Because of you
Genre: romance, drama, school, friendly, and other.
Pairing: sasuke .U, hinata .H, gaara. S.
All cats from anime of MASASHI KISIMOTO.
Warning: little typo, OCC, gaje, alurnya diambil dari kehidupan sehari-hari (jadi dimaklumi ya kalau boring bacanya)
Febry Present...!
Chapter 2
Festival kembang api tahunan sebentar lagi akan dilaksanakan, konoha high school sudah mempersiapkan sekolah dan memperindahnya agar lebih mirip lokasi festival dibanding sekolahan.
"hinata-chan, apa yang akan kau pakai nanti difestival? Apa kau akan menggunakan dress diatas lutut, atau mungkin hot pants?"tanya sakura bersemangat.
"apa? Aku tak akan semurahan itu." Tolaknya sambil kembali menghias dinding koridor lantai dua.
"oh, aku lupa kalau kau itu seorang hyuga." Sakura pun kembali membantu hinata untuk menempelkan hiasan didinding.
Tapi tiba-tiba, gaara datang mengejutkan mereka yang langsung menggenggam tangan hinata dengan erat.
"ah, subaku-san?" sakura pun melirik tangan mereka yang saling bertautan.
"iya, kau benar. Kami sudah berpacaran." Kata gaara to the point.
Siswa dan siswi yang berada disekitar mereka pun pada menoleh termaksud uchiha sasuke si pangeran konoha. Dia yang lebih dulu menoleh sejak gaara datang mendekati hinata.
Hinata p.o.v
Aku terkejut kalau gaara akan menggenggam tangan ku di depan semua teman-teman ku. Semua pun pada melihat kearah kami berdua, bagaimana tidak orang yang menggenggam tangan ku saat ini adalah pewaris tunggal dari subaku corp. Dan dia juga orang yang paling tampan kedua setelah sasuke seantero konoha ini. Itu yang kudengar dari mulut siswi yang saat ini melirik kearah kami. Tapi menurut ku, gaara lah yang nomer satu. Aku merasa beruntung telah digandeng olehnya. Dan tak kusangka kalau gaara akan membawa ku pergi dari tatapan para fansnya.
"gaara-san kita akan kemana?" tanya ku yang menurut saja padanya yang menarik tangan ku.
"atap." Itulah yang keluar dari mulutnya tanpa menoleh sedikit pun kearah ku.
Gaara p.o.v
"kenapa kita keatap?" tanya bingung hinata.
"kenapa? Apa tidak boleh? Kita kan sudah pacaran?" aku pun melepas genggaman tanganku ketika kami sudah sampai diatap sekolah.
"tapi kita hanya pacaran boongan kan? Itu yang kau katakan padaku, gaara-san?" hinata pun berjalan mendekati ku yang sudah berjalan kearah tembok pembatas.
"walaupun begitu kita harus berakting dengan sempurna, jangan sampai orang tau kalau kita tak benar-benar pacaran. Dan kau juga jangan memanggil ku dengan embel-embel –san lagi, bisa-bisa teman teman kita curiga." Aku pun menoleh kearah hinata yang terlihat terkejut dan pipinya pun memerah.
"oh, be-begitu." Hinata pun menundukkan kepalanya.
Orang ini sungguh aneh, aku dengar sih dia suka dengan ku, tapi sampai sekarang tak sedikit pun orang ini mencari perhatian ku. Kalau aku tak duluan mendekatinya juga kami tak akan seakrab seperti sekarang. Hinata benar-benar beda dengan cewek kebanyakan yang mengejarku dengan centil. Tapi aku tak suka dengan orang seperti ini, orang yang terlalu diam dan tak bisa mengekspresikan diri dengan baik. Aku mendekatinya juga karena dia setipe dangan cewek yang diidamkan oleh kedua orang tuaku.
"kau jangan lupa ya? Besok ulang tahun pernikahan orang tuaku." Aku pun berusaha mengingatkan dia.
"besok akan ku jemput." Aku pun memutar badan ku sehingga kami bisa saling berhadapan.
"tapi kan besok ada festival tahunan disekolah?" sela hinata.
"kita tak usah datang, lebih penting acara ulang tahun pernikahan orang tua ku dari pada festival bodoh itu." Aku pun memaksanya.
"baiklah, gaara-kun." Hinata terlihat sedikit sedih akibat paksaan dari ku, tapi biarlah pokoknya dia harus mengikuti perintahku selama jadi pacar boongan ku.
End gaara p.o.v
Akhirnya hari yang ditunggu oleh seluruh siswa siswi konoha high school pun datang juga, banyak dari mereka yang sudah datang di jam 7, padahal acaranya dimulai pada jam 9.
