~:~

~:~FATE SERIES NEW PARALEL IST 3~:~

~:~

.

.

.

…"Keajaiban Sang Raja?"…

Ist MnurZahra

Rate : M [18+]/BOCAH DILARANG BACA…!

ARIGATOU

.

.

.

"Dan mulai sekarang ku umumkan pada seluruh mahluk dan alam semesta yang ada di era ini, kalau kau resmi menjadi putra dari RAJA BRITANIA RAYA, ARTURIA PENDRAGON dan bergelar sebagai SIR MORDRED PENDRAGON!

"A – a – yah?"

"ya benar ayah"ucap saber dengan senyum lembut.

"hiks…hiks…ayah? Ayahanda hiks…hiks…HUAAAAA"teriak red atau morderd dengan tangis pecah disertai memeluk saber

"kheh, seenaknya kau mengambil budakku tanpa seijinku. Dan lagi kau sekarang berada diwilayahku saber, jadi kau harus menuruti semua peraturan yang ada disini!"jelas Gilgamesh.

"cih, masa bodoh. Kau pun juga seharusnya paham, jika yang kau jadikan bud-maksudku mainanmu adalah putraku. Jadi mau tidak mau aku akan merebutnya darimu walaupun itu aku harus berhadapan dengamu dan meratakan kerajaanmu!"tekan saber

.

.

.

Hari pun berganti malam. Angin dingin begitu menusuk tulang dan juga terasa sangat mencekam. Tak ayal banyak warga memilih untuk tinggal didalam rumah maupun keluar untuk mencari makanan dan minuman hangat. Musim kemarau seperti ini selalu tak seimbang dengan cuaca pada waktu malam hari. Jikalau malam hari begitu terik dan menyengat, maka beda pula dengan waktu malam. Begitu dingin dan juga tak ayal mendatangkan penyakit ringan maupun penyakit pada umumnya.

Setelah kejadian tak terduga bertemunya kembali kedua raja berbeda masa itu dalam insiden persembahan yang sedang kisruh-kisrunya membuat pengawal kerajaan memperketat penjagaan atas permintaan raja Gilgamesh. Terlebih sang sahabat karib kumat akibat penyakit atau bisa dibilang kutukan yang menimpanya terus menggerogoti sedikit-sedikit tubuhnya.

Yah, kutukan itu tak lain adalah akibat tak kesengajaan Gilgamesh dan enkidu melanggar sesuatu larangan para dewa. Suatu insiden yang membuat si kuat enkidu, tangan kanan raja terkulai tak berdaya diatas tilam kamar pribadinya.

Tubuhnya yang begitu perkasa dan juga kuat seperti Gilgamesh kini mulai ringkih dan kurus akibat kutukan yang terus mengikis jiwannya. Dan hanya menunggu waktu untuk enkdu melepas semua penderitaannya itu. Dan akibat itulah emosi sang raja uruk sering meledak-ledak tanpa ada yang bisa mengendalikan kecuali sang sahabat karib, hingga berakibat sampai kerakyaknya dan juga kerajaannya.

Selain itu…

"tunggu dulu?"

"eh? Ada apa sa – maksudku ayahanda?"

"jadi si bodoh itu begini akibat sahabat karibnya itu? Apa tidak ada yang bisa menolongnya, dan kudengar kalau tabib istana itu begitu ampuh dan mujarab?"tanya arturia menopang dagu.

"hmzzz, aku kira itu diluar kemampuan mereka ayahanda. Lagi pula itu adalah kutukan dari para dewa, dan itu mustahil untuk disembuhkan"ujar morderd sedih.

"apa kau kenal orang bernama enkidu itu?"

"eh? itu – itu, eh ak – aku hanya bertemu sekali dengannya. Selain itu mungkin aku berhutang nyawa padanya dulu"

"heee? Benarkah, coba kau ceritakan padaku apa yang terjadi?"tanya arturia mengoda putranya.

"ah, a…ayahanda j…jangan mengodaku dong. Huft…"_

"baiklah-baiklah. Lalu memangnya kenapa, sampai kau berhutang nyawa padanya haaa?"

"itu karena dulu beliau menyelamatkanku dari terkaman singa liar waktu aku mencari ramuan obat didekat hutan, tempanya jauh dari kerajaan. Dan kebetulan tuan enkidu juga sedang berburu dengan yang mulia Gilgamesh. Saat itulah aku beruntung bisa bertemu dengan orang yang begitu baik mau menolongku. Selain itu dia juga mengajarkanku cara untuk menjinakkan binatang buas dan liar. Dia orang yang ramah dan juga tampan, tak seperti sahabatnya yang sombong dan angkuh. Sangat berbeda sekali dengan si Gilgamesh itu"jelas mordred sambil memperagakan kejadianya dan membuat arturia tersenyum kecil.

