Because of you
Genre: romance, drama, school, friendly, and other.
Pairing: sasuke .U, hinata .H, gaara. S.
All cats from anime of MASASHI KISIMOTO.
Warning: little typo, OOC, gaje, alurnya diambil dari kehidupan sehari-hari (jadi dimaklumi ya kalau boring bacanya)
Catatan author: kalau bisa saat membaca chapter ini, tolong sambil mendengarkan lagu AILEE-NOTE LOVE. Tapi kalau ngak punya juga ngak apa-apa, dengar lagu yang lain aja yang menurut kalian cocok dengan lagi ini, ya? Atau ngak pake lagu juga ngak apa-apa.
Febry Present...!
Chapter 3
Sesampainya dirumah sakit langganan keluarga hyuga yang sasuke ketahui selama ini, sasuke langsung memanggil tim medis untuk langsung menangani hinata. Tim medis pun keluar dan membawa tempat tidur trolli dan membawa hinata keruang UGD. Hinata masih pingsan tapi syukurlah dadanya masih sanggup untuk mengambil oksigen walau hanya sedikit.
Sasuke dan gaara menunggu hinata di ruang tunggu yang disediakan pihak rumah sakit didepan ruang UGD.
"sebenarnya hinata mempunyai penyakit yang lebih dari asma kan?" tanya gaara serius.
Sasuke terlihat berfikir, "sebaiknya aku juga harus memberi tahumu karena kau juga sudah menjadi bagian dari kehidupannya hinata," sasuke pun menghela napasnya ringan, "hinata memiliki kelainan paru-paru, jadi dia agak susah untuk mendapatkan oksigen yang cukup jika ia beraktivitas yang berat-berat, bahkan walau hanya jalan kaki saja asmanya bisa kambuh."jelas sasuke.
Gaara terdiam, "dia anak hiashi-sama ya?" tanya gaara.
Sasuke mengangguk.
"orang tuaku adalah teman bisnis dari hiashi-sama, entahlah apakah hubungan ku ini disetujui oleh hiashi-sama atau tidak." Ungkap gaara.
"tenang saja, mereka itu hyuga baik-baik. Tenang saja kalau kau benar-benar mencintai hinata, mereka akan menerimamu dengan senang hati." Jelas sasuke.
"kulihat kau sangat khawatir pada hinata?" satu lagi pertanyaan dari sitampan subaku.
"ehm, gimana ya menjelaskannya? Aku menyukai nya." Ungkap sasuke.
"oh," hanya itu yang keluar dari mulut gaara.
Sekitar 15 menit berlalu akhirnya dokter pribadi hinata yang sudah mengenal sasuke menghampiri mereka berdua untuk memberi tahu kondisi hinata.
"bagaimana keadaannya?" seperti biasa muncul wajah kekhawatiran pada sasuke kalau sudah menyangkut orang yang disukainya.
"sasuke-san, hinata ini sangat kuat. Paru-parunya masih sanggup bekerja dengan baik selama beberapa bulan kedepan. Lebih baik kau memberitahu ini pada orang tua hinata, 3 bulan kedepan hinata harus segera operasi paru-paru." Jelas wanita paru baya didepan sasuke.
"operasi paru-paru?" ulang sasuke.
"iya, operasi paru-paru. Hinata harus segera dioperasi agar dia bisa hidup lebih lama lagi. Ya, walaupun operasi ini hanya memiliki kemungkinan keberhasilannya mencapai 46%, setidaknya keberhasilannya cukup besar dan aku rasa hinata bisa melakukannya." Jelas kurinai lagi, nama dokter pribadi hinata.
Sasuke pun terdiam, sedangkan gaara hanya bisa menjadi penonton saja atas percakapan kedua orang tersebut.
"apa sekarang kami bisa melihat keadaan hinata?" tanya sasuke.
"boleh, tapi dia belum sadar. Dan kalau dia sudah sadar, cepat kau panggil aku ya, sasuke-san?" pinta kurinai.
Mereka pun mengangguk dan langsung saja masuk kedalam ruang UGD untuk melihat kondisi hinata.
Ternyata selang-selang oksigen dari yang besar sampai yang sangat kecil sudah bertengger disekitar area wajah hinata, bahkan hampir menutupi seluruh wajahnya.
Mereka pun menghampiri hinata.
SASUKE P.O.V
"Tak kusangka semuanya akan begini jadinya, aku tak berniat untuk membuat mu khawatir, hinata. Aku juga tak menyangka kalau kau akan sekhawatir itu terhadap ku. Tolong kembali ceria seperti tadi atau kemarin atau lusa. Apa kau tak ingin melihat pangeran tampan mu lagi, subaku gaara." Kata ku dalam hati Aku pun menoleh kearah gaara yang menatap hinata dengan intens.
