Waktu berjalan terus, banyak kejadian terjadi selama tim 7 dan tim 12 berada di desa Amegakure. Contohnya saja para genin tiba – tiba meninggalkan Kakashi dan Yumi untuk makan malam berdua. Selama mereka di sana, Yumi dan Kakashi menjadi semakin dekat. Jalan saja pun harus berdua. Di mana ada Yumi disitu pasti ada Kakashi.
Hari ini mereka akan kembali ke desa Konoha. Mereka pamit dengan kepala desa dan langsung berjalan menuju ke desa Konoha.
Hmmmm sepertinya mereka tidak sadar...ayo!"
Kakashi dan Yumi sepertinya sudah sadar ada yang mengikuti mereka sejak mereka mulai berjalan menuju Desa Konoha. Kakashi menatapan Yumi dan Yumi mengangguk. Kakashi memberi kode untuk berhenti. Tentu saja para genin langsung berhenti dan memasang posisi bertahan.
" kalian semua berlindung di belakang kami" Kata Yumi. Dan saat itu juga banyak kunai dan shuriken tertuju ke arah mereka. Tentu saja dengan mudah di tangkis oleh Yumi dan Kakashi.
" huhh seperti yang di harapkan dari Sang Copy Ninja dan Kohashi Yumi" seorang pria bertubuh besar tinggi dan berambut panjang berwarna cokelat tiba - tiba muncul dan diikuti juga sudah ada sekelompok ninja.
" sensei...mereka ini siapa?" tanya Naruto dengan gugup.
" sepertinya mereka mengincar salah satu dari kita" kata Sasuke dalam posisi masih waspada.
" siapa kau? " kata Kakashi dengan nada yang terdengar berbahaya.
" biar kuperkenalkan diriku...namaku adalah Yakuza Shiro." Kata pria itu dengan senyum jahatnya.
" apa maumu hahhh? " tanya Yumi dengan geream.
" mauku? Aku mau dirimu.." sambil menunjuk ke arah Yumi. Sementara itu semua anggota tim 7 dan tim 12 membelalak kaget.
' apa yang dia mau dari Yumi?' pikir Kakashi yang melihat ke arah Yumi.
" apa yang kau mau dariku?" kata Yumi bertanya.
" jawabannya akan kau dapat kalau kau ikut denganku"
" tidak akan kubairkan kau pergi dengan Yumi !" Kakashi sudah berada di depan Yumi.
" Kakashi..." kata Yumi dengan pelan.
" tenang saja...aku akan melindungimu bahkan dengan nyawaku sendiri.." Kakashi menampilkan senyum berarti pada Yumi.
" kalian berenam cepat pergi dari sini..." kata Kakashi dalam posisi waspada.
" tapi senseii..." belum sempat Naruto menyelesaikan kata – katanya, Kakashi langsung memotong pembicaraan.
" tidak ada tapi Naruto...sudah kubilang aku akan melindungi kalian kan?"
" sepertinya aku harus melewatimu dulu Hatake..." kata Shiro dengna senyum meremehkan.
" cepat pergilah!" kata Kakashi. Semua genin pun mengangguk dan langsung berlari menuju ke arah desa.
" Yumi... kau jangan menjauh dariku..." kata Kakashi yang sudah menyiapkan kunai di tangannya.
" baiklahh"
" serang saja mereka" kata shiro ke anak buahnya. Mereka langsung menyerang Kakashi dan Yumi. Terjadi pertarungan yang tidak seimbang dalam jumlah. Namun kemampuan seorang Hatake Kakashi tidak bisa diremehkan. Dia sudah menghabisi tiga orang musuhnya. Dan jangan lupakan seorang Yumi, murid dari Tsunade ini juga tidak dapat diremehkan. Dengan kekuatan yang menegrikan yang diturunkan dari Tsunade dia sudah menghabisi empat musuhnya.
" kalian memang tidak bisa diremehkan" kata Shiro dengan nada yang meremehkan.
saat Kakashi masih bertarung dengan salah satu musuhny, tiba – tiba shiro muncul di depan Kakashi dan berusaha memukul Kakashi. Tapi dengan sharingannya, dia bisa dengan mudah menghindari pukulan tersebut.
" kau tidak waspada Hatake..."
