Sepasang kekasih itu masih asik bergumul di dalam selimut. Tubuh polos mereka hanya tertutupi selimut yang mereka pakai. Pria yang lebih tampan tengah senderan di kepala ranjang, sedangkan dadanya dijadikan bantal oleh pria yang lebih manis.
Minhyun—pria manis tersebut, masih betah melingkarkan kedua tangannya di pinggang Jonghyun dari samping. Ia menyamankan posisi kepalanya di dada Jonghyun, merasakan detak jatung kekasihnya yang berdetak tak karuan, sama seperti dirinya.
Jonghyun tersenyum melihat kelakuan kekasih manisnya itu. Tangannya ia arahkan ke surai selegam batu arang milik permaisurinya, mengusap-usap helaian rambut tersebut dengan lembut, membuat sang empunya memejamkan mata, menikmati sentuhan tangan kekasihnya.
"Jong" Minhyun mendongak menatap wajah tampan Jonghyun. Jari telunjuknya asik membuat pola abstrak di dada Jonghyun.
Jonghyun hanya berdehem membalas panggilan Minhyun, ia pun ikut menatap Minhyun yang menatapnya.
"Kata-katamu tadi... Kenapa?" tanya Minhyun dengan mematap kedua manik kelam Jonghyun yang terus berhasil menarik seluruh antensinya beberapa tahun ini.
"Hm? Yang mana?" Jonghyun bertanya seraya mengingat-ingat apa yang ia katakan tadi.
Minhyun menghela nafas pelan. "Perkataanmu yang kamu benci melihat tubuhku sekarang Jonghyun" ujar Minhyun serius. "Kenapa?" ulangnya.
Jonghyun menatap Minhyun dengan tatapan yang sulit diartikan saat menyadari hal tersebut. "Apa kalian tidak makan dengan benar?" tanya Jonghyun lirih, membuat Minhyun menatapnya balik dengan tayapan bingung.
"Tubuhmu terlalu kurus Tuan Putri, aku lebih menyukai tubuh berisimu" jelasnya seraya mengelus pipi Minhyun yang semakin tirus.
Minhyun memejamkan matanya, menikmati sentuhan lembut jemari Jonghyun yang tengah mengelus pipinya. "Aku hanya berfikir jika aku kurus, aku akan terlihat semakin mempesona, ternyata tidak ya?" tanya Minhyun dengan pelan.
Jonghyun menghela nafas berat, kekasihnya ini tak sadar kah kalau dia sudah terlihat sangat mempesona dengan proporsi tubuhnya? bahkan dengan pipi chubby nya pun dia sudah terlihat sangat mempesona, untuk apa ia menurunkan berat badannya lagi?
"Tidak dimataku. Kamu tahu? Aku sedih melihat tubuh kurusmu sekarang, aku merindukan pipi Minyeonie ku yang tembam" aku Jonghyun, tangannya masih setia mengelus pipi kekasihnya yang sudah tidak berisi lagi.
"Dan kamu terlihat jauh lebih menyedihkan Minyeonie, apa jadwal kalian benar-benar menyita waktu hm?" lanjut Jonghyun meneliti tiap inci wajah nyaris sempurna milik Minhyun.
Minhyun mengangguk kecil, membenarkan perkataan Jonghyun. "Eung. Terlihat sekali ya?" tanya Minhyun, matanya mengerjab polos dua kali, membuatnya terlihat berjuta lebih menggemaskan.
Jonghyun kembali menghela nafas berat, lalu tersenyum kecil melihat tingkah kekasihnya yang secara tidak sadar begitu menggemaskan. "Istirahat yang cukup ya? Aku khawatir, kamu terlihat seperti mayat hidup dimataku" pinta Jonghyun lagi-lagi mengusap pipi Minhyun.
"Baik Kaisar Kim ku tersayang~" ujar Minhyun dengan senyuman lebarnya membuat matanya menghilang ditengah lekukan bulan sabit tersebut, serta membuat wajah Minhyun terlihat seperti anak kecil, manis dan juga menggemaskan.
Jonghyun terkekeh melihat wajah bayi Minhyun. Ia pun mencubit kedua pipi Minhyun dan menariknya kanan kiri bergantian saking gemasnya. Minhyun terkikik geli melihat tawa Jonghyun yang lucu.
"Cha! Ayo istirahat Tuan Putri, aku tahu kamu pasti sangat lelah" Jonghyun menarik tubuh Minhyun kedalam pelukannya, memberikan kehangatan ganda pada tubuh polos Minhyun didalam selimut.
"Eung!" Minhyun menenggelamkan wajahnya pada perpotongan leher sang dominan dan menyamankan dirinya dalam dekapannya.
Jemari Jonghyun mengelus kembali helaian rambut Minhyun, mengantarkannya pada dunia mimpi. "Selamat beristirahat Permaisuri Hwang" bisiknya sebelum mengecup pucuk kepala Minhyun dengan lembut.
"Selamat tidur.. Kaisar Kim.." balas Minhyun dengan suara yang semakin memelan seiring dengan hilangnya kesadarannya.
Jonghyun tersenyum melihat kekasihnya sudah terlelap dengan tenang. Ia sekali lagi mencuri kecupan, kali ini di bibir ranum Minhyun. Lalu ia mengeratkan rengkuhannya pada rubuh Minhyun, dan ikut menyusulnya kedalam dunia mimpi.
"Kami pulang" seru kedua sosok itu saat memasuki flat mereka sambil membawa beberapa plastik besar.
"PIZZA DAN AYAM KUUUUUUU"
Mereka berdua menatap datar saudara mereka yang bukannya membalas salam mereka malah merebut plastik berisikan Pizza dan Ayam goreng bumbu.
"Gak tau diri" desis Minhyun saat memperhatikan Minki yang tengah memeluk posesif bungkusan Pizza dan Ayam tersebut.
"Sudahlah, kamu kayak gatau Minki aja. Lagi pula itu memang buat dia kan?" ujar Jonghyun menenangkan Minhyun yang misuh-misuh akibat kelakuan Minki. Tangannya ia arahkan menuju rambut Minhyun dan mengacaknya.
Minhyun hanya memajukam bibirnya. "Untung beli dua, dasar rakus" gumam Minhyun yang masih terdengar oleh Jonghyun yang disebelahnya.
Jonghyun hanya terkekeh mendengarnya. Setelahnya ia menyuruh yang lain berkumpul untuk makan Pizza dan Ayam bersama disertai beberapa kaleng soda.
Mereka menghabiskan waktu bersama seharian, bercerita, bercanda dan tertawa bersama. Melepas rindu setelah beberapa bulan tidak berkumpul bersama dengan formasi lengkap, dan sebelum mereka berpisah kembali dengan Lead Vocal kesayangan mereka untuk beberapa bulan kedepan.
• Fin •
yeay! selesai!
maafkan aku jika ff ini jauh dari kata bagusㅠㅠ
aku masih belajar, so yeah, maafkan aku ok?
.
Karena ff ini udah selesai
aku bakal fokus ke Whisper Wood sama Strong Heart
ada pair Ayah bugi sama Mamah Minyeon kok :33
See ya!
Tea, Jinseob's lil baby❤
