Taeyong tidak mengerti, setiap kali ia hendak pergi jalan-jalan dengan Jaehyun, pasti ada saja gangguan. Ya meskipun kali ini tidak bisa dikatakan gangguan juga sih sebenarnya, karena Taeyong sangat senang ketika ibunya Jaehyun menelepon Jaehyun dan memintanya agar membawa Taeyong ke rumah.

"Taeyongie~~ ya ampuuun, kau jadi tambah tinggi." Nyonya Jung memeluk Taeyong dengan sangat erat.

"Moooom, meledekku ya?" Taeyong memanyunkan bibirnya, membuat Nyonya Jung dan Jaehyun tertawa. Tawa mereka identik. Sama-sama memunculkan lesung pipit, dan sama-sama terlihat senang menggoda Taeyong.

Yang digoda malah makin memasang tampang menyedihkan, sadar betul bahwa dirinya sejak 3 tahun yang lalu sampai sekarang tinggi badannya memang tidak ada perubahan, lain halnya dengan Jaehyun.

"Makanya kau harus rajin olahraga hyung, sepertiku." Jaehyun merangkul pundak Taeyong dengan sebelah lengannya, mengajak Taeyong ke ruang keluarga, bermalas-malasan sambil menonton TV, tapi Taeyong melepaskan tangan Jaehyun dan malah berlari ke dapur mengikuti ibunya Jaehyun.

"Kudengar Mom sibuk jadi juri kompetisi memasak bergengsi di Tokyo?" Taeyong dengan sigap langsung membantu Nyonya Jung membawa nampan berisi berbagai makanan yang terlihat sangat lezat ke meja makan.

Nyonya Jung tersenyum lembut, senang karena Taeyong masih memanggilnya Mom meskipun ayah Taeyong dan dirinya sudah bercerai 3 tahun yang lalu. Dan ia jauh lebih senang karena Taeyong mau membantunya, tidak seperti Jaehyun yang pemalas. Ah, ia jadi rindu memasak bersama Taeyong. Meskipun hasil masakan Taeyong tidak seenak Jaehyun, entah kenapa Nyonya Jung lebih suka memasak bersama dengan Taeyong. Mungkin karena Taeyong sangat rajin, cekatan, penurut, dan tidak pernah mengomel (seperti Jaehyun yang keras kepala) saat Nyonya Jung memberikannya tips-tips memasak? Ya, mungkin saja.

"Iya, seminggu kemarin aku benar-benar sibuk di Tokyo, makanya aku tidak bisa menemuimu, Tae. Syukurlah Jaehyun tinggal bersamamu. Tapi, menurutku, bukankah lebih baik tinggal di sini? Kalau kalian tinggal di rumah ini, kan jadi tidak perlu repot beres-beres karena sudah ada pembantu yang datang setiap pagi sampai sore hari. Kau juga jadi bisa menyewakan apartemen itu dan mendapat uang saku tambahan. Hmm? Bagaimana? Aku kangen sekali padamu, Taeyong~ah. Kuharap kau tinggal di sini meskipun aku lebih sering pergi ke luar negeri."

Sebelum Taeyong sempat menjawab, Jaehyun yang sudah nongol di ruang makan langsung berkata dengan cepat. "Tapi Taeyong hyung itu lelet sekali, Mom. Rumah kita kan jauh dari sekolah. Nanti Taeyong hyung pasti sering terlambat." Jaehyun meraih sumpit, dengan mata berbinar-binar langsung meraih dimsum dan memakannya. Ekspresinya ketika mengunyah benar-benar pantas dinobatkan sebagai bintang iklan, benar-benar membuat siapapun yang melihat jadi ngiler.

Taeyong menelan air liurnya.

Nyonya Jung menjauhkan piring berisi dimsum itu dari Jaehyun. "Ini untuk Taeyong."

"Moooom!" Jaehyun merengek seperti anak kecil. Mulutnya masih penuh.

"Taeyong tidak akan terlambat. Kan ada kau yang akan mengantarnya."

"Mom kan tahu kalau aku sering bangun kesiangan. Taeyong hyung tidak suka kalau aku kebut-kebutan. Bagaimana bisa sampai di sekolah tepat waktu kalau aku tidak kebut-kebutan?!"

