"Cao Cao!... apa yang kau lakukan padanya?" Terdengar sebuah kemarahan yang kentara dari tiap-tiap bait kata yang keluar dari bibir seorang pemuda.
"Tahan, Georg! Dia bahkan dapat mengalahkan Cao Cao dengan mudah! Dan tidakkah kau lihat, apa yang berada digenggamannya!" Pemuda yang lain, yang berada disamping sosok yang dipanggil dengan Georg, berkata seraya mengarahkan telunjuknya pada sebuah benda mirip tombak yang berada didalam genggaman pemuda uchiha.
"T-True Longinus..." Balas Georg dengan nada serta ekspresi tak percaya.
"Hm?..." Pemilik mata yang dijuluki dengan "Mata Tuhan" itu mengalihkan pandangan matanya, matanya melirik pada kedua pemuda yang sedari tadi terus berkoar-koar tak jelas 'Dimension Lost dan Anihilation Maker?... Menarik..." Senyum pada wajah tampannya semakin melebar.
One Who Shines On All
Summary :
Keduanya hanyalah seorang manusia, terlahir sebagai manusia. Bukanlah seorang makhluk superior, namun tercipta dengan sempurna. Ada, sebagai harapan terakhir mereka, sebagai penerang jalan di dunia, dalam takdir kejam dunia ini.
Warning :
Segala kekurangan ada disini.
Tolong Bimbingannya, soalnya ini First FanFiction buatan saya \(^ ^'')
Pair ?
Naruto X Gabriel... Demi kepentingan Cerita :v
atau mungkin Irina? Mengingat Naruto "Kakak" dari Issei... Juga, dia karakter DxD yang paling saya suka (o.o)-b
Sasuke X ... (Ada saran?)
Tapi mungkin Pair Sasuke Ophis?... atau mungkin OC TriHexa?
Kalo dengan TriHexa, mungkin chara Sasuke akan jadi kayak Erebus di Persona 3?
... Lupakan, ocehan aneh diatas!
Saran dibutuhkan ~
Karena akan mempengaruhi cerita kedepannya...
Oh dan satu lagi, kayaknya cerita ini akan ikut Cannon sampai Arc Kokabiel atau Riser, setelah itu saya buat alur sendiri... dan ada yang bilang : Paling nanti stuck di Arc Kyoto :v...
Ugh... Cao Cao disini mati mas -_-
Arc Kokabiel dan Riser saya tuker posisinya, soalnya saya mau buat Naruto udah berhubungan dengan Fraksi Surga, Full Power (Tapi blom bisa ngendaliin, contohnya ya kayak pas ginyu maaf kalo salah, ngambil tubuh Son Goku) dan misteri prolognya...
Tapi mungkin juga Arc Riser gak saya buat, karena gak penting amat kali ya?
Oh satu lagi, Sasuke disini akan saya buat Doglek (Plak!) ah oke, oke... GodLike!
Satu Info lagi, Indra di Fraksi Hindu namanya kita sebut Sakra saja, enggak pake Indra.
Itupun kalo dapet peran...
"Naruto!..." Terdengar sebuah suara sayup-sayup yang berasal dari arah yang cukup jauh.
Naruto, objek panggilan. Merasa sedikit penasaran pada siapakah sosok yang memanggil dirinya. Mata bertemu mata, seorang pria paruh baya dengan janggut serta surai dua warna, telah berada dibelakangnya "Ada apa, Azazel?".
"Seperti biasa ya? Langsung ke intinya..." Azazel sedikit tertawa hambar.
"Dibuku yang kubaca, orang yang suka membuka pembicaraan yang tak penting, dan terus bertele-tele adalah seorang yang licik...".
"Ahahahah... begitu ya? Baiklah baiklah, jadi begini... apa kau tahu para bawahanku mulai membangkang?" Tiba-tiba mata Azazel yang biasanya memancarkan aura yang santai, dengan cepat merubah aura santainya menjadi serius.
"Hm... seperti yang membunuh Asia dan Issei?" Mata Naruto berputar dengan malas, tangan yang sedari tadi bebas dimasukannya kesaku celana miliknya.
