"Woojin!! kamu ganti warna rambut?!!" teriakan super sumbang tiba-tiba menggema di koridor sekolah. Yah, pelakunya tidak lain dan tidak bukan adalah Anh Chabay Hyungseop.

"Duh seob, gak usah teriak-teriak juga kali" Daehwi yang secara tidak langsung telah menjadi korban dengan kerusakan telinga terparah, segera melayangkan protesnya.

"Hai sayang, gimana rambut baru aku?"

"Woojinnya Ucop ganteng banget!!" satu lagi teriakan yang lepas dengan santainya dari mulut tak perpendidikan Hyungseop.

"Pacar siapa dulu dong" Si Woojin makin berbangga diri.

Sedangkan Daehwi sama Samuel yang sedari tadi hanya menjadi nyamuk diantara Jinseob segera undur diri, daripada nanti Samhwi pada masuk RS dengan berbagai keluhan, seperti sakit mata, sakit telinga, sampai muntah-muntah, iya kan.

"Ujin cocok banget deh sama rambut merah gitu, mana pake tindikan ditelinga lagi, Uuhh... udah kek idol aja."

"Duh, pacarku emang pintar banget muji orang"

"Terus..."

"Terus.. Terus apa?" duh Hyungseop, udah tau Woojin manusia paling malas mikir, eh pake dikase kode-kode segala.

"Iiihhh... Ujin gak peka yah, aku juga mau dipuji balik, liat deh apa yang berubah di aku?" ada udang dibalik bakwan ternyata.

"Ooohhh bilang dong, yang berubah... Hmmmm" Woojin masih berusaha mikir, walupun susah.

"Hmmm.. Ayo cepetan"

"Aha.. Yang berubah di kamu itu... Enggak ada" Woojin emang jujur, gak ada perubahan sama sekali dengan fisik Hyungseop, masih unyu-unyu kemayu gitu, sama kayak kemarin.

"Dasar gak peka, kamu gak liat poni aku, aku tuh baru gunting 2 helai rambut diponi aku kemarin!!"ternyata perubahannya sangat signifikan yah Seob.

"Astaga seob, kamu bilang aku gak peka hanya karna aku gak tau kamu baru aja ngegunting dua helai rambut kamu gitu!"

"Kok kamu jadi marah-marah gitu sih!"

"Bukannya gitu, ini hanya dua helai seob, dua helai. Mana bisa aku tau."

"Kamu itu emang gak pernah ngertiin aku" Bang! Kata-kata sakral telah keluar.

"Eh Jin, lo ganti warna rambut juga? Samaan lagi sama Kak youngmin, merah-merah gitu, jangan-jangan lo berdua janjian yah" tadinya Woojin udah bersyukur atas kedatangan Kenta yang bisa menjadi penengah perang kecilnya ini, namun naas mulut Luknut Kenta malah semakin memperparah keadaan.

"APA? JADI LO GANTI WARNA RAMBUT BIAR SAMAAN SAMA MANTAN LO ITU" tuh kan baru juga dibilangin, sih Chabay betina udah ngamuk duluan.

"Aduh gue salah ngomong ye.. Kalau gitu gue pergi dulu.. Bye" Kenta telah melarikan diri, tinggalah Woojin sendiri disini, menghadapi kemurkaan sang Ketua Cabe.

"Jangan nethink dulu seob, mungkin ini cuma kebetulan aja"

"GAK ADA YANG NAMANYA KEBETULAN!! KALAU EMANG MASIH SAYANG DIA, YAUDAH SANA BALIKAN LAGI" naik darah deh tuh si Hyungseop, mana bicara sampai muncrat-muncrat gitu lagi.

"Seob, berantemnya dilanjutin

Nanti aja, Pak Hyunbin udah dekat loh" Haknyeon yang ditugaskan sebagai pengawas kedatangan guru, memberi info pada Hyungseop yang masih setia bertengkar saat jam pelajaran sudah dimulai.

"Kata-kata yang tadi gue tarik ulang, lo gak ganteng dengan rambut merah dan lo gak mirip sama idol" maka berlalulah Hyungseop kedalam kelasnya bersama kekesalannya yang sempat ia lampiaskan pada kaki tak berdosa milik Hakyeon. Yah, tadi Hyungseop dengan sengaja menginjak kaki Hakyeon yang masih setia berdiri didepan pintu kelas, demi melancarkan aksi pemantauannya.

"Ya tuhan, dosa apa yang telah diriku lakukan dimasa lalu hingga kau memberikan aku teman tak tau diri seperti ini"

"Diem gak!! bicara sekali lagi gue sunat punya lo" Hyungseop kalau lagi marah suka serem juga. Makanya kicep dah si Haknyeon.

Karna Kirin High School ini sekolah musik, maka kehadiran pak Hyunbin disini adalah sebagai guru dengan mata pelajaran Tips-tips Meninggikan Badan (emang ada? Adaain aja lah).

"Jadi, untuk menambah tinggi badan, kalian harus sering-sering melawan gravitasi" Pak Hyunbin mulai menjelaskan.

"Seperti pergi ke bulan yah pak" -Seonho.

"Emang gaya gravitasi itu ada?" -Jaehwan (sang penganut bumi datar)

"Bukan seperti itu, kalian harus rajin olahraga basket, lompat tali, atau gantung- gantungan, itu lah namanya melawan gravitasi, dan anggap saja gravitasi itu emang ada"

"Saya sering main basket gak tinggi-tinggi juga tuh pak" kalau ini yang bicara Jihoon, karna emang cuma Jihoon yang kelasnya kepisah dengan sesepuh-sesepuhnya, dia ketuker sama Daehwi yang kelasnya sama dengan Woojin dkk.

"Mungkin kamu mainnya gak lama-lama"

"Enggak kok, saya mainnya lama banget bahkan sampai hape saya lowbat" tunggu dulu, sepertinya ada yang tidak beres disini.

"Emang Apa hubungannya hape lowbat sama main basket"

"Ya jelas ada dong pak, saya kan main basketnya di game yang ada di hape saya" Woojin emang gak salah pilih teman, Orang kek Jihoon emang cocok temenan sama Woojin yang rada-rada miring.

"Kalau begitu coba kamu main terus sampai ada kemajuan, dan kalau boleh bapak tau nama gamenya apa? Biar nanti bisa bapak rekomendasikan dikelas lain juga" sepertinya sekolah ini harus mengganti nama menjadi Goblok High School, gak murid, gak guru semuanya sama aja gobloknya.

...TBC...

.

.

.

.

.

.

.

.

Jinseob