30 Days With Mr. Geeky

Disclaimer: ©Masashi Kishimoto
Story : ©WildTeenage16 ( Pure By My Inspiration )

Warning : AU, OOC, Abal, EYD amburadul,Typo
Rate T [Maybe T++] .

DLDR! No Flame!

.

.

"Sakuraa.."
"Ada apaa?" Tanya Sakura.
Tanpa membalas pertanyaan gadis itu, Sasuke langsung menyodorkan sebuah proposal. Mengerti maksudnya, Sakura lantas menerima dan membaca judul yang tertera di bagian depan,
Susunan Panitia Kegiatan Perpisahan Kelas XII Tahun 2016.
"Oke, Arigatou Sasuke"
"Hn"
Entah apa yang terjadi pada Sakura, ketika tangan kanan lelaki itu hampir mendorong pintu di depannya, dia tiba – tiba berteriak"Hei Sasuke!-
Dan Sasuke pun berhenti tanpa menolehkan kepalanya,
-POKOKNYA MULAI BESOK KAU HARUS JADI PACARKU!"
Suasana menjadi hening begitu Sakura selesai berteriak. Dan Seakan baru tersadar dengan perkataannya, Ia lantas membekap mulutnya sendiri.
Sedangkan Sasuke yang mendengarkan teriakan Sakura hanya diam dan langsung pergi meninggalkan gadis itu.
Tak ada yang tau bahwa tepat disaat menutup pintu, Sasuke sempat menyunggingkan senyum sedetiknya lalu bergumam'I got her, Itachi!'.
Ya, lelaki itu mendapatkan Sakura-nya.
.
.

Chapter 3 : Rencana ABC Ino

Sebuah Lamborghini Murcielago hitam berjalan pelan memasuki kawasan salah satu cafe terkenal di Konoha. Begitu mobil keluaran Italia itu terparkir sempurna, nampaklah sosok pemuda dengan model rambut mencuat kebelakang sedang membuka pintu mobilnya. Tanpa membuang waktu lama, Ia kemudian melangkahkan kakinya menuju ruangan si pemilik cafe.

Cklek

Suara pintu yang terbuka berhasil membuat seseorang di balik meja kerjanya mendongakkan kepala. Ia kemudian tersenyum begitu melihat siapa yang datang.

"Ah kau akhirnya sampai juga, Sasuke"Ujarnya memecah keheningan.

Sosok yang dipanggil Sasuke itu hanya diam sembari berjalan pelan menuju kursi kosong di depannya dan mendudukkan diri disana.

"Nah, Bagaimana? Apa kau sudah mendapatkannya?" Imbuhnya lagi.

Bukannya menjawab pertanyaan itu, Sasuke malah memperhatikan sebentar suasana ruangan yang baru pertama kali dikunjunginya. Setelah beberapa detik, Sasuke ternyata baru sadar jika ruangan ini bernuansa hijau, sama seperti warna bola mata gadisnya.

"Tentu saja"Jawab Sasuke.

Sosok itu lalu tersenyum sangat lebar begitu mendengar jawaban Sasuke. Ia puas dengan hasil pekerjaan anak itu, selalu tepat waktu dan sesuai dengan rencana.

"Kau hebat Sasuke! Ngomong – ngomong, Apa yang kau lakukan padanya?"

Sasuke hanya menyunggingkan sedikit senyum sebagai jawaban.

Seakan tau apa arti senyum Sasuke, sosok yang terlihat gagah dengan jas hitamnya itu ikut ikutan menyunggingkan senyum. Ia percaya Sasuke adalah pemuda baik – baik dan tak akan pernah menggunakan kekerasan dalam rencananya. Ia juga percaya, Sasuke akan menjaga permata hijau miliknya.

O.o.O.o.O.o.O.o

Kediaman Haruno, 19:15.

Hancur adalah kata yang tepat untuk menggambarkan kondisi kamar tidur seorang Sakura Haruno. Bantal, guling, selimut dan semua benda yang ada di atas ranjangnya teronggok tak berdaya di atas lantai. Yang tersisa hanya benda persegi panjang berwarna rose gold yang mungkin sebentar lagi akan menjadi korban selanjutnya.

"ARGHH" Teriak Sakura untuk yang kesekian kalinya.

Gadis itu kemudian mendudukkan dirinya di tepian kasur dan mengacak – acak rambut merah muda miliknya. Kejadian tadi pagi sukses membuat kepalanya hampir pecah, susah tidur dan kehilangan selera makan. Oh, Terimakasih Karin!

