantau kejadian langka tersebut daritadi menahan tawanya, rasanya sangat aneh melihat sendiri gaya berpacaran kedua guru polos yang akhirnya meninggalkan status jomblonya tersebut.
" puhahaha… kau lihat cara Siwon saem menembaknya tadi.. aku berasa di lokasi syuting sinetron saja" Kris masih saja tertawa terpingkal-pingkal dengan suara yang dengan sekuat tenaga diredamnya, ia tak ingin ketahuan memata-matai kedua guru tersebut.
" sudahlah.. jangan terus menertawakan orang lain.. kita pulang ke dorm saja.. curfew kita sudah hampir lewat tau" dengan sekuat tenaga didorongnya punggung namjachingunya menyuruhnya bergerak, namja jangkung itu masih beum berhenti tertawa dari tadi sambil memeluk perutnya sendiri menahan kram.
Tower B (10.10 pm) NC.. please skip this too -_-" entah napa jiwa yadong author kental banget hari ini
" Kris.. aku benar boleh tinggal di kamarmu hari ini?" tanya namja mungil itu setelah selesai membersihkan dirinya, ia keluar dari kamar mandi sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk, rambut coklatnya yang tak permanent itu kembali menjadi warna rambutnya yang semula, hitam.
" tentu boleh chagi… kemarilah.. aku akan mengeringkan rambutmu" Kris yang duduk di atas kasurnya tersenyum seraya menepuk-nepuk area diantara kedua kakinya menyuruh kekasihnya untuk duduk diantara kakinya.
Namja manis itu menyikuti arahan kekasihnya saja, ia membiarkan kedua tangan lebar Kris mengusak lembut rambutnya dengan handuk seraya memejamkan mata.
" kau wangi sekali chagi" namja manis itu sedikit terlonjak kaget ketika kekasihnya menempelkan hidungnya ke lehernya, menghirup aroma khasnya yang bercampur dengan wangi sabun yang dipakainya. Sedangkan Kris sudah mulai tidak dapat menahan hasratnya, lihat saja sekarang kekasihnya sedang memakai baju miliknya yang kebesaran tanpa memakai celana, tentu saja karena celana Kris tidak mungkin dapat dipakai oleh kekasihnya.
" umm.. Kris.. geliii" namja manis itu mulai bergerak tidak nyaman saat kedua tangan namjachingunya memeluknya erat dari belakang sedangkan bibir dan lidah Kris bermain di leher putihnya, menjilat dan menyedot area tersebut membuat warna kemerahan kecil pada lehernya.
" kissmark mu sudah hilang chagi.. aku akan membuatkannya lagi" lidah Kris menjilat dari belakang telinga kekasihnya yang sensitive itu perlahan turun ke bawah, membasahi leher jenjang kekasihnya dengan saliva, sesekali mengigit kecil membuat namjachingunya mengerang lalu kembali menciumi dan menjilati kissmark tersebut membuat namjachingunya mendesah nikmat.
" K.. kriss.. ahh.. a..aku tidak tahannn.. kalau ..kau terus.. menyentuhku" lagi-lagi Suho mengapit erat kedua kakinya, kali ini Kris langsung menangkap isyarat tersebut.
" chagi ya.. apa di mall tadi kau terangsang karena ciumanku?" yang ditanya langsung merona sambil menganggukan kepalanya pelan, kedua tangannya meremas pelan lengan Kris yang masih memeluk tubuhnya.
" ckckck chagi… kau sudah mulai nakal eoh? Seingatku tubuhmu tak sesensitive ini" tangan Kris yang menganggur sekarang beralih mengelus sebelah nipplenya sedangkan tangan kanannya mulai meraba ke bawah, ia menyibak ujung kemejanya yang menutupi setengah paha kekasihnya itu lalu mulai mengarahkan tangannya ke selangkangan kekasihnya.
" ohh..anhhh…Kriss" namja jangkung itu bersmirk ria ketika tak mendapatkan kekasihnya memakai celana dalam, rupanya kekasihnya hanya memakai seluaran kemeja miliknya, kenyataan itu semakin membangkitkan hasrat Kris.
" kau tidak memakai celana dalam chagi? Apa kau sengaja tidak memakainya karena tahu aku akan menyentuhmu?" Kris mengigit pelan bahu namjachingunya sedangkan kedua tangannya masih belum berhenti mengerjai titik sensitive kekasihnya, ia dapat merasakan Suho yang semakin lama semakin menggeliat menahan hasratnya.
