Mobil Audi RS7 berwarna putih itu melaju membelah jalanan menuju Busan. Suasana di mobil itu hening, hanya ada suara musik dari radio yang tengah diputar, itu pun sangat pelan.

Dua penghuni mobil itu hanya diam, namun kedua tangannya terus bertautan, menikmati waktu berdua yang akan sangat jarang mereka dapatkan untuk satu setengah tahun kedepan.

"Jong.." Pria tampan namun memiliki kadar manis yang berlebih itu membuka suaranya, memanggil sosok lainnya yang tengah serius mengemudikan setir.

"Ya?" balasnya tanpa menoleh sedikitpun, masih terfokus pada jalanan.

"Eum... tidak jadi" ujarnya pelan sambil tersenyim kecil.

"Hm? Ada apa Permaisuri Hwang?" tanyanya lembut dengan sekilas menoleh ke arah Permaisurinya.

"Aku.." ucapnya menggantung.

"Kamu kenapa?" tanyanya lagi dengan penasaran.

Pria manis itu memdekatkan kepalanya ke telinga sang dominan. Lalu membisikan sesuatu yang membuat pipinya merah padam sampai ke kuping, dan membuat sang dominan tersenyum miring.

"I want you, I want your touch."

"Tanpa kamu minta sekalipun, aku memang sudah berniat untuk melakukannya, sayang" Dan dengan begitu wajah kekasihnya semakin memanas.

Astaga, otak mesum pacarnya telah kembali. Batinnya.

"Oh ya, dan jangan harap aku menuruti perintahmu untuk berhenti, Tuan Putri" lanjutnya dengan smirk andalannya.

Minhyun yang memang sudah terangsang pun membalas dengan senyuman jahilnya. "Kalau begitu, jangan berhenti, buat aku lumpuh, Kaisar Kim" bisiknya dengan nada yang sangat sensual bahkan

Demi apapun, kekasihnya terlihat sangat binal sekali, dan apapan itu tadi?! Meremas kebanggannya?! Shit akan ku pastikan kamu tidak bisa berjalan Hwang Minhyun. Batinnya sambil menggeram tertahan saat tangan kekasihnya dengan kurang ajarnya menggoda sesuatu dibawah sana yang sudah sesak dengan meremas dan mengelusnya dari luar celananya.

"Min.." Jonghyun memanggilnya dengan suara yang sangat rendah.

"Eung?" Minhyun menoleh ke Jonghyun dengan tatapan yang polos.

Sialan. Apa-apaan tatapan itu?! Minta dipolosin sekali. Tahan Jonghyun, sebentar lagi sampai. Batinnya menggeram lagi.

"Berhenti Min." ujarnya tajam, genggamannya di seting mengerat, menahan nafsunya yang sudah meledak.

"Eung~? Wae~?" Minhyun bertanya dengan nada merajuk. Batinnya tertawa setan melihat kekasihnya tersiksa atas aksinya.

Jonghyun mengusak rambutnya kasar dengan satu tangannya. "Hwang Minhyun. Berhenti. Aku tak mau berbuat kasar padamu" ujarnya pelan namun tegas seraya meraih tangan Minhyun yang masih setia bermain dibagian selatannya.

Minhyun tertegun sebentar namun setelahnya ia tersenyum manis. "Maafkan aku, dan terima kasih sudah pengertian kepadaku" ucapnya lembut. Bibirnya mengecup pipi Jonghyun sekilas.

Jonghyun pun membalas senyuman Minhyun kala ia mencium pipinya. Tangannya kembali menggenggam tangan Minhyun dan ibu jarinya mengusap-usap lembut punggung tangannya.


"Jonghhnn~" Minhyun melenguh tertahan saat Jonghyun memgecupi dan membuat tanda kepemilikan di lehernya.

Jonghyun tersenyum miring lenguhan submissive nya yang terdengar indah di telinganya.

Tak sampai situ, tangannya yang menganggur pun membuka kemeja yang dipakai Minhyun, sedangkan tangan satunya meraba perut rata Minhyun dengan gerakan sensual.

Minhyun pun dengan perlahan membuka sabuk yang dipakai Jonghyun. Lalu tangannya merayap masuk kedalam celananya, menyapa kejantanan Jonghyun yang memang sudah bangun.

Jemarinya dengan lihai memainkan benda tersebut, meremasnya, mengelusnya dengan sensual, memijatnya dengan lembut serta menggoda kepalanya dengan membuat gerakan memutar di lubang kecilnya.