TING

Tiba –tiba suara notifikasi pesan grup dari salah satu sosial media berbunyi dengan sedikit keras. Dengan cepat Sakura langsung menyambar ponsel yang terletak di belakang tubuhnya.

Titisan Dewi Ular 2K16#

Sakura tersenyum begitu melihat nama grup setengah warasnya. Grup itu tak lain dan tak bukan berisi sahabat – sahabatnya yang –yaaa kalian tau lah seperti apa-. Sakura lantas membuka dan membaca isi pesan di dalamnya.

Inosai04: Hallo semuanyaaa~ Ino-sama punya berita bagus lhoooo, Mau tahu tidak?

Tenten : Maunya tempe Ino

Hinaruto: Berita apa Ino-chan?

Inosai04: Serah lah ten-_-

Inosai04: FOREHEAD KITA SUDAH PUNYA PACAR! KYAAA AKU SENANG SEKALI~

Perempatan siku mulai muncul ketika Sakura membaca pesan grup dari Ino. 'Dasar ember!'Batinnya.

Tenten: Ini sudah malam.. JANGAN MENGGOSIP INO!

Hinaruto: Memangnya Sakura-chan pacaran dengan siapa?

Inosai04: Jangan pedulikan Tenten

Inosai04: Sama Sasuke si Wakil Osis Hinata-chan

Sakura melotot begitu membaca pesan grup dari Ino lagi. Ya Tuhan, sahabatnya yang satu itu benar – benar..uh!

Tenten: HAH?!

Hinaruto: UAPAAA?! SASUKE TEME? YANG BENAR SAJA INO!

Sakura mengernyit membaca pesan grup dari Hinata. Sasuke teme? Tunggu!

Inosai04: Teme? Pasti Naruto yaa?! Kau kemanakan Hinata-chan hah?

Hinaruto: Hehehe.. iya ini aku Naruto, Hinata-chan barusan pergi ke kamar mandi

Naruto? Sahabatnya Sasuke? Kapten basket di sekolahnya? Ya tuhan, ia benar – benar ingin menangis sekarang. Ia tidak masalah jika sahabatanya tau tentang perihal ini, tapi jika untuk Naruto, Sungguh dia tidak rela lelaki itu tau tentang masalah pribadinya. Masalahnya mulut Naruto kan sama saja embernya dengan Ino, bagaimana jika lelaki itu keceplosan saat bersama teman – teman basketnya? Matilah kau Haruno.

Sakura lantas mematikan ponsel miliknya dan bergegas tidur. Otaknya panas, kejadian ini terlalu menguras pikirannya. Masalah mulut ember Ino dan Naruto, biarkan hanya Tuhan yang tau, paling juga besok namanya menjadi Trending topik di KSHS.

Ketua Osis KSHS, Sakura Haruno Berpacaran Dengan Wakil Osisnya Sendiri, Sasuke Uchiha.

Oh Tuhan, dia punya salah apa sih?!

O.o.O.o.O.o.O.o

Sakura POV

Saat ini aku sedang berjalan mengendap - endap memasuki lorong kelas KSHS. Sekarang masih pukul enam kurang lima belas menit dan tentu saja aku melakukan ini bukan untuk menghindari petugas kedisiplinan melainkan lelaki berambut pirang, Naruto Uzumaki. Biang gosip kedua setelah Ino dan orang yang semalam menyelinap masuk ke dalam grup ku. Cukup semua sahabatku tau tentang kesialan yang kualami, dan aku tak ingin menambah kesialan yang lain dengan cara bertemu Naruto.

Aku terus berjalan mengendap - endap di balik pohon Sakura dekat kelasku. Hingga disaat kakiku hampir menyentuh ubin kelas, suara yang tak pernah ingin kudengar hari ini muncul bagai seorang algojo di tengah lapangan pembantaian.

"SAKURAAAA CHAAAANNNNN"

Aku segera berlari menuju ke belakang sekolah. Tapi apa daya, Naruto yang notabene memiliki kekuatan melebihi manusia normal telah lebih dulu menangkapku.

Oh tidak, sekarang aku merasa seperti kucing ketahuan mencuri ikan.

"Hei Sakura chan! Kau kenapa berlari seperti dikejar hantu sih? Capek tauu" Tanyanya tepat di depanku.

