Hmm, pendek saja, karena mengejar waktu sebelum GUDAGUDA berakhir. Sori juga kalau ga lucu…
Nasuverse Play FGO
Nasuverse Nasu Kinoko & TYPE-MOON
Fate/Grand Order TYPE-MOON and DelightWorks
Chapter XII
38. FGO: Civil War
Hari itu, grup LINE pemain FGO kota Fuyuki ramai sekali. Soalnya, setelah sebulan yang menjemukan tanpa kegiatan (walaupun gacha umpannya banyak), akhirnya DW mengadakan event baru! Bertajuk GUDAGUDA Meiji Ishin, kali ini para pemain harus memihak salah satu kubu: Klan Oda dan Shinsengumi. Kubu pemenang pertempuran antara kedua kubu itu, akan mendapatkan bonus poin yang menggiurkan. Tentu saja para pemain mulai saling membujuk untuk bergabung dengan kubu pilihan masing-masing.
"Hei kalian para anjing-maksudku, rekan-rekan sekalian! Shinsengumi menginginkan kalian untuk bergabung dalam pasukan!" koar Gilgamesh.
"Whoa, Gilgamesh memanggil kita rekan. Ogah banget," komentar Cu.
"Kalau kau tetap anjing, sih," balas Archer.
"Berani juga kau, Shirou."
"Jangan seret-seret aku, Lancer," balas Shirou satunya, yang masih muda.
"Emiya-kun, kamu di tim mana?" tanya Rin.
"Aku jelas di tim Oda. Aku 'kan pemain F2P yang hina."
"Sama denganku, jou-chan," sambung Cu.
"Mari kita bantai si merah itu, Lancer."
"Ou, kita hancurkan wajah sombongnya!"
"Berani benar kalian menantang sang Raja Pahlawan ini…"
Keempat pria itu pun mulai berperang komentar dengan kata-kata yang semakin lama semakin frontal, sementara Rin hanya bisa tertawa-tawa kecil.
Ya, salah satu daya tarik event ini adalah kedua kubu itu sendiri. Klan Oda beranggotakan Nobunaga dan Chacha-chan (chan), keduanya Servant hadiah event; sementara kubu Shinsengumi beranggotakan Okita dan Hijikata, keduanya limited Servant.
Para pemain dengan segera terkotak-kotak berdasarkan pengelompokan itu: para F2P player yang memilih klan Oda, dan para whale yang memilih Shinsengumi.
Para gaijin pun menyebut event ini sebagai… FGO: Civil War.
"Kalau begitu aku ke Shinsengumi," kata Archer.
"Archer! Kenapa kau mengkhianatiku!?"
"Daripada bersama dua orang itu, mendingan sama kinpika."
"Siapa juga yg butuh pendapatmu, faker?"
"Selamat sore, rekan-rekan pemain semuanya," Saber, yang barusan online di grup, menyapa mereka semua, sekaligus menghentikan pertengkaran itu.
Hanya dengan satu teks yang ia kirim, dasar, Charisma rank B!
"Saber, sayangku!"
"Tumben sekali grup kita ramai setelah sebulan hampa. Apakah yang terjadi di sini? Apakah FGO mengadakan event baru?" ia mengabaikan Gilgamesh, seperti biasa.
"Benar. Coba lihat ini," Shirou memberikan link berita event GUDAGUDA Meiji Ishin. Semua orang di grup itu mungkin sudah tahu sebelumnya, tapi Saber termasuk yang kurang update soal beginian.
"Terima kasih, Shirou."
Saber meluncur menuju link itu dan segera membaca beritanya. Tak lama…
"SEMUA SABER HARUS MATI!"
"Dia di klan Oda, pastinya," komentar Lancer.
"Oh iya, di tim Shinsengumi kan ada Okita," komentar Sakura.
"Sakura, kamu ikut tim mana?"
"Tentu saja klan Oda, aku akan bergabung dengan senpai dan nee-san!"
"Bagus! Dengan Sakura dan Saber yang keberuntungan gacha-nya besar, kita pasti akan menang mudah, Emiya-kun!"
"Hmph. Bisakah keberuntunganmu mengalahkan Luck rank EX milikku?"
"Tentu saja bisa, kinpika! Kita semua akan menendangmu kembali ke Babylonia!"
