Park Jimin and Min Yoongi?
Yes, They Love each other.
.
.
.
btsyugar's story
.
Syugar's Note : Jika kalian bertanya apa status Yoongi dan Jimin (Seme/Uke) maka jawabannya ada di Chapter ini ya^^
.
4. Date 2
4. Date 2
Amarah Yoongi memuncak, ia menarik tangan Jimin paksa dan menarik asal tasnya. Mereka memasuki mobil Jimin dan Jimin pasrah saja saat Yoongi menyetir sedikit ugal-ugalan. Dia hanya berharap jika mereka tidak menabrak atau bermasalah pada apapun.
Ia hanya tak mengerti kenapa Yoongi jadi seperti ini.
Mereka berhenti di sebuah kedai ttaeokbeokki di ujung jalan, memesan dua porsi ttaeokbeokki dan dua gelas jus jeruk lalu memakannya dalam diam.
Hingga Yoongi menghela nafas dalam.
"Jangan dengarkan mereka, Jimin." Ujarnya pelan namun Jimin terkekeh.
'Apanya yang lucu, sih?'
"Sudah tak apa hyung. Aku sudah biasa, lagipula wajar." Jimin tersenyum manis.
"Apa yang wajar?" Tanya Yoongi tak suka.
"Aku kan cukup ter-bully di sekolah, jadi menghadapi pembicaraan seperti itu bukan hal asing lagi." Jimin menyeruput minumannya. "Sudah ini mau kemana hyung?"
"Jimin..." Yoongi bergumam pelan. Jimin meraih tangan Yoongi di atas meja, menggenggamnya hangat lalu tersenyum tipis. Tampan sekali.
"Tidak masalah selama kau ada didekatku kan? Aku tidak akan perduli dengan cemooh mereka selama kau masih mau bersamaku."
Kadang Yoongi merasa jika ia tak pernah siap menghadapi sisi dewasa Jimin.
"Apapun," Yoongi membalas genggaman Jimin. "Kau memang tak perlu mendengarkan apapun selama di mataku itu baik. Kita yang menjalani, bukan mereka."
'Karena kau Indah lebih dari apa yang bisa mereka bayangkan, Jim.'
Dan mereka saling melempar senyum.
"Kalau begitu, ayo kita jalan-jalan! Mau menemaniku membeli jaket baru tidak hyung? Kita bisa pakai yang couple jadi seperti yang di instagram begitu, couple-couple lucu."
"Apaan!" Ketus Yoongi. "Norak, tau."
"Dih Yoongi hyung tidak asik. Jimin kan hanya ingin pakai sesuatu yang sama." Jimin cemberut.
"Tidak mau."
"Kalau kita cari yang kumamon bagaimana? Mau?"
"Mau!" Angguk Yoongi.
"Katanya lebih sayang Jimin, kenapa kalau dengar Kumamon langsung semangat begitu?" Decak Jimin tak suka. Yoongi terkekeh pelan lalu mengusak rambut Jimin dan berlalu lebih dulu.
"Yang penting aku sayang kan?"
'Yoongi hyung~~ aku meleleh lagi kan? Eomma, kenapa hyung ini sangat manis? Aku nikahi saja boleh tidak?'
Ingat umur Jimin, tolong.
.
.
.
Kencan mereka beralih ke sebuah distro bernuansa unik di ujung gang. Yoongi benar-benar menahan keinginan untuk memborong karena baju-baju disana benar-benar sesuai dengan style-nya tapi uang sakunya harus ia pertahankan untuk seminggu ke depan. Dia sedang dalam masa berduka karena dompetnya menipis.
Tiba-tiba dia teringat hutangnya dengan Seokjin. Astaga, dia sudah menunggak tiga bulan. Uang kas kelas juga belum ia bayar selama empat bulan.
Pantas saja mata Kyungsoo sudah seperti mau keluar kalau menatap dia di kelas.
Merdeka untuk dompetnya! Berduka untuk hatinya!
"Hyung, ayo ke kasir." Jimin menarik tangan Yoongi, mengambil baju dan jaket yang Yoongi pilih lalu membayarnya dengan credit card.
Tunggu... Jimin sudah punya?
"Hehe, hasil lomba dance dan pemalakan ke Chanyeol hyung." Jimin menyengir ceria.
"Omong-omong kau sudah mendapat tempat les baru?"
Aahhh benar, semenjak Chanyeol memutuskan untuk menutup lesnya, Jimin jadi ketar-ketir mencari tempat les baru. Ibunya sangat menginginkan Jimin bisa memainkan piano tapi Chanyeol memang sudah tidak bisa membuka les.
Tau sendiri, lah..
"Belum, hyung sendiri?"
"Aku ikut les kan untuk senang-senang saja. Aku ini juara dua pianis tingkat sekolah loh Jim."
Benar juga.
Tunggu...
"Kalau begitu hyung bisa mengajariku kan?" Tanya Jimin semangat. Ia bahkan menarik asal belanjaannya lalu menyeret Yoongi keluar dari distro.
"Santai saja, bocah." Gerutu Yoongi kesal. "Aku tidak mau, aku bukan guru."
"Hyung, kalau mengajarkanku, hyung bisa bermain di rumahku lebih sering. Lagipula hyung, eomma pasti membayar."
"Di bayar?"
"Astaga, hyung ini, dengan pacar sendiri ternyata masih perhitungan." Rajuk Jimin.
"Jimin, uang itu tak mengenal status. Lagipula ini pekerjaan pertamaku dan kau juga tidak akan rugi jika aku yang mengajar."
"Tentu saja tidak, aku jadi bisa melihat wajah hyung lebih lama, kan?" Alis Jimin bergerak genit.
