Our High School Love Story
Warning: YAOI, FLUFF, crack pair, ngakak, typo, EYD berantakan, bahasa tidak baku, etc
Main Pair: KRISHO ^^ cameo: EXO other pair: find it by yourself
Rated: slight M, krisho dikit
Disclaimer: Idea and story ARE MINE, no plagiarism is allowed.
.
#info: author uda update "submit to me slave chap 5".. perbanyak reviewnya please to continue^^ gomawoo #bow ( bagi ide NC juga silahkan :p) yang cinta Kris!uke ayo merapat xD sekali2 antimainstream boleh dunx!
#KRISHO: one shot " Drawing the Beautiful You" FLUFF.. manis berkelebihan.. silahkan direview.. hati2 diabetes akut (?).. yang view dikit x -_-" masa baru 400
.
# don't be a silent reader please ^^ #
^^~Happy reading~^^
CHAPTER 10 (the missing keychain)
"ngghhh~"
Namja manis itu akhirnya terbangun dari tidur lelapnya, kedua iris hazelnya yang indah itu perlahan-lahan terbuka saat dirasakannya cahaya keemasan masuk melalui jendela kamar kekasihnya yang menghangatkan tubuh polosnya yang diselimuti dengan bed cover. Dengan masih keadaan setengah sadar, Suho sedikit menjauhkan wajah manisnya yang setia ia tenggelamkan semalaman penuh di dada topless kekasihnya, tetapi kedua lengan kokoh yang masih bertenggar sempurna di pinggangnya itu malah menahannya lalu menarik tubuh mungilnya ke dalam sebuah rengkuhan hangat.
" kau sudah bangun? Morning chagi ya~" masih setia memeremkan kedua matanya, Kris mencium dahi kekasihnya yang berada di pelukannya lembut.
Namja manis yang masih mengumpulkan kesadarannya itu langsung sadar total ketika ia merasakan tubuh polosnya bergesekan dengan tubuh polos kekasihnya di bawah bed cover. Perlahan darah pun memompa ke wajah pucatnya hingga pipi mulusnya bersemu kemerahan ketika mengingat aksi ranjangnya dengan kekasihnya semalam.
" Kris.. lepass.. kita harus ke sekolah" namja mungil itu berusaha mendorong dada kekasihnya mencoba untuk melepaskan rengkuhannya, entah kenapa ia merasa malu sekali kepada Kris hingga jantungnya berdetak kencang tak karuan dan Suho benar-benar berharap kekasihnya tidak mendengar suara jantungnya yang semakin menggila itu.
" shireo… tubuhmu sangat enak untuk dipeluk chagii~" Suho menggeliat tidak nyaman ketika Kris menyembunyikan wajah tampannya di ceruk lehernya yang dipenuhi kissmark, deru nafas Kris yang beraturan itu terasa sangat geli saat dihembuskan tepat di telinga kanannya yang paling sensitive itu.
" ahh.. pabbo.. geli tau! Cepatt bangunn.. nanti kita telattt.. Krissss~" rengek Suho yang merasa jantungnya akan meledak sebentar lagi. Aih.. Sepertinya namja manis tersebut kembali menjadi namja polos yang menggemaskan pagi ini.
Akhirnya kekasihnya membuka kedua matanya dengan malas, bagaimana pun ia tak ingin terlambat lalu dihukum oleh guru kedisiplinan berwajah ikan yang menakutkan itu. Kris mengigit pelan daun telinga kanan kekasihnya sekali sebelum menjauhkan kepalanya menatap dalam mata coklat Suho.
" kenapa melihatku seperti itu?" namja manis itu mengedipkan matanya tidak mengerti membalas tatapan kedua mata elang kekasihnya, namun tidak sampai 3 detik ia kembali salting karena detak jantungnya yang masih belum berhenti berdebar-debar ketika melihat wajah tampan Kris yang semakin tampan saja, apalagi setelah bangun tidur dengan rambut blondenya yang keacak-acakan plus naked. Damn! it's so sexy! Dengan sekuat tenaga ia memalingkan wajahnya ke samping mencoba menolak pesona Kris lalu berusaha melepaskan kedua lengan kekasihnya dari pinggangnya.
" mana morning kiss untukku chagi?" tuntut Kris yang tidak peduli dengan tingkah laku Suho seraya memeremkan kedua matanya dan memajukan bibirnya menunggu ciuman dari namjachingunya (-3-). Tentu saja Kris mengharapkan sebuah ciuman pagi yang mesra dari Suho yang biasa tidak pernah didapatkannya.
" uuhh.. harus yah?" tanya Suho ragu, kekasihnya hanya menganggukkan kepalanya sekali tanpa membuka matanya lalu semakin mendekatkan bibirnya ke wajah kekasihnya.
Melihat bibir tebal Kris yang sudah berada di depan mata tentu membuat Suho tidak dapat menolak permintaannya, jadi dengan penuh keberanian ia pun memejamkan matanya rapat seraya menaruh bibir tipisnya yang agak bergetar di atas bibir kekasihnya sambil menahan malu, namun mengingat bibir yang diciumnya itu pernah berjelajah di atas tubuh putihnya semalam membuatnya reflek melepaskan pagutan yang berlangsung selama beberapa detik tersebut.
" begitu saja?" desah Kris pura-pura kecewa agar membuat kekasihnya merasa bersalah karena tidak menciumnya lebih lama. Namja jangkung itu berusaha menahan tawanya ketika melihat wajah kalut kekasihnya yang menatapnya dengan kedua mata memelasnya yang tersirat ketakutan kalau saja Kris akan memarahinya.
" ahh.. ani.. aku akan menciummu lagi Kris.. jadi jangann ngambekk.. :(" Kris tersenyum senang ketika namja manis itu mencoba meredam rasa malunya dengan kembali mendekatkan bibirnya lalu dengan seluruh kemampuannya melumat pelan bibir tebalnya. Kekasihnya yang sangat amatir itu dengan penuh keraguan menjilat bibir atas dan bawah Kris bergantian lalu menusuk-nusuk kecil celah bibir sexynya berusaha menyelusupkan lidahnya. Namja jangkung itu pun terkekeh dalam ciuman kekasihnya yang menggemaskan tersebut kemudian seperti biasa ia pun kembali mendominasi permainan Suho, lidah panjang yang lihai itu menjelajahi rongga hangat namja manis itu mengecap rasa manis yang tersuguh dari bibir mungil kemerahan kekasihnya, kedua lidah tersebut beradu satu sama lain dalam waktu yang cukup lama hingga menimbulkan lenguhan dan desahan pelan dari namja berbibir tipis tersebut.
"sepertinya kau perlu banyak berlatih lagi chagii~ kkk.. tapi gomawo atas ciumannya" Kris mengigit bibir bawahnya terakhir kali lalu mengelus bibir kekasihnya yang sedikit membengkak dan bergetar akibat perbuatannya. Dikecupnya sebelah pipi tembemnya yang sedari tadi sudah memerah sempurna itu sebelum melepaskan rengkuhan erat pada tubuh mungilnya.
Suho dapat merasakan tubuhnya melemas seketika setelah Kris mencumbunya intens, ia tidak mengerti kenapa reaksi tubuhnya menjadi sangat berbeda, sensasinya persis seperti saat pertama kali Kris menciumnya dalam. Apa ini pengaruh sentuhan Kris pada tubuhnya semalam? Huff.. molla
" ka..kalau begitu aku mandi duluan yah Kris… wahhhh!" baru saja Suho menyibakkan benda yang menutupi tubuhnya dan bermaksud beranjak untuk mandi, namja mungil itu langsung reflek memekik lalu menyembunyikan seluruh tubuhnya kembali ke dalam bed cover tersebut.
" uuuummhh.. Kris.. tutup matamu.. aku tidak pakai pakaian sekarang" ujar namja manis itu malu-malu seraya menundukkan kepalanya gugup membuat Kris melongo menatapnya tidak percaya.
" chagi.. kenapa kau jadi malu padaku seperti itu eoh? Aku kan sudah melihat seluruh tubuhmu semalam.." Suho makin tidak kuasa menyembunyikan wajahnya yang mematang sempurna itu di hadapan kekasihnya. Meski namjachingunya itu sudah melihat, menyentuh dan memanjakan setiap inchi tubuhnya semalam tapi tetap saja ia merasa enggan memperlihatkan tubuh polosnya di hadapan Kris sekarang.
" po..pokoknya jangan lihat! (!~.~)/" namja manis itu langsung melemparkan bedcover yang menyelimuti tubuhnya itu ke kepala kekasihnya menghalangi penglihatan Kris lalu dengan tergesa-gesa mengambil seragamnya yang sudah kering tersebut dari mesin cuci.
" chagi ya.. bukannya lebih cepat kita mandi bersama-sama?" tanya Kris bingung setelah menjauhkan bed cover berat tersebut dari kepalanya, ia menggeleng-gelengkan kepalanya melihat gelagat kaku kekasihnya yang jadi mendadak super aneh, untuk apa sih namjachingunya malu memperlihatkan tubuh putihnya? Toh Kris sendiri sudah melihat tubuh Suho beberapa kali bahkan Kris sendiri pun tidak ragu untuk memamerkan tubuh polosnya yang kekar kepada kekasihnya ¬.¬
"shireoo! jangan ikut! Nanti kau berbuat mesum lagi di dalam" potong Suho sewot lalu dengan segera melesat masuk ke kamar mandi dan menguncinya sebelum kekasihnya hendak memprotes. Namja manis itu sepertinya sudah kapok digagahi dua ronde tanpa jeda di dalam kamar mandi semalam, Suho yang sudah mengerti sifat mesum Kris sangat yakin kalau kekasihnya mandi bareng dengannya dipastikan mereka akan terlambat masuk sekolah. Ditambah lagi, ia sama sekali belum siap mental memperlihatkan tubuh berantakannya yang dipenuhi oleh kissmark apalagi dengan manholenya yang berleleran oleh cairan Kris.
