OUR CUTE BABY (Meanie Version)
Cast : Mingyu x Wonwoo x Minwoo
Length : Drabble
Genre : Family
WARNING! THIS IS YAOI/ BOYS LOVE/ SHOUNEN-AI/ M-PREG!
N/A : Ini masih cerita yang sama seperti versi HunKai. Saya akan membuat cerita baru setelah chapter ini ya. Happy Reading^^
M
I
N
G
Y
U
Chapter 2 : Pervert Appa! (Meanie Version)
Mingyu memeluk Wonwoo dari belakang ketika Wonwoo sedang mencuci piring bekas makan malam mereka. Wonwoo bisa menghirup bau segar rasa mint karena suaminya itu baru saja selesai mandi.
"Malam ini saja ya?" bisik Mingyu sembari menjilat perpotongan leher Wonwoo.
Wonwoo mengerti apa yang dimaksud Mingyu dengan kata 'malam ini.' Wonwoo menghela nafas berat, "Kau urus dulu sana anakmu." ucap Wonwoo seraya mengalihkan pandangannya pada Minwoo yang berada di ruang keluarga.
Minwoo tengah duduk sembari memainkan mobil-mobilan yang baru dibelikan oleh Mingyu kemarin. Bayi lucu itu merengek pada Mingyu saat mereka tengah berjalan-jalan di mall. Ini sudah pukul delapan malam, dan bayi laki-laki berumur empat belas bulan itu belum menunjukkan rasa kantuknya. Ia tidak ingin tidur jika Wonwoo tidak menemaninya. Kim Mingyu versi kecil itu memang selalu lengket pada Wonwoo dari pada dengan Mingyu.
Minwoo yang melihat orang tuanya segera berjalan sembari menarik mobil-mobilannya. Wonwoo yang melihat Minwoo mulai berjalan ke arahnya hanya tersenyum. Anaknya itu masih agak sulit berjalan, sesekali bayi itu akan terjatuh dan diakhiri dengan cengiran menggemaskan dari bibirnya. Sungguh, Wonwoo sangat merasa hebat pada anaknya yang tidak mudah menangis ㅋㅋㅋ
"Mmaa.." Minwoo meninggalkan mobilnya di samping meja makan, bayi tembam itu berlari kecil saat melihat sang Ibu merentangkan tangannya.
Happ!
Mingyu sudah mengambil alih Minwoo duluan. Bibir bayi mungil itu mengerucut imut, tangan mungilnya tak henti-hentinya bergerak untuk mencapai Wonwoo. Minwoo menguap kecil, ah sepertinya bayi laki-laki itu mulai mengantuk. Mingyu membelai lembut rambut tebal Asher, menepuk-nepuk pelan punggung sang anak agar lebih nyaman.
"Minwoo putra appa, malam ini tidur dengan appa yuk!" Mingyu berujar sembari memainkan bibir anaknya. Minwoo hanya memberengut kesal, tangannya selalu saja memukul pelan wajah Mingyu. Pertanda jika Minwoo memang tidak menginginkan kehadiran Mingyu saat ini.
"Mmaa.." Rengekan Minwoo mulai terdengar. Lihat? Anak itu akan menangis jika Mingyu menyentuhnya disaat sedang mengantuk.
"Kenapa dia tidak mau denganku sih?" Mingyu mendengus kesal.
"Dia hanya mengantuk. Kau tidurkan dia ya? Aku akan mandi dulu." Wonwoo mencium pipi Minwoo sebelum menggerling nakal pada Mingyu. "Malam ini kita habiskan berdua saja ya." bisik Wonwoo.
Seketika itu juga, Mingyu menjadi semangat dan membawa Minwoo ke kamarnya.
W
O
N
W
O
O
Mingyu yang sudah sangat tidak sabar langsung menidurkan Wonwoo di kasur. Melepaskan pakaian Wonwoo dengan tidak berperikemanusiaan. Tangan nakalnya mulai membelai kulit Wonwoo dari tubuh bagian bawah hingga jari Mingyu bersemayam di nipple Wonwoo, mencubitnya pelan.
Wonwoo menyilangkan tangannya di depan dada, "Tidak. Ini milik Minwoo. Kau tidak boleh menyentuhnya!"
"Aku tidak mau tahu, ini milikku juga." ujar Mingyu sambil kembali memainkan nipple Wonwoo. Dan seketika itu juga, air susu Wonwoo membasahi wajah Mingyu.
"Sudah ku bilang kan, ini milik anakmu."
