Hal yang dirahasiakan, apakah harus dirahasiakan?, Aku tidak tahu apa pun yang kuharus lakukan. Aku ingin mempercayai temanku, tetapi jika rahasia ini akan merusak hubungan kita, dan membuat kekhawatiran yang mengakibatkan rusaknya hubungan pertemanan kita. Maka, oleh karena itu...
Mahou Shoujo Lyrical Nanoha A's Another story : mirai to ai no kiseki, hajimarimasu
Interlude 1 : Ikatan dan mimpi
Waktu sudah menunjukkan istirahat siang
Aku merasa murung sedikit, dan khawatir dengan Galeth, tetapi aku percaya dia baik-baik saja.
Nanoha yang tadi bersama Galeth sepertinya juga merasa murung. Aku menanyakan sesuatu ke Nanoha. Karena aku penasaran, mereka berjalan bersama membicarakan apa saja.
"Nanoha…, tadi kau bercerita apa saja dengan Galeth?"
"…anu Hayate-chan, aku hanya menceritakan masa lalu dan tengan pengertian memahami satu sama lain."
Awalnya aku tidak mengerti maksudnya. …Tetapi kalau menceritakan masa lalu, …apakah jangan-jangan?
"Jangan-jangan, kejadian 2 tahun yang lalu ya?"
"Maafkan aku Hayate-chan, tetapi dia sebegitu penasaran, dan sepertinya punya masalah yang berkaitan dengan hal itu"
Masalah yang mirip dengan masa lalu.
"Nanoha, mengapa kau tahu? Dan memangnya apa masalah dari Galeth?"
"Hanya kurasakan saja, tetapi dia terlihat kurang dipercayai, aku melihat mukanya murung saat dia ingin mengetahui pertemuan pertama kita. Walaupun hanya perasaanku saja. Tetapi apakah ada yang aneh dengan pertemuan kalian. Karena pertemuan pertama kalian itu di saat adanya penyerangan kemarin di sektor B bukan?"
Gawat, aku benar-benar tidak tahu harus bicara apa. Karena memang sengaja kurahasiakan, laporan pun kutulis dengan biasa saja. Tetapi jika begini, maka Galeth dianggap sebagai saksi dan keberadaan dia akan dirahasiakan oleh pusat. Jika hanya jadi saksi, tidak apa-apa, tetapi jika Tersangka? dia akan dihukum sesuai dengan kerusakan yang terjadi. Tetapi aku percaya dia bukanlah dalangnya. Sepertinya…, aku harus percaya dengan Nanoha dan Fate.
Aku menjelaskan kepada mereka tentang kejadian kemarin. Aku tahu aku sangat bersalah, tetapi aku meminta mereka untuk menolongku. Tetapi...
PLAKKKK...
Sebuah tamparan mengenai pipiku
"Padahal, aku sangat khawatir. Tetapi mengapa kau tidak mempercayai kami. apakah kami tidak ada hubungannya denganmu. Padahal kita ini adalah teman, apa karena kau masih membenci kami karena kejadian dulu, karena kami bermusuhan sama wolkenritter?"
Nanoha menamparku dan meninggalkan aku dengan wajah sedih.
Fate melihat kejadian itu mulai mengejar Nanoha.
"Nanoha, tunggu"
Aku tahu bahwa dengan menyembunyikan hal ini akan memperparah situasi. Tetapi aku tidak ingin ada masalah. Apakah aku salah? aku mempercayai mereka. Tetapi aku takut bahwa mereka akan menanggapi hal yang negatif. Aku memang tidak mengerti sistem di TSAB, karena baru mengikuti program Trainee.
Kemurunganku mulai meningkat. Akhirnya aku ingin ke Atap sekolah, merenung untuk mendinginkan kepala dan mencari solusi yang terbaik. Aku mencari tempat untuk merenung, dibalik pintu atap sekolah. Semua pikiranku kacau. Rasanya tidak ada lagi hal yang bisa kuperbaiki.
Di saat itu pula, aku berusaha mengistirahatkan diri. Semula aku hanya ingin memejamkan mata hanya untuk beberapa menit saja. Tetapi kesadaranku mulai menipis. Aku memejamkan mata dan akhirnya tidur terlelap.
Rasanya memang aku sangat bersalah dengan apa yang kulakukan kemarin. Tetapi memang itu seharusnya rahasia. Masalahnya adalah aku merahasiakan itu kepada Nanoha, seolah aku tidak mempercayainya. Aku ketakutan, aku tahu itu. Aku tahu Galeth bukan siapa-siapa bagiku. Apakah aku pernah bertemu dengannya? padahal aku tidak mengenal raganya. Apakah jiwanya yang berhubungan? Serasa seperti jiwa kami terhubung
"AAAAAHHHHH, mengapa pikiranku gak jelas begini?"
Mukaku memerah.
Tentu saja, serasa seperti ada perasaanku dengan dirinya.
Aku terbangun. Dan berusaha mulai balik, tetapi...
