Chapter 5

.

.

.

Warning !

Content 21 tahun ke atas.. Isinya YAOI/GAY/HOMO gituan semua 95%

Authornya lagi mode nista di chapter ini..

Gak tanggung kalau kalian kehilangan kepolosan kalian..

Muahahahahhahahahhaha #evilsmirk

.

.

.

3

2

1

Start

.

.

Tangan Taehyung mulai merambat mulai dari mengelus leher kekasihnya, turun perlahan dengan gerakan sensual menuju ke dua nipple Jungkook dan memilinnya dengan keras membuat si pemilik meleguh disela-sela ciuman mereka tanpa melepaskan tautan bibir mereka. Tangan Taehyung semakin turun ke bawah.

Turun melewati perut kotak-kotak milik kelinci manisnya.. menimbulkan suara indah yang keluar dari mulut kekasih kelincinya itu..

Semakin turun..

Turun..

Turun..

.

.

.

Tangan Taehyung kini sudah berda di kejantanan Jungkook. Meremasnya kuat hingga membuat Jungkook mendesah melengkungkan badannya. Satu tangan Taehyung menggenggam erat kejantanan Jungkook, tangan yang lainnya mulai mengelus entrance tempat Taehyung akan memasukkan miliknya yang sudah semakin mengeras. Bibir Taehyung turun menyusuri leher kekasih manisnya menuju nipple pink di bawahnya menggigitnya dengan gigitan sensual. Jungkook mengerang menjambak rambut Taehyung untuk menyalurkan kenikmatan yang ia rasakan.

"Arrrrgggg... Hyungiehhhh..." Jungkook berteriak karna Taehyung memasukkan 2 jari sekaligus ke dalam holenya dalam satu kali hentakan.

"Ahn.. ahn.. " Taehyung memasukkan satu jari lagi dan memperdalam tusukan jemarinya, menyentuh sweet spot milik namja kelincinya yang kini menggeliat tanpa kontrol di bawahnya.

Taehyung mempercepat gerakan jarinya di dalam sana, mempercepat gerakan tangannya di kejantanan Jungkook, melumat bergantian nipple pink milik Jungkook dengan penuh nafsu.

"Hyung.. Fasterrr.. nghhh... Please..." Seketika itu juga Taehyung menghentikan aktifitasnya, menarik keluar jemarinya dan menegakkan tubuhnya dan memandang Jungkook yang mengerang frustasi karna puncak yang hampir ia capai terhenti tiba-tiba.

"Hyung.. wae? Enghhh... Jebal... Hyungieh.." Jungkook semakin meracau. Menggeliat di atas sofa memandang kekasihnya di atas sana yang menatapnya dengan ekspresi datar.

"Say the words bunny.." Ucap Taehyung tajam dengan nada yang mendominasi.

Jungkook menggigit bibir bawahnya. Menatap kekasihnya. Mengerti apa yang dimaksudkan. "Oppa... " Jungkook mendesah dengan suaranya yang dibuat semenggoda mungkin.

"Siapa yang kau panggil oppa Bunny?!" Tanya Taehyung dengan suara husky dan smirk andalannya yang membuatnya terlalu.. errr... sexy...

"Tae..hhh... nggghhhh..." Jungkook mendesah saat Taehyung mulai menggesekkan ujung miliknya di entrance miliknya.

"Dugu?" Taehyung mulai memasukkan dan mengeluarkan ujung miliknya, membuat Jungkook semakin frustasi.

Jungkook menatap sayu kekasihnya. Tangan kanannya memegang nipple kiri miliknya. Tangan kiri memasukkan 3 jemarinya kedalam mulut lalu ia mendesah, "Tae-oppa... emmm..." Jungkook menghisap jemarinya. "Thrust my slutty hole hard Oppa... emmmmnghhh..."

Taehyung membulatkan matanya, kontrol yang ia punya hilang sudah. Sedetik kemudia Jungkook berteriak sangat kencang saat Taehyung memasukkan miliknya sekali hentak tanpa aba-aba dan langsung menyentuh sweet spot milik Jungkook membuat Jungkook cumming seketika itu juga. Tetapi Taehyung tidak berhenti menghentakkan miliknya membuat tubuh Jungkook tersentak dan sulit untuk bernafas pasca puncak kenikmatan yang telah ia capai duluan.