Wonwoo tertawa sebelum ia mengambil tisu untuk membersihkan wajah Mingyu. Mingyu hanya diam sembari kembali memainkan badan Wonwoo. Tangan nakalnya itu memang tidak bisa diam jika sudah disuguhi tubuh indah Wonwoo.
"Kau sudah siap, sayang?" Mingyu bertanya dengan kedipan nakal.
"Sudah. Aku sudah menyiapkan hati dan badanku ini untuk suamiku yang tampan."
Wonwoo memeluk leher Mingyu, menyelipkan kakinya diantara kaki Mingyu dan tersenyum genit pada sang suami. Mingyu sudah tidak bisa menahannya lagi. Prinsip lelaki berkulit tan itu adalah 'memberikan adik perempuan untuk Minwoo'.
Tapi..
"Uweekkkk! Uweekkk!" suara tangisan Minwoo pun terdengar.
Wonwoo segera memakai pakaiannya kembali dan segera berlari ke kamar Minwoo. Wonwoo tertawa kecil, Mingyu pasti akan sangat kesal karena kegiatannya digagalkan lagi oleh anaknya sendiri.
M
E
A
N
I
E
Hari ini hari minggu, Mingyu memutuskan untuk menghabiskan waktunya di rumah. Menghabiskan waktunya bersama keluarga kecilnya. Beberapa hari ini Mingyu memang sangat sibuk. Ia bahkan tidak tahu jika Minwoo sudah bisa memanggilnya 'Appa'.
"Minu, anak appa." Mingyu berjongkok disamping Minwoo yang sedang duduk di kursi kecilnya, melahap semua makanan dengan rakus. Pipi tembamnya itu terlihat semakin tembam karena bayi laki-laki itu terus menerus memasukan makanan tanpa henti.
"Appa!" Minwoo memekik senang saat melihat Mingyu berada disampingnya. Tangan mungilnya mengambil salah satu biskuit dan mengarahkan tangannya pada mulut Mingyu. Mingyu yang mengerti segera membuka mulutnya. Ia tersenyum senang, jarang sekali Minwoo bersikap akrab dengannya.
"Chocopie sudah datang!"
Wonwoo datang dari dapur dengan membawa chocopie kesukaan Minwoo. Wonwoo ikut berjongkok di samping Mingyu. Seulas senyuman ia lemparkan untuk sang suami. Tapi, Wonwoo mengerutkan keningnya saat melihat wajah Mingyu yang murung.
Wonwoo mencium pipi Mingyu sekilas, "Ada apa Mr. Kim?"
"Aku hanya merasa sedih. Aku tidak bisa melihat berkembangan anakku. Rasanya aku ingin menangis saat Minwoo memanggilku 'Appa'."
"Jangan seperti itu Gyuie. Kau 'kan bekerja untuk membiayai kebutuhanku dan juga Minu."
Minwoo mengedipkan matanya saat melihat orang tuanya yang sedang berbicara. Matanya langsung berbinar saat penglihatannya menangkap sesuatu yang dibawa Wonwoo. Ya, Chocopie.
"Mmaaaaa.."
Wonwoo mengalihkan perhatiannya pada Minwoo. Bayi laki-laki itu mencoba untuk menggapai chocopie di tangan sang Ibu. "Minu ingin chocopie?"
Minwoo hanya mengangguk imut.
"Katakan dulu kokopai (chocopie)."
"He…hee.." Asher tertawa dengan tawa khas bayinya, "Kukuki.."
Saat itu juga Mingyu tertawa kencang saat mendengar ucapan anaknya. Perutnya sampai terasa sakit karena tertawa, sekilas Mingyu melirik pada Minwoo dan kembali tertawa lagi. Appa yang kurang ajar memang. Anaknya sedang belajar berbicara malah ditertawakan.
"Uweeekkkkk!" tangisan Minwoo pun pecah.
"Kim Mingyu!" Wonwoo menggeram kesal, memberikan Mingyu tatapan mematikan. Wonwoo mengepalkan tangannya dan tersenyum aneh.
Glukk
Mingyu menelan ludahnya dengan susah payah. Oh tidak, Mingyu mengerti tatapan itu.
"KAU TIDUR DILUAR KAMAR!"
END
.
.
.
Haloooo, ini masih cerita lama ya hehe. Sehabis ini saya akan buat chapter baru dengan cerita baru juga. Saya sebenarnya lagi butuh banyak inspirasi. Jadi, tolong maklumi jika nanti updatenya agak lama ^^
Terima kasih kepada readers yang telah membaca. Mohon tinggalkan jejak berupa review ya. Semakin banyak review saya semakin semangat.