.
Namja mungil itu keluar dari kamar mandi Kris setelah benar-benar membilas bersih tubuhnya luar dalam, dengan mengenakan seragam sekolahnya ia pun keluar dari kamar Kris mencoba bersikap senormal mungkin ketika Suho menangkap kekasihnya tengah memasak sarapan, tetapi tetap saja degup jantungnya yang dengan susah payah dinetralkannya saat mandi tadi kembali melompat tak terkendali, wajahnya kembali memerah saat matanya menangkap tubuh kekasihnya yang masih polos hanya mengenakan boxer ketatnya saja. (0.0)
" Ayolah Suho! Ini bukan pertama kalinya kau melihat tubuh Kris tapi mengapa?!" jerit namja manis itu frustasi dalam hati ketika kedua matanya terus menelusuri tubuh sexy kekasihnya tanpa berkedip. Otak suho sepertinya benar-benar sudah ternodai oleh kekasihnya ketika pikirannya kembali mengingat benda kebanggaan Kris yang besar dan berbentuk indah terbalut kain boxer berwarna hitam itu pernah memuaskan liang surganya.
" ahh.. chagiii.. kau sudah selesai mandi rupanya? Aku sudah hampir siap memasak sarapan.. yang sabar ne?" kedua mata Suho kembali bergerak tidak jelas, berusaha mengalihkan fokusnya ke sembarang arah asal bukan kepada sesosok namja tampan yang sekarang tersenyum lembut padanya, sebenarnya senyum Kris biasa saja, tidak berubah tapi entah kenapa Suho merasakan aura yang menguar dari senyuman maut kekasihnya ini sangat mematikan.
" a.. aku tidak usah sarapan… lebih baik aku pergi dulu ke sekolah.. ada hal penting yang mau kukerjakann… anyooonnggg" belum sempat Kris membalasnya, namja manis itu mengambil tas selempangnya dari sofa ruang tamu Kris dan langsung melesat keluar unit dengan secepat mungkin, mengabaikan perutnya yang berbunyi nyaring karena melupakan makan malam dan sarapannya.
" ada apa dengannya?" pikir Kris makin bingung, tak ayal hatinya mendadak sedikit cemas melihat kelakuan kekasihnya yang daritadi menjauhinya bahkan enggan menatapnya sama sekali.
"Apa Suho begitu tidak suka melakukan this and that denganku? Atau aku yang terlalu kasar melakukannya sehingga membuat Suho ketakutan? Atauu.." pikiran Kris semakin melayang-layang ke arah negative, kedua matanya terus menatap nanar pada dua telur goreng yang sedang dimasaknya hingga tak menyadari bahwa Kai sudah keluar dari kamarnya dan berjalan malas ke arahnya.
" duizhang Kris… apa yang sedang kau masak hum?" Kris menggeleng membuyarkan lamunannya lalu beralih menatap housematenya yang mendudukan tubuhnya di kursi makan lalu merebahkan wajahnya ogah-ogahan di atas meja.
" telur goreng.. kau mau? Aku memasaknya kebanyakan… anyway kenapa matamu begitu? Mirip panda" Kris menahan senyumnya ketika namja tan itu mendelik ke arahnya tidak senang, namja jangkung itu jelas tahu alasan mengapa wajah Kai bisa selesu plus kantong matanya yang sangat tebal.
" apa aku harus mengatakan dengan detail padamu Kris? Desahan keras dari kamarmu itu menggema hingga ke kamar tidur kita.. lain kali kalau mau mengajak Suho piip piip.. please cari hotel -_-"! Biarkan aku tidur dengan damai!" erang Kai dengan sarkastiknya, seandainya oh seandainya saja kamar mereka memiliki peredam suara.
" kkk.. jangan marah seperti itu kkamjong.. nih telur gorengnya.. anggap saja impas karena aku sudah berbaik hati memasakkan sarapan untukmu.. Sehun mana?" Kris meletakkan sebuah telur goreng di atas piring lalu menaruh kecap asin di atasnya dan menghidangkannya kepada namja tan itu.
" dia sudah pergi ke sekolah dari tadi pagi duizhang.. lihatlah dia bahkan tega meninggalkanku.. dan itu semua gara-gara ulahmu" ujar namja tan itu dengan memelas tapi tetap menusukkan garpu ke telur tersebut kemudian melahapnya.
" memangnya apa lagi salahku?" tanya Kris malas, ia yakin kali ini Sehun marah padanya pasti karena kesalahan yang diperbuat kkamjong jelek itu sendiri.
" itu.. ituu.. ituuu… karena duizhang melakukannya dengan Suho.. aku jadi tidak tahan.. teruss..." kedua mata Kai terlihat berkaca-kaca berusaha melanjutkan kata-katanya, well.. puppy eyes itu tidak ada efeknya di mata kris tentu saja.
" terus?" Kris melihatnya jengah namun masih berusaha bersabar mendengar kelanjutan kalimat sahabatnya yang sangat mendramatisir ini.
" terus.. teruss… aku jadi…. bermain solo di depan Sehunnie"
~krik~
hening….
1 detik
2 detik
3 detik
1 abad.. eh kelamaan -_-"
" you whattttttt?!" ulang Kris dengan mulut menganga, bahkan wajahnya yang biasa datar pun menjadi tidak datar lagi. (0A0")
" iya duizhang.. habis Sehunnie tidak mau melakukan this and that jadi dengan terpaksa aku melakukan solo.. tapi kan aku juga pengen solo sambil lihat wajah Sehunnie.. jadi aku melakukannya di depannya.. tak tahunya dia malah ngamuk terus menendang little Jong.. sakit tahu T.T"
Kris bersweatdrop ria.. kenapa temannya yang satu ini tidak waras sekali. Setelah ini, dipastikan ia takkan mau mengakui Kai sebagai sahabatnya lagi. Masih beruntung Sehun hanya marah padanya, kalau Kai adalah kekasihnya sudah pasti Kris akan langsung memutuskannya di tempat. Eerr.. setelah dipikir-pikir kalau Kai adalah Suho yang melakukan solo di hadapannya, jelas Kris tanpa ba bi bu lagi akan dengan senang hati menerjangnya, tapi tentu kekasihnya yang sangat pemalu itu tidak mungkin berani melakukannya kan? jadi Kris hanya akan menyimpannya sebagai fantasi liarnya saja. Ck! Duizhang.. Otakmu sama pervertnya dengan Kkamjong -_-"!
########KRISHO###########
Suho class, s1
" hahh.. hahh.. selamaat pagiiii" namja manis itu terengah-engah memasuki ruangan kelasnya karena kebanyakan berlari, ia mengusap keringatnya yang mengalir di pelipisnya lalu beranjak ke tempat duduknya.
" Suhoooo.. akhirnya kau datang jugaa… kenapa kemarin seharian aku tidak menemukanmu eoh? Kau bahkan tidak pulang semalamm" sembur Luhan sebal, ia yakin Suho pasti bermalaman lagi dengan kekasihnya. Tentu saja sahabatnya tidak tahu ada banyak kissmark di leher Suho karena namja manis itu menutupinya dengan kerah kemejanya yang ia kancingkan hingga ke yang paling atas.
" hehe.. miann.. aku jadi kencan dengan Kris.. ngomong-ngomong kenapa Chen duduk di tempatku?" tanya Suho bingung, tapi ia tak mempermasalahkannya, dengan santainya ia duduk di tempat manusia bebek itu bersampingan dengan Luhan.
" pstt.. coba perhatikan baik-baik Ho… kedua manusia itu daritadi terlihat seperti perang dingin.." Suho menatap ke belakang melihat Jongdae yang tengah membujuk Chanyeol, kedua tangan kecilnya menggoyangkan sebelah lengan sahabatnya tapi namja yeolda tower itu tak memperdulikannya malah membaca novel dengan tenangnya.
" memangnya mereka kenapa? Tumben Yeollie marah…" balas Suho berbisik dengan suara tak kalah kecilnya, bukannya dua hari yang lalu mereka baik-baik saja.. kenapa hari ini malah bertengkar?
" itu karena Jongdae tidak menepati janjinya mentraktir makan kemarin.. pas waktu disuruh bayar.. rupanya bebek itu tidak membawa cukup uang.. jadi terakhirnya bayar masing-masing deh.. kau tak tahu seberapa awkwardnya aku menjadi orang tengah diantara dua kubu yang berselisih kayak gini" Luhan menghela nafas meratapi nasibnya, sedangkan Suho hanya bisa ber oh ria.
" jadi kapan mereka akan baikan?" tanya Suho tidak tenang, sedikit khawatir dengan hubungan kedua sahabatnya itu.
" entahlah.. kau tahu kan Yeol suka bête sama Chen gitu gara-gara mulut bebeknya yang susah diatur" Luhan mengedikkan bahu tak peduli.
~krek~
" Suhooo yaaa.. selamatt pagiii" namja manis itu tak perlu mengarahkan tatapannya ke arah pintu hanya untuk menemukan empunya suara yang berbunyi nyaring memanggil namanya.
" pagi juga DO yah" namja squishy itu langsung meletakkan ranselnya di atas meja miliknya lalu duduk di depan Suho, menatapnya tersenyum sambil menumpukan wajahnya pada kedua telapak tangannya yang berada di atas meja Suho, sudah menjadi kebiasaannya mengganggu namja berkulit putih itu setiap waktunya.
