Chapter 4

Lucky Bet

Naruto cuma punya Masashi Kishimoto-san

Banyak kurangnye enih fict

OOC-Typo-Garing

Maklum Newbie

"Kau itu salah Ko-san, memang benar dia itu tampan, mungkin yang paling tampan yang pernah aku temui, tapi dia itu dari keluarga miskin, dan aku membencinya, jadi mana mungkin dia itu pacarku" Jawab Hinata

"Oh, seperti itu. Hati-hati Hinata-sama, terkadang kebencian awal dari kecintaan" Ujar Ko

"Eh, kenapa kau malah memberiku nasihat seperti itu, perhatikan saja jalanmu." Ujar Hinata kesal

"Ha'i Hinata-sama" Jawab Ko.

Setelah pulang sekolah, dan menemani Hyuga Hinata menunggu jemputannya. Uzumaki Naruto tidak langsung pulang ke rumahnya melainkan dia menuju ke kedai ramen. Naruto ke kedai ramen bukan untuk membeli ramen, melainkan dia bekerja paruh waktu disana, dia sudah 2 tahun bekerja disana.

Naruto bekerja di kedai ramen bukan untuk mengisi waktu luang, melainkan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Meskipun ibunya masih menerima uang yang ditransferkan oleh ayahnya. Tapi sudah 2 tahun ini ibunya tidak menggunakannya, karena Naruto melarang ibunya menggunakan uang dari pria yang tidak pernah mengunjunginya tetapi menganggap dirinya adalah ayahnya. Naruto hanya merasakan kasih sayang ayahnya selama 3 tahun, setelah adiknya Uzumaki Hana(14) dilahirkan, ayahnya pergi entah kemana.

Naruto dan adiknya bukannya tidak ingin mencari tau tentang ayahnya, tetapi setiap kali mereka menanyakan kepada ibunya tentang ayahnya, air mata selalu keluar dari mata indah wanita yang paling mereka sayangi itu, mereka tidak tega jika melihat ibunya menangis. Ibunya hanya memberi tahu siapa nama ayahnya dan pekerjaan ayahnya, yaitu Namikaze Minato (42) seorang pengusaha besar.

Naruto sangat membenci ayahnya, tetapi adiknya tidak demikian, karena adiknya terlalu baik untuk membenci seseorang, mungkin sifat itu ia dapatkan dari ibunya yaitu Uzumaki Kushina(41).

Naruto POV

Aku melihat jam ku, kemudian kembali memperhatikan jalan 'Semoga tidak telat, Teuchi-ji dan Ayame-nee-chan pasti marah kalau aku telat' Gumamku 'Semua ini gara-gara si Hyuga yang meminta ditemani' Tambahku

10 menit kemudian

Ah akhirnya sampai juga, untung aku tidak telat

"Selamat sore Teuchi-ji " Sapaku kepada pemilik kedai ramen a.k.a bos ku.

"Ah sore Naruto-kun, tumben sekali kau datang jam segini, biasanya kau datang lebih awal" Jawabnya

"Gomen paman, tadi ada wanita yang memintaku menemaninya menunggu jemputan " Jelasku

"Apakah wanita itu pacarmu Naruto-kun ?" Ledeknya

"Bukan paman, dia hanya teman sekelasku. Dan aku tidak menyukainya sama se - ka - li " Jawabku

"Seterah kau saja Naruto-kun, lebih baik kamu bantu Ayame-chan sana" Pinta paman kepadaku

"Ha'i paman" Jawabku

"Halo Ayame-nee-chan, apa kamu butuh bantuan?" Tawarku kepada anak pemilik kedai Ramen

"Ah Naruto-kun, tentu saja aku membutuhkan bantuanmu" Jawabnya

Skip Time

'Akhirnya, sekarang aku bisa istirahat di rumah' Aku berkata dalam hati

Kringgg ...

Kringgg ...