"dia sungguh mencintaimu, hinata?" sambungku lagi didalam hati.
"tak kusangka ternyata dia seperti ini, aku pernah berfikir kalau dia ini orang yang sangat aneh." Tiba-tiba saja gaara mengeluarkan kalimat tersebut.
"apa maksud mu?" kami berdua pun duduk disofa yang telah disediakan disamping tubuh hinata.
"bukan apa-apa." Gaara akhirnya menatap kearahku.
Tak lama kami berbincang, kedua orang tua hinata sudah datang. Mereka datang atas panggilan ku tadi memberi tahu kalau penyakit hinata kambuh lagi dan harus dibawa kerumah sakit.
"bagaimana keadaannya, sasuke-san?" tanya ibu hinata.
"tante, om, hinata sudah tidak apa-apa." Kata ku.
"itu benar." Sambung gaara membenarkan.
"kau, bukannya...?" ayah hinata pun melirik kearah gaara.
"iya ini aku, om." Balas gaara sambil membungkukkan badan untuk memberi hormat kepada mereka berdua.
END SASUKE P.O.V
Keesokkan harinya, sasuke berniat untuk menjemput hinata sekolah sekaligus untuk melihatnya. Tapi ketika sasuke malangkahkan kakinya kekediaman hyuga, sasuke malah menghentikan langkahnya karena ia sudah melihat hyuga cantik yang ia cari keluar rumahnya.
Ternyata hinata masih memakai selang pernapasannya dan memegang botol oksigen ditangannya yang terlihat semakin kurus.
Melihat itu sasuke merasa prihatin padanya, "hai, hinata-chan?" sapa sasuke.
Hinata pun menonggakkan kepalanya untuk melihat orang yang menyapanya.
"sasuke-san?" balas hinata sambil berjalan mendekati sasuke.
"kau masih memakainya?" tanya sasuke.
"iya, entah kenapa aku merasa engap setiap aku membuka selang ini." Jelas hinata yang memulai langkahnya yang diikuti oleh sasuke juga.
Sasuke pun terdiam dan melirik kearah hinata dengan intens tanpa hinata sadari, tiba-tiba sasuke malah berjalan mendahului hinata dan berhenti didepannya lalu jongkok dan memberikan punggungnya pada hinata, "naik lah?" pintanya.
"ah...?" heran hinata.
"ayo, cepat?" sasuke pun menoleh kebelakang.
"ehm...apa kau sedang tidak enak badan?" hinata malah memegang dahi sasuke.
"tidak, kau tak apa-apa." Sambungnya.
"hey...!" teriak sasuke, "cepatlah?" pintanya lagi.
"baiklah, baik." Hinata pun langsung menuruti kata pangeran konoha itu.
"kau ini kenapa sasuke? Tak biasanya begini?" tanya hinata dibelakang punggung sasuke.
"tak biasa apanya?" tanya sasuke balik sambil mulai berjalan menuju sekolah mereka.
"iya, memang kau itu suka membantu ku? Tapi kenapa kau mau menggendongku? Bukannya seorang pangeran uchiha seperti mu mempunyai harga diri yang tak cukup dihargai dengan seribu butir mutiara?" jelas hinata panjang lebar.
"kau ini, bukannya kau lagi sakit? Aku takut kau sakit lagi." kata itu yang sukses membuat hinata terdiam terpaku.
"kau mengkhawatirkanku?" tanya hinata.
"ehm...! kau itu mengusahkan ku tau?" bentak sasuke, tapi tiba-tiba hinata malah memukul kepala sasuke .
"aduh!" rintih sasuke.
Sesampainya disekolah, mata semua siswa dan siswi tertuju pada pangeran konoha yang sedang menggendong seorang perempuan.
"siapa dia?" tanya seseorang yang dapat didengar oleh hinata.
"lancang sekali dia berani-beraninya menaiki punggung sasuke-ku?" sambung teman sebelahnya.
Tak sengaja mereka pun bertemu dengan sakura di pertigaan koridor, "sasuke-kun, hinata-chan?" herannya.
Akhirnya sasuke pun menurunkan hinata. Kelihatannya sakura ingin meminta penjelasan atas hal yang dia lihat, tapi ketika ia melihat kearah hinata yang terlihat sedang memakai selang-selang aneh dihidungnya, jadi ia mengurangkan niatnya untuk kepo.
"ah, hinata-chan kenapa?" tanya sakura sedikit khawatir.
"aku tak apa-apa, sakura-chan." Balas hinata.