"hihihi, dasar kau ini. Lalu sebab itu kau selalu mengagumi sosoknya?"

"eeeh? Bu – bukan begitu, aku – aku hanya ingin membalas kebaikannya saja ayahanda. Setelah tuan enkidu sakit, keceriaan di kerajaan juga sedikit demi sedikit menghilang. Begitu pun nafsu dan juga keditaktoran si Gilgamesh itu semakin menjadi-jadi. Aku, aku hanya ingin membalasnya walau sekali ayahanda, entah itu hanya terima kasih atau melihatnya itu sudah cukup buatku. Walau aku sangat tidak suka si Gilgamesh itu, tapi sebagai sabahat dia juga merasakan hal yang sama sepertiku jika melihat tuan enkidu begitu menderita setiap hari"jelas morderd dengan raut murung.

SRAK…

"ah – badanku lelah sekali hari ini. Kau tau? Marathon sampai ke dalam kerajaan itu sungguh melelahkan mordred, jadi kau harus terus berlatih dan menjadi lebih kuat! Kau paham!?"

"I – iya. Ayahanda. Maafkan aku sudah merepotkanmu"

"ah, sudahlah. Kaukan putraku jadi wajar kalau aku khawatir. Mengenai ceritamu tadi, kurasa aku bisa membantumu dan mewujudkan keinginanmu itu"pancing arturia.

Mendengar ucapan dari sang ayah, bagaikan siraman air dari surge yang membuat hatimordred kembali segar dan juga berstamina.

"be – benarkah ayahanda? Bagaimana caranya? Katakana padaku?"ujar mordred kegirangan.

"kau harus menjalani latihan bersamaku sampai kau siap untuk kembali dan menemui si enkidu itu. Kau taukan kalau si bodoh itu tidak akan membiarkan siapapun menemui sahabatnya. Jadi kau harus bertambah kuat untuk meyakinkannya dan juga melawannya"jelas arturia.

"apakah, apakah aku bisa melakukannya? Ayahanda?"

SRET…

GREB…

Arturia pun memeluk putranya itu dan coba menenangkannya, mengelus kepalanya yang tak sampai dagunya itu dengan lembut.

"kau…pasti bisa putraku. Yakinlah akan kemampuanmu"

"iya ayahanda"

Dan pembicaraan antara anak dan ayah itu pun diakhiri akibat malam yang telah mendominasi. Membawakan sejuta kerinduan disetiap hembusan angin yang menepar melewati celah-celah jendela. Sepoi beraroma khas musim kemarau menyerbak seluruh kerajaan uruk, pertanda esok hari akan begitu cerah. Membiarkan sang bulan terjaga diatas singgasananya yang agung tanpa gangguan nakal sang awan. Dan hanya taburan bintang sang kawan yang selalu menemaninya.

.

.

.

.

.

Seminggu lebih telah berlalu atas insiden tak terduga itu. Gilgamesh hanya berfokus kepada sahabatnya walau hatinya sangat merindu akan sosok pujaan hati yang tiba-tiba datang dihadapannya beberapa minggu yang lalu. Namun, ia menepis rasa kerinduan itu dengan memfokuskan diri kepada sahabatnya, yang makin hari semakin melemah. Semua obat dan tabib sudah Gilgamesh coba untuk menyembuhkan kutukan itu dan hasilnya selalu nilih.

Bahkan Gilgamesh tidak segan-segan membunuh pelayannya jika ada suatu sedikit saja kesalahan karena tidak melayani sahabatnya dengan benar. Dan itu membuat stress Gilgamesh setiap hari, dan ia selalu melampiaskannya dengan mabuk-mabukan dan bermain bersama wanita-wanita sesembahannya di harem.

Dan pagi ini Gilgamesh yang masih tertidur dengan posisi dikelilingi oleh para wanita-wanitanya harus membuka mata dengan sangat berat hati menerima laporan dari prajurit elitnya. Sang prajurit berkata kalau yang mulia Gilgamesh kedatangan tamu dari negeri lain dan ingin singgah sebentar di kerajaan uruk.

