Sebuah ficlet, Carnival Phantasm/Hollow ataraxia-style tentang reaksi Nasuverse saat bermain FGO. Slight romance, full humor (semoga). Beberapa dari pengalaman nyata (lol).
Nasuverse Play FGO
Nasuverse © Nasu Kinoko & TYPE-MOON
Fate/Grand Order © TYPE-MOON and DelightWorks
Chapter II
4. Unlimited Maintenance Works
Sudah 40 jam lebih server Fate/Grand Order down. Padahal, baru saja 3 hari online! Penyebabnya tak lain tak bukan adalah membludaknya pemain, yang jauh melebihi ekspektasi... terutama dari fans luar Jepang. Dan juga mereka yang membuat banyak akun untuk mencoba peruntungan di gacha pertama. Server meledak, dan game terpaksa ditutup untuk maintenance.
Selama itu pula kesabaran para pemain hampir meletus. Terutama mereka yang tak punya kegiatan selain main FGO... seperti Saber.
BAMM!
Saber meninju meja makan kediaman Emiya dengan kekuatan yang tak kau kira bisa keluar dari tubuh sekecil itu. Shirou yang terhenyak menjatuhkan biskuit di tangannya, sementara Rin masih meminum tehnya dengan elegan.
"Aku sudah menunggu cukup lama! Sampai kapan maintenance ini berlanjut?!" teriak sang Raja Para Ksatria.
Rin meletakkan cangkir tehnya, "Pertanyaanku sama denganmu, Saber. Tapi, siapa yang tahu."
"Maa, maa. tenanglah, Saber," Shirou berusaha menenangkan Servant-nya itu. "Berdasarkan informasi dari sumber yang amat terpercaya (Gilgamesh), server akan dibuka kembali besok siang. Berikut update dan kompensasi berupa 20 Saint Quartz. Ahh, akhirnya aku bisa gacha lagi."
Dia masih dendam karena Servant SR (*4) pertamanya adalah Archer EMIYA.
"Ooh, baguslah kalau begitu. Aku tidak sabar segera ingin membersihkan Fuyuki dari pengaruh Grail," kata Saber. Dia berdiam sejenak, lalu berkata lagi, "Tapi... itu masih besok siang kan? Apa yang harus kulakukan sampai saat itu?"
"Menunggu. Tidak ada cara lain," tiba-tiba Archer muncul. Walaupun tidak ikut bermain, Rin memang selalu menyeretnya ikut, untuk membantu kalau-kalau ia salah pencet lagi di ponselnya.
"Archer?"
"Master, aku punya sesuatu yang cocok untuk situasi seperti ini. Mungkin bisa menghibur."
Shirou dan yang lain pun memfokuskan perhatian mereka ke Archer, penasaran. Tak biasanya si Servant sarkas itu berniat menghibur! Menyadari dirinya jadi pusat perhatian, Archer memasang wajah super seriusnya. Bahkan, mana seperti memancar keluar dari badannya!
Apa ini... Noble Phantasm?!
"I am the bone of my game."
Musik EMIYA – 2015 extended version, menghentak di latar belakang.
"AP is my body and Rolls are my blood
I have created over a thousand accounts.
Unknown to Reddit, Nor known to Type-moon.
Have withstood pain to create many accounts,
Yet, those hands will never hold any 5 stars.
So as I pray, unlimited maintenance works!"
Setelah mengatakan itu, Archer menghilang sambil tertawa terbahak-bahak. Sepertinya langsung ngacir untuk menghindari amukan Rin dan yang lain.
Whuuuu...
Angin dingin yg membawa sehelai daun, seolah bertiup di ruang tamu kediaman Emiya.
"... Shirou. Kalau sudah besar jangan tumbuh jadi orang brengsek sepertinya, oke?" kata Rin kemudian.
"Memangnya kau ibuku?!" Shirou menghantam meja.
...
Keesokan siangnya, saat yg dinantikan tiba. Sesuai janji DELiGHTWorks, server sudah dibuka kembali. Bahkan ada update kecil untuk gameplay! Plus 20 quartz. Singkatnya, penantian yang cukup berarti.
