Main Cast : ChanBaek *Chanyeol (25 Years Old) / *Baekhyun (9 Years Old)
Other Cast : Temukan di dalamnya \^0^/
Disclaimer : Love Of Fallen Leaves (ChanBaek Version) Cerita ini hanya fiktif, author hanya meminjam nama dan tempat :)
presented by Gloomy Rosemary a.k.a CupidKyumin
.
Previous Chapter
"Ahjjussi..."
"Hn..."
"Apa Baekhyun akan memakai pemerah bibir saat menikah?"
Chanyeol tersedak tawanya sendiri, sedikit menoleh ke belakang tepat pada bocah yang masih mengerjap menunggu jawaban darinya.
"Bahkan tanpa semua riasan itu... kau tetap yang paling cantik di mataku dan Silla"
.
.
.
Chapter 13
~Love Of Fallen Leaves~
.
.
.
.
"Malam ini, tidurlah lebih cepat... mengerti?" Ujar Sooyoung begitu usai menyimpul pakaian tidur Baekhyun, lalu beralih menyisir surai hitam yang tergerai basah itu, berniat membuat Baekhyun senyaman mungkin saat tidur nanti.
Ah! semenjak Baekhyun bayi hingga anak itu tumbuh menjadi seorang remaja semanis ini, dirinya tak pernah jemu melakukan semua hal ini untuknya, seakan memang melihat baekhyun sebagai Putra kecilnya sendiri.
Namun tiba-tiba...
SRAT...SRATT
Baekhyun kembali mengacak simpul pakaian tidurnya, menarik-nariknya asal hingga kembali terbuka. "Panas Sooyoung!" Pekiknya, masih berusaha melepas pakaian menyerupai kimono itu. Berharap semua kain yang menempel lekas lenyap dan membuatnya bebas, ah sungguh Ia benar-benar merasa gerah saat ini.
Sementara dayang itu tetap memaksa menahannya meski berulang kali Baekhyun menyentak tangannya, Ah! Ya Tuhan... Baekhyun baru saja mandi bagaimana mungkin anak itu bisa merasa kepanasan seperti ini?
"Yyaa... jangan melepasnya? tak baik tidur tanpa mengenakan pakaian seperti—
"Panas! Baekhyun tidak suka pakaian ini!" pekiknya lagi, tak peduli Ia hanya bertahan dengan selapis celana dalam saja.
..
.
"Apa yang kalian ributkan sebenarnya?"
Seorang pria tiba-tiba masuk dan terbelalak lebar begitu melihat Putranya berdiri sambil berkacak pinggang di atas ranjangnya, tanpa mengenakan pakaian apapun.
"Baekhyun kenaka pakaianmu Nak" Ujar Yonghwa sembari berjalan mendekati bocah itu, tapi yang terlihat Baekhyun lebih memilih merangkak menuruni ranjangnya lalu menghindari Ayahnya.
Tentu membuat Penguasa Goryeo itu mengernyit heran melihat tabiat Putra Kecilnya. "Baekhyun—
"Ayah jangan memaksa Baekhyun!" Jerit bocah itu, menyudutkan dirinya di ujung dinding, masih tak peduli perutnya yang buncit itu bertahan tanpa mengenakan pelindung apapun dari udara malam yang sebenarnya dingin untuk bocah sepertinya.
Yonghwa memijit pelipis pelan, apa yang salah dengan Baekhyun sebenarnya. Mendadak bersikap kacau bahkan terlalu kekanakan.
"Ayah tak memaksamu, tapi—
Ucapannya kembali tertelan begitu saja, melihat anak itu kembali mengacuhkannya dan lebih memilih berjalan menghentak kaki mendekati pintu kamarnya berniat membukanya paksa.
"Baekhyun dengarkan, jika Ayah bicara padamu" Ujar Yonghwa, kembali beralih berjalan mendekati bocah yang terlihat kesulitan membuka pintu besar itu.
Hingga ...
BRAK
Pintu terbuka, lalu Baekhyun benar-benar berlari keluar tanpa peduli teriakan sang Ayah dan juga Dayang penjaga itu
"YACK! BAEKHYUN!"
.
.
.
.
Sementara Itu...
"Semua menteri kembali menuntut jawab atas kepergianmu, kau tentu tau Hyung hampir sepekan lamanya kita meninggalkan Silla" Ujar Sehun, seraya menatap Pria yang terlihat memejamkan mata... menikmati sepoi angin di malam itu.
Chanyeol terkekeh pelan. "Setelah ini ... semua Pak Tua itu mungkin akan mengambil petisi" Gumamnya, menerka pemikiran semua petinggi kerajaan itu. Ia tau... situasi Silla mungkin tengah kacau saat ini, tapi entahlah..., suasana hatinya yang merekah, membuatnya tak mampu menyembunyikan senyum terpatri itu.
"Aku akan kembali secepatnya...tentunya dengan membawa Ratu yang baru untuk mereka"
Sehun terhenyak, sempat menduga dirinya salah mendengar. "Hyung—
"Pastikan, semua pesan itu benar-benar sampai pada Silla, karna ini kehendakku" Lugasnya , seraya membuka mata. Mempertegas aksen tajam dari sepasang manik obsidian miliknya.
Namun—
GREB
"Ahjjusiii~"
Ia tersentak begitu mendengar suara yang dikenalnya memanggilnya lembut, dan semakin manis kala kedua lengan mungil itu memeluk pinggangnya dari belakang. Ah! Ia tau siapa pemilik sepasang tangan putih itu.
Sejenak Ia menarik nafas dalam, seraya melirik Sehun... mencoba membusungkan rasa angkuhnya, seakan menunjukkan pada Pria tinggi itu Dia lah pemilik sosok cantik yang kini bermanja-manja dengannya itu.
Tapi, Lirikan angkuh itu mendadak pudar tergantikan dengan tatapan mengernyit heran begitu melihat Sehun seperti panik mengalihkan pandangannya. Bahkan wajah Pria itu pun tampak memerah tersipu.
"Ada apa?!" Sentak Chanyeol pada Pemuda tinggi itu.
Sehun masih memalingkan wajah sambil sesekali berdehem pelan. Ah! sesungguhnya ia tak berharap melihat semua ini, tapi tubuh ramping dengan kulit putih semulus itu... tentu memanjakan matanya tanpa disengaja. Terlebih... perut yang buncit itu, entah mengapa membuat Baekhyun terlihat semakin erotis untuknya.
"B-bunga musim semi mekar tanpa kelopaknya, memungkinkan kumbang manapun mengambil nektar dengan mudahnya" Dehem Sehun seraya menatap langit, berusaha menyampaikan pesan tersirat dalam perumpamaannya. Tentu akan celaka jika mengatakan secara frontal, Kekasih kecil Raja Silla itu tengah telanjang saat ini.
Chanyeol mengerjap, samar ia mulai menelisik makna umpama itu... mungkin datang dari namja kecilnya.
Hingga Ia putuskan untuk memutar tubuh demi menatap Baekhyun, dan detik itu pula... jantungnya serasa meledak.
"Dimana Pakaianmu?!" Gusarnya seraya mendekap anak itu, bahkan hingga memasukkan tubuh Baekhyun ke dalam pakaian besarnya. menutupnya serapat mungkin, hingga Sehun tak lagi bisa mencuri pandang dengan tubuh polosnya.
"Ugh! Panas Ahjjusii!" rengek Baekhyun, sambil meronta... ingin melepaskan diri.
Tapi percuma, semakin Ia meronta semakin erat pula Pria itu mendekapnya.
"AHHJJUSSSIIIII!" jerit Baekhyun pada akhirnya.
Chanyeol hanya diam, dengan wajah tegang menahan kebas. Apa yang ada dalam pikiran Yonghwa dan Dayang itu? mengapa membiarkan Baekhyun berkeliaran dengan tubuh nyaris telanjang seperti ini?
"Ahjjusi lepaskan Baek—
"Baekhyun dengar.." Kali ini, Chanyeol sedikit merenggangkan dekapannya lalu melepas pakaiannya sendiri untuk ia kenakan di tubuh mungil itu. Sementara Baekhyun hanya menundukkan wajah dengan bibir mengerucut kesal.
"Di mana pakaianmu hn?" Ujarnya begitu bocah mungil itu terlihat lebih pasif dan patuh.
"Membuangnya!" Ketus Baekhyun sambil bersidekap lalu memalingkan wajah ke lain arah.
Raja Silla itu mulai berdecak pelan, lalu menaikkan dagu Baekhyun hingga menatap padanya. "Kau bukan anak kecil lagi, jadi jangan bersikap berlebihan seperti ini" Tegasnya seraya melipat lengan baju yang terlihat kebesaran untuk bocah mungil itu.