Jonghyun menggeram dalam saat merasakan sentuhan Minhyun, yang sialnya sangat nikmat itu dan membuat Minhyun tersenyum puas akan aksinya, bahkan ia dengan gencar memainkan benda itu.

Bibir mereka kembali bertautan untuk kesekian kalinya. Saling mengecap rasa bibir masing-masing. Membuat suara kecapan menggema di kamar tersebut.

Tangan Jonghyun beralih ke puting Minhyun yang sebelah kanan, memainkannya dengan mencubitnya, memelintir, dan menariknya dengan lembut. Sedangkan yang satunya ia mainkan dengan mulutnya, mengecupnya, menjilatnya, menggigitnya pelan, serta mengemutnya.

Perlakuan Jonghyun tersebut membuat Minhyun melenguh kenikmatan berulang kali. Demi apapun, sentuhan Jonghyun benar-benar membuat Minhyun gila.

Ciuman Jonghyun terus menurun menuju perut rata Minhyun, membuat bercak kemerahan di seluruh permukaan kulit Minhyun.

"Sshh~ Jonghhnn~" Minhyun mendesis kala Jonghyun meniup pusarnya dengan sensual. Jemarinya meremas seprei kasurnya.

"Aanghhn~" Desahan Minhyun keluar ketika lidah Jonghyun dengan lihainya menyapa pusarnya, dan membuat gerakan memutar disana.

Minhyun menggesekkan bagian selatannya pada kepunyaannya Jonghyun. Ia sudah hilang akal jika Jonghyun menyentuhnya seperti ini.

Jonghyun kembali menggeram sangat dalam saat merasakan sensasi gesekkan milik mereka berdua. "Jangan menggodaku Minhyun." ujar Jonghyun memperingati kala Minhyun dengan gencar menggesekkan miliknya ke milik Jonghyun yang masih terbalut celana.

Minhyun terkekeh mendengar peringatan Jonghyun. "Tidak akan. Aku tak peduli. Aku merindukan sentuhanmu Jong-ah. I need yours inside me. Now." seringai Minhyun mengucapkan itu dengan nada menantang di awal dan diakhiri dengan bisikan sensual di telinga Jonghyun di akhir.

Mata Jonghyun menatap tajam Minhyun, lalu mendekat ke arah telinga Minhyun. "Aku tak mau menyakitimu. Namun jangan harap aku berhenti" bisik Jonghyun dengan suara beratnya, setelahnya ia mengulum telinga Minhyun dengan sensual.

"Tak akan. Lakukan dengan lembut, dan jangan berhenti" ujar Minhyun dengan seringaiannya. Tangannya ia kalungkan di leher Jonghyun dan bibirnya mengecup tepi bibir Jonghyun sekilas.

Jonghyun tersenyum. "Baiklah Permaisuri Hwang" balasnya mematuhi perkataan Minhyun, sudah seperti pelayan nafsu pribadi Minhyun.

Minhyun menanggalkan pakaiannya di hadapan Jonghyun, membiarkan kulit putih mulusnya yang sudah ternodai dengan karya bibir Jonghyun. Sedangkan Jonghyun juga sudah setengah telanjang berkat Minhyun, hanya tersisa boxer saja yang menempel di tubuhnya.

Jemari Jonghyun berjalan menyusuri tubuh Minhyun, "Kamu tau? Aku benci melihat tubuhmu sekarang" ujarnya pelan. Ia masih meringis melihat tubuh Minhyun yang semakin kurus.

"Hnghh? Kenapa?" Minhyun bertanya dengan lenguhan tertahan, karena tangan Jonghyun meremas pinggang rampingnya.

Jonghyun menggeleng, lalu kembali menyatukan bibir keduanya kedalam ciuman yang penuh akan kerinduan diantara keduanya. Salah satu tangannya meraih benda milik Minhyun, lalu memainkannya, membuatnya semakin bangun dengan cairan precum yang sudah keluar.

Minhyun melebarkan kedua kakinya, menampakan lubang berwarna pink yang susah berkedut, seakan meminta untuk dimasuki saat itu juga.

"A-angkh~" Minhyun mendesah tertahan saat jari tengah Jonghyun dengan perlahan memasuki lubangnya.

Jonghyun mulai menggerakan jarinya keluar masuk lubang Minhyun yang cukup lama tidak dijamahnya. Setelah beberapa saat, ia menambah jarinya didalam sana, membuat gerakan menggunting guna melebarkan lubang menggoda milih Minhyun.

"Sshh~ Jonghhn~" Minhyun kembali mendesah merasakan lubangnya dipersiapkan oleh jari Jonghyun.