Clack, Clack
Pintu terkunci, saat itu mulai mendung, aku melihat jam tanganku, waktu menunjukkan pelajaran kelima sudah dimulai.
Gawat, kemungkinan besar, karena guru sudah melihat awan mulai mendung, dia mengunci pintunya, agar tidak ada murid yang keluar...
"NANOHA, FATE, ALISA, SUZUKA, SENSEI, SEMUANYA…!" aku memanggil mereka
Tetapi tidak ada satupun yang menjawab.
Air Hujan mulai mendatangi dan membahasi tubuhku. Tubuhku mulai kedinginan serasa membeku.
Aku berusaha untuk membuka Pintu, tetapi tidak mempan. Ahirnya, aku berusaha memakai sihirku. Walaupun ada larangan untuk memakai sihir jika tidak diperlukan.
Aku berusaha untuk mengaktifkan sihirku. Tetapi...
"Mengapa…? Mengapa tidak aktif...?"
Aku tidak bisa menggunakan Schwertkreuz.
Tidak bisa sama sekali, semua tubuhku lemah. Dan juga ada yang aneh Tanganku mulai menghitam. Aku tidak percaya bahwa TSAB memberikan limiter seperti ini.
"Reinforce…, apakah ini adalah efek lain kutukan buku?"
Aku tidak percaya kalau ini kutukan dari buku itu. Karena kalau benar, maka pengorbanan Reinforce akan sia-sia. Aku berusaha menggedor-gedor pintu.
"FATE, NAnohaaaaa..." kesadaranku mulai menipis.
Kehitamaan sudah menjalar tubuhku, dan keluar rasa sakit. Perihnya sampai aku tidak bisa menjerit. Aku yang tidak kuat menahan rasa perih ini, tidak bisa bertahan untuk sadarlagi.
Aku bermimpi di mana aku bertemu Reinforce. Dia terlihat sedih. Aku berusaha menggapainya tetapi tidak sampai. Aku terjatuh di jurang, jurang akan rasa bersalah karena tidak mempercayai siapapun. Tangan keluar dari jurang, aku berusaha untuk menggapainya, tetapi tangan itu bagaikan ilusi. Tidak bisa kugapai.
"HAYATE-CHAN, MENGAPA...? MENGAPA KAU TIDAK MEMPERCAYAI KAMI?"
Suara Nanoha melewati telingaku. Aku berusaha untuk menutupi telingaku tetapi sia-sia.
"SUDAHLAH NANOHA, DIA MEMANG BUKAN TEMAN KITA. APA GUNANYA TEMAN KALAU MEREKA TIDAK MEMPERCAYAI KITA!"
Sekarang suara Fate. Aku mulai menggila. Aku berusaha menutupi mataku, telingaku.
Saat aku melakukannya. Kegelapan pekat mulai berdatangan. Aku serasa di suatu tempat yang tidak ada satupun cahaya. Hanyalah kegelapan.
Walaupun aku membuka mata dan telingaku, aku tidak bisa merasakan apapun. Nafasku mulai sesak.
kesalahan ini aku pikir murah, tetapi ternyata harganya sangat mahal sekali.
"Walaupun kau berusaha tegar, adakalanya kau harus menangis untuk menjadi lebih tegar lagi."
Aku mengenal sekali suara itu, aku mendatangi suara itu dan memeluknya...
"REINFORCE...Hiks…hiks…. HUWAAAAA" aku berusaha memeluk sang wanita yang berada di pelukanku. Tangisanku keluar begitu kencang, seolah keajaiban mulai datang.
Reinforce mengelus rambutku. Saat itu aku tahu bahwa keajaiban mulai muncul.
Aku benar-benar merindukannya hingga air mata ini keluar.
"Reinforce..., jangan tinggalkan aku lagi."
"Maaf…, tetapi aku tidak bisa!"
"Mengapa kau berbicara demikian? aku tidak bisa mengucapkan salam perpisahan yang baik. Aku masih belum bisa menerima kepergianmu."
Aku masih belum bisa menerima kepergiannya, walaupun hati ini mengatakan bahwa aku harus tegar, tetapi rasa rinduku masih belum bisa membuat hatiku menerima akan kepergiannya.
"Wahai tuanku. walaupun kau tidak bisa menerimanya, kau harus selalu tegar."
Aku memang sudah dibuat tegar, Nanoha dan Fate sudah menemaniku di saat aku sedih, dan mereka menyemangatiku. Saat kau mengucapkan sampai jumpa, bukan berarti perpisahan, itu adalah awal yang baru. Karena itu bagiku, aku harus tetap berjuang untuk tidak mengalami kesedihan itu lagi. Tetapi...
"Memang, karena aku mempunyai teman yang bisa membuatku tegar, Tetapi aku sudah mengkhianati mereka, aku tak tahu harus bagaimana lagi."