" bu..kann.. nghh.. begi..tu.. punyaku.. se..dang di..cuciii.." Suho memberikan alasan tersebut dengan susah payah ketika namjachingunya semakin cepat mengelus alat vitalnya, ia berusaha menggerakkan pinggulnya ke belakang berusaha menahan tangan nakal kekasihnya pada benda mungil nan panjang miliknya sehingga pantatnya tak sengaja bergesekkan dengan "little wu" yang daritadi sudah menegang tersebut dari celananya.
" shhhh.." desah Kris tidak tahan ketika pantat kekasihnya terus meraba selangkangannya, semakin membangunkan babynya itu.
Dengan penuh nasfu, Kris membalikkan tubuh namjachingunya untuk menghadapnya, diraupnya kembali bibir tipis Suho yang mengkilat basah oleh salivanya sendiri sambil melucuti kemeja miliknya yang masih melekat di tubuh mungil kekasihnya, kedua tangannya menahan lengan Suho yang bertumpu pada kasur tersebut, setelah dirasakannya tubuh kekasihnya mulai seimbang, ia mengelus paha dalam Suho memintanya untuk menungging.
" nghh.. kriss.. jang…an disa..naa" desah Suho tanpa melepaskan ciuman tersebut ketika tangan Kris bergerak untuk meremas bokong kekasihnya, namja berkulit putih itu mulai bergeliat lemas dalam rengkuhan Kris saat namjachingunya menggunakan jari tengahnya mengelus-ngelus manholenya dari luar.
" hari ini kita selesaikan sampai tuntas ya chagi?" namja manis itu mengangguk pelan, semalam mereka memang hanya melakukannya hingga batas blow job. Kali ini tubuh lemas Suho bertopang pada tubuh jangkung kekasihnya saat Kris memasukkan jari tengahnya dalam holenya.
" aaannghhh" Suho mendongkak, jari panjang Kris yang langsung memasuki wiayah privatenya membuatnya keenakan, terlebih ketika jari tersebut perlahan diluar masukkan ke dalam manholenya membuat tubuhnya makin panas dan ingin meminta lebih hingga tanpa sadar ia mengapit erat jari tengah Kris dengan dinding-dinding rektumnya.
" kau sangat sempit chagi.. aku jadi penasaran rasanya bagaimana little wu dijepit erat olehmu" dengan usil Kris kembali memijit dan mengocok pelan junior kekasihnya yang sudah basah oleh pre cum.
" K..Kris… ber..ehntii… ma..u keluua..rr.." meski kata-kata Suho memintanya berhenti tapi pinggulnya malah tanpa sadar ia gerakan ke depan dan belakang dengan cepat menyodok tangan Kris seakan memintanya memanjakan juniornya lebih, sedangkan jari tengah Kris juga semakin gencar menekan-nekan prostat Suho.
" upps… jangan keluar dulu chagi.. belum saatnya" dengan teganya Kris langsung melepaskan genggamannya dari junior Suho lalu menekan lubang kemaluannya dengan ibu jarinya agar kekasihnya tidak mengeluarkan cairannya.
" nghh Kris.. sakitttt.. " rengeknya manja, namja mungil itu masih berusaha menggerakkan pinggulnya pelan ke arah kekasihnya tapi kekasihnya pura-pura tidak menangkap isyaratnya, malah dengan nakalnya ia menyentil junior mungil Suho.
" sabar chagi… nanti kita keluarkan bersama-sama" namja jangkung itu perlahan menggarahkan milik kekasihnya ke miliknya, namja jangkung itu menggerakkan pinggulnya ke atas dan ke bawah dengan pelan berusaha mengesek miliknya yang milik kekasihnya.
" angghhh.. k..kris.. jang..an menggo..daku.. sepertii.. itu… eummhhh.." desahnya ketika Kris kembali mencumbunya, ia pun kembali bergerak liar menggoyangkan pinggulnya menggesekkan miliknya dengan junior panas Kris. Hasratnya kembali membuncah, air matanya mengalir ketika ia berusaha menahan cairannya agar tidak keluar, ia ingin Kris berhenti menggodanya dan segera menuntaskan aktifitas mereka.
"nghh.. kris.. kumohon…nghh… aku benar..benar sudah tidakk.. ahh.. tahann.. hikss" Suho mengalungkan lengannya pada leher Kris seraya menyembunyikan wajahnya ke ceruk leher kekasihnya, ia ingin sekali menghentikan gerakkan pinggulnya yang makin menggesekkan juniornya yang memerah sempurna itu ke junior Kris, tapi di sisi lain ia tak ingin menghentikan kenikmatan yang menderanya, namun ia juga harus menahan sakit karena tidak dapat keluar, bagaimana pun ia tak ingin mengecewakan kekasihnya.
