Chapter 6
.
.
.
Banyak typo betebaran. Humm.. ini ngomong-ngomong ff isinya sex terus gak sih?! Astagaaaayyyy... Author sepertinya isi otaknya mesum yakk :"
Maapkeun para Reader-nim..
.
.
Enjoy
.
.
Author POV
"Kau sudah bangun, kelinciku yang manis?!" tanya Taehyung dengan smirk mengerikan yang sexy di wajahnya. Dia berdiri di depan pintu menikmati pemandangan di atas ranjang miliknya. Yang berada di atas kasur menatap horror sosok yang berdiri di ambang pintu. Badannya menggeliat mencoba melepaskan belenggu yang menahannya dan bibirnya berusaha mengeluarkan suara. Pemandangan yang sangat sulit untuk Taehyung lewatkan. Tanpa sadar dia menjilat bibir bawahnya. (OMG Empi itu pasti sexy dan ganteng banget/plakkk *O*)
Taehyung mengeluarkan beberapa benda kecil dari sakunya. Dia berpikir, 'Mana dulu yang harus ku nyalakan ya? Yang di bawah? Yang di atas?' lalu dia menampilkan seringaiannya ke arah namja yang menggeliat di atas kasurnya, 'Bagaimana jika semuanya kutekan saja.' Lanjutnya dalam hati.
Sedetik kemudian terdengar suara erangan dari namja manis kelinci miliknya di atas kasur. Badannya mengelinjang hebat. "Ahhhhhhhhnnnngggg..." erangan tertahan milik kekasihnya yang sedang di atas kasur itu bagaikan lantunan paling merdu yang pernah di dengar Taehyung.
Taehyung mendekat ke arah ranjang memandang dari dekat malaikat yang telah ia belenggu di atas ranjangnya. Mata sayu kekasihnya begitu indah di mata Taehyung. Ya.. Mata Jungkook yang sudah meneteskan air mata karna tak kuasa menahan semua rangsangan yang ada di tubuhnya.
Taehyung mendekatkan kepalanya ke telinga Jungkook dan berbisik, "Kau sangat cantik sayang. Ini hukumanmu karna mengacuhkanku selama seminggu ini." Lalu ia menjilat telinga Jungkook dengan sensual.
Taehyung menegakkan badannya, memandang tubuh kekasihnya yang kini begitu indah di posisinya. Belt-belt yang mengikat kedua tangannya di kepala ranjang. Kedua kaki Jungkook yang kini terbuka lebar dengan belt yang mengikat kakinya menekuk dan dihubungkan ke pinggiran tempat tidur. Oh.. dan jangan lupakan beberapa aksesoris yang ada di tubuh Jungkook. Dua vibrator yang kini ditempelkan di nipple Jungkook, dua lagi ada di kejantanannya yang tak bisa mengeluarkan cairan nikmat miliknya karena cockring yang terpasang erat di sana membuat Jungkook frustasi. Taehyung menyeka saliva dari sudut bibir kekasihnya yang tertutup oleh gag-ball sehingga kekasihnya sedari tadi hanya bisa mengerang dan mendesah tertahan. 'Sungguh indah.' Bisik Taehyung dalam hati.
Jungkook yang kini berada di atas ranjang hanya dapat pasrah dengan apa yang akan terjadi padanya setelah ini. Matanya begitu sayu dan sesekali meneteskan air mata. Berharap kekasihnya mau melepaskannya. Mata Jungkook membulat dan ia mengerang saat Taehyung menyalakan vibrator yang tertanam di manholenya dengan kecepatan maksimal. Badannya meronta minta untuk dilepaskan. Cockring di kejantanannya membuatnya tak bisa mencapai klimaks untuk kesekian kalinya. Badannya melengkung dan harus merelakan mencapai puncak tanpa mengeluarkan benihnya. Rasanya menyakitkan tapi tak tertahankan.
Entah sejak kapan Taehyung sudah duduk di ranjang Hoseok yang berada di seberang ranjangnya. Dia masih menikmati 'menyiksa' namja kesayangannya. Dia memainkan remote vibrator yang ada di tangannya. Menaik-turunkan kecepatan berulang kali. Mungkin ini baru 15 menit yang singkat bagi Taehyung untuk menikmati blue film menggairahkan dengan kekasihnya sebagai pemeran utama, tapi untuk Jungkook, itu adalah neraka kenikmatan yang sangat panjang.
Author POV end
Taehyung POV
Kini aku berbaring di ranjang Hoseok-hyung, memiringkan badanku ke arah ranjangku diseberang sana. Menikmati indahnya tubuh kelinci manisku yang sedang menggeliat menikmati kenikmatan –siksaan- yang kuberikan sejak 15menit yang lalu. Ugh.. indah sekali.
