Chapter 9
.
.
.
Warning !
Isi pairnya JHope&Soonyoung X Jihoon
Yang gak tega sama Jihoon jangan baca :"
Author aja gak tega sebenernya..
.
.
Seorang namja berumur 22 tahun sedang duduk santai di apartemennya menonton televisi. Acara musik. Dia sedang duduk di sofa menyandarkan punggungnya yang entah kenapa terasa begitu lelah karena jadwal hari-hari sebelumnya. Di sebelahnya ada seorang namja manis yang tingginya 165cm dengan kulit putih susu sedang bersandar di dada namja yang lebih tua.
"Hyung... libur berapa lama?" tanya namja manis di dekapannya.
"Satu minggu penuh. Wae?"
"Jadi hyung bisa di sini selama seminggu penuh?" mata manisnya membulat bahagia.
"Tentu tidak Jihoonie sayang. Aku tak mungkin pergi dari dorm terlalu lama dan meninggalkan para member yang lain." Jawab yang lebih tua sembari membelai surai merah seperti tomat itu.
"Oh.. jadi hyung hanya ke sini sampai besok lalu pergi lagi? Aku sekarang merasa jadi kekasih simpanan J-Hope sang idol member BTS." Manis. Pout di pipi tembam itu sangat menggoda.
Yang tua tertawa renyah, "Astaga... sayang... tentu tidak.. kau adalah kekasih manisku yang sangat manis. Lihat.. bahkan aku menyebutmu manis berkali-kali. Kau lebih manis dari hyung jadi-jadianmu. Mungkin seharusnya kau yang menyandang gelar Sugar."
"Yakkk hyung.. berhenti menggodaku..."
Tawa mereka lepas memenuhi ruangan itu. Tawa itu berhenti saat Hoseok-nama asli Jhope- mulai memainkan handphonenya dan Jihoon beralih menguasai remot dan menonton spongebob. Hoseok membuka chat group yang berisi 4 orang yang dia tau pasti sama-sama mesumnya dengan dirinya.
Chimchim : Ini gila. Aku baru saja pulang ke dorm mengambil lube dan melihat Taehyung dan Jungkook sedang bercinta di atas sofa. Astaga serasa melihat film porno langsung. Kekekekkekekeke..
Rapmon : Hahaha.. Harusnya kau rekam lalu kau jual.. kurasa banyak fans VKOOK yang rela merogoh koceknya untuk film blue mereka.
Chimchim : Kau kejam hyung.. Kau di mana?
Rapmon : Sedang belanja. Menemani belanja lebih tepatnya. Astaga aku akan menggempur habis-habisan Jinnie setelah ini untuk balas dendam.
Rapmon : (sent image) –barang-barang belanjaan seabrek
Hobihobi : poor Namjoonie. Kekekekkeke.
Rapmon : Sialan. Kau tau tanganku ingin patah rasanya membawa barang-barang ini.
Hobihobi : Setidaknya kau sudah sampai di apartemenmu. Jangan banyak mengeluh nak. Kau bisa menikmati Jin-hyung malam ini tanpa ada yang mengganggu.
Rapmon : Setidaknya aku bisa mencoba mainan baru yang sudah kubeli. :smirk:
Chimchim : Kalian kenapa mesum sekali sih?!
Rapmon : Said someone who make Yoongi-hyung moaning at the bathroom last night.
Hobihobi : AHAHAHAHAHHAHAHAHHAHAHAHHA... Kau benar.. bahkan aku bisa mendengarnya saat aku lewat depan kamar mandi.
Chimchim : Ngomong-ngomong soal mainan. Hari ini Taehyung memberiku 2 vibrator. Dan dia masih punya sekotak besar berisi mainan yang masih baru.
Rapmon : Oh.. lalu?
Chimchim : Malam ini dia berencana memakaikan semuanya ke Kookie.
Hobihobi : Maksudmu kotak laknat miliknya? Semuanya?
Chimchim : Iya yang itu.. entahlah tp memang isinya laknat. Iya semuanya hyung. Bahkan dia menyeringai mengerikan tadi saat di dorm.
Rapmon : Jangan sampai Jin-hyung dan Yoongi-hyung tau. Kupastikan Taehyung mati tenggelam di Sungai Han kalau itu terjadi.