Taehyung mengangkat satu kaki Jungkook memutar posisi badan kelincinya itu untuk menungging. Menarik pinggul kekasihnya untuk lebih ke atas tanpa berhenti menghentakkan miliknya di dalam sana. Jungkook menenggelamkan kepalanya di dudukan sofa, mencengkeram ujung sofa mencoba menopang badannya dan menyalurkan kenikmatan yang ia dapatkan karna Taehyung sedari tadi menyentakkan miliknya menyentuh sweet spot tanpa pernah meleset sedikitpun. Jungkook mengerang dengan indahnya, lebih indah dari saat dia menyanyi –menurut Taehyung-.

Taehyung menyentak dengan kasar, kuat, tanpa kontrol. Ruang tengah dorm Bangtan dipenuhi suara erangan dan desahan yang sangan kencang. Jika para hyungnya ada di sini mungkin Taehyung sudah digantung oleh Jin dan Namjoon.

Rektum Jungkook menyempit menimbulkan erangan dari Taehyung, "Tae...ah... Op..paahhhh..." Jungkook mencapai klimaksnya untuk ke sekian kalinya. Sebutan Oppa membuat Taehyung semakin gila menghentakkan miliknya. Taehyung masih belum ingin berhenti menumbuk hole kekasihnya.

Kini ia memutar badan Jungkook kembali untuk terlentang. Miliknya terlepas dari dalam sana. Taehyung mengangkat kaki Jungkook dan meletakkannya di bahunya. Jungkook sedang menarik nafasnya dan tercekat tak bisa bersuara saat Taehyung melesatkan miliknya tanpa aba-aba kembali ke dalam tubuhnya. Badan Jungkook tersentak hebat. Napasnya tersengal mencoba meraup oksigen yang terasa menipis karna terbakar oleh kegiatan panas mereka.

Jungkook mulai merasa lemas karna pasokan oksigen yang dirasa sangat kurang. Taehyung menurunkan badannya menggigit tulang selangka milik Jungkook membuatnya berteriak histeris karna rasa nyeri luar biasa, meninggalkan cetakan gigi yang kini berwarna keunguan dan hampir berdarah. Kesadaran Jungkook dari obat yang ia minum mulai kembali karna rasa sakit itu, ia mengedipkan beberapa kali matanya untuk menghilangkan kabut yang menyelimuti matanya. Ia terkejut mendapati kekasihnya yang sedang menyentakkan tubuhnya di atas sana. Menyadari rasa nikmat di dalam dirinya yang terus ditumbuk dengan liarnya.

"Ah.. apa.. ah.. yang.. ah.. kau.. ah.. la.. ah.. ku..nghh..kan..." Jungkook mencoba berkata-kata tapi sia-sia karna Taehyung sudah tak bisa mendengar apapun. Dirinya sudah ditutupi oleh nafsu yang selama ini ia tahan.

Tak lama milik Taehyung berkedut di dalam sana, membuatnya semakin mempercepat gerakan pinggulnya. Jungkook mengerang. Menyempitkan holenya. Taehyung mengerang saat dirinya mencapai klimaks tetapi tidak berhenti menggerakkan pinggulnya mencoba memasukkan miliknya sedalam mungkin. Kepala Taehyung mendongak menikmati puncak gairahnya yang akhirnya tersampaikan.

"Ahhhhhhh... Hyungieh... Ahhhh... apahhh.. inihh.. TAEHYUNGIEEHHHH... AAAHHHHHHH..." suara Jungkook melengking dengan tingginya... Nafasnya tersengal-sengal. Dia mencapai orgasme yang selama ini tak pernah ia rasakan. Ya.. Dia mengalami dry orgasm (FYI : orgasme tanpa mengeluarkan sperma) pertamanya. Cahaya putih menyelimuti matanya dan gelap seketika. Jungkook pingsan.

Taehyung menjatuhkan badannya di atas tubuh namja indah di bawahnya menciumi leher kekasihnya yang telah pingsan karna ulah liar sang dominan dan memberikan beberapa tanda kemerahan di sana.

