Title : Bermain Kartu

Cast : Produce 101 Season 2 1995 Liners

Ong Seongwoo, Kim Jonghyun, Im Youngmin, Kim Sanggyun

enjoy~


"Baiklah tuan, aku akan memberikan contoh untukmu. Begini, kau hanya perlu memanggil namanya, setelah dia berhenti kau tinggal bilang, 'aku menyukaimu, maukah kau menjadi kekasihku?', seperti itu" jelas Youngmin, lengkap dengan gesture yang meyakinkan agar Jonghyun mau menyelesaikan misi hukumannya.

"Ya sudah aku akan menuruti kemamuan kalian, dasar pemaksa" Jonghyun menerang frustasi seraya mengusap muka kasar.

"Ini bukan kemauan kami, tapi ini kesepakatan kita diawal permainan. Ku harap kau tidak melupakannya Tuan Kim" balas Sanggyun dengan wajah sok sok merasa besalah.

Keempat anak manusia tersebut mulai menghitung dan mengamati setiap orang yang lewat. Karena kesepakatan di awal, si kalah harus menyatakan cinta pada orang ke sepuluh yang lewat didepan mereka. Seongwoo memainkan kakinya bosan, letak tempat duduk mereka yang kurang strategis dan jauh dari keramaian membuat jalanan itu jarang dilalui oleh siswa. Tidak dekat dengan taman, kantin, toilet, ataupun gerbang sekolah. Jonghyun sendiri berharap tidak akan ada orang kesepuluh yang lewat didepannya hingga jam masuk berdering.

Segerombol siswi berjumlah empat orang baru saja melintas didepan mereka. Itu artinya mereka masih butuh enam orang lagi untuk mendapatkan orang ke sepuluh. Namun tak lama kemudian seorang siswa kelas dua berlari, diikuti dengan seorang siswa yang lain dibelakangnya, dua siswa itu seperti sedang bermain kejar kejaran. "Enam" gumam Seongwoo.

"Hey, kenapa kau menghitung siswa laki laki?" protes Jonghyun.

"Memangnya kenapa? bukankah kesepakatan kita menghitung hingga orang kesepuluh lewat? mereka berdua juga termasuk manusia, tidak ada batasan dalam kesepakatan kita" Seongwoo berkata seenaknya, membuat Jonghyun membelalakkan mata tanpa bisa berkata kata.

"Itu benar" Youngmin menjentikkan jarinya, setuju dengan Seongwoo.

"Ya Tuhan, ku harap orang kesepuluh bukan seorang lelaki. Aku masih normal" Jonghyun bermonolog frustasi.

Seorang lelaki paruh baya membawa ember dan kain pel berhenti didepan mereka, bermaksud membersihkan lantai yang mulai kusam. Lelaki berprofesi cleaning service tersebut adalah orang ketujuh. Mereka membutuhkan tiga orang lagi secepatnya, karena lima menit lagi bel masuk akan berdering. Namun dewi keberuntungan sepertinya sedang tidak memihak pada Jonghyun, wakil kepala sekolah dan guru konseling telah berlalu dari hadapan mereka beberapa detik lalu. Satu orang lagi dan Jonghyun akan menjalankan misinya.

"Mau bertaruh? menurut kalian orang kesepuluh akan berjenis kelamin apa?" tawar Seongwoo memecah keheningan.

"Boleh, aku pilih perempuan" Sanggyun langsung menjawab tanpa berpikir, hanya mengikuti feelingnya saja.

"Aku juga" begitu juga Youngmin.

"Baiklah, aku pilih laki laki. Yang kalah akan mendapatkan hukuman, deal?" putus Seongwoo, kedua tangannya menengadah ke sisi kiri dan kanan.

"Deal" Sanggyun dan Youngmin menepuk telapak tangan Seongwoo, tanda kesepakatan.