" yahh.. yahh! kau hanya memanggil Suho kenapa tidak memanggilku?" tanya Luhan jengah yang merasakan keberadaannya sama sekali tidak dipedulikan oleh namja bertubuh paling mungil itu.
" pagi Lu" Luhan semakin mengedikkan sebelah matanya kesal mendengar nada datar DO yang menunjukkan ketidaktarikan, namja squishy itu bahkan tidak menatapnya sama sekali masih saja menatap wajah tampan Suho yang berada di hadapannya sambil nyengir-nyengir gaje.
" wwahh! Ho.. cincinnya bagus sekali" kedua mata jeli DO menangkap cincin yang bertengger indah pada jari manis Suho, ia mengangkat sebelah tangan tersebut seraya mengagumi permata micro yang bersinar indah itu dari dekat sedangkan Luhan pun ikut-ikutan nimbrung melihat cincin tersebut yang daritadi tak disadarinya.
" bagus kan? Kris yang membelikannya untukku kemarin.. couple ring… ehehee ^^" ujar Suho tersenyum riang sambil menggoyang-goyangkan sebelah tangannya yang tersemat cincin, tidak mampu menyembunyikan kebahagiaan kecilnya tersebut.
Luhan jadi merasa iba kepada DO yang ekspresi wajahnya berubah menjadi agak sendu, meski hanya sepersekian detik namun ia dapat menutupinya kembali dan berlagak seakan tidak terjadi apa-apa. Namja squishy itu masih memaksakan senyumnya pada Suho yang setia mengumbar-ngumbarkan cerita datingnya kemarin dengan Kris. Luhan menggeleng-geleng tidak percaya, kenapa sahabat berkulit putihnya yang satu ini sangat tidak peka sekali? Dari semua orang di kelasnya, cuma Suho sendiri satu-satunya orang yang sama sekali tidak sadar akan perasaan DO padanya.
" lihat DO.. Kris bahkan membelikanku gantungan kunci.. hehee.. tiap kali melihat ini aku akan langsung mengingat Kris… dia bahkan pernah bilang cita-citanya adalah menjadi pemain MBA.. dasar freak itu!" ngecoh Suho tanpa henti, ia menunjukkan gantungan kunci berbentuk bola basket yang dibelikan kekasihnya padanya pada DO, namja squishy itu hanya menatap datar gantungan kunci tersebut yang masih tergantung indah pada tas selempang braun buffelnya.
" baguslah… yang penting kamu senang Ho.. sepertinya kencanmu kemarin sangat menyenangkan" namja squishy itu terkekeh lalu menaruh sebelah tangannya di atas kepala Suho mengacaknya sayang, selama Kris tidak ada dia boleh sebebas mungkin menyentuh sahabat mungilnya ini tanpa diganggu gugat, meskipun hatinya harus terus menelan kekecewaan ketika mulut Suho hanya menceritakan tentang Kris, Kris dan Kris seorang.
" terus ada lagi yang seru! Kau pasti tidak menyangka DO.. aku sama Kris sukses menjodohkan wali kelas kita dengan guru tetangga sebelah..kkk~" DO mengedipkan mata bulatnya tidak mengerti, sedangkan Luhan langsung mendekati Suho yang mulai mengeluarkan smartphonenya, ia membuka folder videonya yang sempat direkamnya kemarin malam lalu memamerkannya kepada kedua sahabatnya tersebut.
" waahahaha. Koplakk abis! muka siwon saem. Ahahaa.. derp gitu pas dikatain kampungan! Guru evil kita memang woww sekali! XD" Luhan memukul-mukul meja sambil tertawa terbahak-bahak sedangkan DO berusaha meredam tawanya dengan memegang perutnya sendiri.
" hey! Chen.. Yeollie.. kalian wajib nonton! Hahahaaaa… coba lihat ini benar-benar ngakak!" masih saja tertawa seperti orang gila, Luhan mempasskan smartphone kepada kedua kubu yang masih berselisih paham tersebut. Kedua namja itu serempak mengedipkan bingung namun tetap memasang earphone ke alat telekomunikasi tersebut, sebelahnya dipakai Chanyeol dan sebelahnya lagi Jongdae.
" pffttt! Siwon saem bener-bener ngga romantis abiss…!"
" Gaya nya itu beneran bikin ga tahannn.. kenapa harus mawar putih coba?!"
" Dan Evil saem juga,, lagaknya saja sok-sok gak mau padahal mau banget gitu"
" Bener! Bener.. lihat tuh.. dia bahkan ngga nolak waktu dicium.. ahahaha xD"
Baru beberapa detik keduanya larut dalam tawa, smartphone tersebut langsung direbut paksa oleh yang kuasa, JRENG JRENG JRENG JRENG… terlihat Kyuhyun evil tersebut sudah berdiri di hadapan keduanya, wajahnya mematang sempurna entah karena marah atau malu, sepertinya mereka sangkin serunya menonton video tersebut hingga tidak sadar bel masuk sudah berbunyi daritadi. ¬_¬
~Uppsss~
" Smartphone mu akan kusitaaa! Kim Jongdaeee! Park Chanyeol! Keluar dari kelasku sekarang jugaaa!" untung guru evil tersebut masih berbaik hati untuk tidak meretakan layar smartphone Suho.
"glek! ini guru uda ngga jomblo lagi juga masih galaknya minta ampun -_-" pikir kelima namja itu serempak.
Alhasil setelah kena hukuman "ayo pukul pantat tepos dengan rotan" selama sepuluh kali, kedua namja yang sial itu berdiri di depan kelas selama satu pelajaran penuh. Well.. tapi tentu saja mereka tidak akan menelan mentah-mentah hukuman tersebut, dasar anak badung!
" hhh… aku yakin akan susah duduk selama dua hari kedepannya" masih meringis, manusia bebek itu mengelus-ngelus sebelah pantatnya yang masih nyilu dan kebas akibat rotan panjang yang melibas kulit sintalnya.
" itu sih.. gara-gara elu yang tertawa terlalu keras.. aku juga yang jadi kena getahnya.." ujar Chanyeol sewot, menangisi nasib mirisnya yang tidak pernah mujur bila dekat-dekat dengan sahabat mungilnya yang satu ini.
" kkk.. mian :p jadi kau sudah tidak marah lagi padaku kan?" tanyanya penuh harap sambil menatap lekat manusia tower itu. Well.. Jongdae memang paling tidak tahan kalau sahabatnya tidak menghiraukannya terlalu lama.
" tentu saja aku masih sangat marah" Chanyeol pura-pura menolehkan kepalanya ke samping, sebenarnya ia sudah tidak marah hanya saja masih ingin menggoda king troll tersebut. " siapa suruh kau tidak menepati janjimu sendiri"
" ish.. arra.. arra.. aku akan mentraktirmu makan di kantin.. jadi kita baikan yah" masih saja berusaha bernegosiasi, namja bebek itu menarik-narik lengan kemeja Chanyeol, memintanya untuk membalas tatapannya.
" umm.. bagaimana ya? tony romas tidak selevel sama makanan kantin" Chanyeol mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya di dagunya sendiri pura-pura menimang, benar-benar sebuah acting yang bagus.
" ck! Yaa! Perhitungan banget sih!" ngamuk Jongdae sebal. Baru saja mulutnya hendak kembali cerewet, sahabat jangkungnya pun akhirnya menyengir kepadanya, memperlihatkan rich teethnya lalu dengan santainya menyampirkan sebelah tangannya yang berat itu ke pundak kecilnya.
" baiklah.. akan kumaafkan… tapi kuperingatkan sekali lagi.. aku akan makan banyakkk sekali hari ini" kedua namja yang menjalani hukuman itu pun berjalan menuju kantin dengan santainya alias membolos, masih dengan lengan kanan Chanyeol yang bertengger malas di pundak sahabatnya yang lebih pendek itu.
" ye.. yee.. yeeeee~ aku membencimu Yeol" cibir Jongdae jengah seraya meratapi dompetnya yang malang
" hehehee~ dan aku lebih membencimu… naui chingu"
#######KRISHO#########
Siang itu, guru evil yang berada di kantor gurunya untuk kesekian kalinya harus meredam rasa malunya, merah sudah menjalar sempurna di wajahnya ketika ia menonton video yang diputar dari smartphone anak didiknya, rasanya ia benar-benar sudah tidak punya muka lagi untuk bertemu murid-muridnya tersebut.
" apa yang sedang kau nonton hum?" sebuah suara yang sangat dikenalnya menyapa pendengarannya, sebelum ia sempat menoleh sepasang tangan kekar memeluknya erat dari belakang.
" aniyo Siwon a.. hanya saja anak nakal itu.. aku bahkan tidak tahu mereka merekam kita kemarin" guru tampan itu dengan santainya menyentuh layar touchscreen smartphone itu dan menswipenya ke kiri untuk mengulang rekaman tersebut hingga selesai.
" kkk.. tapi rekaman ini jadi mengingatkanku.. bahwa akhirnya aku dapat memilikimu juga setelah menembakmu dengan cara yang memalukan seperti ini" guru evil itu hanya terkekeh pelan mendengar penuturan kekasihnya, betul juga.. rekaman ini akan menjadi moment yang tak terlupakan.. moment pertama yang akhirnya menyatukannya dengan Siwon.
"aku juga sangat senang.. akhirnya aku menjadi milikmu Siwon". Kyuhyun akhirnya menyerah, ia menutup layar smartphone tersebut dan merebahkan tubuhnya ke dada kekasihnya yang masih setia memeluknya erat dari belakang.