"Yang terpenting buatku sih, quartz-nya," kata Shirou. Kini dia sudah siap di menu summon. "Akan kugunakan semuanya, demi menggantikan orang ini (Archer)!"
"Hmm, semoga beruntung, Shirou," kata Saber, yang lagi asyik membersihkan area Fuyuki dari wabah tengkorak dan Dragon Tooth Warrior.
Shirou menghela napas panjang, lalu...
"... My body is made of swords."
Mengatakan itu sembari menekan tombol gacha 4 quartz. Karena itu mantra yang menggambarkan dirinya sendiri (dan Archer), dia yakin bisa meningkatkan keberuntungan saat summon...
Hasilnya?
Black Keys.
"My blood is of iron, and my heart is of glass."
Black Keys.
"I survived through countless battles."
Pisau Azoth.
"Not even once retreating. Not even once being victorious."
Craft Essence bergambar dirinya sendiri... dengan jubah merah Archer. Pada saat ini wajah Shirou seolah bertambah tua. Rambutnya memutih dan kulitnya menghitam (alias jadi Archer) karena frustasinya.
Hingga hanya tersisa 4 quartz. Shirou pun pasrah. Apapun hasil summon terakhir ini dia tak peduli lagi, pokoknya Servant!
"The bearer lies here alone... forging iron in the hill of swords," suaranya sudah sangat lirih saat itu, seperti dia benar-benar merasakan sakit. Di hatinya.
Criiiing!
Kartu Saber berwarna emas muncul! Shirou melonjat dari posisi duduk bersilanya, dan...
Siegfried, sang Ksatria Berdarah Naga (*4 Saber) muncul.
"Uwoooooh! Siegfried!" dia bersorak.
Mendengar itu, Saber bangkit dan menghampiri sang Master, ingin ikut merayakan keberhasilannya, "Bagus sekali, Shirou!"
"Namaku Siegfried. Senang melayani anda, Master," kata Siegfried.
Ekspresi bahagia Shirou seolah membeku mendengar suara sang Servant. Karena... sepertinya suara itu akrab di telinga.
"Dia ini ksatria terhormat. Bagus sekali! Satu kursi lagi di timku! Suatu saat aku juga akan mendapatkannya," Saber tampak sangat antusias.
Hal yang sama tidak dirasakan Shirou. Karena dilihat baik-baik, Siegfried itu mirip seseorang. Rambut perak, kulit agak kecoklatan, dan suara itu, tak salah lagi,
"Dia mirip Archer..."
A/N: Seiyuu Siegfried sama dengan Archer EMIYA, Junichi Suwabe. Untuk tambahan ironi, backstory mereka juga mirip...
5. Appeal
Demam Fate/Grand Order (FGO) menyebar bagaikan lumpur Cawan Suci di Fuyuki ini. Hampir semua orang yang dikenal Shirou memainkannya, tidak terkecuali para Servant. Meskipun game ini masih belum ada fitur PvP atau permainan tim lain, sehingga mereka tidak bisa main bersama walaupun bisa online berbarengan, namun hal itu tidak menyurutkan semangat para pemainnya. Sebaliknya, ini membuat mereka semakin penasaran atas rahasia-rahasia game ini yang bisa diketemukan bersama.
Illyasviel von Einzbern adalah salah satu yang paling antusias soal bermain bersama. Ia sering mengajak pemain lainnya berkumpul, walaupun hanya Shirou dan Saber yang biasanya mau. Maka, Illya selalu menyamakan progress nya dengan si oniichan dan Servant favoritnya (kedua setelah Berserker itu), agar mereka bisa berpetualang bersama di akun masing-masing.
Hari itu, Illya main lagi ke kediaman Emiya, membawa Sella yang kurang antusias, dan Leysritt yang penuh semangat yang bisa tampil di wajah tanpa emosinya.
"Ta-daaa!" Illya memamerkan layar utamanya, di mana karakter cowoknya yg bernama Emiyashiro ditemani ketiga Servant-nya; Heracles, Saber Arturia, dan Bathory (*4 Lancer). Dalam urusan gacha, ia memang cukup beruntung. Pertama mencoba peruntungan setelah tutorial, Heracles langsung muncul.