"Tae.. Sudah selesai?! Sekarang beritahu aku dimana lube aroma mint yang kemarin kita beli. Aku tak bisa menemukannya di kamar kita." Suara cempreng menghentikan aktifitas menandai Taehyung. Tehyung memutar kepalanya ke arah sumber suara yang ia yakini dari depan pintu kamar miliknya.

Taehyung berdiri, merapikan celananya tp tidak memakai kembali kaosnya. Menutupi tubuh kekasihnya dengan selimut yang sebelumnya ia pakai lalu mengangkat tubuh kelinci manisnya itu ke dalam kamar. Melewati lelaki pendek yang berdiri di depan pintu tanpa memperdulikannya. Ia membaringkan kekasihnya di ranjang milik Taehyung, mengecup bibirnya sekilas. Lalu Taehyung berdiri memutar badannya berhadapan dengan sahabatnya yang pendek dan sedari tadi tersenyum dengan sangat menyebalkan ke arahnya.

Taehyung menghela nafas sebelum berucap malas, "Tunggu sebentar Chim. Siapa suruh kau tadi pagi lupa tak memintanya padaku." Taehyung bergerak menuju lemari kecil miliknya dan mengeluarkan sebuah kotak dari dalamnya.

"Astaga Tae... Jin-hyung pasti akan membunuhmu jika ia tau kau menggunakan barang-barang ini ke anak kelinci kesayangannya." Jimin bergidik ngeri melihat isi kotak yang Taehyung keluarkan. Bagaimana tidak, isi kotak itu : Tali tambang berwarna merah, cock ring, belt-belt berbagai ukuran dan panjang berwarna merah, vibrator, anal bead, dll. Intinya isi dari kotak itu adalah sex toys dan alat-alat BDSM lainnya.

"Haisshhh Jimin... berisik sekali.. Aku belum pernah menggunakannya ke Jungkook." Taehyung mengambil botol berwarna hijau dengan gambar daun mint di permukaan botol itu.

"Berarti kau akan menggunakannya kan?" tanya sahabatnya –yang merupakan Jimin- dengan selidik.

"Iya.. malam ini.. setelah aku membereskan ruang tengah."

"Jadi ini masih baru?" tanya Jimin lagi sembari mengambil salah satu vibrator pink berbentuk telur dari dalam kotak itu.

"Kalau kau mau kau boleh ambil satu. Atau kalau kau mau dua juga tak apa. Aku beli yang model itu ada setengah lusin." Kata Taehyung sembari mendudukkan dirinya disebelah kekasihnya yang tertidur –pingsan sebenernya.

Taehyung melempar satu lagi vibrator yang masih terbungkus rapi –masih baru- ke arah sahabatnya dan ditangkap dengan sigap.

Jimin mengerutkan dahi sejenak lalu dia nyengir.

"Hentikan cengiran mesummu itu Park."

Jimin mengangkat sebelah alisnya melihat ke arah Taehyung dan dia masih nyengir, "Tae.. kau benar-benar akan menggunakan semua itu malam ini ke Jungkook setelah adegan hardcore panas 21 tahun plus plus tadi? Jin-hyung, Monie-hyung, Hobi-hyung, Manager-hyung, Coordi-noona akan membunuhmu jika mereka tau kalau kau-"

"Chim.. dimana Yoongi-hyung?" pertanyaan Taehyung menghentikan ocehan Jimin.

Seketika Jimin menghambur keluar dari kamar dan sedetik kemudian pintu depan dorm mereka terbanting disertai teriakan Jimin yang berterimakasih kepada Taehyung atas 'mainan' yang diberikannya.

Taehyung hanya menghela nafas. Kini ia menatap kelinci manis yang tegah tidur di ranjangnya. Ia melihat kotak 'mainan'-nya. Memasang seringaian mengerikan tetapi tentu saja masih sangat tampan –kapan Empi gak tamvan asdfghjkgfyeruhjg?!. Menjilat bibir bawahnya lalu menyentakkan selimut yang menutupi badan kekasihnya. Memandangi tubuh telanjang kekasihnya.

"Mari bermain kepermainan inti sayang."

