Park Jimin and Min Yoongi?

Yes, They Love each other.

.

.

.

btsyugar's story

.

.

"Yoongi mana Yoongi?" Tanya Jaehwan heboh. Seokjin hanya menggeleng lalu menunjuk Kyungsoo karena setaunya tadi Kyungsoo pergi bersama Yoongi ntah kemana.

Jaehwan dengan cepat menghampiri Kyungsoo, menepuk pelan bahu Kyungsoo yang mengernyit terganggu karena demi apa dia baru saja memulai pembicaraan dengan salah satu adik kelas yang tumben-tumbennya kemari.

"Apa?"

"Yoongi mana?"

"Memang aku bapaknya! Cari saja sana sendiri." Ketus Kyungsoo.

"Kalau tau juga sudah kucari, pupil burung hantu! Kau kan tadi pergi dengan Yoongi. Masa tidak tau dia kemana!" Sahut Jaehwan kesal.

"Kelas Jimin, makan bekal bersama. Sudah sana!" Jaehwan mencibir lalu beranjak keluar kelas.

Ia memasuki kelas Jimin dengan santai dan menemukan sepasang kekasih yang tengah makan bersama di pojok kelas. Yoongi memutar bola matanya malas karena Jaehwan sudah pasti akan menagih sesuatu.

"Yoongi, katanya mau beli phone case ku." Rajuk Jaehwan manja.

"Bulan depan, aku belum ada uang." Jawab Yoongi santai.

"Ayolah, ada yang terbaru dan kau bisa meng-endorse-nya kan? "

"Kalau Endorse ya berarti gratis untukku dong!"

"Aku kan baru terjun ke dunia ini, jangan memerasku."

"Siapa yang memerasmu?" Sahut Yoongi ketus.

"Memang Jaehwan hyung sekarang jualan phone case?" Tanya Jimin dengan pipi yang menggembung sebelah. Yoongi yang melihat itu mencubit pipinya pelan karena gemas.

"Iya Jim, bisa pesan gambar sendiri dan murah. Kalau beli lima, aku kasih bonus satu." Jaewhan menangkup pipi Jimin gemas dan Yoongi melotot tak terima. "Beli yaaaa~~ Aku kasih potongan harga deh~"

Plak!

"Apa-apaan tanganmu?" Sembur Yoongi tak terima.

"Posesif sekali sih, Yoon." Cibir Jaehwan. "Jadi?"

"Boleh, aku mau pesan enam tapi nanti gambarnya aku kirim ke e-mail ya? Hardcase ya hyung,"

"Serius?"

"Banyak sekali Jim, boros tau." Yoongi menggeleng lalu menerima suapan dari Jimin.

"Untuk Ibu, Ayah, aku, hyung dan orang tua hyung hehehehe, bonusnya aku Kasih untuk Jihyun." Jawab Jimin disertai cengiran.

"Dasar."

"Oke, nanti e-mail saja ya. Aku sayang Jimin! Chu~"

"MATI KAU JAEHWANNNNN!"

.

.

.

Yoongi masih saja memasang raut datar bahkan setelah ia berhasil mengunci Jaehwan di kamar mandi sekolah saat pulang dan menyembunyikan ponsel Jaehwan.

Siapa suruh mencium pipi pacar orang?

Bahkan karena hal itu, Yoongi jadi tidak canggung saat bermain ke rumah Jimin padahal semalam dia terus meneror ponsel Jimin karena takut pada Ayah Park.

Well, dia kan sekarang menjadi guru les Jimin yang berarti dia akan sering mampir ke rumah Jimin.

"Ehh Yoongi, sudah mau mulai les ya?"

"Iya Bi," Jawab Yoongi seadanya karena demi apapun suasana hatinya masih buruk.

"Jimin, ganti baju dulu sementara Ibu membuat kue ya? Yoongi tunggu di ruang tengah tidak apa kan?"

"Baik Bi."

Jimin mengikuti langkah Ibunya yang sedari tadi memberi kode mata karena heran melihat kelakuan Yoongi yang tak seperti biasanya.

"Yoongi kenapa? Bertengkar?" Bisik Ibunya saat mereka di dapur.

"Tidak kok Bu,"

"Kalau tidak, kenapa dia seperti itu? Kau melakukan apa?"

"Bukan Jimin kok Bu!" Jimin menggoyangkan tangannya panik hingga sang Ibu menatapnya gemas. "Jaehwan hyung yang salah, mencium pipiku di depan Yoongi hyung cuma karena aku membeli case-nya."

