Disclaimer : Naruto milik Masashi Kishimoto dan saya hanya meminjam karakternya saja.

Rated : M (untuk jaga-jaga)

Pair : Uchiha Sasuke - Haruno Sakura.

Warning! OOC, AU, OOT, Typo(s), Eyd tak beraturan dan isi dari Fict ini mengandung kata-kata vulgar. Dianjurkan untuk usia 18+. Hehehee...

Don't like Don't read, and Happy reading. (o/o)

.

.

.

.

.

Kali ini apa yang harus Sakura lakukan? memukul kepala Sasuke dengan tongkat BaseBall atau mencukur habis rambut unggasnya itu? Ayolaaaahh.. Sakura sungguh sangat geram bukan main begitu Sasuke mendeklarasikan bahwa dirinya adalah kekasihnya. Lelaki yang notabene-nya adalah pangeran sekolah di KHS itu sungguh sangat menyebalkan menurut Sakura.

Sebenarnya apa yang Sasuke pikirkan saat itu?

"Dia pasti sudah gila,"

Sakura mendengus dan kembali mengerucutkan bibirnya kesal. Gadis emerald itu menggerutu setiap kali berpapasan dengan Sasuke. Karena Sakura tahu, bahwa apa yang di katakan Sasuke kala itu hanya untuk menggodanya sekaligus mempermainkannya. Sakura sudah mengenal hampir sebulan sifat dan watak Sasuke seperti apa. Lelaki itu pasti hanya membual dengan perkataannya. Toh dari pertama mereka bertemu, kedua insan itu hampir setiap saat beradu argument.

Tidak mungkin seorang Sasuke mengucapkan perkataan itu dengan sungguh-sungguh.

Benar!

Sakura langsung mengangguk dan tersenyum tipis jika mengingat perkataan Sasuke yang saat itu hanya sebuah bualan dan memang di sengaja untuk menggodanya.

Selagi pikiran gadis itu masih melayang atas kejadian siang tadi, suara ketukan dari arah pintu kamarnya membuat ia mengenyit.

"Siapa sih." gerutunya kesal.

Tokk... Tookkk... Tookkkk..

Suara ketukan pintu dari luar kamar Sakura kembali mengalun. Yang kini mengharuskan gadis itu harus bangkit dari kasurnya dan membuka pintu tersebut. Salah satu maid yang memiliki surai kecoklatan menghampirinya dan sedikit menunduk memberi salam.

"Ada apa?" tanya Sakura pada wanita paruh baya tersebut.

"Tuan muda Sasuke memanggil nona." katanya sopan.

Sakura kembali mendengus. Kemudian gadis itu mengangguk mengerti.

"Aku akan segera kesana." cicitnya pelan dan maid bernama Muki itu menunduk dan kembali pada aktfitasnya.

.

Dengan langkah gontai Sakura berjalan menelusuri lorong rumah megah Sasuke dengan dumelan tak berarti. Sesekali ia akan menghela nafas saat memikirkan kenapa Sasuke memanggilnya malam-malam begini. Dan satu pikiran negatif itu akhirnya menyeruak ke dalam kepala Sakura dengan cepat.

"Tidak!" Sakura menggelengkan kepalanya cepat dan segera menghilangkan pemikiran itu jauh-jauh. Sasuke tidak akan melakukan hal diluar batas. Tidak! Ya... tentu saja tidak.

Sesampainya berada di depan pintu kamar Sasuke, Sakura langsung menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.

Tarik nafas... dan hembuskan.

Itulah yang Sakura lakukan saat jemari lentik itu memutar kenop pintu Sasuke dan membukanya sedikit. Menyembulkan kepalanya kedalam dan melihat sekeliling, Sakura tak menemukan keberadaan Sasuke dimanapun.

"Kemana dia?" gerutu Sakura saat tak mendapati Sasuke di kamarnya.

Kaki jenjang miliknya itu berjalan pelan ke kedalam kamar Sasuke dengan mengedarkan pandangannya. Berharap bisa menemukan sosok makhluk termesum yang menghuni rumah sebesar ini. Sakura berkacak pinggang kesal. Ia merasa dipermainkan. Dengan berdecak kasar, Sakura langsung membalikkan badannya dan berniat meninggalkan kamar Sasuke begitu saja. Namun sebelum kakinya itu berada tepat di depan pintu dan jemarinya itu memegang kenop, sebuah lengan sudah melilit pinggangnya erat. Sontak membuat Sakura terkejut dan langsung menolehkan kepalanya.

