30 Days With Mr. Geeky

Disclaimer: ©Masashi Kishimoto
Story : ©WildTeenage16 ( Pure By My Inspiration )

Warning : AU, OOC, Abal, EYD amburadul,Typo
Rate T [Maybe T++] .

DLDR! No Flame!

.

.

"Jangan bercanda Karin, Aku pasti punya pacar-
-namanya adalah
Sasuke"
"Sasuke? Si Wakil Osis? Okeee, aku baru tahu kalau seleramu yang seperti itu"
"Aku mau masuk, minggir! "
"Ets! Tunggu dulu, semua perkataan harus ada buktinya kan Sakura? Maka dari itu, kau mau kan menunjukkan foto mesra kalian? -
-Ku tunggu sebulan lagi Sakura~ kau kan sangat sibuk, jadi aku memberimu kelonggaran.. Jaa neee"

Sakura melongo setelahnya.
Foto mesra. Bersama. Sasuke. Si Culun. Wakil Osisnya.

.

.

Chapter 2: Meet Him

Suasana kantin siang ini sangatlah ramai. Hampir seluruh murid KSHS memanfaatkan waktu satu jam istirahatnya untuk mengisi perut atau sekedar bercurhat ria.

Seperti saat ini, Sakura Haruno sedang menumpahkan segala kekesalannya kepada Ino Yamanaka -Sahabat sekaligus rekan gosip sehidup sematinya-.

"Kau tahu Ino, aku merasa ingin mencabik – cabik mukanya yang sok innocent itu!" Ujar Sakura geram.

Ya, gadis itu sedang dilanda kekesalan yang bertubi – tubi. Bukan hanya karena si kutu kupret Karin, melainkan juga karena ia barusan selesai dihukum Kakashi Sensei berdiri di depan kelas dengan kaki satu diangkat. Jangan bertanya kenapa, tentu saja alasannya karena terlambat memasuki pelajaran.

Woh, Habis jatuh tertiban tangga pulaa.

"Kalian berdua kenapa sih? Karin cari gara – gara lagi ya Sakura?" Tanya Ino.

'Lebih dari gara – gara Ino!' batin Sakura

Tiba – tiba ingatannya kembali berputar pada kejadian tadi pagi. Tepat di depan meja lobby KSHS dengan disaksikan sapu dan alat pembersih kamar mandi, Sakura mendeklarasikan ke Karin bahwa Sasuke adalah pacarnya.

Dengan harapan bisa segera masuk kelas, gadis itu malah mendapatkan kejutan di pagi hari.

Foto mesra. Bersama. Sasuke. Si Culun. Wakil Osisnya.

Ya Tuhan! Memikirkannya lagi membuat pikiran Sakura panas. Berharap semua ini mimpi tapi apa daya, kakinya yang terasa pegal sehabis dihukum Kakashi Sensei membuktikan bahwa ini nyata, tidak ada yang namanya tertidur di tengah pelajaran atau di ruang Osis.

Sakura mengambil gelas lemon teanya yang tinggal setengah dan meneguknya sampai habis. Sekarang, pikirannya benar – benar panas.

Jika Sakura sedang berusaha mendinginkan pikirannya, lain pula dengan Ino yang mencoba menerka – nerka apa yang telah terjadi antara sahabatnya dengan Karin.

Dan disaat keturunan tunggal dari keluarga pemilik toko bunga terbesar di Konoha itu benar- benar penasaran dengan apa yang terjadi, maka hal yang akan dilakukannya adalah..

TUK

"Aw!~.. Apa yang kau lakukan Ino-pig!"Protes sakura sembari mengusap dahi lebarnya.

Sial! Pasti dahinya merah sekarang! Uh, Hari yang benar – benar menyebalkan!

"Kau tidak sedang kerasukan kan forehead?" Tanya Ino yang dari setengah jam yang lalu hanya mendengar Sakura berkata 'aku ingin mencabik mukanya Ino!' dan setelahnya ia akan melamun, kemudian beberapa menit lagi ia akan berkata seperti itu dan kembali melamun lagi.

