Not Real

Author: Lee Rana17

Cast: Kim Mingyu (15 tahun)

Jeon Wonwoo (GS) (16 tahun)

Lee Chan (GS) (14 tahun)

Choi Hansol (15 tahun)

(You will find the other cast)

Pairing: Meanie, Chansol, Jiwon(?), Soonchan(?) (You will find the other pairing)

Rate : T/T+

Genre: Romance, Drama, Fantasy, Family(?)

Warning! It's was a Genderswitch fanfic. Don't Like Don't Read. Don't be a plagiator! Crack pair. Typo everywhere. OOC. Hogwarts AU. Wizard AU. Garing. Seventeen belong to God, Their parents, Their self, and Pledis. Hogwarts and Harry Potter belong to J.K Rowling, The Story belong to Lee Rana17. There had same place, magic, and others with Harry Potter.

This fanfic dedication for Meanie shipper, Chansol shipper, Jiwon Shipper, and little SoonChan Shipper.


chapter 5.

"Wah, bukankah ini keluarga Jeon lagi?" Tanya topi itu, Chan mengangguk kecil.

"Kau gadis yang sopan, cerdas, dan juga baik hati. Namun, kau memiliki sifat jahil yang sulit dihilangkan. Oh, jangan lupa dengan kecerewetanmu. Kau selalu dilindungi oleh kakakmu, ya? Aku tahu kau cocok masuk asrama mana." Ujar Topi itu sambil menganalisis Chan

"GRYFFINDOR!" teriak topi seleksi untuk kesekian kalinya.

Chan lalu berdiri dan berlari kecil kearah asrama tempat sang sepupu berada. Ia tahu, bahwa gryffindor adalah asrama Soonyoung karena Soonyoung telah menceritakannya. Chan disambut dengan tepuk tangan meriah, dan beberapa siulan. Sekarang, ia mengerti mengapa Soonyoung dan Seokmin dimasukan kesini. Rupanya anggota asrama ini rata ratanya adalah orang orang yang heboh.

Soonyoung yang mendengarkan dari tadi bersorak gembira, ketika mengetahui sepupunya yang paling muda itu akan seasrama dengannya. Ketika Chan sudah sampai ditempat duduk yang ada, Soonyoung langsung mengelus rambutnya.

"Kita akan sering bertemu, Channie~" Soonyoung berkata senang, lalu menyuruh yang lebih muda untuk duduk disampingnya. Chan mengeluarkan senyuman terbaiknya, menampilkan gigi gigi kecilnya yang putih.

"Annyeong. Perkenalkan Jeon Chan, Imnida." Ujar Chan sambil membungkuk hormat.

"AHH! CHAN! KITA AKAN SATU ASRAMA!" Seokmin tiba tiba berteriak heboh membuat anggota asrama yang lain terkejut. Chan mengerjapkan matanya beberapa kali, ia memang tahu kalau Seokmin itu berisik, tapi mana dia tahu kalau Seokmin itu juga tipe orang yang over reaction seperti ini. Ia hanya membalas dengan senyuman sambil mengangguk kecil.


Wonwoo masih mempertahankan senyum manisnya ketika disambut dengan ramah oleh anggota asramanya. Walaupun tidak seheboh sambutan Chan, Wonwoo beberapa kali melirik adiknya yang dikerumuni dengan orang orang yang berisik. Namun, ia suka. Wonwoo memang merasa kurang nyaman jika harus disambut seheboh itu, karena sifatnya yang pendiam. Ia melihat laki laki yang ia temui ditoko buku kemarin. Mungkin tingkat mereka berbeda karena pria itu duduk jauh dari tempat ia duduk.

Wonwoo mendengarkan dengan seksama siapa saja yang masuk keasramanya untuk tahun ini. Ia hanya mendengarkan apa yang kepala sekolahnya katakan, sambil sesekali menganggukan kepala. Lalu makan dengan tenang, ketika sudah dipersilahkan makan. Juga menjawab dengan sopan ketika ditanya. Wonwoo benar benar merasa canggung saat ini. Ia tidak mengenal satupun anggota asramanya ini. Bahkan ia hanya mengikuti dengan diam ketika diantarkan kekamar tidurnya.

Kamar itu terlihat indah dengan dinding yang dicat biru yang bercampur dengan abu abu. Disitu terdiri dari 5 buah tempat tidur berwarna putih dengan selimut berwarna biru tua, disisi sebelah kanan kamar terdapat lemari yang berderet rapi berwarna biru dan sebuah laci kecil disamping kiri kasur berwarna putih. Wonwoo dapat melihat kopernya sudah berada disana. Tepat berada didepan lemari kedua. Lalu, ia berjalan kearah lemari itu.