"Oooh, selamat, Illyasviel. Aku yang di sana akan menjadi pedangmu," kata Saber, ikut merasa senang. Kalau ia sih lebih beruntung dari Illya, di gacha pertamanya langsung dapat Jeanne. Kemarin ia menarik Saber Alter, yang segera dicadangkan karena merasa kurang nyaman melihatnya.
"Lalu, aku..." Leys memamerkan Vlad (*5 Berserker) dan Carmilla (*4 Assassin) miliknya.
"... bersama orang-orang beruntung seperti kalian membuatku minder," Shirou menggerutu. Bagaimana tidak, hasil summon Servant miliknya yang beruntung adalah... dirinya sendiri dari masa depan. Dan orang yang mirip dirinya. Sungguh pertanda buruk, dia bersikeras.
"Jangan begitu, Shirou!" Illya menepuk-nepuk pundak kakak angkatnya itu, menciptakan bunyi yang nyaring. Kekuatan yang ia gunakan tidak sesuai perawakan kecilnya. "Suatu saat, kamu juga pasti beruntung! Maksudku, Lancer saja mendapat St. Martha (*4 Rider) kemarin!"
Illya memang membuat grup khusus di WA yang beranggotakan para pemain FGO di kota Fuyuki ini. Di situlah mereka bisa mengobrol, memamerkan tim dan keberuntungan masing-masing, juga bertanya tips dan trik bermain. Seperti Lancer, kemarin dia memamerkan hasil gacha terbarunya.
"Dan dia takut telah menggunakan semua keberuntungannya... dia kan mengincar gurunya itu," kata Saber, merujuk si seksi Scathach (*? Lancer) yang jadi incaran banyak pemain cowok.
"Makanya Shirou, siapa tahu keberuntunganmu itu hanya tertunda!" lanjut Illya.
"Terimakasih, Illya. Itu... cukup menghiburku," Shirou menepuk-nepuk kepala adik angkatnya itu, membuatnya tersenyum senang. Di latar belakang, Sella mencengkeram cangkir tehnya sampai retak.
"Daripada itu, ayo, kita main," Leys sepertinya sudah tidak sabar lagi. Homunculus tanpa ekspresi itu mengangkat-angkat ponselnya, ingin segera memulai.
...
"Shirou, kamu sudah sampai chapter terakhir Fuyuki?" tanya Illya.
"Hmm, baru kemarin malam. Aku nggak mau mengakui ini, tapi Archer dan Siegfried benar-benar membantuku," kata Shirou. Diapun memencet tombol Fuyuki – Chapter 11, area boss terakhir.
Sesosok ksatria pedang dengan aura hitam pun muncul.
Dengan kelas Saber, ia memiliki wajah yang sama dengan Saber, namun tatapannya menunjukkan sikap tanpa kompromi dan tirani yang teramat sangat. Berbeda dari tatapan penuh respek dan wibawa dari Raja Para Ksatria.
"Saber Alter?" komentar Shirou. Saber, di sisi lain meja, tubuhnya berguncang mendengar nama itu.
Baru saja tim Shirou menyapanya, pedang hitam di tangan Saber Alter memancarkan cahaya hitam.
"O-oi! Dia langsung pake Noble Phantasm! Nandesaaa?!"
Tiba-tiba Mashu Kyrielite alias Shielder muncul dan menggunakan perisainya. Ternyata itu adalah Noble Phantasm miliknya, Lord Chaldeas! Dengan itu ia bisa menetralisir serangan Saber Alter!
Shirou menghela napas lega. "Mashu menyelamatkanku... sekarang pertarungan yang sebenarnya dimulai! Untuk kali ini aku merasa beruntung punya Archer yang lumayan kuat."
Beberapa menit kemudian...
"Excalibur... Morgaaaaaan!"
"Nandesaaaa?! Lagi?!"
WUUUUNGGG!