"Mau pergi kemana kau?" suara itu mengalun merdu ditelinga Sakura dengan nafas hangat. Sakura menatap lelaki yang masih setia melilitkan sebelah tangannya itu dengan delikan tajam. Berupaya lengan itu membebaskan pinggangnya.

"Hn? kenapa menatapku seperti itu?"

Dengan gerakan cepat, Sakura langsung memposisikan dirinya tepat dihadapan Sasuke dengan masih tangan Sasuke bertengger di pinggang rampingnya.

"Kenapa kau tak pakai baju, Sasuke. Dan apa-apaan tanganmu ini!" teriak Sakura saat melihat penampilan Sasuke sekarang.

"Aku baru selesai mandi. Kau tak lihat rambut basahku?" gumam Sasuke memberi penjelasan.

Sakura menghela nafasnya dan menatap Sasuke dengan tajam. "Dan lepaskan aku. Sekarang!" tegas Sakura memperingatkan.

"Tidak! Aku masih mau membelitmu seperti ini. Sejak tadi aku tidak bisa mendekatimu sama sekali."

Sakura memincingkan matanya heran. Entah kenapa lelaki di hadapannya ini jadi seperti ini?

"Haaahhh... Jadi, apa yang kau inginkan sekarang, Sasuke?"

Dengan senyum tipis menghiasi, Sasuke langsung mempersempit jarak yang ada. Sakura hanya memutar bola mata bosan, sesekali menarik nafas panjang dan mendorong dada Sasuke yang kian menempel padanya.

"Aku ingin makam malam."

Sakura memincingkan sebelah alisnya heran. Makan? bukankah Sasuke bisa memintanya pada maid yang memang sengaja di perkerjakan untuk melayani segala keinginanya? Lalu ada apa ini?

"Kau bisa memintanya pada maidmu, kau pikir aku istrimu." dengus Sakura tertahan. Emeraldnya menatap tajam obsidian dihadapannya.

"Tidak! aku ingin kau yang memasakkan untukku." titah Sasuke mutlak. Yang semakin membuat Sakura menarik nafas dalam-dalam meredam emosinya.

"Baiklah. Kau ingin makan apa malam ini." ucap Sakura mengalah pada akhirnya. Lagipula hanya membuatkannya makanan. Itu tidak sulit untuk dikerjakan, bukan.

.

Dengan berbekal bahan yang ada, Sakura hanya memasakan Sasuke nasi goreng ekstra tomat di dalamnya. Sakura yakin, jika lelaki emo itu pasti akan menyukainya. Bahkan kalaupun ia memasak sesuatu yang aneh, tapi kalau ada tomat di dalamnya, maka dengan senang hati Sasuke akan melahapnya tanpa tersisa.

Setelah selesai dengan acara memasaknya, Sakura sudah siap menyajikan nasi goreng dengan ekstra tomat itu kedalam piring. Gadis itu lalu melirik sekilis kearah meja makan disana. Memperlihat sesosok lelaki yang terduduk diam sambil menatap lekat setiap pergerakan yang dilakukan Sakura.

Ahhh... apa ini tidak seperti sepasang suami istri. Yang dimana sang istri sedang menyajikan makanan untuk suaminya?

Ya... abaikan itu. Karena sepertinya hal seperti itu akan berlaku untuk sepasang kekasih yang saling mencintai. Sedangkan mereka? Ohhh... mereka seperti tikus dan kucing yang setiap hari bertengkar. Konyol sekali, kan?

"Ini, aku hanya memasak nasi goreng." ujar Sakura setelah ia meletakkan sepiring nasi goreng tersebut di hadapan Sasuke.

Lelaki itu menatap hidangan di depannya dengan ekspresi datar. Dia memang sangat lapar, tapi setelah melihat hidangan itu entah kenapa rasa laparnya tiba-tiba meluap begitu saja. Sakura yang melihat ekspresi dari Sasuke langsung mengernyit.

"Kau tak suka?" tanyanya penasaran.

Sasuke menggeleng dan bergumam pelan sebagai balasan.

"Ada sesuatu yang kau inginkan lagi?" tanya Sakura lagi.

Sasuke menatap Sakura dengan obsidian hitam miliknya dengan alis bertaut menjadi satu. Sepertinya ia memiliki sesuatu yang akan membuat nafsu makannya kembali menguap seperti beberapa waktu yang lalu.