"..."
Baekhyun hanya diam, masih dengan kepala tertunduk. entahlah... ia benar-benar benci saat Chanyeol mengatakan hal semacam ini padanya
Bocah mungil itu beralih menepis tangan Chanyeol lalu melangkah pergi, meski nyatanya terlihat tersendat-sendat, saat Pakaian Raja Silla yang Ia kenakan itu... benar-benar menyerupai gaun besar untuknya.
"Baekhyun?"
Panggil Chanyeol begitu menyadari sikap diam itu. Ia tau benar... Baekhyun mungkin kesal padanya kali ini.
"Kudengar... seseorang yang mengandung, akan cepat merasa gerah. Mungkin Baekhyun merasakan hal yang sama" Gumam Sehun, membuat Raja Silla itu tertegun, lalu beranjak cepat mengejar namja mungil itu.
.
.
.
.
"Hei... Bukannya aku tak menyukai sikapmu yang seperti ini. Hanya saja jangan menunjukkannya pada orang lain selain diriku" Ucapnya sambil mengejar langkah kecil itu, tapi Baekhyun tetap kekeuh menyeret langkahnya untuk menghindar.
membuat Chanyeol berdecak keras, lalu memaksa mengangkat bridal tubuh kecil itu... dan dibawanya menuju kamar yang lain. Tak peduli Baekhyun semakin menjerit memekakkan.
.
.
BRAKK
Pintu tertutup rapat, dan di sinilah Ia menahan bocah yang kini menyudutkan dirinya di ujung ranjang dengan tanga terkepal.
Sempat Ia terkekeh pelan melihatnya, tidakkah anak itu benar-benar menggemaskan ... jika menahan kesal seperti ini.
Chanyeol putuskan untuk mendekat, dan sedikit menyingkirkan surai yang tergerai di leher anak itu.
"Kau berkeringat sangat banyak" Ujarnya pelan.
Baekhyun menatapnya tajam. Bukankah Ia telah mengatakannya pada Ahjjusinya itu, jika dirinya benar-benar merasa kepanasan saat ini? Tapi Pria itu malah membungkus tubuhnya dengan pakaian sebesar dan setebal ini.
Raja Silla itu kembali tertawa renyah melihat sikap dingin itu, menggodanya untuk melakukan hal yang lebih... bahkan jika bisa hingga membuat Baekhyun merengek dan menangis padanya.
"Kau merasa gerah bukan?" Tanyanya sembari memegang kedua bahu Baekhyun, sedikit menarik pakaiannya kebawah hingga pundak itu sedikit demi sedikit mulai terlihat.
"Biar aku melepasnya.." Bisiknya begitu Ia mencumbu perpotongan leher putih itu, sesekali Chanyeol meniupkan nafas hangatnya... hingga membuat bocah itu berjengit dengan mata terpejam erat.
"Mmh!"
.
.
"Harum..." bisiknya pelan, begitu bibir tebal itu kini beralih mengecupi dada kanan Baekhyun, sementara kedua tangannya masih menarik turun pakaian anak itu. Melepasnya terlalu pelan... hingga membuat nafas anak itu terdengar berhembus berat... merasa tak sabaran ... ingin cepat-cepat telanjang, lalu mendapat cumbuan lebih dari pria kekar itu.
"Nnhh! Ah—jjuss~" Rengek Baekhyun seraya membusungkan dadanya.
Kedua matanya terpejam erat, tak sebanding dengan kedua tangan mungil yang kini meremas-remas tengkuk Chanyeol. Memaksa pria itu lekas memberinya sentuhan lebih dari ini.
"katakan apa yang kau inginkan" bisik Chanyeol sambil mendesah, hingga nafas panas itu semakin merangsang bocah mungil itu.
"Ah! A—ahjussii...L—lagi" Baekhyun memiringkan kepala, memberi sekat lebih untuk Pria itu mencumbu lehernya... Bahkan kedua tangan mungil itu kini beralih aktif, membuka lebar pakaiannya.. berharap Chanyeol lebih leluasa mengecupi seluruh tubuhnya.
.
.
Sementara itu di tempat lain.
"Hhh..Hhh.. Baekhyun Hwangjaaaa!" Sooyoung masih berlari, mengedarkan pandangan kalut di sekitarnya.. namun tak juga menemukan bocah mungil itu, Ah! Ya Tuhaan! Baekhyun tak mengenakan pakaian apapun di malam sedingin ini, dan lagi... Di mana anak itu sebenarnya?
Hingga... siluet seorang Pria tinggi mulai menyita pandangannya, membuatnya cepat-cepat berlari mengejarnya.
"T—tuan!"
.
.
Sehun mendadak menghentikan langkah, demi memutar tubuh ... tepat pada panggilan itu berasal.
"B-baekhyun Hwangjja menghilang! Mungkinkah anda sempat melihatnya tuan?" Paniknya seraya membungkuk terengah-engah.
Sesaat Pemuda tinggi itu tampak mengernyit heran tapi setelahnya terkekeh pelan.
"Kau tak menyadari sesuatu Sooyoung-ssi?" Tanyanya kemudian, membuat wanita itu menegakkan tubuh dan mengerjap bingung.
Hingga Ia menyadari satu hal...
"Ah! Dimana Yang Mulia Chanyeol?" pekik Dayang itu kemudian.
"Itu sekaligus menjawab pertanyaan pertamamu, kau tentu tau apa jawabannya" Ujarnya seraya berlalu dari hadapan wanita itu.
Sejenak Sooyoung kembali mengerjap, lalu setelahnya tersenyum tersipu...
"Ahaha...aih! bocah nakal itu" Gumamnya seraya menghentak kaki, lalu kembali berjalan ke dalam... demi menemui Yong Hwa, mengalihkan alasan lain... sebelum Pria itu murka jika tau, Baekhyun menghabiskan malamnya dengan Raja Silla.
.
.
.
.
"Akkh!...Nghhh!" Baekhyun meremas kuat-kuat kepala ranjangnya, begitu lidah basah itu mulai menekan-nekan nipple kanannya. Sesekali Ia mengangkat kepala, mencoba melihat apa yang dilakukan pria itu... namun semua hanya berakhir membuatnya memekik dengan wajah memerah. Begitu sadar Pria itu benar-benar membuat bagian kecil di dadanya itu membengkak merah.
"Nnh~ ...A—ahjjussii! G—gigiit Ahjjussi! Oh..." Pekiknya nikmat.
Chanyeol menyeringai tajam, Ia beralih menyusupkan sebelah tangannya ke bawah punggung Baekhyun... sedikit mengangkatnya hingga Bocah itu benar-benar membusung hebat.
Sejenak Ia mengamati lekat putting yang terlihat memerah basah karna cumbuannya, lalu menggigitnya tanpa peringatan. Hingga membuat Baekhyun terlonjak dengan mata membulat lebar.
"ACKH!"
"Kau menyukainya hn?" Desahya seraya mengerat puting itu dengan giginya, sesekali menariknya membuat Baekhyun menangis dalam lenguhannya, lalu kembali menghisapnya lembut ... hingga menyisakan tubuh menggigil menahan nikmat.
.
.
.
Chanyeol tertegun...
Memandang teduh namun penuh hasrat pada tubuh mungil di bawah kungkungannya.
Mungkin hanya sejenak Ia memberi cumbuan basah itu, tapi lihat...
nyaris seluruh tubuh namja kecilnya di penuhi bercak merah matang... hasil kecupan liarnya.
"A—ahjjusii~"
Dan bocah manis itu... masih bernafas terengah, terjerat nafsu birahinya sendiri.
"Di sini Ahjjusii~ " Rengek Baekhyun seraya mengelus selangkangannya sendiri. "Uh! Hisap di sini Ahjjusiiii!" Baekhyun makin frontal memijat genital mungilnya sendiri, meremas-remasnya di hadapan Chanyeol seolah bagian itu memang terasa gatal. Dan butuh jilatan basahnya.
Raja Silla itu mulai meneguk ludah payah, malam memang belum terlanjur larut... bahkan mungkin banyak yang masih terjaga di luar sana.
Tapi semua desah dan rengekan anak itu... benar-benar menyengat hasratnya kala itu. Ah! Bagaimana jika Ia tak bisa menahan diri dan berakhir menyetubuhi anak itu.
Lebih lagi... miliknya di bawah sana, telah menegang sempurna. Dengan hanya melihat Baekhyun menggeliat penuh peluh di bawahnya.
Raja Silla itu tak ingin mengambil opsi berbahaya dengan mengulum genital mungil itu, Ia lebih memilih menyentuhnya dengan gemetar... lalu memijatnya pelan. Berusaha menahan birahinya sendiri.