Itu tanda – tanda orang kerasukan kan? Pacarnya –Sai- sih yang bilang.

Sakura mendengus begitu mendengar penjelasan dari Ino, bagaimana bisa wajah kusut penuh masalah disamakan dengan orang kerasukan?

"Aku sedang kesal Ino-pig"Tuturnya.

Gadis bermarga Haruno itu tau, bahwa sekarang ia sangat membutuhkan solusi dari sahabat blondenya. Tapi entahlah, rasanya ada yang mengganjal di tenggorokan ketika ia akan memulai bercerita.

"Ayolah jidat, jangan buat aku penasaran!" Ujar Ino mulai geram.

Sakura meneguk ludahnya dan berusaha untuk memulai bercerita,"Jadi gini Ino, kau tahukan aku tadi pagi terlambat?"

Ino mengangguk menjawab pertanyaannya,

"Saat itu aku bertemu Karin yang notabene sedang piket jaga, dan disaat itu juga aku bilang padanya kalau aku memiliki pacar"

Satu

Dua

Tiga

"HAA?!" Ino sontak memekik kaget mendengar penjelasan sahabatnya.

Andai gadis barbie itu mempunyai riwayat penyakit jantung, mungkin sekarang ia sedang perjalanan menuju surga. Goodjob pinky!

"Jangan berteriak Ino-pig!"

Ino tak menghiraukan protes Sakura, Ia malah berteriak semakin menjadi – jadi "KYAAAAAA!, KAU MEMILIKI PACAR JIDAT? AKHIRNYA KAU NORMAL JUGA SAKURA! YA TUHAN KITA HARUS MENGADAKAN ACARA SYUKURAN SECEPATNYA! " Semburnya membuat seluruh penghuni kantin menatap Sakura dengan pandangan – jadi selama- ini- ketua- Osisnya- seorang- lesbian?-

Sakura melotot mendengar perkataan Ino, Tidak normal katanya? Amit amit jabang bayi deh!,"Aku dari dulu normal Ino! Lagian ini cuman pura – pura kok" Jelasnya.

"ASTAGA, SAKURA! KAU CUMAN PURA – PURA PACARAN KARENA TIDAK NORMAL? TOBAT SAKURA, TOBAT! YA TUHAN KAU INI!"Sembur Ino sekali lagi.

Oke, satu hal yang dilupakan seorang Sakura Haruno,

Kadang Ino bisa jadi sahabat yang menjengkelkan dan setengah gila!

Ralat! Benar – benar gila!

"Hei babi! Bisakah kau mengecilkan suara toamu itu? Dan aku NORMAL sejak dulu!"

Sungguh demi apapun, ia tak akan pernah menceritakan masalahnya lagi pada Ino. Kadar kewarasan sahabatnya itu sudah menurun hingga minus. 'Kebanyakan naena sama Sai sih, jadi virusnya nular-_-' batin Sakura.

"Lalu siapa pacarmu? Ah! jangan - jangan Lee ya? " Ujar Ino.

Sabar Sakura~

"Bukan, tapi Sasuke"Jawab Sakura pelan berharap Ino tidak berteriak seperti tadi.

"UAPAAAA?! KAU DAN SI CULUN SASUKEE? MURID PINDAHAN DAN WAKIL OSISMU ITU SAKURA? YA AMPUN, KAU SUDAH PUTUS ASA ATAU BAGAIMANA FOREHEAD?!" Teriak Ino lebih keras dan sekali lagi sukses membuat ricuh penghuni kantin.

Sakura menepuk jidatnya frustasi,"Berhenti berteriak Ino! Oke, stop sampai disini ceritaya!" Ujar Sakura kesal.

Gadis berambut merah muda itu rasanya ingin menangis sekarang juga. Sahabatnya itu benar – benar tidak membantunya.