Aku mulai horny. Yah aku sudah horny sejak tadi. Tapi melihat Jungkook seperti ini membuatku semakin horny. Aku mulai menyelipkan tanganku ke dalam celanaku, memijat juniorku yang memang sudah berdiri sejak tadi. Menggenggamnya dan menaik turunkan tanganku di dalam celanaku. Memejamkan mataku menikmati erangan kekasihku yang mendesah frustasi tertahan. "Ughh.. Kookieku sayang.. Mendesahlah lebih keras sayang..." Aku mengambil dua remote vibrator dan menyalakannya maksimal. Sedetik kemudian aku mendengar Kookie-ku mengerang dan aku melihatnya menggelinjang di atas kasur, gemerincing rantai terdengar begitu keras saat Jungkook meronta di atas kasur. Aku mengocok juniorku lebih cepat sambil melihat adegan panas di ranjangku.
"Ughhh... Ahnnn... Ahhhhhh..." aku mencapai klimaksku. Aku memang bermain solo seminggu ini dengan membayangkan Jungkook. Tapi tak ada yang bisa mengalahkan rasa nikmat bermain solo melihat secara live kekasihmu yang sedang menggeliat penuh gairah.
Hmm.. kurasa juniorku belum bisa tertidur. Tentu saja. Aku akan menidurkannya dengan bantuan kekasihku. Aku tak akan puas hanya dengan bermain solo. Siapa juga yang berencana bermain solo malam ini –smirk-
Aku mulai beranjak mendekati ranjangku tak lupa dengan remote-remoteku yang sudah kuturunkan kecepatannya, lalu aku melepaskan vibrator yang ada di nipple Jungkook satu persatu. Sekarang aku melepaskan ikatan di kedua kaki kekasihku. Aku mendengar helaan lega nafas Jungkook saat aku melakukannya. Kini aku menindih badan sempurna milik kelinci manisku ini. Pipinya yang chubby dan memerah, mata sayunya mengalirkan air mata yang memohon agar badannya diterjang. (please Tae. Dia minta dilepasin =='')
Kini telah kulepaskan gag-ball yang ada di mulutnya.
"Hyungieh.. hiks.. appo.. hiks.. lepaskan.." tak ada yang bisa mengalahkan betapa manisnya rengekan kekasihku ini.
"Yang mana sayang?" aku mengecup lembut pelipisnya.s
"Semuanya.. please.. ini sakit.. hiks.."
"Satu-satu sayang. Mana yang kau ingin untuk kulepaskan terlebih dahulu?"
" Cockring dan vibrator di sana... hiks.. appo.. aku ingin keluar.. hyungieh.. hiks.."
"Baiklah.." aku menyalakan vibrator yang ada di Jungkook junior yang sudah sangat keras dan melepaskan cockring yang melingkar di sana.
"Arrrrggggggggg... Ahhhhhhhhh... Tae-hyungiehhhmmppp..." Jungkook menyemburkan lava putihnya begitu banyak. Aku mencumbu bibirnya dengan lahap. Melesakkan lidahku untuk mengajak miliknya berperang di dalam sana. Tentu saja aku yang menang. Kurasa Jungkook terlalu lemah saat ini. Tapi aku tetap mengulum bibir manisnya, mengabsen deretan giginya dan menarik lidahnya untuk kuhisap. Tanganku merambat turun memilin nipplenya sebentar, turun kembali untuk melepaskan dua vibrator di juniornya lalu naik lagi ke nipple Jungkook untuk bermain di sana.
Kutenggelamkan kepalaku di ceruk leher putih dan lembut milik kekasihku. Mendengarnya mendesah lemah, mengucapkan namaku. Aku menghisap leher putih mulus itu, menghisap, menggigit, menjilat, dan menghisapnya lagi meninggalkan jejak merah keunguan kepemilikan milikku. Kookie hanya bisa mendesah.
Kini tanganku turun memijat junior Jungkook. Menimbulkan desahan indah dari mulutnya. "Taehhh.. ungghhh.." dan kini si junior sudah berdiri kembali dengan sempurna. Hahaha..
Taehyung POV end.
.
.
.
Cieeeee... update abis lebaran.. Mohon maaf lahir batin ya semua.
Maaf masih gantung kek kolor Jimin di jemuran. Bingung mo diapain dan gimana nulisnya. tinggal dikit lagi seharusnya.. tp mau tar aja.. mau cari pangsit dulu.. /plakkk
Wangsit maksudnya.. ehehehe
Maaf gabisa balas review para reader satu persatu tp diri ini membaca semuanya kok satu persatu dan diresapi semuanya..
Makasih banyak buat yang masih setia mengikuti cerita gaje ini.. Diri ini bahagia..
Makasih banyak pokoknya buat semuanya yang udah baca, review, ngefavorite, numpang lewat. apapun itu makasih banyak..
Kritik dan saran sangat diterima.. biar tulisan author bisa lebih baik lagi.. ehehe
Thank you :*
PS. Next mo liburannya Namjin dulu? atau MinYoon dulu? atau mo HoPeZi(dibunuh sama shipper HoZi) dulu?