"Wahai Tuanku, bukankah kau sudah pernah berkata padaku, bahwa kita ini sama, kesepian, juga sedih, tidak punya kekuatan jika sendirian. Karena itu, bukankah kepercayaan juga diperlukan, kau percaya bahwa Nanoha dan Fate adalah temanmu, kau percaya para ksatria adalah keluargamu. Semua berawal dari kepercayaan."
"Aku tahu itu, tetapi..."
"Waktu itu… engkau juga memintaku untuk tidak melupakan satu hal, bahwa kau adalah majikanku, dan menuruti permintaanmu, itu jugalah bagian dari kepercayaan. Kau juga sudah menganggapku sebagai keluarga sendiri. Maka dari itu..."
"AKU TAHU ITU, tetapi aku tidak tahu apa yang kuharus lakukan agar dapat kepercayaan mereka lagi." Aku memotongnya karena aku sedang putus asa
Reinforce tersenyum.
"Buatlah kepercayaan baru, kau bisa menjalin persahabatan, jika kau ingin dipercaya Nanoha, maka kau harus percayalah sama dia."
"Tetapi aku sudah menyakiti perasaannya dengan mengkhianatinya! Bagaimana caraku bisa mendapatkan kepercayaan baru?"
"Jika kau ingin mendapatkan kepercayaan, maka setidaknya kau harus percaya bahwa dia akan memaafkanmu, selama kau meminta maaf dengan tulus."
Reinforce mulai menghilang.
"Maaf tuanku, sepertinya keberadaanku sudah mulai menghilang. Jadi maafkan aku jika aku harus melakukan perpisahan ini kedua kalinya." Dia memulai perpisahan yang begitu cepat.
"Ah, Reinforce, tunggu..."
Aku sebenarnya ingin menanyakan tentang 3 hal, Tanganku yang menghitam, jeritan dari seseorang yang kudengar di kegelapan ini, dan adanya pertemuan ini yang selanjutnya, tetapi…
"Ah Tidak..., Aku tidak apa-apa, aku percaya bahwa kita akan bertemu lagi, suatu saat nanti dan aku pasti bisa mendapatkan jawaban dari kebimbanganku ini."
Reinforce tersenyum. Perpisahan mereka berakhir dengan ketenangan.
Aku punya keyakinan baru. Walaupun kertas itu sudah rusak, kau bisa mendaur ulang kembali menjadi kertas. Maka aku harus bisa mendaur ulang kepercayaan yang sudah rusak ini, menjadi hubungan yang baru dan lebih kuat bersama diriku dan yang lainnya.
Setitik cahaya mulai kelihatan, aku mulai menuju ke sana, dan...
"Hayate-chan, Hayate-chan...!"
Suara membangunkan tidurku.
Aku mulai sadar, diriku berada di ruang UKS, kulihat mereka ber-4 mencemaskan diriku. Dan senang saat aku siuman.
"Mou, jangan pernah bikin cemas lagi hayate-chan" Fate menegurku.
Badanku kembali segar. Kutukan yang berada di tanganku menghilang. Aku berpikir, tidak mungkin ini ada hubungannya dengan Nacht, sistem pertahanan yang rusak itu.
Dia membuat master program menyerap kehidupanku dan menyerang kakiku saat itu. Jadi gejala kelumpuhan pertama kali berada di kakiku. Tetapi sekarang tanganku yang sakit.
Aku berusaha untuk berdiri, tubuhku mulai baikan, rasanya Reinforce menyembuhkan tubuhku yang lemas akan air hujan.
Kulihat Nanoha sepertinya sedih sekali.
Aku menunduk, aku tahu bahwa aku salah jadi...
"Nanoha-chan, aku..."
Aku berusaha untuk meminta maaf. Tetapi...
Nanoha memelukku, dan meminta maaf kepadaku.
"Hayate-chan, maafkan aku..., maafkan aku... karena menamparmu, oleh karena itu, jangan pernah menyembunyikan masalahmu, karena kami di sini ada untukmu" tangisan keluar dari matanya.
"Nanoha-chan, aku juga minta maaf, sepertinya aku terlalu menyembunyikan masalahku ya..." aku juga mengeluarkan tangisan.
Inikah kepercayaan. Saling mengerti. Tidak ada hal yang perlu ditutupi, selama itu tulus.
Hujan mulai mereda. Aku merasa keajaiban muncul. Sesosok pelangi muncul, seolah memberikan arti persahabatan yang baru.
Air mata yang mengalir ini selama kita saling memahami. Tangisan ini akan keluar jika ada hal yang sedih yang kami rasakan, semua kesedihan ini akan dijalankan bersama, dirasakan bersama. Aku merasakan perasaan itu saat aku memeluk Nanoha. Kami berusaha untuk mempercayai satu sama lain.
Aku tahu bahwa semua kejadian itu ada maksudnya, semua berhubungan. Kurasakan semua hal mempunyai makna yang baru. Semua ini kurasakan, kepercayaan baru ini akan kupegang teguh di hatiku ini.
Tak terasa sekolah sudah mulai usai, ternyata aku sadar diri pada saat bel mau pulang sudah berbunyi.