'Siapa yang menelponku malam-malam begini ?' Gumamku heran

Aku melihat ke layar ponselku, ternyata tertulis nama Kaa-chan, melihat namanya langsung saja aku angkat

"Moshi-moshi, ada apa Kaa-chan?" Sapaku

"Naruto-kun, kaa-chan tidak memasak hari ini. Tolong kau bawakan Kaa-chan dan adikmu ramen ya" Kata Kaa-chan ku

"Ha'i Kaa-chan, tunggu saja di rumah" Jawabku

"Baiklah " Setelah itu Kaa-chan langsung menutup panggilannya.

"Paman, boleh aku meminta 3 ramen " Tanyaku

"Boleh Naruto-kun, kau bisa buat sendiri kan? Aku ingin beres-beres dulu" Jawab Teuchi-jiji

"Arigatou paman" Ucapku

5 menit kemudian

"Apa paman sudah selesai ?" Tanyaku

"Sudah Naruto-kun, kalau begitu kau boleh pulang. Dan jangan lupa datang besok" Kata Paman

"Ha'ii, aku tidak mungkin lupa paman, hehe. Jaa nee" Sambil melambaikan tangan aku meninggalkan paman

10 menit kemudian

Akhirnya sampai juga di rumah, hari yang melelahkan seperti biasanya.

"Tadaimaa " Ucapku sambil mengetuk pintu

"Okaeri Naruto-kun/Okaeri Naruto-nii-chan" Jawab Kaa-chan dan Hana-chan

"Ini ramennya Kaa-chan "Ucapku sambil memberikan bungkusan.

"Ah arigatou Naruto-kun, kamu tunggu di ruang tamu saja dengan Hana-chan, Kaa-chan akan menyiapkan makan malamnya" Ucap Kaa-chan sambil mengambil bungkusan

Naruto POV End

Skip Time

Pagi hari, Naruto berangkat ke sekolah dengan wajah tanpa ekspresi. Sesampainya di sekolah, Naruto langsung menuju kelasnya yang berada di lantai dua. Naruto bingung ketika sampai di kelas, bagaimana tidak bingung. Karena keanehan terjadi di kelasnya yaitu tidak ada ajang mengutarakan cinta senpai-senpainya kepada Hyuga Hinata, Naruto tersenyum sambil bergumam 'Mungkin senpai-senpai itu sudah diberi petunjuk oleh Kami-sama'

Tidak sampai disitu keanehan yang Naruto alami, ada satu lagi yaitu Objek yang dijadikan sasaran dalam mengutarakan cinta a.k.a Hyuga Hinata berada di tempat duduknya.

'Sedang apa wanita ini duduk di tempatku' Ucap Naruto dalam hati

"Ano maaf Hyuga-san, setahuku selama aku sekolah di sini, aku tidak pernah memiliki teman sebangku" Ujar Naruto dingin

"Maka dari itu, aku ingin menjadi teman sebangku pertamamu Naruto-kun" Jawab Hinata

'Heh, apapun yang kau rencanakan, tidak akan berhasil' Ucap Naruto dalam hati

"Tapi aku tidak ingin, Hyuga-san" Balas Naruto

"Eh kenapa begitu Naruto-kun? Dengan ataupun tanpa izinmu, aku tetap duduk di sini Naruto-kun. Lagipula di sekolah ini tidak ada larangan untuk duduk di sini" Timpal Hinata

'Keras kepala sekali wanita ini, biarkan sajalah aku tidak peduli' Pikir Naruto

"Seterah kau saja Hyuga-san" Ujar Naruto yang malas meladeni Hinata

"Arigatou Naruto-kun" Balas Hinata

Suasana kelas yang sebelumnya ramai menjadi sunyi seketika ketika Iruka datang.

"Selamat pagi minna" Sapa Iruka

"Selamat pagi sensei" Jawab semua murid kecuali Naruto. Iruka merasa ada yang berbeda dengan kelasnya. "Ah Hyuga-san kenapa tempat dudukmu pindah? Apa kamu sedang marahan dengan Yamanaka-san?" Tanya Iruka

"Tidak sensei, aku hanya ingin duduk di dekat Naruto-kun" Jawab Hinata. Siswa yang mendengarnya langsung menatap tajam Naruto, sedangkan yang ditatap malah asyik melihat keluar jendela

"Oh seperti itu, baiklah. Kita mulai saja pelajarannya" kata Iruka.

