Sudah beberapa hari semenjak kejadian Kakashi dan Yumi tersebut. Dan sampai sekarang Yumi masih saja menghindari Kakashi. Bahkan saat mereka latihan Yumi seakan menganggap Kakashi tidak ada. Murid mereka menyadari hal aneh itu. Tapi masih belum ada yang berani menanyakannya. Tidak sampai saat sekarang.
" Kakashi sensei...apa yang terjadi antara kau dan Yumi Sensei?" tanya Sakura dengan wajah yang penasaran.
" apanya yang apa?" Tanya Kakashi balik yang menunjukkan wajah datarnya.
" tidak perlu mengelak Sensei...jelas –jelas kalian jarang ngobrol atau saling mengejek akhir –akhir ini" kata Rei.
" menurut buku yang ku baca, orang yang sering menghindari pertanyaan orang lain pasti mempunyai suatu masalah terhadap subjek yang ditanyakan" kata Sai menjelaskan.
' ternyata kelihatan jelas ya?mereka ini sangat jeli...' Kakashi tersenyum ke arah mereka.
" kami baik – baik saja...memang apa yang kalian kira?"
"kami kira kalian berkelahi atau musuhan...atau ..." Sasuke tidak melanjukan kata – katanya.'atau ada hal yang lain tentang kalian berdua'.
"atau apa?" tanya Kakashi mengetahui kalau perkataan Sasuke belum selesai.
" tidak jadi..." Sasuke langsung menutup mulutnya lagi.
' huhh bahkan Sasuke pun ikut andil dalam pembicaraan ini...sungguh mengejutkan'. Dalam batin Kakashi.
" kalau begitu traktir kami ramen saja...daripada sensei tidak mau memberitahu kami..." kata Naruto dengan seringainya.
" hnn itu betul..." kata Kana mendukung Naruto.
" huhh...baiklah..." Kakashi hanya mendesah pasrah atas permintaan muridnya itu.
Time skip
_,,_,,_,,_,,_,,_
APARTEMEN KAKASHI
Kakashi menatap langit – langit kamarnya. Hari ini ia ingin istirahat setelah berlatih dengan tim 7 dan tim 12. Tapi tetap saja pikirannya tidak memperbolehkan dia tidur. Bagaimana tidak, dia selalu memikirkan Yumi.
'kemana lagi Yumi?kenapa akhir –akhir ini dia sering mengambil misi solo?'. Kakashi terus membolak – balik badannya tidak nyaman.
'aku sudah tidak tahan lagi...'. Kakshi langsung bangkit dari ranjangnya dan pergi keluar dari apartemennya.
' kali ini aku harus berbicara dengannya...'. Kakashi memutuskan pergi menuju ke kantor Hokage, barangkali dia bisa mendapat informsi tentang Yumi.
_,,_,,_,,_,,_,,_
KANTOR HOKAGE
" HOKAGE-SAMA..." Kakashi langsung masuk saja ke ruangan Hokage tanpa mengetuk pintu. Sandaime langsung melih ke arah Kakashi.
" ada apa?" tanya Hokage dengan tenang.
" apa kau bisa memberikan...informasi tentang misi Yumi...kumohon...hanya sekali ini saja..." kata Kakashi dengan nafas yang terengah – engah. Hokage tersenyum mendengar pertanyaan Dari Kakashi.
" apa yang membuatmu sangat ingin tau?"
" aku...aku hanya...aku ingin berbicara dengannya..." . 'dan melepaskan rasa rinduku...'.
" hmmmmm...Yumi sudah kembali dari misinya hari ini...dia baru saja menyerahkan laporan misinya keapadaku..." jawab Hokage santai. Kakashi langsung mengangguk singkat dan langsung pergi dari kantor Hokage.
Sandaime hanya menggelengkan kepala saja melihat tingkah Kakashi, seperti bukan Copy Ninja yang biasa dia kenal yang selalu bersikap tenang. Tetap senyum mengembang di wajah Sandaime.
' akhirnya kau melakukan sesuatu Kakashi...'