Dan seperti biasa, tanpa rasa malu ia menyuruh sang prajurit untuk membawa sang tamu tersebut ke harem dan ingin bertemu langsung ke hadapannya. Jika dilihat memang ini tidaklah sopan, tapi hei? Yang kau temui adalah seorang raja yang berkuasa dan begitu bernafsu dan selalu mengklaim itu adalah miliknya. Dan para wanita yang mengelilingi Gilgamesh pun ikut mengoda tuannya bak kucing yang merayu untuk diberi makan. Gilgamesh sendiri toh tidak keberatan jika tubuhnya digerayani oleh para wanita jalang ini. Terlebih tubuhnya hanya ditutupi oleh selembar kain berwanya merah yang menjadi penghalang dibagian bawah perutnya. Sedangkan wanita-wanita mainan itu hanya merayu tubuh yang terekspo tanpa penghalang dan mendesah keenakan.

DRAP…

DRAP…

DRAP…

SRAK…

SRAK…

Suara dari derap beberapa orang yang menuju ke harem istana begitu terdengar mengema. Orang-orang serta pelayan istana pun tak luput untuk menyaksikan siempu yang datang ke harem ini. Jarang sekali ada orang lain selain warga istana sendiri yang datang dengan undang yang mulia Gilgamesh.

Terlihat asing hingga membuat para pekerja secara terpaksa menghentika kegiatannya untuk melihat siapa gerangan tamu dari sang majikan.

CKLEK…

CRIIEEEETTTT… BLAAMM!

Suara pintu utama kamar dari sang raja telah terbuka. Menampakan pemandangan yang begitu menawan karena ruangan tersebut adalah tempat yang terbuka dan hanya ada langit-langit yang menutupinya. Bau semerbak dari bunga segar serta dupa bisa tercium aromanya sampai didepan pintu. Wanita-wanita cantik dan seksi begitu lalu lalang dan sedang bermanja-manja disana.

Orang lain pasti bisa menebak kalau ini adalah harem sang raja yang terdapat banyak selir dan juga wanita-wanita pengibur pilihan dari sang pendeta sendiri untuk dipersembahkan.

DRAP…

Mereka akhirnya sampai disebuah tilam besar yang berselambu beludru sutra bewarna merah. Salah satu wanita membuka penutup itu, hingga tampak siapa gerangan yang ada disana.

"hm, dimana para anjing kampong itu.? Apa kau lupa membawanya? HAHAHAHA"ejek Gilgamesh dengan sinis.

"mereka ada disini yang mulia. Silakan tuan"ucap seorang kepala penjaga.

TAP…

Salah seorang berpakaian zirah armor maju untuk memperkenalkan diri. Gilgamesh yang pertama kali melihat zirah itu, bertanya-tanya siapa gerangan yang bersembunyi di dalam zirah bertanduk banteng itu?

"siapa kau anjing kampung? Dan apa-apaan zirahmu itu, membuatku tertawa saja. Kau pikir ini sedang dimedan perang? Atau kau ingin menantangku?"tanya Gilgamesh.

SRAK… TRAK… TRAK… BHESHHH… TAK… TAK…

Suara dari pelindung kepala yang terlepas secara otomatis akibat dialiri mana, membuat semua orang disana tertegun dan bertanya siapa gerangan dia sebenarnya.

"Namaku sir mordred pendragon, putra dari raja kesatria arthuria pendragon, dari britania raya. Kedatanganku kemari adalah menemai Ayahandaku yang punya urusan sesuatu denganmu, wahai Raja Pahlawan dari uruk, Gilgamesh"

'bukankah dia gadis yang waktu itu? Tapi kelihatannya ia terlihat berbeda dengan beberapa minggu yang lalu? Selain itu AYAHANDA? Urusan denganku? JANGAN-JANGAN?'batin Gilgamesh mencerna perkataan orang yang ada dihadapannya itu.

TAP…

Salah seorang lagi maju untuk memperkenalkan diri. Melihat itu Gilgamesh mau tak mau harus berdiri dari tempat favoritnya untuk memastikan kalau dugaannya benar.

GRAGH… SRAK… TAK… TAK… BHESHHH… DAK… DAK…

SRET…

"Selamat pagi raja pahlawan, Gilgamesh. Sudah lama kita tidak berjumpa. Dan ah, kulihat kebiasaanmu sama sekali tidaklah berubah"

'SABER…?!'

"hn, kedatanganku kemari hanya mengunjungi kerajaan dari mantan musuhku saat perang HOLY GRAIL dulu, dan juga ingin menyampaikan sesuatu padamu."jelas arturia.

'bagaimana bisa ia ada disini? Dan ia begitu berbeda saat pertama kali kita bertemu? Dia…dia begitu berwibawa dan juga dewasa'

"oh, dan perkenalkan namaku adalah arthuria pendragon, raja kestria dari britania raya. Walau kau sudah tau siapa aku, agaknya tidak sopan jika seorang tamu tidak lebih dulu memperkenalkan diri"ungkap arturia. Melihat itu mordred hanya tersenyum sinis melihat raja uruk tertegun melihat penampilan berbeda ayahandanya.

