RUMAH SAKIT KONOHA

Hari ini Asuma, Obito, Rin, Guy dan Kurenai mengunjungi Kakashi di rumah sakit. Sudah tiga hari semenjak penyerangan Kakashi masih belum sadar juga.

"Oh rivalku...kapan kau sadar sihhh?" kata Guy dengan sangat lebat.

" Kau sangat berisik Guy..." kata Kurenai. Yang lainnya hanya tertawa melihat tingkah Guy. Di dalam ruangan mereka hanya mengobrol biasa saja sambil menunggu Kakashi.

" Ohayoo..." suara itu terdengar lemas. Mereka berlima langsung berpaling ke arah sumber suara tersebut.

" ohayoo Kakashi...bagaimana kabarmu?" tanya Obito.

" RIVALKU...!akhirnya kau bangun juga...!" Guy langsung menuju ke samping ranjang Kakashi dan memegang tangannya...seperti seorang kekasih saja -_- (harap dimaklumi...yang kita bicarakan sekarang adalah Guy).

" hey...bisakah kau lepas tanganku...dan aku baik-baik saja sekarang" Kakashi langsung menoleh ke arah Obito.

" Kau ini hobi sekali mengkhawatirkan kami..." kata Rin.

" Dan kau juga merepotkan ku...selama kau sakit aku harus mendampingi anggota geninmu..." kata Asuma dengan wajah yang cemberut.

" jangan lupakan aku yang dipaksa untuk menemanimu..." kata Kurenai melihat ke arah Asuma.

" maafkan aku kalau begitu...tapi kau lihat saja keadaanku sekarang..." Asuma hanya menghela nafas mendengar jawaban dari Kakashi.
Kakashi melihat sekitar ruangannya. Tapi dia tidak melihat seseorang yang ia cari.

" ummm...Yumi mana? Apa dia baik – baik saja?" pertanyaan itu keluar mulus dari mulut Kakashi. Obito hanya tersenyum ke arah Kakashi.

" Kau tidak perlu khawatir...dia baik – baik saja kok" kata Obito.

" Huh syukurlah" Obito tersenyum masam ' Yumi sangat merindukanmu...tapi dia terpaksa tidak datang' dalam batin Obito.

Srekkkk pintu ruangan terbuka dan menampilkan sesosok Tsunade. Mereka yang berada dalam ruangan otomatis menoleh ke arah sumber suara.

" kau sudah sadar...bagaimana keadaanmu?" tanya Tsunade yang melihat Kakashi sudah bangun.

" Selain dari rasa sakit akibat luka di perutku...aku rasa aku baik – baik saja..." kata Kakashi menjawab pertanyaan Tsunade.

" Baguslah...tapi kau jangan terlalu banyak bergerak dulu...lukamu masih belum sepenuhnya kering. Sekarang aku akan memeriksamu" Tsunade langsung melakukan pemeriksaan terhadap Kakashi.

" sepertinya besok kau sudah bisa keluar dari rumah sakit... Bersyukurlah hasil pemeriksaanmu bagus" kata Tsunade.

" kalau begitu kami tinggal dulu Kakashi...sepertinya kau sudah bisa di tinggal sendirian" kata Kurenai tersenyum.

" hn" Kakashi hanya menjawab singkat saja.

" Ja nee Kakashi" kata Obito sambil melambaikan tangannya dan menuju keluar ruangan. Kakashi hanya melihat saja teman – temannya pergi. Kakashi menatap langit sambil memikirkan sesuatu.
' kenapa aku sangat ingin melihat wajah Yumi?'

_,,_,,_,,_,,_,,_

BBQ RESTORAUNT

Asuma, Obito, Kurenai, Guy dan Rin pergi untuk menyantap daging BBQ. Dan disinilah mereka duduk sambil menunggu pesanan mereka datang.

" Hey Obito kenapa kau berbohong dengan Kakashi?mengatakan semuanya baik – baik saja?" tanya Rin. Obito sedikit terkejut dengan pertanyaan Rin.

" Aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya...hanya Yumi yang berhak mengatakannya..." Obito tertunduk lesu menjawab pertanyaan Rin.

" Ada apa?" tanya Kurenai dengan bingung.

" Maaf...aku tidak bisa menceritakannya untuk kalian"

"Lebih baik kau menceritakannya saja kepada mereka..." kata Sandaime Hokage yang tiba – tiba datang.

" Hokage-Sama..."

"Mereka harus tau...karena mereka juga teman Yumi..." kata Hokage tersenyum. Obito mengangguk dan menceritakan semua
tentang Yumi. Tentang kemampuannya. Tentang orang yang mengincarnya. Dan tentang rasa bersalahnya karena Kakashi terluka.