" keluarkanlah chagi.. sudah.. tidak perlu ditahan lagi" Kris kasihan melihat namjachingunya yang mulai menangis, ia mencium lembut bibirnya menghentikan isakkannya lalu dikocoknya brutal junior kekasihnya, sedangkan tangan kirinya tidak tinggal diam, ia langsung memasukkan tiga jarinya memanjakan daging kenyal tersebut.
"eummmpphhhhh!" cairan Suho menyemprot keluar dengan derasnya membasahi tangan kanan, junior serta perut Kris, sisanya juga tumpah mengotori seprei.
" hah.. hahh.. nghhh.. lepashh" desahnya pelan ketika tangan Kris masih setia mengocok juniornya pelan, kekasihnya berfikir juniornya masih dapat mengeluarkan cairan.
" dilihat dari ekspresimu kau sangat menikmatinya chagi" Kris menarik nipple kanan kekasihnya dengan giginya lembut yang berada di depannya lalu ia pun mengeluarkan ketiga jarinya pada manhole kekasihnya menggantikannya dengan miliknya, ia menggesekkan ujung kejantanannya pada hole berkedut Suho mengerjainya. " tahan ya chagi?"
" ahhhh.. pe..penuhhh Kris… shh.. ja..jangan.. terlalu.. dalamm.. ahhh" Suho kembali memeluk erat tubuh kekasihnya seraya menunggangi milik Kris, rasanya tidak begitu sakit namun panas sekali, dapat dirasakannya milik Kris berkedut-kedut di dalam tubuhnya.
" jangan.. menjepitkuu.. akhh.. aku tidak.. bisa… bergerak" mati-matian Kris menahan hasratnya agar tidak keluar, namun hole Suho yang memijit miliknya membuatnya gila. Kris menahan pinggul Suho kemudian membantu kekasihnya menungganginya, menaik turunkan tubuhnya hingga juniornya keluar masuk dalam manhole Suho yang mulai basah karena pre-cum.
" uhh.. lebihh cepatt. Kris.. ahh.. disanaa enakk…" Kris menggeram kemudian mengganti posisinya, hingga tubuh mungil Suho jatuh terlentang dibawahnya, diangkatnya kedua paha kekasihnya lalu ia semakin mengenjotkan miliknya sekaligus menghujam terus prostat kekasihnya, dapat terlihat milik kekasihnya yang tadi terkulai lemas sekarang kembali menegang sempurna dengan pre cum di ujungnya.
Menatap pemandangan erotis yang menggairahkan itu, Kris kembali memainkan dada kekasihnya, membuat banyak kissmark disana, sesekali ia mengelus dan menekan abs kekasihnya pelan seraya menggenjotkan miliknya ke liangnya.
" hngggghhh.. kriss.. jan…gann ahhhh" desahan Suho semakin gila ketika ibu jari Kris mengelus lubang kecil junior Suho yang sudah basah sedaritadi karena precum yang terus mengalir.
" noo ah.. Kris.. jangann.. sentuhh.. aku mau.. keluar lagihh.." namja manis itu merasa dirinya akan sampai bila kekasihnya terus memainkan seluruh titik sensitivenya pada saat yang bersamaan, lihatlah mulut kekasihnya yang memainkan nipplenya, tangannya yang menyentuh ujung juniornya seraya mengocoknya cepat serta ujung pusaka kekasihnya yang terus mengenai daging kecil yang berada di dalam tubuhnya.
" tahan chagi.. sebentar lagi…" Kris yang dapat merasakan pijitan kekasihnya pada juniornya yang semakin erat menandakan kekasihnya akan cum sebentar lagi pun langsung mengeluarkan miliknya hingga kepalanya yang tersisa lalu mendorong dengan cepat ke dalam liangnya berulang-ulang.
" ja..ngan menyiksaa..ku Kris.. ahhhh.." Suho mencekram seprei dibawahnya erat, ia berusaha menahan cairannya yang memaksa keluar sebentar lagi, tapi kekasihnya masih saja menghujam prostatnya.
" uhhh.. ahh.. chagi.. aku keluarrrrr!" terakhir kalinya Kris menghentakkan miliknya dalam sekali ke tubuh kekasihnya membuat Suho langsung menyemprotkan seluruh cairannya ke perutnya sendiri, ia mengapit junior Kris erat hingga namja jangkung itu pun mengeluarkan cairan tersebut di dalam tubuh kekasihnya, Suho membiarkan kekasihnya yang masih menyodokkan miliknya cepat ke dalam tubuhnya menikmati orgasmenya, mengeluarkan seluruh cairannya hingga tak tersisa di dalam rectum tersebut.
