Chapter 7
Author POV
Sekarang pukul 3 dini hari. Udara di luar sangatlah dingin. Tapi tidak dengan salah satu kamar di dorm Bangtan.
"Hyungiehh.. please stop." Suara lemah Jungkook tak diindahkan oleh kekasihnya yang sedang asik mengulum juniornya seperti sedang memakan es loli.
"Ah.. Hyung jebal.. aku lelah.." Jungkook hanya bisa memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya yang merah, ia terlalu lemah bahkan untuk menggerakkan tangannya. Siksaan kenikmatan yang ia rasakan sejak berjam-jam yang lalu membuatnya kehabisan tenaga. Taehyung sudah mematikan vibrator di dalam hole Jungkook tapi tak melepaskannya dan dia masih asik menikmati junior milik adik kesayangannya.
"Lalu kau mau apa sayang?" Taehyung mensejajarkan wajahnya dengan Jungkook. Menatap lekat manik berkabut kekasihnya dan tiba-tiba menyalakan vibrator yang ada di dalam hole sempit Jungkook dengan kecepatan tertinggi. Sekujur tubuh Jungkook menegang, badannya menggelinjang merasakan kenikmatan yang menyerangnya. Suara desahan putus asanya menggema bak dentingan musik merdu di telinga Taehyung.
"Lihat aku sayang. Tatap mataku. Aku ingin menikmati keindahan wajahmu." Bibir Taehyung melumat bibir Jungkook untuk mendapatkan atensinya. Satu tangan Taehyung memompa junior Jungkook, satu tangannya lagi digunakan untuk mencengkram surai Jungkook memaksanya untuk tetap menatap wajahnya. Sejujurnya Taehyung juga sudah tidak tahan lagi ingin menuntaskan hasratnya, tapi melihat Jungkook tersiksa dengan kenikmatan adalah hal yang menyenangkan untuk Taehyung.
"Hyungieehhh... Aku.. mau.. akh.. " Taehyung tau yang dimaksud Jungkook. Dia menarik tiba-tiba vibrator yang masih bergetar membuat puncak kenikmatan kelinci manisnya tertunda dan menimbulkan erangan frustasi. Jungkook merasa sangat kosong di bawah sana. Taehyung melepas kaosnya dan membuangnya ke sembarang arah dan menurunkan celananya.
Tanpa aba-aba Taehyung menghentakkan miliknya masuk ke dalam hole Jungkook menghasilkan erangan erotis dari sang pemilik hole. Jungkook meremas bantal dan seprai menyalurkan rasa sakit dan nikmat yang ia rasakan karna Taehyung langsung menumbuk prostatnya. Saat itu pula Jungkook menembakkan spermanya untuk ke sekian kalinya.
"Ahh... Kau masih saja sempit sayang." Taehyung terengah mendapati juniornya diremas begitu kuat di dalam sana. Taehyung mulai menggerakkan pinggulnya maju mundur dengan tempo menghentak dan cepat tanpa memperdulikan Jungkook yang terkulai lemas setelah orgasmenya.
Badan Jungkook tersentakkan berulang kali mengikuti hentakan Taehyung yang memasukkan juniornya. Kelopak mata Jungkook terasa begitu berat, ia sangat lelah. Mata sayunya memandang kekasihnya yang sedang menggagahinya. Taehyung begitu tampan, mempesona, menggairahkan, memabukkan. Tapi mata Jungkook sudah tak bisa diajak kompromi. Perlahan matanya terpejam disela-sela desahan lemah yang ia keluarkan.
"Hyu..nghhh..." suara lemah Jungkook begitu kecil dan menghilang seraya dengan beratnya kelopak matanya.
Mata Jungkook semakin menutup.
Lelah matanya tak sanggup lagi untuk dibuka.
Matanya semakin menutup..
Menutup..
Menutup...
Dan...
PLAKKKK
Mata Jungkook membulat, tangan kirinya reflek memegang pipinya yang terasa panas. Air mata Jungkook hampir jatuh dan isakannya hampir saja terdengar jika saja tidak digantikan dengan suara memekik dari mulutnya.
