-Hari kedua-

"hana..dul..set..net.." kaki kecil itu melangkah, manampaki satu-persatu anak tangga dirumahnya. Tidak ada yang bisa dilakukannya dua hari ini. Bermain game? Kyuhyun bisa saja melakukannya. Kyuhyun sangat rindu dengan kekasih portablenya itu. Tapi dia tidak ingin membuat takut hyungnya. Ingat, dia hantu, benda yang dipegangnya akan terlihat melayang bagi orang biasa.

"hyung!" senyumnya kembali sumringah melihat satu-satunya hyungnya sudah bangun dan keluar dari kamarnya. Langkah kakinya dipercepat untuk mencapai ujung atas tangga. Menghampiri Kibum.

"hyung, ayo bermain diluar. Aku bosan dirumah terus" mulutnnya mengerucut. Anak sepuluh tahun itu memang sedang sangat bosan. Sangat menjengkelkan harus tinggal di dalam rumah dan-

Kibum berjalan menuruni tangga.

-sendirian. Kibum hyungnya tak bisa melihatnya, dia jadi tidak punya teman main.

Memutar tubuh seratus delapan puluh derajat, Kyuhyun kembali menuruni tangga. Mempercepat laju kakinya untuk bisa mengajar langkah malas sang hyung. Berhenti dua anak tangga di bawah anak tangga yang dipijaki Kibum. Langkah Kibum berhenti. Kyuhyun mencegat Kibum. "hyung, aku boleh bermain di luar?"

Menggeser langkah kakinya ke kiri, Kibum kembali melanjutkan langkahnya untuk turun.

Kyuhyun ngambek. Kibum sungguh mengabaikannya. Berlari menyusul Kibum ke kamar mandi

"hyung, kau sungguh tak melihatku?" Kyuhyun bertanya sambil menatap kaca kamar mandi. Pantulan Kibum yang sedang menggosok giginya ada disana.

Kibum diam, memilih untuk berkumur dan membersihkan sikat giginya.

"hyungiiieeeee…" Kyuhyun bahkan menarik-narik ujung baju Kibum ketika remaja dingin itu beranjak keluar kamar mandi.

Namun Kibum tak memberi respon sama sekali.

"Bummie hyung sungguh tak ingin bermain denganku?" Kyuhyun memasang tatapan anjing terbuangnya di hadapan Kibum. Satu jurus yang selalu ampuh digunakannya untuk meluluhkan hati sang hyung. Tapi tidak untuk kali ini.

Kibum hyungnya sungguh keterlaluan. Kyuhyun itu benci kesepian. Bocah sepuluh tahun itu jadi membayangkan kalau selamanya dia harus bermain sendiri. Dia takut. Matanya mulai berkaca.

Kyuhyun berlari, melewati Kibum yang ada di dapur, menggeser pintu kaca yang menghubungkan sisi dalam rumah dan taman belakang dengan kasar. Kyuhyun kemudian berjongkok di tengah taman, mencabut rumput liar kering yang tumbuh dibelakang rumah.

"kibum hyung menyebalkan!" mulutnya semakin mengerucut. Satu liquid berhasil lolos dari ujung matanya, "Kibum hyung tidak sayang lagi sama Kyunnie" masih dengan kegiatannya mencabut rumput dengan tangan mungilnya, Kyuhyun mengelap kasar airmatanya "aku benci Kibum hyung".

"aku merindukanmu"

Kyuhyun menghentikan segala kegiatan bentuk merajuknya. Mata polosnya bergulir ke sumber suara.

Suara yang berasal dari Kibum. Hyungnya yang sedang duduk di ayunan sambil menatap langit. "apa kau bahagia disana?" Kibum memberi jeda "jangan menangis. Kau tau aku tidak pernah bisa melihatmu bersedih"

Isakan mulai muncul. "Kibum hyung, aku ingin kau bisa melihatku, mengomel padaku, melarangku melakukan ini itu." Satu isakan kembali terdengar. "aku merindukan pelukanmu.." Kyuhyun menangis keras. Ingus terus keluar dari lubang hidungnya. Tangannya sibuk mengsusak matanya yang semakin perih seiring semakin derasnya air mata yang mengalir.

Kibum tak bergeming, hanya menatap diam sosok yang disayanginya sedang meraung dalam tangisnya. Airmatanya sudah diam-diam sudah merangsek keluar. Apa sungguh ini nyata?

.

.

Chapter 2

Jangkauan

.