Tangannya meraih gagang pintu lemari tersebut lalu membukanya, lemari tersebut terlihat kosong dan hanya terdiri dari 3 buah jubah, 2 buah dasi, 5 kemeja dengan bagian kancing dan kerah berwarna biru, juga sebuah syal berwarna biru tua bergaris garis biru muda. Wonwoo memindahkan semua pakaian yang ada didalam kopernya kedalam lemari, memasukan pakaian dalam kedalam laci bagian bawah lemari. Wonwoo baru sadar, dibagian atas ukiran lemari tersebut terdapat inisial namanya yang disingkat menjadi.

Dibagian dalam pintu lemari sebelah kiri terdapat sebuah cermin dengan sebuah kotak kecil berbentuk persegi panjang dibawahnya. Kotak tersebut dapat dibuka dan dapat digunakan untuk menyimpan sesuatu. Lalu, Wonwoo mengambil beberapa barang yang ia bawa selain pakaiannya untuk disusun. Ia menaruh sebuah bb cream, obat khusus luka bakar, satu kotak plester dan sebuah lip balm kedalam kotak kecil tersebut. Dan, ia menyusun kumpulan novel, alat mandinya dan bukunya disudut kanan lemari itu.

Gadis itu berjalan kesisi kanan sebuah lemari kecil yang diukir dengan inisial namanya. Ia membuka laci bagian atas, lalu menaruh 4 pasang sarung tangan, 6 pasang kaus kaki dan 2 botol tinta yang kemarin dibelinya. Ia lalu membuka lemari kecil dibawah laci yang jauh lebih luas. Wonwoo memasukan 3 toples kecil berisi permen yang tadi ia beli, 3 buah pena bulu, 3 tumpuk syal berbeda warna, 4 buah beanie dan sebuah botol parfum aroma vanilla. Wonwoo dapat melihat kalau isi dari kamarnya terlihat terlalu sepi. Ia bertanya tanya, dimanakah room matenya?


Chan berhenti dibelakang Soonyoung dan Seokmin yang sedari tadi menjelaskan tentang ruangan ruangan yang ada diHogwarts. Sesekali ia menganggukan kepala, sambil tangan kecilnya yang setia menggenggam jubah Soonyoung agar tidak terpisah.

Soonyoung yang merasakan tangan Chan menggenggam jubahnya, segera menarik tangan mungil itu untuk digenggamnya. Chan menurut saja, lagipula itu lebih baik dibandingkan terlihat seperti anak ayam yang membuntuti induknya.

Seokmin dan Soonyoung berulang kali melemparkan lelucon yang mampu membuat Chan tertawa. Chan sendiri baru tahu, bahwa Seokmin lebih dikenal sebagai Dokyeom atau DK disini. Begitupula dengan Soonyoung yang lebih dikenal sebagai Hoshi.

Akhirnya, tempat terakhir yang akan mereka kunjungi sebelum kamar Chan adalah ruang rekreasi Gryffindor.

Chan menatap sangsi lukisan dihadapannya, lukisan itu bicara. Oke, apa masih kurang jelas? LUKISAN ITU BICARA! Chan nyaris berteriak ketika mendengar lukisan itu mengatakan.

"Hai Mr. Kwon, Mr. Lee. Apa kata sandinya?" kepada Soonyoung dan Seokmin yang berdiri didepannya. Heloo, sudah cukup ia takut dengan 'koran yang gambarnya bisa bergerak', 'bangunan yang bisa membelah diri', 'topi bicara', dan 'dinding yang memerlukan sandi agar bisa terbuka'. Dan sekarang sudah bertambah dengan 'Lukisan yang bisa bicara'? Chan lelah, ia ingin kembali kerumah, bersembunyi didalam selimutnya, lalu minum coklat hangat.

"Sedikit kekacauan, tidak akan mematikan." Sahut Soonyoung, dan secara ajaib lukisan itu terangkat. Chan membulatkan mata sipitnya, mulutnya nyaris menganga ketika melihat ruangan dibalik lukisan tersebut. 'Sepertinya lukisan itu adalah pintu masuk' pikirnya. Chan memasuki ruangan tersebut dengan kepala setengah menunduk, sedangkan Soonyoung dan Seokmin malah bertambah heboh.

