Rio :"Karma tunggu aku!aku ingin bicara!"
Lalu Okuda datang ke arah Karma
Rio :"Ah ternyata bukan hal penting,selamat tinggal"*tersenyum lalu pergi*
Karma :"Ada apa ya dengan Rio,aku harap dia baik-baik saja,lho Okuda-san?ada perlu apa?"*tersenyum*
Rio : *Mengintip Karma dan Okuda*(mungkin aku mengganggu mereka)
Tiba-tiba Rio teringat akan hal yang diucapkan oleh Nagisa
Rio :*perlahan-lahan air mata bercucuran*"Kenapa aku menangis?apakah aku pantas menangis di tengah kebahagiaan orang?"
Lalu muncul Kayano dari belakang Rio
Kayano :"Kenapa Rio?kenapa kau mengintip Karma dan Okuda,apakah jangan-jangan...*tertawa*bagus kan?kalian berdua cocok!
Rio :"Nee..Kayano..apakah aku pantas menangis?"
Kayano :*senyum*"Kau boleh menangis sambil berteriak Rio!sampai hatimu memang puas sebentar,apakah kau tidak ingin menghentikan pembicaraan mereka?"
Rio :"Aku lemah,Kayano,sangat,sangat,sangat lemah sehingga aku tidak bisa mengalahkan Okuda"
Kayano :"kalau begitu biar aku saja yang-"
Rio :"TIDAKKK!JANGAN!"
Karma :"Lho?ada suara Rio?"*pergi ke arah Rio"
Kayano :"Ganbatte,Rio!"*pergi*
Karma :"Ada apa Rio?kau punya masalah?"
Rio :"Karma..kau masih suka Okuda?"
Okuda lalu datang menghampiri Rio dan Karma
Okuda :"Apa?!Karma suka padaku?!"
Karma :"Ssssttt!aduh kebongkar deh,itu benar Okuda"
Rio :"lalu aku ini..siapa?"
Karma :"Hah?udah jelas kan?kita ini kan teman"*Tertawa*
Rio :"Ohh gitu.."*melihat sinis ke Okuda* (matilah kau cewek sok imut)
Okuda :"Ehh kenapa Rio?mukamu sangat menyeramkan dari muka Ibuku saat marah"
Rio :*senyum*"Tidak apa-apa,lanjutkan saja pembicaraan kalian"(dasar cewek sialan ini,kau membuatku merasa jengkel sekarang -*)
Okuda :"Oh kamu takut mengganggu pembicaraan kami ya?hahaha terima kasih"
Rio :*pergi**tiba di tempat nagisa*Huh!dasar cewek sialan...lalu kenapa aku harus menangis karna laki-laki akabane itu,menjijikan,aku jijik pada diriku sendiri"
Nagisa :"Okuda gak salah kok,itu semua salah kamu kan,tidak mempedulikan perasaanmu selama ini dan akhirnya kau menderita begini"
Rio :"Aku tidak tau lagi,semua isi kepalaku kacau dibuat si Akabane itu,dasar mereka itu pasangan sialan"
Nagisa :"Lalu mengapa kamu suka pada dia?"*tertawa*
Rio :"Padahal aku dekat pada dia,untungnya aku tidak menyatakan cinta padanya"
Nagisa :"Kalau memang itu yang terbaik padamu,maka jangan menyesal,boleh sih berlari tetapi jangan sampai kau jatuh,Ok?"
Rio :*senyum*terjatuh?aku ini wanita hebat,lebih hebat dari Okuda yang hanya menciptakan ramuan"
Nagisa :"Kalau begitu siapa yang pantas di samping Karma"
Rio :"Mungkin Okuda..."
Nagisa :"Oh ayolah Rio!coba sesekali kau melawan dirimu!kau kuat kan?"
Rio :"Kalahkan diriku?"*tenang sejenak*
Nagisa :"Itu semua pilihanmu Rio,ingat kataku,jangan sampai jatuh karena terus melihat ke bawah,lihatlah ke depan!"
Rio :"Apakah aku pantas disamping Karma"
Nagisa :"Jika aku jadi kau,aku akan selalu optimis dan percaya diri,,ini bukan dirimu,Rio,semuanya memang berbeda setelah jatuh cinta ya..cinta memang susah dijelaskan,tetapi,kita tidak memperlukan alasan untuk mencintai orang kan?yang penting kita suka!"*senyum*
Rio :"Aku mengerti"*berlari*