Andai dia tau bahwa kehadirannyalah yang membuatku berlari seperti ini, pasti sekarang ia sudah tertawa bahagia atau paling tidak mentraktir ramen seluruh penghuni KSHS. Karena satu hal yang tak akan pernah terjadi dalam hidupnya sekarang telah menjadi kenyataan. Apalagi jika bukan, Seorang Sakura Haruno lari ketakutan setelah melihat Naruto Uzumaki.

"A-ah! iyaa, Aku lupa mengerjakan pr matematika,mangkannya aku berlari sebelum Kurenai- Sensei masuk kelas hahaha.." Jawabku bohong.

Naruto mengernyit begitu mendengar jawabanku, sedangkan aku hanya bisa harap – harap cemas melihat wajahnya yang semakin ditekuk kedalam, "Memangnya sekarang ada pelajaraan matematika ya? Semalam Hinata-chan bilang pelajarannya hanya fisika,sejarah dan bahasa jepang"

SKAK MAT! Sakura No Baka!.

"Sudah ya Naruto, Aku ada urusan dengan Ino-pig.. Jaa-neee"

Persetan dengan teriakan Naruto di belakang, berhasil kabur saja aku sudah bersyukur.

O.o.O.o.O.o.O.o

Konoha Senior High School, 09:00.

"Hai Sakura-chan" Sapa Ino di sebelahku.

Aku hanya meliriknya dan kemudian kembali menikmati sarapanku. Sekarang adalah jam istirahat dan aku sedang duduk di bangku tepi kantin. Sebenarnya aku kurang suka jika duduk disini, tapi berhubung ada rubah alias Naruto (aku memanggilnya rubah karena dia memiliki tiga bekas luka cakaran kucing di pipinya) yang kehadirannya dapat mengancam keselamatanku, maka aku harus membuang jauh – jauh rasa ketidaksukaanku itu.

Ah! ngomong – ngomong soal aku tidak membalas sapaan Ino, tentu saja aku masih dendam kepadanya. Dia adalah orang yang menyebarkan gosip soal aku berpacaran dengan Sasuke (walaupun itu benar adanya) dan menyebabkan ini semua terjadi.

"Hei Sakura chan, kau marah kepadaku yaa soal semalam? aku minta maaf deh, habisnya aku tidak tahan untuk menyebarkan berita bahagia ini" Ujarnya.

Aku masih tidak mau menjawab pertanyaannya, Hei – hei! tidak segampang itu untuk mendapatkan permintaan maaf dari seorang Sakura Haruno. Dan apa itu? Dia berkata berita bahagia? Akan kubalas kau Ino!

"Umh.. bagaimana jika sebagai permintaan maafku, aku akan membantumu berkencan dengan Sasuke? Aku akan menyusun rencana agar kau dan Sasuke tidak perlu bersama hingga satu bulan"

Awalnya aku sempat ragu mendengar tawarannya, karena setiap hal yang direncanakan Ino akan berakhir dengan mengerikan. Tapi jika dipikir – pikir apa salahnya mencoba? Siapa tau kali ini rencananya berhasil kan? Soal membalas Ino, kapan – kapan saja deh~

"Baiklah, ngomong – ngomong apa rencana awalmu Ino-pig?"

Ino kemudian mengeluarkan selembar kertas dan mulai menuliskan sesuatu. Entah apa yang dia rencanakan, tapi jika boleh jujur aku merasakan kejadian buruk akan segera menimpaku.

"Nah ini rencananya, aku menyebutnya rencana ABC yang tidak akan pernah gagal dijamin seratus persen" Ujar Ino sambil tersenyum lebar.

Aku mengernyit begitu mendengar judul rencana Ino. Itu lebih terdengar seperti Rencana ABC yang sembilan puluh sembilan persen diragukan keberhasilannya dan satu persennya dijamin gagal.

"Rencana A.. "

O.o.O.o.O.o.O.o

Hari ini aku tidak ada rapat atau urusan dengan OSIS, jadi aku memutuskan untuk menjalankan rencana A Ino. Seperti yang dia katakan "Pulang sekolah kau harus berpura – pura tidak ada yang menjemput dan menangis di depan Sasuke, jika dia bertanya kenapa tidak naik taxi saja, kau harus menjawab tidak punya uang, pokoknya inti dari rencana A ini kau harus bisa pulang bareng dengannya dan aku akan bersembunyi di mobilku, bersiap untuk mengambil gambar kalian berdua"

Awalnya aku sempat protes soal menangis di depan Sasuke,itu terlalu berlebihan bukan? Ya, tapi mau bagaimana lagi? Demi cepat selesai aku harus melakukannya.