"J-jadi, mari kita data dulu, siapa yang bergabung dengan siapa. Biar tidak salah support," Shirou mencoba menengahi sebelum Rin dan Gilgamesh perang komentar lagi. Sejak Babylonia, entah kenapa mereka jadi rival berat. Jangan-jangan kepribadian Ishtar juga masuk ke dalam Rin yang di sini?
Jadi, timnya seperti ini: Klan Oda beranggotakan Shirou, Rin, Sakura, Saber, dan Lancer. Tim Shinsengumi beranggotakan Gilgamesh, Archer, dan orang-orang Einzbern: Illya, Leysritt, dan Sella.
"Oi! Kenapa tim sana berisikan kawanan whale?!" protes Lancer.
Siapapun tahu bahwa whale terbesar di kota Fuyuki ini adalah Gilgamesh dan Illya! Gilgamesh, tak usah ditanya… dengan Luck EX dan Golden Rule A, perkara mudah baginya untuk mendapatkan Servant apapun yang dia inginkan (semuanya NP5!). Lalu, Illya juga, menggunakan harta warisan Einzbern sebagai bahan bakar gacha-nya, yang juga ia bagikan untuk kedua maid-nya itu. sebagai teman, barisan support mereka amat membantu (dan menggiurkan), tapi sebagai lawan…
"Persiapkan diri kalian menerima penghakiman dari Sang Raja!" koar Gilgamesh.
"Hohoho. Sudah lama aku ingin menghajar onii-chan dengan bantuan onii-chan yang lain," komentar Illya.
"Tenang saja Illya, takkan kubiarkan poin mereka, terutama orang ini," Archer memberi quote ke perkataan Shirou di atas, "Mendekati kita."
"… Archer, semakin hari kamu semakin lolicon ya."
"Kamu salah, Tohsaka. Archer memang lolicon sejak dulu."
"Dan ini warisan sifat dari siapa, hah?!"
"Hihihi. Aku tak pernah bosan melihat Emiya-kun berantem dengan Archer. Lucu."
"AKAN KUMUSNAHKAN SEMUA SABER SELAIN DIRIKU DAN ARTHUR!"
"Senpai, apa Saber-san sudah minum obat?"
39. NOBU!
Alkisah, era Bakumatsu dikacaukan pasukan chibi Nobu yang dipimpin Oda Nobunaga, yang mencoba mendirikan kembali klan Oda yang hancur. Shinsengumi yang dipimpin Hijikata tak kuasa menahannya (karena chibi Nobu terlalu banyak, terlalu merepotkan, dan terlalu imut juga)… sampai akhirnya Chacha-chan (chan) memanggil Oda Nobunaga, Okita Souji, dan sang protagonis lewat reyshift.
Ternyata, Nobunaga yang memimpin para chibi Nobu itu Nobu palsu! Dia adalah Nobukatsu, adik laki-laki Nobunaga! Meskipun begitu, dia tetap pada pendiriannya untuk mengembalikan masa kejayaan klan Oda dan menarik sang kakak untuk bergabung dengannya. Sementara itu, Hijikata menyeret Okita ke Shinsengumi untuk mengalahkan klan Oda. Kubu mana yang akan kau pilih?
Singkatnya, ini event konyol.
"Ne, kamu tahu, Archer?"
"Nobububu…"
"Dari semua event FGO…"
"Nobuuuah…"
"Aku paling nggak tega bermain GUDAGUDA."
"Nooobuuuu…"
"Kenapa?"
"Nohhbuuhhh…"
"Karena aku tak tega menghajar para chibi Nobu yang manis."
"Rin, kau tak bisa membohongiku dengan seringai sadis itu, saat kau menggunakan Ishtar untuk melenyapkan para chibi Nobu dari muka bumi," Archer menghela napas.
"Diam, pengkhianat!" Rin menuding sang butler, yang berani-beraninya bergabung dengan kubu Shinsengumi itu. "Lagian, Kenapa kau santai banget?! Lihatlah poin kubumu, kau sudah kalah, Archer!"