" apa?" ternyata bunshin Shiro sudah berada di belakang Kakashi dan lalu menendang tubuh Kakashi. Akibatnya, Kakashi terpental cukup jauh dan punggung belakang Kakashi terbentur dengan pohon.
" KAKASHI!" teriak Yumi yang melihat Kakashi terpental.
' aku harus menggunakan jutsu itu...' . Yumi menutup matanya dan berkonsentarasi sejenak pada chakranya.
' apa dia berencena menggunakan jutsu itu?' pikir Kakashi yang mencoba untuk bangkit berdiri.
Yumi membuka matanya dan terlihat sebuah mata kanan yang bukan lagi berwarna biru tua melainkan berwarna kuning tua yang bercahaya.
" jadi kau bermaksud menggunakan jutsu itu yaaa?" kata Shiro.
" Shinridoku no jutsu" mata Yumi tambah bercahaya lagi. Shinridoku no jutsu adalah jutsu pembaca pikiran orang lain. Jutsu itu dapat melihat isi pikiran orang lain dengan menatap matanya saja. Jutsu ini memudahkan penggunanya untuk membaca pergerakan musuh.
" huh tidak kusangka kau sudah menguasai mata itu" Shiro kembali menyerang Yumi tapi dengan mudah dihindari oleh Yumi. Tentu saja, itu karena Yumi membaca pikiran Shiro. Yumi bahkan berhasil melayangkan tendangan yang tepa mengenai bagian perut dari Shiro.
" hah ternyata kau sudah mulai kelelahan yaa?" Yumi terlihat terengah – engah. Jutsu ini membutuhkan chakra yang tidak sedikit. 'sial...'.
_,,_
Sementara Yumi dan Kakashi bertarung melawan Shiro, tim 7 dan tim 12 sudah berhasil mencapai Konoha.
" Kotetsu-San, Izumo-San...bisakah kalian memanggil jonin yang lain?"
Kata Sakura dengan nada yang panik.
" ada apa? Apa yang terjadi?" tanya Kotetsu.
"kami di serang sekelompok ninja..." kata Rei.
" kami mohon..." kata Naruto.
" ada apa ?" kata Asuma memandang mereka.
" ituu...Kakashi sensei dan Yumi sensei...sedang bertarung melawan ninja yang menyerang kami" kata Sai.
" dimana mereka?" kata Kurenai langsung. Sasuke menjelaskan dimana posisi mereka diserang tadi.
" kalian laporkan ini kepada Hokage-Sama...kami akan menyusul mereka ke sana" kata Asuma.
" kalian jangan khawatir..." kurenai teresenyum lembut kepada mereka. Asuma dan Kurenai langsung melesat menuju tempat Kakashi dan Yumi.
_,,_
Yumi terlihat kewalahan menghadang serangan Shiro. Itu karena Yumi terpaksa mengnonaktifkan matanya agar tidak kelelahan.
" ternyata tanpa mata kau bukan apa – apa" Kata Shiro mengejek. Yumi tidak sadar ada Shiro di belakangnya sambil membawa seuah katana yang agak pendek. ' bagaimana bisa aku tidak menyadari kehadirannya?' Yumi tidak sempat menghindar. Yumi hanya pasrah sambil menutup matanya menunggu katana itu mengenai dirinya. Tapi rasa sakit yang ditunggu Yumi tidak kunjung terasa. Yumi membuka mata dan melihat seseorang yang sudah ada di depannya ' Kakashiii'
" Kakashi apa yang –" Yumi terhenti melihat sebuah katana tertancap di perut bagian kiri Kakashi.
" cihhh kau mengganggu saja hatake" Shiro menarik katananya dengan kasar.
" arghhh" Kakashi merintih kesaikitan. Kakashi terjatuh berlutut sambil memegang perut bagian kirinya.
" KASHI NO BAKA!APA YANG KAU LAKUKAN"
" melindungimu...tentu saja..." kata Kakashi lemah. Kakashi tersungkur mulai kehilangan kesadarannya.
" Heiiii Kakashii..." Yumi melihat wajah Kakashi yang memucat.
" sepertinya efek racunnya sangat cepat" kata Shiro. Mata kanan Yumi kembali berwarna kuning tua namun kali ini dengan kilatan amarah.
" kau harus mati" kata Yumi dengan nada yang sangat dingin. Yumi menatap tajam mata Shiro. 'sial dia akan menggunakan jurus itu' . Shiro langsung menutup matanya. Sekitar lima ninja datang untuk membantu Shiro.