Jari Jonghyun terus bergerak di dalam sana, keluar masuk, menggoda serta mempersiapkannya. "AAAHNG! There Jonghhn~" pekik Minhyun saat jemari Jonghyun menyentuh prostatnya.

Jonghyun tersenyim miring saat menemukan titik tersebut. Ia pun mengeluarkan jarinya yang membuat Minhyun merengek merasakan kosong. Tangannya mengarah ke kejantanannya sendiri, mempersiapkan kepunyaannya, lalu membawanya menuju lubang Minhyun.

"Lakukan apapun, aku tahu ini akan sakit" ujar Jonghyun seraya mengusap dahi Minhyun dengan lembut.

Minhyun mengangguk, tangannya ia lingkarkan di bahu Jonghyun. "Jonghn!" Minhyun memekik saat merasakan sakit ketika Jonghyun mulai memasuki dirinya dengan perlahan. Kuku-kukunya mencengkram bahu Jonghyun kuat.

Mendengar pekikan memilukan dari Minhyun, ia meraih bibir Minhyun, melumatnya atas bawah bergantian. Mencoba mengalihkan perhatian Minhyun dari rasa ngilu di bagian bawahnya.

Air mata Minhyun sudah menggenang di pelupuk matanya, bagian bawahnya seperti terbelah. Padahal ia sudaj sering melakukannya dengan Jonghyun, tapi kali ini terasa seperti saat pertama kali melakukannya.

Merasa Minhyun susah lebih tenang, Jonghyun kembali mendorong masuk menerobos lubang Minhyun dalam sekali hentakan tanpa memutuskan tautan bibir mereka.

"NGH!" Minhyun memekik kencang tertahan dalam ciuman mereka, air matanya pun sudah mengalir di unjung matanya.

Jonghyun yang mengerti hal tersebut mengecup-ngecup bibir Minhyun dengan lembut, tangannya mengusap lembut surai legam milik Minhyun yang sudab basah dengan keringat.

"M-move Jong" pinta Minhyun saat ia sudah terbiasa dengan keberadaan Jonghyun didalamnya.

Jonghyun mulai bergerak mengeluarkan miliknya lalu mendorongnya masuk kembali dengan tempo yang teratur, membuat Minhyun mendesah kenikmatan setelah rasa sakitnya tergantikan.

"A-aangh! Jjonghhn! Disana! Lagi~!" Minhyun mendesah hebat saat Jonghyun menumbuk prostatnya, membuat Minhyun merasakan nikmat yang tak terhingga.

Mendengar perintah permaisurinya, ia pun kembali menumbukkan miliknya dititik tersebut berulang kali. "Aaahhnng~ faster Jonggh~" pinta Minhyun masih dengan desahan nikmatnya. Jemarinya pun meremas seprei dengan kuat.

Jonghyun menggeram lagi saat merasakan miliknya terasa seperti diremas oleh lubang Minhyun, benar-benar nikmat. Ia pun kembali menaikkan tempo gerakannya, sesuai dengan perintah Minhyun.

"Jonghhn.. Akh-aku hampirhh" racau Minhyun tak jelas saat ia merasa sudah hampir mencapai puncaknya, membuat lubangnya semakin meremas milik Jonghyun didalam sana.

Jonghyun semakin bergerak tak berturan, melenguh tertahan merasakan sesaknya lubang Minhyun yang terasa sangat nikmat.

"J-JONG— HYUUNNH~!" Minhyun kembali mendesah hebat saat mencapai puncak kenikmatannya dan disusul Jonghyun beberapa hentakan selanjutnya.

Minhyun terengah-engah saat menikmati pelepasannya. "Kamu tahu, ini belum berakhir, Permaisuri Hwang" ujar Jonghyun seraya mengusap poni Minhyun.

Minhyun tersenyum. "Ya aku tahu, lanjutkan Kaisar Kim" balasnya tepat di bibir Jonghyun, lalu mengecup sudut bibir Jonghyun sekilas.

Jonghyun kembali tersenyum miring, lalu kembali menghentakakkan pinggulnya membuat Minhyun tersentak.

Dan mereka pun meneruskan kegiatan panas mereka sampai keduanya puas meraih kenikmatan mereka, sekaligus melepas kerinduan mereka yang teramat sangat.


HAAAAA IGE MWOYA?!

Aduh maafkan aku, aku ga bisa bikin adegan NC soalnya, belum berpengalaman, masih amatir huhuhu

So yeah, aku maklum kalau kalian kecewa karena hal ini, aku juga kok ;((

.

and the good news is, there will be part 4! yeay!

See ya!

Tea, Jinseob's lil baby❤