Naruto masih asyik melihat keluar jendela, sebelum tepukan menyadarkannya. "Nee Naruto-kun, Iruka-sensei sudah datang" Ucap Hinata

Naruto yang kaget, langsung melihat ke depan dan ternyata sudah ada senseinya di depan kelas. Kemudian menengok ke arah orang yang menepuknya "Ah terimakasih Hyuga-san sudah memberi tahuku " Ucap Naruto

"Tidak usah sungkan begitu Naruto-kun, itulah gunanya teman sebangku" Jawab Hinata sambil tersenyum gajelas. Naruto hanya memutar matanya

Skip time

Memang sudah kebiasaan Naruto menghabiskan waktu istirahatnya di atap sekolah, dia tidak menyukai keramaian dan dia tidak suka berkumpul dengan orang-orang kaya. Penyebab Naruto membenci orang-orang kaya adalah ayahnya. Naruto menganggap semua orang kaya sama seperti ayahnya, mereka seperti diperbudak harta, mereka mengira segalanya bisa dibeli dan diselesaikan dengan uang.

Di tempat Hinata

"Ano senpai, apakah senpai tau dimana Uzumaki-san ?"Tanya Hinata

"Kenapa kamu mencari si Uzumaki itu Hinata-chan?" Jawab senpai

"Sudahlah cepat beritahu aku senpai, aku ada perlu" Paksa Hinata

"Tadi senpai lihat dia ke atap sekolah Hinata-chan" Balas senpai

"Ah terimakasih senpai" Hinata langsung menuju ke atap sekolah

Di atap sekolah, Naruto sedang tiduran sambil mendengarkan lagu.

Kegiatan mendengarkan musik Naruto terganggu karena seseorang mengoyak-ngoyak tubuhnya.

"Nee Naruto-kun, bangun" Ucap Hinata sambil menggoyangkan tubuh Naruto. Seketika Naruto langsung duduk dan menatap aneh Hinata 'Apalagi yang diinginkan wanita ini' Ucap Naruto dalam hati

"Apa yang kau lakukan disini Hyuga-san ?"Tanya Naruto

"Menemanimu" Jawab Hinata dengan senyuman

"Aku tidak ingin ditemani olehmu Hyuga-san" Balas Naruto

"Kau ingin ataupun tidak, aku akan tetap menemanimu Naruto-kun" Balas Hinata

'Heh, seharusnya aku sudah tau dia akan menjawab seperti itu. Lebih baik aku mencari tempat lain untuk menyendiri' Pikir Naruto.

Ketika Naruto bangun dari posisi duduknya, tangannya ditahan oleh Hinata

"Kamu mau kemana Naruto-kun ?" Tanya Hinata

"Aku mau mencari tempat lain Hyuga-san, bisa kau lepaskan tanganku?" Pinta Naruto

"Disini lah dulu sebentar Naruto-kun, apa kamu tidak kasihan denganku? Aku sudah cape-cape membuatkanmu bekal, menanjak tangga untuk mencapai kesini, dan kamu malah mau meninggalkanku" Jawab Hinata

"Tetapi aku tidak meminta semua itu Hyuga-san, kau melakukannya atas kemauanmu sendiri" Balas Naruto

"Ayolah Naruto-kun, kumohon" Pinta Hinata dengan wajah sedihnya

'Sebenarnya apa yang kau rencanakan Hyuga-san' Tanya Naruto dalam hati

"Baiklah, tetapi ingat, ini hanya sekali seumur hidup" Jawab Naruto

"Aku tidak bisa berjanji untuk itu" Balas Hinata dengan senyuman

Skip time

Bel telah berbunyi, tanda waktu istirahat telah selesai. Semua murid bergegas masuk ke kelasnya masing-masing tak terkecuali Naruto. Uzumaki Naruto berjalan menuju kelasnya didampingi oleh Hyuga Hinata, ini adalah pemandangan paling aneh. Siswa yang paling dibenci di KHS berjalan berdampingan dengan siswi paling disukai di KHS. Disaat Naruto dan Hinata berjalan berdampingan menuju kelasnya ada sepasang iris yang menatapnya tidak senang.