" kalian semua akan mati" Yumi menatap salah satu ninja itu. Ninja itu berteriak histeris menahan sakit di kepalanya. Tidak terlalu lama ninja itu jatuh dengan mengeluarkan darah dari kepalanya. Yumi kembali menatap ninja yang lainnya dan mereka juga juga bernasib sama dengan ninja yang pertama tadi. Wajah Yumi terlihat kelelahan setelah menggunakan jutsu itu. Dia menjadi tidak waspada dengan kehadiran Shiro yang mau menyerang Yumi.
" bughhhhh"
'cihhh ada lagi yang mengganggu' belum sempat Shiro menyerang Yumi, dia kembali terpental akbat tendangan.
" kau tidak apa –apa Yumi-Chan?" Kata seorang pria dengan rambut hitam dan bekas luka yang sangat tampak di wajah bagian kanannya dan juga hitae ate.
" Obitoo?" kata Yumi cukup kaget. Obito kembali menatap musuhnya itu.
" jadi apa maumu menyerang mereka?" kata Obito datar.
" itu bukan urusanmu" kata Shiro.
" karena Yumi adalah temanku...maka itu juga menjadi urusanku" kata Obito yang melesat menyerang Shiro.
" Yumiiii..." kata seorang wanita berambut cokelat sebahu.
" rinn...sedang apa kalian di sini?"
" kami baru pulang dari misi" Rin langsung melakukan ninjutsu medisnya kepada Yumi.
" daripada kau menyembuhkanku lebih baik kau melihat kodisi Kakashi" Kata Yumi lemah dan juga berusaha menahan tangisnya. Rin langsung menuju tempat Kakashi terkapar. 'racunnya sudah mulai menyebar di dalam tubuhnya' pikir Rin dalam batin.
" OBITOO!" teriak Rin. Obito melihat ke arah Rin dan ia langsung mengerti apa maksud Rin setelah ia melihat keadaan Kakashi.
" si Hatake itu hanya punya waktu beberapa jam saja sebelum racun itu membunuhnya" kata Shir dengan sinis.
" maka dari itu aku akan segera mengakhirimu"
" bolehkah kami membantumu?" kata pria dengan rokok yang menyala di mulutnya.
" tentu saja..." kata Obito menjawab Asuma.
' cihhh...kalau begini aku tidak akan bisa menang...' batin Shiro berkata.
" hnnn kita akan melanjutkan pertarungan kita nanti..." Shiro langsung menghilang dalam kumpulan asap.
" dasar pengecut" Kurenai berkata.
" Heii kalian...kita harus segera ke Konoha..." kata Rin yang masih berusaha mengobati Kakashi.
" Yumi...kita harus segera ke Konoha..." kata Kurenai kepada Yumi
" iya"
" Asuma kau yang bawa Kakashi" perintah Kurenai dan dibalas anggukan oleh Asuma. Mereka langsung melesat menuju ke Konoha.
_,,_,,_,,_,,_,,_,,_,,
KONOHA
mereka berlima langsung melesat menuju rumah sakit mengantar Kakashi.
saat sampai di rumah sakit Kakashi langsung masukkan ke dalam ruang operasi. Di sana dokter yang mengatasi adalah legenda sannin, Senju Tsunade. Mereka menunggu di sana sudah hampir tiga jam namun operassinya belum juga selesai.
" Yumi...kau sebaiknya pulang dan istirahat" Rin menyarankan.
" tidak..aku mas-..."
" Rin benar, kau kelihatan pucat" kata obito menambahkan.
" tenang saja...kami akan menunggu Kakashi di sini" kata Kurenai.
" dan Kakashi juga sudah dalam kondisi stabil" Tsunade menambahkan yang baru saja keluar dari ruang operasi.
" Tsunade Shisou" kaa Yumi.
" kau pulang dan beristirahatlah dulu...kau terlihat sangat berantakan"
" baiklah Shisou" kata yumi langsung pergi dengan langkah yang berat.
" bagaimana ini bisa terjadi?" tanya Tsunade.
" entahlah...tapi yang pasti orang yang mnyerang mereka bernama Yakuza Shiro" kata Obito.
" Yakuza Shiro katamu?" tanya Tsunade cukup kaget.