Nanoha ingin berusaha mempercayaiku lagi, memintaku menjelaskan apa yang terjadi dan sampai membuat laporan palsu kepada TSAB. Aku awalnya dengan senang hati menjelaskannya. Tentu saja senang, karena aku berusaha untuk mencari kepercayaan mereka dan mereka memberinya dengan Cuma-Cuma.
Tetapi aku hanya bisa menjelaskan bahwa Galeth kemungkinan hanyalah korban dari serangan gadget yang menyerang sektor B. Kemungkinan besar bahwa hilangnya ingatan di dirinya karena cedera yang timbul akibat dari serangan para gadget itu.
Tetapi ada yang membuat aku penasaran, hubungan Galeth dengan Signum. Apa ada hubungan khusus dari diri mereka? Dan juga saat aku bertemu dengannya ada perasaan aneh jika membiarkannya. Seolah aku tak bisa melepaskannya kepada orang lain begitu saja. Aku tahu aku salah, dan kesalahan ini mengakibatkan hubunganku dengan yang lain menjadi rusak.
"Tenang saja Hayate, kami sudah mengerti garis besarnya!"
Fate langsung mengerti kejadian yang kualami.
"Sebenarnya, jika kau lebih jujur lagi, mungkin kami akan langsung menolongmu kemarin, jika kau hanya mempunyai kenalan yang amnesia, apa daya kami yang tidak bisa apa-apa? kami tidak bisa apa-apa, karena mungkin akan mengganggu hubungan kalian."
Nanoha memberikan kondisi yang pasti untuk menolongku, tetapi...
"Hu-Hubungaan?! AKU GAK ADA HUBUNGAN DENGAN DIA!" wajahku memerah
Semuanya ketawa. Suasana jadi ceria kembali.
Tetapi memang seharusnya aku memang tidak punya hubungan dengan dia. Perasaan ini, keinginan ini, seolah kurasakan karena adanya pesan dari Reinforce untuk membantu dirinya. Karena mungkin kegundahan hatiku ini bisa menghilang karena dirinya.
Tetapi aku tak mengerti, mengapa dia bermusuhan dengan Signum? Apakah Reinforce memintaku untuk bisa memperbaiki hubungan pertemanan mereka? Kalau benar, maka satu-satunya jalan adalah membuat mereka akur.
"Hayate-chan, keluarkan apa yang ada di isi kepalamu, janganlah kau simpan sendiri!, kami pasti akan berusaha menolongmu!"
Nanoha menawarkan bantuan.
"Sebenarnya, aku ingin membuat mereka akur, dan rencananya adalah begini..."
Aku merencanakan sebuah pesta, sebuah pesta di mana aku bisa membuat semua orang bisa menikmatinya. Dan membuat semuanya menyukai satu sama lain, mulai dari tukar hadiah, bernyanyi bersama. Hanya kecil-kecilan, tetapi bisa membuat semuanya saling menyukai satu sama lain.
"Bagaimana kalau kita memanggil semua orang yang ada?" Fate memberikan ide.
Idenya tidak buruk, tetapi harus ngomong apa, bagaimana caranya mengajak banyak orang, sedangkan pesta kecil-kecilan ini hanya untuk Galeth. acara kecil, bukan Ulang Tahun, dan lain-lain.
"Gomen, Fate-chan, sebenarnya sih aku mau tetapi..."
"Tetapi, kau tidak enakan sama mereka bukan?, kau menganggap pesta ini hanya kecil-kecilan bukan?" Nanoha membaca pikiranku.
"Tenang saja. Semua bisa diatur, selama kau mau, kami akan bisa melakukan apa saja."
Nanoha dan Fate mengacungkan jempol mereka kepadaku sambil tersenyum senang.
Aku sangat bersyukur bisa mempunyai teman seperti mereka.
Hari semakin gelap, maka aku harus segera pulang ke rumah untuk rapat keluarga. Semuanya berada di rumah. Tetapi...
"Galeth-kun, dimana dia?" aku menanyakan keberadaanya.
"Dia dan Signum belum pulang! Sedang berbelanja."
"Ah, bagus kalau begitu, sebenarnya aku nanti mau mengadakan rapat keluarga"
Semuanya agak terheran sedikit, memang rapat keluarga hanya diadakan kalau ada hal yang penting. Makanya pasti ada maksud dan tujuannya. Itulah yang ada di pikiran mereka.
Aku mulai mandi dan berberes-beres terlebih dahulu, dan karena akan sibuk untuk besok dan selanjutnya. Sepertinya semuanya harus ku laundri kan, karena tidak mungkin untuk melakukannya di besok hari. Dan ternya malam hari sudah sibuk duluan. Semua membantu berberes-beres tanpa tahu maksud dariku.
Galeth dan Signum sudah sampai, sambil membawa bahan makanan yang dibutuhkan. Timing-nya tidak pas sekali.
"SEMUANYA, KITA MAU RAPAT DI KAMAR."