" malam ini.. kau maukan datang ke apartment ku?" tanya Siwon seraya mencium pucuk kepala kekasihnya. Ia dapat menyadari kalau tubuh kekasihnya langsung menegang di dalam pelukannya. " bu..bukan begitu.. aku hanya ingin menemuimu lebih lama saja hari ini.. tidak ada maksud apa-apa kok" lanjutnya segugup mungkin.
Kyuhyun yang sudah sangat mengerti maksud kekasihnya itu pun mencium lembut rahang Siwon yang berada di atasnya, guru evil tersebut menyengir kecil melihat mimic wajah kekasihnya yang mudah panik itu
" kalau ada maksud tertentu juga tidak apa-apa.. aku tetap akan datang…. Bukankah aku sudah menjadi milikmu?" guru magnae tersebut meremas pelan lengan yang masih memeluknya ini untuk meyakinkannya.
Kyuhyun yang masih membaringkan kepalanya ke dada bidang tersebut menegadah ke samping tersenyum menatap kedua mata lembut yang membalas menatap iris coklatnya dengan senyuman manly nya. Namun karena keduanya masih di dalam lingkungan sekolah Siwon tidak berani mencumbui bibir kekasihnya yang sempat mengeluarkan kalimat yang sungguh menggodanya itu, jadi ia pun menyampingkan poni Kyuhyun yang menutupi sebelah matanya kemudian perlahan menciumnya di dahi lembut tanpa melepaskan pelukan erat pada tubuh kecilnya. (author ga pasang cctv untuk memantau kegiatan NC mereka.. jadi author ga buatkan xD) #plak
########KRISHO##########
" aku pulang dulu yaa teman-teman" Suho melambai pada keempat sahabatnya sebelum berlari keluar dari kelasnya.
Pelajaran siang hari memang telah berakhir, ia dengan segera memicu langkah mungilnya menuju lapangan basket dengan riang, rencananya sih ia akan menunggu kekasihnya yang sedang melaksanakan extrakurikuler basketnya hingga selesai kemudian mereka akan pulang bersama, akan lebih baik lagi kalau mereka sempat makan malam bersama setelahnya. Suho benar-benar sudah merindukan namjachingunya, sejak tadi pagi ia belum sempat menemukan batang hidung Kris, tentu saja karena waktunya yang harus ia luangkan untuk DO mengingat namja squishy itu kembali membolos kelas siang.
Sangkin terlalu semangatnya Suho berlari, namja mungil itu bahkan tidak sempat berhenti di persimpangan koridor hingga ia pun jatuh terjungkal ke belakang saat menabrak seseorang yang berkulit sedikit kehitaman.
" ahh.. maaf atas kecerobohanku… permisi" Suho berdiri dengan agak susah payah, ia menganggukkan kepalanya kaku lalu kembali berlari tergesa-gesa menjauhi namja yang menurutnya berwajah cukup sangar tersebut. Meskipun namja itu adalah adik kelasnya (seragamnya berbeda) namun tetap saja jiwa penakutnya itu muncul ketika menangkap kedua mata hitam namja tersebut menatapnya tajam menunjukkan ketidak senangnya.
Tanpa disadarinya, namja tinggi berwajah menyeramkan tersebut meliriknya dengan ujung matanya. " Kim Suho" suaranya yang datar itu mengambang di udara, lalu perlahan ia pun menapakkan kakinya menjauh tanpa menyadari benda berharga milik Suho yang jatuh sejak insiden tabrak menabraknya tadi.
Tidak lama setelah itu, seorang namja berjalan dengan santai menuju ke lokasi kejadian tersebut sambil bersenandung, kedua telinganya terpasang earphone yang tersambung pada ipod miliknya. Kedua matanya mengarah ke bawah saat sebelah kakinya tak sengaja menendang kecil benda tersebut. Kedua alisnya yang tebal itu tertaut bingung lalu ia pun mengambil benda yang berupa gantungan kunci berbentuk bola basket itu dari atas keramik " ini bukannya punya Suho?" namja tersebut meneliti benda tersebut sebentar kemudian perlahan ia pun menyimpan gantungan kunci tersebut ke dalam kantong celananya.
.
" chagi yaa~"
namja manis itu reflek berpaling ke samping saat mendengar suara bass yang sangat dikenalnya itu memanggilnya, namun lagi-lagi untuk ke sekian kalinya hari itu detak jantungnya kembali terasa meloncat dari sangkarnya ketika melihat Kris yang memakai seragam basketnya dengan peluh yang bercucuran di tubuhnya itu berlari-lari kecil ke arahnya.
" kau kemana saja chagi? Aku tidak menemukanmu seharian ini." Aroma memabukkan milik Kris langsung masuk ke indera penciuman Suho ketika kekasihnya memeluk tubuhnya erat dan mencium pucuk kepalanya sebentar.
Namja manis itu langsung tidak dapat berkutik, ia hanya mampu membatu ketika tubuh keringatan kekasihnya bersentuhan dengan kulitnya. Biasanya Suho pasti membiarkan Kris menyentuhnya, tetapi tidak kali ini, tidak ketika Kris tidak sengaja membenamkan wajah manisnya ke ceruk leher jenjangnya mencuarkan wangi keringat Kris yang menurut Suho sangat manly ketika ia memeluknya. Tubuh yang berwangikan keringat yang sama seperti semalam.
" aa.. akuu.. tadi.. mencari.. DO.." dengan susah payah Suho menggerakkan lidahnya yang mendadak kelu akibat brainfreezenya lalu reflek mendorong dada Kris agak kasar supaya namjachingunya melepaskan pelukannya pada tubuhnya. Tentu saja itu membuat Kris semakin bingung mengingat gelagat kekasih mungilnya yang lain daripada biasanya seharian ini.
" arra… kalau begitu kau mau kan menungguku setengah jam lagi.. sebentar lagi eskulku akan selesai" tanpa memperdulikan keanehan tersebut, namja tampan itu pun menggandeng sebelah tangannya menuntun kekasihnya ke tribun penonton. Suho mengikutinya tanpa banyak bicara lalu meletakkan tas selempangnya di atas bangku kosong tersebut, kedua matan jelinya itu membelalak kaget ketika melihat sesuatu yang seharusnya tergantung di tas tersebut menghilang.
" chagi ya?" tanya Kris menautkan kedua alis tebalnya ketika melihat namja mungil itu tiba-tiba melepaskan tautan tangannya dan mulai membolak balikkan serta mengobrak abrik tas sekolahnya dengan kasar.
" ahh.. mian Kris.. aku tidak bisa menemanimu.. ada yang harus kulakukan.." jawab Suho panik, gurat kekhawatiran terpampang begitu jelas pada wajahnya. Namja itu langsung melesat balik ke bawah lalu berlari dengan kecepatan tinggi kembali menuju ke gedung sekolahnya, dan untuk yang kedua kalinya hari itu Suho meninggalkan Kris yang berdiri memandang punggung mungilnya nanar dari tempatnya.
#######KRISHO#######
" heyy.. Hunniee.. sampai kapan kau akan menjauhiku begini… ayolahhh… aku kan sudah minta maaf" untuk ke seribu kalinya namja tan itu mencoba meluluhkan hati kekasihnya yang masih membara akibat perbuatannya namun sepertinya namja albino itu tak tertarik untuk menggubrisnya sama sekali.
" hunnnn~"
" aishh.. kau benar-benar cerewet Kai" jawabnya sebal tanpa melirik ke arah kekasihnya, masih dengan sabarnya ia mengelap jendela kaca kelasnya hingga mengkilap. Hari ini memang giliran piketnya jadi wajar saja ia melakukan seluruh pembersihan pada ruang kelasnya tersebut.
Kai merenggut, bibir tebalnya melengung ke bawah melihat betapa dinginnya kekasihnya. Lihatlah, namja putih tersebut bahkan tidak memanggilnya dengan sebutan sayangnya, padahal Kai sudah tidak sabar menunggu suara lembut kekasihnya yang memanggilnya "jonginnie" keluar dari mulut tipis tersebut.
" mianhaee~ aku tahu apa yang kulakukan kemarin memang keterlaluan.. aku tidak akan mengulanginya lagi.. ayolahh.. jangan marah begini Sehunnie." Sehun mulai merasa tidak tega ketika kekasihnya memeluknya erat dari belakang lalu meletakkan wajahnya ke bahu kanannya, masih terus melancarkan permintaan maafnya dengan suara memelasnya, ditambah dengan kedua matanya yang daritadi mulai berkaca-kaca. Hanya Sehun yang dengan mudahnya luluh dengan puppy eyesnya xD.
" huff.. aku tidak bisa melakukan tugasku kalau kau bergelantungan seperti koala padaku.. lepassss… dasar kkamjong!" ujarnya sebal lalu melempar kain yang ia gunakan untuk membersihkan kaca itu tepat pada wajah tampan di sampingnya. Masih dengan muka yang semakin ditekukkan, ia pun melepaskan pelukannya pada tubuh kekasihnya, diliriknya sekilas namja albino itu kembali berkutat dengan kaca bagian luar tersebut.
Masih belum juga menyerah, namja tan itu masuk ke dalam kelasnya lalu berhadapan dengan kekasihnya yang masih membersihkan kaca bagian luar kelas tersebut. Tentu saja namja albino itu tidak mengerti dengan apa yang akan kekasih tannya lakukan, ia berhenti membersihkan kaca tersebut lalu menatap bingung Kai di hadapannya yang membalas tatapannya sambil tersenyum sendu.
