Entah sudah berapa lama Kakashi dan Yumi berjalan mencari jalan keluar dari hutan tersebut, namun yang pasti keduanya kelelahan.

" ini gara – gara kau kita tersesat..." keluh Kakashi.

" kenapa malah menyalahkanku? Itu salahmu yang mendatangiku..."

"sudahlah...aku malas berdebat sekarang..." Kakashi dan Yumi kembali melanjutkan perjalanannya dengan tenang.

" hey...Bakashi...aku...lelah..." kata Yumi dengan memasang wajah memelas. Kakashi berhenti dan melihat ke arah Yumi. Dia hanya menghela nafas saja dan memposisikan tubuhnya agak rendah dan menunjukkan punggungnya siap untuk di naiki Yumi.

" kau mau kugendong tidak?" tanya Kakashi tanpa membalikkan badannya. Yumi sempat tertegun mendengar tawaran dari Kakashi.

" kau yakin?" tanya Yumi dengan ragu. Kakashi mengangguk mantap menjawab pertanyaan Yumi.

Yumi langsung menaiki punggung Kakashi setelah mendapat kepastian bahwa dia tidak akan jatuh.
" pegangan yang kuat..." kata Kakashi sambil berjalan sambil menggendong Yumi.

Yumi membenamkan wajahnya ke punggung Kakashi menandakan dia sudah sangat kelelahan. Yumi tersenyum, jujur dia sangat senang karena digendong oleh Kakashi. Tapi dia juga khawatir tentang kondisi Kakashi.

" Kashi...kau tidak apa – apa kan?" tanya Yumi dengan nada Khawatir.

" hn...aku baik – baik saja..."

" maaf...sekarang aku tidak bisa memakai ninjutsu medisku..."

" aku mengerti...lagipula luka seperti ini sudah biasa untukku..."

Yumi tidak bisa menahan senyumnya mendengar jawaban dari Kakashi.
" aku akan menghukummu kalau kau menjatuhkanku..." kata Yumi dengan nada ya...sedikit mengancam dan menggoda.

" baiklah Yumi-Sama..." kata Kakshi sambil tertawa kecil.

Yumi kembali membenamkan wajahnya dan menutup matanya.
' arigatou Kakashi...'

_,,_,,_,,_,,_,,_

GERBANG KONOHA

" wah...wah...sepertinya ada pasangan..." kata Kotetsu

" ma-... mana ada..." Rona merah muncul di pipi Yumi.

"ternyata rumor – rumor itu memang benar kalau kalian berdua pacaran..." kata Izumo menambahkan.

" terus...kalau memang benar kenapa?" kata Kakashi dengan santai. Mata Izumo dan kotetsu membesar setelah mendengar pernyataan dari Kakashi.

" tidak kusangka..." Izumo dan Kotetsu berkata bersamaan.

" terserah kalian saja...Bakashi, kau bisa turunkan aku..." Kakashi lalu menurunkan Yumi sesuai dengan permintaannya.

" ja ne Izumo...Kotetsu..." Yumi dan Kakashi pergi berjalan memasuki desa.

" kita mau kemana?" tanya Kakashi.

" aku mau makan ramen...aku lapar..." kata Yumi. Kakashi hanya mengangguk dan mengikuti Yumi dari belakang.

_,,_,,_,,_,,_,,_

ICHIRAKU RAMEN

"... selamat datang...oh? sudah lama aku tidak melihat kalian datang berdua ke sini..." kata paman teuchi menyambut kedatangan Kakashi dan Yumi.

" ummm yahh itu karena akhir – akhir ini aku sering berangkat misi solo jadi jarang ketemu dengan Si Bakashi ini..." kata Yumi sambil menunjuk ke arah Kakashi.

" dan sepertinya kalian baru saja pulang dari misi..." kata paman teuchi yang melihat penampilan kusut dari Yumi dan Kakashi.

" yup bisa di bilang seperti itu..." kata Yumi menjawab. Mereka berdua memesan dengan menu yang biasanya mereka pesan kalau pergi ke Ichiraku.

" ini dia...miso ramen untuk Kakashi-San dan ramen porsi besar untuk Yumi..." kata paman Teuchi sambil menyajikan ramennnya.