Taehyung menyeringai di atas Jungkook tanpa menghentikan gerakan pinggulnya. Menikmati kelinci manisnya yang sedang menggeliat dengan mata membulat, nafas yang tersengal, dan tangan yang mencoba melepaskan cekikkan kuat dari Taehyung. Ya.. Dia DICEKIK TAEHYUNG!
"Aku belum selesai sayangku.." Bisik Taehyung lembut sembari melonggarkan cekikannya, melihat bekas merah melingkari leher Jungkook. Taehyung memiringkan badan Jungkook dan meletakkan satu kaki kekasihnya di pundaknya."SIAPA YANG MENYURUHMU UNTUK TIDUR HAH?!" Hentakan pinggul Taehyung semakin kasar dan tangannya menampar bokong Jungkook.
"ARRGGG... HYUUUNGG... Pelan.. pelan.. ARRRGGG..." Jungkook meracau, tamparan pada bokongnya menyadarkan kesadarannya secara penuh.
"Siapa yang kau panggil hyung sayang?" Taehyung mendaratkan satu tamparan lagi.
"Ughhh.. ah.. there.. Hyu... Arrgghhh..." Taehyung menampar bongkahan kenyal itu lagi.
"Siapa?" suara Taehyung begitu dalam, serak.. membuat bulu kuduk Jungkook berdiri.
"Op..pa..." jawab Jungkook dengan suara tersengal. Taehyung masih tidak mengurangi tempo gerakannya. Menumbuk prostat manis milik Jungkook yang membuatnya semakin gila.
"Dugu Oppa?" Taehyung membaringkan badannya di belakang Jungkook, memiringkan badannya menyesuaikan badan Jungkook tanpa berhenti menghentakkan pinggulnya.
"Tae.. Oppa... Ah.. Ah... OPPA... almost... there... ah..."
Seringaian Taehyung melebar, juniornya semakin gencar menumbuk hole Jungkook. "Bersama sayang." Taehyung memeluk Jungkook dari belakang, mempercepat gerakan pinggulnya... Kepalanya ia tanamkan di ceruk leher Jungkook.
Si manis semakin meracau, mendesah dan mengerang dalam pelukan sang dominan yang tengah menggagahinya. Badannya menegang saat dirinya mencapai puncak kenikmatan untuk kesekian kalinya.
"AAAARRRGGGG TAEEE OPPAAAAA..." kelinci manis Taehyung berteriak sembari menjambak rambut kekasihnya tak kala orgasmenya berbarengan dengan rasa nyeri akibat gigitan pada lehernya.
Taehyung menengkurapkan badan Jungkook, mengeratkan pelukannya dan menekan juniornya sedalam mungkin mengeluarkan benih cintanya di dalam kekasih manisnya.
Deru nafas yang tersengal karena kelelahan memenuhi ruangan itu. Taehyung melepaskan koneksi antara mereka berdua membiarkan lava putih mengalir dari dalam membalikkan badan Jungkook mengecup bibir manis kekasihnya dengan lembut dan berkata, "Tidurlah sayang."
Jungkook hanya mengangguk dan tersenyum lemah memejamkan matanya, ini adalah sex yang paling melelahkan menurut Jungkook. Ia bahkan tak punya energi lagi untuk sekedar membalas ucapan selamat tidur dari kekasihnya.
Nafas Jungkook mulai tenang. Namja yang lebih tua berbaring di sebelahnya. Memeluk posesif hingga ia pun ikut tertidur dengan nafas seirama dengan kekasih manisnya.
.
.
.
.
.
.
End.
.
.
.
TAEHYUNG syetan memang.. apalagi author sama reader ff ini /plakkkk
Akhirnya abis juga ini story.. kelamaan updatenya jadi hotnya ke pending..
Author memang gak pandai motong cerita :"
Masih noobs.. Maapkeun..
Maafkan Author.. baru bisa update T^T
Semua gara-gara internet positif.. gabisa buka FFn.. syedih..
Thanks buat supportnya.. love you all..
Mo lanjutin ke MinYoon dulu.. tp nanti ya.. masih dicoba menulisnya.. belum kebayang sih Yoongi mo di siksa atau gak.. asa kasian Mas Mas unyu pendek gitu , (Please Yoongi 176cm itu tinggi)
See You Soon all..
Salam Emphi :*