"Bangunnya harus lebih cepat kalau begitu, Jae!" Nyonya Jung melotot tajam. Memang susah berdebat dengan anak sematawayang nya yang sangat keras kepala ini!

Jaehyun menghela napas. Alasan utama mengapa Jaehyun menentang ide ibunya itu sebenarnya bukanlah karena apa yang telah ia katakan barusan, tapi … Jaehyun tidak mau quality time nya bersama Taeyong diganggu oleh pembantunya. Ia kan jadi tidak bisa bermanja-manja sesuka hati pada Taeyong.

Memang sih, pembantunya hanya akan berada di rumah sampai sore. Tapi kan… tetap saja! Coba bayangkan betapa risihnya bila pembantunya itu memergoki Jaehyun yang sedang memeluk Taeyong dari belakang ketika Taeyong memasak! Atau ketika Jaehyun bersikap childish di hadapan Taeyong. Mau ditaruh di mana wajahnya yang tampan ini?! Semua orang tahu kalau Jaehyun itu sangatlah manly. Ia hanya bersikap penuh aegyo di hadapan Taeyong. Oh, mungkin di hadapan teman-teman dekatnya juga sih, seperti Ten dan Mark.

"Ya sudah, terserah Taeyong hyung saja." Jaehyun mengalah pada akhirnya. Tapi dalam hati ia berkata 'Jangan salahkan aku kalau di malam hari berubah menjadi ganas karena kurangnya skinship di pagi, siang, dan sore hari!' Jaehyun tersenyum miring. Dasar otak mesum! Memangnya skinship itu seperti makan obat, tiga kali sehari?!

Taeyong langsung nyengir lebar sambil mengangguk-anggukkan kepalanya dengan semangat. "Aku mau tinggal di sini, Mom! Saat Mom ada di rumah, kita berdua jadi bisa masak bersama lagi!"

Jaehyun menghela napas panjang. 'Lebih baik kalau Mom sering tidak ada di rumah', Jaehyun berdoa dalam hati.

.

.

"Hyung tidak usah nonton aku latihan basket. Lebih baik hyung beres-beres, nanti sore mobil pick up nya datang. Tolong sekalian bereskan baju-baju dan barang-barangku ya hyung! Hehehe."

"Dasar! Seenaknya saja! Ya sudah, sana pergi latihan! Kalau sudah selesai, cepat kembali dan bantu aku mengepak semua barang."

Jaehyun nyengir sambil mengacak-acak rambut Taeyong. Senang karena hyung nya sangat penurut hari ini.

"Nanti aku belikan kue cokelat dan es krim. Semangat beres-beres untuk pindahan rumahnya ya hyung!" Gaya Jaehyun sudah seperti majikan saja.

"Beli kue nya yang ukuran jumbo! Es krim nya yang rasa cokelat, strawberry, dan kopi!" Taeyong masih kesal karena ia tidak bisa melihat Jaehyun latihan basket hari ini, padahal ia sangat senang ketika melihat Jaehyun berlari-lari di lapangan sambil men-dribble bola, atau ketika tubuhnya yang tinggi proporsional itu melayang di udara selama sepersekian detik untuk melempar bola ke ring, atau hanya sekedar mengagumi otot-otot lengannya yang putih mulus juga wajahnya yang penuh keringat dan terlihat berkilauan saat terkena sinar matahari.

Membereskan semua barang di apartemen ini bisa dilakukannya setengah hari bila Jaehyun membantunya. Dasar Jaehyun si pemalas! Menyerahkan semuanya pada Taeyong begitu saja.

Taeyong tidak tahu, Jaehyun sengaja melakukannya karena ia benar-benar tidak ingin Taeyong datang ke sekolah. Ia benci melihat bagaimana Taeyong menjadi "santapan" para "buaya" seperti Johnny, Hansol, dan yang lain!

.

.

Di sekolah.

"Jae, mana kakak tirimu yang cantik itu?" Johnny menoleh ke sana- kemari, mencari-cari sosok Taeyong.

"Sedang dipingit." Jawab Jaehyun asal.

"Hah? Memangnya dia mau nikah? Dengan siapa?" Hansol bingung.

Jaehyun mengangguk. "Tidak sekarang, tapi nanti. Tentu saja denganku!"

Johnny menonjok lengan Jaehyun main-main. "Bilang saja kau tidak mau punya kakak ipar yang terlalu tampan sepertiku, Jae." Johnny menyeringai dengan sangat percaya diri.