" ittadakimasu..."

" YUMI SENSEI!" Rei langsung berlari menuju Yumi dan memeluknya ketika melihat Yumi di kedai ramen.

" Rei...hei...aku tidak bisa makan..." kata Yumi.

" owwhh maaf...hehehe..."Rei melepaskan pelukannya dan beralih melihat Kakashi yang sudah menghabiskan makannanya. 'sial...gagal lagi melihat wajah Kakashi Sensei'
'haaaaa...kalian di sini ternyata...kami mencari kalian berdua SENSEI..." kata Naruto yang datang bersama Sakura dan Sasuke

" bukannya melatih kami, kalian malah kencan di sini..." dengan santainya Kana berkata.

"uhukkkk...kami tidak berkencan..." Yumi batuk tidak kerennya.

" hehhhh itu bohong! Jelas – jelas kalian makan berdua makan di sini tanpa mengajak kami..." kata Sakura sambil menunjuk ke arah Kakashi dan Yumi.

" aha...kalau begitu aku akan traktir kalian..." dengn terpaksa Yumi berkata seperti itu.

" haha...yeyyyyyy..." kata Rei dengan semangat.

" apa boleh buat...kalau begitu aku juga akan ikut makan..." kata Sai tiba – tiba ikut pembicaraan.

" hn..." sudah pasti itu adalah Kana dan Sasuke.

" yoshhhh paman Teuchi...aku pesan ramen jumbo..." dan pasti itu adalah Naruto.

" aku juga paman..." kata Sakura ikut – ikutan. Yumi hanya pasrah saja karena harus mentraktir mereka ber-enam...ya...itu demi keamanan dan ketentraman hubungannya dan Kakashi.
' dasar mereka ini...tidak tau diri..."Yumi menghela nafas pasrah lalu melihat ke arah Kakashi yang sudah sibuk membaca bukunya.
' dan kau Kakashi...awas kau Bakashi! Membiarkanku terjebak dalam tagihannya!' Yumi menatap tajam Kakashi.

Setelah acara makan tadi berakhir dan pastinya Yumi harus harus membayar makanannya. Yumi dan Kakashi memtuskan untuk pergi ke apartemen Yumi. Ah, maksudnya Kakashi mengantar Yumi ke apartemennya dan sekalian juga mengobati lukanya Kakashi.

APARTEMEN YUMI

" Kau tunggu dulu di sini...aku ambil teh dulu..." Yumi pergi ke dapurnya untuk mengambilkan minum. Kakashi melihat sekelilingnya. Sebuah sofa dan meja di tengah ruangan yang tidak cukup besar. Beberapa tanaman di dekat jendela membuat kesan nyaman. Dan yang pasti rapi dan bersih, iitu yang Kakashi pikirkan.

" ini...kau minum dulu..."

" arigatou..." Kakashi menampilkan senyumnya walaupun tertutup oleh masker. Pipi Yumi merona melihat senyum Kakashi dan langsung berbalik untuk mengambil obat untuk mengobati luka Kakashi.

" sini...biar kuobati dulu..." chakra hijau mulai menelusuri bagian – bagian wajah Kakashi. Sensasi lembut yang di rasakan Kakashi membuatnya nyaman ketika Yumi menyentuh wajahnya. Bahkan saat Yumi memberikan plester di pelipis kanan Kakashi.

" ummm kau-...kau bisa buka bajumu?" dengan malu – malu Yumi bertanya sambil menahan rona wajahnya. Kakashi tersenyum jahil melihat tingkah Yumi tersebut.

" kau bahkan belum mengobatiku sepenuhnya tapi kau malah mau melakukan hal lain ne Yumi-Chan?" dengan seringai mesum.

" BAKAAAA!AKU MAU MENGOBATI LUKAMU! KASHI NO BAKA!" Yumi meneriaki Kakashi sambil memukul lengan Kakashi...cukup keras sih...

" ittai Yumi-Chan..." kata Kakshi dengan wajah yang kesakitan.

" bukannya menyembuhkanku kau malah menambah luka baru..."

