Asuma, Kurenai, Gai dan Rin melawan para ninja di sekitar luar bangunan.
" ternyata mereka kuat juga..." kata Asuma yang memegang kunainya.
" ini akan menjadi seru...yoshhhh" kata Gai dengan semangat.
" sepertinya pertarungan ini akan menguras chakra..." kata Kurenai masih waspada.
" itu berarti aku sebagai ninja medis harus bersiap..." kata Rin.
" ada apa?kalian sudah menyerah ehh?ninja Konoha?" kata salah satu ninja musuh meremehkan.
" dalam mimpimu..." Asuma langsung menyerang ninja itu tanpa aba – aba, begitu juga yang lainnya.
Pooffff...
" yo..." seorang pria dengan pakaian merah dan rambutnya yang berwarna putih panjang serta semacam tato di sekitar matanya dan seorang pria berambut hitam panjang dan mempunyai mata seperti mata ular tiba – tiba muncul.
" jiraya-Sama...Orochimaru..." kata Gai kaget.
" hnn sepertinya kita tepat waktu..." kata Orochimaru datar.
" ka-kalian?para sannin itu?"
" haaaa ternyata kalian tau kami ya..." kata Jiraya dengan energik. Para ninja musuh itu mendesis tidak suka.
" hey kalian berempat...sebaiknya kalian bantu mereka menyelamatkan si Hatake itu...biar kami yang urus di sini..." kata Jiraya.
" tapi-..." Rin berusaha menentang.
" tidak ada tapi...lebih baik kalian pergi sekarang..." kata Orochimaru datar. Mereka bereempat mengangguk dan langsung melesat pergi.
" aku akan membunuhmu..." Yumi mengaktifkan matanya dan menampilkan mata bewarna kuning tua dan tersirat dengan amarah. Akio hanya menampilkan seringai di wajahnya.
" kau kira bisa mengalahkanku hanya dengan seperti itu?" Akio tiba – tiba tidak ada di depan Yumi lagi.
' kemana dia?' Yumi merasakan kehadiran seseorang di belakangnya.
' Akio...' Akio melayang kan tendangan ke arah Yumi, beruntung Yumi bisa menghindari tendangan itu.
" Obito...kau bisa lepaskan aku..." kata Kakashi lelah.
" baka! Kondisimu masih lemah..."
" kau tidak bisa membiarkan Yumi bertarung sendiri..." Kakashi ada benarnya juga, bagaimanapun Yumi akan kehilangan intingnya saat dia sedang dalam amarah besar.
" kau...berhati –hatilah..." Kakashi tersenyum dibalik maskernya.
" aku masih bisa bertarung..." Obito melihat mata kiri Kakashi yang bengkak, Obito mengerutkan alisnya.
" hn...pastikan dirimu baik – baik saja...Kakashi..."
Pertarungan antara Yumi dan Obito melawan Akio masih berjalan sengit. Sementara Kaakshi masih berjuang melawan beberapa ninja musuh yang menyerang dirinya.
' sial...'
" Konoha Senp ú..." Gai berhasil menyingkirkan musuh yang berusaha menyerang Kakashi.
" Gai..." Kakashi terkejut melihat ada Gai.
" Oyyy baka...jangan lupakan kami juga ada di sini..." kata Asuma sambil bertarung dengan musuhnya.
" Kakashi...aku akan menyembuhkan beberapa lukamu, terutama di matamu itu...kurenai-Chan?" Rin melihat ke arah Kurenai dengan tatapan seorang medis. Kurenai mengangguk.
" akan kupastikan tidak ada yang mengganggu kalian..." Rin mulai menyembuhkan beberapa luka Kakashi, termasuk matanya.
' cihhh mereka semakin banyak saja...aku harus cepat...'
dengan cepat Akio membentuk beberapa segel tangan...
" Katon : gokkakyu no jutsu..."
' bagaimana bisa dia menggunakan jutsu itu dengan mudah?'
Obito berusaha menghidari bola api yang tergolong cukup besar itu.
' sialll dia berusaha memisahkanku dengan Yumi...'
Yumi sudah sedikit kelelahan akibat penggunaan mata kanannya yang berlebihan.
Obito yang masih bertarung dengan bola api Akio yang terus di arahkan kepadanya melihat Akio yang dengan cepat ke arah Yumi.
