Park Jimin and Min Yoongi?

Yes, They Love each other.

.

.

.

btsyugar's story

.

.

Pagi ini Yoongi datang lebih cepat. Jika biasanya jam enam lewat lima belas dia baru sampai, maka sekarang jam enam tepat dia sudah berada di sekolah.

Dia piket dan kunci kelas dititipkan dengannya karena ia tidak ikut piket sore kemarin.

Jika dia datang terlambat, bisa-bisa anak satu kelas melemparnya ke kandang Goo-chan, Bulldog kesayangan Kepala Sekolah yang jinak sekali dengan Jimin hanya karena Jimin pernah memeluknya setelah di marahi oleh kepala Sekolah. Oke, saat itu Yoongi berfikir mereka terlihat seperti pasangan yang menjijikkan.

"Yoongi, tidak jaga di depan? Kau sudah lama absen, jatahmu." Seokjin muncul tiba-tiba di depan kelas. Ia terlihat lebih kusut dengan mata membengkak.

"Kau kenapa?"

"Kesal. Sepupuku memakan semua jatah daging semalam. Sudah sana jaga sama Ilhoon."

"Ilhoon?" Yoongi mengernyitkan dahinya.

"Tugas Osisnya sudah selesai, Pak Kang menyuruh dia menjaga didepan bersamamu karena semenjak kalian absen, adik kelas semakin semena-mena. Sudah sana, orang-orang juga takut jika kau dan Ilhoon yang menjaga."

"Aku piket, Jin. Kalau aku libur lagi, mungkin aku akan di coret dari daftar warisan anak kelas."

"Sudah sini aku gantikan. Istirahat nanti traktir aku daging, ok?"

"Hm. Ini, aku duluan."

.

.

.

.

Sumpah, ini awkward sekali.

Semenjak memutuskan berakhir, mereka memang tak lagi bertemu karena kesibukan masing-masing dan Yoongi tak ada niat menegur Ilhoon kembali. Ayolah, dia yang memutuskan untuk berakhir, tidak etis baginya jika dia yang memulai percakapan.

Ntah harus bersyukur atau menyumpah serapahi Ilhoon, Yoongi merasa terselamatkan dalam ajaran sesat karena Changmin dan Kyuhyun datang.

'Kiamat sudah, dua jin tomang bermulut ular menstruasi datang mengacau. Sabar Yoongi, jangan kehilangan keperawa- maksudnya kewibawaan. Stay cool dan buat mereka berubah menjadi Tukul.'

"Morning, baybieh." Sapa Changmin dengan alis yang naik turun seperti jalanan terjal.

Muntah saja, tidak apa.

"Selalu cantik ya Yoongi, tadi malam habis maskeran? Wajahnya cerah sekali. Ooh, menunggu aku ya?" Changmin menyisir rambutnya kebelakang.

Ilhoon mengernyit jijik, dia tau mantannya itu cantik -itu kenapa dia sangat bangga dulu saat mendapatkan Yoongi- tapi dia tidak menyangka jika Changmin bisa berubah menjadi anak layangan seperti itu.

"Mati kau." Yoongi mencubit perut Changmin geram, ia bahkan menarik cubitannya lalu memutarnya seperti meremas kain.

"Wow wow wow, santai." Kyuhyun dengan cepat membela kawan se-game dan setanah kuburannya itu.

"Ilhoon, catat nama mereka." Titah Yoongi mutlak.

"Hei hei, merayumu tidak termasuk pelanggaran." Protes Changmin.

"Ya, tapi bajumu keluar, kau tidak memakai dasi, dan Kyuhyun, kau tidak memotong rambutmu."

"Harusnya kami dihukum, kenapa malah dicatat? Pengurangan point kan kalau melakukan pelanggaran yang besar." Tambah Kyuhyun, masih tak terima jika pointnya berkurang.

"Ya, dan mengacau pekerjaan Student Council adalah pelanggaran besar. Sana pergi!"

"Sudah, masih banyak murid yang harus kami tangani, kalian pergi saja sana, merusak pagi saja." Sahut Ilhoon ketus. Jengah juga melihat dua makhluk tidak jelas yang sibuk sendiri itu.