Keduanya hanya terpisah oleh selapis kaca, namja tan itu menghembuskan nafasnya pada kaca tersebut hingga menjadi mengkabut, ia lalu menggambar sebuah emoticon menangis yang cukup besar pada kaca berkabut tersebut (T_T;), perlahan Sehun pun tersenyum tipis melihat usaha kekasihnya yang mati-matian meminta maaf padanya. Di bawah emoticon tersebut, namja tan itu menuliskan
(T_T;)
Jeongmal mianhae yoo… maafkan aku yahh :'( :'( :'(
Kau tahu kan aku sangat mencintaimu…
jadi jangan cuek seperti itu T.T
Bogoshipo nae Hunnie ;A;
Namja tan itu melengketkan kedua telapak tangannya di depan wajah tampannya sambil menunduk sedalam-dalamnya, terlihat dengan jelas namja tersebut sangat menyesali perbuatannya.
" Kai ah" perlahan namja tan itu dengan ragu membuka kedua matanya yang daritadi tertaut erat, ia mendongkakkan kepalanya melihat kekasihnya mengisyaratkannya untuk mendekatinya pada kaca besar tersebut dengan tangannya. Ketika wajah tampan Kai hanya tinggal 1 centi di depan kaca yang sudah tidak berkabut tersebut, Sehun menutup kedua matanya lalu menempelkan bibir tipisnya sebentar pada kaca dingin tersebut, tepat di depan bibir tebal Kai.
Kai dibuat bengong oleh perbuatan kekasihnya sendiri, ia dapat melihat namja albino yang berada di hadapannya itu dengan santainya menarik kembali wajahnya lalu mengembangkan senyum manisnya.
" apa itu artinya kau sudah memaafkanku Hun?" namja albino itu hanya mengangguk pelan, tanpa babibu lagi Kai langsung berlari keluar dari kelasnya lalu menerjang tubuh kekasihnya. Busyehh.. cepet kali moodnya berubah
Dipeluknya tubuh mulus kekasihnya itu dengan erat seolah melepaskan rasa rindu yang dipendamnya seharian ini, perlahan Kai menangkup kedua pipi putih kekasihnya kemudian ia pun menutup kedua matanya seraya meletakkan dahinya pada dahi kekasihnya.
" gomawo Hunnie~ sudah memaafkanku" ujarnya setulus mungkin, senyum tipis terlukis pada wajah tampannya saat ia mengatakannya. Kai dapat merasakan tangan mulus kekasihnya meremas kedua tangannya yang masih berada di pipi putihnya itu.
" sama-sama… dan aku juga merindukanmu.. Jongin ah" Kai membiarkan kekasihnya berinsitiatif menciumnya duluan, namja albino itu hanya menempelkan sedalam mungkin kedua bibir tersebut selama beberapa detik lalu perlahan bibir tersebut mulai bergerak untuk menghisap dan melumat bibir tebalnya.
" jong… innh" desahnya lembut ketika tangan kekasih tannya yang menangkup pipinya itu beralih mengalungkan lengannya pada dadanya lalu menarik tubuhnya bersentuhan dengan dada bidangnya tanpa melepaskan cumbuannya, keduanya dapat merasakan detak jantung masing-masing yang berdebar kencang dibawah gesekan dada dengan dada tersebut.
BRUK!
~TUK~
" ouchhh!" aduh keduanya bersamaan sontak melepaskan cumbuan mereka ketika giginya terantuk gigi yang lain saat berciuman.
Sehun membalikkan tubuhnya menghadap pada seseorang yang menabraknya dari belakang tadi, baru saja ia hendak marah namun diurungkannya ketika menangkap sesosok manusia mungil yang sangat dikenalnya itu.
" Suho?" tanya Kai yang masih menutup mulutnya dengan sebelah tangannya menahan nyilu pada gigi atasnya.
" yaa.. kenapa menangis seperti itu?" panik Sehun ketika melihat eyesmile temannya berlinang air mata, kedua matanya terlihat sembap dan matanya yang merah itu sangat ketara, mungkin ada sekitar satu jam ia terus menangis.
" hikss.. Sehun naa..." ujar namja manis itu menahan tangis, ia berusaha mengusap air mata menggunakan punggung tangannya namun air mata tersebut tetap mengucur deras bak Niagara fall.
" ada apa?" tanya Kai tak kalah paniknya, ia mengelus punggung mungil Suho menenangkannya.
" a..aku.. kehilangan.. barangg.. hikss.. pentingg sekalii…aku sudah mencoba..menemukannya tapi tidak..ketemu jugaaa… hikss.. bagaimana ini?! Huweee T.T" tangisnya semakin menjadi-jadi, pasangan kaihun menjadi kelabakan mendengar isakannya, bisa-bisa mereka dihukum pula oleh guru yang lewat mengira mereka membully temannya.
" barang itu.. gantungan kunci.. bentuknya bola basket… itu hadiah pertama ..dari Kris.. dan aku.. malah menghilangkannya… hikss.. aku..tidak tahu..menjatuhkannya dimana…" jelas Suho berusaha meredam isakannya, memang benar ia sudah mencari hampir seluruh koridor sekolah namun hasilnya nihil, ia sempat mencari lokasi dimana ia tertabrak tadi namun juga tak menemukan barang tersebut.
" aku mengerti.. kami akan membantu mencarinya Suho.. jadi jangan nangis lagi ne?" Kai mengusap bulir-bulir air mata yang meleleh pada kedua pipi Suho lalu mengusap surai hitamnya masih berusaha meredakan tangis temannya.
" hikss.. gomawoo.. Kai ahh.. akuu takutt.. kalau Kris tahu.. hikss.. dia pasti akan sedihh… hikss.. aku bukannya.. sengaja menghilangkan.. hikss.. barang pemberiannya.. hikss.. aku akan.. mengecewakan Kris lagi.. hikss.. pabbo ya.." karena namja manis itu belum mau meredakan tangisnya juga, jadi mau tidak mau Kai pun memeluk temannya itu lalu mengoyang-goyangkan pelan tubuh kecil yang berada di rengkuhannya itu seraya membisikkan kata-kata penenang padanya dengan lembut. Well.. Kai yakin kalau Kris sempat melihatnya memeluk pacarnya seperti sekarang ini, ia pasti sekarang sudah semakin hitam dibakar naga api tersebut.
" Loh.. Suho kenapa?" Kai reflek melepaskan pelukan pada namja mungil tersebut ketika menatap namja mungil yang lain datang berjalan dengan santai menuju ke arahnya.
" hikss.. DO…" Suho menggunakan sebelah matanya mengucek kedua matanya yang merah dan basah itu, sebelah tangannya masih mencekram erat blazer depan Kai. Namja squishy yang sudah berdiri di dekatnya ini pun menampakkan mata doenya yang semakin bulat itu ketika melihat pujaan hatinya masih belum berhenti menitikkan air matanya.
" kenapa kau menangis..? apa Kris mengganggumu? Kalau benar akan kuhajar dia" Suho menggeleng pelan, ia kembali terisak mendengar nama kekasihnya yang disebut DO tadi. Namja squishy itu merasakan hatinya nyilu terbakar cemburu saat Kai mencoba mengelus kembali surai kehitaman Suho ketika namja manis itu kembali menangis, namun ia berusaha tidak memperdulikannya.
" bu..bukann.. hikss.. aku.. kehilangan hadiah dari Kris.. hikss.. gantungan kunci itu." Namja squishy itu menatap datar sahabatnya itu. Sebegitu pentingnya kah hadiah kecil dari Kris itu sampai dapat membuatnya menangis karena kehilangan? Demi apa.. itu hanya sebuah gantungan kunci biasa.
DO mencoba menutup kedua matanya sebentar menahan emosinya yang mulai bergejolak. Dengan tidak rela ia mengesampingkan wajahnya menolak menatap wajah pujaan hatinya yang masih menatapnya dengan berlinang air mata tersebut. Ia menghembuskan nafas pelan lalu tanpa aba-aba menarik tangan Suho menjauhkannya dari rengkuhan lemah Kai, tanpa memperdulikan tatapan bingung Kaihun ia mendorong tubuh Suho masuk ke dalam ruangan kosong.
" DO?" tanya Suho mengerjapkan kedua mata hazelnya yang basah ketika melihat namja mungil itu menutup pintu kelas tersebut lalu berjalan mendekatinya. Suho dapat melihat aura temannya yang agak berbeda dari biasanya, kedua mata hitam bulat tersebut menatapnya dalam tanpa berkedip.
" ini… milikmu kan? Jadi jangan menangis lagi" Namja squishy itu mengeluarkan benda yang dicari Suho tersebut dari kantung celananya, ia menyentuh tangan kanan Suho dan menaruh gantungan kunci tersebut pada telapak tangan sahabatnya.
" ehh.. kau menemukannya DO yah? Gomawooo" namja yang sudah berhenti menitikkan air matanya itu langsung membalasnya dengan senyum manisnya, meski DO masih dapat menangkap eyesmile sahabatnya yang masih berkaca-kaca tersebut. Namja berbibir hati itu membalas senyumannya dengan setengah hati, namun ia lebih rela melihat Suho bahagia daripada menangis seperti tadi, itu membuat hatinya terasa sesak dan sakit.
Tidak dapat diduganya, pujaan hatinya itu malah memeluknya erat seraya mengucapkan beribu terima kasih. DO memejamkan kedua matanya menikmati kebahagiaan kecil tersebut, meski hanya sebuah pelukan hangat antar sahabat namun ia sudah sangat senang dipeluk seperti ini olehnya. Aihh.. Betapa beruntungnya seorang Kris Wu yang dengan mudahnya mendapatkan Suho yang memberikan seluruh hatinya dan tubuhnya itu kepada kekasihnya.