Semua kaget, tentu saja, bodohnya diriku sambil berteriak keras. Aku langsung emosian karena kelupaan untuk rapat, sibuk mengerjakan semuanya.
Semua hanya bisa menurut. Dan memasuki kamar. Disaat Galeth dan Signum mulai ikut masuk, aku langsung mulai menghadangnya untuk memasuki kamar. Karena acara ini memang dikhususkan untuk mereka dan aku memang merahasiakan ini ke mereka.
Semua masuk sesuai instruksiku
"Signum dan Galeth, ini perintah. Kalian bereskan belanjaan kalian dan siap-siap istirahat."
"Aa…, baiklah " mereka menganguk.
Aku menutup pintu kamar dan memulai rapat. Tetapi baru beberapa kata aku mulai...
"APAAAA?! PESTAAA, HOREEE" Rein keasyikkan mendengarnya.
Dan Vita pun menempeleng Rein. Tentu saja aku juga marah, walaupun sedikit. Padahal tadinya menjadi rahasia. Aku mulai membuka pintu sedikit. Dan terheran, mereka sedang keasyikan dengan membereskan belanjaan.
"Signum, ini ditaruh mana?" Galeth mengangkat beberapa barang.
"Hmm, ditaruh di bagian bawah! dan juga hati-hati dengan telur dan tahu nya, karena mudah rusak." Signum memberikan arahan ke Galeth.
Sepertinya aku tidak perlu cemas akan 2 hal, mereka tidak mendengar rencana ini, dan mereka mulai akur, sedikit demi sedikit.
Aku melanjutkan rapat rahasia ini. dan mulai berdiskusi dengan semuanya. Mereka yang keheranan tadinya mulai mengerti maksud dari beres-beres tadi. Dan semua setuju. Aku juga menanyakan mengapa mereka kurang suka dengan Galeth dan menanyakan hubungan mereka dengan Galeth. Tetapi...
"Maaf Hayate-chan, tetapi ini permintaan Galeth untuk tidak menghubungkan masa lalu kami dengan dirinya. Kami juga tidak masalah. Kami tadi sempat berdiskusi dengan Galeth."
Berdiskusi? Aku semakin penasaran dengan apa yang mereka diskusikan.
"Apa yang kalian diskusikan?" aku bertanya kepada mereka.
"Kami tidak mengerti, karena diskusi hanya dimengerti antara Signum dan Galeth, tetapi kami sepakat selama Signum sepakat."
Semakin ku penasaran dengan diskusi mereka. Tetapi tidak masalah selama mereka menganggap satu sama lain sebagai keluarga, maka itu sudah menjadi hasil yang baik bagiku. Tetapi, apakah tetap kulanjutkan ya, aku jadi tak punya inti dan maksud dari pesta yang akan kuadakan.
Tiba-tiba, layar komunikasi keluar.
Nanoha dan Fate sepertinya sudah menghubungi semua kenalannya, mulai dari keluarga Takamachi, Keluarga Harlaown dan beberapa teman lama.
"Bagaimana kalau kita anggap pesta ini sebagai acara reuni, sudah 2 tahun kita tidak pernah bersama selama waktu santai."
Nanoha menyarankan ide yang bagus.
"Reuni kah? sepertinya menyenangkan. Ditambah teman baru bukannya lebih ramai? hihihi" menyenangkan sekali rasanya jika semua kumpul.
"Jadi bagaimana? waktunya kapan untuk kumpul-kumpul?"
Nanoha bertanya kapan dimulai.
"Bagaimana kalau hari minggu?"
Fate merencanakan acara di hari minggu.
Memang kalau waktu libur lebih tepat. Kami semangat dengan waktu yang ditentukan dan bersiap untuk melanjutkan persiapan kami untuk sekolah di hari esok. Sekarang hari kamis, 3 hari lagi untuk pesta. Kututup rapatnya dan mulai persiapan tidur, sebelum itu tentu saja mempersiapkan semua peralatan sekolah. Tapi ada yang aneh, kurasakan tidak adanya tugas dari TSAB, aku sudah menjadi kadet setahun yang lalu, dan Trainee untuk ke Divisiku nantinya, jadi masih amatir. Tapi tetap rasanya tidak menyenangkan kalau tidak kerja.
Ke-esokkan harinya.
Aku terbangun di pagi hari, semangat di pagi hari memang sangat menyenangkan. Aku meminta semua pada persiapan untuk pesta. Awalnya kurahasiakan untuk Galeth dan Signum, tetapi sudahlah, toh rencananya sudah kuubah. Jadi aku menjelaskan bahwa akan diadakan pesta besok lusa. Mereka cepat akur juga.
Aku melihat Galeth sepertinya murung sedikit. Tetapi...
Oleh karena itu, mungkin aku akan memberikan event dimana mereka lebih akur lagi.