" benar Tsunade-Sama"
" memangnya ada apa Tsunade-Sama?" tanya Asuma.
" Yakuza Shiro adalah salah satu ninja buronan yang tergabung dalam organisasi Yamguchi. Mereka itu salah satu organisasi yang berusaha menguasai seluruh dunia shinobi" jelas Tsunade.
" kita akan melaporkan ini besok kepada Hokage" lanjut Tsunade lagi.
"obitooo-Niiii" teriak Naruto yang berlari menuju Obito.
" bakaa jangan teriak – teriak di rumah sakit" kata Obito dan menjitak kepala Naruto.
" kalian ke sini pasti ingin menjenguk Kakashi Sensei?" tanya Rin. Ternyat Naruto tidak datang sendirian, anggota tim 7 dan 12 juga turut serta menjenguk Kakashi.
" Rin-San...bagaimana keadaan Kakashi Sensei?" tanya Sakura.
" Kondisi Kakashi sudah stabil kok...kalian tenang saja"
" kalian bagaimana?apa kalian baik – baik saja?" tanya Kurenai dan di jawab anggukan.
" apa kami boleh masuk ke dalam?" tanya Rei.
" untuk hari ini biarkan Kakashi Sensei istirahat dulu. Lagipula Kakashi Sensei baru selesai di operasi" kata Rin.
" apa boleh buat...kami akan kembali lagi besok" kata Kana.
"ya sudah kami pulag dulu. Ja neee" kata Naruto sambil melambaikan tangannya.
_,,_,,_,,_,,_,,_,,
APARTEMEN YUMI
Yumi memandang langit – langit kamarnya. Dia sangat mencemaskan Kakashi. Namun ada satu hal lagi yang mengganggu pikirannya. 'jutsu apa itu?' pikir Yumi.
" tenang saja...aku akan melindungimu bahkan dengan nyawaku sendiri..." kata – kata itu...kata yang membuat Yumi merasa aman dn juga membuatnya khawatir. Entah kenapa, Yumi merasakan sakit di dadanya ketika tahu kalau Kakashi terluka melindunginya.
"KASHI NO BAKA!APA YANG KAU LAKUKAN?"
" melindungimu...tentu saja..." tanpa sadar butiran air matu jatuh dari mata biru tua Yumi.
" hiks...hiks...baka Kashi..."
Time skip
Sinar mentari masuk menyinari kamar Yumi dan membangunkan Yumi dari tidurnya. Yumi langsung bersiap – siap karena hari ini dia ingin mengunjungi seseorang yang berharga baginya.
_,,_,,_,,_,,_,,_,,_
RUMAH SAKIT KONOHA
Yumi berjalan menyusuri koridor rumah sakit dengan harapan dapat melihat wajah Kakashi.
" permisii...umm pasien bernama Hatake Kakashi ada di ruangan mana?" tanya Yumi pada resepsionis.
" tunggu sebentar...pasien Hatake Kakashi berada di ruangan nomor 212" jawab resepsionis.
" ahhh...terima kasih" Yumi langsung menuju ke ruangan tempat Kakashi dirawat.
"Yumi? Kau mau mengunjungi Kakashi?" tanya Tsunade yang tidak sengaja berpapasan dengan Yumi.
" iya...kemaren aku belum ada menjenguknya"
" kebetulan juga aku ingin ke kamar Kakashi" Tsunade tersenyum ke arah Yumi dan mereka berjalan sama – sama menuju kamar Kakashi. Saat sampai di ruangan 212, terlihat seseorang dengan rambut berwarna keperekan sedang tertidur pulas. Yumi melihat wajah Kakashi yang begitu damai dalam tidurnya.
" Shisou...bagaimana keadaan Kakashi?" tanya Yumi dengan lirih.
" tenang saja...dia baik – baik saja...tapi dia membutuhkan istirahat lebih lama lagi" kata Tsunade. Yumi hanya tersenyum lemah mendengar jawaban Tsunade.
" Yumi...kau tidak perlu merasa bersalah" kata Tsunade sambil memegang bahu Yumi.
" kalau saja aku bisa melindungi diri sendiri...Kakashi tidak akan terluka " kata Yumi sambil meneteskan air matanya. Tsunade akhirnya meninggalkan Yumi sendiri di dalam ruangan itu.