"ah~saber, sudah lama sekali ya? Kau terlihat begitu cantik seperti waktu kita pertama bertemu. Aku suka wajah keputusasaanmu itu. Sungguh seperti yang aku inginkan"cerca Gilgamesh menuruni tilam.

"aku kemari bukan untuk mengunjungimu saja raja pahlawan, sebaliknya aku ingin mengajukan beberapa kesepakatan denganmu"

"aaahhh~sifatmu tetap saja dingin jika kuajak bicara. Kalau begitu katakana saja apa maumu raja kesatria? Apa kau ingin menjadi istriku? Lamaranku beberapa puluh tahun lalu saat holy grail masih berlaku hingga saat ini"goda Gilgamesh dengan senyum licik.

"KURANG AJAR, BERANINYA KAU – "

"hentikan mordred. Kita kemari bukan untuk berkelahi, ingat tujuan kita kemari. Terlebih kita diburu waktu untuk persiapan ritual"jelas arturia.

"kheh, kalau saja bukan ayahandaku yang meminta sudah aku bela kepalamu itu"ujar mordred menyarungkan pedangnya.

"cih, dasar anjing kampung. Hei saber, kau yakin menjadikan anjing kampung ini sebagai putramu? Kurasa pikiran tidak warasmu sama sekali tidak berubah sejak dulu, dan aku suka itu"

"hn, sudahlah raja pahlawan kau juga tidak berubah. Tetap brengsek dan juga bodoh persis dengan waktu kita pertama bertemu. Selain itu aku ingin mengajukan sebuah tawaran padamu, lebih tepatnya 3 tawaran"ucap arturia mulai serius.

"baiklah-baiklah. Jadi katakan, apa maumu wahai calon pengantinku?"kata Gilgamesh sambil menegak anggur favoritnya.

Arturia dan juga mordred saling berpandangan.

"aku menawarkan cara agar temanmu, tuan enkidu bisa sembuh dari kutukan yang ia derita"titah arturia, membuat suasana ruangan itu menjadi sunyi sekaligus.

Gilgamesh yang mendengar kata tersebut meluncur dari bibir indah wanita idamannya itu hanya bisa terpaku terdiam. Bahkan wanita-wanita penghibur pun juga ikut terdiam, begitupun para pengawal dan pelayan yang notabe masih disana.

"HAHAHA, itu mustahil dilakukan. Hei kau wanita aneh, bagaimana kau bisa menyembuhkan kutukan yang bahkan para dewa dan tabib sekaligus tidak satu pun dapat melakukannya?"tanya seorang wanita penghibur dari atas tilam.

"kau benar, itu mustahil dilakukan. Selain itu siapa kau? Berani-beraninya berkata seperti itu kepada yang mulia? Lebih baik kau pergi daripada menjadi penghambat kesenangan yang mulia"timpal wanita yang lain.

Bisikan dan cercaan silih mengalir dan itu semua menuju kearah arturia. Si empu yang dicela hanya bisa diam tanpa melawan. Bahkan mordred yang biasanya temperamental pun ikut diam setelah diberi intruksi dari ayahnya.

"HAHAHA, dasar wanita – "

"apa bisa?"

"eh?"

"apa bisa kau – kau melakukannya raja kesatria?"ujar Gilgamesh meyakinkan.

"hn. Aku akan menunjukkannya jika itu membuatmu ragu. Namun, aku memiliki 3 permintaan sebelum aku melakukannya"jelas arturia.

"baiklah raja kesatria, permintaanmu akan aku kabulkan. Dan jika kau sampai berbohong, maka aku tidak akan segan-segan menghabisimu walau sebenarnya aku juga mengiginkamu"jelas Gilgamesh.

"menyerang raja didalam keadaan terlemahnya itu adalah hal yang pengecut raja pahlawan. Dan itu bertentangan dengan prinsipku. Lagi pula, membohongimu itu sangatlah perbuatan yang membuang waktu."ujar arturai bermuka masam.

"kalian semua pergilah tinggalkan aku bersama tamuku disini"titah Gilgamesh.

Semua orang pun meninggalkan ruangan tersebut atas perintah raja Gilgamesh. Disana hanya terdapat 3 orang yang masih terdiam menunggu suasana terkendali.

"mordred, sudah kau pasang penghalangnya?"

