Dingin, gelap...itu yang dirasakan Kakashi saat ini. Hanya seberkas cahaya yang dapat dilihatnya dari ruang gelap di tempatnya sekarang ini. Kondisi yang tidak begitu mengenakkan bagi Kakashi. Tangan Kakashi di rantai ke salah satu dinding dan yang lebih parah lagi, tangan Kakashi dirantai di atas kepalanya.
' di tempat seperti ini lagi?'
" kau sudah bangun ternyata hatake..." ninja itu tinggi, lebih tinggi daripada Kakashi dan mempunyai badan yang lebih besar.
" biar ku tebak...kau Akio yang itu kan yang ingin memanfaatkan kekuatan Yumi?" kata Kakashi.
Flashback
" Kakashi aku ingin kau terus menjaga Yumi..." hokage berkata dengan serius.
" pasti Hokage-Sama..."
" kau juga harus tau kalau ninja yang mengincar adalah orang yang bernama Takeda Akio..."
" kalau tidak salah aku pernah mendengar namanya..."
" dia itu orang yang haus kekuasaan...dia akan melakukan apapun untuk menguasai dunia shinobi, termasuk dengan memanfaatkan kekuatan Yumi...dan dia pasti berusaha menguasai Konoha dan juga negara lannya..." Hokage memandang Kakashi berusaha menebak apa yang sedang dipikirkan oleh Sang Copy Ninja.
" aku akan melindungi Yumi dan juga konoha...aku berjanji berada terus di samping Yumi..." kata Kakashi dengan wajah datar, namun cukup menyiratkan kalau dia benar – benar serius dengan hal yang dikatakannya.
" sepertinya kau sudah tau siapa diriku..." kata Akio dengan senyuman jahat.
" yupp hanya salah satu ninja yang cukup bodoh ingin menguasai dunia shinobi..." kata Kakashi dengan santai.
" kau pandai sekali bercanda..." tanpa aba – aba Akio melayang pukulan keras ke arah pelipis kiri Kakashi- ah lebih tepatnya ke arah mata kiri. Kakashi hanya menggeram kesakitan setelah dipukul cukup keras.
" kau cukup berani membuatku kesal dengan kondisimu yang seperti itu..."
" karena itu termasuk keahlianku..." Kakashi tersenyum meremehkan di balik maskernya.
" cukup bermain – mainnya Hatake...sekarang aku ingin tau kelemahan Yumi dan Konoha..." Akio dengan nada sangat mengancam.
" kau pikir aku tau?" dengan nada mengejek.
" kau tinggal memberitahuku hal itu dan kau bisa bebas..." tawaran Akio memang menggiurkan, tapi mana mungkin Kakashi mengkhianati Yumi dan desanya.
" aku lebih baik dikurung di sini daripada memberitahumu informasi apapun..."
" kau yang memilihnya Hatake..." Akio meninggalkan ruangan itu dengan seringai jahat. Entah apalagi yang ingin direncanakannya.
' sepertinya nanti akan menyakitkan...'
_,,_,,_,,_,,_,,_
DESA KONOHA
" Obito, Asuma, Gai, Rin, Kurenai, dan juga Yumi...kalian akan kuberi misi untuk menyelamatkan Kakakshi..." kata Hokage memberi perintah. Semua orang yang ada di ruang Hokage terkejut kecuali Yumi yang hanya memasang wajah datar.
" apa yang terjadi dengannya?" tanya Obito dengan penuh rasa khawtir.
" Kakashi digunakan sebagai umpan untuk mendapatkan Yumi..." kata Hokage.
" apa yang dia mau dari Yumi?" kata Asuma dengan nada sedikit tinggi.
" sepertinya dia hanya ingin kekuatanku dan memanfaatkannya..." kali ini Yumi yang menjawab.
" jadi kapan kapan kami akan berangkat Hokage-Sama?" tanya Kurenai.
" aku ingin kalian berangkat sekarang...lebih cepat lebih baik..." kata Hokage menjawab pertanyaan Kurenai.
" dasar Teme..." kata Obito entah kepada siapa.
"koordinat tempatnya ada dengan Yumi. dan kapten kalian adalah Asuma..." Hokage melihat ke arah Asuma dan dia mengangguk.
" baiklah kita harus bergerak cepat...kita berkumpul lagi di gerbang Konoha dalam waktu 15 menit..." jelas Asuma.
" yosshhhh aku harus menyelamatkan rivalku..." kata Gai dengan semangat.
" kalian bisa bubar sekarang...Asuma dan Obito kalian tinggal dulu." Semua orang kecuali Asuma dan Obito pergi meninggalkan Ruang Hokage.
Asuma dan Obito menatap Hokage menunggu penjelasan dari Hokage.
" kalian akan melawan orang yang bernama Takeda Akio..." kata Hokage membuka pembicaraan.
" sudah kuduga..." kata Obito dengan nada geram.
" kalian harus mengawasi Yumi...jangan sampai dia bertindak bodoh..."
" kami tau itu Hokage-Sama " kata Asuma.
" kalalu begitu aku akan menyerahkan misi ini untuk kalian..." keduannya mengangguk dan pergi meninggalkan ruang Hokage.
_,,_,,_,,_
PINTU GERBANG KONOHA
" oke, semua sudah kumpul?" tanya Asuma
" ummm obito..." Rin menggantungkan kalimatnya.
" dasar anak itu...ga pernah berubah..."
" heyyy...maafkan aku...aku tadi habis membantu nenek – nenek membawa barangnya..." kata Obito tanpa bersalah.