2007

Seorang anak berusia tujuh tahun dengan gerakan kasarnya memetik bunga Mugunghwa di taman belakang rumahnya. Tubuhnya kadang sedikit terhuyung karena tangannya kesulitan mengambil paksa bunga itu dari tangkainya. Mulutnya masih senantiasa mengerucut dengan lelehan airmata yang mulai keluar dari mata sewarna caramel miliknya.

"Kyunnie.." nyonya Cho memegang pundak sang anak, menggiringnya agar menjauh dari bunga yang selama ini dia tanam dan rawat. Tapi jelas bukan tanaman itu yang dia khawatirkan. "agiya..dengarkan eomma"

Kyuhyun menyentak tangan eommanya. Semakin dibujuk dirinya akan semakin merajuk. Itu tipikalnya.

"Kyuhyunnie.." sekali lagi dirinya mencoba mengambil perhatian anak bungsunya. Mengarahkan tubuh mungil itu untuk menghadap dirinya yang sedang berjongkok.

Kyuhyun menunduk. Eommanya memanggil dengan sebutan 'Kyuhyun' itu berarti eommanya sungguh sedang ingin diberi atensi. "Bummie menyebalkan, eomma.." saudara kembarnya itu memang sangat menjengkelkan. Semenanya melarang Kyuhyun keluar rumah. Padahal Kyuhyun tak meminta ijin darinya, Kyuhyun meminta ijin dari eommanya. Dia ada janji dengan Changmin untuk menyelesaikan misi game yang belum sempat diselesaikan mereka kemarin.

Nyonya Cho tersenyum, "agiya..Bummie hanya khawatir." Nyonya Cho tau dengan jelas bagaimana hubungan kedua anak kembarnya. Kibum yang terlalu overprotective pada Kyuhyun, dan Kyuhyun yang sangat menyukai kebebasan. "dia bahkan pulang dalam keadaan basah kuyub karena mencarimu"

Nyonya Cho ingat bagaimana anak sulungnya itu pulang dalam keadaan sekujur tubuh yang basah dan mengginggil, mengabarkan bahwa Kyuhyun menghilang dan mungkin diculik. Nyonya Cho tentu terkejut pada awalnya, namun ternyata Kyuhyun hanya sedang bermain di rumah Changmin dan lupa memberi kabar pada Kibum.

"mianhae.." Kyuhyun menyesal. Semua kekacauan kemarin disebabkan oleh dirinya. Dirinya yang merasa tidak perlu meminta ijin pada Kibum karena mereka berbeda kelas. Dirinya yang juga lupa memberi kabar ke rumahnya bahwa dia akan bermain ke rumah Changmin sepulang sekolah. Dirinya yang sampai lupa waktu ketika sudah bermain game. Matanya kembali memanas. "mianhae eomma.."

"kau tidak perlu meminta maaf pada eomma, Kyunnie.." nyonya Kim menelangkupkan tangannya di kedua pipi chubby Kyuhyun, menggiring mata bulat itu untuk menatapnya. "kau tau untuk siapa permintaan maaf itu lebih baik diucapkan, hm?"

Kyuhyun mengangguk

Nyonya Kim tersenyum. Jari-jarinya mengusap bekas airmata di pipi putih anaknya. "jja, temui Bummie di kamarnya."

Kyuhyun kembali mengangguk mantap. Langkahnya langsung dibawa berlari masuk ke dalam rumah dan menaiki tangga, menuju kamar hyungnya.

Bersandar pada handle pintu, Kyuhyun membuka perlahan pintu putih kamar Kibum.

Bummie hyungnya sedang tidur.

Perlahan melangkah mendekat, Kyuhyun dapat melihat wajah hyungnya yang masih pucat. Mengabaikan dirinya yang mungkin bisa saja tertular demam, Kyuhyun naik ke atas kasur, merangsek pada tubuh hangat itu.

Menyadari ada pergerakan di atas kasurnya, Kibum tau itu Kyuhyun bahkan tanpa membuka mata. Tangannya bergerak lebih dulu untuk memeluk ketika Kyuhyun baru akan memeluknya.

"Bummie.." kyuhyun memainkan kancing piyama bergambar superman yang dikenakan Kibum. Kyuhyun ingat itu adalah piyama pilihannya. Khusus dipilihkan untuk Kibum.

"tidurlah" Kibum merasa kepalanya masih sedikit pusing. Dia ingin kembali tidur, dan tidur sambil memeluk tubuh gempal adiknya adalah posisi ternyaman baginya.

