CROSSGEN
Author : Dyororooo
Main pair : KaiSoo/KaiDO, with other EXO member in each part of this story, and of course our spesial OC/? Do Kyung Ri as Kyung Soo's sister.
Rate : T (15)
Genre : Romance, Comedy
Warning : Yaoi (BoysXBoys), OOC, gaje, typos, ga mengenal ejaan, aneh, dll.
a/n : please read the warn before you read!
The chara belongs to God and this fic belongs to me
Chapter 4
Baekhyun tengah menikmati keripik kentangnya sambil melihat Kyung Soo yang berjalan kesana kemari dengan frustasi.
Entah memang Baekhyun kurang kerjaan atau malah kelewat perhatian, dia malah menghitung berapa banyak Kyung Soo bolak-balik. Dan sekarang dia sudah sampai hitungan ke sepuluh.
"Bagaimana ini... bagaimana ini..." gumam Kyung Soo sejak tadi.
"Kau hanya harus berpura-pura menjadi Soo Kyung" jawab Baekhyun sekenanya.
Kyung Soo menolehkan kepalanya lalu memegang kedua pundak Baekhyun tiba-tiba.
"Baek... kau tahu? Aku akan bertemu dengannya! Dengan Kai! Kai!" ucapnya sambil mengguncang-guncang Baekhyun.
"Yak! Aku tahu kau akan bertemu dengan Kai, memangnya siapa lagi? Justin Bieber?"
"Aish kau tidak mengerti Baek"
Kyung Soo melepaskan cengkramannya, menyomot keripik kentang milik Baekhyun lalu kembali berjalan kesana kemari. Baekhyun mengerucutkan bibirnya dan menjauhkan keripik kentangnya dari Kyung Soo.
Beberapa menit selanjutnya, Kyung Soo masih bergelut dengan rasa bimbangnya. Baekhyun yang sudah menghabiskan keripiknya lama-lama menjadi kesal.
"Kyung Soo bisakah kau berhenti? Apa kau tidak pusing berjalan kesana kemari dari tadi?"
"Aku lebih pusing memikirkan nanti hari Selasa Baek!"
"Tinggal menemuinya saja apa susahnya" gumam Baekhyun.
Tiba-tiba pintu kamar Kyung Soo dibanting dengan keras. Siapa lagi yang berani membanting pintu seperti itu kalau bukan Kyung Ri.
"Kyung Soo-ah~" panggil Kyung Ri dengan sumringah, pandangan matanya lalu tertuju kearah Baekhyun yang sedang menatapnya horor, "Baekhyun-ah~" panggilnya dengan nada yang sama. Baekhyun hanya membungkuk sambil menyapa balik dengan hati-hati.
"Noona!" panggil Kyung Soo dengan penuh penekanan.
"Ya adikku sayang?"
"Bagaimana ini? Apa yang harus aku lakukan nanti?" Kyung Soo terlihat resah.
"Ya tinggal menemuinya saja apa susahnya?" kata Kyung Ri seolah mengcopy apa yang Baekhyun katakan sebelumnya.
"Dengan ekspetasi bahwa dia akan menerima saja jika ternyata aku adalah seorang namja? Dia bisa saja memukulku atau menyebar fitnah kalau aku seorang gay!"
"Emm..." Kyung Ri mengarahkan matanya kearah lain.
"Aish"
Kyung Soo mengurut keningnya. Rasanya hal ini begitu memusingkan dibanding soal matematika dan fisika yang ia terima sehari-hari.
Kyung Ri tersenyum, kemudian ia merangkul leher Kyung Soo dan menariknya duduk diatas kasur, Baekhyun ikut merapat. Kyung Ri memperhatikan Kyung Soo dari bawah sampai ke atas, Kyung Soo mengikuti arah mata Kyung Ri.
"Cepat ganti baju" katanya tiba-tiba.
"Ganti baju? Untuk apa?"
"Kita akan pergi belanja"
"M-mwo? Belanja apa?"
Kyung Ri berkacak pinggang, "Aigoo... kau kan mau berkencan dengan Kai nanti? Apa kau mau pergi dengan kaos hitam dan celana jeans juga topi hitam?"
