Chapter 8
Sosok manis lelaki bersurai mint sedang merebahkan tubuhnya di atas ranjang sebuah hotel. Matanya terus tertuju pada ponsel yang ia pegang. Sepertinya sedang ada hal yang mengasikkan sehingga dia melupakan bahwa di ruangan itu ada orang lain. Namja yang lebih muda berdiri di sebelah kasur, melihat kekasihnya yang tengah asik dan seakan tak perduli untuk apa sebenarnya mereka ke sana.
"Hyung..." tak ada jawaban.
"Suga-hyung.." mata sang hyung tak kunjung beralih dari ponselnya.
"Yoongi-hyung.." masih tak ada jawaban.
"YA! MIN YOONGI.." suara teriakan namja lebih muda dengan surai orange-nya sukses membuat kekasihnya mendelik tajam ke arahnya.
"Park Jimin. Kau ingin mati huh?!" Yoongi melayangkan tatapan mematikannya lalu kembali menatap layar ponselnya.
"Aku memanggilmu sedari tadi hyung. Lagipula apa yang membuat ponselmu sangat menarik?" Jimin mulai menaiki kasur membaringkan dirinya di sebelah kekasihnya yang hanya berbalutkan bathrobe hotel karna tadi dia baru selesai mandi.
Jimin memeluk badan Yoongi dari belakang, menenggelamkan kepalanya di tengkuk kekasihnya. Menghirup aroma khas kesukaannya yang telah bercampur dengan sabun hotel berbau lavender membuat kekasihnya menggeliat tak nyaman dalam posisinya.
"Kau sedang sibuk dengan siapa hyung?" Jimin berbisik lembut di telinga Yoongi.
"Mmmm... " Yoongi meletakkan ponselnya dan membalikkan tubuhnya agar berhadapan dengan Jimin, "Itu tadi Jin-hyung. Dia khawatir kalau Taehyung dan Jungkook masih belum baikan juga."
Mendengar penuturan kekasihnya membuat Jimin tersenyum penuh arti mengelus surai mint di hadapannya. Kalau kekasihnya ini tau apa yang dilakukan Taehyung tadi dengan maknae kesayangannya bisa dipastikan kekasihnya ini akan menghambur keluar dari kamar hotel dan menyembelih Taehyung. Yoongi memang terlihat dingin tapi sebenarnya dia ini penyayang. Dan Jimin sangat suka saat kekasihnya ini bertutur lembut tp dia juga sangat suka saat kekasihnya ketus kepadanya. (Emang dasar Jimin maso sih )
"Kenapa kau tersenyum seperti itu Jim?!" Yoongi mengernyitkan dahinya dan melanjutkan perkataannya, "Kau tadi pulang kan? Bagaimana mereka?"
"Mereka. Sedang baikkan hyung..." dilanjutkan dengan suara hatinya '...di sofa dorm dan atas kasur'
"Hmm.. baguslah.. aku harus mengabari Jin-hyung." Yoongi mencoba membalikkan tubuhnya untuk meraih ponsel yang ia letakkan di atas meja tapi di tahan oleh Jimin.
Jimin menahan pinggul Yoongi dan menariknya mendekat. Mau tak mau Yoongi semakin merapatkan badannya ke badan Jimin. Jimin sedikit menyentakkan punggung kekasihnya ke kasur, kini posisinya Jimin sedang mengukung Yoongi dalam rengkuhan tangan berototnya. Mendekatkan wajah mereka hingga mereka bisa merasakan nafas masing-masing.
"Aku sudah memberi tahu Namjoon-hyung tadi. Jadi jangan khawatir." Bisik Jimin lembut. "Yang perlu kau khawatirkan saat ini adalah bagaimana Jimin kecil bisa tertidur malam ini." Lanjut Jimin dengan suara berat yang ia bisikkan tepat di telinga Yoongi sembari menggigit ringat telinga yang kini memerah hebat.
Jimin menggesekkan tonjolan di jeansnya ke selangkangan Yoongi yang masih berbalutkan bathrobe. Yoongi hanya bisa meleguh indah apalagi saat Jimin mulai mengecupi leher putihnya yang sebentar lagi akan penuh dengan bercak merah keunguan.
Yoongi menarik rambut Jimin, membawa kepala Jimin menjauhi lehernya. Jimin melihat kekasihnya dengan tatapan lapar. Bagaimana tidak?! Min Yoongi kekasihnya sedang memandangnya dengan mata sayu penuh nafsu. Sesaat kemudian Yoongi menarik tengkuk Jimin dan mempertemukan daging kenyal berwarna merah mereka.