" hn...nanti ku sembuhkan lagi...sekarang cepat buka bajumu!" Kakashi langsung saja membuka bajunya karena tidak mau terkena pukulan dari Yumi lagi.

Yumi memandang tubuh Kakashi yang terbentuk sempurna. Otot – otot tubuhnya sangat terihat yang menjadikan tubuh itu sangat sempurna. Terlihat juga di sana bekas luka dan juga luka yang baru ia dapat, termasuk memar –memar di tubuhnya.

Yumi mulai mengalirkan chakra hijaunya di tubuh Kakashi untuk mengobati tubuh penuh luka itu.

Kalau ditanya, Kakashi sangat menyukai saat Yumi menyentuh dirinya, mengobatinya. Sentuhan lembut dan keseriusan Yumi mengobati lukanya membuatnya terus memandang wajah serius Yumi. Yup...Kakashi menyukainya.

" sudah selesai...jangan melakukan hal bodoh dulu...atau lukanya akan terbuka.." kata Yumi dengan nada memerintah.

" baiklah Yumi-Chan..." mendengar kepastian dari Kakashi, Yumi mengangguk dan membereskan peralatannya lalu pergi ke kamarnya.

" ne Yumi-Chan...ceritakan padaku kenapa kau menghindariku...kau pasti punya alasan..." Yumi hanya menghela nafas mendengar pertanyaan dari Kakashi.

" pertama maafkan aku...aku tidak bermaksud menjauhimu atau menhindarimu...aku terpaksa...sepertinya banyak yang mengincar diriku...aku- ...aku tidak mau kau terluka..." kata Yumi dengan wajah yang merona.

" kalau kau banyak di incar musuh maka aku yang akan menjagamu dan selalu berada di sampingmu...dan aku tidak keberatan terluka karena melindungimu..." kata Kakashi pasti dan senyumnya (sekarang Kakashi sedang melepas maskernya lho...).

" tapi...nanti aku juga yang repot menyembuhkanmu..." canda Yumi.

" kan kau juga yang menyembuhkanku..." kata Kakshi acuh.

" hn ya...ya..." kata Yumi sambil memutar bola matanya bosan.

" kau masih menyembunyikan sesuatu..." pernyataan Kakashi tak bisa dibantah oleh Yumi dia masih menyembunyikan sesuatu tentang dirinya.

" kurasa aku tidak bisa menyembunyikan sesuatu darimu..." Yumi berhenti sebentar lalu melanjutkan ceritanya.

" aku berasal dari keluarga Kohashi. Keluarga kami mempunyai jutsu yang bisa membaca pikiran orang. Kami juga mempunyai mata kekkei genkai ini..." Yumi mengaktifkan mata kanannya dan menampilkan mata kuning tua bercahaya. Kakashi tidak terlalu terkejut...ya karena Kakashi pernah melihat matanya itu.

" dan aku baru tau...ada jutsu terlarang di keluarga kami...nounai ansatsu no jutsu..." Kakashi sedikit terkejut.

" aku tidak menyangka kalau jutsu itu benar – benar ada..." kata Kakashi.

" kau tau?" kata Yumi dengan nada penasaran.

" aku pernah membacanya di buku..." jawab Kakashi santai.

" berarti kau tau apa yang bisa kulakukan...aku bisa membunuh orang melalui pikiran...dan aku merasa seperti seorang yang sangat jahat..."

" heyy kau kan bisa mengedalikannya...kau tidak perlu khawatir..." kata Kakashi menenangkan Yumi.

" untuk itulah aku tidak mau orang yang sangat berarti bagiku terluka...terutama kau Kakashi...aku-...tidak bisa...aku sangat takut kalau aku kehilangan dirimu..." tanpa sadar air mata Yumi mengalir. Kakashi langsung membawa Yumi ke dalam dekapannya.

Rasa hangat dirasakan oleh Yumi ketika Kakashi memeluknya.
" kau tenang saja...aku tidak akan pernah meninggalkanmu...aku janij..." kata Kakashi dengan lembut. Yumi tersenyum dalam pelukan Kakashi.
'aku beruntung mencintaimu Kakashi...'.