"Heh, bilang saja kau ingin dekat lagi dengan Yoongi kan? Kau itu baru saja pulang, jangan sok tampan! Badan pendek saja." Sinis Changmin.

"Jangan bawa tinggi badan! Kau Saja yang menelan galah, makanya Yoongi menolakmu."

Sakit, bro!

"Yoongi juga tidak mau kembali lagi denganmu!"

"Bodo! Yang penting dia pernah jadi milikku, lah kau? Dilirik saja tidak, Yoongi bahkan enggan dekat-dekat denganmu."

Puk.. puk..puk..

Kyuhyun menepuk punggung sobatnya, merasakan tersiksanya perasaan Changmin. Sebagai sahabat yang baik, dia ingin tertawa karena wajah Changmin terlihat menyedihkan.

"Dasar Jomblo!" Hina Changmin puas. Ayolah, di hina sebagai jomblo itu menyakitkan bagi kaum seperti mereka.

"Apa? Kau juga Jomblo! Bertahun pula!" Tunjuk Ilhoon geram.

"Aku ini single bukan Jomblo! Memangnya kau, Singlet!"

"Apa? Kau piglet? Memang, cara makanmu saja seperti babi."

"Selamat pagi Yoongi hyung!"

Changmin dan Ilhoon menoleh serentak. Entah bagaimana caranya Yoongi sudah mengambil jarak dan sekarang tengah di dekat Jimin, memeriksa anak itu.

'Ugh, kenapa harus pegang-pegang!' Batin Changmin iri.

"Pagi Jimsmol, maaf pesanmu tidak kubalas, baru ku baca pagi ini."

"Hehe, tidak apa," Jimin menyengir imut. "Tidur nyenyak?"

"Um, kau?"

"Nyenyaaakkkk sekalii! Kapan-kapan kencan lagi ya hyung?" Tanya Jimin ceria.

"Siap!" Yoongi melakukan ritualnya, mencubit gemas pipi Jimin. "Anak siapa beruang ini, lucu sekali.. gemas."

Yoongi memang begitu, selalu out of character jika sudah bertemu pipi Jimin yang selalu ia cubiti karena gemas.

"Hyungie juga, pipinya sudah gembul, banyak makan cheesecake ya? Ayo makan lagi pulang nanti." Jimin balas mencubit pelan pipi Yoongi.

"Nanti aku mau traktir Seokjin makan daging."

"Ahh begitu." Jimin mengangguk mengerti. Yoongi mengusak rambut anak itu pelan lalu menyuruhnya masuk kekelas.

"Ah, ini." Jimin mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. "Semoga harimu Indah!"

Dan Jimin berlari mengejar seorang temannya, meninggalkan Yoongi yang menggenggam chocho bar dengan sebuah notes yang tertempel di bungkusnya.

'Kau ada olahraga hari ini, jangan kelelahan atau aku akan menggendong hyung ke rumah. Semangat ya hyungie sayang, hihihi!'

Duh, Yoongi jadi lupa keadaan sekitar kalau begini, buktinya dia tidak menyadari hawa-hawa seram dari Changmin dan Ilhoon serta Kyuhyun yang sedang jongkok diantara mereka.

"Aku duluan Ilhoon, ada PR!"

.

.

.

.

Seokjin menyantap daging di cafetaria dengan semangat. Mereka batal makan saat istirahat karena Yoongi ada keperluan bersama guru Konseling hingga jam pelajaran terakhir. Anak itu akan kembali sibuk jika sudah mendapat panggilan, biasanya mereka akan mengadakan razia mendadak.

Seokjin harus menanyakan kapan tepatnya tanggal razia.

Dia tidak mau cream tangan ber-tube pink lucunya kena sita. Itu limited, beli di Guru Byun pula.

"Yoongi, tadi di cari Zhoumi." Yoongi menoleh, mendapati Zitao berbicara padanya sembari menyerahkan sebuah jurnal. "Katanya mau menyerahkan jurnal yang ingin kau pinjam."

"Ah benar, terimakasih Zi. Zhoumi kemana?"