Kyung Soo mengerutkan keningnya berusaha mencerna apa yang dikatakan oleh kakaknya.
"Kyung Soo baby, kau bilang Kai tidak akan mungkin menerimamu jika dia mengetahui kalau faktanya kau adalah seorang namja bukan?"
Kyung Soo mengangguk.
"Maka dari itu, kau harus berdandan menjadi seorang yeoja"
Kyung Soo mematung. Baekhyun ikut diam dengan mulut menganga. Butuh waktu sampai 5 untuk Kyung Soo memulai teriakannya.
"MWORAGOOOO?"
Kyung Ri mengorek telinganya, teriakan Kyung Soo yang entah sampai berapa desibel benar-benar membuat telinganya berdengung. Wajah Kyung Soo semakin horor kali ini.
"Aku... harus menjadi seorang yeoja? Ya Tuhan.. mimpi buruk apalagi ini?" gumamnya sambil meringis.
"Noona, sudah kubilang kenapa tidak kau saja yang menemuinya? Kau bisa jelaskan apa yang terjadi" katanya dengan nada setengah memelas.
"Aniya Kyung Soo-ah, dia bisa sakit hati, nanti bagaimana kalau dia depresi? Lalu dia bunuh diri dan meninggalkan petunjuk bahwa dia mati karena aku? Kau mau aku masuk penjara?"
"Jangan berpikir terlalu jauh noona"
"Tipikal Kai itu adalah yang seperti itu, mudah depresi karena putus cinta"
Kyung Soo memutar matanya malas.
"Lagipula dia sudah terlalu jatuh cinta pada Soo Kyung, mau bagaimana lagi?"
Kyung Soo mengerucutkan bibirnya dan menghela napas. Akhirnya dengan terpaksa, Kyung Soo menyetujui kalau dia akan tetap menemui Kai dengan berpura-pura menjadi seorang yeoja.
Kyung Ri mencubit kedua pipi Kyung Soo gemas lalu segera meninggalkan kamar itu dan berpesan agar segera turun kebawah jika sudah selesai. Dan tentu saja Kyung Ri juga mengajak Baekhyun ikut serta dalam misi mengubah Kyung Soo menjadi seorang yeoja kali ini. Kyung Soo menjatuhkan tubuhnya di atas kasur.
"Kalian pantas bermain di opera sabun" celetuk Baekhyun sambil menunggu Kyung Soo bersiap-siap.
"Baek, kau harus berjanji padaku untuk tidak mengatakan hal ini pada siapapun"
X
Saat berada di pusat perbelanjaan, Kyung Ri sibuk memilah dan memilih baju untuk Kyung Soo. Tapi sebenarnya, bukan itu penyebab Kyung Soo menjadi semakin malas ketika berada disana. Pasalnya, sang sahabat sejati, Byun Baekhyun, dia malah ikut-ikutan memilih baju untuk Kyung Soo.
Melihat Kyung Ri dan Baekhyun yang berteriak-teriak sambil mengatakan 'ini lucu, ini juga, ini sangat cocok, blablabla' membuat Kyung Soo ingin sekali melemparkan manekin yang berada di dekatnya kepada mereka berdua.
Lagipula, kenapa juga Baekhyun harus ikut-ikutan bersemangat saat memilihkan baju untuknya? Kyung Soo kadang tidak mengerti pola pikir sahabatnya itu.
"Kyung Soo, cobalah ini semua, ayo cepat" ucap Kyung Ri yang memberikan setumpuk baju dan mendorong Kyung Soo ke kamar pas.
Lagi-lagi Kyung Soo menghela napasanya. Dengan langkah berat Kyung Soo berjalan pergi.
"Kyung Soo camkanman!"
Kyung Soo berhenti dan menoleh pada Baekhyun yang memanggilnya tadi. Dia menambahkan satu lagi dress untuk dicoba olehnya. Kyung Soo memberikan death glare, namun Baekhyun hanya menunjukkan cengiran khasnya.
Kyung Ri dan Baekhyun menunggu di luar. Dan saat Kyung Soo mencoba seluruh pakaian itu satu persatu, mereka mulai menilainya.
Kyung Soo sempat ingin menangis karena menahan malu. Bagaimana tidak? Semua orang memperhatikannya yang sedang mencoba baju perempuan.