" simpan alasanmu nanti..." Obito hannya mengangguk menanggapi Asuma.
Kurenai dan Rin melihat ke arah Yumi yang dari tadi hanya diam saja. Bahkan mereka semua melihat ke arah Yumi.
' bertahanlah sebentar Kakashi...' pikir mereka semua dalam hati. Dan mereka melesat pergi.
_.._,,_,,_
DI SUATU TEMPAT...
Satu pukulan kembali disarangkan ke bagian perut Kakashi dan membuat Kakashi harus menahan sakitnya untuk kesekian kali.
" uhukk...ughhh kurasa kita akan melakukan ini sepanjang hari..." Kata Kakashi dengan senyum meremehkan.
" kau tau kami akan berhenti jika kau memberitahu semua informasi tentang Konoha dan Yumi..." kata salah satu ninja tersebut.
" huhh kalau begitu kalian tidak akan pernah tau..." ninja itu mengerutkan alisnya menandakan dia tidak puas dengan jawaban Kakashi. Tanpa aba- aba ninja itu memukul bagian kanan wajah Kakashi lalu langsung pergi dari sel tempat Kakashi berada.
' ugghhh ini memang malam yang sangat panjang...atau ini pagi yang panjang...'
yup...pagi yang panjang bagi Kakashi saat ini. Entah sudah berapa lama dia berada disel itu dengan keadaan yang babak belur.
_,,_,,_,,_
" kita sudah dekat..." kata Asuma yang memimpin misi.
" sebaiknya kita berhenti dulu..." saran Obito.
" kau benar...kita harus mengisi tenaga dan sekaligus mengatur rencana..." kata Asuma. Seluruh anggota tim berhenti sesuai aba – aba dari Asuma.
Asuma menjelaskan rencana menyelematkan seksama dan dibalas dengan anggukan oleh semua anggota tim.
" heiii Yumi-Chan..." sapa Rin.
" huh..ada apa?" tanya Yumi.
" kau tidak perlu terus memikirkannya..." kata Rin dengan pelan.
" bagaimana bisa aku tidak memikirkannya?dia orang yang sangat berarti buatku..." kata Yumi dengan senyuman sedih.
" ternyata memang benar kalau nama Kakashi itu adalah Bakashi..." kata Rin dengan tawa kecil.
" kenapa?" tanya Yumi.
" karena dia itu sangat bodoh...selalu membuat orang khawatir padanya..." kata Rin menampilkan senyuman. Yumi tertawa kecil setelah mendengar alasan dari Rin. Memang benar...Kakashi itu selalu membuat orang khawatir.
" baik istirahat kita cukup...kita harus lanjutkan perjalanan..." kata Asuma dengan mengangguk dan kembali melanjutkan perjalanan.
Time skip
Kakashi nyaris saja tertidur kalau ia tidak mendengar suara langkah kaki.
' mereka datang berdua...' Kakashi sudah mempersiapkan kemungkinan terburuknya.
" Kakashi..." Suara itu...suata yang sangat dikenalnya.
" Yumi..." Kakashi hanya bisa bersuara pelan karena sudah terlalu kelelahan.
Yumi dan Obito langsung mengikuti arah suara yang didengarnya. Betapa terkejutnya dia melihat Kakashi masih menggelantung di sebuah sel yang cukup gelap dengan keadaan banyk luka di tubuh Kakashi. Darah yang mengalir dari beberapa luka sayatan ditubuhnya dan sedikit merobek bajunya. Keadaan wajah yang membiru dan berdarah akibat pukulan. Dan mata kirinya yang kali ini sudah membengkak parah dan tidak mampu dibuka.
" KAKASHI..."
" kakashi..." Obito dan Yumi langsung membuka pintu sel yang terkunci dan melepaskan Kakashi.
" baka Kashi..." Yumi membaringkan Kakashi di pangkuannya dan mulai melakukan ninjutsu medis.
" teme...kau selalu membuatku khawatir..." kata Obito yang melihat kondisi temannya yang sudah babak belur.
" aku tidak bisa apa – apa...tanganku dirantai ke atas..."
" DIAM KAU..." kata Yumi tiba – tiba.
Kakashi merasakan setitik air jatuh ke pipinya dan menyadari kalau Yumi sudah mengeluarkan air mata. Kakashi mengusap wajah Yumi dengan perlahan menghapus air matanya.
" aku baik – baik saja..." kata Kakashi dengan lembut.
" bakaa! Jangan katakan sepeti itu kalau kau tidak baik – baik saja..." Kakashi hanya tertawa kecil.
" sebaiknya kita keluar dulu dari sini...kau sembuhkn aku nanti saja...aku tidak tau kapan para ninja itu kembali lagi." Kata Kakashi berusaha bangkit.
" kau bisa jalan?" tanya Obito. Kakashi masih berusaha berdiri dan berjalan namun rasa sakit di sekujur tubuhnya membuat Kakashi terhenti. Obito menghela napas dan menopang Kakashi membantu dia berjalan.
" Arigatou..." kata Kakashi.
" hn dasar kau teme..."
Mereka masih berjalan keluar berharap tidak ada ninja musuh yang akan mereka jumpai. Namun sepertinya itu tidak terwujud saat Akio dan anak buahnya muncul di depan mereka.
" mencoba kabur?" tanya Akio dengan sunyuman meremehkan.
" kau!..." Yumi mengaktifkan matanya dan menggunakan jutsunya.
" Yumi...jangan..." teriak Kakashi namun tidak dihiraukan Yumi.
" kau harus menemui kematianmu..."
TBC...