"Oh ya, selama persiapan, kita akan mengadakan tukar kado. Jadi kalian harus menyiapkan kado untuk seseorang, kadonya bebas, dan masing-masing membawa 1 karena akan diambil secara acak. Tentu saja untuk Galeth, kau akan kuberikan uang untuk mencari hadiah yang menurutmu pas."
Galeth kembali ceria, tetapi dia menolak untuk menerima uang.
"Onee-sama, untuk hadiahnya aku akan memikirkannya, dan tidak membutuhkan biaya sepeserpun."
Dan begitulah, kedermawananku ini ditolak oleh dia. Ya sudah lah. Bukankah lebih menyenangkan mendapatkan hadiah yang berharga dan istimewa dari buatan tangan sendiri, atau mendapatkannya dari Alam. Entah kalau membeli seolah kita hanya sebagai pengantar saja.
Aku ke sekolah seperti biasa, tetapi baru saja senang. Ada kabar mengecewakan.
Sesampainya disekolah Suzuka dan Alisa meminta maaf karena ternyata mereka lagi ada liburan ke luar daerah dari besok sampai Minggu. Jadi tidak bisa mengikuti acara ini.
Rasanya kurang menyenangkan kalau mulai sepi. Tetapi ya bagaimana lagi. Aku juga tidak mau menunda acara ini, karena kudengar sebentar lagi ada kegiatan khusus dari TSAB untuk para kadet.
Aku harus tetap semangat. Karena walaupun mereka tidak bisa hadir. Aku sudah mendapatkan jawaban dari mereka akan mau datang. Bahkan Yuno dan Chrono juga akan datang.
"Oh ya, Acous-san juga akan datang, mungkin!"
Tuan Acous kah, aku mengenalnya sejak tuan Graham memperkenalkanku pada dirinya, perkenalanku ke Tuan Acous sangat menyenangkan. Kami sering bercanda bareng, dan cepat akur. Walaupun dia cuman berbeda beberapa tahun, tetapi dia superior yang hebat. Maka aku harus berusaha selama menjadi cadet untuk bisa melebihi dia.
Banyak orang yang kukenal akan datang. Mereka semua yang membantuku pada saat kejadian buku langit malam dahulu.
Kujalani aktifitasku seperti biasa setiap harinya.
Dan akhirnya tiba malam minggu. Malam hari terakhir persiapanku untuk acara reunian besok.
Semua sudah ku hias. Rumahku siap untuk menjadi tempat reuni. Semua persiapan sudah selesai. Aku mencari Galeth yang kelihatannya sudah membuat hadiah. Tetapi aku tak menemukannya.
"Galeth dimana sih? orang itu selalu saja menghilang."
Aku mencarinya, tetapi dia tidak ada di sekitar rumah. Teras, kamar, dapur dan lain-lain. Tidak ada sama sekali keberadaan dia.
Aku punya firasat buruk mengenai hal ini. Aku panik, dan berusaha mencari.
Semuanya kusuruh untuk segera mencari keberadaan dia. Usaha kami sia-sia. Tempat yang kami tuju tidak ada keberadaannya. Aku tersungkur, melihat tanganku mulai menghitam lagi. Entah sakit macam apa ini, membuat lenganku kaku. Tetapi aku sembunyikan tanganku ini, aku takut semua mengkhawatirkan aku dan memintaku untuk kembali. Tetapi Signum yang mengerti keadaanku memintaku pulang dulu.
Aku awalnya bersikeras untuk tidak pulang, tetapi aku akhirnya pulang. Aku hanya meminta Rein menemaniku karena semua kusuruh untuk tetap mencarinya. Karena aku percaya, Galeth akan ditemukan.
Perjalananku ke rumah butuh waktu, dikarenakan aku tidak bisa bergerak dengan bebas. Tetapi Shamal, Zafira dan Vita tidak bisa dihubungi. Signum hanya mempercayakanku kepada Rein dan berusaha mencarinya. Tetapi kejadian tak terduga terjadi di depan rumahku.
"GALETHHHHH, kenapa kamu ini, menghilang begitu saja. Aku ini cemas..., eh"
Aku melihat Galeth sedang mengobrol dengan Luna. Kupikir ada apa dengan Luna karena beberapa saat di sekolah aku tak bertemu dengannya. Tetapi entah kenapa aku tak mengingat bahkan tidak menyadari keberadaannya sampai sekarang.
"Luna-chan, kalau mau, kalian masuk ke dalam dulu saja. Tidak enak diluar dingin."
"Ah tidak Hayate-chan, aku juga sudah mau balik. Makasih atas tawarannya."
Luna sudah selesai berbincang dengan Galeth. tetapi kulihat Galeth murung. Mungkin ada sesuatu hal yang membuat dirinya tidak semangat.
"Anu, Luna-chan, bagaimana kalau kau ikut acara besok, akan ada reunian, juga acara perkenalan, mungkin jika kau mau ikut?" aku mengajak Luna.
"Wow, pesta, kayaknya menyenangkan. Tetapi aku tidak bisa. Karena ada yang harus kulakukan besok."