Kakashi melompat dari atap satu ke atap yang lain. Berusaha mencari keberadaan Yumi. Pertama dia mengunjungi kedai dango yang biasa dikunjungi Yumi, namun hasilnya nihil. Yumi tidak ada di sana.
Kali ini, Kakashi kembali berlari menuju ke lapagan latihan. Namun tetap, Kakashi tidak menemukan Yumi di sana.
Kakakshi kembali berlari menuju arah taman. Terkadang Kakashi menemukan Yumi di situ. Namun hasilnya tetap sama.
' sial...di mana dia?ayolah Kakashi...berpikir!' terlintas sebuah tempat di mana dia pernah menemukan Yumi tempo hari.
' siapa tau dia ada di sana...' tanpa pikir panjang lagi, Kakashi langsung melesat pergi.
_,,_,,_,,_,,_,,_
PEMAKAMAN NINJA KONOHA
Kakashi melihat ke sekeliling area. Saampai pandangannya tertuju kepada seseorang di sana.
'YUMI...'. Kakashi langsung melangkahkan kakinya mendatangi Yumi.
" Yumi..." suara itu terdengar sangat familiar di telinga Yumi.
'Kakashi...'.
" apa maumu?" Yumi berkta dengan nada yang sangat dingin.
" aku-...aku ingin berbicara denganmu..." kata Kakashi langsung.
" kau sudah berbicara denganku...sekarang lepaskan tanganku! Aku mau pergi..." Kakashi melirik sebentar ke arah batu nisan di depan Yumi 'KOHASHI SEJIROU'
" bisakah kau tidak menghindariku sekarang saja?" Kakashi mempererat genggamannya saat Yumi berusaha melepaskan tangannya.
" lepaskan !" teriak Yumi berusaha melepaskan tapi tetap tidak berhasil.
" aku tidak akan melepaskan tanganmu..." Yumi akhirnya menyikut bagian perut Kakashi. Yang ternyata cukup keras sampai membuat Kakashi terhuyung ke belakang dan terbatuk. Yumi tidak menyia – nyiakan kesempatan itu. Dia langsung pergi menjauh dari Kakashi menuju ke luar desa.
Yumi terus berlari tanpa memperdulikan Kakashi. Atau pedulikah dia?.
tanpa sadar Yumi sudah memasuki area hutan. Akhirnya Yumi berhenti setelah ia sadar bahwa sekelilingnya adalah hutan.
'sial...dimana ini?'.
Srettt...stttt...
suara – suara itu membuat Yumi menjadi waspada dan melihat sekelilingnya.
'apa itu?'. Yumi melihat sekelebat bayang seorang ninja. Yumi langsung meraih kunainya dan memasang kuda – kuda untuk bertarung. Beberapa kunai dilemparkan ke arah Yumi, namun dengan mudah di tangkis oleh Yumi. Beberapa ninja langsung muncul di depan Yumi.
" kau..." kata salah satu ninja itu menunjuk Yumi " kau harus ikut dengan kami..."
" apa untungnya buatku?"
" kau tidak usah banyak bicara Kohashi Yumi...atau kami akan memaksamu"
" kalau begitu paksa saja aku..." tanpa aba – aba para ninja itu langsung menyerang Yumi. 'cihhhh mereka banyak sekali...'.
Yumi terhuyung ke beakang setelah mendapat tendang dari musuhnya itu. Dan saat Yumi tidak waspada ninnja yang lainnya sudah berlari menyerang Yumi.
" Raikiri...! " jurus itu menembus salah satu jantung musuh Yumi.
" Kakashi..." kata Yumi melihat punggung Kakashi. Lagi – lagi Kakashi menyelamatkannya.
" hei...kau tidak apa – apa kan?" tanya Kakahi. Yumi hanya mengangguk singkat.
" kau menganggu saja Copy Ninja..." kata salah satu ninja.
" baguslah kalau begitu..." Kakshi lansung menyerang orang tersebut. Mengaktifkan kembali raikirinya.
Ternyata musuhnya itu lumayan juga, dia bisa menghindari raikirnya dan bahkan memberikan satu pukulan telak di wajah Kakashi yang menyebabkan pelipis kanan Kakashi berdarah.