"Hahahah, yang itu lupakan sajalah, dan yah... memang seperti yang kau sebut tadi, tapi kali ini, kupikir sedikit serius..." Senyum aneh tak pernah lepas dari wajahnya, meskipun dibarengi dengan keseriusan yang terpancar disana.
"jadi, apa maksud kedatanganmu?" Tampaknya raut wajah bosan tak pernah lepas dari wajah tampan dengan kulit tan itu.
"Aku ingin kau, menghentikan rencana milik Kokabiel..."
.
One Who Shines On All
.
...
"Selamat pagi... Ashura, kan?" Sebuah suara menginterupsi kegiatan berjalan menuju sekolah yang sedang dilakukan oleh seorang pemuda dengan surai pirang dengan model jabrik.
"?... Siapa kau?" Tanya Naruto tanpa basa-basi.
"Maaf... Aku lupa memperkenalkan namaku, tidak sopannya aku!..." Sebuah seringai tercetak dengan jelas diwajah pria itu, menampilkan sederetan gigi runcing "Perkenalkan namaku..."
"Kokabiel..."
...
'Hah... tak kusangka semuanya akan berlalu seperti ini~' Nafas kasar keluar dari bibir sang empu dari manik sapphire. Matanya menatap kepapan tulis yang berada didepan kelas, namun tak sedikitpun yang bersarang dalam otaknya, bahkan matanya terkesan kosong, hanya menerawang bebas kedepan.
"TO!" Sebuah suara yang keras namun hanya terdengar sayup-sayup, mulai mengisi lorong telinga milik Naruto yang kosong.
"RUTO!" Sekali lagi, namun sedikit lebih kencang serta ada dua suku kata yang terdengar.
"NARUTO!" Ah, ternyata nama milik Naruto yang sedari tadi terucap dibibir milik sang guru.
"ah, ya... maaf-maaf Sensei!" Ucap Naruto sembari membungkukan badannya.
"Sekarang, cepat kamu KELUAR! Berdiri di lorong kelas! SEKARANG!".
.
One Who Shines On All
.
"Hahahaha... jadi bagaimana menurutmu The Anguished One..." Suara parau yang berasal dari balik gelap gulita terdengar dengan lantang.
"Menciptakan Monster dengan darahku, yang dicampurkan dengan kekuatan ular itu?" Ucap sosok yang disebut dengan The Anguished One. Tak diketahui dengan pasti siapakah sosok ini, wajahnya tertutup dikarenakan Hoodie yang dipakainya, namun satu hal yang pasti... dia itu seorang pemuda.
"Ya, dengan begitu kami akan dengan mudah melepaskannya dari belenggu, karena dia akan kami butuhkan untuk menyingkirkan para penganggu..." Suara parau kembali terdengar.
"Jadi bagaimana caranya aku bisa bertemu dengan ular kecil itu?" Balas sosok yang dipanggil The Anguished One.
"Dia sendiri yang akan mendatangimu nanti..."
"Bukankah hal ini terlalu cepat, untuk melakukan hal seperti itu?... Tak bisakah kau memberiku waktu untuk berfikir? Kau tahu, ada hal menarik yang saat ini sedang kulakukan..." Nada kesal terdengar keluar dari bibir pemuda itu, namun terlihat dengan jelas bahwa seringai tercetak disana.
"Ho~ ternyata anda masih ragu... tentu saja..."
.
One Who Shines On All
.
Mata biru sapphire, untuk kesekian kalinya, kembali menerawang hal-hal yang berada dihadapannya. Sesuatu yang dikatakan Issei padanya. Ia menyesal mengikuti perkataan adiknya. Pemandangan Oppai yang memantul, dikarenakan sebuah pendidikan jasmani tengah berlangsung. Naruto, selaku pengamat yang tengah duduk sembari menyandarkan punggung disebuah pohon, mau tak mau harus melihat pemandangan "Surgawi" menurut Issei. Namun jika sekali lagi diselidik, mata tersebut terasa kosong, seakan sang empu sedang berpikir kelain hal.
'Kokabiel ya? Apakah aku harus mempercayainya?' Pikir Naruto.
Ting Tong (Katakanlah bunyi bel pulang sekolah).