"Sasuke?" panggil Sakura pelan. Gadis itu menghela nafas dan meyuarakan kalimatnya kembali. "Apa yang kau inginkan?"

Dengan seringai khas miliknya, Sasuke langsung menyerahkan sepiring nasi goreng itu kehadapan Sakura. Gadis musim semi itu langsung menyambut tindakan Sasuke dengan memincingkan sebelah alisnya heran.

"Suapi aku!"

Sakura melotot tajam. Lelaki dihadapannya ini benar-benar luar biasanya menyebalkannya. Ia sudah memasakakan untuknya, dan sekarang harus menyuapinya pula?

"Makan makananmu sendiri. Kau pikir kau ini balita," gerutu Sakura kesal yang hanya ditanggapi dengan dengusan Sasuke.

"Kau mau lambungku bermasalah lagi? Ok, makan saja makanan itu." Sasuke bangkit dari tempat. Membuat Sakura mengernyit semakin dalam dengan tingkah lelaki di hadapannya itu. Dengan tarikan nafas panjang, Sakura langsung memanggil Sasuke.

"Kembalilah. Aku akan menyuapimu."

Sasuke berhenti melangkah. Seringai yang jarang muncul kini kembali mengembang dengan sempurna di wajah tampannya. Dengan cepat ia memalingkan wajahnya dan memperlihatkan wajah datarnya berpura-pura kesal, kemudian Sasuke langsung kembali duduk tanpa berkomentar.

"Astaga! Aku tak percaya dengan ini." gerutu Sakura yang sudah memegang sendok dan menyuapi Sasuke dengan kekonyolan.

Setelah beberapa kali suapan, akhirna acara makan yang seperti menyuapi seorang bayi berukuran jumbo, Sakura langsung meletakkan piring kotor itu begitu saja. Biar saja, toh nanti ada yang membersihkannya. Begitu pikirnya.

.

.

Living Together

.

.

Entah ada angin apa atau ada kejadian super langkah yang terjadi, hari ini Sasuke memaksa Sakura untuk berangkat bersamanya. Yang berarti gadis itu harus satu mobil dengannya. Sakura yang lebih suka naik bus ke sekolah kini harus bersanding dengan Sasuke dengan bibir terkatub rapat saat BMW milik Sasuke meluncur dengan sempurna. Meski dalam hati Sakura sedikit merasa senang karena ia tak harus berdesakan dengan beberapa orang di dalam bus, namun tetap saja ia sedikit kesal dengan ajakan Sasuke yang sedikit memaksa kehendaknya yang selalu seenaknya itu.

Oh.. dan jangan lupakan perkataan Sasuke yang sudah mendeklarasikan bahwa Sakura kini menjadi kekasihnya. Bayangkan saja, betapa hebohnya nanti jika mereka ketahuan naik dalam satu mobil? Tidak... Sakura langsung menggeleng pelan saat memikirkan itu. Seharusnya tadi ia bisa menolak ajakan itu. Namun sekali lagi harus di tekankan, bahwa Sasuke tidak suka dengan penolakan. Dalam bentuk apapun.

Setibanya di Sekolah, semua anak melihat mereka turun dari satu mobil yang sama. Tatapan dan biskan keluar dengan sempurna saat lengan Sasuke merangkul pinggang Sakura erat. Dan bertambah yakinlah mereka jika dua anak adam itu memang berpacaran. Apalagi para gadis yang dulu mengejar Sasuke, kini seolah raib begitu saja tak ada jeritan menggema saat sosok pangeran mereka telah menggandenga satu gadis yang kecantikannya tak bisa diremehkan begitu saja.

"Aku mau ke toilet." ujar Sakura pelan dan segera membebaskan pinggangnya dari cengkraman erat tangan Sasuke.

Sasuke tak berkomentar sama sekali. Lelaki itu hanya mengangguk sebagai jawaban dan kembali melangkahkan kakinya dengan perlahan. Mengabaikan tatapan penuh puja dari beberapa gadis yang kini menatapnya.

Sakura langsung berlari kecil menuju kamar mandi dan segera mengunci pintu. Sesaat kemudian, ia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan. Pikirannya begitu kacau. Ia harus segera menemui Shion. Gadis itu pasti sudah mendengar gosip murahan ini.