"sudah ayahanda"

"bagus. Kalau begitu dengarkan aku raja pahlawan. Aku akan mengatakan ke 3 syarat tersebut secara langsung padamu"

.

.

.

.

.

"aku akan mengatakan ke 3 syarat tersebut secara langsung padamu. Yang pertama, aku ingin semua status yang melekat di diri mordred kau hapus dan dihilangkan. Entah itu sebagai rakyamu atau apalah, aku ingin agar kau menghapusnya"

"setuju"

"yang kedua, jangan pernah kau ikut campur dalam setiap masalah yang kami lakukan. Jika pun aku dan putraku dalam bahaya sekali pun jangan pernah mengurusi urusan kami"

"apa? Apa kau bercanda? Mana bisa aku melihat permaisuriku dalam bahaya begitu saja, aku – "

"apa kau menolak?"dan ucapan itu menjadi skakmat untuk Gilgamesh.

"cih, baiklah aku setuju"

"bagus. Lalu yang ke tiga adalah…"

"?"

"akan aku katakan disaat kita bertemu tuan enkidu"

"kalau begitu baiklah saber. Dan sekarang aku ingin menagih janji atas kesembuhan temanku"

"baiklah."

"ikuti aku, kita akan ke kamar enkidu."

"baiklah kalau begitu mari"

.

.

.

.

.

'jadi benar kalau di sebenarnya hanya mengedepankan keselamatan sahabatnya. Memang teman yang baik. Walau di begitu brengsek, setidaknya ia begitu setia kawan'pikir arturia.

'kuharap apa yang kau katakana benar arturia. Aku sangat bahagia mendengar kau bisa menyelamatkan sahabatku, terlebih lagi itu ucapan langsung darimu. Benar-benar wanita yang menarik. Tidak salah jika aku tergila-gila padamu, wahai calon permaisuriku'batin Gilgamesh.

'tuan enkidu, akhirnya aku bisa bertemu lagi dengamu. Hanya ini yang bisa aku lakukan, aku harap ayahanda bisa melakukannya dan bisa melihatmu sehat kembali'pikir mordred.

Ke tiga orang itu larut dalam pikiran masing-masing saat berjalan dilorong dimana ruangan enkidu berada. Istana uruk begitu indah jika dilihat, bahkan arturia tampak menikmati pemandangan yang disuguhkan dari atas istana ini.

Tak lama kemudian mereka sampai didepan pintu emas bergambarkan seekor domba bertanduk yang menghiasi pintu yang ukurannya cukup besar itu.

"ini adalah ruangan enkidu berada. Dan hanya aku dan orang terpilih saja yang boleh memasukinya kuharap kalian bisa mematuhi beberapa aturan disini"jelas Gilgamesh.

Arturia dan mordred mengangguk paham atas apa yang diberitahukan si raja pahlawan. Dengan kekuatan sang raja, pintu itu terbuka dengan sendirinya dan tampaklah ruang yang cukup besar dan sedikit gelap. Hanya lampu dari minyak yang menjadi penerang diruangan itu.

Mereka pun memasuki ruangan tersebut tanpa suara, agar sang empu yang menempati tidak terganggu. Tak jauh dari sana terdapat sebuah tilam berukuran besar dan dihiasi kain beludru sutra bewarna hijau serta beberapa tumbuhan merambat yang ikut menghiasainya. Dan tepat diatas tilam terdapat sosok tubuh manusia yang sedang terlelap dengan damainya dengan kedua tangan berada diatas tubuhnya.

'tuan enkidu?'batin mordred setelah melihat orang yang ia cari selama ini.

Dengan perlahan mereka mendekati tilam dimana enkidu sedang tertidur. Terlihat begitu tenang, namun yang menjadi pusat perhatian arturia dan mordred adalah sebuah tanda hitam yang mencuat diantara leher enkidu. Terlihat bewarna hitam kebiruan, layaknya sebuah memar.

"perkenalkan, dia sahabatku enkidu. Kalian bisa melihat kalau kutukan itu cepat sekali menyebar dibagian tubuhnya dan tidak satu pun yang bisa mengobatinya"jelas Gilgamesh.

"dan kuharap apa yang kau katakan benar raja kesatria, dan jikalau benar. Aku tidak bisa membayangkan betapa berterima kasihnya aku padamu"ujar Gilgamesh memandang arturia.

"ucapan terima kasihmu bisa kau ucapan nanti setelah tuan enkidu sembuh dan kami berdua telah meninggalkan negerimu. Selain itu, sebenarnya bukan akulah yang akan mengobati sahabatmu itu."kata arturia menjelaskan.

"apa maksud ayahanda?"tanya mordred sedikit terkejut.