"Ah, sudah pulang ya?... Sebaiknya aku harus bergegas..." Ucap Naruto sembari kembali kekelasnya. Selepas mengambil barang-barang bawaannya yang berada dikelas, pemuda itu kembali melanjutkan perjalanannya untuk pulang kerumahnya.
"Kak Naruto! Aku ada kegiatan klub, jadi pulanglah duluan..." Teriak Issei sembari berlari, yang hanya dibalas oleh anggukkan kepala oleh Naruto.
.
Naruto, yang sedari tadi berada dalam perjalanan pulang sekolahnya, harus mendapatkan sebuah interupsi oleh kedatangan seorang pria paruh baya. Dengan telinga elf, serta gigi yang meruncing.
"Naruto... Jadi, bagaimana menurutmu?" Seringai tak terlepas dari wajah yang menakutkan milik pria yang berada diseberang Naruto.
"Tidakkah terlalu berlebihan untuk percaya pada seseorang sepertiku... ya, maksudku tentang rencanamu..." Ucap Naruto sedikit bingung.
"Hm~, begitu ya... Kau tahu kenapa aku memberitahumu rencanaku?... Aku hanya ingin kau menghentikanku..." Bersamaan dengan perkataan yang keluar dari harmoni yang tercipta oleh alat-alat musik yang berada dimulut kokabiel, sebuah tanda tanya bersar menghiasi kepala pirang milik Naruto.
"Kenapa harus aku?" Ucap Naruto dengan rasa penasaran.
"Kau adalah putra surga yang ditakdirkan, serta... kau adalah manusia... Kami-sama menyuruh segala makhluknya untuk menghormati rasmu... aku, hanya ingin tahu, apa alasan dibalik semua itu...".
"Kurasa tak hanya itu...".
"Ya, aku ingin memulai Great War, menghapus segala bentuk ketidak setimbangan dunia... menciptakan kedamaian lewat kehancuran...".
"Lalu kalau aku dapat menghentikanmu?...".
"Aku akan mempercayakan takdir dunia ini... padamu..." Perkataan Kokabiel diiringi dengan sebuah senyuman yang tulus, bahkan gigi runcing yang bertengger dengan rapi disana tak lagi terasa menakutkan...
"Teman lamaku..."
.
One Who Shines On All
.
"Indra-kun, apa yang kau lakukan pada Cao Cao serta dua anak buahnya?..." Perkataan dengan suara feminim serta nada yang datar, terdengar memasuki lorong-lorong telinga, hingga akhirnya mencapai gendang telinga milik seorang bermarga Uchiha.
"Mengambil apa yang sudah menjadi hak miliku..." Ucap pemuda yang memiliki mata dengan julukan "Mata Tuhan", yang tengah duduk disudut ruangan sembari menyenderkan punggung miliknya kedinding.
"Jadi, begitu..." Suara feminim itu kembali terdengar.
"Cepat katakan apa yang kau mau, Ophis?" Terdengar nada jengkel yang kentara dari bibir sang Uchiha.
"Aku ingin kau membantuku melawan Baka Red..." Ucap gadis yang baru saja diketahui bernama Ophis.
"Aku tak tertarik dengan para bangsa Naga..." Balasnya cepat.
"Aku akan memberikanmu apapun...".
"... Kalau begitu, hidupkan kembali Kami-sama..." Tawa pecah sembari kata-kata ini keluar dari bibir sasuke.
"..." Ophis hanya dapat terdiam.
"Hey kau..." Ucap pemuda dengan surai dark silver yang sedari tadi diam.
"Ada apa Lucifer kecil?..."
Deg.
"Ba...bagaimana kau bisa tahu?..." Terkejut dengan kenyataan, mata Vali melebar.
"Ciri fisikmu sama dengannya, begitulah..." Jawab Sasuke yang terkesan enggan.
"Jadi... apa maksudmu dengan "Mengambil apa yang sudah menjadi hak miliku?"" Ucap Vali, yang tentu sudah menenangkan dirinya dari keterkejutan yang sempat melanda dirinya.
"Apakah Albion tidak pernah memberi tahumu?" Jawab Sasuke memutar matanya bosan.
"Albion, apa yang dia maksud?" Tanya Vali pada Albion.