Benar saja, di layar event, tampak tim Shinsengumi kalah skor sebesar 70:30, sungguh kekalahan yang telak. Kawanan whale sebesar apapun takkan bisa mengalahkan amarah para F2P player yang bergerombol layaknya hiu-hiu yang kelaparan…
"Eh, santai saja," Archer mengangkat bahu, seolah itu bukan masalahnya. Dari awal dia bermain event ini dengan santai sih, hanya mengincar material di toko saja. Tim manapun yang menang, dia tak peduli karena toh semua pemain akan mendapat bonus poin. Sungguh pragmatis, sungguh… Archer. "Waktu event masih panjang, aku yakin Illya dan kinpika sedang membuat jus apel campur quartz di sana."
Rin menekan layar ponselnya terlalu keras, Archer ragu apa benda itu takkan retak setelahnya. "Guuu… dasar kawanan whale…"
"Lagipula, Rin, sudah berapa kali kubilang kalau ini hanyalah game? Tidak bagus kalau terlalu serius. Apa PR-mu sudah selesai?"
"Gekh?!"
Sindiran Archer yang tepat sasaran, seperti biasa, membuat Rin terhenyak. Dia benar-benar lupa!
Ya, sebelum ia seorang penyihir, Rin adalah murid SMU. Tentu ia tak boleh mengabaikan urusan sekolahnya, karena ia menyandang nama murid teladan.
Apalagi, setelah membuat masalah dengan Taiga (ia memanggilnya "Tiger" saat berdebat dengannya), Rin dapat bonus PR bahasa Inggris banyak sekali, yang harus dikumpulkan Senin besok… atau pedang terkutuk tora-shinai akan membuatnya menyesal pernah bersekolah di Homurahara.
Dasar harimau gila… Rin sering berpikir kalau roh Jaguarman juga sudah merasuki guru itu…
"Di-diam! Apa pedulimu… kau bukan ibuku, Archer!" Rin keluar dari layar game FGO dan beranjak dari kursi. Ia menuding lagi butler-nya itu, "Kita selesaikan pertempuran ini besok!"
"Tapi, Rin, mala mini pertempuran babak pertama sudah berakhir, lho. Dan besok aku akan membela klan Oda."
Mulut sang Master menganga, "D-dasar pengkhianat!"
"Hey, berkhianat itu sudah jadi nama tengah-"
Wajah sok Archer pun terbenam dalam bantal-bantal yg diperkuat dengan reinforcement.
40. Katalis
Tanpa terasa, hari sudah menunjukkan pukul 12 malam di kediaman Emiya. Rin memutuskan untuk menginap di sana demi menghindari Archer, yang semakin lama semakin menyebalkan. Bukannya dia nggak menyebalkan sejak dulu sih, tapi akhir-akhir ini dia tampak lebih lepas nyebelinnya.
Rin ingin menghukumnya, tapi bagaimana…?
"Selesai!" sembari memikirkan itu, Rin menorehkan huruf terakhir di buku PR-nya. Shirou, yang tertidur dalam posisi duduk di depannnya, terhenyak.
"Whah-ha? Sudah?" tanya pria itu dengan suara ngantuk.
"Hehe. Rin-sama ini, jika sudah serius, takkan ada yang bisa menghentikan!" Rin membuat tanda peace dengan tangan kanannya, sembari menyunggingkan seringai kemenangan.
"… kamu cuma nyontek jawabanku, kan?"
Bletak!
"Oke, aku sudah bangun," tinju dengan reinforcement itu sangat ampuh untuk mengusir kantuk! Terimakasih, Tohsaka-sama!
"Siapa bilang aku nyontek?! Aku hanya mencari inspirasi jawaban PR-ku dari Taiga yang segunung!" kilah Rin, sembari memalingkan wajahnya yg memerah karena ketahuan.
Ya, selain menghindari Archer, Rin pergi ke Shirou untuk minta bantuannya mengerjakan PR bahasa Inggris. Begini-begini, nilai bahasa Inggris Shirou bagus karena Taiga sering memberikan les privat. Itu, dan karena dia sedang merumuskan mantra Unlimited Blade Works yang baru, yang lebih keren dan dengan grammar yang tepat.
Rin bangkit dan membereskan meja belajarnya. "Oke, setelah ini selesai, mari kita lanjutkan rencana yang waktu itu."
"Heh? Kamu serius soal itu?" tanya Shirou.
"Tentu saja! Jika teorinya terbukti, kita akan mengubah segalanya!"
…..
"Aku sudah lama ingin membuktikan ini," Rin menaikkan kacamata bacanya sembari menyunggingkan senyuman penuh percaya diri.