"Eunkwang Sunbae, kita mendapat anggota baruuu!" Seru Seokmin berkata pada salah satu anggota asrama Gryffindor yang sedang duduk disofa dekat pojokan sebelah kanan ruang rekreasi. Soonyoung menyeret Chan mendekat kearah orang yang dipanggil 'Eunkwang' tadi.

"Whoooo, Jinja?! Dia berada ditingkat berapa?" sahut Eunkwang sambil berjalan mendekat kearah Soonyoung. Chan menatap kearah laki laki yang berdiri dihadapannya, lalu memperkenalkan diri sembari membungkukan tubuhnya.

"Annyeonghaseyo, sunbae-nim. Jeon Chan, imnida. Tingkat 2." Ujar Chan sopan.

"Apa kau yakin ia bisa menjadi anggota baru kita? Dia terlihat seperti pendiam." Bisik Eunkwang pada Seokmin. Seokmin mendudukan dirinya disebelah kakak kelasnya itu, lalu mendekatkan bibirnya kearah telinga Eunkwang, dan berbisik kecil.

"Aku yakin, ia adalah sepupu dari Hoshi hyung. Pasti tingkat kecerewetannya sama kan? Lagipula ia diam, karena masih belum terlalu kenal denganmu.". Eunkwang menganggukan kepala mengerti, lalu membalas sapaan Chan.

"Annyeong hoobae-ya. Namaku Seo Eunkwang. Tingkat 5, kau bisa memanggilku Eunkwang oppa saja." Soonyoung memutar bola mata bosan, ia tahu bahwa Kakak kelasnya itu berusaha mendapatkan perhatian Chan. Untungnya, Chan hanya mengangguk kecil.

"AH!" Soonyoung memekik kecil, ia baru teringat akan sesuatu. Dengan terburu buru ia melepaskan genggamannya dari tangan Chan, dan menyuruh Seokmin menjaga Chan sebentar.

"Dokyeom-ah, jaga Chan sebentar. Aku baru ingat sesuatu!" ujar Soonyoung sambil menyerahkan tangan Chan kearah Seokmin. Seokmin yang melihatnya langsung menarik tangan Chan kearahnya, lalu menyuruh Chan untuk duduk disebelahnya. Soonyoung sendiri langsung berlari dengan kencang kearah ruang asrama laki laki.

Tak berapa lama, Soonyoung muncul dengan tangan kanannya yang terlihat seperti menggenggam sesuatu. Nafasnya terengah engah, dan menempel keringat didahinya. Chan yang melihat itu, langsung menyodorkan sapu tangannya kearah Soonyoung. Soonyoung mengambil sapu tangan itu, lalu tangan kanannya disodorkan kearah Chan.

"Milikmu, aku lupa memberinya dari kemarin dan baru teringat sekarang."Ujar Soonyoung sambil mengelap keringatnya dengan sapu tangan Chan yang berada di tangan kirinya.

Chan menatap benda ditangan Soonyoung lama, lalu ia meraih benda yang berada ditelapak tangan Soonyoung tersebut. Matanya mengerjap lucu, lalu tiba tiba ia berteriak.

"SOONYOUNG-AH! INI SANGAT INDAH! Whoaa, aku bahkan sudah lupa. Terimakasih Soonyoung oppa! AKU MENYAYANGIMU!" lalu, gadis itu segera memeluk Soonyoung dan tiba tiba mencium pipi sepupunya itu. Soonyoung hanya terkekeh geli melihat tingkah Chan. Sedangkan, Eunkwang hanya melongo melihat tingkah Chan yang berbanding terbalik dari beberapa menit yang lalu.

Berkat teriakan Chan, semua orang yang berada diruang rekreasi melihat kearah mereka. Beberapa orang hanya memaklumi ketika melihat dipojok ruangan itu terdapat Eunkwang, Hoshi, dan Dokyeom. Trio Heboh, yang sepertinya mendapat anggota baru. Dan yang lainnya hanya melirik sebentar lalu kembali ke-aktifitas masing masing. Mereka merasa wajar, karena mereka adalah Gryffindor yang terkenal dengan keberisikan, kehebohan, dan kecerobohan mereka.

Chan menunduk malu, pipinya bersemu kemerahan. Soonyoung menepuk punggung sepupunya itu, sambil terus terkekeh. Seokmin sendiri melirik kearah Eunkwang lalu menaikkan alis seakan akan berkata 'apa kubilang?'

Rupanya benda yang baru saja Soonyoung berikan adalah kalung yang mereka beli kemarin. Soonyoung sendiri sebenarnya sudah mau memberikannya ketika berada dikereta namun, pada saat itu tiba tiba Seungcheol datang keperon mereka dan membuat si Kwon sipit itu lupa lagi.