" kau tahu.. sebenarnya tadi aku sama sekali tidak ingin mengembalikannya padamu" Suho terhenyak kaget mendengar kalimat jujur dari sahabatnya, perlahan ia merenggangkan pelukannya pada tubuh mungil tersebut, kedua mata coklatnya menatap nanar DO seolah menuntut jawaban.
" aku tidak berniat mengembalikannya.. karena itu adalah pemberian Kris padamu.. aku tidak suka.. kalau itu Kris" Suho makin tidak mengerti ketika DO malah mengungkit-ngungkit nama kekasihnya, ia hanya mampu berdiri menghadap sahabatnya yang sekarang tak berani menatapnya.
" waeyo?"
" hhh.. kau benar-benar tidak peka sekali Suho.. walau aku memang menyukai sifat mu yang seperti itu…tapi ini sudah keterlaluan" DO mengacak rambutnya frustasi seraya menghembuskan nafas kasar, ia lalu memberanikan diri menatap iris coklat tersebut dalam kemudian kedua tangannya meremas lengan kurus pemuda berkulit putih tersebut.
" apa harus kujelaskan padamu kalau kamulah orang yang kusukai? Bukan suka sebagai seorang sahabat tetapi lebih dari itu" Suho dapat merasakan remasan pada kedua lengannya semakin keras, namun kedua tangan DO yang bergetar itu menandakan betapa gugupnya ia sekarang.
DO menyukaiku?
" a.. aku.." Suho benar-benar tidak tahu harus menjawab apa, ini bukan pertama kalinya ia ditembak oleh seseorang, namun entah kenapa tatapan mata DO yang menatapnya dalam itu seolah menyedotnya.
" kenapa tidak bisa menjawabku? Kau merasa tidak nyaman dengan pernyataanku?" DO menyunggingkan senyum tipis, meski gayanya terlihat tenang namun sebenarnya hatinya benar-benar sudah mau meledak, ia ingin mengutuk dirinya yang beraninya menembak Suho, terlebih lagi namja yang disukainya ini sudah memiliki pacar, sudah jelas kan ia akan ditolak. Namun ia tak kuasa kalau harus menyimpan perasaannya terus pada sahabatnya yang satu ini.
"a.. aniyo.. aku juga sangat menyukaimu DO yah.." Suho menggelengkan kepalanya membalas pertanyaan yang membuatnya tersudut itu, tapi ia masih berusaha menyusun kata untuk menolak dengan sehalus mungkin pernyataan cinta temannya.
BRAK
" Kris?" namja manis itu kaget melihat wajah datar kekasihnya setelah ia mendorong pintu kelas itu dengan kasarnya.
" aku baru saja mau mengajakmu pulang sekolah bersama-sama, tetapi sepertinya aku tak sengaja menginterupsi acara pentingmu.." Kris mengubah fokusnya dari namjachingunya kepada namja squishy itu dengan tatapan mematikan, membuat DO tanpa sadar meneguk salivanya pelan " bersenang-senanglah dengan namja bermata bulat ini"
" ehh. Kris? Kau mau kemana? Tunggu aku" Kris tidak mengindahkan panggilan kekasihnya pun langsung menghantam pintu tersebut hingga menimbulkan suara keras menggema di dalam ruangan tersebut yang membuat kedua namja mungil itu meloncat kaget.
Baru saja Suho hendak mengejar kekasihnya, sebelah pergelangan tangannya ditarik oleh DO, dengan terpaksa namja manis itu berbalik untuk menatap wajah yang memandangnya dengan serius tersebut.
" jadi.. soal tadi itu.. apakah kau serius dengan perkataanmu? Kau akan membalas perasaanku Suho ya?" namja manis itu mengedipkan matanya berulang kali mencoba mengingat kalimat terakhir yang dilontarkannya kepada DO.
" ah.. bukann.. maksudku.. aku memang sangat menyukaimu.. karena kau adalah sahabatku yang berharga.. tapi miann.. aku tidak dapat membalas perasaanmu DO yah.. aku sudah terlanjur menyukai Kris.. tapi aku berharap kita tetap dapat menjadi sahabat dekat seperti ini" dengan tidak enak hati Suho mengatakannya, ia dapat melihat raut wajah di hadapannya yang sedikit sendu mendengarnya, tetapi ia tetap berusaha tersenyum padanya.
" hahaa.. sudah kuduga.. sudahlah.. lupakan saja pernyataanku.. meski aku memberimu waktu untuk memikirkan ulang jawabanmu.. aku tahu perasaanmu kepada Kris tidak akan berubah.." namja mungil itu melepaskan pergelangan tangannya, masih mempertahankan senyum di wajahnya " pergilah.. kejarlah Kris"
BRAK
Senyum itu pun perlahan memudar ketika pintu tersebut tertutup, DO tahu dengan jelas ia takkan mungkin dapat memenangkan hati Suho, tapi mungkin segalanya akan berbeda bila ia bertemu dengannya lebih cepat daripada Kris. Mungkin…
KREK
Namja squishy yang daritadi menundukkan wajahnya itu pun beralih menengadah, menatap malas seseorang yang sangat dikenalnya itu berada di depannya, dengan menenteng kantong plastic yang berisikan beberapa kaleng bir.
" umm.. kalau kau menginginkan teman bicara.. kami mau kok menemanimu" DO hanya mampu tersenyum pelan seraya menggeleng-gelengkan kepalanya tidak percaya.
" bir? Kau ingin membuatku mabuk? Aku bahkan tak pernah meminumnya" Kai pun ikut terkekeh, ia memberikan sekaleng bir itu kepadanya, DO dapat melirik Sehun yang berdiri di belakang kai dengan ujung matanya.
" jadi kau mau apa? Sebuah pelukan hangat dariku? Arra.. arra… untuk hari ini aku dapat meminjamkan dadaku untuk kau tangisi sepuasnya" DO mendelik ketika namja tan itu merentangkan kedua tangannya seolah hendak memeluknya.
" ya! kau ingin namjachingumu melihatku menangis dipelukanmu? Dasar namja bodoh.. apalagi aku tidak secengeng itu" dipukulnya lengan kanan Kai agar ia menghentikan acting menjijikannya itu.
Namun melihat Kai yang daritadi tertawa karena berhasil mengusilinya, perlahan ia pun membalasnya dengan senyuman termanisnya yang mampu membuat hati Kai sedikit berdetak kencang dari biasanya.
" gomawo Kai ah.. perasaanku sudah jauh lebih baik" ia menepuk pundak Kai terakhir kali sebelum berjalan menjauh seraya mengangkat kaleng bir tersebut tinggi-tinggi.
#######KRISHO##########
Namja manis itu menyusul kekasihnya ke tower B, unit tempat tinggal Kris. Ia yakin kekasihnya yang tahu dirinya akan mengejarnya itu pasti akan berdiam diri di kamarnya, dan dugaan Suho memang jauh dari kata meleset.
" Kris.. kau di dalam?" Suho mengetuk pintu kamar kekasihnya sebelum membuka knob pintu yang sengaja tak dikunci Kris tersebut, Suho dapat melihat kekasihnya duduk di sebuah sofa panjang tak mengubris panggilannya, perlahan kaki mungilnya dengan ragu pun berjalan ke arahnya hingga berhenti di hadapannya.
" Kris..?" baru saja namja manis itu hendak menyentuh sebelah lengan kekasihnya, namjachingunya langsung melontarkan kalimat yang membuat tangannya mengambang di udara.
" jadi.. apa yang ingin kau bicarakan?" tanya Kris dingin, perlahan ia menengadah menatap namja mungil di hadapannya dengan wajah datar menunjukkan ketidaktertarikkan. Hati Suho terasa sangat sesak, ia tak pernah mendapat perlakuan dingin dari kekasihnya sebelumnya, Kris bukan hanya tidak memanggilnya dengan sebutan sayangnya, ia bahkan tidak sudi memanggil namanya sama sekali.
"Apa aku berbuat kesalahan lagi?" batinnya pilu seraya mengepalkan kedua tangannya di sisi kedua pahanya menahan sakit hati.
" sebenarnya aku sudah tahu apa yang ingin kau bicarakan padaku"
" huh?" Suho menatap namjachingunya terkaget, apa jangan-jangan kekasihnya tahu ia tka sengaja menghilangkan hadiahnya? Itukah sebabnya kenapa namjachingunya marah padanya? Atau jangan-jangan Kris mendengar pernyataan cinta DO padanya, karena itu ia marah?
" aku tahu.. kau datang kesini untuk meminta putus.." jawab Kris dengan tenang
" hah… kenapa kau bisa berpikir seperti itu Kris? Aku tidakk…"
" tidak usah berpura-pura.. aku tahu kau tidak pernah mencintaiku"
" Kris.. itu tidak benar…" sergah Suho mati-matian, kenapa kekasihnya dapat berfikir seperti itu, tak tahukah seluruh hatinya bahkan sudah diberikan kepada Kris.
" tidak benar bagaimana.. pada kenyataannya kau bahkan tidak nyaman padaku seharian ini.. apa karena kau merasa jijik setelah aku menyentuhmu? Mungkin selama ini kau salah mengerti tentang perasaanmu sendiri karena aku menembakmu.. bisa saja selama ini kau hanya kasihan padaku" Suho mematung mendengarnya, ia jadi merasa sangat bersalah dengan Kris karena mengabaikannya seharian ini. Mana mungkin ia tidak merasa jijik dengan sentuhan Kris… tak tahukah kekasihnya ia bahkan sangat senang ketika kekasihnya menyetubuhinya dengan penuh kasih sayang.