Jaehyun mendengus. "Aku serius, hyung. Mulai nanti malam, Taeyong hyung akan tinggal di rumahku, sebagai calon pengantinku, bukan kakak tiri lagi! Ayahnya dan ibuku kan sudah bercerai 3 tahun yang lalu."

Johnny menggeleng-gelengkan kepala sambil memicingkan mata dengan sorot kasihan pada Jaehyun. "Sepertinya dia masih mengigau. Sudah-sudah, ayo kita mulai latihan!"

Tapi, lain halnya dengan Johnny, Hansol menanggapi perkataan Jaehyun dengan serius. "Jae, tapi… bagaimana dengan Ten?"

"Hah? Ten kenapa?" Jaehyun bingung.

Hansol menggaruk tengkuknya sambil tersenyum kikuk.

"Ten naksir Taeyong hyung juga?"

"Sedikit sih, tapi dia lebih naksir…."

"HEY KALIAN! JANGAN BERGOSIP TERUS! AYO PEMANASAN!"

Kata-kata Hansol terpotong oleh Johnny.

"Hyung naksir Taeyong hyung juga, kan? Jangan mengelak!" Jaehyun mulai berlari kecil mengitari lapangan basket. Ia sengaja berlari di samping Hansol.

Hansol terkekeh. "Iya sih, sedikit. Mana ada yang tidak kepincut oleh wajah memesona Taeyong?! Aaah, dia benar-benar cantik dan imut." Hansol berhenti bicara ketika merasakan tatapan siap membunuh yang dilayangkan oleh Jaehyun. "Eh, tapi tentu saja aku lebih menyukai Yuta. Yaaa sama seperti Ten yang naksir Taeyong, tapi sebenarnya lebih naksir…"

"JI HANSOL! JUNG JAEHYUN! BERHENTI MENGOBROL, SIALAN! TAMBAH 10 KELILING!"

Wajah Jaehyun dan Hansol langsung memucat. Kapten mereka, Johnny Seo, memang benar-benar mengerikan kalau sedang bad mood. Tapi…

"Hyung, maaf aku telat, soalnya…." Ten yang baru datang langsung membungkuk minta maaf. Napasnya terengah-engah.

Johnny tersenyum manis. Manis sekali.

"Tidak apa-apa, Ten. Kau pasti capek ya lari-lari. Duduk dulu, minum, lalu regangkan otot-ototmu." Lirikan mata Johnny pada Ten benar-benar seperti "buaya".

Johnny yang sedang bad mood memang mengerikan, tapi… ia selalu bisa luluh pada cowok-cowok cantik dan imut seperti Ten dan Taeyong. Kalau pada Jaehyun dan Hansol sih, mana mungkin!

.

.

Taeyong itu sangat clingy pada Jaehyun, tapi tidak pernah sadar, apalagi mengakuinya!

Biasanya, ia akan senang bila Jaehyun juga clingy padanya. Tapi entah kenapa akhir-akhir ini ia merasa sangat sebal tiap kali Jaehyun bertingkah sok manja di hadapannya.

Taeyong tidak tahu apa sebabnya, tapi ia bisa menduga apa "akar" dari semua ini.

Taeyong merasa Jaehyun tidak ingin dirinya tergabung dalam peers Jaehyun, terutama dengan teman-teman klub basketnya! Taeyong merasa… pastilah dirinya tidak se-keren teman-teman Jaehyun di klub basket, karena itulah Jaehyun malu mengajak Taeyong bergabung bila klub basket mengadakan jalan-jalan ke tempat wisata atau hanya sekedar nongkrong bareng di kafe! Jaehyun bahkan melarang Taeyong datang menontonnya latihan basket! Benar-benar menyebalkan!

Ya, semuanya pasti berakar dari sana.

Meskipun Jaehyun bersikeras bahwa alasannya tidak mengizinkan Taeyong datang ke setiap acara apapun yang berhubungan dengan klub basket adalah karena Jaehyun tidak suka bagaimana cara teman-teman klub basketnya "memandang" Taeyong, dengan tatapan jelalatan mereka, tetap saja jauh di dalam lubuk hati Taeyong…. Tidak dapat dipungkiri bahwa ia terus menduga-duga 'jangan-jangan Jaehyun hanya malu karena aku tidak keren, dan mungkin pandangan teman-teman basket Jaehyun bukanlah jelalatan, tapi memandang rendah diriku yang sangat payah olahraga ini. Bisa saja kan?'