"Ah! Le—bih cepat ahjjusiiii! Engh"
Namun semakin di tahan, semakin parah penis besarnya berdenyut ... Chanyeol mulai tak yakin, Ia benar-benar bisa menahan diri di sini. Tapi... mungkinkah baik-baik saja, menyetubuhi Baekhyun dengan kondisi mengandung seperti itu?
Bagaimana jika mengguncang janinnya?
"Argh!" Chanyeol mengerang frustasi seraya meremas surai hitamnya sendiri.
Cepat-cepat Ia bangkit berdiri dengan nafas memburu, sebelum dirinya terhanyut akan nafsu yang lain.
.
.
"A—ahjjusii?"
Baekhyun mulai membuka kedua matanya, dan mengerjap bingung begitu menyadari Pria itu menghentikan sentuhannya. Mungkinkah Ia melakukan hal yang salah... hingga Chanyeol tak ingin menyentuhnya?
Anak itu perlahan bangkit, dan mulai menatapnya pias.
Ah sial! Tatapan itu benar-benar Mengeruhkan pikirannya,... Baekhyun mungkin telah salah mengartikan sikapnya kali ini.
Ia beralih cepat menangkup wajah mungil itu, dan menyatukan kening keduanya. "Beri waktu sejenak, untuk menjernihkan pikiranku" Bisiknya seraya mencium mesra kening Baekhyun.
Sesaat Ia menarik selimut untuk menutupi tubuh polos itu... lalu setelahnya beranjak keluar, dengan tubuh menahan panas.
.
.
.
Pintu tertutup rapat... menyisakan sosok mungil yang hanya bisa menatap nanar sisa bayangannya.
"Hks..."
Dan Chanyeol sama sekali tak menyadarinya, sikapnya kali ini... sedikiit banyak telah melukai batin bocah manis itu.
.
.
.
.
DRAP...DRAP...DRAP
.
Pria kekar itu begitu tergesa membawa derap langkahnya, semakin lama semakin tak sabaran bahkan setengah berlari hanya untuk menemukan seseorang.
"Hyung? Kau di sini? Apa yang —
"Dimana Shin?" Sentaknya seraya berjalan tergesa mendekati Sehun.
Pemuda itu mendelik heran, untuk apa Chanyeol mencari Tabib Silla itu? mungkinkah sesuatu yang tak diinginkan terjadi pada Baekhyun.
"Tabib Shin, tentu saja sudah kembali menuju Silla"
"APA?!" Teriak Chanyeol frustasi. Seraya membuka lebar belahan pakaiannya karna gerah, hingga memperlihatkan sebagian dada bidangnya. Ah sungguh! bagaimana Ia membuang panas yang berbeda ini.
"Tapi untuk apa mencarinya?"
Chanyeol berdecak keras, tak mungkin mengatakan pada pemuda itu jika dirinya tengah terangsang saat ini
"Mungkinkah sesuatu yang buruk terjadi pada Baekhyun?" Sehun mulai menerka. Namun keduanya tak tau... seseorang yang lain tengah melintas dan mendengar percakapan keduanya.
"APA YANG TERJADI PADA PUTRAKU?!" Teriaknya keras. Bahkan begitu berang ingin menerjang Chanyeol.
Tak pelak kehadiran Yong Hwa, makin membuat Penguasa Silla itu makin mengerang frustasi. Jika seperti ini, hanya meregang hasratnya lebih lama lagi... sedang, Ia benar-benar ingin menyentuh Baekhyun secepatnya.
"YACK! Mengapa kau hanya diam keparat?! Dimana Putraku?!"
Geram Yong Hwa, semakin kasar menarik kerah Penguasa Silla itu.
Sementara, Chanyeol hanya memijit pelipis pening meski tubuhnya berulang kali diguncang sekasar itu.
Hingga tiba-tiba Ia menyeringai dalam diam. Tak ada tabib Shin, tapi Ia bisa menggunakan Yong Hwa di sini. Tidakkah Yong Hwa memiliki seorang istri sebelumnya?
"PARK CHANYEOL! JAWAB—
"Bagaimana istrimu saat itu?" Sergah Chanyeol, membuat Pria itu stagnan dengan mata mengerjap tak mengerti.
"Untuk apa kau bertanya tentangnya?!" Desis Yong Hwa, sedikit mengeras. Apa yang diinginkan Raja gila itu hingga menyinggung tentang mendiang istrinya.
"Jawab saja, bagaimana istrimu saat itu"
Yong Hwa mendelik tajam. "Tentu istriku yang paling cantik" Jawabnya.
Sejenak Chanyeol mencerna kalimat itu, lalu berteriak putus asa. "ARGH!" Bukan jawaban semacam itu yang dimaksudkannya.
"Istrimu pernah mengandung bukan?" Tanya Chanyeol tak sabaran, ah sungguh! Ia benar-benar ingin mendapat jawaban inti di sini. tapi bagaimana cara mengungkapkannya?
"YACK! APA KAU BERMAIN-MAIN DENGANKU?!" Geram Yong Hwa.
Sementara seorang Pria di sisi keduanya hanya menghela nafas pelan, tidakkah kedua Pria dewasa dengan status Raja itu benar-benar terlihat kekanakan saat ini.
"Jawab saja! Aku tak memiliki banyak waktu" Paksa Chanyeol, tak peduli tangan Yong Hwa masih mencengkeram kerah pakaiannya.
"TENTU SAJA! Jika istriku tak mengandung, bagaimana aku bisa memiliki Baekhyun Hah?!"
"Saat Dia mengandung ... kau menyetubuhinya?"
Yong Hwa reflek terdiam untuk berpikir. "Tiga atau empat kali, aku pernah melakukan—
"Baiklah! Terima kasih" sergah Chanyeol seraya menepis tangan Yong Hwa, lalu berlari secepat mungkin.
"A—apa maksudnya?" Yong Hwa masih mencerna situasi. "YACK! APA MAKSUDMU BERTANYA SEPERTI ITU KEPARAT?!" Yong Hwa mulai menyentak amarahnya untuk mengejar Chanyeol. Dan makin berteriak jengkel, begitu membaca niatan mesum Raja Silla itu.
Ah Sial! Dirinya seorang Pria... tentu tau apa yang ada dalam pikiran Chanyeol. Seharusnya Ia sadari sedari tadi.
"PARK CHANYEOL!"
.
.
.
BRAK
Pintu kembali terbuka, membuat seorang namja mungil yang meringkuk di dalamnya berjengit terkejut, tapi setelahnya Ia kembali menenggelamkan wajahnya di balik selimut.
Membuat Raja Silla itu terkekeh pelan, melihat wajah tertunduk murung itu.
"Mengapa menangis hn?" Bisiknya seraya mengangkat tubuh mungil itu ke atas pangkuannya, membiarkan selimut yang sempat melilit di pinggang Baekhyun terjatuh begitu saja.
Baekhyun hanya diam menundukkan kepala, bahkan hingga Pria itu mulai menciumi tengkuknya dari belakang, Ia tetap menyembunyikan suaranya.
"Maaf jika meninggalkanmu seperti ini" Bisiknya sensual, seraya menjilat bagian belakang telinga Baekhyun.
"Ahnn~" membuat Baekhyun merintih dengan kedua tangan mencengkeram lengan kekar itu. Terlalu mudah meluruhkan emosi bocah itu dengan sentuhan seperti ini.
,
Lama Ia mencumbu perpotongan leher itu, membuat pemiliknya terengah dan hanyut dengan hanya sedikit sentuhan lidah basahnya.
"Ah—jjussi" Panggil Baekhyun seraya menengadahkan kepala, untuk bersandar di dada Chanyeol. Sementara Pria itu masih memberikan kecupan-kecupan intens di sekitar garis bahunya.
"Hn..."
"Ahjjusii... ahnn!"
Bocah itu hanya memanggil-manggil dirinya, membuatnya tak tahan untuk memutar tubuh mungii itu menghadap dirinya.
Lama ... Ia mengamati wajah terpejam dengan bibir bawah tergigit. Terlalu sayang jika semua raut menggoda itu hanya terabai begitu saja,
Sebelah tangannya mulai merengkuh tengkuk Baekhyun, sementara tangan yang lain menekan dagu anak itu hingga sedikit terbuka.
"Keluarkan lidahmu.." Bisik Chanyeol sambil mengecup dagu mungil itu.
Baekhyun sempat mengerjap, sebelum akhirnya mengeluarkan sedikit lidahnya. Detik itu pula Ia berjengit begitu Pria itu menjilat lidahnya dan membelitnya bringas, hingga saliva keduanya meleleh turun dari sela bibir Baekhyun.