"YUMIIII..." Obito tidak melihat ada sebuah bola api di belakangnya, dan dia terlamabat menyadarinya dan terkena jutsu itu.
Akio dengan cepat berlari ke arah Yumi.
'kena kau...'
" OBITO..." Yumi melihat keadaan Obito yang sedang tergeletak di tanah menahan sakit.
" mau kemana kau?" Akio tiba – tiba muncul di depan Yumi dan mencekik leher Yumi
"ughh...a-apa y-yang k-kau i-inginkan?".
" huhhhh sekarang saatnya aku akan membuatmu menjadi bonekaku..." sebuah simbol di tangan kanannya tiba – tiba bercahaya dan Yumi mulai mengerang kesakitan.
BUGHHHHHH...
Entah datang dari mana...yang pasti Akio terlempar cukup jauh akibat pukulan telak di perutnya.
' apa itu tadi?'
Akio melihat ke sekelilingnya dan melihat seorang Kakashi. Chakra putih sudah menyelimuti tubuhnya dan sebuah...
" kau memang sebuah kejutan Hatake...ku kira kau tidak mewarisi chakra putih itu..." Akio berdiri dengan mengusap darah yang keluar dari sudut bibirnya.
" ohhh dan matamu itu...aku tidak menyangkanya..." kata Akio sambil tersenyum licik. Kakashi hanya berdiri dengan tatapan datar tanpa ekspresi, oh dan di mata kanannya...sharingan.
" Obitoooo..." Rin menadatangi Obito yang masih terkapar. Obito melihat ke arah Kakashi berdiri...dan sukses membuat matanya membulat.
' tidak mungkin...bagaimana bisa Kakashi punya dua mata sharingan?'
Asuma dan yang lainnya mendatangi Obito sambil membawa Yumi yang pingsan.
" hei Obito kau tidak apa – apa?" tanya Kurenai.
" iya...tapi Kakashi..."
" kau pasti merasa ada yang berbeda kan?" tanya Asuma dan Obito mengangguk pelan termasuk yang lain.
" rivalku...auranya sangat berbeda...lebih dingin dan...gelap." kata Gai.
DUARRR...mereka semua beralih ke sumber suara di mana Kakashi sedang bertarung dengan Akio.
" dia sangat kuat..." kata Obito yang sudah dalam posisi duduk. Saat ini semua anak buah Akio dan juga Akio bekerja sama menyerang Kakashi.
" apa kita tidak bisa membantunya?" tanya Rin denan nada sedih.
" tidak! Kita tidak bisa membantunya...Kakashi yang sekarang...bukanlah Kakashi..." kata Asuma tegas.
" Asuma benar...dia bukan Kakashi..." kata Obito yang melihat Kakashi dari tadi.
Pertarungan masih sengit. Namun sangat terlihat kalau Kakashi masih mendominasi mengalahkan mereka.
' cihhh aku tidak menyangka chakra putih itu sangat kuat...dan lagi tangan kananku masih belum bisa digunakan...'
" itu Hatake Kakashi?" tanya Orochimaru tiba – tiba datang dengan Jiraya.
" seperinya kita harus melakukan sesuatu..." kata jiraya.
" apa maksudnya...Jiraya-Sama?" tanya Kurenai.
" maksudnya...dia bukan Kakashi..." kata Jiraya datar. Orochimaru dan Jiraya mendekati area pertarungan Kakashi dan Akio.
Satu serangan dari Kakashi mengenai Akio dan membuat dia harus menahan sakit lagi.
" Kakashi..." Jiraya berusaha memanggil Kakashi, namun nihil, Kakashi sama sekali tidak menoleh.
" aku tidak menyangka akan bertemu dengan Legenda Sannin..." kata Akio.
' kalau seperti ini...aku tidak akan punya peluang...'
" kau ternyata..." kata Orochimaru.
" sepertinya sekarang aku akan mengakui kekalahanku...tapi aku pasti akan datang lagi...camkan itu..." Akio tiba – tiba menghilang dalam kepulan asap.
sementara itu Kakashi berusaha mengejar Akio namun dihentikan oleh Jiraya dan langsung menempelkan sebuah kertas dan berhasil menahan chakra putih tersebut.
Kakashi langsung jatuh pingsan akibat kelelahan dan juga lukanya yang bertambah banyak.