"Eh kau mau kemana? Iya iya, Ino-sama yang paling cantik ini berjanji tak akan berteriak lagi.. Nah sekarang lanjutkan ceritamu"

Sakura memutar kedua maniknya begitu mendengar kata'Ino-sama' keluar,lalu meneruskan ceritanya tentang kejadian tadi pagi.

".. Nah, sekarang aku harus bagaimana? Kau tahukan Sasuke itu seperti apa?" Tanya Sakura setelah menjelaskan semuanya.

Ino yang sedang menumpukan dagunya dengan sebelah tangan hanya bisa memejamkan mata, mencoba berpikir. Hingga beberapa menit kemudian, gadis itu kembali membuka matanya dan berkata "Mau gimana lagi forehead? Kau sih pakai acara setuju segala, sekarang temuilah Sasuke dan ajak dia berkencan.. masalah foto tenang saja, Ino-sama akan membantumu"

"Itu lebih cocok disebut perencanaan pembunuhan sahabat sendiri dibanding saran Ino-pIg, YANG BENAR SAJA HEH!"

O.o.O.o.O.o.O.o

Pukul tiga sore adalah waktu berakhirnya kegiatan belajar mengajar di KSHS. Seluruh murid biasanya akan berhamburan keluar seperti semut begitu suara bel berdering dengan sangat kencang. Tapi sepertinya hal itu tidak berlaku untuk Sakura. Lihat saja, Ketua Osis kita yang satu ini masih betah menyibukkan dirinya di depan beberapa dokumen. Mau bagaimana lagi? Persiapan acara malam perpisahan tahun ini benar – benar menguras waktu luangnya.

Cklek

Sakura tak menghiraukan suara pintu yang dibuka, baginya dokumen yang menggunung ini lebih penting daripada mengetahui siapa gerangan yang memasuki wilayah pribadinya.

"Sakuraa.."

Terkecuali untuk yang satu ini, Suara yang amat ia kenali.

Si Wakil Osis, Sasuke Uchiha.

Gadis bersurai merah muda itu langsung mendongakkan kepalanya, melihat apakah tebakannya benar atau tidak. Dan ternyata memang benar, suara baritone itu adalah milik si culun Sasuke Uchiha.

Kaca mata botol, rambut yang disisir rapi, seragam yang terkancing hingga leher dan satu lagi ciri khasnya ada tahi lalat kecil di bibir atas Sasuke.

'Astaga, Aku punya salah apa sih? sebulan harus bersama si Sasuke? Oh Tuhan~' batinnya.

"Ada apaa?" Tanya Sakura.

Tanpa membalas pertanyaan gadis itu, Sasuke langsung menyodorkan sebuah proposal. Mengerti maksudnya, Sakura lantas menerima dan membaca judul yang tertera di bagian depan,

Susunan Panitia Kegiatan Perpisahan Kelas XII Tahun 2016.

"Oke, Arigatou Sasuke"

"Hn" Ujar Sasuke sembari berbalik meninggalkan ruang Ketua Osis.

Entah apa yang terjadi pada Sakura, ketika tangan kanan lelaki itu hampir mendorong pintu di depannya, dia tiba – tiba berteriak"Hei Sasuke!-

Dan Sasuke pun berhenti tanpa menolehkan kepalanya,

-POKOKNYA MULAI BESOK KAU HARUS JADI PACARKU!"

Suasana menjadi hening begitu Sakura selesai berteriak. Dan Seakan baru tersadar dengan perkataannya, Ia lantas membekap mulutnya sendiri. Sedangkan Sasuke yang mendengarkan teriakan Sakura hanya diam dan langsung pergi meninggalkan gadis itu.

Tak ada yang tau bahwa tepat disaat menutup pintu, Sasuke sempat menyunggingkan senyum sedetiknya lalu bergumam'Aku mendapatkannya, Itachi!'.

Ya, lelaki itu mendapatkan Sakura-nya.

TBC

Jangan lupa komen yaa! Jadilah pembaca yang baik dan hindarilah memberi flame karena itu sangat menyakitkan(':

Hug and Kiss,

Wildteenage16