Yumi duduk di samping ranjang Kakashi. Yumi memegang tangann Kakashi yang tertidur pulas. 'kashi no bakaaa'. Yumi mengalihkan perhatiannya ke wajah damai Kakashi yang tertidur pulas. Rambut silver yang berantakan dan bekas luka di sekitar mata kirinya itu membuat Yumi betah melihatnya terus menerus. 'kau tau Kashi...kau itu mempunyai pesona yang membuatku ingin terus memamndangimu'.
Sudah beberapa lama Yumi berada di kamar itu sampai Yumi juga ikut tertidur di samping Kakashi.
sreekkkk suara pintu yang terbuka membuat Yumi langsung terbangun dari tidurnya.
" Obito...Tsunade Shisou"
" seperti dugaanku...kau masih di sini" kata Tsunade yang tersenyum ke arah Yumi.
" kau tidak apa – apa? Matamu terlihat bengkak" tanya Obito dengan penuh rasa khawatir.
" aku baik – baik saja kok"
"Yumi...bisakah kau ikut kami ke kantor Hokage?" tanya Tsunade dengan serius. Yumi pun mengangguk menjawab pertanyan Tsunade.
" Kalau begitu kami tunggu diluar" Tsunade dan Obito pun keluar dari ruangan. Yumi kembali menatap ke arah Kakashi 'cepatlah sembuh...'.
_,,_,,_,,_,,_,,_
KANTOR HOKAGE
Tok...tok...tok...
" Hokage-Sama..." kata Tsunade sambil memasuki ruangan diikuti oleh Obito dan Yumi.
"kami ingin membicarakan sesuatu Hokage-Sama" kata Tsunade tanpa basa basi.
"pasti tentang penyerangan kemarin..." tebak Sang Hokage. Mereka semua mengangguk.
Obito...apa kau tau siapa yang menyerang mereka kemarin?" tanya Hokage.
" namanya adalah Yakuza Shiro, dia salah satu anggota kelompok Yamaguchi. Pemimpin kelompok ini Yamimura Heki. Orang yang menurutku hanya menginginkan kekuasaan dunia" jelas Obito.
" lalu apa hubungannya denganku?" tanya Yumi.
" hubunganna denganmu adalah mereka mau memanfaatkan kekuatanmu" kata Tsunade.
" keluarga Kohashi mempunyai kekuatan dapat membaca pikiran orang...tapi bukan itu saja..." Hokage mengeluarkan sebuah gulungan dan memberikannya kepada Yumi.
Mata Yumi sukses membulat ketika membaca gulungan tersesbut.
" jadi...aku punya kekuatan seperti ini?" tanya Yumi dengan nada yang kurang percaya.
" itu benar...nounai ansatsu no jutsu, jutsu yang dapat membunuh seseorang hanya melalui pikirannya saja. Jutsu ini membutuhkan kontrol yang baik, karena jutsu ini dapat membunuh orang yang berada di sekitarmu keika kau mengaktifkannya" jelas Hokage. Yumi masih dengan wajah tidak percayanya melihat ke arah Hokage.
" bagaimana cara supaya aku bisa mengontrolnya?" Yumi langsung bertanya. Hokage memberikan gulungan lain kepada Yumi yang berisi cara mengontrol jutsunya tersebut.
" Yumi-..." ucapan Obito langsung dipotong.
" aku tidak apa – apa Obito" Yumi memaksakan senyumannya.
" Yumi...kau harus berhati – hati...mereka selalu mengincarmu"
" baiklah Hokage-Sama...ummm bolehkah aku minta satu hal?" Hokage pun mengangguk.
" anda harus merahasiakan ini dari Kakashi..." minta Yumi dengan terpaksa. Hokage hanya menghela nafasnya.
" baiklah..."
" terima kasih Hokage-Sama...kalau begitu saya permisi" Yumi membungkuk ke arah Hokage dan pergi dari ruangan.
" aku mengkhawatirkan mereka berdua" kata Tsunade saat melihat Yumi pergi.
" sepertinya Yumi sudah mulai jatuh hati pada Kakashi" kata Obito.
" kita harus memperhatikan mereka terus...supaya mereka tidak melakukan hal yang bodoh" kata Hokage. 'keadaan akan lebih sulit untuk mereka berdua' pikir Hokage dalam batin.
TBC
maaf karena terlalu lama update...terlalu banyak tugas sekolah...
mohon reviewnya...
terima kasih karena telah membaca