" dasar...anak ini menyusahkan saja..." kata Jiraya sambil membawa Kakashi.
" sebaiknya kita kembali ke desa..." saran Orochimaru.
Time skip
Sayup – sayup Yumi mendengar suara beberapa orang sedang berbicara. Perlahan Yumi menggerakkan jari tagannya, lalu membuka matanya.
" ahh kau sudah sadar?" Yumi di sapa dengan suara perempuan yang tak lain adalah Rin.
" Rin..." Yumi berusaha bangkit.
" heii jangan banyak bergerak dulu...kau hampir kehabisan chakra." Yumi akhirnya mebaringkan dirinya lagi.
" Kakashi...bagaimana dengan dia?" tanya Yumi dengan nada khawatir.
" kau tidak usah khawatir...si Baka itu sedang dalam perawatan..." kata Rin sambil tersenyum kecil. Mau tak mau Yumi ikut teresenyum.
" OBITOOOO KE SIINI KAU! LUKAMU HARUS DIURUS..." teriak Shizune.
" baiklah Shizune-Chan..." Obito akhirnya mengalah, takut kena imbasnya dari Shizune.
" dasar..." kata Asuma.
" semoga operasinya lancar..." hanya itu yang diharapkan dari Kurenai saat mereka menunggu Tsunade di ruang operasi.
" Rivalku itu adalah seorang ninja elit...dia pasti sehat lagiii" kata Gai semangat.
Lampu tanda operasi akhirnya mati...dan mereka menunggu Tsunade untuk keluar. Dan benar saja...saat Tsunade baru keluar Kurenai, Asuma dan Gai langsung mendatangi Tsunade dengan tatapan 'bagaimana keadaan Kakashi?'.
" huhh Kakashi akan hidup...hanya saja mata kirinya saat ini belum bisa digunakan akibat bengkak parah...dan luka yang lainnya juga sudah kuurus, jadi kalian tenang saja..." mendengar perkataan tsunade, mereka semua bisa bernapas lega.
" lebih baik aku melaporkan misi ini ke Hokage-Sama..." kata Asuma.
_,,_,,_,,_
Time skip
Keesokan harinya semua genin asuhan Kakashi dan Yumi datang ke rumah sakit.
" ahhh Yumi-Sensei..." Rei mendekati Yumi yang masih terbaring di ranjang.
" syukurlah Sensei baik – baik saja..." kata Kana dengan senyuman kecil.
" Sensei membuat kami khawatir..." kata Sai.
" maaf tapi kalian belum bisa mengunjungi Kakashi-San..." kata Salah seorang perawat.
" kenapa?" tanya Naruto kecewa.
" Dobe...itu artinya Sensei masih perlu istirahat tanpa gangguan..." kata Sasuke.
" kapan lagi kami bisa mengunjunginya?" tanya Sakura.
" mungkin kalian bisa kembali lagi besok." Sakura hanya mengangguk dan perawat itu pergi dari hadapan mereka.
" sebaiknya kita jenguk Yumi-Sensei dulu..." kata Sakura dan mendapat respon anggukan dari Naruto dan Sasuke.
" Ohayoooo Yumi-Sensei..." sapa Naruto sambil masuk ke dalam ruangan Yumi.
" kalian tidak mengunjungi Kakashi-Sensei?" tanya Rei.
" sudah...tapi kami ga dibolehin masuk..." kata Naruto dengan wajah yang kecewa.
" besok kami akan mengunjunginya lagi..." kata Sakura.
' Kakashi...semoga dia cepat sembuh...' dalam batin Yumi.
" ne...Sensei kenapa?mengkhawatirkan Kakashi-Sensei yaaa?" tanya Rei dengan nada jahil.
" tentu saja..." kata Yumi lemah.
" Sensei ga perlu sedih...Kakashi Sensei itu ninja yang kuat..." kata Naruto dengan senyuman lebar. Yumi tidak menahan senyumannya kali ini.
' itu benar...Kakashi itu orang yang kuat...'
" ternyata banyak juga yang megunjungimu..." kata Tsunade.
" Tsunade-Baachan..." kata Rei dan Naruto bersamaan.
" bagaimana keadaanmu hari ini?" kata Tsuande sambil mendekat ke arah Yumi.
" lebih baik dari yang kemarin..." kata Yumi.