" hhhh.. hhahh.. hahhh" Kris langsung jatuh menindih tubuh kekasihnya, keduanya sudah sangat basah oleh cairan mereka sendiri dan keringat.
~ kruyuukkkk~
" ehem.. chagi.. sepertinya kita lupa makan malam hari ini" pantes saja satu ronde saja Kris sudah tak bertenaga, rupanya belum isi bensin (?)
" aku juga lapar.. uppss.. apa Kaihun sudah pulang daritadi? kalau begitu mereka mendengar suara kita dunxxx! Huwaa" Suho menutup wajahnya dengan bed cover malu, bagaimana ia dapat melupakan hal sepenting itu.
Sedangkan di sebelah, kamar Kai Hun
Namja tan itu tengah mengumpat-ngumpat duizzhang yang melakukan adegan hotnya dengan Suho tanpa mengajak-ngajaknya (?). Ia dengan sangat terpaksa menahan hasrat yang terpendamnya karena belum mau menerjang Sehunnienya, kan tubuh kekasihnya masih sakit sehingga Kai tidak tega untuk melakukan this and that kepadanya. Lihat saja kekasihnya bahkan tidak peduli padanya, namja albino itu tengah membaca majalah sambil memasang headset pada telinganya. #poorKai
" Hunniieeee"
" shireoo… bukankah kau sudah berjanji takkan menyentuhku selama seminggu?" potong kekasihnya tanpa menatap ke arahnya
" tega sekali kau padaku Hunnie.. tidakkah kau merindukan little Jong?" Kai masih dapat merasakan ketidaknyamanan celananya yang menjadi sempit itu.
" aku tidak merindukan si item itu.. kau punya tangan kan Jonginnie.. buat apa kedua tanganmu kalau tidak digunakan?" Sehun dengan berbaik hati melempar sekotak tissue padanya.
" masa kau menyuruhku bermain solo? Andwaeee T.T"
.
" apa kau mendengar suara kai yang merengek?" Suho sempat membuka kedua matanya yang tadi sempat terpejam, masa bodo dengan perutnya yang lapar atau tubuhnya yang lengket, sekarang yang dipikirannya hanya tidur.
" biarkan saja… si bodo itu mungkin tidak dapat jatah lagi malam ini" jawab Kris tidak peduli, ia kembali memeluk tubuh Suho ke dalam dekapannya.
" Kriss…"
"hmmm?"
" kau bau.. jangan memelukku.. cepat mandi sana!" dengan sewot namja manis itu mendorong tubuh Kris menjauh darinya.
" baiklah.. aku akan mandi… tapi kita harus mandi bersama chagi" tanpa aba-aba Kris mengendong tubuh mungil kekasihnya yang meronta tersebut ke dalam kamar mandinya, sepertinya akan dimulai satu ronde lagi tetapi yang jelas kebahagiaan Krisho membuat kai makin sengsara pada malam itu.
TBC (make it 200+ reviews please :)
~Review again ne (0_0)/ gomawo! welcome new reviewers!~
Readers bebas ngutarain pendapat/ide disini demi kelangsungan ff ini
Ff yadong apa ini? Lempar Gucci -_-"! Maaf kalau ga hot! T.T #authorsarap
ada yang nanya nih ff yang ini kapan tamat? jujur author pun ga taw.. dari semua ff berchaptered author.. ff ini yang paling ga pengen author namatin.. paling enak pikir idenya walau agak stress nulisnya karena panjang.. (yadongnya yang panjang)
anggap saja ini series penghilang stress pas readers sedang galao ujian ato UTS atau Uan dll.. gpp kan? :) sampai saat yang tepat udah mentok idenya akan end juga ffnya.. author berharap readers masih setia mengikuti ff ini hingga akhir #bow
oh iya.. author buat ff ini pas lagi dengar lagu "overdose".. aduh! lagu itu bener-bener membuatku candu :*.. EXO jjang! xD suara angelic suho merdu buangetss oiii.. KYAAAA~ oh iya author AQUATICS ^^
Dan ada yang menonton fancam exo greetings in japan ga? Sumpah.. krisho momentnya unyuu sekalii.. apalagi pas ambil bola sama gwiyominya yang bisa bikin mimisan.. makin cinta sama kedua pasangan unyu ituu T.T tangis bahagia*
.
Special Thanks to: pranawuland, exotic flower, sayakanoicinoe, DiraleeXiOh, riyoung17, yongchan, wereyeolves, 4869, jimae407203, DragonAqua, hae15, Baby Magnae (mian ._. #bow yang chap ini lebih parah lagi), junmyunyifan, AniesLoveWonkyu, RubikLuhan, aif gii myeonnie, emmasuho, kimjoon, alika malik, wonkyudee