Normal POV

Seorang pemuda dengan kaca mata botol sedang berjalan menuju tempat parkir. Sekolah telah usai sejak setengah jam yang lalu, dan kini saatnya untuk beristirahat di dengan urusan OSIS yang ditinggalkan oleh ketuanya tercinta. Entah kemana gadis berambut merah muda itu, yang jelas gara – gara Sakura, Sasuke harus repot – repot sepuluh kali naik turun tangga. Untuk apalagi? tentu saja untuk meminta tanda tangannya.

"Hiks hiks..."

Sasuke menghentikan langkahnya begitu mendengar suara tangisan. Pemuda itu bergegas mencari asal suara. Bukannya apa, sekarang kan jamannya begal, jadi dia hanya ingin memastikan saja tidak ada kasus itu di dekat sekolahnya. Sebab jika kasus itu terjadi, ia sebagai wakil Osis dan orang yang ada ditempat kejadian akan ikut menyelesaikan kasus itu hingga selesai dan itu sangatlah ribet sekali. Perlu kalian tau, apapun alasannya Uchiha tidak pernah suka keribetan.

Sasuke terus mencari asal suara, hingga ia menolehkan kepalanya ke ujung tempat parkir, terlihat seorang gadis berambut merah muda yang sedari tadi dicarinya. Bukannya menolong, Sasuke malah melanjutkan perjalanannya menuju tempat parkir.

Lain Sasuke, lain juga Sakura. Gadis itu menangis makin kencang begitu melihat Sasuke pergi menjauhinya. 'Dasar lelaki tidak peka!'. Batinnya. Melihat Sasuke yang semakin jauh, Sakura segera berlari dan menarik kerah belakang seragam Sasuke.

SETT

"HEI SASUKE BAKA! KAU TIDAK LIHAT AKU SEDANG MENANGIS APA! SEHARUSNYA KAU MENOLONGKU TAU!" Protes Sakura.

Sasuke yang mendengarnya hanya bisa mengernyit tidak paham, "Memangnya kau butuh bantuanku?"

"KAU INI!" Sakura geram setengah mati. Jika dia tidak ingat rencananya kali ini,mungkin ia sudah menonjok wajah sasuke yang sangat menyebalkan itu. 'Sabar Sakura, orang sabar disayang Tuhan' Batinnya.

"Baiklah, kau mau apa?" Tanya Sasuke.

"Anterin aku pulang, Nii-san ada urusan di kampus jadi dia tidak bisa menjemputku dan aku lupa membawa dompet, berhubung kau adalah wakil Osisku setidaknya aku aman pulang bersamamu, Kau tidak mau kan Ketuamu yang paling unyu ini diculik? Jadi anterin aku pulang ya?"

"Oh.." Jawab Sasuke

Apaaa?! Dia bicara panjang kali lebar dan sasuke hanya menjawab oh? Demi apapun pemuda ini benar –benar.. Uh!

"KAU BILANG APA TADI?! KAU INI BENAR – BENAR MENYEBALKAN! AKU SUDAH BERBICARA BAIK-BAIK DAN KAU-

Sakura menghentikan kalimatnya dan HEI! apa yang pemuda itu lakukan? Tiba – tiba Sasuke membuka dompetnya dan mengeluarkan beberapa lembar uang. TUNGGU! Dia tidak berniat..

"Ini pulanglah- Sasuke menyodorkan beberapa lembar uang- besok kembalikan ya"

Sakura hanya bisa melongo melihat apa yang dilakukan Sasuke, dan saat kesadarannya mulai kembali, Sakura segera menyemburnya dengan segala rentetan kalimat mujarab yang terlintas di otaknya.

"SASUKEE BAKAAAA! SEHARUSNYA KAU MENGANTARKANKU PULANG! BUKANNYA MALAH SEPERTI INI, KAU ITU MANUSIA APA SILUMAN SIH? DASAR TIDAK PEKA! LAGI PULA MULAI SEKARANG KAU KAN PACARKU! "

STRIKE SAKURA! Dari pagi hingga sekarang kau menghindari Naruto karena takut rahasia tentang pacar pura – puramu itu terungkap, dan sekarang apa? Kau malah membeberkannya sendiri! Lihatlah sekelilingmu, semua pasang mata sedang memperhatikan kalian berdua. Dan soal menjadi Trending topik, yaa berharaplah semoga besok seluruh murid KSHS terkena virus Sasori secara tiba – tiba.

