Pagi ini, Jimin terlihat lebih tampan dan segar dari biasanya. Percaya atau tidak, Jimin selalu datang ke sekolah dengan penampilan cukup berantakan karena harus berdesakan dengan banyak orang di bus. Maklum lah, saat pagi Bus memang akan sangat penuh dengan orang-orang kantoran, mahasiswa, ataupun pelajar sekolah. Bahkan kadang penuh dengan Ibu-Ibu yang ingin belanja ke pasar.

Tapi tidak untuk hari ini.

Ia bahkan dengan semangat membawa motor yang sudah tak ia sentuh tiga bulan lamanya untuk ke sekolah.

Alasan sederhana, ia benci jika orang-orang hanya melirik motornya. Dia juga keren, tau!

Dia bahkan sudah potong rambut, ganti gaya supaya Yoongi tidak menyesal menerimanya sebagai pacar. Duh.

"Ibu, Jimin berangkat! Jangan rindukan Jimin! Dah!"

Brummm...

Jimin sampai ke sekolah dalam lima belas menit.

Kibas-kibas rambut supaya keren dan merapikan seragamnya karena Yoongi itu wakil ketua Student council yang setiap jam enam lewat lima belas menit sudah berdiri di gerbang sekolah untuk mengecek penampilan siswa ditemani dengan diary hitam yang ditakuti oleh banyak siswa.

Buku kematian.

"Ya Tuhan, Yoongi hyung Indah sekali." Jimin menggigit bibir bawahnya gemas. Demi boxer Jihyun yang ia buang ke pohon tetangga tadi pagi, Yoongi terlihat bersinar sekali pagi ini. Apa ada pengaruh dari mereka yang baru jadian kemarin ya?

"Ehem.. Ka-"

"Permisi sunbae!"

Swuuusshhh...

Min Yoongi menatap punggung Jimin dengan aneh. Ia bahkan baru bedeham dan Jimin pergi begitu saja. Tolong di garis bawahi bagian 'pergi begitu saja'.

'Apa lipgloss yang kupakai ini jelek?' Batin Yoongi lalu mengeluarkan ponsel untuk berkaca. 'Aku tampan, kenapa dia lari?'

Terkutuklah kenarsisan Min Yoongi.

"Yoongi, itu Jimin kan?" Yoongi menoleh, lalu mengangguk mengiyakan pertanyaan Seokjin yang menemani ia pagi ini. "Kok lari? Dia pacarmu kan?"

"Dapat berita dari siapa?" Tanya Yoongi was-was.

"Heol Yoongi, semua juga tau kalau status kalian berubah. Bio Jimin saja penuh dengan namamu."

'Sial.' Dan wajah Yoongi merona.

.

.

.

.

Yoongi tidak tahan lagi. Sungguh.

Ini hari pertama mereka berpacaran tapi Park Jimin selalu menghindar. Dimanapun dan kapanpun mereka bertemu.

Contoh lain setelah kejadian tadi pagi adalah kejadian saat istirahat. Mereka berpapasan dan Jimin langsung meninggalkan kantin begitu saja, membuat temannya seperti orang bodoh dengan dua nampan di tangan.

Lalu, saat Yoongi mengecek perpustakaan, ia tak sengaja bertemu lagi dengan Jimin yang sedang meminjam buku dan anak itu kembali lari tanpa perduli seruan Ibu penjaga perpustakaan.

Dan Yoongi harus membayar denda Jimin yang ternyata sudah meminjam buku sejak tiga Bulan lalu.

Kenapa mereka malah menjadi jauh seperti ini? Kemana hubungan dekat mereka?

Sigh.

Tapi tidak kali ini. Yoongi sudah jengah dan ia mengunci pintu kamar mandi pria dari dalam dan mengurung Jimin agar tidak kembali kabur.

"S-sunbae.."

"Berhenti bertingkah seperti ini atau jangan lagi hubungi aku." Sahut Yoongi tajam. "Serius, aku ini pacarmu atau bukan?"

"PACARKU KOK!" Sahut Jimin cepat. "M-maksudku... i-iya, sunbae pacarku."

"Lalu kenapa lari? Kenapa memanggilku sunbae? Tidak biasanya, Jimin."

"Karena.. itu.. i-itu.. Kita kan di sekolah." Yoongi menahan tawanya saat Jimin terlihat seperti bocah tertindas. Ya, tampang Yoongi kan emmang mendukung untuk menjadi seorang penindas.

"Jimin, bukan alasan."

"Itu.. i-itu.."

"Itu apa? Kalau kau tidak jawab, aku akan anggap kita tidak saling mengenal."

"Sunbae jangan begitu!" Rengek Jimin.

"Panggil aku hyung seperti biasa."

"I-iya Hyung."

"Jadi?"

"Aku... aku tidak sanggup bertemu hyung."

"Kenapa? Aku menakutkan?" Jimin menggeleng cepat. "Terus?"

"Karena sekarang aku melihatmu dengan sudut pandang berbeda. Kau bukan lagi hyung ku yang aku kagumi dalam diam. Kita berubah dan aku bodohnya malah baru sadar itu tadi pagi. Aku minta maaf tapi aku tidak bisa menenangkan suara hatiku. Kau terlalu Indah dan aku terlalu bodoh untuk bergerak. Aku tidak bohong saat hatiku berdebar lebih kencang dari biasanya saat melihatmu tadi pagi."

Yoongi terdiam.

"Aku... aku terlalu menyayangimu hyung."

Cklek..

Brak...

Dan kali ini, Jimin yang dibuat menganga karena Yoongi pergi begitu saja.

Lah, kenapa jadi seperti ini?

TBCONG~~~

KKKK~~~ Update cepat dulu mumpung Wifi rumah nyala Lol~~~

Ayo monggo, reviewnya~~ Terimakasih juga yang sudah memfollow dan memfavorite kan cerita ini huhuhuhu :')

Ppyong~~