Enjoy!
"S-Sunbae?"
"Kau?"
Wonshik terkejut bukan main, ia membelalakan matanya tak percaya. Sosok yang ada dihadapannya kini adalah seorang Jung Taekwoon. Yap, pelayan yang mengantarkan pesanannya ada Taekwoon sang pujaan hati Wonshik. Tidak ingin terlalu larut dalam suasana, dengan cepat Taekwoon menghidangkan menu yang dipesan Wonshik tadi lalu bergegas meninggalkan meja yang ditempati oleh Wonshik. Baru saja ingin melangkah, tiba-tiba Wonshik menahan Taekwoon.
"Tetaplah disini, hyung"
"Aku harus bekerja"
GREEP!
Wonshik langsung menggenggam lengan Taekwoon dan menariknya paksa agar duduk berhadapan dengannya.
"Duduklah dan temani aku. Biar nanti aku yang ijinkan"
Taekwoon hanya bisa diam kemudian memalingkan wajahnya, entah kenapa perlakuan Wonshik padanya barusan berhasil membuat jantungnya berdegup begitu kencang dan bisa Taekwoon rasakan pula wajahnya yang memanas.
"C-Cepat katakan, kau mau apa?" Tanya Taekwoon masih enggan menolehkan wajahnya untuk menatap Wonshik.
"Jika kau ingin berbicara pada seseorang, tataplah matanya" Jawab Wonshik yang seperti mengajarinya tata krama berbicara bukannya menjawab pertanyaan dari Taekwoon.
Merasa tidak tahan dengan sosok yang ada dihadapannya, Taekwoon kemudian berdiri dari tempatnya tadi dan membalikkan badannya hendak mengambil langkah untuk menjauh dari Wonshik. Perlakuan dan perkataan Wonshik sudah cukup untuk memancing emosinya.
Apakah kalian tahu apa yang ada didalam pikiran Wonshik? Dia bersorak gembira karna berhasil membuat Sunbae-nya salting -menurut Wonshik- dan ia berjanji akan berusaha lebih giat lagi untuk mengejar Subae-nya tersebut.
Taekwoon sudah mengambil beberapa langkah, dan ia sekarang bisa bernafas lega karna Wonshik tidak melakukan hal aneh seperti tadi. Taekwoon melanjutkan langkahnya menuju dapur untuk melanjutkan pekerjaannya. Saat didapur, Taekwoon mendadak tidak dapat fokus melakukan pekerjaannya, entah mengapa kejadian tadi selalu terbayang olehnya dan itu membuat detak jantungnya berdegup sangat kencang.
Disisi lain, Wonshik tidak bisa berhenti tersenyum dengan apa yang ia lakukan barusan. Masa bodoh jika sekarang ia menjadi bahan tontonan seluruh pengunjung tersebut, yang penting sekarang hatinya sedang berbunga-bunga dan entah mengapa diperutnya seperti ada kupu-kupu berterbangan yang siap meledakkan perutnya kapan saja. Tetapi, ada satu hal yang membuatnya semakin tidak berheti tersenyum yaitu ketika Taekwoon tidak memberi penolakan saat ia menariknya dan ia juga tidak sengaja menangkan wajah Taekwoon yang memerah padam. Respon yang begitu menggemaskan bagi Wonshik.
...
Keesokan harinya, Wonshik memutuskan untuk pergi keruang musik yang berada digedung universitasnya. Berharap dia dapat bertemu Jaehwan dan mungkin saja dia bisa mendapat informasi lebih lengkap mengenai Taekwoon. Sesampainya diruang musik, ia langsung mengedarkan pandangannya keseluruh sudut untuk menemukan sosok Jaehwan.
GOTCHA!
Wonshik langsung menemukan sosok Jaehwan yang sedang duduk sambil membaca sebuah skrip, tanpa aba-aba apapun Wonshik langsung menghampiri Jaehwan. Wonshik menarik sebuah kursi agar berhadapan dengan Jaehwan kemudian mendudukinya.
"Oh, Wonshik. Ada apa?" Sapa Jaehwan begitu tahu temannya datang menghampirinya.
"Hanya ingin bertemu dan menanyakan sesuatu".
"Apa itu?"
"Apakah kau mengenal Jung Taekwoon?"