Tim Shirou tenggelam dalam cahaya hitam. Saat serangan itu usai, yang tersisa hanyalah serpihan mana dan roh Servant-nya yang tewas... bukan, menguap.
Singkatnya, dia kalah.
"... di mana Rho Aias-mu, Archeeeer?!" teriak Shirou, kesal. "Dasar tidak berguna!"
Archer, di kediaman Tohsaka, bersin.
Illya terkikik, "Shirou, bodoh! Mestinya kamu menggunakan skill pertama Shielder untuk blok Noble Phantasm-nya!"
"Atau, pakai Noble Phantasm-nya, Jeanne," sambung Leys.
Shirou memukul telapak tangannya.
"Ah, begitu triknya? Oke, akan kucoba lagi. Saber, pinjam Jeanne-nya."
"Baik, Shirou."
Tak lama, terdengar kata-kata terakhir dari Alter. Pertarungan berakhir! Shirou meletakkan ponselnya dan menghela napas lega.
"Fuuh. Untuk pertarungan pertama melawan boss, tim ini cukup berhasil, kurasa."
"Kerja bagus, Shirou! Walaupun aku langsung sukses di percobaan pertama, sih," kata Illya.
"Ngomong-ngomong, kalian tidak menyadari sesuatu yang mengganjal selama ini?" tiba-tiba Saber, yang dari tadi diam, berkata. Wajah sang Servant Pedang itu tampak begitu serius, secara otomatis membuat Shirou, Illya, dan Leys (juga Sella di belakang) memfokuskan perhatian mereka, seolah menghadap titah raja. Charisma rank B! "Aku... punya banyak kembaran di game ini! Ada aku sendiri, lalu Alter dan Lily... Jeanne, d'Eon, dan Nero. Padahal kita semua tak ada hubungan sejarah maupun keluarga. Apa maksudnya ini, aku penasaran."
Pertanyaan bagus. Memang, banyak yang mirip dengan Saber Arturia di Grand Order ini. Bahasan ini memang belum pernah diangkat, Shirou dan kawan-kawan menunggu reaksi dari yang bersangkutan terlebih dahulu.
Illya memiringkan kepalanya, "Itu karena ilustrator game ini pecinta berat Saber?"
"Uwah. Jangan-jangan dia sebenarnya... Gilgamesh?" komentar Shirou.
"Tidak! Jangan, siapapun, asal jangan dia!" Saber bergidik.
Nun jauh di Kapel Fuyuki sana, Gilgamesh bersin amat keras.
Kembali ke kediaman Emiya...
"T-tapi, imitasi sebanyak apapun, tentu saja yang orisinal lebih bagus dari mereka, kan?" Saber membusungkan dada ratanya.
"Saber. Siapa bilang imitasi tak bisa mengalahkan yang orisinal?" komentar Shirou dengan wajah super serius (yang tidak perlu). "Jika lawanmu adalah yang orisinal, maka lampauilah mereka!"
Nun jauh di kapel Fuyuki sana, Gilgamesh bersin amat keras (lagi).
"Oh, itu kanker paru-paru. Aku turut berduka, kinpika," kata seorang gadis berambut perak.
Buat orang kebanyakan, ocehan seperti itu akan membuatmu jadi target sasaran Gate of Babylon. Tapi tidak dengan gadis itu. Caren Hortensia namanya, Master-nya Gilgamesh (dan Lancer).
"Enak saja!" teriak Gilgamesh. Hanya begitu dan si raja emas tidak bisa melawan lagi, entah kenapa.
Kembali ke kediaman Emiya...
"Enak saja! Jelas aku yang lebih unggul!" Saber tampak ngotot. Tapi, keringat dingin mengaliri pipinya, sepertinya ia ragu akan sesuatu.
Shirou tahu apa 'sesuatu' itu, dan berusaha keras untuk tidak mengatakannya. Karena dia kan laki-laki!
"Untuk kali ini Shirou benar, Saber. Maksudku, lihat ini," Illya membuka kartu Arturia-nya, dan membuka kartu Jeanne milik Saber, membandingkannya. Ia menuding... bagian kewanitaan tertentu mereka, atau secara gamblang, dada. "Jeanne unggul soal sex appeal. Seorang Santa yang memiliki proporsi seperti model film dewasa!"