Sementara itu dirumah sasuke, dia sudah bersiap-siap dan segera memakai kemeja hitamnya yang sangat serasi dengan rambutnya.
Sedangkan hinata lagi bersiap untuk memakai kimono lavender yang bercorak bunga tulip, lalu dia menghias wajahnya dengan riasan yang simple dan natural. Tak berapa lama kemudian, ada seseorang yang memencet klakson mobilnya didepan rumah hinata.
Karena terkejut, sasuke pun melihat dari jendela kamarnya siapa orang yang telah membunyikan klakson mobil. Dan ternyata terlihat mobil BMW hitam sedang terparkir didepan rumah hinata, sasuke pun juga melihat hinata keluar rumah dan masuk kedalam mobil tersebut.
"apa itu mobilnya si subaku? Rupanya mereka memang sudah jadian." Gumam sasuke sambil menutup horden jendelanya kembali.
Sementara didalam mobil, gaara terlihat aneh karena melihat penampilan hinata yang berpenampilan seperti orang yang ingin mengunjungi acara sakral.
"kenapa kau berpakaian seperti itu?" tanya gaara.
"memangnya ada yang salah ya?" hinata pun melirik keseluruh pakaiannya.
"aduh kau ini! Terpaksa deh kita mampir kesalon dulu." Gaara pun membanting stirnya kearah pinggir jalan dan masuk kedalam parkiran sebuah salon mewah.
"kenapa kita kesini, gaara-kun?" tanya hinata polos.
"sudah diam saja." Gaara langsung menarik tangan hinata dan membawanya masuk kedalam.
Ketika didalam, gaara langsung menemui kepala salon yang bertugas disana. Dan memintanya untuk memodifikasi penampilan hinata.
Mendengar itu, kepala salon pun langsung memanggil anak buahnya untuk me-make over hinata.
Setelah menunggu sekitar 90 menit, akhirnya hinata keluar dari salah satu ruangan salon tersebut dengan memakai dress ketat diatas lutut, memakai highills, dan rambutnya dikeritingkan agar sedikit bervolume.
"wow!" satu kata yang dikeluarkan oleh gaara saat melihat hinata keluar.
"ehm...apa gaara-kun yakin aku akan bepenampilan seperti ini?" terlihat hinata sangat risih dengan dress mininya itu.
"kau sungguh cantik memakainya hinata?" puji gaara.
Gaara pun langsung membayar semua yang sudah hinata kenakan, dan mereka pun langsung saja menuju ke acara ulang tahun pernikahan orang tua gaara.
Akhirnya setelah menunggu beberapa menit didalam mobil, hinata dan gaara pun sampai digedung mewah yang disewa oleh orangtuanya untuk merayakan ulang tahun pernikahan mereka.
"ayo, kita masuk?" perintah gaara sambil menarik tangan hinata.
Mereka pun naik kelantai 24 dimana orang tua gaara berada menggunakan lift, dan tak berapa lama menunggu akhirnya pintu lift mereka pun terbuka.
"siapkan mental mu, jangan sampai kau terlihat memerah setiap orang tuaku ingin mengenalmu?" pinta gaara.
Hinata pun tertunduk, "jadi dia tau aku suka memerah?" kata hinata dalam hati.
Tak lama berjalan menelusuri keramaian dari tamu keluarga subaku, akhirnya mereka pun bertemu dengan orang tuanya gaara.
"hai, ma! Hai, pa?" gaara memberikan sapaan kepada orang tuanya.
"kamu sudah datang? Ehm,...siapa dia?" ibu gaara pun melirik kearah hinata dari atas sampai bawah.
Hinata pun dengan spontand langsung memberi hormat kepada ibu gaara, "konbawa, okaa-gaara-san? Saya hinata hyuga." Hinata pun memperkenalkan dirinya.
"oh, kamu hinata hyuga? Anaknya hiashi-sama ya?" tanya ibu gaara memastikan.
"iya." Balas hinata dengan tersenyum.
"benarkah?" ibu gaara pun mendekati hinata, "kami sungguh berterimakasih kepada ayahmu ya? Karena ia sudah mau menyuntikkan dananya keperusahaan kami?" sambung ayah gaara.
"apa? Kenapa kau tidak bilang kalau kau anaknya hiashi-sama?" gaara pun berbisik pada hinata.
"gaara-kun tak tanya padaku?" hinata pun sedikit memerah karena wajah gaara dengannya hanya sejengkal.
"kalau begitu, mari duduk? Kita makan bersama?" ibu gaara pun langsung menarik bangku untuk mempersilahkan hinata duduk dan ibu gaara pun duduk disamping hinata sama seperti gaara.