Sakura segera pergi berlari begitu menyadari apa yang ia katakan. Sungguh dirinya sedang malu bercampur kesal sekarang. Ia tidak tahu apa yang pemuda itu lakukan, yang jelas untuk pertama kalinya, seseorang telah berhasil mengobrak – abrik emosinya.

Berbeda dengan Sakura, Sasuke malah menyunggingkan sedikit senyumnya ketika Sakura telah pergi menjauh. Bukan karena ia senang telah membuat emosi gadis emerald itu amburadul, melainkan ia tau bahwa cepat atau lambat Sakura akan menjadi miliknya.

O.o.O.o.O.o.O.o

Sakura POV

Aku segera memberhentikan taxi dan bergegas pulang setelah mengalami peristiwa tadi. Sungguh itu sangat memalukan sekali! Dan yang paling tidak bisa aku terima, Sasuke dengan mudahnya telah menghancurkan emosiku. Aku tidak tau, tapi pemuda itu seperti sosok yang telah lama mengenalku. Dia tau bagaimana caranya membuat emosiku seperti ini. Apa jangan – jangan dia saudara jauhku yaa? Ah! mungkin saja kan?

Drrt Drrt

Tiba – tiba ponselku bergetar dan begitu aku membukanya nama 'Ino' terpampang jelas di layar. Tumben – tumbenan dia menelfonku? Seharusnya di jam- jam seperti ini, ia sedang bersama Sai kan?

"Ha-

"HEI FOREHEAD BAKA! KAU ITU DIMANA SIH?AKU MENCARIMU TAU! JANGAN BILANG KAU PULANG NAIK TAXI? YA TUHAN KAU INI! APA KAU LUPA AKU MENUNGGUMU DI MOBIL?"

Oh Tuhan! Aku melupakannya! Baiklah, sepertinya kepikunan Sasori mulai menular kepadaku."Hehehe, maafkan aku Ino..aku melupakannya, ngomong – ngomong bagaimana hasil fotonya? Pasti ada yang mesra kan? Ariagatou Ino, aku tidak perlu bersama Sasuke selama satu bulan, jaa nee! Aku akan mentraktirmu besok"

"Hei forehead kau ini bicara apa sih? Fotomu tidak ada yang mesra tauu! Tutup telfonnya dan aku akan mengirimkan foto kalian berdua"

Aku segera mematikan sambungan telfon dengan Ino dan segera membuka foto yang di kirimkan gadis itu. Awalnya aku menduga Ino akan berhasil mengambil foto mesraku dengan si Baka Sasuke, tapi ternyata AKU SALAH BESAR!

Apa – apaan ini! foto yang dikirim Ino sungguh tidak layak untuk dilihat. Yang pertama aku sedang menarik kerah belakang Sasuke,yang kedua pemuda itu sedang mengeluarkan dompetnya dan yang ketiga dan yang paling tidak bisa aku terima, foto itu diambil disaat AKU SEDANG MELONGO MELIHAT UANG SASUKE!

Aku segera menelfon Ino dan berniat untuk memarahinya. Tapi jika dipikir –pikir kejadian tadi memang tidak ada mesra – mesranya sih. Jadi aku memutuskan menelfonnya untuk membicarakan apa yang harus aku lakukan selanjutnya.

"Halo, Ino bagaimana ini? haruskah aku bersamanya selama satu bulan? Oh ya tuhan jika aku mempunyai pilihan maka aku akan memilih mengerjakan berpuluh –puluh tugas Osis dibanding harus bersama dengan pemuda menyebalkan dan culun itu"

Ino menghela nafas diseberang telfon,"Tenanglah forehead, aku masih memiliki rencana B dan C"

Ketika aku mendengar kata – kata Ino tentang rencana B dan C-nya, seketika pikiran menyeramkan kembali menghantuiku. Entah apa yang akan terjadi, mungkin saja rencananya besok mengharuskanku berpura – pura akan meloncat dari lantai sepuluh KSHS dan mengatakan bahwa hanya Sasuke yang bisa mencegahku. AH! Itu mungkin saja terjadi kan? Semoga saja ketidakpekaan dan sifat menyebalkan Sasuke hilang terbawa angin besok!

TBC

Hayo.. Apa ada yang penasaran sama Sasuke?:v Btw, maafkan saya jika humornya receh dan lama update:') perlu kalian tau, saya menulisnya saat sedang terkena cacar-,-.

Oh iya, jangan lupa komen yaa! Jadilah pembaca yang baik dan hindarilah memberi flame karena itu sangat menyakitkan(':

Hug and Kiss,

Wildteenage16