Oh dan jangan lupakan tatapan dari para pengunjung perempuan yang seolah-olah mengatakan bahwa Kyung Soo adalah seorang yang cabul, aneh, dan menjijikan.
"Aku lebih suka yang warnanya soft pink, bagaimana menurutmu Baekhyun?" tanya Kyung Ri sambil mengelus dagunya.
"Dress itu juga menurutku cocok, pantas untuk karakter sepertimu Kyung Soo" Baekhyun ikut-ikutan mengomentari.
"Apa maksud dari perkataanmu itu Byun Baekhyun" geram Kyung Soo dengan penuh penekanan dan aura hitam. Baekhyun cengengesan sambil mencari perlindungan pada Kyung Ri.
"Baiklah, kita akan beli yang ini" Kyung Ri memutuskan.
Setelah mereka selesai membeli baju dan juga menenangkan Kyung Soo yang mengamuk pada Baekhyun, mereka bertiga lalu pergi mengunjungi sebuah toko wig.
Sama halnya seperti tadi di toko baju, Kyung Ri dan Baekhyun sibuk memilih wig yang cocok untuk dikenakan Kyung Soo.
Kyung Soo sempat ingin kabur saat Kyung Ri memaksanya untuk mencoba wig tersebut namun gagal setelah ia menabrak pintu kaca dengan bodohnya.
Selesai dengan wig, mereka meneruskan 'tur' mereka untuk membeli barang-barang lainnya, seperti sepatu, aksesoris, dan juga make up. Kyung Soo tidak menyangka hanya belanja seperti ini saja membutuhkan waktu berjam-jam lamanya, ia mulai lelah.
Penderitaan Kyung Soo hari itu tidak berakhir begitu saja. Saat sampai dirumah, Kyung Soo kembali dipaksa untuk mencoba seluruh barang yang telah dibeli. Bahkan Kyung Ri juga memoleskan make up pada Kyung Soo. Untuk percobaan katanya.
Sedikit merapikan poni wignya dan selesai. Kini Kyung Soo benar-benar berubah menjadi seorang yeoja yang sangat cantik dan menawan.
Kyung Ri menjauhkan tubuhnya sambil menatap kagum pada adiknya itu.
"Aku rasa aku telah gagal menjadi seorang wanita" gumamnya.
"Kyung Soo aku rasa aku mulai menyukaimu" kini giliran Baekhyun yang bicaranya mulai melantur sambil tercengang melihat penampilan Kyung Soo.
Mendengar pernyataan itu Kyung Soo hampir saja melayangkan pukulannya kembali pada Baekhyun, kalau saja Baekhyun tidak segera sadar.
"Sudah? Aku ingin segera melepaskannya"
"Tunggu dulu! tunggu dulu!" tahan Kyung Ri sambil mencari-cari handphonenya.
"Aku harus mengabadikannya dan memberitahu eomma"
"M- mwo? Tidak! Noona!" bentak Kyung Soo berusaha mencegah Kyung Ri mengabadikan aibnya.
Dia kemudian mendorong Kyung Ri dan Baekhyun keluar dari kamar dan membanting pintu dengan keras.
Kyung Ri mencibir Kyung Soo sementara Baekhyun terlihat kebingungan karena dirinya ikut-ikutan diseret keluar.
"Yak! Kyung Soo! Kenapa aku ikut di usir?" kata Baekhyun sambil menggedor pintu kamar Kyung Soo.
Kyung Soo membukakan pintunya dan segera menarik Baekhyun kedalam. Tak lupa dia juga memberikan Kyung Ri sebuah tatapan yang lebih mematikan dari sebelumnya.
Kyung Soo menghela napasnya, hari ini benar-benar terasa lebih melelahkan dari biasanya. Ia hendak melepaskan wignya, namun tiba-tiba Baekhyun menahan lengan Kyung Soo.
Kyung Soo menatap Baekhyun yang juga sedang menatapnya dengan mata yang serius. Cukup lama mereka berpandangan hingga Kyung Soo merasa ada yang janggal dengan posisi mereka saat ini.