Berciuman dengan ganas. Lidah mereka saling beradu seakan tak mau kalah. Tapi bukan Jimin namanya jika dia tidak bisa mendominasi ciuman itu. Jimin berhasil membuat hyung manisnya kewalahan, menyerang setiap inci mulut kekasihnya dan menghisap lidahnya kuat membuat Yoongi semakin kehilangan akal. Yoongi menarik surai Jimin, memintanya untuk berhenti karna Yoongi sudah hampir kehabisan nafas.
Bukannya berhenti. Jimin menelusupkan tangannya ke bathrobe yang sedang digunakan Yoongi. Memilin tonjolan di dada Yoongi dan membuatnya mengerang dalam ciuman yang tak kunjung di lepas juga. Yoongi semakin menggeliat memukul-mukul dada kekasihnya untuk membebaskan bibirnya.
"Ffuuaaahhhhh... Hah.. hah..."
Yoongi mencoba mengisi paru-parunya sebanyak mungkin dengan oksigen.
Namja muda yang menindihnya tak tinggal diam. Kini ia menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Yoongi, menjilatnya dan menyesapnya rakus membuat nafas yang di bawahnya semakin tersengal.
"Jim... pel..anh...pel-NYAAAHHHH..."
Jimin meremas junior Yoongi di bawah sana. Memijatnya perlahan lalu menggerakkan tangannya semakin cepat.
"Ugh... Jimin... Ah... Faster...Ah... more..."
Tangan kiri Jimin dengan terampil bergerak memanjakan junior Yoongi. Tangan kanannya memilin nipple Yoongi bergantian, bibirnya bergerak naik ke atas mencium bibir manis kekasihnya memerangkap desahan yang keluar dari bibir indah itu dalam mulutnya.
Yoongi mengalungkan tangannya di leher Jimin. Tubuhnya mengejang tak karuan. Tangannya meremas rambut Jimin.
"Jim.. Aku... Ah.. ah... JIMIIIINNN..." Yoongi menyemburkan lava putihnya tak kuasa menahan rangsangan dari kekasih yang tengan mengobrak-abrik kewarasannya.
Pemuda di atasnya bangkit dari acara menindih Yoongi. Melepas baju dan jeansnya melemparnya ke sembarang arah. Meraih sebuah bungkusan yang Yoongi tak tau apa isinya.
"Hyung.."
Tanpa mendengar instruksi lebih lanjut Yoongi mendekatkan wajahnya ke selangkangan Jimin yang kini sudah duduk di atas kasur dan menyandarkan dirinya. Yoongi menarik turun brief yang dikenakan Jimin dan matanya pun membulat sempurna.
Perlahan Yoongi memasukkan ujung junior Jimin yang telah berdiri sempurna. Mencoba mengulum dan memasukkannya ke mulut mungilnya.
"Mmmmpphh... Kau yang terbaik hyung. Masukkan lagi... Ah.." Jimin menengadahkan kepalanya dan memejamkan matanya menikmati perlakuan kekasihnya.
"Hyung.. angkat sedikit pinggulmu.. aku tak bisa meraih lubangmu jika pinggulmu terlalu turun."
Yoongi hanya menurut sambil terus mengulum dan menaik turunkan kepalanya.
Yoongi memekik tertahan saat merasakan dua jari dari tangan kanan Jimin masuk tanpa permisi dengan rasa dingin dari lube yang diambil Jimin saat pulang ke dorm sebelumnya. Jari Jimin menusuk dan memutar disertai gerakan menggunting yang membuat Yoongi tak tahan. Tapi apadaya Yoongi tak bisa berkata apa-apa. Tangan kiri Jimin memegangi kepalanya dan terus menuntut Yoongi untuk tak berhenti memanjakan junior dalam mulutnya.
Mata sipit Yoongi terbelalak saat ia merasakan ada benda asing yang memasuki manholenya.
Satu.
Dua.
Ada dua benda asing masuk dan jemari Jimin yang semakin mendorongnya masuk.
Seringaian mengerikan tercetak di bibir Jimin saat tangan kirinya makin menekan kepala Yoongi dan membantu kepala itu naik turun dengan tempo yang cepat. Tangan kanan Jimin keluar dari dalam Yoongi meraih tombol kecil yang tersambung dengan kabel di dalam hole Yoongi.
"Hyung... Gerakan kepalamu dengan benar."
"Mmmmmpppphhhhhhhhhhhhhhh..."
Yoongi mengerang tertahan saat ia merasakan ada getaran yang sangat kuat dari dalam holenya. Tak sengaja giginya menggesek kejantanan Jimin saat ia terkejut.
"Arrrghhh.. Sial.. Hyung.. Kau nikmat sekali.. Percepat sayang..."