"Sial!" maki Sakura kesal. "Semua ini gara-gara di mesum Sasuke. Kalau sampai Shion marah, aku jamin, rambut unggasnya itu akan ku potong sampai tak tersisa." sungutnya.

Setelah selesai dengan kamar mandi, Sakura lansung mencari keberadaan sahabatnya itu. Ia berlarian dari lantai bawah kelasnya hingga lantai atas, namun ia tak menemukan keberadaan Shion sama sekali. Nihil... gadis itu seolah-olah menjauhinya.

Sekarang ia masih setia mencari keberadaan Shion. Hampir sepuluh menit ia meneliti setiap tempat, namun tanda-tanda keberadaan Shion tak kunjung di temukan. Namun Saat emeraldnya itu menoleh kearah taman belakang sekolah, Sakura langsung berteriak memanggil nama itu dengan cukup keras.

"Shion!"

Akhirnya Sakura menemukan Shion yang sedang duduk santai di bangku taman. "Kau ada disini?"

Shion menoleh sekilas dan menganggukkan kepalanya pelan.

"Kau marah padaku?" Shion tetap tak bergeming sedikitpun. Gadis itu masih diam pada posisinya semula. Tak bergerak dan tidak menanggapi perkataaan Sakura sama sekali.

"Apakah kau benar-benar menjadi kekasih Sasuke?" tanya Shion langsung pada titik persoalan.

"Tidak! Kenapa kau berpikir begitu?" Sanggah Sakura cepat.

"Lalu kenapa mereka mengatakan itu. Kalau kalian memang menjadi sepasang kekasih, kenapa kau tak memberitahuku sebelumnya."

"Astaga! Sebenarnya aku binggung harus bagaimana menjelaskannya padamu. Semua terlalu rumit untuk kuceritakan." Sakura mengacak-acak rambutnya frustasi

Shion melirik Sakura sekilas. Mata mereka bertemu sejenak. Raut muka Shion merubah menjadi datar tak terdektisi sama sekali.

"Maaf, aku sungguh tak tahu harus memulainya darimana." kata Sakura lagi.

"Apakah ini alasannya? Apakah ini alasannya kenapa kau selalu menentang perasaanku padanya. Apakah kerena selama ini kalian sudah saling kenal? Kau tak seharusnya berlaku seperti ini padaku, Sakura."

"Astaga! Bukan itu maksudku, Shion." gumam Sakura.

"Harusnya kau jujur padaku sejak awal," Shion meremas telapak tanganya kuat. Tak percaya jika sahabat merah mudanya itu bisa membohonginya sampai seperti ini.

Sakura diam. Gadis itu hanya mendengarkan. Tak ingin menyelah atau membantah perkataan Shion. Biarlah gadis pirang itu mengungkapkan perasaanya terlebih dahulu meski Sakura harus menahan pahit kejadian konyol ini. Dan kalau sampai masalah ini berimbas pada kedekatannya dengan Shion, Sakura pastikan, kalau Sasuke akan menyesal telah membangunkan beruang yang tengah berhibernasi di musim dingin.

"Maafkan aku."

Detik itu juga Sakura melongo bukan main. Apa pendengarannya sedang tidak berfungsi atau bagaimana? Kenapa ia seolah-olah mendengar jika Shion mengucapkan kata maaf terhadapnya.

"Aku pasti sudah membuatmu sakit hati. Selalu memuji-muji Sasuke di depanmu dan selalu memujanya setiap hari. Aku memang bukan sahabat yang baik." sambungnya lagi yang semakin membuat Sakura mengernyit tak mengerti dengan arah pembicaraan Shion kali ini.

"Tu-tunggu! Apa yang sedang kau bicaran?" tanya Sakura tak mengerti.

"Maafkan kebodohanku. Kau pasti sangat sengsara. Selalu menjelek-jelekan Sasuke di depanku, padahal kau adalah kekasihnya. Kenapa kau begitu bodoh. Kenapa kau tak lagnsung menceritakannya padaku hal yang sebenarnya." tiba-tiba Shion langsung memeluk Sakura sambil menangis tersedu-sedu.

"Shion, kau salah... Ini tak seperti yang kau-.."

Belum sempat Sakura menuntaskan perkataannya, tiba-tiba saja sebuah lengan menyambar tubuh Sakura untuk berdiri. Membuat Shion sedikit binggung dengan apa yang sedang terjadi.

Setelah pelukan Shion lepas dari tubuh Sakura, manik violet itu mendongak sekaligus terperangah saat mendapati siapa yang tiba-tiba membuat pelukanya itu terlepas begitu saja.