Praduga-praduga itulah yang menjadi "akar" kekesalan Taeyong pada Jaehyun.

Tapi, se-kesal apapun Taeyong pada sikap clingy Jaehyun padanya, tetap saja ia jauh lebih kesal lagi melihat ada orang lain yang clingy pada Jaehyun! Terutama bila orang tersebut adalah Doyoung!

Seeperti saat ini, di saat Jaehyun dan Taeyong berjalan beriringan menuju kantin untuk makan siang, tiba-tiba saja Doyoung datang menghadang. "Jae! Ke ruang OSIS yuk! Ada yang harus dibicarakan tentang festival."

"Tapi…"

"Aku bawa bekal makan siang banyak kok, nanti bisa makan sambil diskusi." Doyoung memotong Jaehyun. Kedua mata Doyoung yang berbinar indah (tapi Taeyong tidak mau mengakuinya) kini menatap Jaehyun lekat-lekat, memohon. Bibirnya dimajukan beberapa cm.

Taeyong mendengus. 'Apa-apaan dia?!' batinnya kesal.

Jaehyun menghela napas panjang. "Oke." Katanya pada Doyoung. Langsung saja Doyoung memekik senang dan melingkarkan sebelah lengannya di lengan Jaehyun, menariknya agar cepat pergi dari sana.

Jaehyun menoleh ke arah Taeyong. "Hyung, maaf ya, kau jadi makan sendiri."

Taeyong ingin mengumpat kesal pada Jaehyun, ingin menangis, ingin menjambak rambut Doyoung, tapi … ia berpura-pura baik-baik saja. Dengan wajahnya yang datar dan dingin ia berkata. "Mana mungkin aku makan sendiri. Nanti di kantin pasti banyak kok yang mau makan denganku." Taeyong membalikkan badannya kemudian berjalan pergi dengan penuh keanggunan, meninggalkan Jaehyun yang menganga lebar. Khawatir, tentu saja. Jaehyun tahu betul, banyak sekali orang yang rela makan siang bareng Taeyong, bahkan mentraktir Taeyong apapun hanya agar mereka bisa menatap wajah Taeyong dari dekat!

"Jae, ayo!" Doyoung kini menyeret Jaehyun, tapi mata Jaehyun tak lepas dari sosok Taeyong yang semakin menjauh.

Taeyong berjalan ke kantin dengan gontai. Iya sih, pasti banyak yang mau makan bersamanya, tapi… Taeyong merasa tidak nyaman. Orang-orang itu pasti hanya penasaran padanya karena berbagai macam gossip jelek tentang dirinya! Mereka hanya akan mengorek informasi darinya, menggali kelemahannya, kemudian menjatuhkannya semakin dalam.

Taeyong memang tidak peka. Pikirannya juga dipenuhi prasangka buruk. Padahal kan yang sebenarnya, orang-orang itu mengagumi dirinya. Memang sih awalnya mereka penasaran karena gossip yang beredar, tapi sikap Taeyong membuktikan kalau semua gossip itu hanyalah omong kosong. Lagipula, sejak awal… banyak juga kok yang tidak peduli dengan gossip, dan lebih memilih menjadi secret admirer nya.

"Taeyong hyung!" Suara serak-serak basah Jisung membuat Taeyong menghentikan langkahnya.

"Jisungie~~" Taeyong nyengir senang.

"Mana Jaehyun hyung?"

Taeyong memberenggut lagi. "Direbut Doyoung!"

Jisung terkesiap. "Jadi hyung makan sendiri?"

Taeyong mengangguk lemah.

"Makan siang denganku saja, hyung! Nanti kukenalkan pada teman-temanku. Ada Renjun, Chenle, Haechan, dan Jaemin. Jeno juga sering makan bareng kami kalau tidak sibuk klub musik. Hyung sudah kenal Jeno kan? Meskipun dia jarang datang ke rapat persiapan festival."

Taeyong tersenyum. "Eung! Ayo!"

Siang itu, Taeyong menyadari bahwa ia merasa lebih cocok bergaul dengan anak-anak kelas 10 dibanding kelas 12.