"Kau dicium orang lain?"

"Iya, makanya Yoongi hyung jadi kusut begitu. Awalnya dia sok tegar sih, tapi lama-lama seram juga. Jimin takut di masukkan ke kotak piano Bu." Ibu Jimin mencubit pipi anaknya geram.

"Tidak akan, gembul. Kau ini. Sudah, sana mandi dulu."

"Bu, di kulkas ada cheese cake kan? Nanti beri itu ke Yoongi hyung ya, kata Jaehwan hyung, Yoongi hyung sangat suka cheesecake tapi tenang, dia hanya menyayangiku kok, hehehe."

"Aish anak ini! Sudah sana." Ibu Jimin hanya mencebik kesal karena nyatanya Jimin memiliki kepercayaan diri yang cukup besar jika dirumah.

.

.

.

Jemari Jimin memainkan tuts dengan lancar. Disampingnya, Yoongi mengangguk kecil mengikuti nada sembari mencomot potongan cheesecake yang berhasil membuat moodnya kembali baik.

"Cause i wanna wrap you up,

wanna kiss you lips,

i wanna make you feel wanted~"

Jimin tersenyum saat matanya menangkap mata Yoongi sedangkan Yoongi hanya berdeham gugup.

"A.. Apa?" Tanyanya risih.

"I wanna make you feel better. Better than your fairytales and your best dreams cause you're more than everything i need, Min Yoongi." Ujar Jimin lembut bahkan hampir menyerupai bisikan.

"L-liar,"

"No, i'm not," Sergah Jimin tetap lembut. "This is too early to say this things but, i really fallin for you."

"Ish!" Yoongi menyingkirkan wajah Jimin dan berdeham. "Cukup sampai disini saja, antar aku pulang sekarang."

"Eh? Yoongi hyung tidak mau makan malam disini? Ibu pasti sudah memasak banyak."

"Aku masih banyak tugas. Mau antar atau tidak sih? Kalau tidak bilang saja, aku juga bisa pakai bus." Cerca Yoongi jengah.

"Hyung kenapa marah-marah terus? Memang aku masih belum dimaafkan ya?"

"Memangnya kau ada minta maaf ha! Pabbo!" Yoongi melangkah kesal menuju dapur. "Bibi, Yoongi pulang dulu ya, masih banyak tugas dirumah."

"Makan malam disini dulu,"

"Ah tidak, kapan-kapan saja. Permisi Bi."

Dengan langkah cepat, Yoongi memakai sepatunya lalu berlalu dari perkarangan rumah Jimin sedangkan Jimin hanya menghela nafas pasrah.

Terserah Yoongi saja lah.

Park Chimin posted a note

' :') aku ikhlas kok kalau hyung marah, kan aku memang selalu salah :') '

JINSEOKs: Masih marahan? Tuh gara-gara kamu Jaew_Han hubungan orang diambang kehancuran.

Jaew_Han : Terlalu sadis caramu.. Menuduh diriku.. Apa Yoongi tidak puas mengurungku? Aku hanya bercanda.

ChangMinzz: Asik ada yang mau putus! Dipercepat ya Jim, akhirnya Yoongi sadar kalau selama ini matanya ada dijalan yang sesat. Semoga dia kembali pulih. Amin.

Kyukyu: Amin

SanhaBoy: Amin 1000

MingmingKim: Amin 9999999

"Apa-apaan mereka!" Seru Jimin kesal lalu meletakkan ponselnya di atas meja dengan sedikit kasar.

Dia kan sedang galau, kenapa anak-anak basket itu malah dengan kejamnya membully dirinya? Jahat sekali memang.

Lagipula, dia dan anak-anak basket tidak saling follow di sosial media, kenapa mereka bisa ikut campur begini? Jimin kan mem-privacy akunnya.

Dddrrtt.. Ddrttt...

"Ya hyung?"

"Kerumah sekarang."

Pippp...

Astaga!

Yoongi itu kenapa sih?

.

.

.

"Aku mohon mengertilah kita jangan bertengkar lagi~~~

Hadapi semua dengan dingin hati

dengarlah pujaan hati~~

Hooo woo woo~"

Mungkin, dari sekian banyak orang yang mensyukuri hidup, Park Jimin adalah satu orang yang mencintai hidupnya namun sering bertingkah mencari mati. Masih kemungkinan.