" umm kau mengunjungi siapa saat di tempat memorial?" Yumi tersenyum sedih ke arah Kakashi.

" ayahku...Kohashi seijirou...dia meninggal saat menjalani misi...pada dasarnya aku sangat mengagumi ayahku, karena ayahku lah alasan aku menjadi ninja seperti saat ini..."Yumi tersenyum lembut menatap Kakashi.

" aku mau mendengar cerita darimu..." tanya Yumi dengan sedikit ragu. Kakashi menghela nafasnya. Lagipula tidak perlu lagi menyembunyikan sesuatu dari Yumi.

" aku juga mengagumi sosok ayahku...sampai pada kejadian itu..." Kakashi berhenti kemudian melanjutkan ceritanya.

" sampai pada suatu misi dimana ayahku harus memilih antara keberhasilan misinya atau nyawa temannya..." Yumi masih belum menunjukkan reaksi apapun dan terus mendengarkan cerita Kakashi.

" ayahku lebih memilih keselamatan nyawa temannya...tapi itu membuat kerugian besar bagi desa. Ayahku disalakan...dan teman – teman yang dia selamatkan juga ikut meyalahkan ayahku..." Yumi kaget mendengar cerita dari Kakashi. Bagaimana bisa seseorang yag telah diselamatkan malah menyalahkan orang yang menyelamatkan dia? Rasanya sungguh tidak adil.

" ayahku akhirnya depresi dan dia—bunuh diri..." suara Kakashi sedikit bergetar pada bagian akhir...air mata Yumi mengalir...dia tidak tau kalau masa kecil Kakashi sangatlah kelam. Pantas saja dia orang yang sangat jutek dan kasar kepada orang lain. Dan juga selalu mengedepankan aturan daripada temannya sendiri.

Keduanya kali ini terdiam. Entah perasaan apa yang muncul dalam hati Yumi. Perasaan yang ingin terus di samping Kakashi dan menghapus luka di hatinya.
" kau sekarang tidak sendiri lagi Kashi..." kali ini Yumi yang memeluk Kakashi.
' arigatou...Yumi...' senyuman pun terukir di wajah Kakashi.

_,,_

Perlahan, pagi sudah mendatangi Konoha. Yumi membuka matanya ketika cahaya matahari masuk. Yumi merasakan ada lengan yang masih melingkari tubuhnya. Ah iya...Kakashi dan Yumi tertidur di sofa karena semalaman menonton film. (anggap aja sudah ada televisi...). Yumi tersenyum melihat sosok yang masih tertidur pulas di sofanya itu. Yumi pun memberikan kecupan di dahi Kakashi. Kecupan itu sontak membangunkan Kakashi dari tidurnya.
" ohayo...Kashi-kun..." sapa Yumi dengan senyuman.

" ohayo Yumi-Chan..." kata Kakashi masih mengumpulkan nyawanya.

" aku akan membuat sarapan dulu...jadi kau tunggu di sini...jangan pulang dulu!" Yumi segera ke dapur untuk membuat sarapan.

" iya..." Kakashi hanya menyahut singkat karena ia masih mengantuk.

Time skip

_,,_,,_,,_,,_,,_

LAPANGAN LATIHAN 3

" HAAAAA ADA APA INI? KENAPA KALIAN SAMA – SAMA TELAT?" teriak Rei sambil menunjuk ke arah Yumi dan Kakashi.

" itu- ummm..." Yumi tidak tau mau menjawab apa.

" itu karena aku menemani Yumi Sensei menonton film di apartemennya..." semua pasang mata menatap ke arah Kakashi dengan tatapan tidak percaya termasuk juga Yumi.

" kalian kencan?" tanya Sasuke.

" kau tau...kami kemaren habis melakukan latihan dan terluka. Dan karena Kakashi sensei ini tidak suka rumah sakit, jadi aku bawa saja dia ke apartemenku supaya aku bisa mengobatinya..." jelas Yumi.

" aku yakin bukan hanya itu yang terjadi..." kata Sai dengan enteng.

" sudahlah...sekarang kita latihan saja..." kata Yumi memotong pembicaraan. 'tidak ada habis – habisnya kalau membahas ini terus'.