"Baekhyun, bisa kau lepaskan tanganku sebelum membuat perasaanku menjadi semakin aneh?" kata Kyung Soo memecah keheningan.
"Kau tidak ingin latihan?" kata Baekhyun yang langsung mengubah lagi ekspresinya menjadi Byun Baekhyun yang innocent.
Kyung Soo mengerutkan keningnya, "Latihan? Untuk apa? Aku sedang tidak berkompetisi" katanya sambil menepis Baekhyun.
"Suaramu Kyung Soo, dan juga saat kau bertemu dengannya. Kau tahu? Ada beberapa hal yang harus kau ketahui saat berken-"
"Arraseo arraseo! Tapi hanya mencoba mengubah suaraku, aku tidak mau bersimulasi saat bertemu dengannya karena ini bukan kencan!"
"Tapi dia mengajakmu bertemu kan?"
"Hanya bertemu Baek, kami tidak akan melakukan apa-apa"
Baekhyun berjalan ke kasur, "Itulah masalahmu, kau itu dari dulu tidak pernah berpengalaman soal percintaan. Jika seseorang memintamu untuk bertemu, apa kau hanya akan melihat wajahnya saja lalu pergi? Tidak kan?"
"Jangan membicarakan soal percintaan, aku hanya tidak ingin memikirkan hal itu dulu"
"Tapi setidaknya selingi dengan hal-hal seperti itu agar hidupmu tidak monoton"
"Baiklah aku akan mengikuti permintaanmu"
Baekhyun tersenyum senang karena merasa bisa diandalkan, mereka pun memulai latihan mereka. Dengan susah payah Kyung Soo berusaha membuat suaranya menjadi sekecil mungkin agar menyerupai suara perempuan. Mereka juga sempat tidak tahan untuk tertawa saat mensimulasikan pertemuan nanti.
X
Hari yang ditunggu (atau mungkin tidak) akhirnya datang juga. Rambut coklat almond yang bergelombang, dress berwarna merah muda yang lembut, dipadukan dengan make up yang sempurna, berhasil membuat Kyung Soo menjadi pusat perhatian.
Tetapi gara-gara itu, Kyung Soo menjadi tidak berani untuk mengangkat kepalanya. Wajahnya sekarang sudah seperti kepiting rebus karena malu terus-terusan dipandangi seperti itu oleh orang-orang.
Kyung Soo menunggu di dekat patung angsa sesuai dengan perjanjiannya. Dia melihat-lihat sekeliling, sepertinya orang itu belum datang.
PING
Kyung Soo cepat-cepat membuka pesan itu. Sesaat ia mendesah kecewa karena ternyata itu dari Baekhyun.
Baekhyun : Hwaiting untuk hari ini Kyung Soo! Ah- maksudku Soo Kyung-ah~ Aku kesepian di hari libur ini T.T
Kyung Soo memanyunkan bibirnya sambil mengetikkan sesuatu.
Kyung Soo : Just die!
Selang beberapa detik kemudian, handphonenya berbunyi lagi. Kyung Soo mendecak kesal, namun seketika ia sedikit terkejut karena pesan yang diterimanya adalah dari Kai.
KAI : Noona kau dimana?
Soo Kyung : Aku sedang di dekat patung taman angsa
KAI : Benarkah? Kenapa aku tidak melihatmu? Aku juga sedang berdiri disana sejak tadi
Kyung Soo mengarahkan pandangannya sekali lagi dan dia tidak menemukan tanda-tanda keberadaan Kai disana. Kyung Soo membuka profil Kai untuk melihat penampakan dari wajahnya lagi. Ia mencoba memastikan lagi apakah Kai memang berada disana.
Soo Kyung : Aku tidak melihatmu Kai
KAI : Benarkah? Aku sedang berdiri menggunakan jaket warna gading dan kaos coklat tua
Kyung Soo mengerutkan keningnya, ia menoleh ke samping. Ada seorang namja yang sedang sibuk melihat handphonenya dan ciri-cirinya sama persis dengan apa yang dikatakan oleh Kai.
Sebenarnya, Kyung Soo mengetahui keberadaan dari namja itu sejak tadi, namun ia tidak tahu kalau ternyata itu adalah Kai karena dia terus menunduk menatap layar handphonenya. Kyung Soo mendengus, betapa lucunya karena sejak tadi mereka berdiri disamping masing-masing dan tidak menyadari keberadaan satu sama lain.