" jadi itu alasan kenapa kita jarang melihat Yumi Lagi akhir – akhir ini..." terjadi keheningan setelah Obito selesai bercerita.

" tidak kusangka Yumi punya kekuatan seperti itu" kata Asuma memecah keheningan.

" kekuatan itu menurun dari ayahnya dan matanya itu merupakan kekkei genkai yang ada di keluarga Kohashi" kata Hokage menjelaskan.

" apa Kakashi sudah tau?" Guy bertanya. Obito hanya menggelengkan kepala menjawab pertanyaan Guy.

" biarkan Kakashi mengetahuinya langsung dari Yumi..." kata Hokage.

" apa akan baik – baik saja?" tanya Kurenai dengan nada khawatir.

" aku yakin merka akan baik – baik saja...mereka sudah saling mengenal sejak mereka di akademi" kata Hokage dengan senyumnya.

"benar juga..." Kata Rin dan yang lainnya juga ikut tersenyum.

Time skip

_,,_,,_,,_,,_,,_

RUMAH SAKIT KONOHA

Tsunade melakukan pemeriksaan terakhir kepada Kakashi yang ingin cepat keluar dari rumah sakit.

" kau sudah bisa keluar dari rumah sakit hari ini" kata Tsunade sambil membereskan peralatannya.

" Ummm Tsunade-Sama?apa kau ada melihat Yumi?" Tsunade menghentikan kegiatannya mendengar pertanyaan Kakashi.

" aku belum melihatnya..." dengan nada yang datar namun menyiratkan kekhawatiran.

" ahh begitu..." terdengar jelas nada kekecewaan keluar dari mulut Kakashi.
' maafkan aku Kakashi...untuk kali ini aku memang benar – benar tidak tau di mana Yumi berada'.

_,,_,,_,,_,,_,,_

Kakashi sedang berjalan menyusuri jalanan Konoha. Angin segar memasuki sistem pernapasan Kakashi setelah lama dia berada di ruangan rumah sakit tersebut.

Saat ini hanya satu yang mengganggu pikiran Kakashi...'YUMI'. semenjak ia bangun, Kakashi sama sekali belum melihat Yumi.

' apa Yumi sedang menjalankan misi? Tapi kan dia jarang sekali mau mengambil misi solo...'. Kakashi masih sibuk dengan pikirannya.

" Kakashi Sensei!" suara Naruto yang begitu nyaring menggema menghamburkan lamunan Kakashi dan langsung menoleh ke arah Naruto.

" ada apa?" tanya Kakashi dengan nada kentara yang malas.

" Sensei sejak kapan keluar dari rumah sakit?kami ini khawatir dengan Sensei..." kata Sakura. Sementara Sasuke hanya berkata 'hn'.

" Itu betulll...karena Sensei di rumah sakit kami jadinya harus latihan sama Asuma sensei" kata Naruto dengan muka yang cemberut.
'jadi Asuma tidak bohong...' pikir Kakashi.

" Ngomong – ngomong kalian ada lihat Yumi Sensei?" tanya Kakashi yang teringat dengan Yumi.

"Yumi Sensei?kalau gak salah Yumi Sensei bilang dia lagi menjalankan misi..." jawab Sakura.

" Oh..." hanya itu jawaban Kakashi. Naruto dan Sakura menyeringai melihat raut wajah Kakashi berubah.

" Sensei merindukan Yumi Sensei?" tanya Naruto dengan seringainya.

" Kalian sepertinya lapar...bagaimana kalau kita makan ramen saja?" kata Kakashi berusaha mengalihkan topik pembicaraan.

"Baiklah...tapi Kakashi sensei yang traktir..." jawab Naruto dengan semangat. Kakashi tersenyum dan hanya mengangguk. Kakashi sangat bersyukur karena ia bisa menghindar pertanyaan dari Naruto tadi. Sasuke yang tadi tertarik dengan pertanyaan Naruto langsung mendengus karena pertanyaan itu tidak terjawab.

'cihhhh dia menghindari pertanyaan itu...' dalam batin Sasuke. pada akhirnya mereka juga pergi ke Ichiraku Ramen.

Time skip

_,,_,,_,,_,,_,,_

Hari ini adalah jadwal tim 7 dan tim 12 untuk latihan. Kakashi berharap hari ini bisa bertemu Yumi.

'semoga aku bisa bertemu Yumi hari ini...'

LAPANGAN LATIHAN 3

Kakashi datang dengan wajah malasnya namun masih dengan penuh harap untuk bisa bertemu dengan Yumi. Namun...apa daya, orang yang dia rindukan masih belum menampakkan batang hidungnya.

" tidak biasanya Sensei datang cepat?biasanya telat..." kata Kana sambil menaikkan sebelah alisnya.

