CROSSGEN

Author : Dyororooo

Main pair : KaiSoo/KaiDO, with other EXO member in each part of this story, and of course our spesial OC/? Do Kyung Ri as Kyung Soo's sister.

Rate : T (15)

Genre : Romance, Comedy

Warning : Yaoi (BoysXBoys), OOC, gaje, typos, ga mengenal ejaan, aneh, dll.

a/n : please read the warn before you read!

The chara belongs to God and this fic belongs to me

Chapter 2

"Sudah bangun pangeran kecil?" sapa Kyung Ri dengan wajah penuh kerlap-kerlip bintang.

Berbanding terbalik dengan Kyung Soo yang berjalan lunglai dari arah kamarnya. Wajahnya kusut dan sedikit pucat, bahkan matanya terlihat mempunyai lingkaran hitam. Kyung Soo menguap lebar lalu duduk di meja makannya.

Kyung Ri menatap sejenak kearah adiknya itu, dia kembali tersenyum sambil memotong steaknya.

"Kau sudah membalas pesan orang itu"

Kyung Soo membidik dengan mata lelah, kemudian ditenggelamkan lagi wajahnya diantara lipatan tangannya.

"Kyung Soo-ah, makan dulu sarapanmu"

Kyung Soo memaksakan dirinya untuk melek. Diambilnya garpu dan pisau disebelah piringnya. Kyung Soo memotong steaknya asal, seperti orang awam yang baru mengenal itu adalah alat makan.

Kyung Ri mengunyah makanannya pelan sambil melongo menatap adiknya yang seperti itu.

"Sooie?"

BAK BAK BAK

Kyung Soo menancapkan pisaunya pada steak itu berulang kali. Kyung Ri masih tertegun menatap adiknya.

BAK

Kyung Soo menusuk steak itu dengan garpunya lalu memakannya dengan bentuk yang utuh.

Kali ini Kyung Ri tidak tinggal diam, Kyung Soo sudah mulai tidak waras.

"Sooie! Sooie!" ucap Kyung Ri sambil menepuk-nepuk pipi Kyung Soo untuk menyadarkan dirinya.

"Noona kenapa kau menyajikan jok sepeda untuk sarapan?"

BRUK

"Omo Kyung Soo!" pekik Kyung Ri saat melihat Kyung Soo ambruk di meja makan dengan suara dengkuran yang sangat keras.

X

Pelajaran Bahasa Inggris oleh Miss Jessica di lab bahasa. Tidak seperti biasanya Kyung Soo merasakan ngantuk yang luar biasa saat ini. Berkali-kali kepalanya oleng, matanya sayu dan pikirannya tidak terfokus. Baekhyun yang memang selalu duduk disebelah Kyung Soo kemudian segera menanyakan keadaannya.

"Kyung Soo, kau tidak apa-apa?"

Kyung Soo menoleh dengan wajah yang menakutkan. Baekhyun meneguk salivanya pelan lalu kembali pada Miss Jessica.

"Selanjutnya nomor 3, please read by Do Kyung Soo" ucap Miss Jessica.

Kartu mati. Kyung Soo sedang berada dialam mimpinya sekarang. Baekhyun mencoba memanggil Kyung Soo namun sial dia tidak mendengar karena headphonenya belum dilepas.

"I said by Do Kyung Soo" panggil Miss Jessica kembali. Namun Kyung Soo masih tidak bersuara.

"What happen with him?" tanya Miss Jessica pada murid yang lain.

"He's sleeping Miss, with headphone on his ear" jawab salah satu murid yang duduk di sisi lain Kyung Soo.

Miss Jessica menggelengkan kepalanya, ia kemudian membungkukkan badannya sejajar dengan microphone, menaikkan volume hingga batas maksimum. Baekhyun mengucurkan keringatnya.

"WAKE UP DO KYUNG SOO!" teriaknya hingga seluruh speaker mengeluarkan suara ngiing yang sangat keras.

Para murid segera menutup telinga mereka masing-masing sementara Kyung Soo berteriak kaget.

"Mr. Do Kyung Soo, jika anda ingin tidur dikelas saya lebih baik anda keluar!"

"I- I'm sorry miss..." ucap Kyung Soo membungkukkan badannya meminta maaf.

Sungguh sial hari ini untuk Kyung Soo.