Yoongi menggerakkan kepalanya semakin cepat. Mengulum dan menghisap sesekali. Jimin menekan kepala Yoongi dalam saat ia hampir mencapai klimaksnya. Menekan hingga kejantanannya menyentuh tenggorokan Yoongi dan menyemburkan benihnya di dalam sana.
"Aaaaahhhhhhhhhh..."
"Mmmmmpppphhhhh... uhukkkk..."
Keduanya mencapai klimaks di tempat yang berbeda. Jimin yang klimaks di dalam mulut Yoongi sembari menggerakkan pinggunya agar juniornya masuk lebih dalam dan Yoongi yang klimaks kedua kalinya saat memberi blowjob sembari dimasuki 2 vibrator yang sialnya begitu nikmat.
Jimin menarik keluar vibrator dari dalam hole Yoongi. Memposisikan kekasihnya dengan baik di atas kasur. Yoongi terlalu lemas. Ini pertama kalinya Jimin menggunakan mainan yang ternyata membuat Yoongi sangat kewalahan. Mata sayunya menangkap Jimin yang tengah meletakkan sebelah kakinya di atas pundak berotot yang terlihat begitu kokoh.
"Hyungieh.. maaf aku sudah tak tahan."
Seketika itu juga Jimin menghujam masuk ke dalam Yoongi dan menggerakkan pinggulnya dengan kasar.
"Aaaahhhhh... Jim.. aku baru saja... ugh... ah... shitt..."
Rasa geli yang ditinggalkan vibrator tadi belum hilang tapi Jimin malah menghujamnya. Yoongi kini benar-benar menggila. Katakan saja dia gila karna sekarang ia ikut menggerakkan pinggulnya mengimbangi Jimin yang tengah menggagahinya dengan ganas.
"Ah.. there.. yes... Jim... faster.."
Yoongi meracau membuat Jimin semakin bersemangat. Suara deritan tempat tidur semakin keras seperti akan roboh kapan saja.
Gerakan keduanya semakin tak beraturan. Semakin cepat mengejar kenikmatan masing-masing. Jimin semakin menyentakkan miliknya dan Yoongi membantu Jimin masuk seolah ingin Jimin masuk lebih dalam lagi.
"AAAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHH JIMIIIIIIIIIIIIIINNNNNNNNNNNNNNNNNN"
"YOOOOONNGIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII"
Keduanya mencapai klimaks bersamaan. Nafas keduanya memburu mencoba menstabilkan diri. Jimin ambruk di atas tubuh kekasihnya dan mengecup kilas bibir manis di depannya.
Kini nafas keduanya perlahan mulai stabil.
"Hyung.."
"mm?"
"Dua ronde lagi ya." Jimin menampilkan cengiran polosnya.
"Yakkk...! Park Jimin...! cepat keluarkan milikmu.."
"Hehehe..."
"Apa yang kau... ah.. jangan membesar tiba-tiba.. berhenti... berhenti... Yakkkkk! Ah.. ah..."
Suara protes Yoongi berganti menjadi suara desahan sepanjang malam itu. Mari kita biarkan apa yang terjadi di ruang hotel itu berlanjut sampai selesai.
.
.
.
.
Astaga... ini authornya mesum sekali.. Maaf ya yang ini rada ngaco :"
Tapi bikin enaenanya Jimin sama Yoongi butuh perjuangan. Harus baca banyak referensi dulu. Bingung sebenernya kalau selain VKOOK...
Trus masih ada tanggungan 2 ff lagi.. ahahha
Thank you buat semuanya yang sudah menemani diri ini yang sangat kentang kalau menulis..
Makasih buat reviewnya... Makasih buat favnya.. Makasih buat follownya... Makasih buat yang sudah mampir membaca atau sekedar lihat-lihat saja...
Kalian terbaik :* (kiss by Jimin.. soalnya Taehyung punya Author sama Jungkook..hahahaha)
Mo curhat.. akhir-akhir ini Jimin tambah ganteng trus seksi gak sih? Itu rambut item sama eyesmilenya dan auranya gak nguatin.. Trus makin bahagia ngeship Jimin sama Yoongi sebenernya / (Bunuh saya!)
Lalu.. Taehyung katanya dapat adegan kissu di Hwarang... Hueee mau juga T^T *plakkk
Ahahahhaa...
Oiya.. ada yang nanyain ini ffnya berhenti di Vkook aja atau gmn?! Jawabannya : GAKKKKK...
NamJin sama HopeZi aja belum :"
Sedang mengumpulkan inspirasi nih... sama tar ada chap bonus Vkook juga.
See you next chap ya Angels :*