"[D...dia, Indra?... Dialah yang membantu Kami-sama menciptakan semua Sacred Gear...]" Ucap Albion terbata.
"Be...benarkah itu, Albion?..." Seringai Vali melebar, 'Orang ini pasti sangat kuat-' Pikir Vali.
'[Sebaiknya kau hentikan itu, Vali!]' Ucap Albion dalam pikiran Vali.
"Ada apa, keturunan Lucifer? Kau ingin melawanku?..." Sasuke mulai memposisikan badannya untuk berdiri.
'[Sebaiknya jangan kau lakukan Vali, aku tidak ingin ditarik paksa untuk menjadi salah satu mainannya...]'
.
One Who Shines On All
.
Detik berganti menit, menit berlalu menjadi jam, jam terlewatkan hingga menjadi hari, lalu menjadi minggu. Sudah seminggu sejak terakhir kalinya Naruto sedikit berbincang dengan seorang "Gagak-Elf" yang memiliki gigi runcing. Naruto, kembali pada aktivitas kehidupan normal manusianya. Namun, pada pagi hari yang cerah, terlihat dua sosok dengan jubah putih yang menutupi setiap inchi dari tubuh mereka. Menatap sekitar, celingak-celinguk, layaknya orang yang tersesat. Hingga akhirnya, mereka menatap sesosok pemuda pirang berseragam Akademi Kuoh, yang sedari tadi menatap mereka.
"Ano... apakah kamu murid SMA Akademi Kuoh?" Sebuah suara feminim terdengar tanpa basa-basi, salah satu dari mereka yang memiliki benda besar yang bertengger manis dipunggungnya.
"Ya, aku sekolah disana, perlu kuantarkan?" Balas Naruto.
"Ya, terima kasih..." Balas Gadis berjubah itu.
Naruto segera berbalik, membelakangi dua sosok yang diasumsikan olehnya adalah dua orang gadis. Namun hal itu harus terhenti, tatkala suara feminim kembali terdengar, kali ini bukanlah yang memiliki benda besar dipunggungnya.
"Hey, kamu..." Ucap gadis yang berada disamping gadis dengan benda besar dipunggungnya.
"Apa?" Balas Naruto, sembari memutar kembali tubuhnya menatap kedua sosok yang berada diseberangnya.
"Kamu Naruto Hyoudou, kan?" Tanya gadis itu sembari membuka hoodie dari jubah yang menutup kepalanya. Rambut light brown panjang dengan model twintail memanjang kebawah, disertai dengan sepasang iris violet memancarkan keindahan dari matanya.
Hanya satu orang yang Naruto pikirkan "Kamu Irina Shidou?..." Balas Naruto.
"Aku merindukan kalian berdua lho~, oh ya... bagaimana kabar Issei-kun, Naruto-kun?" Tanya gadis bermata violet dengan nama Irina Shidou.
"Tunggu sebentar kalian berdua saling kenal?" Ucap gadis yang lainnya, sembari membuka hoodie dari jubah yang menutup kepalanya. Rambut biru dengan beberapa helai hijau, serta sepasang iris light yellow.
"Ya, kami adalah teman semasa kami TK..." Balas Irina dengan anggukan mantap.
"Irina... Issei... dia..." Ucap Naruto sedikit bingung.
"Ada apa dengan Issei-kun?" Ucap Irina dengan nada khawatir.
"Dia telah menjadi..."
"Menjadi? Menjadi apa?" Balas Irina cepat.
"Iblis..."
.
.
TBC...
.
.
Maaf kependekan, waktu ngetik jadi tambah pendek...
Udah Full Day School + Masuk sekolah jam 6.30...
PR + Catat-Mencatat...
Belum lagi nyari Inspirasi Ide :v...
Dan yang terakhir Nonton Anime, Baca Manga + LN, dan yang terakhir Game...
Ahahahah...
Sarannya, Vali dibuat mati atau enggak ya?...
...
Oke-oke, AN saya yang membuat para reader merasa tergarami saya hapus :3...
Kalo ada yang salah, tolong dikasih tau ya... nanti saya perbaiki...
Terakhir... kalo gak keberatan Fav, Foll, Review ya...
...
Thanatos-san Out