Sayang sekali jika Luna tidak bisa ikut. Tetapi aku tidak bisa berharap lebih. Rasanya memang sudah sepantasnya kalau aku tidak berharap terus menerus. Aku tidak punya waktu bersyukur jika selalu meminta. Istilahnya sih begitu.
Semua sudah diatur, aku memanggil semuanya yang belum tahu keadaan di sini, dan memanggil balik mereka. Semuanya kaget dan sepertinya marah ke Galeth. melihat kekhawatiran mereka, aku sepertinya tidak perlu khawatir lagi dengan hubungan mereka.
Malam hari ini akan menjadi malam yang mendebar-debarkan.
Pagi hari pun tiba. Semuanya mulai berdatangan. Aku memulai acara dengan menyenangkan. Semua berdatangan. Dan aku mendapatkan hadiah spesial dari Tuan Acous. Semua pada bersiul ke pada kami. mukaku memerah sedikit. Ya seolah bahwa kami adalah pasangan serasi. Tapi aku hanya menghormati dia karena selalu membantuku saat Tuan Graham tidak ada. Dia membantuku untuk mengantarku kemana saja saat dia sedang cuti tugas. Entah sudah berapa lama sejak aku tidak bertemu dia.
Semua kusesuaikan dengan Rundown yang kami rencanakan bertiga. Mulai dari pidato semuanya yang merasakan rindu dan cerita lainnya yang menjelaskan pertemuan kami. semuanya menyenangkan. Setidaknya membuat beberapa orang merasakan kebersamaan. Galeth memperkenalkan dirinya juga. Dan sepertinya dia mengagumi beberapa orang yang penting. Tentu saja, semua di sini adalah penyihir dari TSAB, dan Galeth mengagumi-nya. Tetapi semua pada terbelalak.
"ANAK LAKI-LAKI" Tuan Acous berteriak yang tidak perlu.
"Hayate, apakah kau serius bersama dia? Dia tidak menghipnotismu kan? Apa hubunganmu dengan dia? Apakah kau tidak puas dengan ku?" dan pertanyaan yang tidak penting dari tuan Acous. Tetapi kalau ditanya hubungan, memang itu yang masih mengganjal di hatiku.
"Hei kau, kau belum melakukan apa pun kan ke Hayateku...!" dan Acous mendekati Galeth dengan muka seremnya.
"Ti-tidak" Galeth menjawab dan Sweat drop.
Dan aku menempeleng Tuan Acous. Memalukan sekali.
Galeth ditanya oleh Yuno dan Chrono. Percakapan mereka menyenangkan. Terkadang Yuno kesal karena dipanggil Feret jadi-jadian. Dan Chrono yang sudah mulai dewasa membuat acara kekanak-kanakkan ini mulai agak kurang menyenangkan baginya. Tetapi atas bantuan Fate, meminta kakaknya ini untuk agar lebih bersahabat lagi. Dan Chrono pun memerah. Rein mulai nakal dan memakan kue sendirian. Tetapi acara semakin lebih meriah dengan kepribadian masing-masing. Aku hanya bisa tertawa.
Acara serasa menyenangkan. Tak terasa sudah hampir mencapai ujung acara. Acara penukaran kado dimulai. Tetapi acara ini tidak diatur. Karena sengaja agar mereka bisa memberikan hadiahnya dengan tulus. Walaupun aku sudah dapat hadiah spesial dari Acous saat pertama kali dimulai, aku hanya bisa memberikan sekotak hadiah kecil untuknya. Lebih tepatnya, aku menyiapkan semua hadiah untuk semua orang. tetapi hanya kecil-kecilan. Aku mempersiapkan hadiah spesial untuk beberapa orang saja, Termasuk Galeth.
Aku mencarinya, karena dia menghilang lagi, padahal aku mau menghadiahkan ini untuknya. Dan sedikit kesal, aku mencarinya dan akhirnya menemukannya di teras.
Saat kulihat teras, Tak terasa bahwa hari mulai senja. Aku melihatnya sedang mengamati pemandangan indah ini. mungkin karena itu, dia sengaja untuk meninggalkan acara untuk sementara agar bisa menikmati pemandangan indah ini. tetapi..., kudengar suara titik air jatuh, dan beberapa titik air selanjutnya. Aku tidak merasakan akan hujan. Tetapi aku tahu bahwa itu adalah...
"Anu, Galeth, ada apa? kau menangis" dan aku malah bertanya. Seharusnya aku membiarkannya saja sendiri. Aku bodoh sekali.
Galeth yang mendengarku kelabakan. Tentu saja bagi dia, bahwa sikap kuat hanya bisa diperlihatkan oleh dirinya. Tetapi aku mengerti bahwa tidak semua orang selalu bisa kuat. Kadang ada momen di mana dia harus mengalirkan rasa kesedihannya.
"A-aa, Oneesama, sepertinya aku jadi tidak jelas ya, hahaha" dia masih membelakangiku dan berusaha mengusap matanya.