Dia datang ke rumah Yoongi, memberi salam lalu masuk ke kamar Yoongi setelah izin dengan wajah sendu.

Bukan, bukan itu masalahnya. Masalah besarnya, Jimin memasuki kamar Yoongi sembari bernyanyi lagu dari 'Bogoshipo Band' lalu terduduk dengan dramatis di lantai, tepat dihadapan Yoongi yang tengah duduk di pinggir ranjang.

PLETAKK..

Jimin lupa kalau Yoongi itu tidak suka mendengar lagu dari band kesayangannya. Mereka beda jalur musik karena Yoongi lebih suka Band Kerisputih.

Tidak apa, yang berbeda justru saling melengkapi kan?

"Bawa apa?" Tanya Yoongi sadis.

"Huh? Bawa motor hyung," Jawab Jimin polos sembari mengelus pucuk kepalanya yang berdenyut. Yoongi sudah siap ingin melepaskan satu jitakan lagi tapi diurungkannya karena Jimin sudah menutup wajahnya seolah ketakutan.

Jimin kan jadi lucu~~ uugh.

"Maksudku kau bawa apa kemari?"

"Tidak bawa apa-apa. Eh, aku bawa permintaan maaf sih hyung, mau diterima tidak?" Tanya Jimin dengan nada lucunya.

"Tidak mau." Yoongi membuang wajahnya.

"Kok tidak mau?" Rengek Jimin. Tangan anak itu menapak di antara lutut dan paha Yoongi, ia meletakkan dagunya di atas tangan lalu mulai merengek. "Memang hyung tidak lelah marah-marah terus? Memang hyung tidak rindu aku peluk? Aku kan belum memeluk hyung dari kemarin. Besok juga libur dua hari, masa hyung masih mau marah?"

'Kuatkan hatimu Yoongi dari godaan mochi terku- terlucuk ini, jangan sampai kalah.' Inner Yoongi. Ia menoleh sekilas lalu menyesal karena Jimin dan wajah bulatnya serta bibir bawah yang mencebik maju sangatlah menggemaskan. 'ASTAGA! SI GEMBUL INI MINTA DI HAMILI ATAU APA YA TUHAN!'

Tak kuat jika harus melihat pemandangan menggemaskan ala Jimin, Yoongi akhirnya mengangkat kakinya asal hingga Jimin merengut lebih kesal.

"Kuterima kalau kau belikan aku cheesecake dua kotak."

"Hyung masih suka memerasku~" Keluh Jimin lalu berdiri dari duduknya. Yoongi mendongak dan menatapnya tajam.

"Ya sudah, Changmin mau membelikanku lima kotak kalau kau keberatan. Mana ponselku ya?"

"Eits eits eits!" Jimin segera menahan tangan Yoongi yang bergerak mengambil ponsel. "Aku belikan sama penjaga tokonya bila perlu! Tunggu saja disini! Jangan macam-macam apalagi menghubungi sunbae tiang!"

Dalam diam, Yoongi tersenyum puas meski tipis sekali.

"Ya sudah sana."

"Tidak mau cium pipiku dulu? Lemaknya berkurang karena tidak dapat nutrisi dari seseorang." Jimin berujar sok sedih.

"Aish, kemari."

Jimin tersenyum senang lalu menundukkan tubuhnya sedikit.

Chu~~~~

"Hati-hati."

'ASTAGA! REJEKI ANAK MANIS NAN IMUT MACAM DIRIKU!'

"TUNGGU JIMINNIE YA, YOONGI SAYANG! JIMINNIE AKAN MERAIH MAAFMU DENGAN BERKOTAK-KOTAK CHEESECAKE. SAYANG HYUNGIEE!"

Dan Yoongi tak berhenti memerah karena digoda Ibunya seharian.

Ugh, Jimin dan suara cemprengnya.

KKeut~~~

HAHAHAHAHAH

HAIIII
Lama tidak update ya? /wajahpolos/ /dikubur/ Masih ingat sama cerita ini? Ga? wkwkwk soalnya aku lebih aktif di tetangga daripada ffn sampe lupa kalau punya akun ffn T_T
Tenang! Semuanya akn kutebus dan yahhh~~~ aku akan update disini lebih rajin!
Makasih yang udah Komen,follow dan fav cerita ini ya~~ maaf tidak bisa balas satu2 karena Syugar kerja 13 jam sehari, dan hanya bisa update tanpa membalas komen /balas komen di ffn ribet sekali tapi komen kalian sangat membantu/

ppyong~~