X

Usai pelajaran Miss Jessica, Kyung Soo sempat mendapatkan semprotan keras dari guru bahasa Inggris itu. Kyung Soo merutuki dirinya sendiri, ah... lebih tepatnya merutuki Kai. Karena gara-gara orang itu Kyung Soo harus tidur larut malam dan menjadi tidak fokus menerima perlajaran.

Sepanjang jalan menuju kelas, Baekhyun terus menatap Kyung Soo khawatir. Pasalnya ini merupakan kejadian langka dari seorang Do Kyung Soo. Murid yang sangat gila akan prestasi ini tiba-tiba berubah menjadi seorang tukang tidur? Sungguh Baekhyun tidak percaya kalau orang yang disebelahnya adalah Kyung Soo.

"Kyung Soo-ah sesudah ini pelajaran olahraga, cepat ganti pakaianmu"

"Ungh? Ah.. ne chamkanman"

Dengan lunglai Kyung Soo mengambil pakaian olahraganya di loker. Beberapa kali ia menabrak siswa lainnya saking mengantuk. Baekhyun semakin khawatir melihat Kyung Soo.

X

WUSHHHH

DUAK!

Sebuah bola basket dengan tepat melayang di kepala Kyung Soo hingga ia jatuh terpental.

PRIIIIIT

"Do Kyung Soo! Fokuslah pada pelajaran kali ini!" teriak Changmin sonsaengnim kesal.

"Urgh... mi- mianhae sonsaengnim" lagi Kyung Soo membungkukkan badannya meminta maaf.

Changmin sonsaengnim hanya menghela nafas sambil menggelengkan kepalanya. Kemudian ia memanggil siswa selanjutnya untuk tes menangkap bola.

Kyung Soo segera mengambil duduk di pinggir lapangan. Ia menundukkan kepalanya, kondisinya hari ini benar-benar buruk. Baekhyun yang kebetulan sudah selesai sejak tadi mendekati Kyung Soo.

"Jangan tanya kenapa Baek" ucap Kyung Soo saat Baekhyun hendak menyentuh pundaknya.

"Aku hanya khawatir Soo, tidak biasanya kau begini"

"Aku benar-benar mengantuk Baekhyun, dan semua ini adalah salah orang itu"

"Orang itu?"

"Kau kemarin mendengar pembicaraanku dengan Kyung Ri noona kan?"

"Ah, pacar virtualmu itu? Siapa namanya... Kai kan?"

Kyung Soo mengangguk.

"Memangnya apa yang dia lakukan padamu?"

"Kau tahu Baek, dia itu benar-benar sangat menyebalkan. Dia tidak akan pernah berhenti mengirimku pesan sampai aku mematikan handphoneku"

"Jinjjayo?"

"Bahkan hari ini pun aku sengaja tidak membawa handphoneku karena alasan itu"

"Pantas saja saat aku menghubungimu kau tidak mengangkat. Aku sempat khawatir karena tidak biasanya kau datang terlambat"

"Kyung Ri noona malah menyuruhku untuk bolos"

"Padahal kenapa tidak?"

Kyung Soo langsung memberikan glare pada Baekhyun. Baekhyun nyengir sambil menggerakkan mulutnya mengucapkan kata maaf.

PRIIIIIIIT

"Pelajaran hari ini sudah cukup, kalian boleh beristirahat" titah Changmin sonsaengnim.

Para murid pun segera berhamburan keluar lapangan.

"Ayo Kyung"

"Um..."

Baekhyun menolong Kyung Soo berdiri. Mereka berdua pun menyusul yang lainnya keluar.

"Do Kyung Soo"

Suara itu tentu saja berasal dari mulut Miss Jessica. Baekhyun segara menyuruh Kyung Soo untuk memasang wajah biasa, meskipun dipaksakan.

"Saya hanya ingin memberikan hukuman untukmu hari ini, selesaikan dan berikan padaku setelah jam pelajaran terakhir" ucap Miss Jessica sambil memberikan kertas berisi hukuman untuk Kyung Soo.

Kyung Soo menghela nafasnya, waktu istirahat harus ia relakan demi mengerjakan hukuman dari Miss Jessica.

"Tenang saja Kyung Soo aku akan membantumu"

"Belikan saja roti melon dan susu strawberry untukku Baekhyun" kata Kyung Soo lalu melengos pergi.

X

Hingga pelajaran keempat berakhir, Kyung Soo sama sekali tidak bisa fokus dan selalu kedapatan tertidur dikelas. Untungnya dia tidak menerima hukuman lain selain dari Miss Jessica.