Akhirnya mereka pun berjalan bersama menuju kelas mereka, "tak apa apanya? Ini apa yang kau pegang? Dan ini apaan yang ada dihidung kamu?" penyakit kepo sakura pun kambuh.
"ini cuman botol oksigen, aku memakai ini biar asmaku ngak kambuh mulu. Aku bosen." Jelas hinata.
"oh, cepat sembuh ya?" kata sakura sambil mengelus kedua pundaknya.
Akhirnya mereka bertiga pun sampai dikelas yang mereka tuju, tapi tak disangka ternyata ada subaku gaara yang sedang menempati kursi hinata.
"ah, gaara-ku?" heran hinata.
"ah, gaara-san?" heran sakura juga.
Gaara pun langsung bangkit dan datang menghampiri hinata, seluruh penghuni kelas sudah memerhatikan mereka.
"apa kau baik-baik saja?" tanya gaara.
"hn." Hinata pun mengangguk imut.
"syukurlah." Kejadian tak terduga terjadi, gaara malah memeluk hinata didepan sasuke dan didepan seluruh penghuni kelas.
"aku sangat mengkhawatirkan mu?" gumam gaara.
"cih, jelas-jelas dia tau aku menyukai hinta?" batin sasuke.
Hinata yang dipeluk pun menjadi memerah seperti kepiting rebus.
"aku sudah tak tahan?" tiba-tiba hinata malah mendorong gaara melepas pelukannya.
"kau kenapa, hime?" tanya gaara bingung.
"jangan mendekat? Kau membuat ku mati berdiri saja?" teriak hinata sambil menhentikan langkah gaara yang berniat mendekatinya.
Gaara malah tertawa kecil dan diikuti pula oleh sakura.
Jam istirahat tiba, hinata memutuskan untuk keatap sekolah untuk menghabiskan bentonya. Saat ini langit sangat cerah, sama seperti hati hinata yang sangat berbunga-bunga. Dia tak menyangka kalau gaara akan memeluknya seperti itu.
HINATA P.O.V
Kenapa aku ini? Kenapa aku jadi memikirkan kejadian tadi? Tapi kenapa bisa gaara memelukku seperti itu? Ah, paling dia cuman untuk memperyakin mereka semua kalau kami benar-benar pacaran. Tapi kan acara ulang tahun orang tuanya kan udah selesai, seharusnya pacaran boongan ini udahan juga kan?
Sekarang aku sudah kehilangan selera untuk menyantap bento ku, aku pun menutup kembali penutupnya. Aku menatap kearah langit yang begitu cerah hari ini.
Tapi tiba-tiba seseorang mengejutkanku, "gaara-kun?" panggil ku.
Gaara pun duduk disampingku, tapi aku bergeser sedikit agar tak terlalu dekat. Karena kalau dekat-dekat jantung ini tak bisa terkontrol, bisa-bisa aku memerah didepannya karena jantungku terlalu overdosis memompa darahnya kewajahku.
"hinata, apa kau mau untuk jadi pacar resmi ku?" tanya gaara to the point.
"ah, apa? Apa yang kau bilang?" tanya ku sangat terkejut.
"aku yakin kau mendengarnya dengan jelas, hinata?" itu malah balasan dari gaara.
"i-iya, ta-tapi?" tiba-tiba tak kusangka dan tak pernah kusangka sebelumnya terjadi, gaara menciumku.
DEG...DEG...DEG...
Gaara pun melepas kecupannya, tapi ternyata pipi hinata sudah memerah.
"bagaimana?" tanya gaara sekali lagi.
"ah, gaara-kun? Apa ini sungguhan?" tanya hinata memastikan.
"untuk apa aku bohong, hime?" balas gaara.
Tanpa ditunggu lagi, hinata langsung menjawab iya dengan senang hati kepada gaara. Dan gaara pun langsung memeluk hinata yang sekarang menjadi pacar resminya.
Tapi tak disangka sasuke ada dari kejauhan dan malihat mereka berciuman.
Sasuke pun langsung saja meninggalkan mereka, "aku sudah tak ada kesempatan." Gumamnya sambil berjalan.
To be continued...
Ngak nyangka ya udah chapter 3 aja, rencananya sih mau cuman sampai chapter 5. Tapi doain aja ya kesampaiana? Maaf ya kalau alur ceritanya terlalu serius, ngak ada komedinya? Emang aku orangnya ngak bisa terlalu bikin komedi sih? Ngak kayak author author lainnya yang kalau bikin cerita selalu ada kocaknya. Sekali lagi terimakasih ya atas kunjungannya?
Kalau suka jangan lupa review dong? Ngak maksa kok, cuman minta tolong?