"Eh?! Tumben sekali kau bertanya tentang itu, apakah kau menyukainya?" Jaehwan langsung to the point
"Jawab saja hyung"
"Baiklah, iya aku mengenalnya. Dia teman duetku"
"Ya! Hyung! Kenapa kau tidak pernah mengatakannya padaku jika dia adalah teman duetmu!? Aku sungguh tidak percaya ini!?" Ujar Wonshik dengan nada setengah berteriak, dan efek yang ditimbulkan adalah suaranya menggema diseluruh ruangan karna hanya ada mereka berdua diruang musik. Wonshik sungguh tidak percaya jika Jaehwan adalah teman duet dari Taekwoon, selama mereka berdua berteman Jaehwan tidak pernah sekalipun bercerita padanya jika dia memiliki teman duet.
"Kau tidak pernah bertanya padaku sebelumnya, buat apa pula aku mengatakannya padamu. Aku dan dia hanya sebatas teman duet dalam drama tidak lebih." Jaehwan seketika sweatdrop mendengar respon dari temannya yang menurut dirinya sangat berlebihan. "Aku sudah beberapa kali pentas dengannya, jadi aku tahu sedikit tentangnya." Sambung Jaehwan
"Beritahu aku hyung" Wonshik amat sangat antusias jika ia akan mendengar suatu hal yang bersangkutan dengan Jung Taekwoon.
"Setahuku, Taekwoon adalah mahasiswa semester akhir tetapi dia masih aktif dalam pementasan drama. Dan aku pernah diajak olehnya untuk mengunjungi tempat kerjanya, hanya sekedar untuk membahas masalah drama. Kalau tidak salah dia bekerja part time disebuah kedai, aku tak ingat itu kedai apa, karena sudah lama aku tak kesana. Katanya sih itu adalah kedai milik neneknya" Jelas Jaehwan
"Kemarin aku mengunjungi kedai itu, dan Taekwoon sunbae ada disana. Apakah ada hal lain yang hyung ketahui mengenai Taekwoon sunbae?" Wonshik membuat pernyataan pada Jaehwan jika ia baru saja mengunjungi kedai dimana tempat Taekwoon berkerja. Kemudian, Wonshik melanjutkan pertanyaannya karena dia masih penasaran dengan sosok Jung Taekwoon, sang pujaan hati.
...
Langit sudah berubah warna menjadi kuning kemerahan yang artinya hari sudah sore, semua mahasiswa sudah mulai meninggalkan gedung universitas karena jam kuliah mereka sudah berakhir. Dan tepat didepan gerbang universitas terdapat sosok pria yang sepertinya sedang menunggu seseorang. Yap, siapa lagi kalau bukan Wonshik yang sedang menunggu Taekwoon, dia berharap usahanya kali ini tidak akan gagal lagi. Sungguh gigih sekali perjuangan dari Wonshik untuk mendapatkan hati sunbae-nya.
Sudah hampir setengah jam Wonshik menunggu tetapi sosok yang ia tunggu tak kunjung datang. Hal itu membuat Wonshik memiliki pikiran negatif, ia takut jika sunbaenya mengetahui jika ia sedang menunggunya kemudian memilih jalan lain atau bisa saja hari ini sunbaenya tidak datang. Tapi jika diingat kembali, jalan untuk keluar dari gedung universitas hanya ada satu yaitu tempat dimana Wonshik sedang menunggu Taekwoon. Jadi, tidak mungkin jika Taekwoon mencoba mengambil jalan lain atau bahkan melompat pagar. Itu hal yang mustahil.
Wonshik menyerah karena sudah satu jam dia menunggu, tetapi Taekwoon belum juga datang. Bukannya ia sudah tidak mau menunggu tapi ia merasa lelah dengan semuanya, ia merasa sia-sia menunggu seseorang yang tidak pasti kehadirannya. Sudah cukup dia menunggu satu jam, ia tidak mau menunggunya kembali. Moodnya sedang tidak baik untuk hari ini.
Saat Wonshik hendak melangkahkan kakinya menuju parkiran, tiba-tiba saja sebuah tangan menghentikan langkahnya.
"Wonshik-ah..." Panggil seseorang yang berhasil menghentikan langkahnya, didengarnya suara yang lembut itu. Wonshik sangat mengenali suara itu. Tunggu, jangan bilang jika suara itu adalah suara dari Taekwoon sunbae?!
"Apakah kau menungguku?" lanjutnya
Wonshik langsung menoleh ke asal suara dan benar dugaannya, dia adalah Taekwoon sunbae. Seseorang yang menahan dan memanggil namanya.
"Taekwoon sunbae.."
To Be Continue
Lama tak jumpa! X3
Adakah yang menunggu update dari fic ini? X3
- Balasan Review -
Sekop Biru : Enggak jadi dibakar kok X3 Soalnya firasatnya bener kkkkkk~
Okaayyy, makasih atas sarannya~~~!
Indriana217 : Iya tuh ngeselin banget ya kkkk~
Bener banget kkkk~