"Bummie, mianhae.." Kyuhyun bercicit.

Kibum membuka matanya, menatap tatapan polos yang juga sedang menatapnya. "berjanjilah satu hal padaku, Kyunnie"

Kibum mengeratkan pelukannya. "Kau harus meminta ijinku dulu jika mau bermain dengan Changmin. Jika aku bisa, aku akan ikut bermain denganmu. Jika aku tidak bisa, kau tidak boleh pergi bermain dengan Changmin. Kau tidak boleh jauh dariku. Jarak maksimal adalah lima langkah. Tidak boleh lebih atau aku akan marah"

"aku berjanji" Kyuhyun mengangguk yakin. Dirinya yang sudah membuat hyung kuatnya sakit, maka agar Kibum sembuh bukanlah hal yang besar jika dia harus membuat perjanjian.

.

.

Tbc

.

Aku baru sadar punya hutang satu minggu tidak up fanfic. Jadi aku up chapter selanjutnya.

Mari sedikit bermain!

Aku ada fanfic KiHyun crime, family (bukan twins, knock out). Niatnya mau aku up lain-lain-lain-lain waktu (setelah fanfic ini selesai, atau bisa sampai nunggu confession tamat dulu). Story line nya sudah terketik sekitar 60%, sisanya masih disimpen di otak.

Bikin crime itu susah. Makanya kurang seru kalo cuma aku yang kerumitan, kurang asyik kalo cuma aku yang pusing mikir trik-triknya. Jadi aku ajak kalian buat ikut pusing (kalo mau dan kalo pengen). Hehe. Aku menebar beberapa clue yang berhubungan dengan fanfic crime tersebut di ff ini. Clue akan terus aku sebar hingga chapter terakhir. Jadi, (kalau mau) silahkan dicari. Dan kalau ada salah seorang yang ketemu, aku akan mengup nya sesegera mungkin.

Bagi yang Tanya season 2 nya twins, knock out. Aku baru akan mulai ngetik setelah sembuh. Jangan Tanya sakit apa, aku ngga sakit. Cuma sedikit kurang enak badan.

Balasan review:

Sparkyubum: iya. Kyubum kembar dan Kyu meninggal saat umur 10 tahun. Hehe. Flashback nya dicicil ya?

Emon204: kyu hantu. Tapi karena aku ngga suka kyu jadi hantu, makanya sebanyak mungkin aku gambarkan kalo Kyu itu nyata. Mereka kembar. Aku kurang pendeskripsiannya ya? Hehe. Terlanjut diketik. Kenapa suka dengan cerita ini?

Simahiro: pagi juga. Iya Kyu hantu. Tapi aku gambarkan seperti anak kecil yang masih hidup. Hehe.

Kekokeko16: dari sisi mana ff ini keren?

Kuroi ilna: iya..hehe. maaf kurang memuaskan.

Rikha-chan: iya, kyu sudah meninggal. Karena apa masih disimpen dulu.

Chochosnow: hehe. Iya. Habis aku pengen buat kihyun kembar tapi disisi lain aku menyukai sosok imut (kecil) Kyu dan sosok dewasa (dewasa) Kibum. Alhasil jadilah ff ini.

Shehae89: yes, tangkapanmu bener. Kyu sudah meninggal dan mereka twins. Sebab Kyu meninggal disimpen dl. Iya, confession masih libur. Sebenernya chapter berikutnya dari Confess sudah setengah jadi. Hehe.

SparkyuNee13: iya. Kyu sudah meninggal. Penyebabnya disimpen dl. Judulnya memang ngga banget. Aku sempet bingung milih judulnya. Yang paling cocok ini. Menatap bayang kuncup daun artinya menatap sesuatu yang tak nyata dari seorang anak kecil.

Yulianasuka: yep, ini tentang penyeselan Kibum. tapi lebih lengkapnya, akan ada di chapter-chapter berikutnya.

Readlight: seratus buat kamu. Menatap bayang kuncup daun itu artinya menatap sesuatu yang tak nyata dari seorang anak kecil. Aku salut sama kamu. Maaf, ff ini slice of life. Jadi hanya sekitar 1000-1300 kata per chapter dan akan aku up tiap sabtu (masksimal minggu).

Miharu aina: hehe. Iya. Kyuhyun hantu.

Atik1125: aku seorang fujoshi pada dasarnya. Hehe.

Michhazz: iya. Kembar mereka. Makasih banget buat semangatnya.