"benar, raja kesatria? Apa maksudmu? Jika kau bukan yang mengobati, maka siapa gerangan dia?"sahut Gilgamesh.

"dia adalah utopia milikku, AVALON"

"APA"kata mordred dan Gilgamesh bersamaan.

"bukankah itu hanya dunia dimana semua mahluk telah mati? Dan jika kita memasukinya maka –"

"ahahaha, ya ampun putraku. Jadi kau percaya kisah dongeng yang aku ceritakan dulu. Sebenarnya Avalon itu bukanlah sebuah tempat, melainkan sebuah pelindung"kata arturia sambil tersenyum.

"sebuah pelindung?"

"jadi benar, kalau Avalon itu sebuah pelindung yang ke lima elemen sekaligus tidak dapat menembusnya?"kata Gilgamesh.

"kau benar raja pahlawan. Avalon adalah pelindung dari Excalibur, dan pelindung itulah yang akan memurnian kutukan serta tubuh tuan enkidu yang sudah teracuni kutukan yang menimpanya"kata arturia dengan serius dan dijawah anggukan dari mordred dan Gilgamesh.

"kalau begitu, bisa kita mulai?"kata arturia.

"baiklah raja kestria silakan"jawab Gilgamesh.

Dan arturia pun mendekati enkidu dengan berjalan disisi ranjang. Setalah itu ia mulai mengatupkan kedua tangannya. Dari katupan itu keluarlah cahaya keemasan yang menyilaukan mata hingga membuat mordred dan Gilgamesh menutupi kedua matanya dengan tangan mereka karena cahaya yang terlalu menyilaukan itu.

Tak lama cahaya itu berangsur-angsur menghilang dan sebuah benda bercahaya muncul dihadapan arturia. Benda itu melayang tanpa beban didepan arturia. Terlihat seperti sebuah sarung pedang yang berukuran besar. Berukirkan sangat indah dan terlihat seperti baru. Terlihat halus dan juga membuat siapa saja ingin menentuhnya.

"mordred, kemarilah nak"

Mordred yang mendengar suara ayahnya memangil pun secara otomatis segera beranjang ketempatnya.

"ada apa ayah?"

"ayah pikir, yang pantas meletakkan Avalon ke tubuh tuan enkidu adalah kau."

"kalau begitu baiklah ayah"sahut mordred patuh.

Morderd pun dengan hati-hati mengambil alih Avalon dan perlahan memegang sarung pedang legendaris ayahnya itu.

'halus sekali? Dan sangat ringan. Dan ukirannya juga sungguh menajubkan, selain itu aura yang dipancarkan begitu kuat dan juga sangat murni. Aku merasakan tubuhku begitu bertenaga setelah menyentuhnya'batin mordred.

Setelah mengambil alih Avalon dari hadapan arturia, mordred pun dengan perlahan meletakkan Avalon didepan tubuh enkidu. Dan menjatuhkannya. Ajaibnya sarung pedang itu langsung masuk dan lenyap didalam tubuh enkidu. Terlihat reaksi yang luar biasa setelah Avalon memasuki tempat barunya. Enkidu yang semua begitu pucat dan juga kurus, kini perlahan telah berisi kembali dan segar layaknya orang sehat.

Namun bagian kutukan begitu lamban aka kesembuhannya karena memakan waktu untuk memurnikan kutukan yang memiliki kekuatan besar itu.

Perlahan enkidu pun juga tersadar dan mendapati mordred berada tepat di atas wajahnya, dan spontan membuat si empu terbangun hingga membuat mereka tak sengaja kepala mereka bertabrakan cukup keras.

DUAAGGGHHH…!

"HUAAAHHH, SI – SIAPA KAU?"

"aduh – duh. Kau ini bagaimana sih? Dasar!"maki mordred.

"k – kau itu yang bagaimana, sembarangan menyelinap dikamar orang"bela enkidu.

"ENKIDU! Kau sudah sadar? Syukurlah"ujar Gilgamesh langsung menuju ke tempat sahabatnya.

"gil? GILGAMESH? Hai, lama tak bertemu. Kemana saja kau?"tanya enkidu dengan muka polos.

DUAAGGHH…

"APA-APAAN KAU INI? KAU ITU YANG SELALU TIDUR TANPA BANGUN-BANGUN DASAR SIALAN, BRENGSEK!"ujar Gilgamesh sambil memeluk sahabat karibnya itu.

"aish, iya maaf-maaf. Sudah membuatmu khawatir. Dan – "ucapan enkidu teralih setalh melihat arturia berdiri tak jauh.