"Sasuke?"

Lelaki itu menautka kedua alisnya menjadi satu barisan. Wajah datarnya terlukis dengan sempurna. Ada sesuatu yang aneh disini. Dengan rahang yang sedikit mengeras, lelaki itu langsung menghardik Sakura.

"Kau pikir berapa lama aku harus menunggumu di kelas. Kau disini tanpa memberitahuku. Beginikah caramu memperlakukan kekasihmu, Sakura?"

Shion menarik nafas panjang. Tak menduga jika sosok yang selalu ia jeritkan itu memilik sisi yang jauh dari apa yang dia pikirkan. Sedangkan Sakura hanya diam. Tak memberi respon tentang apa yang Sasuke katakan baru saja.

"Kenapa tak menjawab. Apa kau bisu," Sasuke mendesisi. Menatap Sakura jenggah karena gadis yang ada dihadapannya ini tak memberi penjelasan apapun.

"Berhentilah beranggapan kalau aku ini kekasihmu. Kau menyakiti perasaan Shion." gumam Sakura pelan. Tak berani menatap Sasuke yang kini mencengkram bahinya kuat.

"Tatap aku jika kau sedang bericara."

Sakura menarik nafas dan mendongakkan wajahnya menatap Sasuke. Dilihat dari kasat matapun siapa saja bisa tahu, bahwa Uchiha Sasuke sedang marah saat ini.

"Ulangi perkataanmu tadi." tekan Sasuke.

Shion yang melihat adegan di depannya tersebut langsung menelan ludah. Gadis itu merasa ikut terintimidasi dengan kilatan mata Sasuke yang terlihat menakutkan.

"Sakura,"

"Kau membuatku kesal. Shion bahkan harus meminta maaf padaku. Kau pikir ini lucu."

Sasuke menatap Sakura tak mengerti. Pikirannya terfokus pada emerald bining di hadapannya.

"Shion? Siapa dia?" tanya Sasuke datar. Mengabaikan wajah Sakura yang sejak tadi terlihat kacau.

Shion menautkan sebelah alisnya. Dalam hati ia ingin mengatakan kalau dirinya adalah gadis tersebut. Namun sebelun kata keluar dari mulutnya, Sakura terlebih dulu mengintrupsinya.

"Astaga! Setua apa dirimu, Sasuke?" sentak Sakura tiba-tiba. Menghiraukan rasa bersalahnya pada Shion dan langsung membentak Sasuke meski gadis itu tahu jika Sasuke sedang dalam keadaan meradang.

"Cepat katakan padaku sebenarnya. Aku tidak peduli siapa itu Shion dan apa yang dia katakan padamu. Kesampingkan itu dan Prioritaskan aku sebagai kekasihmu." tekan Sasuke tak kalah sengitnya.

Sakura terpaku mendengar perkataan Sasuke. Memprioritaskan dirinya sebagai seorang kekasih? Apa dia sudah gila?

"Dengar, gara-gara kau... Aku dan Shion -sahabatku- harus berselisih paham karenanya. Kau ini menyebalkan. Apa yang sebenarnya kau inginkan." teriak Sakura kesal. Emosi sudah mengendalikanya. Dan itu tidak baik untuk dirinya.

Sedangakan Shion masih terpaku di tempat. Jujur saja, gadis itu ingin sekali meninggalkan mereka berdua saja di tempat ini, namun logikanya tak menyukai gagasan tersebut. Dan... jadilah ia menjadi penonton acara live di depannya dengan bulu kudu yang sudah meremang karena takut.

"Haruno Sakura, jangan main-main denganku." tegas Sasuke penuh penekanan.

Sakura menggelengkan kepalanya. Gadis itu merasa sesak dengan semua kejadian ini.

"Kau membuatku takut." menundukkan kepalanya, Sakura langsung melangkah mundur. Membuat Sasuke tersentak kaget karena ia sudah membentak Sakura.

Shion yang pada awalnya hanya diam saja, kini ikut ambil suara begitu melihat Sakura tersudut dengan perkataan Sasuke.

"Maaf sebelumnya. Aku Shion sahabat Sakura. Bisakah kau tidak membentaknya seperti itu." perkataan Shion membuat Sasuke langsung menatapnya. Lelaki itu mendekati Shion kemudian berujar.

"Kau Shion?" tanya Sasuke yang langsung mendapat anggukan pelan dari Shion.