.

.

.

Setelah bel pulang berbunyi, Taeyong sangat terkejut mendapati Doyoung sudah berdiri di depan kelasnya.

"Taeyong hyung!"

"Eh? Aku?" Taeyong masih tidak percaya, Doyoung – yang terlihat tidak menyukainya, sama seperti ia tidak menyukai Doyoung – kini malah sudah berdiri menunggunya di luar kelas dan kini bicara padanya!

Doyoung membuka tas gendongnya, mencari-cari sesuatu.

"Kenapa… kau ada di sini?" Taeyong masih terheran-heran.

Doyoung tidak menjawabnya, tapi malah mengeluarkan 2 botol susu pisang dari dalam tasnya dan menyerahkan kedua botol itu pada Taeyong. "Untukmu."

"Eeeeh?"

Doyoung mengangkat bahu. "Kau itu kerempeng sekali!"

Taeyong membelalakkan matanya. Apa-apaan si Doyoung ini?! Tadi bersikap baik, eh sekarang malah menghinanya!

"Bagaimana kau akan bisa bertahan dengan tubuhmu yang seperti orang penyakitan itu, hah?! Sebagai pengagum Jaehyun, kau harus tahan banting. Fisik dan mental harus kuat! Persaingan para pengagum Jaehyun itu sangat mengerikan, kau tahu? Aku ini yang paling jinak. Asal kau tahu saja, gossip jelek yang beredar tentangmu selama ini bukan disebabkan oleh mulut besar Kai hyung dan Sehun hyung, tapi para pengagum Jaehyun yang mengadu domba kalian! Mereka tahu kau ini mantan kakak tirinya Jaehyun." Doyoung menepuk-nepuk pundak Taeyong. "Semangat! Aku sangat iri padamu, kau tahu? Aku benci padamu, tapi aku juga benci mereka yang telah menghancurkan nama baikmu. Tenang saja, aku selalu bersaing dengan sehat. Sampai besok, hyung!"

Taeyong menatap kepergian Doyoung dengan bingung.

"Apa maksudnya? Pengagum Jaehyun? Apaan sih?! Dasar orang aneh!" Taeyong menggerutu. "Hmm, lumayan juga sih dapat susu gratis."

Tanpa sepengetahuan Taeyong, ada 4 pasang mata yang diam-diam menatapnya, merencanakan sesuatu yang keji. "Si gigi kelinci itu munafik sekali! Persaingan sehat apanya?! Dia selalu cari-cari alasan agar bisa dekat-dekat Jaehyun!"

"Benar." Sahut temannya.

"Seperti kata pepatah, dalam perang dan cinta, semuanya adil. Kita bersaing dengan tidak sehat? Apa salahnya! Si gigi kelinci itu yang sok baik di hadapan Jaehyun Oppa!"

"Benar. Aku setuju."

"Ah, kau sih jawabnya benar-benar terus, Oppa!"

"Sudahlah, jadi, apa yang harus kita lakukan pada Taeyong hyung?" Yang di sebut 'Oppa' akhirnya memusatkan kembali fokus mereka.

"Apapun. Pokoknya yang membuat si wajah gigolo itu menjauh, se-jauh-jauhnya dari Jaehyun hyung." Jawab pria yang paling muda.

"Bawa saja mantan pacarnya kemari. Kudengar dia seperti kesetanan, terus-menerus mencari Taeyong."

"Bodoh! Kau pikir mudah mendapatkan kontak mantan pacarnya itu?! Pikirkan baik-baik, justru… kalau mantannya itu datang, Taeyong akan diuntungkan!"

"Apa maksudmu?"

"Dia akan berusaha menjadikan Jaehyun kesatria nya. Bagaimana kalau Jaehyun luluh?"

"Jadi, bagaimana dong?"

"Boleh saja memanfaatkan mantan Taeyong, tapi pikirkan baik-baik plot nya. Pokoknya yang harus menguntungkan kita."

.

.

.

Catatan Penulis : Siapakah keempat orang itu? HAHAHA.

Aduh, senin masih UAS, tapi pusing ah belajar terus, mendingan nonton video sama nulis ff. XD

Ya ampuun, aku masih greget banget sama momen jaeyong di MAMA. _

Dotae juga manis banget. XD

Maaf kalau banyak typo. Makasih udah baca + review!