Hobihobi : kekekekekeke... Doakan saja. Aku mau bermain dengan my sweet tomato dulu ya. Bye..
Kegiatan Hoseok mengetik berhenti saat merasakan sepasang mata memandangnya intens. Dia meletakkan handphonenya ke nakas lalu melihat wajah manis menatapnya dengan tatapan menyelidik.
"Hyung kenapa senyum-senyum sendiri melihat handphone?"
"Kau mau tau? Lihat saja. Buka grup chat ByunTaeS"
Hoseok mengerling jahil. Jihoon yang penasaran dan mengambil ponsel Hoseok. Membuka Line Chat lalu melihat ada 2 grup chat. BTS dan BTS(ByunTaeS). Dahi Jihoon mengernyit. Membuka isi chat itu. Muka Jihoon memanas membaca kelanjutan chat yang belum di baca Hoseok.
Rapmon : Jangan main kasar. Nikmati pelan-pelan. Liburan kita panjang.
Chimchim : Hyung kapan-kapan main ber 4 dengan aku dan Yoongi hyung. Pasti menyenangkan. Kekkeekkeke...
Talien : Hei kalian berisik sekali. Mengganggu konsentrasiku memasang benda2 ini saja. (lalu Taehyung mengirim gambar mainannya yang belum dipasang.)
"Yakkkk Hyuuuunggggggg... Kalian semua Byuntae.."
Jihon melempar ponsel ke arah Hoseok yang menangkapnya tanpa susah payah dan tersenyum puas karna berhasil menjahili kekasih manis polosnya. Errr.. Polos? Tidak juga.
Hoseok mendekatkan dirinya ke arah kekasih manisnya. Semakin mendekat memperjelas rona merah di pipi kekasihnya yang kini terlihat hampir sama seperti rambutnya. Benar-benar seperti tomat. Begitu batin Hoseok.
Hoseok mengecup bibir Jihoon sekilas, tapi Jihoon menarik tengkuk Hoseok kuat meminta lebih. Dengan senang hati Hoseok mengabulkan keinginan namja kecilnya itu. Ciuman itu semakin dalam. Hoseok mulai menindih tubuh mungil Jihoon yang kini telah berbaring di atas sofa entah sejak kapan. Ciuman itu begitu dalam, rindu yang begitu lama dipendam tercurah dalam setiap lumatan dan hisapan mereka. Lidah yang saling beradu seakan tak ingin lepas takut kehilangan satu sama lain. Jihoon mulai merasa sesak, ia menarik surai hyung yang sedang memangsanya. Bukannya berhenti, tp Hoseok memperpanjang ciumannya hingga Jihoon menggeliat sambil memukul pundak Hoseok meminta oksigen yang sudah sangat menipis.
Akhirnya tautan itu terlepas. Jihoon mencoba meraup oksigen sebanyak mungkin mengisi paru-parunya dengan udara yang menguap karena ciuman panas mereka.
(Haduh... sabar yakkk... Siapin mental dulu.. Ini author nulisnya degdegan belum siap menodai kepolosan Woozi.. Astagay .. Apa yang diriku pikirkan?! Kenapa jadi lebih panjang dan panas dari MinYoon ?! :"D )
(Oke.. lanjut...)
Bibir Hoseok menelusuri leher putih milik kekasihnya. Dia berdecih kesal.
Seketika moodnya hilang.
Lalu Hoseok bertanya dengan nada dingin dan tajam, "Kapan terakhir kau melakukannya?"
Mata Jihoon membola. Nafasnya masih terengah mencoba menjawab pertanyaan Hoseok. "A-aku.. a-anu hyung.. Itu.. 2 hari yang lalu... dia-"
BRAKKK
Pintu ruang depan terbuka kasar lalu tertutup kasar juga. Deru langkah terdengar dari arah depan menuju ruang tengah di mana Hoseok sedang menindih Jihoon dengan mata tajam yang seolah sedang menelanjangi kebenaran yang sebenarnya sudah ia tahu sejak lama.
"Hoseok-hyung.. kenapa kau tak bilang akan pulang ke sini?" namja yang baru sampai itu berdiri di dekat sofa.
"Ini apartemenku. Suka-suka aku mau pulang kapan." Hoseok mencebikkan bibirnya mengangkat badannya yang menindih Jihoon tp mengangkat tubuh mungil itu ke pangkuannya lalu mengangkatnya seperti koala menuju kamarnya melewati namja yang berdiri di sebelan sofa itu.