"Kyung Soo, maaf aku tidak bisa mengantarmu memberikan soal hukuman dari Miss Jessica. Hari ini aku ada remedial"

"Gwenchana Baekhyun, lebih baik kau selesaikan urusan nilaimu dulu"

"Ne, kalau begitu sampai jumpa Kyung Soo"

"Hm"

Hanya tersisa dirinya seorang di dalam kelas. Kyung Soo segera membereskan barang-barangnya lalu pergi menuju hunian Miss Jessica, lab bahasa.

"Josonghamnida"

TWITCH

Apakah Tuhan sedang mengutuknya hari ini? Selain sial karena tertidur dikelas dan mendapat hukuman, hari ini pun dia harus bertemu dengan Kim Joon Myeon di lab bahasa? Padahal dalam tidurnya Kyung Soo sempat bermimpi indah.

"Miss Jessica sedang ada keperluan, jadi dia menyuruhku untuk menjadi asistennya sementara" ucap Joon Myeon saat melihat Kyung Soo dibalik pintu.

Sejujurnya Kyung Soo tidak sudi jika harus mengobrol dengan saingan terberatnya ini. Dan apa yang dikatakannya tadi? Asisten Miss Jessica? Miss Jessica pasti telah dibutakan oleh softlens abu-abu yang sering dipakainya.

"Oh kalau begitu permisi, aku akan menunggu Miss Jessica sampai dia kembali" kata Kyung Soo, gengsi.

"Tapi dia tidak akan kembali"

Kyung Soo berhenti menutup pintunya, berpikir dua kali. Jika memang yang dikatakan orang ini benar, berarti Kyung Soo harus menyerahkan harga dirinya.

"Kalau boleh tahu, ada perlu apa kau dengan Miss Jessica?"

"Aku hanya mengantarkan ini"

Joon Myeon berjalan menghampiri Kyung Soo untuk mengambil kertas yang ditunjukkannya.

"Hey, bukankah kau Do Kyung Soo?"

'Daritadi kita bicara dan kau baru sadar kalau ini Do Kyung Soo?' batin Kyung Soo. Dia kemudian memberikan senyuman terpaksa pada Joon Myeon.

"Kau merupakan salah satu dari murid berprestasi disekolah ini"

'Kalau kau sudah tahu diamlah! Jangan berlagak sombong hanya kau berada diperingkat satu!' batinnya lagi.

Kyung Soo segera menyerahkan kertas hukuman itu pada Joon Myeon, kemudian ia segera pamit pergi.

"Tunggu dulu Kyung Soo-sshi"

'-Sshi? Apa-apaan dengan panggilan itu? Meledekku huh?' Kyung Soo diam saat Joon Myeon memanggilnya.

"Gwenchana? Kau terlihat kurang sehat"

"A- aku tidak apa-apa, permisi" ucap Kyung Soo lalu dia segera lari tunggang langgang karena tidak ingin berlama-lama bertemu dengan saingannya.

Joon Myeon menggeleng melihat reaksi Kyung Soo padanya.

X

Dengan kesal Kyung Soo melemparkan tasnya sembarang lalu menjatuhkan dirinya diatas kasur.

"Sial! Sial! Sial!" keluhnya memukul-mukul bantal tak berdosa dibawahnya.

Kyung Soo menghela nafasnya, dia membalikkan badannya menatap langit-langit kamar. Matanya sudah benar-benar kehabisan energi. Ia ingin tidur, namun ia membutuhkan sebuah alunan musik untuk mengiringnya ke alam mimpi.

Kyung Soo meraih-raih handphone yang diletakkannya di dalam laci meja. Kemudian ia menyalakannya. Sambil menunggu handphone benar-benar menyala Kyung Soo mencoba memejamkan matanya. Sampai

PING! PING! PING! PING! PING! PING! PING! PING! PING! PING! PING! PING! PING! PING!

DUK

"Aw!" Kyung Soo baru saja dihantam oleh handphonenya sendiri tepat diarah muka.

Lagi-lagi beberapa pesan masuk terkirim ke handphonenya. Kyung Soo lupa kalau ia belum mematikan jaringan datanya karena tadi malam ia langsung mematikan handphonenya tanpa berpikir.

Dilihatnya isi pesan tersebut dengan mata setengah menutup.

KAI : Soo Kyung noona?