"ah, perkenalkan. Namaku arthuria pendragon dari britania tuan enkidu. Maaf jika kedatanganku menganggu anda"ujar arturia memperkenalkan diri dengan gaya khas eropa.

"eh. I – iya. Namaku enkidu, sahabat sekaligus penasehat dari raja uruk Gilgamesh. Dan – ish, gil sudah pelukannya. Kau pikir aku homo apa, sudah sana menjauh"kata enkidu sambil menorong Gilgamesh yang terusan memeluknya.

"kau ini dasar tidak peka"jawab Gilgamesh.

"apa kau bilang? Aku tidak peka? Dasar kau – bla bla bla "

'ternyata mereka sama-sama lol nya'batin arturia dan mordred bersamaan.

Dan adu mulut pun terjadi akibat insiden kecil itu. Membuat arturia dan mordred sweedrop berjamaah.

"EHERM…"

Deheman dari arturia pun membuat dua sejoli itu berhenti bertika sejenak, dan melihat aura tidak enak yang dikeluarkan arturia karena diabaikan.

"sebelum kami pergi, aku akan menyamapaikan syarat terakhir yang aku ajukan tadi raja pahlawan"ujar arturia serius.

"baiklah katakana!"ujar Gilgamesh.

"syarat yang terakhir adalah kau (tunjuk arturia ke arah Gilgamesh) menjauhlah dariku dan juga jangan kau ganggu putraku. Semua hal tentang yang kami lakukan bukanlah urusanmu, dan apa yang terjadi pada kami juga bukanlah urusanmu. Jadi aku minta kau jangan ikut campur masalah kami"tegas arthuria.

"aku me – "

"jika kau menolak secara paksa akan aku cabut Avalon dari tubuh sahabatmu. Kau pasti tahu kalau sesuatu hal yang dimurnikan harus selesai keseluruhan dan jika itu ditarik paksa maka. Si wadah akan mati karena racun dari kutukan yang tidak stabil. Aku tidak memintamu untuk setuju atau tidak, namun setidaknya menjauhlah hanya itu"jelas arturia membuat Gilgamesh serta enkidu terdiam dengan wajah serius terkejut.

"kalau begitu kami permisi, banyak hal yang harus lakukan. Ayo mordred!"kata arturia.

"TUNGGU RAJA KESATRIA!"

Intruksi dari enkidu pun menghentikan kedua kesatria britania tersebut. Enkidu dengan tertatih pun berjalan ingin mengatakan sesuatu.

"aku berterima kasih karena kau mau meminjamkan Avalon milikmu untuk menyembuhkanku. Dan – "

"itu sudah menjadi kewajiban kami tuan enkidu. Selain itu aku punya hutang budi padamu karena menyelamatkan putraku dari bahaya. Lagi pula membantu raja lain dalam kesusahan adalah hal lumrah"kata arturia membuat enkidu dan Gilgamesh tertegun.

"k – kalau begitu sebagai ucapan terima kasih. Maukah kalian tinggal di istana bersama kami untuk sementara waktu?"tawar enkidu.

Arturia dan mordred saling berpandangan.

"enkidu benar raja kesatria, tinggallah sampai enkidu sembuh. Dan mengenai syarat terakhirmu, aku mungkin tidak bisa mengabulkannya. Namun, aku akan berjanji tidak akan menganggumu lagi dan juga putramu. Selain itu kau adalah tamuku, tidaklah pantas seorang raja tidak melayani raja lain yang sedang bertamu saat ini"cerca Gilgamesh dengan was-was.

Sejenak arturia menimbang dan –

"baiklah raja pahlawan, aku akan menerima undangamu untuk tinggal disini. Lagi pula tidaklah sopan menolah undangan dari seorang raja sepertimu. Dan satu hal lagi, aku ingin mordred yang menjaga tuan enkidu. Mana yang dihasilkan mordred sama seperti mana milikku, jadi kerja dari Avalon akan maksimal jika ia berada didekatnya. Bagaimana morderd kau setuju"ujar arturia.

"eh? b – baiklah ayahanda!"ujar mordred kikuk.

"dan kau raja pahlawan dan juga tuan enkidu?"tanya arturia.

"baiklah aku ijinkan kau sebagai pengawal enkidu"jawab gilagamesh.

"hmzzz, ok lah aku juga tidak masalah dengan itu. Semoga kita bisa berteman baik ya mordre-chan"ujar enkidu dengan gaya polosnya.

"I – iya tu – tuan enkidu"jawab mordred kikuk melihat enkidu tersenyum padanya.