"Mghmpft...ahhah!"
.
.
.
.
.
"Ah!...Ah!" Desah Baekhyun, begitu jilatan itu beralih mendekati belahan selangkangnya. Membuatnya reflek menekuk kaki.
"Mnn~" Baekhyun menengang, begitu Pria itu meniup rektumnya... sesekali Ia mengangkat kepala ingin melihat kebawah tapi perutnya yang buncit mengahalangi pandangannya.
"Akh!..." Pekik Baekhyun, begitu merasakan sesuatu yang basah dan kenyal seraya mensuk-nusuk rektumnya. "A—ahjjussiii!" Jeritnya lagi, sambil menghempas kepala ke bantal... merasakan semua titik kejut itu seakan tersengat kala Chanyeol turut melesakkan jari tengahnya ke dalam lubang anal itu.
Semua seakan tak cukup untuknya, jika hanya menyentuh Baekhyun seperti ini. Sedangkan, birahinya benar-benar menginginkan yang lebih dari semua ini.
Ia beralih menjauhkan mulutnya dari rektum yang telah berkedut basah itu, Lalu menarik sebuah bantal untuk Ia letakkan di bawah perut Baekhyun.
"Ahjjusi! J—jangan pergi" Rengek Baekhyun, seraya menarik tangan Chanyeol begitu di rasa Pria itu mulai bangkit dari tubuhnya.
Chanyeol menyeriingai, lalu melumat bibir manis itu sejenak... "Aku hanya ingin melepas pakaianku" Bisiknya tepat di bibir Baekhyun.
.
.
Satu persatu mulai tertanggal, Ia tersenyum penuh arti kala menyadari bocah itu tak berkedip saat memandangi tubuhnya.
Satu gerakan lagi... dan tubuh kekarnya itu benar-benar telanjang.
Tapi... bibir bocah itu seakan menyihirnya, membuatnya berhenti sejenak untuk kembali mencium Baekhyun.
Melumatnya lembut, bahkan sesekali menghisapnya lama... seakan belahan bibir mungil itu satu-satunya yang membuat candu untuknya.
"Mnh~.."
"Buka bibirmu lebih lebar sayang" Desahnya sambil membelai wajah penuh peluh itu.
Baekhyun memejamkan mata, dan begitu patuh membuka bibirnya... membiarkan pagutan basah itu semakin hebat memanjakan dirinya.
"Jussi—mpfth!... Mmnnh"
.
.
BRAK...BRAKK...BRAKKKKK!
"KELUAR!"
Namun gebrakan pintu dan suara rusuh itu benar-benar mengusik, bahkan menghancurkan suasana penuh hasrat dalam kamar itu.
Chanyeol berdecak keras, lalu melepas lumatan itu dengan sangat tak rela.
"A—ahjjusii... itu Ayah" Gumam Baekhyun sambil mengerjap polos.
Raja Silla itu mengumpat lirih, ya! Ia memang tau... tak ada yang berani mengusik kesenangannya selain Yong Hwa. Ia beralih menyeka sisa saliva di sudut bibir Baekhyun, lalu melilitkan selimut serapat mungkin pada tubuh anak itu.
"PARK CHANYEOL! KELUAR!"
Lagi, teriakan itu kembali melengking... bahkan rasanya, mampu membangunkan seluruh penduduk di desa ini.
Chanyeol beranjak malas... melangkah menuju pintu itu dan membukanya kasar.
Namun belum sempat ia membalas suara... Yong Hwa lebih dulu merangsak masuk ke dalam.
"APA YANG KAU LAKUKAN PADA PUTRAKU HAH!?" Cercanya pada Pria yang masih memegangi pintu itu... dari penampilannya sudah pasti Raja Silla itu telah melakukan hal yang tida-tidak pada Putra kecilnya..
"..." Chanyeol hanya memejamkan mata sambil memijit pelipisnya pening. Mengapa Pria itu separah ini? Jika Baekhyun benar-benar telah menjadi permaisurinya... mungkikah Yong Hwa setiap malam akan mengganggunya seperti ini?
.
.
"Aku akan tidur di sini!" Tegas Yong Hwa, seraya berjalan mendekati Baekhyun. Tak peduli... Seorang Raja di sisi pintu itu, semakin menggila menendang dindingnya.
.
.
"Baekhyun, Ayah membawakan pakaian untukmu Nak" Ujarnya sembari menyingkap selimut Baekhyun. Namun detik itu juga, Ia mematung dengan mata berkilat... begitu melihat seluruh bercak kemerahan di tubuh putra kecilnya.
"KEPARAT! KAU MENYENTUHNYA! KAU MENODAI PUTRAKU!" Teriaknya kalap, seraya berjalan gusar mendekati Chanyeol lalu mencengkeram kerahnya.
"Lalu mengapa? aku terlanjur membuatnya hamil bukan?" Ucapnya santai, memandang Penguasa Goryeo itu dingin.
Yong Hwa meradang. Ya! Ia tau... kenyataan itu memang telah terlanjur meremukkan batinnya. Tapi tentu tak semerta membuatnya membiarkan Chanyeol leluasa menyentuh Putra kecilnya, dan makin menginjak harga dirinya. "KAU—
"Ayah... Lepaskan Ahjjussi" Sebuah tangan kurus mulai menarik-narik ujung pakaiannya. Membuat Yong Hwa meluruh sejenak untuk menatap sosok mungil itu. "Baekhyun akan menikah dengan Ahjjussi" Lanjut Baekhyun sambil tersenyum manis.
tak pelak membuat Penguasa Goryeo itu terbelalak lebar mendengarnya, nyaris tak percaya baekhyun kecil itu mengatakan hal semacam itu.
"B—baekhyun, apa kau sadar dengan apa yang kau ucapkan itu Nak? Itu bukan hal yang seharusnya kau katakan" Yong Hwa melepas kasar cengkeramannya di kerah Chanyeol, ... bersimpuh demi menatap lekat sepasang mata coklat itu.
"Dengar... kau adalah Pewaris Goryeo, Seorang Pangeran Goryeo... kelak kau akan menjadi—
Yong Hwa mendadak bisu, begitu jemari lentik itu menggenggam tangannya dan membimbingnya untuk menyentuh perut yang telah membuncit itu. Dan makin terbelalak lebar begitu merasakan detakan halus di dalamnya.
"Ayah merasakannya..." Gumam Baekhyun sambil mengerjap polos, menunggu reaksi dari raut Pria dewasa itu.
"Perut Baekhyun selalu bergerak di bagian sini. Apa ini bayi Baekhyun?" celotehnya, masih dengan mata mengerjap... mencoba merasakan denyutan halus itu lagi.
"B—baekhyun" Yong Hwa terhenyak, ucapan dan sikap Putra kecilnya seakan memberi jawab atas semua kehendaknya selama ini. Baekhyun tengah mengandung, di dalam perutnya itu benar-benar bersemayam makhluk mungil. Takdir itu seolah memang berbicara... Baekhyun mungkin tak bisa menjadi Raja seperti dirinya.
Chanyeol menghela nafas berat, melihat wajah pedih Pria itu. Ia beralih menyentuh pundak Yong Hwa dan menatapnya lekat.
"Izinkan aku... menikahi Putramu" Ujarnya telak, tak peduli Yong Hwa mungkin akan kembali menyentak bahkan mengancam untuk membunuhnya.
"Akan kujanjikan hidupku dan semua yang kumiliki untuk membuatnya bertahta di sisiku, sebagai Ratu ku"
Yong Hwa terperangah hebat, berkalipun ingin menyangkal... tapi ia bisa melihat ke dalam sepasang manik obsidian itu.
dan berkalipun Ia ingin menyentak murka, hanya diam yang berkelakar dalam batinnya kala kesungguhan itu benar-benar menjeratnya telak.
"T—tapi Putraku—
"Aku benar-benar mencintai Putramu... Ku mohon ... Yong Hwa"
"..."
.
.
.
Esoknya...
Pagi itu... Penduduk Goryeo mendadak gempar begitu melihat banyak pengawal kerajaan asing datang, membawa serta kuda perkasa di belakangnya. Tak satupun berani menyentak suara... terlalu takut jika semua kedatangan itu adalah pertanda perang yang lain.
.
.
"Y—yang Muliaa" seorang Pria tua, tampak berlari payah ke dalam, demi mencari Yong Hwa.
"Apa yang tejadi?"
"D-di luar... b-banyak prajurit asing. Mungkinkah... akan terjadi perang Yang Muliaaa? Hamba mohon selamatkan kami, biarkan kami hidup tenang Yang Muliaaa" Mohon Pak Tua itu, sambil bersimpuh bahkan bersujud di hadapan Yong Hwa... memohon perlindungan.