" kau ini bicara apa Kris.. kenapa kau aneh sekali hari ini?" Suho menahan lengan kemeja Kris ketika namjachingunya perlahan berdiri dari sofa tersebut dan hendak berjalan menjauhinya, dapat terlihat kedua mata Suho yang mulai kembali berkaca-kaca. Ia merasa sangat sakit mendengar penuturan Kris yang meragukan perasaannya dan tidak mempercayainya sama sekali.
" kau yang aneh!" Suho terhenyak ketika namjachingunya membentaknya, bentakan yang pertama kali diterimanya, tangannya yang bergetar itu perlahan melepaskan cengkraman lengan Kris, bulir air mata yang daritadi ditahannya pun lolos membasahi pipi kirinya.
" aku bahkan melihatmu lebih nyaman dengan DO daripada aku.. kau bahkan meluangkan waktumu lebih banyak untuknya daripada namjachingumu sendiri" Kris menggertakan giginya kesal, tidak yakin akan mampu menahan emosinya yang akan meledak sebentar lagi.
" aku.. sudah siap.. kalau kau memutuskankuu.. memang aku berbeda dari DO.. aku selalu membuatmu sebal .. sekarang saja aku bahkan membuatmu menangis.. aku benar-benar bukan kekasih yang baik" baru saja Kris hendak melenggang pergi dari kamarnya, Suho langsung mendorong paksa tubuh jangkungnya hingga keduanya terjatuh di atas tempat tidur.
Namja manis itu tanpa ragu menghujani kekasihnya dengan ciuman lembutnya, lagi dan lagi pada bibir tebal yang menjadi candunya tersebut sambil terisak. Kris dapat merasakan keputus asaan yang mendalam ketika kekasih mungilnya terus menempelkan kecupan pada bibirnya sambil terus menerus mengucapkan kata " sarang" sambil menangis tersedu-sedu. Suho semakin terisak ketika ia tak merasakan ciuman balasan dari kekasihnya, ia melepaskan kecupan tersebut lalu memeluk tubuh kekasihnya yang berada di bawahnya dengan erat, sedangkan wajahnya yang berlinang air mata itu ia benamkan di ceruk leher kekasihnya.
" kau adalah kekasih yang terbaik.. yang pernah kudapatkan kris.. hiks.. tidak peduli sebagaimana kau menyakitiku… aku akan tetap mencintaimu.. hikss.. karena itu kumohon… jangan meragukan perasaanku.."Kris tersentuh mendengarnya, ia dapat merasakan tubuh Suho yang berada di atasnya bergetar menahan isak saat memeluknya.
" jangan pernah mengatakan.. kau ingin putus lagi Kris..hiks.. jangan membuangku…aku tidak mau…hiks.. bukankah kau sudah berjanji.. akan mempertemukanku.. dengan keluargamu..hikss.. jangan meninggalkanku Kris.." Perlahan setitik air mata penyesalan mengalir ke samping membasahi kasur tidurnya. Bagaimana mungkin ia dapat berkata sekejam itu kepada kekasihnya, bahkan melukai hatinya, bukannya waktu itu ia bahkan sudah berjanji pada Suho untuk tidak membuatnya menangis. Perlahan tangan kanan Kris terulur membelai surai kehitaman kekasihnya yang selalu lembut itu, membelai kepalanya penuh kasih ketika Suho masih setia membenamkan wajahnya pada ceruk lehernya.
" mian… aku terlalu terbawa emosi.. aku hanya cemburu melihat kedekatanmu dengan DO.. maaf chagi.. aku tidak bermaksud untuk membuatmu menangis.. mianhae… saranghae chagi ya" bisik Kris lembut seraya membalas merengkuh tubuh mungil di atasnya erat, sesekali mengelus punggung bergetarnya yang perlahan mulai lebih tenang.
Dengan hati-hati Kris menarik wajah kekasihnya menjauhi ceruk lehernya, namja manis itu membalas menatap kekasihnya dengan mata yang masih basah oleh air mata, Kris benar-benar ingin membunuh dirinya sendiri mengingat kebodohannya yang menyakiti kekasihnya. Perlahan ia mendekatkan wajah kekasihnya ke wajahnya mencium kedua mata Suho bergantian dengan selembut mungkin, menjilati ujung matanya dan kedua pipinya dari air mata, beralih mengecupi ujung hidungnya dengan kasih lalu terakhir menyalurkan seluruh perasaannya melalui pagutan manis pada bibir tipis tersebut, melumatnya dengan sangat pelan seolah dengan cara inilah ia dapat meminta maaf kepada kekasihnya.
" Suho… kaulah kekasih yang terbaik yang pernah kudapatkan.. aku sangat beruntung memilikimu.." Suho membiarkan kekasihnya membaringkan tubuhnya menyamping, lalu membenamkan wajah tampannya ke bahu kanannya dengan kedua tangan yang memeluk pinggangnya possessive.
" kau menggunakan kalimatku? Dasar tidak kreatif" manyun Suho, sedangkan kekasihnya terkekeh kecil seraya menutup kedua matanya menghirup wangi tubuh Suho yang paling disukainya itu.
" umm.. boleh tahu.. kenapa hari ini kau terus menjauhiku chagi?" tanya Kris penasaran, ia menarik wajahnya hanya untuk melihat wajah manis kekasihnya yang merona bak apel.
" i..itu.. karena aku malu.. kalau melihatmu.. aku jadi membayangkan yang aneh-aneh" aku Suho berusaha menyembunyikan rona mukanya, ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya ketika mendapati kekasihnya menertawakan alasannya.
" hehe.. benar hanya itu? Kau lucu chagii.. berarti kau tidak membenci ketika aku menyentuhmu semalam?" Suho reflek menggeleng keras, perlahan ia menjauhkan tangannya dari wajahnya menengadah untuk menemukan wajah lega kekasihnya.
" a..aku tidak membencinya.. aku malah suka sekali.. ketika kau menyentuhku dengan lembut Kris..rasanya kau benar-benar menjagaku" jawabnya sambil tersenyum manis, namun tidak berlangsung lama karena namjachingunya semakin menarik pinggangnya ke arahnya dan mulai memposisikan tubuh jangkungnya di atasnya.
" kalau begitu.. hari ini boleh kan kita melakukannya lagi chagi?" tanya Kris mendayu, omg.. naga pervert bangkit lagi. Huff.. tobatlah nak #pukpuk
" ehh.. hari ini.. tapi tubuhku masih sedikit sakit… lain kali saja yah?" mohon Suho bernegosiasi, walau ia tahu dirinya tidak mungkin dapat melarikan diri kalau tak sengaja sudah membangkitkan seorang naga mesum.
###WARNING NC### SKIP PLIS YANG DIBAWAH UMUR
" siapa suruh tadi kau menggodaku chagi.. babyku sudah bangun mendengar jawabanmu..jadi kau harus bertanggung jawab ne?" seringai tercetak jelas pada wajah tampannya.
Ia kembali menciumi bibir tipis yang menggoda itu untuk yang kesekian kalinya, namun temponya tak sepelan tadi, Kris yang mulai buas itu menghisap bibir kenyal Suho hingga membengkak, mengigit kecil bibir atas dan bawahnya secara bergantian, lenguhan dan desahan mulai keluar dari bibir namja mungil itu. Sedangkan tangannya yang telaten itu membuka dasi Suho yang melilit indah pada lehernya, lalu seragamnya, perlahan menuju ke tali pinggangnya dan menurunkan resletingnya dan membuang celana panjang tersebut ke atas keramik, menyisakan sehelai underwear hitam yang melekat indah pada tubuh putih namjachingunya.
" K..rishh.. emphhh..nooo.. uhhh" tubuh Suho menggeliat kecil berusaha menjauhkan tubuh kekasihnya dari tubuhnya, namun Kris yang tidak menerima penolakan itu pun menyentuh kedua tangan Kris yang mencoba mendorong dada bidangnya itu lalu menautkan ke sepuluh jari Suho pada jemarinya di atas kasur.
" shhh… mmmhhhh" Tanpa melepaskan ciuman tersebut, kaki Kris yang menganggur pun mulai menjalankan aksinya dengan menggesekkan lututnya pelan menggoda kemaluan Suho yang setengah terbangun itu hingga membuat pemiliknya mendesah tertahan.
" nikmat chagi?" tanya Kris usil semakin menggesekkan lututnya pada kejantanan kekasihnya yan masih terbungkus celana dalam hitam tersebut, lututnya yang ahli tersebut mulai basah karena terkena cairan pre cum yang mulai membasahi celana dalam Suho.
" mhhmhh.. emhh.. nghhh" alunan desahan itu semakin kuat ketika mulut Kris menjilat leher putihnya, tidak lupa untuk memanjakan jakunnya yang naik turun karena terus mendesah, ia mengigit kecil jakun yang bergetar tersebut, lalu beralih ke bahu kanannya, mengigit serta menjilat ketiak kekasihnya yang sensitive tersebut.
" akhhh….ahh..ahh.. mghhhh.. Krishhh" tanpa aba-aba Kris langsung menghisap keras putting kanan Suho, ia memainkan tonjolan kecil itu dengan lidahnya di dalam mulutnya, menjilat memutar area tersebut lalu membiarkan ujung lidahnya berdansa tepat di atas putingnya yang menegang karena sentuhan itu, sedangkan tangan kirinya tidak pernah bosan untuk memilin dan menarik lembut nipple ereksi tersebut. Suho yang tidak tahan itu pun memilih untuk memeluk kepala Kris yang masih setia bermain pada nipple sensitivenya itu.