Kyung Soo berpikir sejenak, apa dia harus menyapa Kai terlebih dahulu atau tidak. Ini tidak ada di simulasi waktu itu, dan Kyung Soo menyesal karena menganggap remeh saran Baekhyun.
Setelah cukup lama berpikir, Kyung Soo membalas pesan Kai kembali.
Soo Kyung : Aku memakai dress berwarna pink dan membawa tas kecil berwarna pink macaroons, cobalah mencariku
Kai mengangkat kepalanya lalu menoleh ke samping. Seorang yeoja dengan ciri-ciri yang dikatakan oleh Soo Kyung. Kai penasaran apa itu benar-benar wanita yang sedang ditunggu olehnya, dia pun mendekati yeoja itu.
"Josonghamnida, apa kau Soo Kyung?" tanya Kai dengan hati-hati.
Kyung Soo menoleh, "Nde, apa kau Kai?" tanyanya balik.
Kai mengembangkan senyumnya, "Noona!" panggilnya dengan nada yang begitu bahagia.
Kyung Soo tersenyum membalasnya, Kai terlihat salah tingkah. Untuk beberapa saat mereka saling canggung.
"Aku tidak melihatmu disana tadi, maafkan aku" ucap Kai.
"Tidak apa-apa Kai, aku juga tidak menyadari kau sedang berdiri disana"
Kai tertawa sambil menggaruk telinganya, tubuhnya juga tidak mau diam sejak tadi, mungkin dia gugup setelah melihat Kyung Soo.
"Emm... noona" panggil Kai.
Kyung Soo memiringkan kepalanya imut. Matanya yang bulat, pipinya yang mengembang berwarna merah, juga bibir kissable yang berkilauan, membuat Kai tidak bisa menahan lebih lama perasaannya yang bergejolak akibat kecantikan dari seorang noona yang sedang berdiri dihadapannya.
"Aku... aku tidak menyangka kalau noona ternyata sangat cantik, bahkan lebih cantik dari yang di foto" ucap Kai dengan penuh semangat dan wajah yang berseri-seri.
Entah mengapa tetapi pernyataan Kai tadi membuat Kyung Soo tidak bisa menyembunyikan semburat merah di pipinya. Ia tersipu.
"Te- terima kasih Kai, aku juga tidak menyangka kau terlihat berbeda dari foto" balasnya dengan terbata-bata.
Kai kini beralih menggaruk kepalanya. Matanya tidak bisa terlepas untuk menatap Kyung Soo.
"Kalau begitu.. kita pergi?" ajak Kai yang dibalas anggukan oleh Kyung Soo. Mereka berdua pun kemudian berjalan-jalan bersama.
Awalnya mereka benar-benar terlihat canggung, bingung apa yang harus dikatakan. Jika Kai sedang gugup karena terlalu senang bertemu dengan Kyung Soo, justru Kyung Soo malah ketakutan penyamarannya sebagai yeoja akan terungkap. Ditambah lagi, sepatu wedges membuat dirinya tidak bisa berjalan dengan normal.
Ternyata disana banyak sekali tempat menarik yang cocok untuk dijadikan first date seperti mereka. Misalnya taman, tempat game, dan yang lainnya. Tadinya Kyung Soo dan Kai sempat mengunjungi bioskop untuk melihat film apa saja yang tayang. Namun mereka tidak menemukan film yang sesuai dengan keinginan mereka. Akhirnya mereka pun kembali berjalan-jalan.
"Noona, kau ingin pergi memakan sesuatu?"
"Eoh? Um... boleh, kebetulan aku juga belum sempat makan tadi"
"Jinjja? Kalau begitu kita segera cari tempat makan"
Kyung Soo mengangguk sambil mengikuti arahan Kai yang mengajaknya ke sebuah cafe unik di daerah itu.
Keduanya duduk berhadapan dengan segelas cappucino dan dessert yang terlihat menggiur lidah. Kyung Soo menelan ludahnya berkali-kali. Pasalnya ia tidak pernah melihat makanan yang se-menggiurkan itu selama hidupnya.