" benarkah?" Kata Kakashi sambil menunjukkan wajah polosnya itu. Kana hanya mendengus kecil saja mendengar jawaban Senseinya itu.

" Neeee Kakashi sensei...Yumi Sensei dimana?dari kemarin aku belu melihatnya..." tanya Rei.

" Aku juga tidak tahu..." kata Kakashi dengan jujur.

" Baik sekarang kita mulai saja latihannya..." kata Kakashi.

Time skip

_,,_,,_,,_,,_

Setelah selesai latihan Kakashi tidak ikut dengan murid – muridnya pergi ke Ichiraku Ramen. Hari ini Kakashi hanya ingin mengunjungi seseorang.

Kakashi berdiri di depan sebuah batu. Di situ sangat jelas tertulis sebuah nama 'HATAKE SAKUMO'.
"Yo...maaf aku sudah lama tidak mengunjungimu...akhir – akhir ini aku sibuk mengurusi tim geninku" Kakashi berbicara sambil memandangi batu tersebut. Butiran air hujan pun mulai berjatuhan.

Kakashi tidak peduli dan masih berdiri di situ.

" Akhir – akhir ini pikiranku hanya tertuju pada satu orang. Dia orang yang sangat menyenangkan, cantik..." Kakashi berhenti sebentar lalu melanjutkan perkataannya.

" Entah kenapa aku sangat merindukannya...aku tidak tahu kenapa...tapi aku sangat khawatir kalau tidak melihatnya walaupun hanya sehari saja." Hujan masih mengguyur deras desa Konoha tapi Kakashi belum beranjak pergi dari tempatnya tadi.

" Aku tidak tau ...tapi rasanya sangat sakit...". Kakashi tersenyum kecut.

" Sepertinya aku harus pergi...kapan – kapan aku akan mengunjungimu lagi...ayah" Kakashi berbalik ingin beranjak pergi.

Kakashi melihat seseorang yang sangat lama di kenalnya, seseorang yang selama ini ia rindukan.

'Yumiiii' Kakashi langsung berlari menghampiri Yumi yang tampaknya juga sedang melamun.

" Yumiii" Kakashi memegang pundak Yumi dan hal itu membuat Yumi tersentak kaget.

" apa yang kau lakukan disini?" tanya Kakashi

" itu bukan urusanmu..." jawab Yumi datar.

"ada apa denganmu?kau sakit?"

" sudah kubilang!itu bukan urusanmu!" Yumi sedikit menaikkan nadanya. Kakashi tertegun dengan jawaban nada dingin dari Yumi.

Namun Kakashi kembali dari lamunannya saat dia melihat Yumi ingin pergi. Kakashi memegang tangan Yumi agar ia tidak jadi pergi.

" hey apa aku ada salah denganmu?" tanya Kakashi. Yumi berusaha menahan tangisnya.
'kau tidak bersalah Kashiii...hanya saja aku harus menjauhimu...'

" katakan sesuatu Yumi..." Kakashi sedikit menaikan nada bicaranya.

" sudahlah...ini tidak ada urusannya denganmu!" Yumi langsung melepas paksa tangannya dan berlari menjauh dari Kakashi yang masih berdiri mematung di tempatnya tadi.
'maafkan aku Kashiii tapi ini harus kulakukan...'

' ini bukanlah Yumi...'.

Yumi duduk termenung di sebuah bangku taman yang nyaman menurutnya. Dia masih memikirkan kejadian tadi saat bersama Kakashi.
' mungkin ini yang terbaik...dia akan membenciku...' Yumi tersenyum kecut.

" ehemmm..." Yumi mendongkak ke atas dan melihat Kurenai berdiri di depannya. Kurenai langsung saja duduk di sebelah Yumi.

" ada apa?kau memikirkan Kakashi?" mata Yumi membelalak kaget mendengar pertanyaan dari Kurenai.

" kau ingin menceritakannya?" tanya Kurenai lagi.

" ummm itu...-"

"kalau kau ingin tempat yang lebih sepi...kita bisa mampir di apartemenku. Lagipula jaraknya dekat kok dari sini" Kurenai langsung berdiri.

"dan aku tidak menerima penolakan..." kata Kurenai dan langsung menarik tangan Yumi. Yumi hanya bisa pasrah dan mengikuti Kurenai.

_,,_,,_,,_,,_,,_,,_

APARTEMEN KURENAI

" aku buat teh dulu..." Kurenai berjalan menuju dapurnya. Saat ini Yumi duduk di sofa ruang tengah.

" ini..." kata Kurenai sambil menaru tehnya di atas meja.

" jadii? Bagaimana?ada yang ingin kau ceritakan?" kata Kurenai langsung tanpa basa – basi.

" kau tauu...menghindar dari Kakashi itu sangat sulit...rasanya ada yang mengganjal..." Yumi berhenti sebentar.