"Nah, itu ta - eh apa?"
"Tidak ada, ayo jalan lagi!"
.
.
.
Setau Yoongi, ini adalah kencan pertama yang berjalan dengan natural dan terkesan seperti hangout bersama teman dibanding pacar. Dulu, saat masih kencan dengan Ilhoon, mereka hanya akan kencan ke tempat mahal dan terkesan dipaksakan.
Yoongi ingin tertawa seperti ini, ingin merasa dilindungi meski hanya melalui satu genggaman hangat. Yoongi ingin melewati waktu tanpa ia sadari, ia ingin berbicara banyak hal lalu saling memukul pelan dan kembali tertawa.
Hal yang ia dapati seperti sekarang.
Meski tak bohong, jika ia khawatir akan Jimin yang masih memendam masalah tadi. Rasa-rasanya Yoongi ingin mencekik Kyuhyun dan kawan-kawan karena sudah membuat Jimin merasa kecil.
Kenapa ia tidak bisa melakukan sesuatu?
"Terimakasih karena sudah mau berkencan denganku hari ini."
Astaga, bagaimana bisa ia melakukan sesuatu jika sifat dewasa Jimin muncul di waktu yang tak terduga?
Yoongi tiba-tiba ingin lari lalu berteriak di kamar mandi. Ambigu Yoongi, ambigu sekali.
"Terimakasih juga." Yoongi tersenyum saat tangan bebas Jimin menariknya kedalam pelukan. Ia ingin membalas tapi apa daya, tangannya tengah memegang berbagai macam paper bag.
Benar, kenapa tidak di jatuhkan saja?
Brukk...
"Ini pelukan pertama kita kan?" Gumam Jimin saat merasa Yoongi memeluknya. Rasanya nyaman dan Wangi tubuh Yoongi hampir membuat Jimin lepas kendali.
'Ingin aku gigit, ingin aku karungi lalu ku masukkan ke bagasi lalu aku ikat di didepan pintu kamar supaya bisa aku lihat setiap waktu. Eomma doakan aku cepat sukses supaya bisa mengklaim Yoongi hyung dengan sah!'
"Hm."
"Hyung hangat."
"Kau juga, besar dan seperti kumamon." Jimin terkekeh, tampaknya ia masih kalah saing dengan mascot berkulit Tan itu.
"Aku memang kumamon versi manusia untuk hyung."
Lama dengan keadaan seperti itu, Jimin akhirnya melepaskan pelukannya dan tersenyum lucu.
"Gemas tau." Yoongi mencubit kedua pipinya gemas lalu menepuknya ringan. "Lucu sekali, jangan pernah berubah, biar saja seperti ini, aku suka."
"Aku kan akan tumbuh hyung, aku bukan bocah lagi." Rutuk Jimin. "Emmh sudah sangat sore, hyung masuk saja dan jangan lupa titip salam untuk bibi. Semoga Bibi suka dengan kuenya."
"Kupastikan. Kau pulanglah, jangan mengebut lagi. Kau itu harus ikut kursus mengemudi."
"Bagaimana kalau kursus dengan hyung juga?"
"Kau kira aku ini gurumu apa!" Delik Yoongi sebal. "Sudah sana, pulang."
"Jahat sekali sih hyung. Tapi ya sudah, aku pulang ya."
"Hm."
Yoongi tak berekspetasi banyak. Dia tak mengharapkan apa-apa lagi karena baginya kencan pertama mereka berjalan dengan cukup baik dan menyenangkan. Ia tak membayangkan apa-apa lagi.
Maka dari itu, ia shock saat Jimin menangkup kedua pipinya dan...
Dan...
Dan...
Ekhem, Yoongi jadi merona.
Dan...
Menciumkeningnyalamalembutmenenangkandan-
Pelan-pelan, tarik nafas dulu.
Oke, Jimin menangkup pipinya, menariknya mendekat lalu mendaratkan sebuah ciuman lembut dan hangat di dahinya.
Ini pertama kalinya!
Yoongi merasa bukan hanya kupu-kupu yang terbang di perutnya, tapi mungkin ada buaya yang terbang di sana atau paus yang mengepak-ngepak kegirangan. Oh atau mungkin organ tubuh dalam perutnya sudah berbalik semua?
Hangat, menenangkan, dan sangat nyaman.
"Aku sayang hyung." Bisik Jimin kemudian, tepat di samping telinganya.
Astaga astaga, Yoongi tak yakin kulitnya masih putih pucat!
Dia tidak mimpi kan? Dia tidak akan terima jika ini hanya mimpi! Dia yang akan mencium Jimin jika ini semua cuma mimpi.
'Aku merasa bisa hamil kapan saja. Ya tuhan, ambil saja nyawa Changmin sekarang, aku rela dunia akhirat.' Batin Yoongi konslet.
"Sampai ketemu besok!"
Dan Yoongi masih berdiri di sana hingga mobil Jimin melaju pergi.
Deg deg deg deg
Ia memegangi dadanya.
'Perasaan apa ini?'
TBCONG~~~
Haloha~~~ Hihihi, Balik lagi sama Syugar yoooww!
Oh ya, Syugar ga bisa bales Review disini ya~~ Karena Syugar selain mengurus FFn, Syugar harus mengurus akun lain jadi harap pengertiannya ya~~ Syugar jadi semangat sekali membaca komen kalian, terimakasih banyak pokonya! Salam Ciummm MMMUUAAAHHHH hehehehhe.. Oh Ya, Syugar hanya bisa update sabtu Minggu, jadi kemungkinan besok akan kembali update ok?
Sampai Jumpa di next chapter ya~~~~