'Sedang apa si Uzumaki itu dekat-dekat dengan Hinata-chan' Tanya Kiba dalam hati

Sesampainya Naruto dan Hinata dikelas. Seisi kelas memperhatikan mereka berdua tak terkecuali Ino dan Sakura. Hinata memberikan kedipan mata kepada dua sahabatnya itu

"Sepertinya Hinata-chan, sudah memulai misinya Ino-chan" Bisik Sakura kepada sahabatnya

"Iya Sakura-chan, kita lihat saja nanti apakah dia bisa mendapatkan Uzumaki itu dalam waktu 1 bulan" Balas Ino dengan bisikan pula dan dibalas anggukan oleh Sakura

Suasana kelas yang tadinya tenang menjadi tegang karena...

"Hey Uzumaki, sejak kapan kau berteman dengan Hinata-chan? Dan apa alasanmu berteman dengan Hinata-chan ?" Tanya Kiba

"Itu bukan urusanmu Inuzuka-san, lagipula aku tidak berteman dengan Hyuga-san" Jawab Naruto

"Jelas itu urusanku Uzumaki, Apa kau hanya ingin menjilati harta Hinata-chan?" Bentak Kiba. Naruto hanya duduk santai ditempatnya, tidak menghiraukan perkataan Kiba

"Jawab aku Uzumaki! Apa ayah dan ibumu tidak mampu memberimu bekal ?" Ujar Kiba. Naruto yang mendengar ibunya disebut mulai emosi

"Kau tidak perlu menyebut-nyebut ibuku Inuzuka-san" Jawab Naruto dengan nada sedikit tinggi

"Kenapa begitu Uzumaki? Kenapa kau tidak menyuruh ibumu menjadi pelacur agar bisa membekali anaknya?" Ucap Kiba.

"Cukup Kiba-kun kau sudah kelewatan" Bentak Hinata

"Biarkan saja Hinata-chan, ini kulakukan agar kamu tidak dibodohi oleh Uzumaki ini" Jawab Kiba

Naruto yang mendengar ibunya dihina langsung bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Kiba.

Beberapa detik kemudian

Bruaakkk !

Naruto memukul Kiba

"Bukankah sudah kubilang, tidak usah menyebut ibuku. Kau bebas menghinaku tapi jangan menghina ibuku!" Ucap Naruto dibarengi pukulannya."Heh kau menantangku Uzumaki ? Baiklah ayo" Jawab Kiba

"Kau yang memaksaku Inuzuka-san" Balas Naruto yang sudah emosi

Bruak Bruak Bruak !

Setiap pukulan Naruto mengenai wajah Kiba, tetapi setiap pukulan Kiba ditangkis oleh Naruto. Teman sekelasnya hanya bisa menonton Naruto memukuli Kiba, saking takutnya melihat orang yang pendiam menjadi garang seperti ini

"Hentikan Naruto-kunnnn, kasihan Kiba-kun !" Teriak Hinata. Naruto yang mendengarnya langsung menghampiri Hinata

"Heh kau bilang kasihan Hyuga-san? Apa kau tidak sadar ini semua karena ulahmu. Kalau kau tidak mendekatiku, si pecundang ini tidak akan menghina ibuku, kalau dia tidak menghina ibuku, dia tidak akan babak belur seperti itu. Dan satu lagi berhentilah mengikutiku !" Ucap Naruto. Setelah itu Naruto langsung pergi meninggalkan kelasnya

To be Continued

Yang review ini mirip fict Destiny, mungkin iya tapi author jamin gabakal sama kok.