Yong Hwa mengepalkan tangan kuat. Apa yang terjadi? mustahil kembali mematik perang jika ia tak memiliki sekutu manapun.
Pria itu beralih berjalan tersendat keluar, diikuti Kyuhyun di belakangnya.
Namun... betapa terkejutnya dirinya begitu melihat sekerumunan Prajurit yang dimaksud, mereka tak mengenakan baju besi atau semacamnya... tapi hanya pengawal yang mengiring beberapa bangsawan bersamanya. Dari simbol yang tersemat, di berbagai pakaian dan pelindung kepala itu... Yong Hwa tau mereka dari Silla.
"Tch! Apa yang sedang direncanakan Raja Gila itu sebenarnya"
.
.
.
.
"Kami datang membawa pesan Yang Mulia Raja" Ujar Pria paruh baya berpenampilan bangsawan itu, seraya membuka gulungan kertas darinya.
.
.
"Kedaulatan yang akan ditentukan untuk sebuah negri—
Pria itu terus bergumam, merapalkan sepatah demi sepatah kata yang tersemat dalam kertas berharga itu. Tak ada keraguan dari ucapannya, semua atas kehendak dan sumpah seorang Penguasa Silla di dalamnya.
"i—ini" Yong Hwa terbelalak lebar
"Sungguh suatu kehormatan, jika Goryeo bersatu dengan Silla" Lugas seorang Pria yang tiba-tiba muncul dari belakangnya, menatapnya begitu tajam... Hingga Yong Hwa mampu membaca dirinya tak sedang bermain-main dengan titahnya kali ini.
"Datanglah bersama kami..." Pungkas Chanyeol setelahnya
.
.
.
~Silla~
"Letakkan bunga itu di sana" Titah wanita itu, pada seorang dayang yang membawa serumpun lili segar. Ia tau benar... bocah mungil yang dirindukannya itu pasti akan sangat menyukainya.
.
.
"Jangan mencampur warna merah, gunakan yang senada saja"
.
Ia kembali berjalan riang, melihat satu persatu dayang dan pelayan itu mempercantik istananya... ah sungguh! ini bukan hanya sekedar dirinya yang menantikan kedatangan itu.
Tapi seluruh rakyat silla pun tengah berbahagia menyambutnya. Ya! sesuai yang diramalkan... seorang anak yang membawa anugerah untuk kejayaan Silla. Dan tak lama lagi.. anak itu akan benar-benar memijakkan kaki di tanah yang agung ini.
.
"Tidak..tidak, jangan membuat makanan sepedas itu! Tak baik untuk menantuku... ganti dengan rasa yang lebih ringan"
"Ah ye... Yang Mulia"
.
.
.
"Ku dengar... Raja akan kembali membawa Permaisuri kecilnya"
"Ah! aku benar-benar tak sabar ingin melihat pernikahan itu"
Seorang wanita muda terlihat menghentak kaki antusias, kala bercengkerama dengan temannya.
"Ku dengar Dia memiliki wajah yang sangat manis" sahut yang lain. Seraya memilih buah segar yang tertata di hadapannya
"Benarkah?"
"Ah! Nona... Permaisuri Yang Mulia Raja tak hanya berparas manis" Pedagang itu mulai menyela pembicaraan. "Tapi... Dia benar-benar memiliki gurat wajah yang indah... sangat cantik. Aku tau rahasianya" Lanjut Pedangang itu sambil berbisik.
"Jinjjaa? apa rahasianya?" Ujar semua wanita itu makin tak sabaran
"Dia sering memakan buah segar, terutama buah persik ini"
Tak pelak, apa yang diucapkannya itu membuat semua wanita muda itu menjerit antusias... dan membeli buah persik itu sebanyak mungkin. Berharap... memiliki wajah dan takdir yang manis seperti permaisuri kecil yang kerap dibicarakan itu.
"Ahahaha... benar-benar, belilah sebanyak mungkin"
.
.
Tapi di tengah hiruk pikuk itu, seseorang tengah berdecih sinis... seakan semua ucapan yang didengarnya semakin memupuk kebencian dalam dirinya.
"Tch! Permaisuri?" Gumamnya seraya mengepalkan tangan kuat. "Kalian akan melihatnya... sejauh mana permaisuri itu mampu bertahan! Karna aku masih Ratu di sini!" Gumamnya lirih seraya menutup sebagian wajahnya dengan cadar tipis. Lalu berlalu meninggalkan semua kerumunan itu.
.
.
.
Dua hari kemudian
.
Senyum itu lekas terulas sempurna, menyita perhatian siapapun yang melihat. Kala Penguasa Silla itu mulai membuka sedikit tirai kereta kudanya. tak pelak..
Jerit histeris pun mulai terdengar bersahutan, dari barisan rakyat Silla yang dilaluinya.
Siapapun tau... Raja yang Agung itu, memiliki paras yang rupawan dengan pembawaannya yang dingin dan penuh kharisma. tapi ada yang berbda kali ini...
Sekali dalam hidup, mereka benar-benar melihat Raja Silla itu mengulas senyum menawan.
"Dia tersenyum?"
"Aku melihatnya! aku melihatnya tersenyum!" Jerit wanita muda yang lain
"Ah Ya Tuhan! benar-benar tampan!"
.
Pekik histeris itu terus berulang, seakan menjadi pengiring tunggal ... bahkan hingga sampai di gerbang istana... jeritan antusias itu masih bergema menyambutnya.
.
.
"Yang Mulia Raja Tiba..." Seru pengawal itu lantang, membuat semua penghuni istana itu cepat-cepat berhamburan keluar untuk menyambutnya.
.
..
Raja Silla itu kembali membuka mata yang sempat terpejam. Seakan tak jemu mengulas senyum menawan itu, kala melihat... Baekhyun masih terlelap dengan bersandar pada bahunya.
Ia sedikit merunduk, dan berdecak kagum melihat bulu mata yang lentik dari bocah manis itu.
"Baekhyun..." Bisiknya seraya mengecup sayang puncak kepala Baekhyun.
"Bangunlah" bujuknya pelan
Namja mungil itu sempat membuka mata untuk menguap kecil, tapi setelahnya Ia mencari posisi yang lain. Menjadikan paha Raja Silla itu sebagai bantalnya.. lalu kembali terlelap pulas.
.
.
Sehun mulai mengernyit heran, sedari tadi ia menunggu. Namun raja itu tak kunjung keluar.,.. Sementara Yong Hwa telah lebih dahulu beranjak memasuki istana.
Ia beralih mendekat, demi memastikan Penguasa Silla itu...
"Hyung.." panggilnya seraya menyingkap tirai. Sedikit terhenyak begitu melihat Baekhyun tertidur pulas , ah jadi inikah yang membuat Raja itu berlama-lama di dalam.
"Aku bisa membantu... membawanya ke dalam jika kau mengizinkannya" Tawarnya kemudian.
Raja Silla itu terkekeh pelan, yang benar saja... menyerahkan namja mungilnya pada pria lain.
"Dia akan terbangun, jika seseorang merengkuhnya selain diriku" Gumam Chanyeol, sembari menyusupkan tangan di lipatan lutut dan tengkuk Baekhyun. Lalu mengangkatnya secara bridal
Sehun hanya mengangguk mengerti, lalu beralih mempersilakan Raja itu membawa kekasih kecilnya memasuki istana megah itu.
.
.
.
"Hngg!" Erang Baekhyun tak suka, begitu sesuatu yang lembab menyentuh leher dan sebagian dadanya.
"Sssh..." Desis sosok itu, memeras handuk hangat itu... sebelum akhirnya menggunakannya untuk menyeka tubuh Baekhyun. Tak berharap Baekhyun tidur dengan banyak peluh seperti itu
"Ugh! lepas!" rengek Baekhyun masih dengan mata terpejam. Berulang kali bocah itu mendorong tangan besar itu, berusaha menyingkirkannya dari tubuhnya. Namun semakin Ia menolak... semakin lekat pula kain basah itu membuatnya kebas. Bahkan Baekhyun bisa merasakan air yang merembas sempat mengalir turun membasahi bagian bawah perutnya.
Chanyeol hanya terkekeh pelan melihatnya, membiarkan wajah anak itu membuat raut menggemaskan yang lain saat dirinya merasa terusik seperti ini.
"Hks!" Baekhyun mulai terisak kesal. Membuat Pria itu berhenti sejenak lalu kembali melanjutkannya begitu dirasa Baekhyun mulai tenang. Sesekali pula... ia mencuri kecupan kecil di bibir mungil itu.
.
.
Tapi bocah itu mendadak terbangun, begitu dirinya mencoba menyusupkan lidahnya ke dalam.