"kalau begitu, kami akan pulang dulu untuk membawa barang kami yang tertinggal dirumah. Mungkin nanti malam kami akan kembali lagi ke istana, sekaligus membawakan ramuan agar tuan enkidu lekas sembuh"jelas arthuria.

"kalau begitu biar aku antar kalian pulang"tukas Gilgamesh.

"tidak usah raja pahlawan, selain itu kau harus menemai tuan enkidu yang baru saja sadar. Itu lebih penting. Kami permisi, ayo mordred!"titah arturia.

Namun sebelum mengikuti sang ayah, mordred melepas sarung tengannya yang dilengkapi zirah dan mulai berjalan ke arah berlainan dari sang ayah. Dan yang ia tuju adalah tempat enkidu sedang berdiri disamping Gilgamesh. Tinggi mordred dan enkidu begitu tak seimbang, walau enkidu selalu memakai daster yang selalu kedodoran namun jika dilihat dari dekat badannya sebenarnya begitu berotot dan juga atletis layaknya pria pada umumnya.

Mordred pun meraih tangan enkidu dan sedikit membukkukan badan layaknya orang meminta maaf, lalu –

CUP

Dengan gentle mordred mencium ujung jari enkidu dengan lembut dan perlahan layaknya seorang pangeran mencium tangan dari seorang putri. Enkidu yang diperlakukan begitu sangat terkejut bercampur malu. Sedangkan Gilgamesh hanya bisa melotot tak percaya dengan apa yang ia lihat.

"sampai jumpa lagi MY LORD enkidu."ujar mordred dengan suara altonya yang membuat siapa saja yang mendengar akan terpesona. Terlebih mordred sedikit mendongakkan kepalanya dengan muka sedikit mengoda. Plus wajah mordred yang memang type tomboy membuat lengkap, kalau dia seperti layaknya seorang pangeran impian.

'di – dia mencium tanganku? Ap – apa? Wajahnya tampan sekali! D – dan' batin enkidu berkecamuk.

"sampai jumpa nanti malam tuan enkidu dan juga kau raja gil-bodoh!"ujar mordred disertai ejekan untuk dilgamesh.

"APA KURANG AJAR KAU ANJING KAMPUNG BERANINYA K – "

"dia menciumku – dia menciumku, tangan ini telah ia cium! Dia telah menciumku – "dan mulailah enkidu begitu amat malu sampai-sampai ia terjatuh akibat tubunya yang lumer. Bahkan wajahnya sudah seperti kepiting rebus karena malu.

Sedangkan Gilgamesh hanya bisa sweedrop melihat sahabatnya begitu lebay sebagai seorang lelaki tulen -_-"

.

.

.

.

.

~:~

~:~:~

~:~:~:~

~:~:~:~:~

~:~:~:~:~:~

SPOILER…

"mulai sekarang raja kesatria dan pangeran mordred akan menjadi tamu utamaku, layani mereka sebaik mungkin"

"berhentilah mengikuti gil ~ "

"kau taukan arturia, aku sungguh mencintaimu dan begitu mengiginkamu, jadilah istriku ~"

"mordred lakukan misi ini sebaik mungkin ~ "

"kau tahu pangeran mordred? Ia tampan sekali ya! Ya ampun, dan sifatnya itu loh…~"

"maafkan aku tuan enkidu, kumohon ~"

"jadilah seorang yang melebihiku mordred, kau pasti bisa ~ "

"Mordred (Arturia) aku, mencintaimu ~ "

"MAAFKAN AKU (AKU) ~"

.

.

.

.

.

Hallo minna-san, akhirnya update lgi crita swonk author, dan maaf jika banyak yang TYPO dan kalimat yang rada ngawur dan asal2an plus gak jelas#Ya2

Hm, maaf karena updnya begitu telat. Mungkin kalian rada2 bingung karena para OTP author begitu OCC. Terutama si gil dan arturia #Yaktul

Memang begitulah ~

Oh ya versi arturia yang author pake adalah versi lancer artoria. Mungkin jika kalian para master FGO pada taukan yang mana? Itu tuh yang gedhe #ups

Btw, karena arturia selalu pake armor jadinya itunya gak kelihatan begitu pun si mordred. Jadi orang-orang awam menganggap mereka itu sebagai laki-laki sungguhan/tulen. Namun ada kalanya mereka berdua buka armor dan menampakan siapa mereka sesunguhnya.

JADI PANTENGIN TERUS FIC SWONK AUTHOR YA #ModusTulus

Sekali Lgi ARIGATOU MINNA-SAN!

Jangan lupa REVIEW plus COMENT bin FAVORITE jika berkenang…

SALAM SWONK!