KAI : Soo Kyung noona kau sudah bangun?

KAI : Selamat pagi Soo Kyung noona

KAI : Noona kau sedang apa?

KAI : Noona, lagi-lagi kau tidak membalas pesanku

KAI : Apa kau ada tugas lagi noona?

KAI : Noona selamat siang

KAI : Noona bogoshippo

KAI : Noona jangan lupa makan siang ne?

...

Kyung Soo menghela nafas lelah, ia tidak ingin membalas pesan-pesan itu lagi. Tapi handphonenya tidak mau berhenti berdering sampai Kyung Soo membalas pesan itu.

Padahal Kyung Soo bisa saja mematikan handphonenya kembali dan tidur dengan tenang. Tetapi entah mengapa setelah membaca seluruh pesan spam itu Kyung Soo menjadi tidak bisa tidur.

Soo Kyung : Ne Kai?

KAI : Noona kau kemana saja?

Soo Kyung : Aku baru pulang sekolah Kai

KAI : Hmm... kau sudah ganti baju?

Soo Kyung : Belum Kai, aku baru saja sampai

KAI : Cepat ganti bajumu noona, nanti bisa kusut

Kai ada benarnya juga, sebaiknya Kyung Soo mengganti bajunya dulu sebelum ia berangkat ke alam mimpi.

Namun baru saja Kyung Soo beranjak dari atas kasur, handphonenya kembali berbunyi.

KAI : Noona, sudah?

TWITCH

"Kau pikir aku mengganti baju dengan magic?" gerutu Kyung Soo kesal.

KAI : Noona?

Kyung Soo segera mengambil handphonenya lagi dan mengetikkan pesan.

Soo Kyung : Belum Kai, aku baru saja beranjak dari kasurku

KAI : Ah..

Kyung Soo meletakkan kembali handphonenya diatas kasur. Baru saja beberapa langkah menuju lemari pakaian

PING! PING! PING! PING! PING! PING! PING! PING! PING! PING! PING! PING!

Kyung Soo menendang lemari didepannya secara reflek, alhasil Kyung Soo loncat-loncat ditempat. Bukan karena kegirangan, namun karena rasa ngilu yang dirasakan di punggung kakinya.

Kyung Soo meringis sambil merutuki Kai yang benar-benar tidak sabaran. Maksudnya, baru saja beberapa detik Kyung Soo berjalan ke lemari dan Kai lagi-lagi sudah menchatnya. Orang macam apa dia itu? Tidak bisakah dia memberi Kyung Soo jeda untuk sekedar mengganti pakaiannya?

Buru-buru Kyung Soo mengganti seragam sekolahnya dengan kaos polos dan celana pendek. Masih dengan cara berjalan yang terhuyung-huyung karena lelah, Kyung Soo menghampiri tempat tidurnya dan mengambil handphonenya malas.

KAI : Noona sudah?

KAI : Belum ya

KAI : Noona sudah?

KAI : Noona

KAI : Soo Kyung noona

Kyung Soo menghela nafasnya.

Soo Kyung : Sudah Kai

KAI : Baguslah, baju apa yang kau pakai?

"Sungguh noona, kenapa kau mau menerima orang seperti ini?" batin Kyung Soo sambil mengusap wajahnya.

Soo Kyung : Hanya T-shirt dan celana pendek

KAI : Apa motif dan warnanya? Aku ingin sekali melihatmu memakai pakaian santai

Soo Kyung : Garis-garis hitam dan putih, celananya berwarna putih tulang. Ah... jinjja?

KAI : Nde, bisakah kau mengirimkan gambarnya padaku?

Seketika itu juga Kyung Soo membelalakkan matanya. Tidak, tidak mungkin Kyung Soo berfoto hanya untuk menunjukkannya pada Kai. Kyung Soo berkeringat dingin.

Soo Kyung : Andwae Kai

KAI : Ayolah noona, hanya pakaianmu

Kyung Soo menggigiti bibirnya berusaha mencari akal. Kemudian ia menemukan sebuah ide. Kyung Soo memotret tepat perbatasan antara perut dan selangkangannya. Sebisa mungkin Kyung Soo membuat dirinya agar tidak terlalu 'menonjolkan' kepunyaannya. Setelah itu Kyung Soo segera mengirimnya pada Kai.