Saking asyiknya menerka nerka tentang jenis kelamin si orang ke sepuluh, mereka tidak menyadari seseorang telah mendekat ke arah mereka. Jonghyun tersenyum, diikuti Youngmin dan Sanggyun. Seongwoo berharap harap cemas agar orang itu berbelok melewati tangga, namun harapannya tidak terkabul. Seseorang berjenis kelamin perempuan itu berjalan dengan membawa beberapa buku diktat di tangan kirinya. Perempuan itu cantik, tapi lebih tua beberapa tahun dari remaja remaja tersebut. Miss Yumi, guru modis yang kebetulan mengajar bahasa Inggris di kelas mereka.

"Miss Yumi" Jonghyun memberanikan diri untuk menginterupsi langkah Miss Yumi. Ekspresi gugup tak bisa lagi ia sembunyikan, tangan dan kakinya bergerak gelisah. Sementara itu, tiga teman kurang ajarnya sedang merekam aksi Jonghyun dengan kamera ponsel Youngmin.

"Ada apa Mr. Kim?" Guru bertubuh mungil itu berhenti, kemudian menatap heran wajah gugup Jonghyun.

"Miss, aku- sebenarnya- sebenarnya aku menyukaimu" mulut Jonghyun terbata bata mengucapkannya. Lelaki itu sempat merasa tidak bisa bernafas beberapa detik. Jantungnya berdebar kencang menunggu respon Miss Yumi. Ia siap ditampar karena perbuatan kurang ajarnya ini, dimaki atau dipukul dengan high heels miss Yumi juga Jonghyun sudah siap. Secara naluriah Jonghyun menundukkan kepala dengan mata terpejam rapat.

"Aku juga menyukaimu Mr. Kim" suara Miss Yumi mengalun indah melewati gendang telinga Jonghyun. Kepalanya kembali terangkat dan detik itu juga Miss Yumi menghadiahi usakan lembut dikepalanya. Jonghyun sempat lupa bagaimana cara mengatupkan mulut, ia terus terusan memasang wajah bodoh hingga Miss Yumi berlalu dihadapannya. Ketiga makhluk yang sedari tadi mengamati dua orang berbeda usia itu juga ikut terkejut tak percaya, namun terdengar gelak tawa puas setelahnya.

Jika jam istirahat membuat wajah Jonghyun suram, maka jam pulang sekolah juga mampu mebuat muka Seongwoo suram. Ia kalah taruhan yang dibuatnya sendiri. Konyol, benar benar konyol, rutuk Seongwoo dalam hati. Ketiga teman lelakinya memasang wajah bahagia dengan tidak sopan di depannya. Mereka masih memikirkan hukuman apa yang cocok untuk Seongwoo.

"Seongwoo" seru Sanggyun. Pantatnya ia dudukkan di meja seberang bangku Seongwoo.

"Iya?" tanggap Seongwoo.

"Jilat sepatuku" semena mena Sanggyun mengangkat salah satu kakinya di atas meja Seongwoo.

"Apa? kau benar benar tidak manusiawi tuan Kim. Aku tidak mau!" Seongwoo menolak mentah mentah, dengan delikan mematikan untuk Sanggyun. Tega sekali dia.

"Bagaimana kalau kita beri hukuman yang sama dengan Jonghyun?" usul Youngmin.

"Jangan melakukan hukuman yang sudah pernah dilakukan, kita harus menemukan sebuah inovasi" sela Jonghyun tak setuju. Lantas membuat Youngmin dan Sanggyun terdiam, berpikir sejenak.

"Bagaimana jika bertanya tentang warna celana dalam? sepertinya seru" celetuk Youngmin kurang ajar.

"Ternyata otakmu busuk juga Im Youngmin" Seongwoo melotot tajam ke arah Youngmin.

"Setuju. Kita gunakan metode seperti Jonghyun tapi dengan pertanyaan warna celana dalam" Sanggyun justru tak menanggapi ekspresi marah Seongwoo. Karena baginya hukuman tetaplah hukuman.

"Kau benar benar brilian Im Youngmin" Tangan besar Jonghyun menepuk nepuk lengan Youngmin dengan tempo cepat.