"Dia harus mengantar Ibunya arisan. Dia bilang, kau bisa mengembalikan ini kapanpun."

"Baiklah," Yoongi melirik singkat Zitao, masih bertanya-tanya kenapa tas anak itu bergambar panda, tidak matching dengan style berpakaiannya yang seperti preman penjaga parkiran.

"Aku pulang ya? Oh ya Seokjin, bisa minta sepotong?" Seokjin mengangguk, memotong daging lalu menyuapkannya ke Zitao. "Aku duluan ya!"

Yoongi dan Seokjin hanya melambai. Setelah punggung Zitao tak lagi tampak, Yoongi langsung membuka ponselnya, mengecek akun SNS karena biasanya Jimin rajin mengupload sesuatu.

Park Jimin posted something an hour ago.

.

'Hungry as always is like I love you. As Always. MYG.'

.

Yoongi tersenyum lalu mematikan ponselnya. Dia menoleh lagi ke arah Seokjin yang kini menegak jus jeruk dengan rakus. Mentraktir Seokjin memang harus menguras dompet dan juga rasa malu. Orang itu benar-benar terlihat seperti kelaparan setiap waktu.

"Kau dan Namjoon itu bagaimana? Masih berhubungan tidak sih?" Tanya Yoongi kemudian, mampu membuat Seokjin tersedak.

"Jangan bahas," ujar Seokjin ketus.

"Ya sudah, bayar sendiri."

"Iya iya, ck kau ini," Rutuknya kesal. "Masih."

"Tapi tidak pernah kelihatan, dia selingkuh ya Jin?"

Jleb sekali Yoongi.

"Tidak tau," Ketus Jin. "Kau seperti tidak tau dia saja, matanya itu memang hobby melirik kesana kemari, kan? Sudah biasa."

"Kok begitu?"

"Mau dilarang juga jika orangnya sudah begitu ya susah. Semua itu kan tergantung kitanya, kalau kita bisa percaya dan bisa juga di percaya, ya hubungan akan baik-baik saja."

'Percaya? Apa Jimin percaya padaku?'

"Tapi Yoongi, aku kadang iri denganmu dan Jimin." Seokjin menusuk daging bakarnya tak berselera.

"Iri?" Beo Yoongi tak mengerti. Dia dan Jimin bahkan tergolong baru.

"Iya, meski kalian baru dan bisa saja ini hanya berbunga di awal tetap saja aku iri. Jimin memperlakukanmu dengan baik. Dia memperlakukanmu sesuai keadaan, bisa menjadi kakak bisa juga menjadi adikmu. Jujur saja aku iri jika kalian sudah bersama, apalagi kau bisa tertawa bebas seperti itu."

Tertawa bebas?

Ya benar, ia bahkan tidak bisa sebebas itu ketika dengan Ilhoon.

"Ini hanya awal," Kilah Yoongi, merasa belum pantas membanggakan hubungannya dan Jimin.

"Tapi aku yakin Jimin serius. Oh ya, siapa yang seme? Kau atau Jimin?" Seokjin tersenyum miring sedangkan Yoongi mengernyit tak mengerti. "Ck, Itu loh Yoon, siapa yang mendominasi?"

"Mendominasi apa? Kami tidak sejauh itu, Jin. Lagipula kami menjalani seadanya saja, tidak ada dominasi atau yang di dominasi karena bagi aku dan Jimin hubungan ini bukan tentang siapa yang mengatur, tapi bagaimana cara mengaturnya bersama supaya tidak kecolongan seperti hubunganmu dan namjoon." Yoongi mengaduh saat Seokjin memukul lengannya.

"Biasa saja ya, jangan ungkit-ungkit aku. Ck, tuh, pacarmu, baru di bicarakan sudah muncul." Seokjin memberi kode dengan dagunya.

Yoongi menoleh ke belakang, mencari objek yang dibicarakan lalu tanpa ia sadari senyumnya berkembang, meski tipis.

Jimin berjalan ke arah mereka dengan kaos oblong putih dan celana ripped jeans. Rambutnya kali ini tak tampak karena dia memakai snapback dan kacamata berbingkai hitam.