Time skip

Sudah sekitar seminggu semenjak kejadian Yumi dan Kakashi. Mereka jadi semakin dekat. Ya...tentu saja...mereka saja sudah pacaran—baru pacaran. Bahkan keduanya sering tidur di apartemen satu sama lain. Kadang Yumi yang tidur di apartemen Kakashi, kadang juga Kakashi yang tidur di apartemen Yumi.

Seperti hari ini...karena terlalu malas pulang ke apartemennya sendiri, Kakashi akhirnya tidur di apartemen Yumi. Karena maunya Kakashi itu Cuma mengantar Yumi ke apartemennya setelah pulang latihan.

_,,_,,_,,_,,_,,_

APARTEMEN YUMI

" hei Yumi...ummm kau besok ada acara tidak?" tanya Kakashi sambil sambil menggaruk belakang kepalanya.

" huh? Hmmm tidak...memangnya kenapa?" Tanya Yumi balik.

" ummm aku- ingin- mengajakmu- makan- malam...kau mau? " Kata Kakashi yang mengatakannya penuh perjuangan. Yumi terdiam sejenak melihat Kakashi yang sudah bercucuran keringat, lalu tersenyum

" tentu saja aku mau..." kata Yumi dengan nada riang.

" kalau begitu akan ku jemput jam 7...dan aku tidak akan telat..." Kakashi tersenyum dan berjalan ke arah Yumi lalu memberikan kecupan singkat di bibir Yumi. (tentunya tanpa masker...).

Time skip

" hmmm pake baju yang mana?...yang ini?...ahhh tidak terlalu cerah...hmm kalau yang ini...tidak tidak...ini terlalu—terbuka..." sekarang Yumi hanya memilih – milih baju...yang jelas dia kebingungan mau pakai baju karena ini pertama kalainya dia pergi berkencan.

" ahhh yang ini saja..." pada akhirnya Yumi memilih baju dress selutut yang simple berwarna oranye sedikit kemerahan.

Sementara itu...

" ohhh Kakashi Sensei...kebetulan sekali Sensei datang ke sini..." sapa Ino kepada Kakashi.

" ahh aku kemari hanya ingin membeli bunga..." kata Kakashi sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal. Ino memandang Kakashi dengan senyum penuh arti.

" hmmmm Kakashi Sensei mau kencan sama siapa?" tanya Ino dengan nada sambil menggoda.

" ah- aku hanya ingin membeli bunga..." kata Kakashi dengan gugup.

" ya...ya tentu saja Sensei..." kata Ino yang pastinya tidak percaya.

" jadi? Sensei mau yang mana?" tanya Ino. Kakashi lalu melihat – lihat bunga yang ada sambil menimbang – nimbang yang mana yang cocok untuk Yumi.

" ummm aku pilih bunga yang ini..." kata Kakashi sambil menunujk bunga sakura.

" woww ini pilihan bagus...Sensei memilih bunga sakura..." kata Ino.

" memangnya kenapa?" tanya Kakashi bingung.

" bunga sakura ini melambangkan kebahagiaan..." kata Ino dengan Kakashi.

" huh...kenapa?" tanya Kakashi polos. Ino menghela nafas karena Senseinya yang satu ini tidak tau tentang bunga.

" heh...Sensei ni jenius tapi sangat bodoh kalau masalah seperti ini..." Kakashi hanya tertawa garing mendengar komentar dari Ino.

" bunga sakura itu membawa kebahagiaan bagi siapapun yang tidak bisa diberikan oleh bunga yang lain..." kata Ino sambil merangkai bunga sakura. Kakashi tersenyum mengetahui arti bunga sakura tersebut.
'persis seperti Yumi...dia selalu membawa kebahagiaan untukku...'

" nih Sensei..." Ino memberikan bunganya yang sudah dia rangkai untuk Kakashi.

" arigatou..." Kakashi berjalan keluar dari toko bunga Yamanaka.

" haiii...semoga kencan Sensei dengan Yumi sensei bisa berjalan lancar..." kata Ino sambil melambaikan tangan dan tersenyum. Walaupun tidak terlalu kentara, tapi wajah Kakashi sedikit memerah dan dia mempercepat jalannya.
' dari mana dia tau?'