"Hn... Kau bangun?"Kekehnya, seraya menyeka bibir yang basah itu dengan ibu jarinya.
Sejenak, baekhyun mengerjap.. lalu mengedarkan pandangan di sekitar.
Seperti tak asing... tapi rasanya Ia mulai samar mengenali ruangan itu.
"Kau melupakan tempat ini?" Raja Silla itu beralih menatap kedua mata coklat itu, lekat-lekat.
Baekhyun kembali menguap kecil. Lalu mengerjap... masih berusaha mengenali tempat yang sebenarnya tak asing untuknya.
Sekali lagi... Ia kembali dibuat berdecak gemas melihatnya. Mengapa wajah itu semakin manis meski hanya digunakan untuk mengerjap seperti itu. Membuatnya tak tahan, untuk mengecup pipi bocah itu.. hingga membuat pemiliknya membulatkan mata lebih lebar.
"Kau juga melupakan ranjang ini?" bisiknya seduktif. Mencoba kembali menarik ingatan namja kecil itu... Ya ruangan dimana untuk pertama kali Ia merenggut sesuatu yang berharga dari anak itu. Dan membuatnya mendesah memanggil dirinya
"Kamar Ahjjussi" celotehnya kemudian, membuat Chanyeol terkekeh pelan sambil memainkan jemari lentik anak itu.
"Hn... jangan pernah melupakan setiap hal dariku, meski ruangan ini sekalipun" Ujarnya sambil mencium lama, punggung tangan itu.
Baekhyun hanya menatapnya sayu, lalu memejamkan mata. "Baekhyun mengantuk ... Ahjjussi" Lirih anak itu seraya memeluk leher Chanyeol, bahkan sebelah kakinya pun mulai terangkat... bertumpu pada pinggang Pria itu.
"Tidurlah..." Bisik Chanyeol, sejenak menepuk kepala Baekhyun. Lalu beralih sepelan mungkin melepas rangkulan tangan anak itu.
"Ugh! Ahjjussi juga tidur" Kekeuhnya, tak menginginkan pria itu beranjak sedikit pun.
Raja Silla itu mengalah, diam dan membiarkan bocah itu terlelap dengan posisi semacam ini.
.
Lama Ia memandangi wajah yang telah berangsur pulas itu. Tak melakukan apapun selain mengamati mimpi itu mulai membuai namja kecilnya.
Hingga tiba-tiba seseorang mengetuk pintunya, dan memanggilnya dari luar.
"Yang Mulia Ibu Suri, telah menunggu untuk jamuan makan malam " Suara Sehun mungkin terdengar samar, tapi ia masih mendengarnya cukup jelas.
Pria itu berdecak pelan, Ah! Ia tau Ibunya terlalu antusias semenjak dirinya tiba membawa baekhyun. tapi anak itu telah terlelap sepulas ini, mustahil kembali membangunkannya... dan jikapun memaksa, itu hanya menyulut isakkan anak itu.
Pria itu kembali bergerak sepelan mungkin, mengantisipasi gerakan sekecil apapun yang dapat membuat Baekhyun terbangun dalam tidurnya.
Satu gerakan pelan, lalu Ia bisa melepaskannya...
.
TAP
Tapi... suara langkah yang pelan itu, membuat Baekhyun terbangun. Lalu—
"AHJJUSSIII!" Jeritnya, begitu menyadari Chanyeol tak lagi memeluknya.
Membuat Chanyeol yang nyaris mencapai pintu itu, cepat-cepat memutar tubuh mendekati Baekhyun. Atau anak itu kembali menjerit bahkan menangis hingga sulit untuk dibujuk.
"Ahjjuss—
Baekhyun mendadak diam, begitu satu tarikan kuat mengangkat tubuhnya... hingga dirinya benar-benar terduduk. "Aku di sini... tenanglah" Bisiknya, seraya menahan kepala Baekhyun agar bersandar nyaman di dadanya. Ah! Sejak kapan Ia menjadi pribadi seperti ini? Ia tau benar... dirinya bukanlah seorang yang pandai bermain dengan rasa sabarnya. Tapi... anak itu benar-benar merubah banyak hal dalam dirinya.
Baekhyun hanya menggeliat kecil, sebelum kedua mata itu kembali berangsur sayu karna rasa kantuknya.
"Bangunlah... aku akan membawamu untuk makan malam" Bisik Chanyeol, sedikit mengguncang tubuh mungil itu agar terbangun.
Baekhyun mengerang tak suka, tetap memejamkan mata.. bahkan kedua tangannya pun masih merangkul erat lengan kekar Pria itu.
"Baiklah... tidurlah, aku akan pergi sejenak untuk—
"Tidak Mau!" Pekik Baekhyun, sambil menatap tajam... namun mata yang sayu karna mengantuk itu. Membuatnya terlihat semakin sipit bahkan nyaris tak bisa mengerjap.
"Jika seperti itu, bangunlah"
"Ahjjussi tetap di sini! Tidur bersama Baekhyun!" Kekeuh anak itu, sama sekali tak ingin mendapat kata 'tidak' dari pria itu.
Chanyeol mendesah berat, tak ada pilihan lain selain mengangkat bridal tubuh mungil itu lalu membawanya keluar dari kamarnya.
.
.
.
"Aku tak pernah menduga... kita akan bertemu pandang seperti ini, Byun Yong Hwa" Wanita itu mulai menyesap pelan teh bunga krisan miliknya, lalu melirik penuh selidik pria yang masih menatap penuh curiga itu.
"Semua ini, kami persembahkan untuk seorang yang istimewa seperti dirimu" Ujar Heechul lagi, merasa Pria itu semakin mengulur raut tegang bahkan tak nyaman di hadapannya.
"Katakan... apa yang sebenarnya kalian inginkan dariku" Tegas Yong Hwa, tak ingin menaruh rasa percaya sedikitpun pada wanita berdarah Silla itu.
Heechul tertawa renyah sambil menutup bibirnya. "Tidakkah apa yang telah kami lakukan cukup lugas untukmu?" Wanita itu mulai melirik dari ekor matanya.
"Kedaulatan yang utuh untuk negrimu, lalu biarkan Baekhyun menjadi milik Silla" Ucapnya setenang mungkin. Ah! Semua harus sesuai dengan ramalan itu.
Bayi yang tengah dikandung Baekhyun memiliki bintang yang sangat terang untuk Chanyeol... tentu anak itu harus di sini, bersama Silla.
Yong Hwa mengepalkan tangan kuat, entahlah... Ia merasa semua ini tak sepantasnya untuknya. Bahkan terlalu salah jika Ia memberi suara sedikit saja.
"Ah... kami sudah menentukan hari yang tepat untuk pernikahan itu, bagaimana menurut—
"Aku tak ingin merestuinya" Ujar Yong Hwa
Heechul terbelalak lebar. Bahkan wanita itu sempat mengeras ingin menyentak Penguasa Goryeo itu. "Tapi—
"Baekhyun satu-satunya pewarisku! Bagaimana mungkin aku menyerahkannya pada kalian!" Sentak Yong Hwa.
"Kau masih memaksakan kehendakmu?"
Ujar seorang pria, membuat dua sosok yang masih bersitegang itu terkejut, terlebih menyadari kedatangannya yang membawa seorang bocah mungil dalam rengkuhannya.
Chanyeol sedikit menghela nafas, sebelum akhirnya melangkah mendekat lalu mendudukkan dirinya .. tetap membiarkan Baekhyun terlelap pulas di atas pangkuannya.
Sementara, Heechul hanya menatap Baekhyun cemas. Tak seharusnya Chanyeol membawa Baekhyun yang kelelahan itu, kemari.
"Tidakkah... kau hanya membahayakan nyawa putramu sendiri?" Lugas Chanyeol, semakin menatap lekat pada sepasang mata yang mulai memandang ragu itu. Ia tau benar ... Yong Hwa mengerti akan kelemahan Putra kecilnya, Baekhyun tak mungkin menjadi Raja dengan kondisi semacam itu.
"Tidakkah rencanamu untuk menikah dengan Putri negri Khitan kala itu, demi melindungi Putramu?"
Chanyeol tau... semua rencana Yong Hwa saat itu, hanya untuk mencari keturunan yang lain... agar Baekhyun terhindar dari ancaman tahta. karna Ia tau kelemahan Putra kecilnya.
Yong Hwa terdiam, menatap nanar pada bocah yang masih tertidur pulas dalam rengkuhan raja Silla itu, ya! seorang raja yang semestinya menjadi musuh untuknya.