Kyung Soo mengambil potongan pertama. Saat adonan lembut itu masuk ke dalam mulutnya, mulutnya terasa meledak, enak sekali. Jika Kyung Soo sedang membintangi sebuah iklan, mungkin reaksinya bisa dibilang sangat lebay.
"Jinjja mashiseo igo!" kagum Kyung Soo sambil menunjuk-nunjuk makanannya pada Kai.
Kai tersenyum melihat reaksi Kyung Soo, "Aku senang kau menyukainya"
Kyung Soo terus bergumam menikmati kelezatan dessert itu. Kai juga terlihat menikmati makanannya sambil menikmati juga pemandangan di depannya. Kai benar-benar tidak bisa berhenti tersenyum saat melihat Kyung Soo.
"Noona makanlah dengan perlahan" ucap Kai saat Kyung Soo yang antusias menghabiskan makanannya, mengotori mulutnya sendiri dengan krim.
Layaknya di sebuah drama, Kai mengulurkan tangannya untuk mengusap sisa krim di mulut Kyung Soo. Hal itu membuat Kyung Soo membeku beberapa saat sampai ia mengeluarkan semburat merah kembali. Kai terkikik geli dan menjilat krim dijarinya tadi.
Dengan gugup, Kyung Soo mengambil cappucinonya. Sambil menyeruput, matanya mengintip sosok Kai. Parasnya bisa dibilang lumayan walaupun faktanya Kai benar-benar berbeda jauh dengan yang difoto. Auranya pun terlihat menenangkan dan sepertinya Kai memang sangat penyayang orangnya.
"Setelah ini kau ingin pergi kemana noona?" tanya Kai tiba-tiba dan hampir membuat Kyung Soo tersedak.
"Uh? Umm... aku, kalau aku mungkin hanya ingin jalan-jalan saja sambil mencuci mata. Tapi kalau kau ingin ke tempat lain, aku tidak masalah" jawab Kyung Soo.
"Aku akan menuruti keinginanmu"
Setelah mereka selesai makan di cafe itu, Kai dan Kyung Soo pergi melihat-lihat kembali. Kyung Soo dan Kai terlihat begitu menikmati kencan mereka. Lama kelamaan Kai dan Kyung Soo juga sudah tidak begitu canggung lagi. Keduanya semakin akrab mengobrol, saling menceritakan pengalaman mereka masing-masin sambil sesekali tertawa saat ada bagian yang lucu.
Semua bayang-bayang ketakutan Kyung Soo seperti hilang begitu saja ketika bersama dengan Kai, menurutnya Kai tidak begitu buruk jika dibandingkan dengan sikapnya di chat. Kai begitu perhatian dan lembut, juga menyenangkan.
Kyung Soo berhenti ketika melewati sebuah toko bunga. Matanya tertarik pada kumpulan bunga yang ada disana. Dan yang membuatnya terpikat adalah carnation (bunga anyelir) merah. Kyung Soo berjongkok sambil memperhatikan bunga itu.
"Noona, kau menyukainya?" tanya Kai yang ikut berjongkok di samping Kyung Soo.
"Tidak begitu, tapi warnanya sangat cantik"
"Sama sepertimu noona" gombal Kai sambil tersenyum manis pada Kyung Soo.
Kyung Soo yang awalnya melihat Kai langsung membuang pandangannya kembali. Lagi-lagi Kyung Soo dibuat berdebar-debar hanya dengan gombalan seperti itu. Padahal Kyung Soo paling anti dengan yang seperti itu. Melihat adegan romantis di drama saja sudah membuatnya mual. Tetapi sekarang ia malah mendapatkannya, dan reaksinya sama seperti pemeran wanita yang ada di setiap drama itu.
Kai terlihat mengeluarkan handphone dari saku jaketnya. Bunyi kamera membuat Kyung Sookembali menoleh pada Kai.
"Kau memotret?"
"Ini karena noona begitu cantik, jadi aku tidak ingin kehilangan kesempatan untuk mengabadikannya"
"Aish..."
Kyung Soo tersenyum malu, sementara Kai hanya cengengesan sambil kembali memotret Kyung Soo. Sesekali ia juga memandu Kyung Soo untuk melakukan beberapa pose dengan bunga itu.