' dug...' Yumi tiba – tiba muncul dan langsung memukul musuhnya itu. Kakashi mengambil kesempatan itu dan mendartkan chidorinya di jantung ninja tersebut.
" kita harus bekerja sama..." kata Kakashi membelakangi Yumi sambil waspada.
" hn...kau benar " mereka berdua mengamati ninja – ninja yang masih tersisa dan juga sambil mengatur strategi.
"hmmmm...kurasa sekarang aku tau apa kelemahanmu...Kohashi Yumi..." ninja misterius itu melirik ke arah Kakashi dan Yumi yang masih sibuk bertarung. Dia menyungging senyuman jahat dan melesat pergi.
Entah sudah berapa musuh yang dikalahkan Yumi dan Kakashi.
" Ini yang terakhir..." kata Kakashi sambil menarik tangannya dari jantung musuhnya itu.
" mereka...banyak sekali..." kata Yumi dengan nafas yang terengah – engah.
" kau tidak apa – apa kan?" tanya Kakashi dengan nada yang lembut.
" hn" mendapat jawaban dingin dari Yumi lagi membuat Kakashi langsung bergerak medekati Yumi.
" a- apa...apa yang kau lakukan?" kata Yumi sedikit tergagap.
"aku hanya ingin tau...kenapa kau menghindariku..." kata Kakashi dengan nada datar namun tersirat jelas bahwa dia sangat ingin tau.
"..." Yumi hanya menundukkan kepalanya.
" aku tidak tau kenapa kau menghindariku...tapi aku..." Kakashi menggantungkan kalimatnya.
"...tapi aku...aku tidak bisa menghindarimu...aku tidak bisa jauh darimu...aku sangat rindu denganmu Yumi..." saat itu juga air mata Yumi jatuh. Yumi sudah tidak bisa menhannya lagi.
" hiks...hiks...maafkan aku Kashi...aku tidak bermaksud menjauhimu...hanya saja...aku tidak mau melihatmu terluka..." air mata Yumi membasahi pipi Yumi.
" aku- aku ma-..." perkataan Yumi terhenti setelah Kakashi mendaratkan bibirnya ke bibir Yumi. Waktu terasa berhenti bagi mereka. Yumi yang awalnya kaget langsung membalas ciuman dari Kakashi. Setelah beberapa lama mereka saling menjauhkan diri.
Mata Yumi membulat setelah melihat apa yang ada di depannya. Yup...wajah Kakashi tanpa masker. Yumi terdiam memandangi wajahnya yang begitu mulus. Rahangnya yang tegas, bibir yang begitu kissable dan jangan lupa tahi lalat kecil di bagian kiri bawah mulutnya yang memberikan kesan manis. Wajah itulah telah menghipnotis Yumi.
Kakashi tertawa kecil melihat Yumi yang dari tadi terus memandanginya.
" kau menyukai apa yang kau lihat?" kata Kakshi dengan nada sedikit menggoda. Pipi Yumi tambah memerah.
" kau tau...entah kenapa aku tidak bisa jauh darimu...aku takut kehilangan dirimu..." mata Yumi kembali membulat mendengar pernyataan dari Kakashi.
" maafkan aku Kakashi...selama ini aku menghindarimu...aku hanya tidak ingin membuat terluka..."
" kan sudah kubilang...aku akan melakukan apapun untuk menjagamu...dan kau tidak perlu khawatir..." kata Kakashi dengan senyumannya. Yumi membalas senyuman hangat dari Kakashi. Yumi lnasgung memeluk. Ingin merasakan kehangatan dari pria yang sudah lama menjadi temannya ini.
" terima kasih Kashi..." kata Yumi sambil menangis.
" kau harus tau suatu hal...Aku mencintaimu..." kata Kakshi dalam pelukannya. Yumi tersenyum.
" aku juga mencintaimu...Bakashi..." kata Yumi sambil tertawa (atau menangis...entahlah...). Kakashi tertawa kecil mendengar panggilan yang sudah lama tidak ia dengar.
'Yumi yang lama sudah kembali...'
' aku sangat merindukanmu Kakashi...'.
TBC...
terima kasih telah membaca...
mohon reviewnya...