_,,_,,_,,_,,_,,_

APARTEMEN YUMI

" oke sekarang aku sudah siap..." Yumi melihat dirinya di depan cermin sudap siap rapi. Dan sekarang hanya tinggal menunggu Kakashi saja.

" jam berapa sekarang?" Yumi melihat ke arah jam dinding yang menunjukan sudah pukul 6.45 malam.

_,,_,,_,,_,,_

Kakashi berjalan sambil membawa bunga yang sudah dia beli di toko Yamanaka. Kakashi tiba – tiba berhenti setelah merasakan suatu kehadiran asing di sekitarnya.

" keluarlah..." Kata Kakashi dingin. Dengan cepat seorang ninja mencekik leher Kakashi lalu mengangkat Kakshi.

" akhirnya aku mendapatkanmu..."

" si—a—pa kau?" kata Kakshi sambil menahan rasa sakit di lehernya.

" huhh kau tidak perlu tau..." kata ninja itu. Kakashi tidak kehabisan akal, dia mengalirkan istrik di tangan ninja itu.

" arghh..." ninja itu langsung melepaskan cekikannya.

" uhukkk..." seorang ninja kembali muncul memakai topeng dan melemparkan bom asap. Kaksahi langsung mengaktifkan sharingannya.
'cihhh asapnya sangat tebal...' Kakashi menjadi tiadak waspada sampai – sampai dia tidak menyadari ada musuh sudah mendekat ke arahnya dan memukul Kakashi di bagian perut dengan cukup keras.

" arghhhh..."
' Bagaimana bisa aku tidak menyadarinya...' hal itu terus berlanjut, Kakashi tidak bisa menahan serangan dari musuhnya. Ada apa dengannya?
' jangan – jangan? Bom asap tadi bukanlah bom asap?' Kakashi berdiri memandangi musuhnya yang hanya bertiga saja.

" kau sudah meyadarinya Hatake kalau ini bukanlah bom asap biasa?" kata salah satu ninja itu.

" cih...sudah kuduga..." kata Kaksahi. Para ninja itu tersenyum licik di balik topengnya. Kenapa mereka tidak terpengaruh? Tentu saja, mereka memakai topeng khusus agar mereka tidak menghirup bom asap tersebut, seperti masker.

Dua ninja tiba – tiba menghilang dari hadapan Kakashi.
huh kemana mereka?'
" kami di sini..." belum sempat Kakashi bereaksi, kedua ninja tersebut langsung mengunci kedua lengan Kakashi. Sementara ninja yang satunya langsung memukuli Kakashi bertubi – tubi. Tendangan terakhir ke arah perut Kakashi membuatnya terpental dan membentur pohon.

Kakashi sudah mulai kehilangan kesadarannya saat melihat para ninja itu kembali mendekatinya.

" kita bawa dia ke Akio-Sama..." salah satu ninja itu berkata.
' Akio-Sama?' pikir Kakashi dalam hati sambil melihat ke arah musuhnya.

" kau akan ikut dengan kami Hatake..."ninja itu kembali memukul Kakashi dan membuat Kakashi tidak sadar.

_,,_,,_,,_,,_,,_

APARTEMEN YUMI

Waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam, tapi Kakashi tak kunjung datang. Ini membuat Yumi resah.

" ke mana Kakashi ini?" Yumi angat ingat ketika Kakashi mengajaknya kencan tadi malam.
" kalau begitu akan ku jemput jam 7...dan aku tidak akan telat..." Yumi ingat betul cara Kakashi menyampaikan dan keseriusan kalau dia tidak akan telat hari ini, apalagi untuk kencan pertama mereka.
'ada apa ini?kenapa aku merasa tidak enak?' waktu terus berjalan dan sudah menunjukkan pukul setengah sembilan. Kakashi masih belum juga datang.
' lebih baik aku keluar dulu...perasaanku tidak nyaman...' Yumi memutuskan untuk pergi berjalan – jalan menyusuri jalan Konoha yang sudah gelap dan hanya di terangi oleh lampu jalan.
' ada apa ini?kenapa rasanya hatiku sangat sakit?' Yumi mempercepat langkahnya tanpa tau arah tujuan.