"oh, iya. Kenapa kau membawa hinata kesini, gaara?" tanya ibu gaara serius.
"kami berpacaran, bu?" ungkap gaara langsung sambil menggenggam tangan hinata yang membuat hinata sedikit memerah.
Hinata pun berusaha menepis rona malu diwajahnya, "iya, okaa-gaara-san?" sambung hinata.
"apa? Benarkah?" ibu gaara pun terkejut dengan ungkapan gaara dan hinata.
Gaara pun berbisik ke arah hinata, "kenapa kau tak bilang kalau kau anak hiashi-sama?"
"ah, ehm...kau kan tak bertanya pada ku, gaara-kun?" balas hinata terbata.
Sementara itu, sasuke terlihat memerhatikan sekelilingnya. Dan tak jarang pula ia bertanya kepada teman-teman yang ia ketahui dekat dengan hinata tentang keberadaan hinata.
Tak sengaja sakura menabrak sasuke, "eh, maaf ya, sasuke-kun?" sakura terlihat tersipu karena dia sudah menabrak orang yang sejak dulu ia suka.
Tadinya sakura berniat untuk pergi, karena pipinya sudah sangat merona menghadapi pangeran konoha yang satu ini.
"tunggu!" panggil sasuke tiba-tiba.
"ah, ada apa, sasuke-kun?" sakura pun menolehkan wajahnya yang sudah seperti kepiting rebus.
"apa kau melihat si cewek hyuga temanmu itu?" tanya sasuke.
"ah, hinata-chan. Bukannya dia lagi menemani gaara-san ke acara ulang tahun pernikahan orang tuanya gaara-san?" jawab sakura.
"oh, begitu? Terimakasih ya?" sasuke pun langsung pergi begitu saja meninggalkan sakura menuju gerbang depan sekolah.
Sasuke berjalan ke arah halte bus untuk mencoba mencari signal smartphonenya, karena dari tadi dia mencoba menghubungi hinata, tapi jaringannya selalu sibuk.
Sudah kesekian kalinya sasuke mencoba untuk menghubungi hinata. Tapi ketika sasuke memutuskan untuk duduk-duduk dihalte dekat sekolahnya, terdengar seseorang yang terengah-engah datang dan duduk disamping sasuke.
Sasuke pun menoleh dan agak terkejut karena orang itu adalah oarang yang dari tadi ia cari, "hinata?"
Hinata pun mengorek-ngorek tas kecilnya dan kelihatannya asma hinata kambuh, "kau tak apa-apa, hinata?" tanya sasuke kelihatan khawatir.
Hinata tak menjawab, dia malah menghirup isi inhalen yang sudah ia temukan didalam tas kecilnya.
Setelah sudah mereda, sasuke berusaha untuk bertanya apa yang terjadi kepada hinata yang muncul dihadapannya seorang diri saat ini.
"kemana pacarmu itu?" tanya sasuke serius.
Hinata pun menghirup napas panjang, "dia masih ada disana, dan aku kesini itu sengaja untuk menemuimu, karena kulihat kau sudah banyak mengirim pesan ke aku dan menghubungiku, maaf sebelumnya aku tak bisa membalas pesanmu, karena aku tak punya pulsa. Sedangkan kau menelpon ku dan kenapa selalu sibuk, karena aku sedang didalam ruangan yang membuat signalku menipis." Jelas hinata panjang lebar.
Sasuke pun terdiam, "kau membuat ku khawatir hinata?" gumam sasuke.
"maafkan, aku?" pinta hinata yang tiba-tiba saja pingsan.
"ah, hinata?" kaget sasuke yang langsung menangkap tubuh hinata yang terjatuh.
Tiba-tiba begitu saja gaara datang menggunakan BMWnya menghampiri sasuke, "apa yang terjadi pada hinata?" tanya gaara keluar dari mobilnya dan menghampiri sasuke dan hinata yang sudah pingsan.
Sasuke pun meletakkan tubuh hinata diatas bangku halte dan memukul pipi kanan gaara dan gaara pun sedikit terpental.
"apa yang kau lakukan pada hinata?" emosi sasuke pun meledak.
"apa maksudmu? Dia itu berlari dan meninggalkan ku, karena kau membuatnya khawatir, sasuke?" bentak gaara yang langsung bangkit.
Sasuke pun terdiam dan menoleh kearah hinata, "cepat buka pintu mobil mu?" sasuke pun langsung mengangkat tubuh hinata dan gaara langsung menuruti kata-kata sasuke.
"cepat kerumah sakit." Perintah sasuke.
Mobil BMW mewah itu pun langsung meninggalkan tempat mereka semula dan langsung menuju rumah sakit terdekat.
To be continued...
Kalau suka ceritanya mohon direview ya?...