Jihoon hanya tertunduk diam menenggelamkan wajahnya pada bahu Hoseok. Sesampainya di kamar, Jihoon dibanting ke atas kasur lalu kaosnya dilucuti sekali tarik oleh Hoseok dengan menahan sedikit emosinya dan Hoseok langsung menindih Jihoon lagi sembari menyesap kuat leher manis itu dengan kasar untuk menimpa bekas merah yang ada di leher Jihoon sebelumnya.
"Eengghhh.. Hyungiehh..." Jihoon hanya bisa pasrah menikmati tiap hisapan kuat di lehernya.
"Astaga hyung. Jangan terlalu kasar begitu pada Jihoonieku." Namja yang baru datang itu ternyata mengikuti Hoseok dan Jihoon sampai ke kamar. Dia sedang berdiri di ambang pintu.
"Jihooniemu? Yang benar saja." Hoseok memutar bola matanya jengah. "Sooyoung-ah. Tak bisakah kau meninggalkanku malam ini. Aku ingin menikmati Jihoon sendirian tanpamu. Aku bosan harus threesome denganmu." Hoseok kini melumat nipple Jihoon dan memilin satu nipple lainnya.
Jihoon hanya mendesah lemah menikmati sentuhan Hoseok tak dapat berkata apa-apa atas perdebatan ringan kedua kekasihnya. Iya... Kedua kekasihnya...
Hoseok dan Sooyoung sama-sama kekasih Jihoon. Kenapa bisa? Ceritanya panjang dan tak akan diceritakan di sini ( Weekkk :P )
Hoseok menarik lepas celana pendek yang dikenakan Jihoon lalu meremat junior di bawah sana menimbulkan erangan manis dari kekasihnya yang begitu memabukkan untuk sekedar didengarkan sekali dan mengacuhkan namja muda lain yang sedang bersandar di rangka pintu kamar itu. Hoseok menaik turunkan tangannya membuat si empunya mendesah tak karuan di bawah kungkungan Hoseok. Tiga jari di arahkan ke mulut Jihoon yang segera melumat dan menghisap jari-jari itu dengan sensual.
"Ronde satu. Boleh kulakukan dengan cepat?" Hoseok bertanya sembari menarik tiga jarinya yang telah basah dengan saliva Jihoon. Mendapatkan anggukan lemah dari namja manisnya, Hoseok memasukkan satu jarinya ke manhole hangat yang ia rindukan.
Dua jari... keluar masuk mendapati sweet spot yang membuat namja di bawah sana mengerang.
Tiga jari.. Nalar Jihoon benar-benar sudah mati dan ia mulai mengerang gila. Saat ia merasa sudah dekat dengan puncak kenikmatannya tiba-tiba 3 jari itu di tarik keluar menimbulkan erangan frustasi dari namja manis itu.
Belum sempat Jihoon memprotes, dia terkesikap saat tanpa aba-aba Hoseok memasukkan miliknya sekali hentak. "AAAAAAAAHHHHH.. Hyuuuuungggg... Eunghhhh.."
Berulang kali Hoseok menghentakkan pinggulnya menghujam ke dalam Jihoon. Jihoon hanya bisa mendesah dan mengerang keras saat titik sensitifnya tertumbuk kuat berkali-kali. Gerakan pinggul Hoseok semakin cepat dan brutal. Begitu juga Jihoon yang ikut menggerakkan pinggulnya seolah mereka sedang terburu-buru mengejar sesuatu. Suasana kamar menjadi sangat panas. Erangan nikmat dari kedua namja di atas kasur itu menggema bak alunan musik penuh dosa. Gerakan semakin cepat.. semakin cepat hingga kasur itu berderit begitu keras.
"Ah.. ah.. Hyungiehh.. Akuhhh... enghh..." Jihoon meremas rambut dan bahu hyung yang tengah menggagahinya, menyalurkan kenikmatan yang diterimanya.
"Sedikit lagi sayang... astaga.. kau sangat sempit dan nikmat.. enghh... enghh"
"Aaahhh... Hyungieh.. Hyunggghhh..."Jihoon mengeratkan pelukannya ke Hoseok.
"Bersama manis...Eeuuungghhhh... AAAAAAHHHHH..."