"Sasuke, kuharap kau tak membentaknya seperti itu. Semua ini murni salahku. Sakura tak bersalah samasekali. Dia kesini untuk menemuiku. Dan kau datang hanya untuk menyakiti Sakura?"

Demi Tuhan. Kedatangan Sasuke bukan untuk membentak Sakura. Ia hanya merasa khawatir karena Sasuke tak kunjung melihat Sakura masuk kelas. Jadilah ia mencari Sakura dan melihat apa yang sedang ia lakukan.

"Kau pikir kenapa aku membentaknya. Dia..." tunjuk Sasuke tepat kearah Sakura, "dia tadi hanya bilang ingin ke toilet. Apa kau pikir pergi ke tolet membuthkan waktu selama ini?"

Sasuke berkacak pinggang. Tak terima begitu saja atas apa yang dikatakan Shion barusan.

"Astaga... dia mencariku, dan aku sahabatnya. Kenapa kau begitu otoriter dan poseseif hanya karena ini." tak mau kalah, Shion langsung menjawab perkataan Sasuke begitu saja. mengabaikan perasaan takut saat ia melihat kilatan yang keluar dari mata hitam di depannya.

Sasuke mendengus kemudian menarik tangan Sakura kearahnya. Tak perduli dengan keterkujan yang Sakura terima. Lengan itu langsung menghimpit tubuh Sakura dalam pelukannya. Tidak menghiarukan sedikitpun penolakan yang Sakura berikan padanya. Sedagkan Shion hanya terpaku dengan bibir terbuka begitu violet matanya menangkap kejadian yang sungguh luar biasa di hadapannya.

"Jangan menghilang seperti ini lagi. Kau akan ku hukum kalau melakukan tindakan ini lagi. Setelah sampai di rumah aku akan minum 'susu'."

Dan bisikan itu membuat tubuh Sakura tegang seketika. Sasuke yakin kalau Sakura mengerti maksud dari minum susu itu. Dan seringaian khas milik Uchiha Sasuke membuat Shion bergidik ngeri meski ia tak tahu apa yang sedang Sasuke bisikan pada sahabat merah mudanya itu.

.

TBC

.

.

Wkwkwkwkw... TBC di saat yang luar biasa. Apakah kalian akan mencincang-cincang tubuhku? Waaahhh... maaffffkan akuuuuuuu. #kabur. Hahahaha.. Ok, sudah seberapa lama aku meninggalkan Fict ini? Maaf lagi. #plak

Yupp... sepertinya masalah Shion sudah terselesaikan dengan simple dan tak begitu rumit. Sejujurnya aku agak binggung juga interaksi antara Sakura dan Shion. Well... jadilah aku terinspirasi dari sebuah novel Short Distance Relatinship. Adakah dari kalian yang tahu novel itu?

Dannn... aku ngakak sampai mau nangis baca review dari kalian semua. Sumpaaahhh! Kalian berbakat membuat moodku naik turun. Kalian harus lebih panjang memberi komentar, beneran... aku ketawa-ketawa seperti orang gila bacanya. Hahahaha...

Okelahh... gak perlu banyak bicara lagi. Intinya... aku sungguh berterima kasih pada kalian semua yang masih bersedia menunggu Fict ini dan memberi komentar sebagai penyemangat untukku. Hehehehe... Semoga saja Chap ini nggak terlalu mengecewakan. Dan mengenai Sasori, dia hanya selingan di babak cerita bersama dengan Tayuya nanti.

Shiippp... bagi yang meninggalkan jejak di chap kemarin, aku ucapkan terima kasih. Dan ini nama-namanya;

.

Cherry EXOL

louin990

caesarpuspita

Re UchiHaru Chan

GaemSJ

YoktfNavy

SHL7810

eagle Onyx 'Ele

Emerald509

Uchiha Lady Haruno

suket alang alang

hanazono yuri

Luca Marvell

sasusakulover47

mii-chanchan2

Rizka scorpoigirl

Tsurugi De Lelouch

Manda Vvidenarint

Haruka Sora 14

Lynn

Mantika mochi

Guest

New guest

uciharuno chika

numpang lewat

oto

reizuno

Guest

The Deathstalker

JessicaStephanie

ananda inayati

fiochan51.

.

.

.

.

Lamongan- 06, 04, 2015 - Jawa Timur.

Salam sayang; Chizuru Mey.