Chapter 4
.
.
.
.
Author POV
Suara desahan dan deru nafas yang memburu memenuhi ruang tengah dorm milik bangtan.
"Kookie-ah... Almost there.. AH... " Taehyung membenamkan kepala kekasihnya di selangkangannya. "Swallow it.. Arrgghh.." Desah Taehyung sarat dengan perintah untuk namja manis kekasihnya di bawah sana. Menyemburkan kenikmatan yang sudah ia tahan selama seminggu ini.
"Hyu..ng.. uhukk.." Jungkook tersedak oleh lelehan cairan hangat milik kekasihnya yang menyembur sampai ke dalam kerongkongannya. Mulut kecil itu tak mampu menampung semuanya, lelehan sperma milik Taehyung keluar dari sudut bibir mungil namja kelinci itu.
Tak ada tanda-tanda milik Taehyung turun. Masih berdiri dengan tegapnya. Menginginkan goa hangat yang lain untuk ia masuki. Taehyung memandang kekasihnya di bawah sana. Ternyata sedari tadi saat melakukan blowjob, kekasihnya itu sedang memainkan lubangnya sendiri juga. 'Wow... Pemandangan yang takkan sering kutemukan.' Batin Taehyung.
"Oppa~"
Taehyung membelalakkan matanya saat mendengar Jungkook memanggilnya seperti itu. Posisi Jungkook yang sedang duduk memainkan lubangnya sendiri dan putingnya. Matanya yang sayu (tidak sadarkan diri sebenarnya), bibirnya yang merah menggoda di mata Taehyung. Saat Jungkook menggigit bibir bawahnya dan mendesah, "Tae-oppa~" Saat itu juga Taehyung menarik kekasihnya ke atas sofa, menindihnya dan mencumbu bibir merah itu.
Ciuman yang panas, tanpa intro(?) terlebih dahulu. Taehyung melumat bibir itu dengan kasar, penuh nafsu. Jungkook langsung membuka mulutnya, memberikan akses untuk kekasihnya tanpa perlu diminta. Tanpa menunggu Taehyung melesatkan lidahnya ke dalam dan mengobrak-abrik rongga mulut itu. Mencari daging lunak milik kekasihnya di dalam sana, mengajaknya bergelut dan menariknya untuk menghisapnya.
Jungkook mengalungkan tangannya di leher Taehyung meminta ciuman mereka diperdalam. Jungkook sudah tak bisa berfikir apa-apa, isi kepalanya sudah benar-benar kosong. Sepertinya obat perangsang yang tak sengaja ia telan sudah menguasainya. Begitu juga Taehyung, ia sudah tidak dapat mengontrol hawa nafsunya.
Tangan Taehyung mulai merambat mulai dari mengelus leher kekasihnya, turun perlahan dengan gerakan sensual menuju ke dua nipple Jungkook dan memilinnya dengan keras membuat si pemilik meleguh disela-sela ciuman mereka tanpa melepaskan tautan bibir mereka. Tangan Taehyung semakin turun ke bawah.
Turun melewati perut kotak-kotak milik kelinci manisnya.. menimbulkan suara indah yang keluar dari mulut kekasih kelincinya itu..
Semakin turun..
Turun..
Turun..
.
.
.
.
.
.
.
FIN.
.
.
.
.
.
Gak kok.. bercanda.. belum selesai.. mau lanjut tp lagi dipelototin sama adek, om, tante. dll.. jadi gabisa ngetik dengan khidmat :"
Jiminnya pending.. chapter depan.. Sumpah pengen banget lanjut ampe bagian Jimin (emang Jimin mau ngapain?!)
Btw boleh gak abis lebaran updatenya? Mo ngetiknya berasa mukaku kek kepiting rebus... Kan kasian Kookie tar bakalan di...tunggu entar deh ya... liat antusias para pencita TaeKook :*
Maaf belum bisa balas-balas review..
Makasih banget buat yang udah review dan rela di php saat baca ff ini karna dari kemarin si Kookie gajadi di-'anu' sama Empi :*
Author bahagia karena kalian mau membaca ff dari Author yang masih kentang ini T^T
Thank you..
Jangan lupa baca juga versi aslinya.. pake bahasa Inggris sih tp beda ceritanya tp ide aslinya begitu.. yang itu mereka putus (ups..)
Loph you all..