"Izinkan aku menjaganya.." Pengakuan itu kembali menyentak sadarnya. "Kau tau benar... aku akan melindungi Putramu. Dan aku tau... kau membaca kesungguhanku"
Yong Hwa masih terdiam, mengunci rapat-rapat... kemana hati itu akan menentukan pilihannya.
"Dan jika kau masih meragukan pewaris itu. Kau benar-benar melupakan satu hal"
Yong Hwa terkesiap mendengarnya, rasa cemasnya bukan hanya lelucon yang bisa Ia abaikan begitu saja hanya untuk kesenangan Raja Silla itu, bagaimana dengan Goryeo kelak?
Chanyeol terkekeh pelan sambil membelai paras cantik itu. "Baekhyun mengandung seorang Putra, dan kau tau... apa jawaban untuk hatimu" Pungkasnya kemudian, membuat Yong Hwa lekas menatap lekat perut Baekhyun.
"Unh! Ahjjussi.."
Namun tiba-tiba Baekhyun melenguh dalam tidurnya. "Cium...Ahjjussiii" Gumam anak itu lagi sambi merangkul leher Chanyeol, menariknya kuat... berusaha meraup bibir tebal itu.
tak pelak membuat semua pasang mata dalam ruangan itu mendadak terkejut bukan kepalang, terlebih Pria dengan status Ayah untuk bocah mungil itu.
"Y—YACK! Baekhyun!"
.
.
.
Esoknya
"Ah! kau tau? aku benar-benar merindukanmu Tuan muda" Ujar Dayang itu semakin antusias menata rambut Baekhyun, sedikit mengikatnya lalu membiarkan sebagian menjuntai hingga Baekhyun benar-benar terlihat mempesona dengan tatanan rambut semacam itu.
"Jinjjayo?" Baekhyun menggelengkan kepala ke kanan dan ke kiri, terlalu antusias mengunyah manisan plump di atas piring besar itu.
"Ah neee! tentu saja... lihat mataku yang hitam ini, aku jarang tidur karna memikirkanmu" Ucap Je Ni seraya mendekatkan wajahnya pada namja mungil itu.
Tak pelak wajah yang bulat dan besar itu, membuat Baekhyun terpingkal geli.
"Ahahaha! J-jauhkan wajahmu!" Tawa Baekhyun sambil mendorong-dorong wajah wanita itu agar menjauh.
"Ah Waeeee?" Sungut dayang muda di sisinya
Baekhyun yang terpingkal itu, lebih memilih memalingkan tubuh sambil mengusap perutnya sendiri. entahlah... ia benar-benar merasa sesuatu seperti menggelitik dari dalam.
Hingga Baekhyun mendadak terdiam, tak hanya dari tawanya tapi ia pun berhenti mengunyah manisan plump itu. Begitu mengingat Chanyeol... ah! Baekhyun benar-benar ingin melihat Ahjjussinya saat ini juga.
"Di mana Ahjjusi?" Tanya Baekhyun pada akhirnya.
Je Ni berdecak. "sebaiknya kau tak mencarinya, karna saat ini Yang Mulia Raja sedang ada pertemuan penting dengan semua petinggi kerajaan. Dan itu sangat-sangat membosankan" Yakin Je Ni, sambil membersihkan pakaian Baekhyun dari remahan gula.
Tapi seolah tak ingin mendengar, Baekhyun tetap memaksa turun dari ranjangnya lalu berjalan cepat untuk keluar. Tak peduli dayang itu berulang kali memanggilnya bahkan kini mengejarnya.
"Yya... apa kau ingin bermain di luar Tuan muda?" terkanya seraya mengejar langkah kaki kecil itu.
Baekhyun menggeleng cepat, lalu tersenyum riang. "Baekhyun ingin bertemu Ahjjusi" Jawabnya ringan,
"Apa? Aissh... kau tak bisa melakukannya... atau Yang Mulia akan marah jika kau mengganggunya"
Baekhyun tak peduli, Ia tetap membawa langkah kecilnya menuju suatu tempat yang ia yakini Chanyeol berada di dalamnya. Ah! masa kecilnya Ia habiskan di sini... tentu Baekhyun mengenal dengan baik setiap sudut istana Silla.
"Yyaa! Tuan Mudaaa"
.
.
.
.
.
"Mohon ampun Yang Mulia... tapi keputusan anda untuk menyatukan dua kekuatan negri, bukanlah pilihan yang baik. Goryeo telah tumbang... Silla tak akan mendapat keuntungan apapunn jika—
"AHJJUSSSIIII!"
Seisi ruangan mendadak terbelalak, begitu lengkingan seorang bocah menggema... bahkan terlalu nyaring untuk membuat semua menteri itu terlonjak dari duduknya.
"Baekhyun?" Heran Chanyeol, ingin beranjak untuk menghampiri bocah itu.
Tapi Baekhyun terlanjur berjalan menghentak , merangsak semua petinggi kerajaan itu... untuk mencapai Pria yang duduk di atas singgasanannya. Tak pelak membuat semua menteri bergumam riuh, bahkan tak sedikit dari mereka yang memekik kesakitan karna terinjak.
"Aissh! Tuan Muda" Panik Je Ni di balik tiang besar itu. Lalu berjalan mengendap-endap melalui setiap celah bilik, demi mengejar Baekhyun di depan sana.
Raja Silla itu berdecak pelan, kala melihat Baekhyun benar-benar berdiri riang di hadapannya dengan kedua tangan terangkat, memintanya untuk segera mengangkat tubuh mungil itu.
Dan benar saja... seolah menjadi kebiasaan mutlak untuknya, Chanyeol mengangkat tubuh mungil itu dan mendudukkannya di atas pangkuannya.
"Mengapa kau kemari hn?"
Baekhyun hanya terkikik kecil seraya menutup bibir mungilnya. Namun tawa kecil itu seketika pudar begitu melihat ke depan ... tepat pada semua petinggi kerajaan yang masih bergumam riuh itu.
"Ahjjussi... mengapa semua kakek itu di sini?" Celotehnya seraya menunjuk para menteri.
Chanyeol terkekeh pelan. seakan tak terusik meski bocah itu menginterupsi waktunya seperti ini. "Tentu saja untuk membicarakan suatu yang penting" Bisiknya pelan
Baekhyun mendadak menatap tajam semua Pak Tua itu, jadi inikah Petinggi kerajaan yang merebut waktu Chanyeol bersamanya? Ah sungguh! Baekhyun tak menyukai semua Pak Tua berwajah menyeramkan itu.
"Kembalilah ke kamarmu, aku tak akan lama dengan semua mentri ini" Bujuk Chanyeol seraya mengelus kepala Baekhyun.
Tapi anak itu, tetap kekeuh memeluk lengannya... sama sekali tak ingin beranjak dari pangkuan Raja Silla itu.
"Mari Tuan muda..." Ujar seorang Dayang, begitu berhasil mendekati bocah manis itu.
Baekhyun menggeleng kasar, masih tak rela... Chanyeol meluangkan waktunya untuk semua Pak Tua itu. Dan Ia benar-benar ingin berdua saja dengan Pria itu
"Tuan Muda... jangan seperti ini" Bisik Je Ni, mencoba kembali membujuk.
"Ugh! Tidak mau!" Jerit Baekhyun, tetap memaksa bertahan di atas pangkuan Raja Silla itu. Tak peduli semua tatapan petinggi kerajaan tertuju padanya. Chanyeol beralih melirik dayang itu, memberinya isyarat untuk lekas kembali menuju paviliunnya.
"Ahjjussi! Usap perut Baekhyun!" Rengeknya, seraya mengguncang lengan kekar itu. Memaksa Raja itu lekas mengelus perutnya yang besar.
"Ahjjussiii!"
"Sssh... aku akan melakukannya, tenanglah" Bisik Chanyeol, sebelah tangannya mulai terangkat untuk menyentuh perut Baekhyun, lalu mengusapnya dengan gerakan memutar.
"Seperti ini hn?"
Baekhyun mengangguk cepat. "Lagi Ahjjussi... di sini" Pinta Baekhyun sambil membimbing tangan besar itu menyentuh perut bagian bawahnya, dan terkikik senang begitu Raja itu melakukannya.
Tak peduli semua menteri itu saling bertukar pandang dengan wajah memerah tersipu melihat interaksi yang cukup intim untuk pria tua seusia mereka.
"Y—Yang Mulia tidakkah apa yang—
"Ugh! Diam! Jangan mengganggu Ahjjusii!" Teriak Baekhyun kesal.
Dan Pria itu hanya berdehem kikuk, mendapat teriakan semacam itu dari bocah sekecil Baekhyun.
Ia terlihat ingin menyentak geram, tapi kemudian kembali ciut begitu Chanyeol beralih menatapnya tajam.