" nghhh" desahnya lagi dengan lembut ketika bibir Kris mencapai perut berabsnya, lidahnya yang telaten itu menjilat menelusuri bentuk kotak-kotak tersebut sesekali memberikan tanda kissmark disana, Suho terkikik geli ketika kekasihnya menjilati pusarnya sebelum akhirnya turun pada sesuatu yang sudah menegang pada bagian bawah tubuhnya itu.
" hyahhh" Suho reflek menaikkan pinggulnya ketika Kris mengigit kecil ujung kejantannya yang masih terbalut kain basah hitam tersebut, lidahnya menjilat dari bola kembar tersebut hingga ke ujung dalam sekali jilatan membuat Suho mengerang.
" le..pas.. jangan.. menggodaku.. Kris… uhh" Kris meremas junior Suho sekali lagi sebelum akhirnya mendengar titahan kekasihnya melepaskan underwearnya yang depannya sudah basah oleh banyak pre-cum, Kris mengulum senyum melihat betapa basahnya kejantanan yang berdiri tegak mengacung menantang Kris untuk segera memanjakannya.
" ahhh… ahhhhh… shhh.. Kris… eunghhh.. Krishhh.. hahh hahhh… nghh" Kris dengan penuh lemah lembut memasukkan ujung kejantanan Suho pada mulutnya memijitnya dengan kedua belah bibirnya seraya menghisap pelan kepala kemerahan tersebut merasakan pre cum yang dipancingnya keluar dari lubang kemaluan yang kecil. Suho meremas pelan rambut Kris untuk melampiaskan hasratnya, dicobanya untuk menusukkan kejantannya lebih dalam pada mulut Kris, mengoyangkan pinggulnya ke atas dan bawah dari tempo sedang lama kelamaan menjadi liar memasuk keluarkan juniornya ke dalam gua hangat kekasihnya. Namja jangkung itu semakin memanjakan tubuh selatan kekasihnya dengan mengelus manholenya yang masih memerah perih itu dengan ibu jari kirinya sedangkan keempat jari kiri yang lain meraba dan mengelus memutar bola kembar kekasihnya, tangan kanan Kris pun tidak tinggal diam, ia mengelus paha dalam Suho dengan sensual sesekali menggunakan ibu jarinya menyusuri tulang selangkangannya.
" K.. kriss…" tanyanya dengan kedua mata sayu ketika namjachingunya melepaskan kulumannya pada juniornya, namja manis itu merona ketika melihat kekasihnya melepaskan celana beserta celana dalamnya dan langsung mengocok junior besarnya hingga menegang sempurna.
" shhh ahh.. kau nakal chagiii..uhh.. moreee.. ngghh" entah keberanian dari mana Suho mengarahkan tangan kanannya meremas bola kembar Kris yang berat itu dan mengelus ke atas dan bawah beberapa kali pada batang kemaluan kekasihnya yang keras tersebut. Ketika ia menangkap sinyal Kris yang mengerakkan pinggulnya perlahan, namja manis itu pun melakukan apa yang diajarkan Kris semalam pada kemaluannya, ia mengocok batang panas tersebut dengan tempo yang lumayan cepat sedangkan ibu jarinya terus mengelus memutar sesekali menghujam lubang junior kekasihnya yang perlahan mulai mengeluarkan precum membasahi tangan kanannya.
Merasa dirinya akan keluar sebentar lagi, ia pun melepaskan tangan mungil kekasihnya dari juniornya.
" ehh.. tidak enak ya Kris?" tanya Suho ragu-ragu, ia takut malah tidak dapat memuaskan kekasihnya karena dirinya yang masih sangat amatir itu, namun melihat kekasihnya menggeleng menanggapi pertanyaannya, ia pun menghembuskan nafas lega.
" chagi.. lebarkan kakimu" Suho menurut saja ketika kekasihnya menyampingkan tubuhnya, membuat gaya spooning lalu menyelusupkan junior besarnya diantara kedua paha atasnya lalu dengan paha mulus itu mengapit erat milik Kris. Namja jangkung itu tahu tubuh kekasihnya masih sangat sakit pun tak berani melukai tubuh kekasihnya dengan memasukkan miliknya ke dalam tubuhnya, jadi ia hanya berniat cum dengan menyodokkan miliknya pada belahan paha putih kekasihnya.
" ahh.. ahhh.. uhh.. Krishh…. Nghh.. ahh.. Krishh.." desah mulai mengalun lagi ketika kejantanan Kris yang maju mundur itu tergesek-gesek pada bola kembar an batang kemaluan Suho yang berada di atas. Namja manis itu pun langsung bergerak liar menyamakan kecepatan sodokan Kris pada pahanya, hanya saja berlawanan arah, ketika Kris menyodokkan miliknya ke depan makan Suho ada menggerakan pinggulnya ke belakang, membuat bola kembarnya yang sensitive itu terpijit erat oleh batang panas Kris yang basah karena precum kedua junior yang menegang sempurna itu.
" uhhh…. Ja.. jangan.. tangann.. ahh.. cepatttt" racau Suho ketika Kris mencumbu pundaknya menambah kissmark disana, tangan kiri Kris yang tidak diam itu pun ditelusupkan di bawah tubuh kekasihnya dan mulai mencubit-cubit kedua nipple coklat kekasihnya dari belakang, sedangkan tangan kanan Kris yang besar itu mulai mengocok cepat kedua junior yang tergesek-gesek itu secara bersamaan.
" Krissshhh… le..bih.. kuat.. ahh… de..kat.. arghh.. cummm!" namja manis itu melengkungkan tubuhnya ketika intensitas tak terkira dari tangan dan junior panjang Kris merangsang kemaluannya hingga menyemburlah cairan putih dalam jumlah banyak ke tangan Kris dan seprei bersih tersebut. Tidak lama setelah itu, kekasihnya pun mengeluarkan cairannya juga saat paha kekasihnya mengapit juniornya erat.
"eungh.." desahnya lembut ketika kekasihnya menarik juniornya dari paha suho yang mengakibatkan milik Kris yang mulai melembut itu bergesekan dengan bola kembar kekasihnya yang sangat sensitive itu.
" gomawo chagi ya… kau selalu dapat memuaskanku" Kris mencium leher putih Suho dari belakang membuat empunya terkikik geli.
BLAM!
" wahh!" namja manis itu langsung menutup tubuh polosnya dengan bed cover ketika seseorang datang tanpa aba-aba memasuki kamar Kris, sepertinya ia lupa untuk mengunci pintu kamar tersebut.
" ada apa?" tanya Kris tidak senang pada housemate tannya itu.
" duizzhang aku tidak tahan lagi! Ayo kita ber three someeeeee~" xD #yadongkumat
" akuu tidakk mau… andwaeeeeeee! Eommaaaa T.T"
Hampir saja namja tan itu sempat menerkam Suho, ia menjadi gosong terlebih dahulu karena digoreng oleh naga mengamuk tersebut. (^_^)v #prayforKai
TBC
~Review again ne (0_0)/ gomawo! welcome new reviewers!~
Readers bebas ngutarain pendapat disini demi kelangsungan ff ini(sesuai majoritas)
Thanks yang uda review banyak chap lalu :) author terharu T,T ..gamshaa~
Eer.. kenapa mood author lagi melankolis x ya -_-" chap ini jadi ikut2an mendung
Yang "sorry joonmyeon but I love you" hiatus yah.. abis otak kudet terus mulai lagi dikejar deadline assignments.. ga lama kok 1 bulan mungkin? Bantu ide dunx! Mianhae :(
Ada reader yg tanya sad/ happy end – ini HAPPY END chingudeul! Uda genre nya humor juga masa sad end (0.0)
Terus ada juga yang minta balikin jadi rated T.. tapi dominan malah banyak yang minta NC lbh banyak -_-" (keknya ada puluhan reviews) jadi ngga bisa chingu… tapi tiap ada NC part author ada tulis warning buat jaga2 kok.. jadi yang dibawah umur diskip aza moment NC nya
banyak nih yang minta tmn2 krisho dipairingkan gitu.. bagaimana readers? Jujur author gtw mw ngejodohin siapa sama siapa xD.. idea? vote!
Ada yang minta baekyeol setuju? Vs chenyeol? 2-1 votes chenlay/baeklay/chanlay/ chenbaek? 0 vote
Ada yang mau rusakin kaihun untuk kaisoo? Terserah sih :/ 4-2 votes
Xiuhan? 3 votes (siapa yang uke/seme sih?) – huntao-2 votes
Nah itu vote sementara.. nanti semua juga punya pasangan (seharusnya) plis jangan tanya siapa uke siapa seme disini.. author pusing ntar.. susah tau ngurus crack pair (-.-)
Special Thanks to: krisHo daughter, hyebinbaekyeolshipper, deer200490, waterangelL (halo juga chingu.. yang uda comment di ff STMS chap 1-2 nya :), park regolas, chyu, fitri sehunnie oh, guest, 100sweetleaderline(yang uda comment panjang2 banget ^^ makasih), sitha alvy, alika malik, babysist, renita nana san, love100, jung eunhee, sungrae yoo, jenny park, richsuo (sama xD kek orang gila tereak2 sendiri di univ), pranawuland, sayakanoicinoe, DiraleeXiOh, riyoung17, wereyeolves, jimae407203, DragonAqua (betul2.. perubahan itu diperlukan xD aku malah suka blondenya.. jarang2 bisa liad suho blonde haha), hae15, Baby Magnae (jangan pingsan xD), aif gii myeonnie, emmasuho, kimjoon.