" baguslah...aku akan melakukan pengecekan terakhir dan sore nanti kau bisa keluar dari rumah sakit...dan kalian anak – anak..." Tsunade menatap ke arah para genin,
"dan kalian...bisa keluar dari ruangan ini...SEKARANG!" kata Tsunade dengan menekankan kata terakhir dan membuat semua genin keluar dengan segera.
" mereka itu..." Tsunade hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah para genin, sementera Yumi hanya tertawa kecil.
" Shisou...Kakashi...?" tanya Yumi dengan nada penuh harap kalau Kakashi baik – baik saja.
" keadaanya stabil. Luka di tubuhnya sudah mulai pulih...tapi untuk saat ini dia harus istirahat..." Yumi merasa senang sampai – sampai dia tersenyum lebar.
" istirahatlah lagi...supaya kau bisa menjenguk kekasihmu itu..." Tsunade pergi dengan menampilkan senyuman. Perkataan Tsunade membuat Wajah Yumi merona.
Time skip...setelah beberapa hari...
Perlahan Kakashi menggerakkan tangannya. Lalu ia perlahan membuka matanya...terlihat sebuah siluet seorang perempuan tengan tertidur di samping ranjangnya. Kakashi tersenyum dan mengelus pelan pucuk kepalanya.
" huh...Kakashi?kau sudah bangun?" kata Yumi sambil mempoisikan dirinya duduk tegap.
" hn...kenapa kau tidur di sini?" tanya Kakashi.
" ahhh itu karena..."
" aku senang kau menemaniku di sini..." Kakashi tersenyum di balik selimut yang menutupi separuh wajahnya.
" KAKASHI SENSEIIII...!" Naruto langsung menyerbu dan memeluk Kakashi.
" uhukkk...Naruto...heii...aku baru saja bangun..." kata Kakashi yang terkejut.
" Kakashi senseiii...jangan membuat kami khawatir lagi..." kata Sakura sambil menatap tajam ke arah Senseinya.
" hn..." Sasuke hanya mengeluarkan komentar pendek.
" akhirnya kau sudah bangun ya...teme...kasihan Yumi-Chan yang menungguimu semalaman..." kata Obito yang baru datang.
" aku baru saja bangun dan kau sudah memanggilku teme...dasar dobe..." Naruto dan Sasuke melihat interaksi antara Obito dan Kakashi yang terasa familiar.
' serasa familiar...' pikir Naruto dan Sasuke.
" baiklah kalian semua...berhenti gosip...sekarang aku akan memeriksa Kakashi dulu." Kata Rin yang sudah membawa perlengkapan medis.
" baiklah rin-Neee" kata Naruto.
Time skip...again...
" tadi itu kunjungan yang cukup melelahkan..." kata Kakashi.
" tentu saja...kami ini selalu menunggu kau sadar Bakashi..." kata Yumi.
ruangan Kakashi kini hanya tinggal Kakashi dan Yumi saja.
" ughhh..." Kakashi mencoba duduk namun sepertinya beberapa luka di tubuhnya masih terasa sakit.
" jangan dipaksakan..." kata Yumi sambil membantu Kakashi membaringkan tubuhnya.
" arigatou...Yumi..." kata Kakashi.
" jangan hanya berterima kasih denganku...berterima kasih juga dengan yang lain..." kata Yumi.
" maksudku...arigatou karena selalu berada di sampingku..." kata Kakashi dengan senyumannya. (karena tidak orang, Kakashi berani saja menampilkan wajahnya di depan Yumi). Yumi tersenyum lembut.
" bukankah memang sudah seharusnya...?" kata Yumi.
" kau harus harus istirahat dulu..." Yumi beranjak dari tempatnya, namun dengan cepat dihentikan Kakashi.
" Yumi...aku mencintaimu..." kata Kakashi. Yumi tidak dapat menahan senyumannya, dia berjalan mendekati Kakashi dan mencium kening Kakashi.
" aku juga mencintaimu..." Kakashi tersenyum dan mentup kembali matanya.
TBC...
CERITANYA MASIH BELUM SELESAI...
RENCANYA BAKAL DISELESAIKAN SETELAH UJIAN SEMESTER...
BIASA...MASIH ANAK SEKOLAHAN...
JADI TUNGGU DULU YA CHAPTER TERAKHIRNYA...
MOHON DI REVIEW...ARIGATOU...