' apa itu?' setelah beberapa lama, Yumi melihat beberapa kunai tertancap di pohon dan di tanah. Yumi langsung menuju daerah tersebut. Mata Yumi membelalak ketika melihat tempat itu berantakan, seperti bekas ninja berkelahi.
' ini kan?...' Yumi mengambil hitae ate dari tanah yang sudah kotor dan sedikit robek.
' ini punya Kakashi...' Yumi langsung terdiam setelah menyadari bahwa hitae ate ini milik Kakashi, seakan dunia sudah berhenti berputar. Dan tanpa sadar air mata Yumi mengalir.

Yumi kembali melihat sekitar dan menemukan sebuah scroll lalu membukanya...
' JIKA KAU INGIN MELIHAT SANG COPY NINJA LAGI, KAU HARUS DATANG KE KOORDINAT INI...KOHASHI YUMI...'

Yumi tidak bisa menahan emosinya lagi...dia sangat marah...mereka menggunakan Kakashi sebagai umpan untuk menjebaknya.

Yumi melangkahkan kakinya menuju kantor hokage untuk melpaorkan hal ini...dan melihat serangkai bunga sakura yang sudah tidak terlalu berbentuk...
' ini pasti punya Kakashi...Bakashi...' Yumi melihat ada catatan di sana.
' KAULAH YANG SELALU MEMBAWA KEBAHAGIAAN UNTUKKU...' Yumi kembali meneteskan air matanya.
' Baka Kashi...' Yumi memegang erat bunga yang dipegangnya saat ini. Tanpa pikir panjang Yumi langsung berlari menuju Kantor Hokage.

_,,_,,_,,_,,_,,_

KANTOR HOKAGE

"HOKAGE-SAMA...aku—Kakashi...kakashi di sandera..." Yumi langsung masuk ke ruang Hokage.

" heyy tenang dulu-..."

" BAGAIMANA AKU BISA TENANG!" suara Yumi sedikit meninggi dan membuat Hokage sedikit terkejut.

" ahhh...maafkan aku Hokage-Sama..." Yumi menundukkan kepalanya karena merasa bersalah.

" tidak apa...tapi kau harus tenang dulu...lalu jelaskan padaku apa yang terjadi" Yumi menarik nafas dan menghembuskannya perlahan.

" ...kami berencana kencan...dia berjanji akan menjemputku jam 7, tapi dia tidak datang. Jadi...aku memutuskan untuk pergi berjalan – jalan. Dan saat aku berjalan di sekitar aku menemukan ini..." Yumi menunjukkan hitae ate dan bunga kepada Hokage beserta scroll berisi pesan ninja musuh.

" ini benar milik Kakashi?" tanya Hokage.

" aku sangat yakin Hokage-Sama..." kata Yumi dengan serius.

" kalau begitu aku akan mengirim tim penyelamat besok pagi..."

" aku ikut Hokage-Sama..." kata Yumi menyerobot perkataan Hokage.

" kau yang diincar mereka..."

" justru itu aku juga harus ikut...ini demi menyelamatkan Kakashi...aku takut kehilangan dia..." Yumi menundukkan kepalanya lagi.

" kau tidak perlu takut...Kakashi itu bukan ninja yang lemah...dan aku yakin dia tidak akan pernah mengingkari janjinya..." Hokage tersenyum kecil ke arah Yumi.

Melihat Yumi yang sudah mengeluarkan air mata Hokage hanya menenangkan Yumi dengan memegang pundaknya.

" kau akan ikut dalam misi penyelamatan ini, jadi pulang dan beristirahatlah dulu..." kata Hokage. Yumi langsung menatap Hokage dengan tatapan 'benarkah?'.

" tapi pastikan kau jangan gegabah dan bertindak hal yang bodoh..." Yumi hanya mengangguk atas nasehat dari Hokage dan langsung pamit untuk pulang ke apartemennya. Hokage melihat keluar jendela dan menghela nafas pasrah.
' pastikan dirimu baik –baik saja hatake...'

TBC ...