Di depannya tampak sebuah lingkaran pemanggilan Servant berukuran mini, dan… ponsel miliknya, yang menampakkan layar summon dengan quartz.
Kegelapan menyelimuti kamar tamu itu... hanya cahaya kemerahan dari lingkaran sihir itu yang meneranginya, sekaligus menimbulkan bayangan menyeramkan di wajah Rin.
"Gulp…" Shirou menelan kopinya yang mulai dingin. Besok hari sekolah, tapi si setan merah ini memaksanya ikut begadang demi main FGO. Kadang dia merasa menyesal kenapa waktu itu mengenalkan Rin pada FGO… dia jauh lebih antusias dari Saber!
Tapi bagaimanapun, ini salahnya Archer karena dialah yang mengajari Rin, mulai dari cara menggunakan smartphone sampai memberinya tutorial bermain. Bertambah satu lagi alasan Shirou untuk membunuh pria itu…
"Emiya-kun, jangan melamun! Bukannya kamu yang kapan hari mencetuskan ini?!"
"Tohsaka… bisa tidak ritualnya kita lakukan malam Jumat saja? Besok aku harus piket di kelas," komentar Shirou dengan nada malas. Rin hanya perlu memelototinya dengan jari membentuk pistol, mengancam menembakkan gandr. "Oke. Aku sudah segar sekarang."
"Kita tidak bisa melakukannya di lain hari! Kamu tahu, malam Senin adalah malam puncak kapasitas mana-ku, waktu paling tepat untuk melakukan summon!"
"Maksudmu, gacha? Tohsaka, kau memperlakukan game ini lebih serius dari Perang Cawan Suci-"
"Jangan merusak suasana, Shirou!" Rin menghantam lantai dengan tinju, membuatnya retak. Padahal dia tamu.
"… aku diam saja, deh."
"Bagus, pemula sepertimu sebaiknya memang tidak mengganggu konsentrasi penyihir profesional," Rin mendengus. Ia menegakkan posisi duduk, dan mengangkat telunjuknya, masuk ke mode info dump. "Baik, sebelum kita mulai, mari kita ulang teorinya."
Dalam pemanggilan Servant untuk Perang Cawan Suci, kau memerlukan sebuah katalis. Ini penting agar kau mendapatkan Servant yang sesuai dengan kebutuhanmu. Katalis bisa berupa benda-benda yang berhubungan dengan masa hidup seorang pahlawan, seperti senjata, zirah perang, atau benda pribadi mereka; bisa juga benda yang pernah mereka buat, misalnya buku atau perkamen.
Sebenarnya, kau bisa saja tidak menyediakan katalis, karena Takhta Pahlawan-lah yang akan memilihkan Servant yang sesuai untukmu. Tapi, seorang Master yang baik tentu saja akan menyediakan katalis!
Dengan kata lain, Rin ingin mengaplikasikan teori itu untuk… gacha.
"Oke. Emiya-kun, apa kau ingat, kamu mendapatkan… grrr, Edmond Dantes dengan apa?"
"Um, kenapa kau menggeram? Waktu itu aku memanggilnya saat sedang membaca 'The Count of Monte Cristo' yang menjadi tugas resensi buku dari Taiga."
Rin memutar bola matanya. Shirou, yang keberuntungan gacha-nya pas-pasan seperti itu, bisa saja mendapatkan seorang limited Servant saat dia iseng! "Lalu, aku ingat Caster (Medea) mendapatkan Saber versi Lancer-"
"Yang putih atau yang hitam?"
"Memangnya kucing? Maksudku, Caster itu dapat dua-duanya… dengan menggunakan figurine Saber. Kinpika menggunakan 'Chain of Heaven' miliknya sebagai lingkaran sihir untuk mendapatkan Enkidu sampai NP5. Caster (Medea lagi) memaksa Assassin untuk memanggil Miyamoto Musashi. Lalu, Lancer menggunakan dirinya sendiri untuk mendapatkan versi Alter-nya dan juga Medb…" Rin menghela napas, dan bangkit berdiri, "Dengan kata lain, mereka menggunakan katalis untuk mendapatkan Servant yang mereka inginkan! Sampai di sini pun, apa kamu masih tidak percaya?!"