" dan rasanya sakit..." kata yumi sambil mencengkram dadanya.

" tapi kurasa menjauhi Kakashi merupakan hal yang harus kulakukan...supaya dia tidak terluka lagi..." Yumi hanya tersenyum lemah.

" kau tauu...pertama kali dia bangun dia itu mencarimu..." Yumi melihat ke arah Kurenai dengan wajah tidak percaya.

" dia bahkan selalu bertanya tentang dirimu kahir – akhir ini...dia sangat mengkhawatirkan dirimu..." Yumi tertunduk lesu mendengar perkataan dari Kurenai.

" tapi mau bagaimana lagi?aku sudah menolaknya tadi...aku sudah menjauhkan diriku darinya...aku yakin dia pasti sudah membenciku" kata yumi.

" aku tidak yakin dengan ucapanmu..." Yumi sedikit kaget mendengar pernyataan dari Kurenai.

" walaupun kau sudah menolaknya...tapi untuk dirimu...Kakashi pasti akan membuang perasaan bencinya terhadap dirimu..." Yumi tertegun mendengar ucapan Kurenai.

" kenapa?" tanya Yumi. Kurenai hanya teresenyum ke arah temannya itu.

" seperih apapun kau lukai hatinya...Kakashi pasti terus menunggumu...aku yakin itu..." kata Kurenai menjawab Yumi.

" kenapa kau sangat yakin?" Kurenai tersenyum lagi ke arah Yumi

" kau akan tau jawabannya...tapi bukan dariku...nanti kau akan mengetahuinya sendiri..." Kureni melihat senyuman kecut dari Yumi. Kurenai hanya menghela nafasnya.
'seandainya kau sadar Yumi...dengan perasaaanmu sendiri dan juga...perasaan Kakashi...'.

_,,_,,_,,_,,_,,_

Kakashi berbaring di sebuah bangku taman, memandangi langit yang begitu cerah. Memikirkan hal - hal terjadi dalam hidupnya akhir – akhir ini.

" tidak biasanya kau tidak membaca buku mesum itu?" suara berat nan tegas menyapa Kakashi dan membuat dia langsung bangun dari tidurnya.

" Ahhh Hokage-Sama..."

" boleh aku bergabung?" tanya Hokage. Kakashi mengangguk dan Hokage langsung mengambil tempat duduk di sebelah Kakashi.

" Jadi apa yang mengganggu pikiranmu?" tanya Hokage. Kakashi menoleh ke arah Hokage dengan tatapan 'dari mana kau tau?'.

" Kelihatan jelas di wajahmu itu...kau juga sering melamun..." kata Hokage yang mengerti tatapan dari Kakashi itu.

" jadi kelihatan jelas ya..?" kata Kakashi.

" Kau mau menceritakannya?mungkin aku bisa memberimu sedikit nasihat" kata Hokage tersenyum. Kakashi menimbang dulu tawaran dari Hokage.

" Ini tentang Yumi...aku rasa dia seperti menghindar dariku akhir – akhir ini..." kata Kakashi.

" Apa aku punya salah dengan Yumi?... rasanya sangat aneh...aku berada di dekatnya, tapi terasa sangat jauh...bahkan aku merasa tidak bersama dengan Yumi..." kata Kakashi.

" Yumi tetaplah Yumi...tidak akan berubah..." kata Hokage.

" lalu kenapa dia menjauhiku? Aku...aku...dadaku serasa sesak saat dia mencoba menjauhiku..." kata Kakashi lagi.

" Kalau begitu tunggulah...kau hanya perlu bersabar menunggu Yumi yang biasa kau kenal kembali lagi..." Hokage berhenti sebentar, kemudian melanjutkan perkataannya.

"...bersabarlah Kakashi..."

' menunggu?apa aku bisa menunggunya?'. Pikir Kakashi.

" Yakin saja...Yumi akan kembali ke dirinya yang dulu..." kali ini keduanya terdiam hening. Kakashi kembali melihat ke arah langit. Hanya hembusan angin yang terdengar diantara mereka. Hokage menatap Kakashi...
' anak ini...dia sudah tumbuh besar menjadi ninja yang jenius, tapi terlalu bodoh untuk menyadari perasaanya sendiri terhadap seorang wanita...' Hokage tersenyum melihat Kakashi.

" sepertinya aku harus kembali...pekerjaanku tidak akan selesai sendirinya..." Hokage berdiri dan ingin melangkahkan kakinya kembali menuju ke kantor Hokage.

" Sebaiknya kau duluan saja yang bertindak...daripada kau menunggu lama..." kata Hokage sambil berjalan. Kakashi hanya tersenyum menanggapi saran dari Hokage.

' aku akan menunggunya...'

TBC...