Taehyung sibuk memasang 'mainan' barunya ke seluruh tubuh kelinci manis kesayangannya. Setelah selesai ia berjalan keluar menutup pintu kamar, membiarkan kekasinya yang kini terbaring di kasurnya dengan segala 'mainan' Taehyung yang menemaninya di sana.

Taehyung mulai merapikan ruang tengah hasil perbuatan nistanya beberapa jam yang lalu. Tentu saja tempat itu harus rapi dan bersih. Apalagi sofa kesayangan Jin-hyung harus kembali bersih. Taehyung bersyukur ia memasang selimut di sofa sebelum kegiatan panas tadi berjalan jadi ia tak perlu takut sofa itu kotor.

.

..

...

Ruang tengah sudah rapi dan bersih. Taehyung menyemprotkan pengharum ruangan sebagai finishing. Waktu sudah menunjukkan pukul 1 malam. 'Sudah jam segini. Kookie sudah bangun belum ya?'

Taehyung melangkahkan kakinya menuju kamarnya.

Author POV end

Jungkook POV

Kepalaku berdenyut. Aku menggeliat dalam posisiku, kumulai membuka mataku. Mengerjapkannya beberapa kali mencoba menyesuaikan pupil mataku. Kumencoba menarik tanganku untuk mengucek mataku. Tapi nihil. Aku tak bisa menggerakkan tanganku tapi aku mendengar suara gemerincing rantai saat aku mencoba menarik tanganku. Aku mengedarkan pandanganku. Ini bukan kamarku. Ini seperti kamar trio hyung pengacau. Ranjang ini...

Mataku seketika terbuka. Menyadari bahwa tangan dan kakiku telah terbelenggu tak bisa bergerak. Aku mencoba menggerakkan badanku dan berteriak. Alangkah terkejutnya diriku mendapati mulutku tersumpal benda bulat seperti bola yang terikat dengan bahan kulit dan melingkari kepalaku.

CEKLEK...

Pintu kamar ini terbuka. Aku menatap horror sosok lelaki yang sangat kukenal tengah berdiri di ambang pintu –topless. Menatapku dengan seringaian kotak mengerikan yang sudah lama tak kulihat. Ugh.. tapi tak dapat dipungkiri bahwa dia begitu tampan. Aku mencoba mengerahkan sisa-sisa kekuatan yang kumiliki untuk mencoba membebaskan diri. Tapi nihil. Badanku terasa sangat letih dan belitan-belitan ditubuhku sangatlah kuat seolah semakin mengerat saat aku memaksa bergerak.

"Kau sudah bangun kelinciku yang manis?!" Lelaki itu mengeluarkan beberapa benda kecil dari dalam sakunya dan mulai menekannya satu-per-satu.

Sedetik kemudian aku mendengar suara benda bergetar. Sekujur badanku serasa tersengat aliran listrik.

"Ahhhhhhhhnnnngggg..."

Jungkook POV end

.

..

...

Huaaaaaahhhhh... Akhirnya... keluar juga (apanya?)

Astaga ini cerita laknat banget.. Nista parah.. Authornya juga nista.. Yang baca juga /eeh

Tp emang selalu membayangkan Empi itu sangat seksi tiap dia mainin lidahnya -emang seksi Thor... OMG *Q*

Hohoho... Makasih support kalian.. Akhirnya punya kesempatan juga nulis ginian.. Ini baru kelar banget nih nulisnya dari jam 11 malam ampe jam 1 malam (sombong).. Jelang sahur.. Ahahaha...

Jimin gak ngapa2in mereka kok.. gak ganggu .. Jimin mah anak baek2 kalau gak lagi di kasur sama Suga XD

Sekali lagi thanks buat para manusia-manusia pembaca dan reviewnya.. Tadinya chapter ini mo berhenti sampe obrolan Empi sama Jimin. tp anggap saja bonus karna sedari kemarin ngupdatenya pendek-pendek ke Suga. /alasan.. padahal emang karna Author lagi dapat pencerahan aja trus ngegantungin kalian lagi.. ahahahaha...

Bayangin aja dulu lah ya si Kookie mo diapain lagi sama si Empi yang kegantengannya sungguh nista itu ,

Malah curhat.

Enjoy gans.. Awas yang puasa batal loh kalau baca pas jamnya puasa :P