X
Tidak terasa waktu sudah semakin sore, ini berarti waktu mereka berkencan juga sudah berakhir. Sebelum mereka berpisah, Kai menawarkan diri untuk mengantar Kyung Soo pulang. Awalnya Kyung Soo menolak, namun Kai bersikukuh karena dia ingin memastikan kalau Kyung Soo pulang dengan selamat.
Mau tidak mau, Kyung Soo pun mengiyakan tawaran Kai. Dan sekarang ini mereka tengah berada di jalan menuju rumah Kyung Soo.
"Noona"
"Ya?"
"Kalau boleh tahu, kau bersekolah dimana?"
"Kau ingat saat kita melewati sebuah gedung sekolah tadi?"
Kai mengangguk.
"Aku sekolah disana"
Kai ber-ah ria.
Setelah berjalan cukup lama, mereka pun sampai di depan rumah Kyung Soo. Kyung Soo berterima kasih pada Kai yang telah mengantarnya. Begitu juga Kai yang berterima kasih karena sudah mau meluangkan waktu untuk bertemu dengannya.
Kai pamit pulang sambil berpesan bahwa ia akan menghubungi Kyung Soo lagi setelah sampai dirumahnya.
"Tidak perlu Kai" ucap Kyung Soo sambil tersenyum dipaksakan. Dia tahu kalau namja itu pasti akan menghujaninya kembali dengan chatnya.
Mereka saling melambaikan tangan. Kyung Soo menghela napas saat punggung Kai sudah tidak terlihat lagi. Ia segera masuk ke rumahnya.
"Aku pulang" teriak Kyung Soo dengan wajah yang sumringah.
Kyung Ri sedang menonton acara kesukaannya sembari menyemil popcorn. Dia menolehkan wajahnya pada Kyung Soo yang berjalan dengan riang menuju kamarnya.
"Moodmu terlihat bagus, apa kencannya menyenangkan?"
Kyung Soo berhenti sejenak untuk menjawab pertanyaan Kyung Ri, dia mengangguk dengan semangat.
"Dia mengajakku makan di sebuah cafe yang sangat unik, makanannya enak sekali, dia juga mengajakku ke beberapa tempat yang menyenangkan" cerita Kyung Soo.
Kyung Ri hanya diam memperhatikannya, matanya kemudian tertuju pada buket bunga yang dipegang Kyung Soo.
"Aku bisa melihatnya" ucapnya, setelah itu ia kembali pada acara tvnya.
Kyung Soo berlari menuju kamarnya sambil bersenandung kecil. Kyung Soo begitu senang, apalagi saat mengingat Kai yang membelikannya bunga carnation itu sebelum pulang. Kyung Soo salah tingkah, ia sudah seperti yeoja yang sedang di mabuk cinta.
Kyung Soo mencium bunga itu sambil berjalan memutar-mutar. Kemudian ia tak sengaja melirik dirinya sendiri di cermin. Seketika Kyung Soo diam, wajahnya yang sumringah berubah menjadi datar.
Lama dan semakin lama ia menatap penampilannya sendiri.
Kyung Soo mendadak oleng, kepalanya terasa sakit. Ia berpegangan pada kasurnya.
"Sejak kapan.. aku bertingkah seperti ini?" gumamnya dengan wajah yang horor.
Kyung Soo melipat tangannya lalu mulai menangis setelah menyadari kalau apa yang dia lakukan tadi benar-benar membuatnya melupakan fakta bahwa dia adalah seorang namja.
Kai sukses membuat dirinya menghayati peran Soo Kyung.
TBC
Annyeong yeoreobun!^^
Kembali dengan lanjutan fic ini. Bisa ngebayangin kan gimana cantiknya uri Kyung Soo kalo dia udah berubah jadi cewe? wkwkwk.
Terima kasih buat semua readers yang sudah menyempatkan waktunya untuk membaca fic abal ini :'' terima kasih juga sudah setia dengan fic ini. Saya benar-benar terharu :'''
Semoga semakin puas dengan chapternya xD
Don't forget to give me your opinion about this fic!
With love,
Dyororooo