KAI : Aku pernah melihat fashion itu sebelumnya. Model-model tomboy kan? Kau begitu stylish noona^^

Rasanya Kyung Soo tertohok. Tomboy? Stylish? Baru pertama kali ada orang yang menyebutnya seperti itu. Kakaknya saja justru malah menyebut selera berpakaiannya kampungan.

Soo Kyung : Gomawo Kai^^

KAI : Sama-sama noona. Noona, apa yang sedang kau lakukan sekarang?

"TIDUR!" teriaknya kesal.

Kyung Soo mengambil nafas lalu mengeluarkannya perlahan. Jemarinya kembali mengetikkan sesuatu.

Soo Kyung : Aku hanya sedang berbaring saja Kai. Aku kelelahan hehehe…

KAI : Kelelahan? Kenapa bisa noona?

"Tidak lain dan tidak bukan adalah karena kau Kai!" Kyung Soo bermonolog lagi.

Kyung Soo akhirnya kembali menjawab asal pertanyaan Kai karena matanya mungkin sudah mencapai 3 watt. Berat sekali bagi Kyung Soo untuk membuka matanya kembali. Alhasil, rentetan chat pun muncul di layar handphone Kyung Soo yang menganggur di genggaman tangannya.

Di seberang sana, seorang namja yang tengah duduk di lapang basket terlihat sedang menatap handphonenya dengan resah. Bibirnya digigit kuat, dan sedari tadi tangan dan kakinya tidak bisa diam. Sepertinya ia sedang menunggu pesan dari seseorang.

"Noona… kau menghilang lagi…"

x

Senja, langit sudah berubah menjadi warna oranye yang indah. Suara burung gagak terdengar melintas dari kejauhan. Dan pangeran kecil yang satu ini masih terlihat pulas tidurnya.

Dengkuran halusnya menandakan bahwa ia benar-benar kelelahan. Bahkan ketika sang kakak kembali ke rumah dan berteriak bak supporter sepak bola, Kyung Soo masih diam bergeming.

"Kenapa rumah sepi sekali? Dimana bocah itu?" gumam Kyung Ri yang menaiki tangga sambil menggeret tasnya yang berat.

PING

Suara ringtone dari handphone Kyung Soo terdengar. Kyung Ri menoleh kearah kamar disebelahnya. Ia memutuskan untuk menemui Kyung Soo dahulu sebelum ia mulai membuat makan malam.

"Aigoo… tidur jam segini?" ucap Kyung Ri saat melihat adiknya terkulai diatas kasur.

"Ya! Kyung Soo!" Kyung Ri menepuk-nepuk lengan Kyung Soo namun hanya lenguhan panjang yang didapatnya.

Kyung Ri menghela nafas, "Kyung Soo-ah… bangunlah, sebentar lagi malam kau tidak boleh melewatkan makan malammu!"

Kyung Soo membalikkan badannya memunggungi Kyung Ri dengan posisi S line. Kyung Ri mengusap rambutnya kebelakang. Kemudian ia tertarik pada handphone Kyung Soo yang sedari tadi berbunyi.

Ada 999+ chat yang belum dibaca. Kyung Ri menelan ludahnya, "Dia masih seperti ini". Kyung Ri menoleh pada adiknya, "Jujur saja Kyung Soo, sebenarnya aku juga tidak ingin melibatkanmu, tapi apa daya, aku juga tidak ingin diganggu kau pasti mengerti".

Lalu Kyung Ri menekan tombol delete dan semua chat pun terhapus. Dia meletakkan handphone itu kembali di dekat Kyung Soo.

"Eungh…"

Sepertinya Kyung Soo terusik. Kyung Ri menunggu Kyung Soo membuka matanya.

"Noona?" ucap Kyung Soo dengan wajah bantalnya.

"Iya ini noona, kau pikir siapa lagi?"

Kyung Soo menguap.

"Cepat cuci wajahmu, lalu bantu noona menyiapkan makan malam"

"Nde…"

TBC

Hello i'm back ^^

Pertama-tama, saya ingin mengucapkan beribu maaf karena saya seperti sudah meninggalkan dunia perff-an. But actually no!

Kesibukan saya benar-benar menyita waktu saya. Bayangin aja, seminggu full ga ada waktu buat males-malesan

Ditambah akhir-akhir ini saya ga begitu update, dikarenakan memori laptop penuh :')

Last.. enjoy the ff ^^

Dan kalau ada yang mau baca ff saya yang dulu-dulu bisa dilihat di wordpress saya

Thanks for your support

-Dyororooo-