"Kalian membuatku terlihat seperti lelaki hidung belang" lelaki itu mendengus kesal. Telapak tangannya menangkup kedua pipi, bibirnya mengerucut lucu.

"Oke jika itu maumu, kita batasi peraturan. Sasaran kita harus berjenis kelamin laki laki agar Seongwoo tidak terlihat seperti hidung belang. Bagaimana?" usulan Youngmin semakin tidak manusiawi dan menjatuhkan harga diri Seongwoo sebagai lelaki sejati, itu sih tidak membatasi namanya. Memang tidak terlihat seperti hidung belang sih, hanya kelihatan seperti gay saja.

"Ya Tuhan! benarkah kalian masih menganggapku sebagai teman?" Karna terlalu kesal, sampai sampai Seongwoo menggebrak meja dan berdiri dari kursinya.

"Ayolah sayang, ini hanya untuk bersenang senang. Kita berempat adalah sahabat. Lagi pula hanya kami berempat dan si orang ke sepuluh yang tau" bujuk Jonghyun. Ia melingkarkan tangannya di bahu Seongwoo. Youngmin dan Sanggyun tersenyum lebar lalu mengagguk semangat, mengiyakan perkataan Jonghyun. Seongwoo agak tersentuh mendengar kata 'sahabat', Seongwoo itu dulunya tidak punya teman seorangpun.

"Baiklah, aku melakukan ini atas dasar persahabatan kita. Dan aku orang yang sportif tentu saja" Seongwoo menyingkirkan tangan Jonghyun dibahunya, lantas memasang wajah angkuh yang elegan di kalimat terakhir.

Kursi panjang di taman sekolah telah terisi empat remaja yang sedang duduk berjajar menunggu mangsa. Seongwoo sendiri yang memilih tempat ini karena jam pulang sekolah sudah berlalu sekitar tiga puluh menit lalu, sudah bisa dipastikan tempat ini akan ramai menjadi akses berlalu lalang siswa yang akan menuju lapangan dan gerbang. Tidak butuh waktu lama memang. Setelah kepala sekolah, cleaning service, guru sejarah, salah satu anggota dewan kedisiplinan, dan beberapa siswa sempat berseliweran, akhirnya siswa kesepuluh datang juga. Lelaki dengan name tag 'Kang Daniel' mengenakan dasi berstrip satu itu menjadi sasarannya.

"Hey, tunggu sebentar" Seongwoo agak berteriak. Youngmin sudah menyiapkan ponsel untuk merekam aksi sahabatnya.

"Kau memanggilku?" tanya si target setelah berbalik menghadap Seongwoo.

"Iya. sebelumnya perkenalkan namaku Ong Seongwoo dari kelas 2 B" tangan Seongwoo terulur kedepan. Setidaknya ia harus bersikap sopan diawal sebelum menanyakan pertanyaan tidak senonoh pada juniornya ini.

"Oh hai, aku Kang Daniel dari kelas 1 C" balasnya ramah dan menjabat tangan Seongwoo. Lelaki itu sedikit bersyukur karena Daniel orang yang lembut dan ramah. Kemungkinan untuk 'disemprot' jadi semakin kecil.

"Aku bermaksud menanyakan sesuatu" Bibirnya berucap lancar, tapi kedua tangannya sudah memainkan ujung kemeja putihnya. Ia merasakan apa yang dirasakan Jonghyun tadi, gugup.

"Tentang apa itu?" Daniel bertanya penasaran.

"Bolehkah- bolehkan aku tau- warna celana dalammu hari ini?" Seongwoo mengecilkan volume, agar tak ada yang mendengarnya selain junior tampan didepannya ini.

Tunggu.

Apa?

Tampan?

Iya, Seongwoo akui Kang Daniel ini tampan. Proporsi tubuhnya juga pas, dan auranya benar benar manly. Nah kan, Seongwoo malah memuji Daniel. Pantas saja Youngmin ingin sekali mengatai Seongwoo sebagai gay, karna dia tidak pernah kelihatan tertarik dengan perempuan. Tapi, Seongwoo hanya memuji kok bukan menyukai Daniel.