"AAAAAAAHHHHHHHHHHH..."
Pandangan Jihoon memburam. Deru nafas memburu karna kelelahan terdengar begitu jelas. Hoseok menjatuhkan badannya di atas Jihoon. Mengecup manis bibir ranum yang sudah membengkak itu. Hoseok menarik dirinya yang berada di dalam Jihoon, kini ia mencumbu bibir Jihoon dengan lebih ganas. Memaksa Jihoon membuka akses mulutnya, mengajak daging tak bertulang Jihoon di dalam sana untuk berperang. Jihoon mulai terengah, oksigennya sudah mulai menipis. Hoseok tahu bahwa kekasihnya sudah hampir kehabisan oksigen tapi tetap mencumbunya lebih lama. Jihoon yang sudah tak tahan mencoba mendorong badan Hoseok dan akhirnya tautan itu dilepaskan oleh sang dominan.
Hoseok merasakan ada orang lain yang ikut naik ke atas ranjang.
"Hyung.. Satu ronde.. hanya satu.. aku janji.." Soonyoung menampilkan senyum terbaiknya ke Hoseok.
Hoseok memutar bola matanya lalu mendudukkan dirinya dan menyandarkan badannya di kepala ranjang. Mengusap surai Jihoon dengan lembut. Jihoon mengerti. Dia lalu menungging, mengarahkan wajahnya ke selangkangan Hoseok lalu mengulum milik Hoseok yang sudah setengah terbangun kembali dan dengan cepat membuat Hoseok kecil terbangun.
Soonyoung dari belakang meremas bongkahan kenyal Jihoon membuat Jihoon melenguh tertahan karna mulutnya penuh. Sooyoung melepas kaitan celana jeansnya lalu menggesekkan kejantanannya yang menegang sedari tadi melihat adegan panas kekasihnya dengan err.. kekasihnya yang lain. Mengecup punggung kekasih manisnya, "Maafkan aku Jihoonie. Tapi kau sangat menggairahkan."
Sooyoung melesakkan miliknya sekali hentak, membuat Jihoon memekik tertahan di bawah sana. Namja yang paling tua menarik rambut Jihoon dan meminta Jihoon menungging dengan posisi doggy style (Ya pokoknya kek guguk gitu).
Yang paling tua memposisikan selangkangannya pada mulut Jihoonie manis yang sudah tak bisa berpikir dengan benar dan melesakkan miliknya ke dalam mulut kecil manis di bawahnya. Yang ada dikepala Jihoon saat ini hanyalah tusukan di rongga mulutnya dan tusukan dalam manholenya. Jihoon sudah tak bisa berpikir lagi antara nikmat, tersiksa, dan kecanduan disetubuhi oleh kedua kekasihnya.
(/Mo nangis nulisnya.. asa gak tega sama Woozi tp kok aku masih lanjut aja nulisnya :" )
Suara erangan dua namja yang tengah menggenjot kejantanan mereka ke dalam kekasih manisnya. Desahan kekasih manis yang mungil yang hanya bisa pasrah menikmati tiap friksi gesekan yang terjadi dalam dirinya.
"Ah.. Mulutmu sangat nikmat cantik.. Hisap lebih dalam sayang.." Itu Hoseok yang sedang memegang surai lembut Jihoon dan tetap menggerakkan pinggulnya tak perduli bahwa kejantanannya kini sudah menyentuh tenggorokan Jihoon.
"Jihoonie.. ugh.. ah... kau masih saja sempit.." Itu Soonyoung yang dengan brutal menghentakkan miliknya di manhole Jihoon sambil meremas bongkahan kenyal itu dan terus mendesah.
"Mmmpphhhh... engghhhhh.. ahnnnmmppphh.. mppphhh.." Dan itu Jihoonie yang sedang mendesah tak tau lagi apa yang sedang terjadi. Matanya sudah memburam dan kepalanya sudah pening merasakan kenikmatan bertubi-tubi.
Gerakan di atas kasur itu semakin liar. Hoseok mencapai klimaksnya lebih dulu. Menembakkan cairan hangatnya ke dalam mulut kecil Jihoon yang kini sudah menelan habis cairan itu. Hoseok mendudukkan dirinya kembali untuk bersandar di kepala ranjang. Jihoon memajukan wajahnya menumpukan tangannya di pundak Hoseok. Soonyoung masih menumbuk Jihoon dari belakang.