"Illyasviel! Kenapa kamu mengatakan hal yang paling tidak ingin kudengar, semudah itu!?" teriak Saber, dengan wajah memerah.
6. Suddenly Heracles
Setelah menyelesaikan Fuyuki, Order kedua di Perancis pun terbuka. Berikut hadiah berupa Cu Chulainn (*3 Caster) dan kemungkinan mendapatkan Saber Alter di gacha dengan quartz. Bagi kebanyakan pemain, ini menjadi penanda untuk beralih ke chapter selanjutnya karena penasaran dengan cerita selanjutnya. Namun, tidak dengan Saber.
Sesuai dengan ikrarnya, ia ingin membersihkan Fuyuki di game dari pengaruh lumpur hitam Cawan Suci. Maka ia pun memainkan Free Quest yang terbuka setelah cerita di Fuyuki selesai. Kebanyakan misi-misi itu berisikan tengkorak dan Dragon Tooth Warriors, yang tentu saja bukan halangan bagi tim Saber.
Maka, sampailah ia pada area X-G. Hanya ada 1 misi di sana, yang menggunakan 15 AP (stamina) dan berhadiah 1 quartz.
"Ini Free Quest terakhir di Fuyuki?" tanya Illya, yg kini duduk di pangkuan Saber.
"Benar. Tidak ada batasan level yang diperlukan, sepertinya mudah," gumam si ksatria. "Baiklah, aku masuk. Dengan misi ini, tugasku di Fuyuki akan berakhir."
"Saber, jangan nekat..." Shirou memberinya peringatan.
"Shirou. Tanpa keberanian, takkan ada jalan," kata Saber.
Sementara, layar ponselnya menunjukkan Fatal Battle, alias pertarungan melawan boss. Hal pertama yang dilihatnya setelah loading, adalah latar belakang Fuyuki membara yang tiap kali dilihat selalu membuatnya merasa tidak enak, dan...
Sesosok bayangan tinggi besar penuh otot, seperti akibat seseorang yang penasaran dia bisa berotot sampai seperti apa, dengan kelas Berserker. Level 62. HP: 200 ribu.
Seluruh warna di kediaman Emiya seolah luntur.
"Demi jenggot Merlin... APA ITU?!"
"Grrrrr!"
Suara geramannya cukup akrab di telinga...
"Itu Heracles," kata Illya.
...
Diselingi banyak "graaa", "grrrrr", dan "grroaaaaa", tim milik Saber dikembalikan ke Cawan Suci (aka tewas), rata hanya dalam 3 giliran. Tentu saja dia kalah! Rata-rata level timnya adalah 30!
"... aku akan belajar dari blunder ini," kata Saber.
- Omake -
EX1. Dream Team
Shirou, "Siapapun asal bukan Archer. Dan orang yang mirip Archer. Dan orang dengan senjata yang di-trace Archer!"
Saber, "Round Table All-Star! Para ksatria terbaik dari seluruh penjuru Eropa! Kecuali Gilgamesh, tentunya."
Rin, "Aku sudah punya Servant terbaik, Arturia, jadi siapapun setelahnya tidak masalah."
Illya, "Semua untuk mendukung Heracles, menjadikannya Servant terkuat di FGO! Ngomong-ngomong, kenapa dia hanya *4?!"
Gilgamesh, "Saber Arturia, Alter, dan Lily. Juga Mordred. Dan d'Eon. Lalu, Nero. Oh, apa aku lupa mengatakan... Jeanne? Mereka semua sudah kumiliki! Lalu, Sakura Saber dan Demon Saber juga perlu ada di game!"
Lancer, "Aku hanya ingin guruku di tim!"
...
Sakura, "Aku hanya ingin muncul di fic ini..."
Next chapter
"Viva la France!"
"Naga hanyalah burung layang-layang yang agak besar."
"UWOOOOOOOHHHH! JEAANNNEEEEEEE!"