Dan reaksi Daniel terkejut tentu saja. Mata sipitnya melebar, bibirnya sedikit terbuka dengan wajah terheran heran. Lelaki itu memang tidak berbicara apapun, namun Seongwoo tentu bisa membaca dengan jelas air muka Daniel. Lagi pula manusia mana yang tidak terkejut saat ditanyai warna celana dalam di pertemuan pertama?

"Emm Kang Daniel, kumohon jangan berpikran macam macam aku hanya sedang sial. Aku kalah taruhan dan sebagai hukumannya aku harus menanyakan pertanyaan seperti itu pada orang kesepuluh yang lewat didepanku" jelas Seongwoo singkat. Wajahnya berubah memelas, memohon pada Daniel agar ia mau memberitaukan apa warna celana dalamnya. Well, presepsi teman temannya tentang Ong Seongwoo adalah gay akan makin kuat setelah ini.

"Baiklah, hari ini aku memakai warna hitam. Kakak mau melihatnya?" Jawab Daniel gamblang. Kedua tangannya bahkan sudah bersiap mebuka gesper sabuk yang melingkar dipinggang.

"Tidak. Tidak perlu, terima kasih. Ku harap kau segera melupakanku. Aku permisi" ujar Seongwoo cepat. Segera saja ia berlari meninggalkan Daniel setelah membungkukkan badannya sesaat.

END

Mello's Note :

ff ini uda bener bener end. tamat begitu saja dengan tidak elitnya. sebelumnya kan saya uda perna bilang juga di ff saya yang satunya kalo ff ini sebenernya oneshoot tapi kepanjangan dikit jadi saya jadiin 2shoot. trus saya juga uda bikin lanjutannya ini versi ada romance romancenya /?. jadi tiap chapter masing masing satu kapal, ong sama pacarnya (baca: daniel), trus paca sama couplenya, sanggyun sama couplenya, jonghyun sama couplenya jadi total kira kira ada 4 chapter. masih ongniel aja sih yang uda siap publish, yang donghyun masih otw, sanggyun sama jonghyun belom otw tapi uda ada ide. disana bakal ada yaoinya tapi mereka kayak ngeles gitu kalo mereka gay. kalo saya jadiin satu disini ntar ga nyambung sama judulnya ehe. Trus mau nanya, kalian lebih suka JRen apa Taebugi?

lanjutannya ini mungkin dipublish barengan sama chapter 8 ff sebelah, mungkin hari senin. ditunggu yha~ makasih banyak buat yang uda baca review, follow, sama fav, semoga urusan dunia akhirat kalian lancar, amin.

Balesan Review :

mikigae : kemaren taemin yang vote cuma 1, makanya dia kalah :(( di ff lanjutannya ini bakal ada taemin kalo kamu vote taebugi wkwk

Ayu224 : ini uda dilanjutin dan langsung end, ikutin ff juga ff baru lanjutannya ini yha

ChaYunwoo : banyak yang ngira kayak gitu masa', padahal miss yumi ehe. ayok request kamu mau jren apa taebugi buat episodnya /? jonghyun ehe

Avisyell756 : sebenernya ong aku buat kalem disini ada alesannya dan alesannya tar aku beberin di ff yg ntar publish, ongniel pasti aku layarin ga usah kawatir wkwk

tong : yah maaf ya ternyata ga sesuai harapan kamu :(( tapi kalo kamu request taebugi di ff episodnya jonghyun /? tar aku bikinin ehe

rays11 : banyak yang ngira minki, padahal bukan ehe. ayok request kamu mau jren apa taebugi buat episodnya /? jonghyun ehe

Sky Onix : di ff aku yang lanjutannya ini bakal ada romancenya, di tunggu yha. aku layarin semua kapal kapalnya ong, youngmin, sanggyun sama jonghyun ehe

Shining Peach : tar lagi aku belokin mereka di ff baru, di tunggu yha~