Dia berbeda. Dengan cepat, Yoongi melirik ke Seokjin yang ternyata juga menatap Jimin tanpa berkedip.

'Dasar genit.'

"Hyung." Jimin berujar lembut, ia memegang bahu Yoongi lalu menyapa Seokjin sopan. "Sudah selesai?"

"Kau tau aku disini?" Tanya Yoongi heran tapi Jimin hanya mengangguk.

"Ayo aku antar pulang."

"Kau mau pergi ya?"

"Tidak, baru saja pulang yang tepatnya. Aku harusnya ada latihan dance, tapi Hobi hyung bilang besok saja, dia sedang sibuk." Yoongi meraih gelas Yoongi. "Minta ya hyung? Butuh bensin untuk mengantarmu pulang, hehe." Yoongi hanya menggeleng gemas dan membiarkan minumannya dihabiskan oleh Jimin.

"Terus tidak mau pergi lagi? "

"Aku mau bertemu Sungjun sih, tapi nanti saja, antar hyung pulang dulu. Ayo, nanti ke sorean, dicari Bibi." Jimin meraih tas Yoongi, membawanya.

"Jin, aku duluan ya?"

"Oh," Seokjin terkesiap. "Ok, terimakasih traktirannya, Yoon."

Yoongi hanya melambai dan Seokjin bisa melihat motor besar Jimin melaju dengan Yoongi di boncengannya.

Ahhh, kapan Namjoon bisa seperti itu?

Ck, menyebalkan.

Eh tunggu...

Yoongi sudah pergi?

Dia kan belum membayar semuanya!

'Syaiton Yoongi, Syaiton sekali.'

.

.

TBCONG~~~

Syugar update hari ini karena kemarin sepupu Syugar Nikah dan Syugar harus kesana hingga tidak sempat mem-post. Hari ini Syugar update hihihihi..

Ga pernah bosen buat bilang terimakasih buat kalian yang selalu mendukung cerita ini dengan cara kalian. Syugar bukan author yang bermasalah dengan Silent Reader karena mungkin mereka tidak tau caranya me-review atau mungkin cerita ini tidak mereka sukai. Tapi Syugar sangat berterimakasih atas review kalian yang membuat Syugar selalu mencari waktu membuat chapter selanjutnya lebih cepat, Hihihi.

Balasan Review :
JiminVivi Uke?Hihihi, baca chap ini aja ya~ vtan368 hihihi, baca yang ini aja ya buat jawabannya~ Putri836 Iya tuh sadis, golok aja golok, hihi. Culik aja Jiminnya~ yoongiena Hahahaha, jangan pake cabe dong, ntar dia jadi cabe-cabean lol Hihihi Nih udah lanjut ya~ Pinkerbell97 Hihihi, tau tuh. Makasih semangatnya~ Yongchan Uke ga ya?~ ravoletta Makasih ya Saeng, ini udah lanjut hehe~ minarinn Hihi makasih ya~ Yuuki Asuna41 Hihi~ Ga janji loh ya soalnya Yoongi belum mau di ajak kerjasama hihi~ peachpetals Hahahahaha, Cubangnya bikin Syugar ngakak ih.. Yoongi pake pelet, makanya laris lol Udah Taekwoon, mantannya Ilhoon pula, aku mah apa? cuma cicak di dinding doang~ meganehood huhuhu tau tuh kacian Jiminnie hihi makasih semangatnya yOsh!~ Hantu Just In Ikutan! Hanami96 Hihihi~ rrriiiee Aura iblis? Jimin polos kakak Lol Sodokan apa ? Billiard?~ win500 semoga ga kecewa ya hihihi~ JonginDO Sip Udah~ UkhRayy217 Hihihi makasih ya~ ChimChim555 Nih udah di jelasin ya~ minyoonlovers Hihi gapapa, makasih udah mau baca dan review ya~ sugasugababy Hihihi~ glow-rie hihihi ga papa kok hahaha iya belum end kok udah next ya~ AnggXa Astogeh ada Fanboy! hihi, syugar seneng sekali ga tau kenapa lol. iya udah lanjut ya~

Tunggu kelanjutannya ya~!

PPyong~