"Ada apa? Apakah acara ini tidak menyenangkan?"
"Maaf tidak apa-apa kok, aku sepertinya menjadi cengeng sejak tadi, hehehe..."
Galeth berusaha untuk menutupi kesedihannya dengan senyum biasanya, agar aku tidak khawatir. Tetapi...
Aku akhirnya memeluknya dari belakang
"Kau tidak perlu menahan rasa tangismu, menangislah, aku tahu bahwa kau memiliki masalah yang begitu besar, sejak aku berpisah dengan Reinforce, aku juga menangis dan saat itu hanya ada Nanoha dan Fate, mereka memelukku. Jadi, menangislah, karena kita mampu..."
Tangisannya mulai meluap, air mata itu akhirnya keluar tiada hentinya. Tanpa aku tahu, air mata apa yang keluar dari dirinya.
"Kalau begitu bisa ceritakan kepadaku, apa yang membuatmu bersedih. Apakah karena acara ini tidak bagus, atau kau merasa ada hal yang tidak enakkan di hatimu?"
Walaupun aku tahu bahwa acara ini spesial untuk dirinya. Aku seharusnya mengerti bahwa terkadang waktu tidak berjalan sesuai rencana. Mungkin harusnya aku lebih mengerti perasaannya dan memberikannya pilihan, sedangkan aku malah memutuskan seenaknya/ Mungkin karena itu aku akhirnya mengerti bahwa perintahku berlebihan. Padahal aku hanya ingin menunjukkan betapa menyenangkannya bersama, dengan cara dingin tentunya. Aku tidak bisa dengan langsung memberitahukan keinginanku pada dirinya. Tetapi..., hal yang tidak terduga terjadi.
"Onee-sama, apakah pemandangan ini sungguh indah?"
"Indah? tentu saja Indah! mengapa kau bertanya demikian?"
"Karena, aku tidak menyukai pemandangan ini!"
Jawabannya membuatku kaget. Apa yang membuat dirinya berkata demikian?
"Ya, pemandangan matahari tenggelam. Membuatku mengerti bahwa dunia akan mulai yang disebut kegelapan. Oleh karena itu..."
Dia berusaha melepaskan pelukanku dengan tekanan. Aku tak tahu tekanan apa ini. tekanan sihir yang kuat. Tetapi kurasakan bahwa waktu telah berhenti. Semua yang berada di dalam ruangan dalam tidak bergerak.
Tetapi ada seseorang yang bisa bergerak. Signum dengan cepat mengaktifkan Laevatein. Dan Galeth berusaha mengaktifkan Devicenya.
"Bagaimana? mati dengan tanganku atau mati dengan tanganmu?" Signum menodong Laevatein.
"Tentu saja, aku juga tidak bisa membiarkan tanganmu kotor lagi, maka...
Galeth mengaktifkan device yang tidak kuketahui. Tetapi aku tahu bahwa Device itu adalah device kegelapan yang membuatku gemetaran akan device itu.
"Sebelum aku mengakhiri ini, aku bertanya lagi, apakah kau akan siap akan sumpahmu juga, Signum."
Signum awalnya diam, tetapi Signum langsung menjawab dengan mengangkat pedangnya.
"Aku tidak akan melanggar sumpahku, akan kulindungi dirinya, bahkan jika harus mengakhiri hidupku untuk dirinya."
Aku tidak kuat lagi. Aku menghentakkan tanganku ke Signum agar dia menghentikan Galeth untuk tidak bunuh diri. Tetapi Signum hanya menunduk. Dia mengeluarkan air mata sambil mengucapkan sesuatu yang berulang-ulang
"Maafkan aku, maafkan aku, maafkan aku..."
Aku tidak kuat melihat Galeth untuk bunuh diri.
Galeth mengangkat devicenya, dan bersiap menusuk ke tubuhnya.
"HIYAAAAA" Galeth berteriak dan berusaha menusuk tubuhnya.
Tetapi, entah itu keajaiban atau bukan, ada seseorang yang sangat cepat yang segera menangkis Device Galeth. Luna menghentikannya.
"LUNA-CHAN, Syukurlah"
Aku hanya bisa bersyukur saat dia menghentikan Galeth. tetapi dia dengan cepat memukul perut Galeth hingga pingsan.
"Apa yang kau lakukan, KISAMA"
Signum mulai menyerang Luna.
"Cih, tak kusangka kau akan bunuh diri. Master akan membunuhku kalau begini terus." Luna menggerutu dan membuka lubang dimensi.
Luna membawa Galeth kabur melewati lubang dimensi tersebut.
Aku hanya bisa berteriak memanggilnya.
"GALEEETH..."
Kondisi psikisku mulai turun. Entah karena barier ini. aku tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Kesadaranku mulai menipis. Tak kusangka, aku pingsan untuk yang ke-3 kalinya dari saat aku bertemu Galeth. tetapi tidak ada yang bisa kulakukan. Malam itu akhirnya menjadi awal dari konflik pertemuan kami…