"Aku sedang tak ingin membicarakan apapun, bisakah kalian meninggalkan tempat ini?"
Tak seorangpun berani menentang, titah tersirat pemuda itu terlalu mutlak membawa derap langkah mereka keluar meninggalkan ruangan besar itu, menyimpan rapat semua gumaman sumbang itu karna tunduk di bawah kuasa seorang pria yang jauh lebih muda darinya.
.
.
.
"Kau benar-benar mendapatkan apa yang kau inginkan" Lirih Raja Silla itu seraya mengecupi tengkuk Baekhyun.
Bocah mungil itu hanya tersenyenyum sambil memainkan jemari kecilnya, Ya! ini memang sesuai yang diinginkan. Baekhyun hanya ingin berdua saja dengan Raja Silla itu.
"Neh! Ahjjussi" Jawab Baekhyun cepat.
"Lalu... apa yang ingin kau lakukan bersamaku hn?" goda Chanyeol seraya mendekatkan wajahnya , hingga membuat namja kecil itu tersudut dalam rengkuhannya.
Baekhyun mengerjap, ingin merengek sesuatu namun tak sempat terucap begitu bibir merah Pria itu... mengecup pelan bibir mungilnya. 'Chup'
"Manis..." Bisik Chanyeol, sambil sesekali menjilat bibir bocah itu.
Sejenak, Baekhyun hanya memandanginya lekat. Ia tau apa yang membuat bibirnya terasa manis, bebarapa saat yang lalu dirinya memakan manisan plump. Hingga tiba-tiba lengan bocah itu mengalung erat di lehernya. "Ahjjussi ingin yang lebih manis?"
Chanyeol mengernyit, lalu berdecak gemas kala melihat mata kecil yang kembali mengerjap manja padanya itu. "Apa hn?" Gumamnya sembari menarik pinggang Baekhyun ... mendekat.
"Masukkan lidah Ahjjussi.." Rengeknya seraya membuka mulut kecilnya.
Chanyeol mengerjap. Tak banyak yang Ia tau dari perubahan sikap namja mungilnya. Tapi Ia benar-benar dibuat berdebar hebat dengan celoteh polos namun terdengar nakal itu.
Sepersekian detik Baekhyun menunggu lidah Pria itu melesak masuk, tapi Ia hanya mendapat kecupan kecil di puncak hidungnya. Membuatnya mendelik... dan bersungut kesal.
Tapi bocah itu mendadak memekik, begitu tubuhnya tiba-tiba terangkat.
"Menciummu di sini, tak akan membuatku puas" Bisik Chanyeol, masih melangkah turun sambil membawa bocah berparas manis itu.
"Wae... ahjjussi?" cicit Baekhyun sambil mengusap-usap dada Chanyeol.
Ah sungguh! kerlingan mata itu, benar-benar membuatnya gila. Ia tak pernah merasa jantungya berdentum sekeras ini. Dan bocah itu... benar-benar membuatnya bertekuk lutut, dengan setiap hal lugu yang dimilikinya.
"Karna aku ingin lebih dari sekedar menciummu... sayang" Bisiknya seduktif, tepat di telinga Baekhyun.
Dan Baekhyun menadadak pasif, dengan wajah penuh dengan semburat kemerahan.
.
.
.
Beberapa Hari kemudian
.
.
Begitu cerah... bahkan semakin berkilau begitu bias mentari itu turut menyambut semua raut penuh binar semua Rakyat Silla itu.
Dentang klasik, berbaur dengan tawa dan canda mereka. Mengiring tanda... bahwa hari ini. Silla tengah mengikat kejayaannya.
Dan di sanalah... Seorang Raja penuh dengan kuasa dan kesempuraan dalam dirinya, berjalan perlahan mendekati sosok di balik tirai bersematkan emas bahkan berlian.
Semua terlalu menggetarkan untuknya, tak pernah sekalipun Ia merasa hatinya berkelakar sehebat ini kala membuka tirai itu.
Bukan...
Bukan karna semua orang yang menjadi saksi atas hari bahagia untuk Silla itu, melainkan ...
sosok cantik dalam tirai itu, benar-benar membuatnya jatuh terpana...
Ah! Ia tak pernah menduganya...
Sedikit riasan di ujung mata sipit ...
Bahkan hingga bibir merah yang sedikit basah itu, benar-benar terlihat sempurna untuknya.
Tak terlalu mencolok... namun cukup hebat menjerat hati Pria manapun yang melihatnya
dan Dia... Baekhyun kecilnya.
Sebelah tangan terulur, ingin menyambut jemari mungil itu...
Ya... tak lama lagi, bahkan... hanya dengan menghitung detik saja... semua mata akan melihat bagaimana sumpah itu tersemat.
Hingga membawa seorang Ratu... yang kelak bertahta untuk Silla.
"KAU TAK BISA MELAKUKANNYA!" Seorang wanita tiba-tiba mengacau dengan pedang terhunus di hadapan Chanyeol.
"AKU!" Kedua mata itu makin memandang nyalang, tak peduli dengan riuh yang mulai menggumam di tengah upacara pernikahan itu. "AKU MASIH SEORANG RATU DI SINI!"
.
.
.
.
.
.
TBC...TBC...TBC..TEBEECEEEEEEEEEEEEEEE
Next Chappieee
"A—AH!"
"W-wae? Baekhyun?"
"S—sakit! hks! SAKIT!"
Dua dayang itu terbelalak lebar bahkan panik bukan kepalang begitu melihat banyak air merembas dari selangkangan bocah itu.
.
.
Allohaaaa
Gloomy hadir bawa Chap 13 nyaaaa..
.
Hayoo siapa wanita pengacau itu? Hati-hati bawa pedang dia...
Duh, Bekhyun kenapa itu di chapter berikutnya?
Ok... Review Jusseyoo. Ga review... ga mau update huhuhuhu
Karna voting requestnya nyaris seimbang dan karena kita sayang Chingu readers, akhirnya Gloomy update FF 3 sekaligus hohohohoho...
So, sempatkan waktu untuk review dan membalas rasa sayang ini ...ciehhh
.
.
*Note: Yang menulis FF ada 2 orang, jadi mohon maklum jika kadang menemukan tulisan gloomy acak-acakan hehe.
IG : gloomy_rosemary
terima kasih sudah review di ch sebelumnya
LyWoo , ParkBaek267, kykykykykyk, JY01 , restikadena90 , IpahPyromaniac , byun minyoung , korocbhs6104, Chanyeolliee , Innocent Vee , Sparkbyunb, MeAsCBHS, veraparkhyun , Tiara696 , Yana Sehun, lee da rii , dytdyt , Riinnchan, yuanitadian , Poppy20, byunlovely, ByunSoo614 , channiebaek, socloverqua, dwi yuliantipcy , Hunnieh , Flowerinyou, Shengmin137, byun minyoung, derpwhiteboy , bejigurl , Retyass, Anuchanyeoltegan, Chanchan , Aisyah6104, TanClouds, Yeolliebee , bbhyn92 , Dsianz610494, AdisKMH, Byunsilb, ChaNeul , blankyoss , zahrazhafira335, Ray Umyeong , gajah cantik, LightPhoenix614 , baekachu, Jusniati EXO-L, dayahbyun, PureLight26, Incandescence7 , EvieBeeL , selepy, Loey761, YvkariKim, Markeu Noona , dianarositadewi4 , daebaektaeluv , luv110412, Sparkbyunb , khakikira, vryeol , minami Kz, BananaOhbanana, TobenMongryong , Park RinHyun-Uchiha, AlexandraLexa, istiqomahpark01, RatedMLovers614 , Nimas736 , sehunluhan0905, pongpongi , YuRhachan, baekbygirl, 270492 , Keiko Yummina , ChanBaekGAY , bblossom614 , elisabethlaurenti12399 , babymaghfiroh, Elputry , jeyjong , meliarisky7, B , stirhma, Whitetan, bbysmurf , bee, CB046194 , narsihamdan , Marshamallow614 , MadeDyahD, jakun nya baek , urib61, yousee, SMLming, vhyo3107 , eito8, sintaexolsinta1, daeri2124, phikhachu, alietha doll, chanbaek , PRISNA CHO, BaekHill , isnadhia, fitri azaly , aeriaa, korocbhs6104 , inchan88 ,Sobyeoool , Hyo luv ChanBaek , metroxylon, yellowfishh14, yun minyoung, Marsmallow , ,hulas99, Baby Loey, Nurul Qamariahsyarif, handahunkai, ChanBaek3769, dan All Guest
Jangan lupa review lagi neee
Saaaraaaanghaaaaaaeee
Annyeeeeoooooooooooooong
Best Regards
Gloomy Rosemary
(Eland & Putri)