"Soonyoung-ah.. aku.. engghhh..." Jihoon mendesah.
"Sebentar lagi sayang... engghhh.. AHHHH..."
"Ahhhmmmppppppp..."
Soonyoung klimaks bersama Jihoon yang mulutnya sedang di bekap oleh siuman Hoseok. Soonyoung melepaskan koneksi dengan kekasihnya. Mengecup punggung kekasihnya berkali-kali lalu menarik wajah Jihoon mendekat dan melumat bibir manis itu sebentar.
"Terimakasih baby. Aku harus kembali ke dorm." Soonyoung beranjak dari kasur membenarkan celananya lalu menyelengos keluar dari dalam kamar tp menghentikan langkahnya. "Hyung.. selamat malam. Besok Jihoon libur loh. kekekekeke" Lalu Soonyoung benar-benar keluar dari apartemen itu.
Badan Jihoon masih menegang mendengar kata-kata Soonyoung barusan. Apa? Libur? Bukannya dia tak suka dapat libur. Tapi libur di hari Hoseok berkunjung adalah sebuah bencana lain yang akan di dapatkannya. Jihoon beralih melihat wajah hyung di hadapannya. Seringaian mengerikan terpatri di wajah hyungnya itu.
"Kau tak berpikir kita berhenti hanya sampai sini kan sayang?!" Seringaian itu semakin lebar.
Jihoon menggeleng. Berkata 'tidak' atau dia mencoba mendapatkan kesadarannya lagi?! Entahlah. Kini Hoseok sudah menarik pinggul sempit Jihoon dan mengarahkan miliknya ke hole Jihoon lagi. Uke-on-top...
"Arrrggghhhhh... Hobi-hyungiehhhh..."
Sekali hentak kejantanan Hoseok kembali menghujam hole Jihoon. Dan kini ia berusaha menggerakkan pinggulnya naik turun dengan sisa-sisa tenaga yang ia miliki.
Kembali ruangan itu dipenuhi suara erangan dan desahan.
Baiklah mari biarkan mereka menuntaskan hasrat mereka- No.. Hasrat Hoseok.
Bye...
.
.
.
Astagaaayyyyyyy... maafkan Author... ini sangat absurd dan entah mengapa lebih panjang dari yang MinYoon :" (Tar eike tambahin deh yang MinYoon di chap spesial pake telornya Jimin /slap)
Sepertinya setelah ini saya akan dibunuh sama shipper Soonhoon trus gabisa ngelanjutin bagian Namjin dan beberapa extra lainnya.. RIP AUTHOR...
Ijinkan diri ini melakukan pembelaan/curhat sih sebenernya. Butuh waktu lebih dari 1 minggu nulis bab ini. Kenapa? Sedih saya.. membuat Uri Jihoonie yang manis itu jadi bahan kebejatan DuoHO aka. Hobi sama Hoshi (yang bejat authornya keknya :"v ) Tapi apa mau dikata. Udah plan sedari awal mo bikin trisum walau jadinya abal dan kurang feel begini. HUEEEEE T^T
Btw ... MAKASIIIIHHHHHHHHHHHHHHHH BUAT YANG MASIH SETIA DAN YANG MASIH MAU MEMBACA FF INI.. REVIEW KALIAN SANGAT MENDUKUNG.. THANKS A LOT :*
Bukan Cuma yang review.. tapi yang udah fav.. mampir.. ngefollow.. dan yang kagetnya masih ada juga yang baru mampir dan kepincut(?) sama ff ini.. Huahhhh... Kalian tau tak perasaanku? Senaaaaanggggg sekali sama kalian semuaaaaaaaa...
Btw buat saran2nya sangat diterima kok :D
Tapi maaf belum bisa balas2 :"
Cara penulisan ffnya rada berubah.. kemarin dapat saran dari reviewer buat ngurangin POV2nya.. sama teman juga bilang begitu.. Mungkin karna efek Author doyan nonton pelem mandarin yang alurnya maju mundur cantik kali ya makanya doyan bikin POV banyak? Ehehehe... Maapkeun...
Semoga tulisan saya jadi makin bagus dan itu semua berkat kalian semua...
Thanks all.. Tunggu chap selanjutnya ya :* /kiss from Hobbie