"Ya ya ya, aku tahu aku adalah sepupu terbaikmu Chan. Sekarang akan kuantar kau kekamarmu." Jawab Soonyoung sambil mencubit pipi Chan. Ia menarik Chan kearah tangga yang paling dekat, lalu berhenti didepan pitu bertuliskan 'Girl's'.

"Masuklah, bereskan barang barangmu, cuci mukamu, lalu tidurlah." Ujar Soonyoung sambil mengelus kepala Chan, Chan tersenyum lalu memeluk sepupunya itu.

"Selamat malam, Oppa" ucap Chan, lalu masuk ke kamarnya.


Chan terbangun ketika merasakan ada seseorang yang mengguncang bahunya. Matanya mengedip kedip lucu. Lalu dengan polosnya ia bertanya "Ada apa?" Dengan mata yang masih terkantuk kantuk.

Gadis yang membangunkan Chan tertawa, lalu mencubit pipi Chan seraya berkata, "Bangunlah, kita harus sarapan diAula besar setengah jam lagi." Jawabnya. Chan mengangguk, lalu menyingkirkan tangan gadis itu dari pipinya yang memerah sebelah.

"Oh, Aku Jeon Chan. Kau bisa memanggilku Chan saja, salam kenal." Ujar Chan setelah berhasil mengumpulkan kesadaraannya. Lalu, ia mengulurkan tangannya kearah gadis itu.

Gadis itu tiba-tiba merangkul bahu Chan lalu memperkenalkan diri.

"Aku Boo Seungkwan, senang bertemu denganmu Channie! Nah, sekarang akan kuantarkan kau kekamar mandi, agar kau tidak menabrak dinding." Sahut gadis itu dengan semangat. Sifat Seungkwan dengan Chan benar benar berbeda, Chan yang terlihat sopan diawal pertemuan dan Seungkwan yang dipenuhi dengan semangat. Seungkwan mendorong Chan kearah pintu sebelah kiri yang tertutup tirai, pantas Chan tidak melihatnya semalam. Lalu, menyuruh Chan untuk segera mandi.

Beberapa menit kemudian, Chan keluar dari kamar mandi dengan tubuh yang sudah berbalut seragam dan rambut yang masih setengah basah. Gadis itu mengambil sebuah handuk kecil dari dalam lemarinya, lalu mengusakan handuk itu pada rambut pendeknya.

"Apa kau sudah selesai?" Tanya Seungkwan yang sedang duduk diatas ranjang chan yang sudah rapi. Chan hanya mengangguk kecil sambil menatap kearah ranjangnya yang sudah rapi.

"Kau yang membereskan?" Tanya Chan ragu, ia merasa tak enak karena kasurnya dibereskan oleh orang lain. Seungkwan hanya tersenyum jahil dan mengangguk.

"Ya, aku yang membereskannya, kau lama sekali. Aku takut kita terlambat untuk makan diAula Besar. Jadi aku merapikan kasurmu. Aigo, punggung ku sakit sekali." Kata Seungkwan, dengan ekspresi wajah kesakitan.

"Maafkan aku Seungkwan-ah, lain kali aku akan bangun lebih pagi agar tidak merepotkanmu." Sahut Chan dengan wajah bersalah. Dia menundukan wajahnya.

"Ahahahahahahaha, kau imut sekali Chan-ah. Aku cuma bercanda, jika bisa membereskan dengan tongkat sihir, buat apa aku susah susah membereskannya."

Seungkwan tertawa terbahak bahak melihat tingkah gadis yang lebih muda dihadapannya itu. Chan sendiri hanya memiringkan kepalanya, bingung. Namun, beberapa detik kemudian ia sadar apa yang terjadi. Dan langsung memukuli lengan Seungkwan pelan.

"Yak, kau membohongiku ya?" tanya Chan dengan wajah memerah karena malu. Bibirnya cemberut kebawah. Seungkwan sendiri masih asyik menertawakan dirinya.

"Mian, mian. Kajja, kita keAula sekarang. Tinggal 10 menit lagi." Seungkwan langsung menarik tangan Chan, dan menyeretnya keluar dari kamar.


tbc,


maafkan keterlambatanku yang sangaattttt lama. maaf untuk yang sudah menunggu. cerita ini memang lebih fokus ke chan dibanding wonwoo. ehehehe. Sekali lagi maafkan aku. aku terkena writer block hingga tak tahu harus menulis apa. aku akan berusaha mencari lebih banyak inspirasi.

So, Mind to Review?