"Aku berpikir kalau itu semua hanya kebetulan. Tidak ada yang bisa memprediksi RNG-sama kan? Buktinya, kamu gagal mendapatkan Tamamo meskipun meminjam tangannya Archer-"
"Kemarin ya kemarin, sekarang ya sekarang!" Rin memukul-mukul ranjangnya. "DW sialan, meletakkan rate-up Tamamo di hari Minggu sehingga mana-ku tidak dalam kondisi maksimal! Dan katalisnya kurang bagus! Coba waktu itu aku menggunakan mayat rubah…"
"Uh, Tamamo akan mengutukmu kalau kamu menggunakan itu sebagai katalis."
"Apapun itu, aku ingin membuktikannya!" Rin kembali duduk dan memencet layar ponselnya, di mana gacha saat ini, dengan Hijikata Toshizo sebagai limited Servant, terpampang di layar. "Kita akan mencoba memanggil orang ini dengan menggunakan katalis! Apa kamu siap, Emiya-kun?"
"Aku nggak tertarik sama Hijikata," Rin memelototi Shirou, dan pria itu menyerah. Dia pun mengeluarkan ponselnya, dan membuka layar summon.
Namun, tampak angka 0 besar di pojok kanan atasnya.
"Nol?! Ada orang miskin di sini!"
"Uh, jangan ingatkan aku soal kehancuranku saat White Day…" suara Shirou bergetar. Tentu saja, karena waktu itu dia menggunakan segenap sumber daya, semangat, jiwa, raga, dan 300 quartz miliknya untuk memanggil Karna… dan gagal total. Servant dengan rarity SR pun dia tidak dapat! Hasil summon-nya hanyalah Cu, Cu (Prototype), Romulus, Deermud, dan Jaguarman… kesemuanya berakhir dalam api neraka, menjadi mana prism.
"Ukh, dan tiketmu juga hanya ada 1! Kamu niat nggak sih, membantuku?"
"Yang namanya mencoba, nggak usah banyak-banyak… aku masih trauma sama gacha," gerutu Shirou.
Bagaimanapun mengenaskannya situasi Shirou, pertunjukan harus berjalan terus. Rin merogoh tas bajunya dan mengeluarkan sebuah toples berisikan irisan benda-benda berwarna putih, lalu meletakkannya di dekat ponselnya di tengah lingkaran sihir.
"Oke, ini katalisku! Takuan, makanan favorit Hijikata-sama di sejarah nyata!"
"Acar lobak…?" Shirou memiringkan kepalanya. Kemudian dia terkekeh.
"A-ada apa?! Apa yang lucu dengan katalisku ini? Apa kamu punya ide yg lebih bagus?!"
"Kamu memang kurang gaul, Tohsaka," Shirou mengangkat bahunya. "Siapapun tahu kalau makanan favorit Hijikata adalah ini!"
Pria itu meraih kea rah belakangnya, dan menampakkan wujud sebuah botol berisikan sesuatu berwarna keputihan. Hal yang akrab di meja makan keluarga Emiya… sebotol mayo.
"Mayones?! Apa hubungannya dengan Hijikata-sama?!"
"Hmph, kamu tidak mengerti," Shirou berkomentar dengan sok. Dia meraih kertas kosong, dan menggambar sebuah lingkaran pemanggilan dengan mayones di sana. Rin menaikkan sebelah alisnya, antara jijik dan penasaran.
…..
"Servant, Hijikata Toshizou. Siap maju!"
"KENAPA KAU BISA DAPAT?! Ada apa dengan mayones itu?!" Rin mengguncang-guncang badan Shirou dengan amat kencang, tapi itu tak menghilangkan senyuman super sok di wajahnya.
Hanya dengan 1 tiket, Shirou berhasil menembus kemungkinan 1% dan mendapatkan seorang SSR Servant! Bandingkan dengan Tohsaka yang menggunakan summon 30 quartz dan hanya mendapatkan mana prism akibat membakar semua yang ia dapat…
Keberuntungan Shirou memang parah, tapi di saat-saat tertentu dia bisa super beruntung. Apakah ini yang disebut dengan deus ex machina?
"Hmph, kamu nggak tahu apa-apa, Tohsaka. Sebenarnya Hijikata itu… penggila mayones!"
"Itu Toshirou kan? Bukan Toshizou?!"
"Sama-sama 'Toshi' kan?"
- to be continued? -
